




May 2012 (12)
March 2012 (11)
February 2012 (14)
December 2011 (15)
November 2011 (8)
October 2011 (19)
September 2011 (13)
August 2011 (21)
July 2011 (7)
June 2011 (5)
May 2011 (16)
April 2011 (24)
March 2011 (19)
February 2011 (12)
January 2011 (7)
December 2010 (29)
November 2010 (23)
October 2010 (45)
September 2010 (24)
August 2010 (3)


Beranda » Buletin Qum » Muhammad SAW Paling Banyak disebut namanya
Jumat, 17 Februari 2012 - 09:50:35 WIB
Muhammad SAW Paling Banyak disebut namanya
Diposting oleh : Admin
Kategori: Buletin Qum
- Dibaca: 85 kali
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ (الانشراح:4)
Artinya: “Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu” (Al Insyirah:4)
Tak ada satu manusia pun di dunia ini yang lebih banyak disebut selain Nabi Muhammad SAW. Meskipun ada sejumlah manusia yang dipertuhankan oleh sesamanya, namun penyebutan namanya tak ada yang sebanding dengannya. Nama Nabi Muhammad SAW disebutkan dalam:
1. Pengislaman orang Kafir
Para Ulama sepakat bahwa orang Kafir yang hendak masuk Islam harus mengucapkan dua kalimat Syahadat. Apabila Syahadat hanya satu (Syahadat Tauhid) maka belum sah keislamannya sampai ia melengkapinya dengan Syahadat Rasul. Dalam sebuah Hadis disebutkan:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَيُقِيمُوا الصَّلاَةَ ، وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّى دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ ، وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ » . (رواه البخاري ومسلم)
Artinya: “Aku diperintah agar memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan Shalat dan menunaikan Zakat. Apabila mereka telah mengerjakan itu semua, maka darah dan harta mereka terpelihara dariku kecuali karena hak keislaman sedangkan hisab mereka di tangan Allah”. (HR Al Bukhari dan Muslim)
2. Kalimat Adzan
Dalam satu hari adzan dikumandangkan sebanyak 5 kali dalam satu Masjid atau Mushalla. Bila jumlah Masjid di dunia ini berjumlah 1.000.000 saja, berapa kali nama Muhammad SAW dikumandangkan sedangkan dalam satu kali adzan saja nama beliau disebut 2 kali. Tentang kalimat adzan itu disebutkan dalam sebuah Hadis:
عَنْ أَبِى مَحْذُورَةَ أَنَّ نَبِىَّ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَلَّمَهُ هَذَا الأَذَانَ « اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ - ثُمَّ يَعُودُ فَيَقُولُ - أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ حَىَّ عَلَى الصَّلاَةِ - مَرَّتَيْنِ - حَىَّ عَلَى الْفَلاَحِ - مَرَّتَيْنِ ». زَادَ إِسْحَاقُ « اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ». (رواه البخاري ومسلم)
Artinya: “Nabi Muhammad SAW mengajarkan kalimat adzan kepada Abu Mahzhurah: “Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar (Allah Maha Besar) . Asyhadu An La Ilaha Illallah Asyhadu An La Ilaha Illallah (aku bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah) Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah (Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah) Hayya Alash Shalah Hayya Alash Shalah (Mari kita Shalat) Hayya Alal Falah Hayya Alal Falah (Mari kita meraih kebahagiaan) Allahu Akbar Allahu Akbar (Allah Maha Besar) La Ilaha Illallah (Tidak ada Tuhan selain Allah). (HRAl Bukhari dan Muslim)
3. Do’a setelah Adzan
Ketika seorang Mu’adzdzin selesai mengumandangkan Adzan dianjurkan kepada Ummat Islam memanjatkan do’a. dalam do’a tersebut ada disebut nama Muhammad SAW. Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan:
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ - رضى الله عنهما - أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ ، حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ » (رواه البخاري ومسلم)
Artinya; “Barangsiapa ketika mendengar Adzan membaca Allahumma Rabba Hadzihid Da’wati.... maka pada hari kiamat akan mendapat Syafa’atku”. (HR Al Bukhari dan Muslim)
Dalam Hadis lain yang diriwayatkan Muslim dikatakan:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِىَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِىَ الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ ». (رواه مسلم)
Artinya: “Jika kalian mendengar Muadzdzin mengumandangkan adzan, ucapkanlah seperti yang diucapkannya kemudian bacalah Shalawat untukku, karena siapa yang membaca shalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali. Setelah itu mintakanlah Wasilah untukku karena ia merupakan satu derajat di dalam Surga yang tidak patut diberikan kecuali kepada satu orang di antara hamba-hamba Allah dan aku berharap akulah dia. Itu karena barangsiapa memintakan wasilah untukku, maka ia layak mendapatkan Syafa’at”. (HR Muslim)
4. Do’a setelah Wudhu
Setelah menunaikan Wudhu seorang Muslim dianjurkan membaca do’a sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW:
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ فُتِحَتْ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ ». (رواه الترمذي)
Artinya: “Barangsiapa berwudhu dengan sebaik-baiknya kemudian membaca; “Asyhadu An La Ilaha Illallah…” (aku bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah jadikanlah aku di antara orang-orang yang bertaubah dan jadikanlah aku di antgara orang orang yang membersihkan diri”. Barangsiapa melakukan ini maka akan dibukakan baginya 8 pintu Surga, ia dipersilahkan memasukinya dari pintu yang mana saja ia suka”. (HR At Tirmidzi)
5. Ketika Hendak Masuk Masjid
Ketika seorang Muslim hendak masuk Masjid dianjurkan membaca do’a yang di dalamnya terdapat Shalawat kepada Nabi SAW. Salam hadis disebutkan:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَسَنِ عَنْ أُمِّهِ فَاطِمَةَ بِنْتِ الْحُسَيْنِ عَنْ جَدَّتِهَا فَاطِمَةَ الْكُبْرَى قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ صَلَّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَسَلَّمَ وَقَالَ « رَبِّ اغْفِرْ لِى ذُنُوبِى وَافْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ ». وَإِذَا خَرَجَ صَلَّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَسَلَّمَ وَقَالَ « رَبِّ اغْفِرْ لِى ذُنُوبِى وَافْتَحْ لِى أَبْوَابَ فَضْلِكَ ».
Artinya: Rasulullah SAW itu apabila masuk Masjid bershalawat dan salam kepada Muhammad lalu mengucapkan “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan bukakanlah untukku pintu- pintu rahmat-Mu”. Dan ketika keluar Masjid beliau Ya Tuhanku, ampunilah aku dan bukakanlah untukku pintu-pintu anugerah-Mu”. (HR Ahmad dan At Tirmidzi)
6. Puji-pujian
Masih berkaitan dengan tuntunan do’a setelah Adzan di atas terdapat kebiasaan kaum Muslimin ketika menunggu ledatangan Imam atau kumpulnya jama’ah, yaitu mereka membaca puji-pujian kepada Rasulullah SAW dengan berulang-ulang. Bayangkan jika dalam satu Masjid terdapat 20 jama’ah dan masing masing membaca 20 kali Shalawat, dapat dipastikan di Indonesia saja tidak kurang dari 10.000.000 (sepuluh juta) kali nama beliau SAW diucapkan orang.
7. Iqamat
Kalimat Iqamat sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW adalah seperti kalimat adzan hanya saja diucapkan satu kali satu kali kemudian ditambah dengan “Qad Qamatish Shalah”. Dengan demikian pada kalimat ini pun nama Muhammad Saw disebut meski hanya satu kali.
8. Dalam Tasyahhud Shalat
Salah satu rukun Shalat yang jika tidak dilakukan tidak sah Shalat seseorang adalah duduk Tasyahhud atau yang lebih dikenal dengan Tahiyyat. Pada saat duduk tersebut disyari’atkan membaca sejumlah bacaan. Di antara bacaan tersebut adalah mengucapkan salawat kepada Nabi yang tak lain adalah Muhammad SAW juga membaca dua kalimta Syahadat yang juga terdapat nama Muhammad. Dan terakhir sebelum Salam disyari’atkan membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. selengkapnya bacaan tasyahhud itu adalah:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُعَلِّمُنَا التَّشَهُّدَ كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ فَكَانَ يَقُولُ « التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ». (رواه مسلم)
Artinya: Rasulullah SAW mengajari kami membaca tasyahhud sebagaimana beliau mengajarkani kami surat-surat Al Qur’an. Beliau membaca: “At Tahiyyat ….. Salam sejahtera untukmu wahai sang Nabi serta rahmat Allah barakah-Nya. Salam sejahtera untuk kami dan semua hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah”. (HR Muslim)
Dalam Hadis lain disebutkan bahwa ketika tasyahhud itu disyari’atkan membaca Shalawat atas nabi Muhammad SAW. Adapun ketentuan Shalawat itu adalah sebagaimana diajarkan Al Imam Asy Syafi’i:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ » . (رواه البخاري ومسلم)
Perhatikan dalam satu kali Tasyahhud saja nama Muhammad SAW sudah disebutkan 4 kali. Berapa Milliar kali di dunia ini nama beliau disebutkan dalam satu hariI?
9. Ketika berdo’a
Selepas Shalat fardhu biasa kaum Muslimin berdzikir dan memanjatkan do’a kepada Allah. Dalam berdo’a mereka senantiasa memulai dan mengakhiri dengan membaca Shalat kepada Muhammad Rasulullah SAW. Jadi ketika berdo’a sekurang-kurangnya nama beliau disebut 2 kali.
10. Ketika hendak Keluar dari Masjid
Sebagai ummat yang sangat mencintai Rasulnya, kaum muslimin memiliki tradisi yang sangat indah, di mana ketima hendak keluar Masjid, sambil bersalam-salaman mereka mengumandangkan Shalawat kepadanya. Biasanya Shalawat itu berbunyi:
صَلىَّ اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
11. Meninggalkan dunia yang fana ini dan berada di alam barzakh, akan mendapatkan pertanyaan dari dua malaikat (Mungkar & Nakir). Salah satu pertanyaannya adalah “Siapa Nabimu?” yang jawabannya tak lain “Nabi Muhammad SAW”. Dalam suatu hadis bahkan disebutkan bahwa sosok Rasul terakhir ini akan dihadirkan dan ditanyakan kepada penghuni kubur baru: “Tahukah engkau siapa orang ini?”. Jika ia mengenalinya dan mengucapkan kata “Muhammad” selamatlah ia. Namun jika tak mengenalnya, maka ia akan celaka. Lihatlah di alam Barzakh saja nama Muhammad dimasyhurkan. Dan kelak di padang Mahsyar, insan teragung ini akan dimuliakan di atas seluruh ummat manusia, yaitu dikala para nabi tak sanggup memberikan pertolongan, ia diberikan as Syafa`ah al`Udzma (pembelaan agung) guna melepaskan manusia dari derita padang Mahsyar, Allahumma shalli `ala sayyidina Muhammadin wa `ala alihi wa shahbihi ajma`in.
Syarif Rahmat RA



| Mei, 2012 | ||||||
| M | S | S | R | K | J | S |
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | ||






Pengunjung hari ini : 119
Total pengunjung : 74129
Hits hari ini : 410
Total Hits : 318502
Pengunjung Online: 6
