Ahlussunnah (2)
Artikel (4)
Beli Buku (5)
Beli DVD Ceramah (6)
Buletin Qum (68)
Cerpen (1)
Daftar Donatur (2)
English Course (2)
Entertainment (2)
Iklan (6)
Ilmu Hikmah (0)
Info Guru (28)
Info Banten (1)
Info Lowongan (2)
Info MA (10)
Info MTs (7)
Info Nasional (19)
Info Pesantren (24)
Info Sisiwa (13)
Info Tangsel (6)
Info TK (1)
Info TPA/Q (1)
Iptek (13)
kabar kampung (3)
Kajian Hadits (3)
Karya KH. Syarif (5)
Kitab Nadzoman (4)
Kolom Alumni (8)
Kolom Guru (0)
Kolom KAMAD (7)
Kolom OSIS (2)
Kolom Pengasuh (22)
Kreatifitas Siswa (0)
Madzahib (1)
Music (0)
Olahraga (1)
Pendidikan (13)
Politik (1)
Puisi (2)
Resensi Buku (1)
Sejarah (1)
Software (1)
Studi Aliran (6)
Studi Tokoh (6)
Study Naskah (9)
Tafsir (1)
Tahfidzul Qur'an (1)
Ulama Nusantara (5)
Ulum al Qur'an (1)





















• 24 Desember 2011
Libur Akhir Semester Ganjil 2011

• 23 Desember 2011
Pembagian Raport MTs & Ma

• 02 Desember 2011
UAS MTs , MA dan Pondok Pesantren

• 22 Agustus 2011
Libur 'Idul Fitri 1432 H


Beranda » Kolom Pengasuh » REFERENSI DAN TRADISI

Jumat, 17 Februari 2012 - 09:47:59 WIB
REFERENSI DAN TRADISI
Diposting oleh : Admin
Kategori: Kolom Pengasuh - Dibaca: 128 kali

Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (Sunni) dan Wahhabi sama dalam referensi. Selain Al Qur’an, keduanya menggunakan kitab-kitab Hadis semacam Shahih Al Bukhari, Shahih Muslim, Kutubus Sittah dan lainnya. Sedangkan kaum Syi’ah berbeda, sebab kitab Hadis mereka adalah Al Kafi, Al Istibshar, Man La Yahdhuruhul Faqih dan lainnya.

Tetapi dalam tradisi keislaman Ahlus Sunnah Wal Jama’ah memiliki banyak kesamaan dengan Syi’ah. Misalnya tradisi Dzikir berjama’ah, Ziarah Kubur, Tawassul, Hadiah pahala dan istighatsah serta peringatan hari-hari besar Islam. Kaum Wahhabiyah menganggap semua yang dikemukakan ini adalah Bid’ah. Demikian pula dalam bidang Akidah, kedua madzhab ini ada persamaannya terutama tentang sifat Allah. Ahlus Sunnah dan Syi’ah sepakat mengi’tikadkan bahwa Allah SWT tidak berada di satu tempat. Sementara Wahhabi meyakini bahwa Allah itu bertempat tinggal di Arasy di atas langit. Dari sinilah kemudian ada orang yang salah paham dengan mengatakan bahwa kaum Muslimin Indonesia generasi awal adalah penganut Syi’ah.

Yang membedakan antara Ahlus Sunnah Wal Jama;’ah dengan Wahhabiyah kaitannya dengan referensi itu adalah pemahaman dan penafsirannya. Satu hadis bisa saja diterima oleh keduanya, tetapi dalam menafsirkannya mereka berbeda. Pada umumnya Ahlus Sunnah mengikuti apa yang disampaikan para Huffazh generasi sebelumnya karena menurut mereka agama itu adalah warisan dan bukan hasil pemikiran apalagi penemuan. Sedangkan Wahhabiyah memaknai Hadis sesuai kemampuannya, karena menurut mereka manusia diberi kemampuan yang sama. Itu sebabnya meskipun sama referensinya, Ahlus Sunnah dan Wahhabiyah banyak perbedaannya.

Yang membedakan antara Ahlus Sunnah dengan Syi’ah adalah  sumber pengambilan. Bagi Ahlus Sunnah, semua sahabat Rasulullah SAW adalah orang-orang jujur yang dapat diambil riwayat atau laporannya menyangkut Rasulullah SAW dan agama yang dibawanya. Sementara bagi Syi’ah secara umum –kecuali beberapa orang saja– sahabat Rasulullah SAW tidak dapat dipercaya. Bahkan tiga orang Khalifah pertama (Abu Bakar, Umar bin Khattab serta Utsman bin Affan) adalah perampok kekuasaan yang menjadi hak Ali bin Abi Thalib. Dikecualikan dalam hal ini adalah Syi’ah Zaidiyah, karena Syi’ah ini masih menganggap Kekhilafahan Abu Bakar, Umar dan Utsman sebagai Khilafah yang sah meskipun menurut mereka akan lebih baik kalau Ali bin Abi Thalib  yang jadi Khalifah pertama. Adapun Syi’ah di Indonesia sepengetahuan kami tidak ada yang Zaidiyah. Itu sebabnya dalam buku-buku mereka penuh dengan caci maki terhadap para sahabat Rasulullah SAW terutama tiga Khalifah pertama dan Abu Hurairah. Di mata Syi’ah yang dikomandani oleh seorang pakar komunikasi dari Bandung itu, para sahabat tadi adalah manusia-manusia terkutuk yang nanti akan dibangkitkan kembali pada masa Imam Mahdi (yang sekarang sedang menghilang) untuk dihakimi dan diberi hukuman berat. Wallahu A’lam.

 

KH. Syarif Rahmat RA, SQ, MA 



6 Komentar :

Abdullah
20 Februari 2012 - 13:15:38 WIB

Benar-benar orang yang aneh... Ndak jelas maksudnya apa... Kok ya ada orang seperti ini, bikin pondok lagi.. Allahumusta'an...
amir
20 Februari 2012 - 14:31:15 WIB

Plin-plan/tidak konsisten.
Ini bukti aqidah yang bathil............

Hudza
21 Februari 2012 - 12:12:01 WIB

@Akhi Amir: Antum benar. Sekarang banyak orang berbicara panjang lebar tapi dangkal keilmuannya.
amir
22 Februari 2012 - 10:32:00 WIB

Pak Kyai tolong diperjelas perbedaan antara Ahlussunnah wal jama'ah (Sunni), Wahhabi dan Syiah. Pak Kyai sebutkan bhw dalam tradisi keislaman spt Dzikir berjama’ah, Ziarah Kubur, Tawassul, Hadiah pahala dan istighatsah serta peringatan hari-hari besar Islam banyak kesamaan antara Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dengan Syi’ah, sedangkan Wahhabiyah menganggap bid’ah. Dalam memberikan persamaan antara Ahlussunnah wal jama'ah dengan Syiah Pak Kyai tidak menggunakan kata Sunni dibelakang Ahlussunnah wal jama'ah.

bersambung
amir
22 Februari 2012 - 10:32:26 WIB

Sebenarnya yang memiliki banyak kesamaan adalah Sufi dan Syi'ah baik dari sumber, tujuan, pemikiran dan aqidah.Contoh riil adalah antara hakikat tasawwuf Sufi dan hakikat tasyayyu' Syiah, ilmu hakikat dan syari'at, mengkultuskan imam, dan wali, dll. Begitu juga dengan kesamaan dalam tradisi keislaman spt uraian diatas, sedangkan Ahlussunnah wal jama'ah (Sunni), Wahhabi jelas dan tegas tidak ada kesamaan dengan Syiah maupun Sufi dalam hampir semua sisi.

Lihatlah faktanya di Timur Tengah pernahkah antara Sunni dan Syiah bisa bersatu ? Jawabannya tentu tidak. Jadi siapa yang ahlussunnah wal jama'ah sesungguhnya Pak Kyai, Sunni atau Sufi ? Kemudian yang banyak kesamaan dengan Syiah yang sebenarnya adalah Sufi atau Sunni Pak Kyai ?
amir
23 Februari 2012 - 08:59:18 WIB

Masuk golongan yang mana Ummul Qura ini, Ahlussunnah Wal Jama'ah (Sunni), Sufi atau Syiah ?
Bagaimana pula dengan Wahhabi/Salafi yang membid'ahkan tradisi keislaman seperti yang dilakukan oleh kaum Sufi dan Syiah tsb ? Kalau Pak Kyai sadar maka secara tersirat telah mengakui bahwa Wahhabi/Salafi-lah Ahlussunnah Wal Jama'ah (Sunni) itu.

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 


Langganan RSS





/ /


Mei, 2012
MSSR KJS
  12345
6789101112
13141516171819
20 212223242526
2728293031  





318501

Pengunjung hari ini : 119
Total pengunjung : 74129

Hits hari ini : 409
Total Hits : 318501

Pengunjung Online: 6





Apakah Website Ummul Qura memberi manfaat informasi ?

Manfaat Sedikit
Manfaat banyak
Manfaat sedang
Tidak Memberi Manfaat
Memberi Madharat

Lihat Hasil Poling







Nama :
Website :
Pesan