Tentang KH Syarif (2)
Ahlussunnah (3)
Artikel (5)
Beli Buku (5)
Beli DVD Ceramah (6)
Buletin Qum (142)
Cerpen (1)
Daftar Donatur (2)
English Course (2)
Entertainment (2)
Iklan (8)
Ilmu Hikmah (0)
Info Guru (23)
Info Banten (1)
Info Lowongan (0)
Info MA (13)
Info MTs (5)
Info Nasional (22)
Info Pesantren (30)
Info Sisiwa (14)
Info Tangsel (6)
Info TK (1)
Info TPA/Q (1)
Iptek (13)
kabar kampung (3)
Kajian Hadits (3)
Karya KH. Syarif (6)
Kitab Nadzoman (4)
Kolom Alumni (8)
Kolom Guru (0)
Kolom KAMAD (6)
Kolom OSIS (2)
Kolom Pengasuh (22)
Kreatifitas Siswa (0)
Madzahib (1)
Music (0)
Olahraga (1)
Pendidikan (13)
Politik (1)
Puisi (2)
Resensi Buku (1)
Sejarah (1)
Software (1)
Studi Aliran (6)
Studi Tokoh (6)
Study Naskah (9)
Tafsir (1)
Tahfidzul Qur'an (1)
Ulama Nusantara (5)
Ulum al Qur'an (1)





















• 24 Desember 2011
Libur Akhir Semester Ganjil 2011

• 23 Desember 2011
Pembagian Raport MTs & Ma

• 02 Desember 2011
UAS MTs , MA dan Pondok Pesantren

• 22 Agustus 2011
Libur 'Idul Fitri 1432 H


Beranda » Studi Aliran » Pemikiran Akidah Muhammad Bin Abdul Wahab An Najdi Dalam Pandangan Ulama Salaf

Jumat, 13 Mei 2011 - 09:04:00 WIB
Pemikiran Akidah Muhammad Bin Abdul Wahab An Najdi Dalam Pandangan Ulama Salaf
Diposting oleh : Admin
Kategori: Studi Aliran - Dibaca: 2436 kali

Muhammad bin Abdul Wahab mengajarkan sejumlah pembaharuan dalam pemikiran keagamaan. Dalam ajaran pemikiran ushuluddin, beliau menyebutkan bahwa Allah SWT adalah materi (jismun) yang duduk di atas singgasana (Ars), ini merupakan pemikiran yang memberikan kemiripan Allah dengan ciptaan-ciptaan-Nya, karena duduk adalah salah satu sifat yang dimiliki oleh manusia. Dengan begitu, pemikiran beliau telah mengingkari friman Allah SWT dalam surat As Shuura ayat 11 :

لييس كمثله شيئ…

: ‘Tiada sesuatu menyerupainya”

Para ulama salaf sepakat bahwa apabila seseorang dalam pemikiraannya telah menyamakan sifat Allah SWT dengan sifat makhluknya. Berarti orang tersebut sudah kafir, sebagaimana yang disampaikan seorang ulama salaf aT Thohawy dalam pemikiran akidahnya yang terkenal dengan nama Akidah at Thohawiyah, pernyataanya menyebutkan :”Barangsiapa yang mensifati Allah dengan sifat makhluknya adalah kafir.” (Dari buku : Meluruskan Radikalisme Islam)



3 Komentar :

ss
03 November 2011 - 05:57:25 WIB

jangan sampai kebencian terhadap ulama, mengecohkan kebenaran2 yang di sampaikannya,, seperti memberantas tahayul, bidah dan khurafat. bagaimana bisa?!
hal tersebut masih ada di zaman skrg ini padahal hal tersebut juga tak bermanfaat bagi manusia!
salam
NN
07 Desember 2011 - 10:35:05 WIB

Beramallah sekehendak hatimu dan sesuai seleramu sebab pada akhirnya semua amalan itu akan kembali kepada diri kita sendiri.
Bermuhasabah untuk memperbaiki diri sendiri adalah lebih utama daripada mencela dan menilai orang lain dengan ukuran diri kita sendiri.

Abdullah
07 Desember 2011 - 13:06:28 WIB

Allahumusta'an... Semoga petunjuk Allah senantiasa diberikan kepada antum ya admin.. Sehingga mampu melihat mana haq dan mana yang Bathil, tanpa latar belakang kefanatikan dan kebencian terhadap ulama.. jernih dalam memandang masalah dan menempatkan semuanya sesuai Hak nya...

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 


Langganan RSS





/ /


September, 2014
MSSR KJS
 1 23456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    





849248

Pengunjung hari ini : 278
Total pengunjung : 205592

Hits hari ini : 970
Total Hits : 849248

Pengunjung Online: 2





Apakah Website Ummul Qura memberi manfaat informasi ?

Manfaat Sedikit
Manfaat banyak
Manfaat sedang
Tidak Memberi Manfaat

Lihat Hasil Poling







Nama :
Website :
Pesan