Tentang KH Syarif (2)
Ahlussunnah (3)
Artikel (5)
Beli Buku (5)
Beli DVD Ceramah (6)
Buletin Qum (142)
Cerpen (1)
Daftar Donatur (2)
English Course (2)
Entertainment (2)
Iklan (8)
Ilmu Hikmah (0)
Info Guru (23)
Info Banten (1)
Info Lowongan (0)
Info MA (13)
Info MTs (5)
Info Nasional (23)
Info Pesantren (30)
Info Sisiwa (14)
Info Tangsel (6)
Info TK (1)
Info TPA/Q (1)
Iptek (13)
kabar kampung (3)
Kajian Hadits (3)
Karya KH. Syarif (6)
Kitab Nadzoman (4)
Kolom Alumni (8)
Kolom Guru (0)
Kolom KAMAD (6)
Kolom OSIS (2)
Kolom Pengasuh (22)
Kreatifitas Siswa (0)
Madzahib (1)
Music (0)
Olahraga (1)
Pendidikan (13)
Politik (1)
Puisi (2)
Resensi Buku (1)
Sejarah (1)
Software (1)
Studi Aliran (6)
Studi Tokoh (6)
Study Naskah (9)
Tafsir (1)
Tahfidzul Qur'an (1)
Ulama Nusantara (5)
Ulum al Qur'an (1)





















• 24 Desember 2011
Libur Akhir Semester Ganjil 2011

• 23 Desember 2011
Pembagian Raport MTs & Ma

• 02 Desember 2011
UAS MTs , MA dan Pondok Pesantren

• 22 Agustus 2011
Libur 'Idul Fitri 1432 H


Beranda » Buletin Qum » Berdoa Setelah Sholat Fardhu ( Bag. 2)

Kamis, 31 Maret 2011 - 17:00:16 WIB
Berdoa Setelah Sholat Fardhu ( Bag. 2)
Diposting oleh : Admin
Kategori: Buletin Qum - Dibaca: 740 kali

Kedua, Dalam sebuah Hadis disebutkan:
عن أبي أمامة قال قلت : يا رسول الله أي الدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات (رواه النسائي)
Artinya: Aku bertanya kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, do’a manakah yang lebih didengar”?. Rasulullah SAW bersabda: “Do’a yang dipanjatkan di penghujung malam terakhir dan di belakang Shalat Fardu” (HR An Nasa’i)
Hadis ini dengan jelas menyatakan ditekankannya berdo’a selepas Shalat Fardu.
 
Ketiga, Rasulullah SAW sendiri biasa berdo’a setelah Shalat fardu.
عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي مَرْوَانَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ كَعْبًا حَلَفَ لَهُ بِاللَّهِ الَّذِي فَلَقَ الْبَحْرَ لِمُوسَى إِنَّا لَنَجِدُ فِي التَّوْرَاةِ أَنَّ دَاوُدَ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ قَالَ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي جَعَلْتَهُ لِي عِصْمَةً وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي جَعَلْتَ فِيهَا مَعَاشِي اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَأَعُوذُ بِعَفْوِكَ مِنْ نِقْمَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ قَالَ وَحَدَّثَنِي كَعْبٌ أَنَّ صُهَيْبًا حَدَّثَهُ أَنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُهُنَّ عِنْدَ انْصِرَافِهِ مِنْ صَلَاتِهِ (رواه النسائي)
 
Artinya: Ka’ab bersumpah demi Dzat yang membelah lautan untuk Musa, bahwa kami mendapatkan dalam Taurat yang menyatakan bahwa Nabiyullah Dawud SAW itu apabila selesai dari menunaikan shalatnyqberdo’a, “Allahumma ……………”. Dan Ka’ab pun membeirtahukan kepadaku bahwa Nabi Muhammad SAW pun mengucapkan do’a tersebut ketika beliau selesai menunaikan shalatnya”. (HR An Nasa’i)
 
Memang ada pendapat yang mengatakan bahwa setelah Shalat tidak perlu berdo’a dan harus shalat sunnat langsung. Mereka mengatakan bahwa yang dimaksud dengan do’a di belakang Shalat – sebagaimana terdapat dalam sejumlah Hadis – adalah di dalam Shalat sebelum Salam. Tetapi pendapat ini dibantah oleh para Ulama termasuk Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqallani Rahimahullah. Beliau mendasarkan pernyataannya itu kepada kitab Shahih Al Bukhari, di mana dalam kitab tersebut Al Bukhari mencantumkan sebuah bab dengan judul “باب الدُّعَاءِ بَعْدَ الصَّلاَةِ.“ (Bab Berdo’a setelah Shalat).
 
Al Hafizh antara lain mengatakan:
(قوله باب الدعاء بعد الصلاة) أَيْ اَلْمَكْتُوْبَةِ وَفِيْ هَذِهِ التَّرْجَمَةِ رَدٌّ عَلَى مَنْ زَعَمَ اَنَّ الدُّعَاءَ بَعْدَ الصَّلَاةِ لَا يُشْرَعُ مُتَمَسِّكًا بِالْحَدِيثِ الَّذِيْ أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ مِنْ رِوَايَةِ عَبْدِ اللهِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ عَائِشَةَ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه و سلم إِذَا سَلَّمَ لَا يَثْبُتُ اِلَّا قَدْرَ مَا يَقُوْلُ اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَاذَا الْجَلَالِ وَالْاِكْرَامِ وَالْجَوَابُ اَنَّ الْمُرَادَ بِالنَّفْيِ الْمَذْكُوْرِ نَفْيُ اسْتِمْرَارِهِ جَالِسًا عَلَى هَيْئَتِهِ قَبْلَ السَّلَامِ اِلَّا بِقَدْرِ اَنْ يَقُوْلَ مَا ذُكِرَ فَقَدْ ثَبَتَ اَنَّهُ كَانَ إِذَا صَلَّى اَقْبَلَ عَلَى اَصْحَابِهِ فَيُحْمَلُ مَا وَرَدَ مِنَ الدُّعَاءِ بَعْدَ الصَّلَاةِ عَلَى اَنَّهُ كَانَ يَقُوْلُهُ بَعْدَ اَنْ يُقْبِلَ بِوَجْهِهِ عَلَى اضصْحَابِهِ
 
Artinya: Pernyataan Al Bukhari “Bab tentang berdo’a ba’da shalat” yakni shalat fardu. Dalam pernyataan ini terkandung penolakan terhadap orang yang berpendapat bahwa berdo’a setelah shalat itu tidak disyari’atkan beralasan dengan sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dari riwayat Abdullah Al Haris bersumber dari Aisyah yang mengatakan bahwa Nabi SAW itu apabila selesai dari shalatnya tidak tetap kecuali sekedar beliau membaca “Allahumma Antas Salam...”. Jawabaannya adalah bahwa yang dituju oleh penegasian tersebut adalah bahwa beliau tidak duduk seperti sebelum salam kecuali sekedar apa yang beliau ucapkan itu.
 
Hal itu karena terdapat keterangan yang pasti bahwa beliau SAW itu apabila selesai menunaikan shalat menghadapkan wajahnya kepada para sahabatnya. Maka dalil yang mengatakan bahwa karena terdapat keterangan yang pasti bahwa beliau SAW itu apabila selesai menunaikan shalat menghadapkan wajahnya kepada para sahabatnya. Maka dalil yang mengatakan bahwa beliau berdo’a setelah shalat adalah setelah beliau menghadap kepada para sahabatnya.
 
Sebuah Hadis menyebutkan:
عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، { أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَعَوَّذُ بِهِنَّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك مِنْ الْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِك مِنْ الْجُبْنِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أُرَدَّ إلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ ، وَأَعُوذُ بِك مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا ، وَأَعُوذُ بِك مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ } رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ .
 
Artinya: Sa’ad bin Abi Waqash berkata: “Bahwasanya Rasulullah SAW itu memohon perlindungan kepada Allah di belakang setiap Shalatnya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kikir dan kikir, aku berlindung kepada-Mu dari usia pikun, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan aku berlindung kepada-Mu dari siksaan kubur” (HR Al Bukhari).
 
Berkenaan dengan ini Ash Shan’ani dalam Subulus Salam mengatakan:
 
قَوْلُهُ : دُبُرَ الصَّلَاةِ هُنَا ، وَفِي الْأَوَّلِ ، يُحْتَمَلُ أَنَّهُ قَبْلَ الْخُرُوجِ ، لِأَنَّ دُبُرَ الْحَيَوَانِ مِنْهُ ، وَعَلَيْهِ بَعْضُ أَئِمَّةِ الْحَدِيثِ ، وَيُحْتَمَلُ أَنَّهُ بَعْدَهَا وَهُوَ أَقْرَبُ ؛ وَالْمُرَادُ بِالصَّلَاةِ عِنْدَ الْإِطْلَاقِ الْمَفْرُوضَةُ .
 
Artinya: “ucapannya “di belakang Shalat” pada Hadis ini dimungkinkan maksudnya adalah sebelum keluar dari Shalat karena yang disebut dubur binatang adalah bagian dari tubuhnya.
 
Oleh karenanya ada sebagian para Imam ahli Hadis ada yang berpendapat seperti itu. Mungkin pula yang dimaksud adalah setelah selesai Shalat, dan itu lebih dekat kepada kebenaran. Kata “Shalat” bila diitlakkan maksudnya adalah shalat fardu.


7 Komentar :

Habib Falaqi
28 April 2011 - 22:34:27 WIB

Sy sgt spendapt dengan QUM, Lanjut terus perjuangan QUM dalam menyadarkan orang yg memandang agama dari sebelah mata n cenderung menyalahkan terus orang lain yg sudah tenang menjalankan amalannya. Semoga KH Syarif Rahmat,SQ,MA.,selalu dicurahkan hidayah n dtmbah ilmu Alloh untuk menghantam paham2 yg sesat n menyesatkan. Amiiin!!!
Misbah
07 Mei 2011 - 14:51:45 WIB

semoga KH syarif Rahmad diberi umur panjang barokah, kesehatan, dan selalu dalam lindungan Alloh dan pertolonganNya.
andik hartanto
05 September 2011 - 22:48:41 WIB

pak kyai ini dulu mondok atau sekolah dimana? kok mantab sekali ksh penjelasan. smoga panjang umur
Obat Herbal Stroke Paling Ampuh
04 September 2014 - 15:49:20 WIB

terimakasih atas infonya
Sarung galon boneka kodok
10 September 2014 - 15:27:28 WIB

salamat siang
informasi yang menarikn untuk di simak trimakasih
Protein
26 September 2014 - 09:36:58 WIB

Amazing! I'm truly enjoying the design and style of your website. Are you using a custom template or is this freely available to all individuals? If you do not want to say the name of it out in the public, please be sure to e-mail me . I'd really like to get my hands on this template! Cheers.


prywatny dermatolog bydgoszcz
30 September 2014 - 12:21:34 WIB

Hi there! This is my first visit to your blog! We are a team of volunteers and starting a new project in a community in the same niche. Your blog provided us valuable information to work on. You have done a outstanding job!



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 


Langganan RSS





/ /


September, 2014
MSSR KJS
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
2829 30    





871494

Pengunjung hari ini : 179
Total pengunjung : 212202

Hits hari ini : 603
Total Hits : 871494

Pengunjung Online: 2





Apakah Website Ummul Qura memberi manfaat informasi ?

Manfaat Sedikit
Manfaat banyak
Manfaat sedang
Tidak Memberi Manfaat

Lihat Hasil Poling







Nama :
Website :
Pesan