Ahlussunnah (3)
Artikel (6)
Beli Buku (5)
Beli DVD Ceramah (6)
Buletin Qum (145)
Cerpen (1)
Daftar Donatur (2)
English Course (2)
Entertainment (2)
Iklan (8)
Ilmu Hikmah (0)
Info Guru (28)
Info Banten (1)
Info Lowongan (2)
Info MA (12)
Info MTs (7)
Info Nasional (21)
Info Pesantren (30)
Info Sisiwa (13)
Info Tangsel (6)
Info TK (1)
Info TPA/Q (1)
Iptek (13)
kabar kampung (3)
Kajian Hadits (3)
Karya KH. Syarif (6)
Kitab Nadzoman (4)
Kolom Alumni (8)
Kolom Guru (0)
Kolom KAMAD (7)
Kolom OSIS (2)
Kolom Pengasuh (22)
Kreatifitas Siswa (0)
Madzahib (1)
Music (0)
Olahraga (1)
Pendidikan (13)
Politik (1)
Puisi (2)
Resensi Buku (1)
Sejarah (1)
Software (1)
Studi Aliran (6)
Studi Tokoh (6)
Study Naskah (9)
Tafsir (1)
Tahfidzul Qur'an (1)
TULISAN MEDIA TENTANG KH SYARIF (2)
Ulama Nusantara (5)
Ulum al Qur'an (1)





















• 24 Desember 2011
Libur Akhir Semester Ganjil 2011

• 23 Desember 2011
Pembagian Raport MTs & Ma

• 02 Desember 2011
UAS MTs , MA dan Pondok Pesantren

• 22 Agustus 2011
Libur 'Idul Fitri 1432 H


Beranda » Studi Aliran » Daftar Ustadz-Ustadz Penyebar Wahabi Di Indonesia

Kamis, 24 Maret 2011 - 00:52:55 WIB
Daftar Ustadz-Ustadz Penyebar Wahabi Di Indonesia
Diposting oleh : Admin
Kategori: Studi Aliran - Dibaca: 101756 kali

ARTIKEL YANG DI PEROLEH DARI SITUS LAIN..SILAHKAN MEMBERI KOMENTAR BAIK YANG PRO MAUPUN KONTRA.

----------------------------------------- 

Perpecahan dan kontradiksi di kalangan Salafy Wahabi, bukti ajaran yang tidak shahih!Allah Swt telah pecah belahkan golongan-golangan mujassimmah musyabbihah yang menyimpang dari aqidah ahlusunnah wal jamaah. Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka (tauhidnya menyimpang seperti mujasimmah dan musyabihah/mensifati Allah dengan sifat makhluq) dan mereka menjadi beberapa golongan.

Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” [30:32]

Ini adalah sebuah catatan buat kita untuk mengenali siapa-siapa saja ustadz-ustadz yang menyebarkan ajaran Wahabisme di Indonesia. Tujuan kita mengenali mereka agar kita bisa membentengi kelurga, teman dan orang-orang yang kita cintai tidak jatuh terjerumus dalam bahaya lingkaran Wahabisme. Di sini kami memperoleh daftar sebagian nama para ustadz wahhabi yang dilansir oleh mereka sendiri (dan jaringannya sudah menyebar ke seluruh Indonesia). Harap berhati-hati dengan provokasi para wahhabi ini. Para aktifis wahhabisme ini dalam gerakannya memakai kedok Salafi. Mereka tidak memakai nama Wahhabi, tetapi Salafi bahkan terkadang mereka juga menisbatkan diri mereka sebagai Ahlussunnh Waljama’ah, padahal sesungguhnya mereka adalah tidak lebih dan tidak kurang adalah Asli Wahhabi.

Daftar ini di luar kelompok New-wahhabi/Neo-wahhabi seperti HTI (dalam gerakan pengkafiran-pengkafirannya, juga hobby memusrikkan kaum Muslimin yang berziarah kubur, dan kekerasan-kekerasannya), dan sejenisnya.

Ciri-ciri dakwah mereka bahwa mereka gemar membuat provokasi dan menebar isu-isu bid’ah, isu-isu kafir-musyrik, dan mengharamkan tahlilan, Maulid Nabi Saw, mencemooh ratib, mengharamkan Tawassul kepada Nabi Saw setelah wafatnya, dan mengkafir-musyrikkan ummat Islam yang bukan wahhabi. Demikianlah mereka adalah para wahhabi yang sejak lama memang menganggap praktik-praktik amaliah kaum ASWAJA sebagai bid’ah.(http://ummatiummati.wordpress.com)

Berikut adalah daftar dari kelompok Umar as-Sewed pasca perpecahannya dengan Ja’far Umar Thalib: ·

 

Berikut adalah dari kelompok yang sering dianggap oleh kelompok di atas sebagai sururi, tetapi sejatinya mereka juga asli wahhabi yang kontra dengan kelompok Wahhabi di atas.

 

 

Masih ada kelompok-kelompok lain yang jumlahnya cukup banyak, sebab apa yang disebutkan di atas baru sebagiannya saja. 

Sumber: “Ustadz-ustadz, Daftar Ustadz-ustadz Terpercaya”, dalam http://dhiyaussunnah.890m.com/info/asaatidz



2669 Komentar :

MOCH BASYIR
08 April 2011 - 23:31:18 WIB

ASSALAMU'ALAIKUM.......
TENTAANG BID'AH WAHABI,saya sangat merasa di saalahkan oleh mereka,maulud rasulullah saw menurut merekaa bid'ah,pdahal rasulullah sendiri slalu merayakan hari kelahiran'a sendiri dengan berpuasa setiaap hari senin.apa coba alasaan mereka membid'ahkan'a,
mengada adaakan hal yang baru setelah rasulallah wafat taanpa anjuran'a,memang bid'ah,tapi bid'ah yang manaa dulu ni,,,,?mahmudah atau yg madzmumaah,kata mereka tidak ada bid'ah seperti itu, b id'ah ya tetap bid'ah
dulu paada rasulullaah masih hidup penulisaan al qur'an tidak memakai harkat dan tiitik,tp pada masa thabiin harkat daan titik telah ada,apaakaah itu bukan bid'ah? tapi itu bid'ah mahmudah kan????
coba kalau mereka para wahabi membaca al quran tidak memakai titik yaaa pasti repot,sekarang yang udah ada titik dan harkat aja masih pada belepotan baca'a..........!!!!!!!!!!!!
apa siih maunya para wahaabi......????????
Admin web
09 April 2011 - 15:07:04 WIB

Alhamdulillah denga adanya artikel ini umat bisa mengetahui asatidz Ahlussunnah wal Jama'ah. Terima kasih atas postingannya ...

ana muslim
10 April 2011 - 00:17:55 WIB

dengerin ini yuk 75.6 am / www.radiorodja.com biar objektif
pengamat aliran
10 April 2011 - 00:27:53 WIB

Benarkah salafywahabi mengkafirkan ulama?
lihat: http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/aliran-wahhabi-at au-salafy.htm
abdulloh
10 April 2011 - 00:36:18 WIB

ketauan dech kalo ne admin ilmunya dangkal
zaky (1)
10 April 2011 - 03:39:14 WIB

Alhamdulillah.
Terima kasih infonya.
Cuma info alamat asatidz "sururi" kok ngga selengkap yang "bukan sururi" ya?

Dulu waktu kecil saya tumbuh di lingkungan NU tapi bapak saya Muhammadiyah, kuliah dikelilingi paham Ikhwanul Muslimin dan HTI, juga Jamaah Tabligh. Tapi baru setelah mengenal dakwah salafy (atau wahabi, buat yang benci) saya merasakan dan memahami islam yang haq.


zaky (2)
10 April 2011 - 03:39:51 WIB

Cobalah baca juga kitab-kitab salafi, dengan tujuan mencari kebenaran. Insya Allah kita bisa melihat siapa yang benar-benar mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan siapa yang cuma mengaku cinta tapi sebenarnya justru merusak agama ini dengan menggunakan hadits-hadits palsu atau minimal lemah, riwayat-riwayat yang tidak valid, angan kosong yang bertentangan dengan Alquran dan Sunnah hanya untuk memuaskan hawa nafsu mereka.

Sekali lagi terima kasih infonya. Dengan adanya ini, anak keturunan saya tidak perlu menjalani apa yang sudah saya jalani, 20 tahun lebih berputar-putar mencari akidah yang shahih sesuai Alquran dan Sunnah.
ibnu muhammad
10 April 2011 - 06:18:18 WIB

Biar tidak bingung, wahai para orang-orang yang goncang, mintalah kepada Allah dengan niat mendapatkan wajahNya, mintalah hidayah, petunjuk kepada jalan yang lurus.
admin
10 April 2011 - 06:24:34 WIB

saya memang tidAK MEMILIKI ILMU YANG LUAS SELUAS ilmunya para ulama. maka kita minta masukan dari semua pihak biar kita diskusikan semua pemahaman ke Islaman dengan obyektif dan tanpa mencela satu sama lain...
abu azkia
10 April 2011 - 06:27:36 WIB

alhamdulillah, semoga Allah memberi hidayah-Nya kpd admin. Saya sendiri sejak kecil tumbuh kembang di lingkungan NU, belajar di pesantren NU, ibu saya sering membawa saya ke acara yasinan, mauludan, haulan dsb. Namun sungguh yg saya dapati hanyalah arahan agar umat mentaklidi guru2 dan kyai mereka tnp memberikan pembekalan dasar2 agama yg memadai, dalil2 yg shahih dan hujjah yg kuat. Begitu juga dg istri saya yg juga tumbuh kembang di lingkungan NU bahkan sampai menamatkan kuliah di pesantren NU. Namun siapa sangka hidayah itu datang walau waktu itu kami msh tinggal di lingkungan NU tulen.
Sungguh saya dapati banyak ustadz2 NU, kyai2 NU ketika msh di NU dianggap 'alim 'ulama, tp setelah dapat hidayah, mrk merasa ilmu mrk belum apa2 dan harus belajar lg dari dasar.
abu azkia
10 April 2011 - 06:30:58 WIB

mengenai kenapa maulid koq dilarang padahal Nabi sendiri merayakan hari kelahiran beliau dg puasa senin, juga alasan2 lainnnya bisa disimak di :
www.kaahil.wordpress.com/2011/02/14/paling-lengkap-in ilah-22-argumen-orang-orang-yang-membolehkan-perayaan-mau lid-beserta-bantahannya/
abu azkia
10 April 2011 - 06:34:17 WIB

www.kaahil.wordpress.com/2011/02/14/paling-lengkap-inilah- 22-argumen-orang-orang-yang-membolehkan-perayaan-maulid-b eserta-bantahannya/
admin
10 April 2011 - 06:34:21 WIB

terlepas dari pro dan kontra terhadap maulid..bagaimana kalangan salafi menfonis orang yang suka melaksanakan maulid Nabi..???
Abu fatih
10 April 2011 - 06:45:00 WIB

admin: fi qulubihim marodhun. Fasada humullohu marodhon...

Summum bukmum 'umyun fahum la yarji'un

yahdikummulloh jami'an..
admin
10 April 2011 - 06:51:04 WIB

anda menempatkan dalil bukan pada tempatnya..kalimatul haq urida bihil batil.....seperti orang Khawarij menuduh kafir sahabat Ali dan pengikutnya padahal dia sendiri yang sesat...mungkin itulah salah satu kebodohan dan qosat qulubuhum orang-orang salafi....menafsirkan Al qur'an dengan kemauan sendiri...
yadi
10 April 2011 - 07:10:52 WIB

to Admin : justru andalah yg serampangan menempatkan dalil...anda slalu memakai hadist lemah bhkn palsu untuk memebnarkan apa yg anda amalkan...buka lah mata hati anda...dlm memehami dien ini...kita mencari kebenaran bkn mencari siapa yg benar....maka dari itu..berikan hujah dgn dalil...dgn Al-Qur'an & As-Sunnah...tp inget ya...jgn pake hadits lemah atau palsu loh...kecuali kl memang anda senang menipu umat..
yadi
10 April 2011 - 07:20:55 WIB

Moch Basyir berkata : rasulullah sendiri slalu merayakan hari kelahiran'a sendiri dengan berpuasa setiaap hari senin

tanggapan saya : lalu acara yg kamu lakukan dlm Maulid itu sprti apa? jstru mkn2 besar...acara2 yg bercampur baur antara laki & perempuan...ini kah cara kamu melakukan merayakan Maulid? knapa tdk berpuasa saja utk merayakan Maulid nya?
yadi
10 April 2011 - 07:25:31 WIB

to Admin : justru daftar2 Ustadz yg kamu kirimkan, adalah mengajak kita menuju jln ke surga...mereka para ustadz2 tersebut meneggakan TAUHID dgn berhati2 kpd suatu amalan2 yg mengandung ke syirikan...mereka berkata & beramal dgn Ilmu...ilmu Al-Qur'an & Al Hadits...tdk dgn pemahaman yg kamu miliki...perkara di katakan syirik & tdk nya di timbang dari Al-Qur'an & As-Sunnah...bkn di timbang dari perasaan2 saja...
yadi
10 April 2011 - 07:29:05 WIB

cntoh amalan yg ahlul bid'ah lakukan adalah membaca surah yasin ketika sebelum / sesudah kematian...mereka memakai hadist sbb :

Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam, maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya dan siapa yang membaca surat Ad-Dukhan pada malam Jum’at maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya.” (Ibnul Jauzi, Al-Maudhu’at, 1/247).

Keterangan: Hadits ini Palsu.
Ibnul Jauzi mengatakan, hadits ini dari semua jalannya adalah batil, tidak ada asalnya. Imam Daruquthni berkata: Muhammad bin Zakaria yang ada dalam sanad hadits ini adalah tukang memalsukan hadits. (Periksa: Al-Maudhu’at, Ibnul Jauzi, I/246-247, Mizanul I’tidal III/549, Lisanul Mizan V/168, Al-Fawaidul Majmua’ah hal. 268 No. 944).

yadi
10 April 2011 - 07:30:33 WIB

Hadits 2

Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena mencari keridhaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya.”

Keterangan: Hadits ini Lemah.
Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitabnya Mu’jamul Ausath dan As-Shaghir dari Abu Hurairah, tetapi dalam sanadnya ada rawi Aghlab bin Tamim. Kata Imam Bukhari, ia munkarul hadits. Kata Ibnu Ma’in, ia tidak ada apa-apanya (tidak kuat). (Periksa: Mizanul I’tidal I:273-274 dan Lisanul Mizan I : 464-465).

yadi
10 April 2011 - 07:31:16 WIB

Hadits 3

Artinya: “Siapa yang terus menerus membaca surat Yasin pada setiap malam, kemudian ia mati maka ia mati syahid.”

Keterangan: Hadits ini Palsu.
Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu’jam Shaghir dari Anas, tetapi dalam sanadnya ada Sa’id bin Musa Al-Azdy, ia seorang pendusta dan dituduh oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadits. (Periksa: Tuhfatudz Dzakirin, hal. 340, Mizanul I’tidal II : 159-160, Lisanul Mizan III : 44-45).

abu halim
10 April 2011 - 07:33:52 WIB

Syukron atas informasinya. Memang sifat salafiyun seperti itu (tidak menyukai ritual2 bid'ah), dan sejauh mana admin mengenal faham wahabi dan dari sumber apa? Kalo bagi yang awan spt ana wajarlah karena ada dalilnya, ada ulamanya bahkan admin sudah memiliki alamat yang lengkap seperti itu, kalau boleh kasih saran, lebih baik admin tabayun aja kepada mereka, biar lebih adil. Insya Allah mereka akan menanggapinya. Biar kita tidak buang2 energi di dunia maya gini, karena kami masih banyak ilmu yang belum di pelajari dari ust2 yang seperti admin tulis. Sekalian izin copy alamat ust2 diatas ya. MULIA DI ATAS MANHAJ SALAF semoga admin kedepan lebih baik lagi. Amin
yadi
10 April 2011 - 07:34:23 WIB

dan msh banyak hadits2 lemah bhkan palsu yg mereka lakukan untuk membenarkan semua yg mereka lakukan...apakah pemahaman sprti ini yg kamu lakukan...slalu memberikan berita / hadits palsu?? kalau iya seperti itu...bearti keislaman kamu penuh dgn kepalsuan..penuh dgn kebohongan..maka saran saya...cb lah membuka hati kamu untuk benar2 mencari kebenaran di dlm dien kita ini...mncari kebenaran dgn ikhlas & benar tentunya...
yadi
10 April 2011 - 07:38:33 WIB

PENJELASAN

Abdullah bin Mubarak berkata: Aku berat sangka bahwa orang-orang zindiq (yang pura-pura Islam) itulah yang telah membuat riwayat-riwayat itu (hadits-hadits tentang fadhilah surat-surat tertentu). Dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata: Semua hadits yang mengatakan, barangsiapa membaca surat ini akan diberikan ganjaran begini dan begitu SEMUA HADITS TENTANG ITU ADALAH PALSU. Sesungguhnya orang-orang yang memalsukan hadits-hadits itu telah mengakuinya sendiri. Mereka berkata, tujuan kami membuat hadits-hadits palsu adalah agar manusia sibuk dengan (membaca surat-surat tertentu dari Al-Qur’an) dan menjauhkan mereka dari isi Al-Qur’an yang lain, juga kitab-kitab selain Al-Qur’an. (Periksa: Al-Manarul Munffish Shahih Wadh-Dha’if, hal. 113-115).


yadi
10 April 2011 - 07:38:55 WIB


KESIMPULAN

Dengan demikian jelaslah bahwa hadit-hadits tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin, semuanya LEMAH dan PALSU. Oleh karena itu, hadits-hadits tersebut tidak dapat dijadikan hujjah untuk menyatakan keutamaan surat ini dan surat-surat yang lain, dan tidak bisa pula untuk menetapkan ganjaran atau penghapusan dosa bagi mereka yang membaca surat ini. Memang ada hadits-hadits shahih tentang keutamaan surat Al-Qur’an selain surat Yasin, tetapi tidak menyebut soal pahala. Wallahu A’lam.
yadi
10 April 2011 - 07:41:48 WIB

To Admin : menghukumi suatu amalan itu kafir / bkn...bid'ah atau sunnah dan amalan2 yg semisalnya...semua di ukur dgn ilmu...bkn dgn asala bicara saja...mari kita buktikan mana yg haq dan mana yg batil atas apa semua yg kita pahami...tp inget..ketika kebenaran sampaiak kpd kamu,,,kamu berjanji mau kembali kpd perkara yg haq...
yadi
10 April 2011 - 08:03:43 WIB

Moch Basyir berkata : dulu paada rasulullaah masih hidup penulisaan al qur'an tidak memakai harkat dan tiitik,tp pada masa thabiin harkat daan titik telah ada,apaakaah itu bukan bid'ah?

tanggapan saya : kita tdk mengingkari perkara itu karena memang di lakukan oleh Sahabat yg Mulia Nabi kita..namun perayaan Mauli yg kamu lakukan itu di contohi gak oleh para Sahabat?

Perayaan Maulid itu dari mana ya Pak asala nya / siapa ya pencentusnya?
rifan
10 April 2011 - 08:22:30 WIB

al hamdulillah jadi gak susah2 nyari alamat ust2 ahli sunnah , trnyata kalian yg membri tau sndri .
sukron ya . jadi ana lbih mudah klw mau belajar sunnah ijin copas ya nama2 dan alamat2 ust2 wahabi tu ana mau belajar sama beliau2
admin
10 April 2011 - 08:29:56 WIB

apakah karena maulid tidak pernah ada pada masa Rasul dengan berbagai argumentasi & referensi di fonis itu amalan batil apakah itu kaidah orang-oarang salafi ..??? bukankah semua amalan yang tidak pernah disinggung pada masa rasul di bolehkan selama tidak ada dalil yang melarangnya? kalau saya fahami dallil2 yang dikemukakan dari yang kontra terhadap maulid bukan dalil Qoth'i tetapi masih bersifat pendapat dari sebagian ulama..dan tidak semuanya sependapat...artinya kita tidak berhak Memfonis ...
Abdullah
10 April 2011 - 08:32:05 WIB

Alhamdulillah..
Jika yang disebut wahabi adalah mereka yang membid'ahkan maulid'an, tahlil'an dsb.. berarti ana Wahabi..

Alhamdulillah 'ala kulli haal..
istiqomah diatas As-Sunnah, InsyaAllah..
admin
10 April 2011 - 08:44:54 WIB

Berarti kalangan salafi sebenarnya menentang kebijakan ulil amri/negari karena Negara Republik Indonesia juga menyelenggarakan Maulidan dan bisa saja di katagorikan sebagai Bugghot jika membuat gerakan anti atau memusihi dan memerangi maulid..
abang
10 April 2011 - 09:29:37 WIB

mengenai bid'ah maulid, dan lain2, ada kaidah untuk membantahnya :

laukaana Khairan Lasabaquuna Ilaihi
'Seandainya perbuatan itu baik, maka mereka (para shahabat) lah yang telah mendahului kita dalam mengamalkannya

Karena ada 2 poin penting :
1.) Dengan mengadakan perawayaan maulid Nabi, anda menuduh para shahabat tidak mengetahui dalil maupun tafsir. krn seandainya dalil2 yg anda bawakan ttng maulid itu benar adanya, seharusnya para shahabatlah yg paling tahu tafsirnya, dan paling berlomba2 dalam mengamalkannya. Tapi nyatanya, hingga masa imam Mahdzab yg 4, tidak dikenal 1 pun perayaan maulid.

2.) atau, anda menuduh para shahabat sebenarnya tahu tafsir ayat / perkataan rasulullah (tentang puasa senin kamis), namun mereka tidak melakukan / mengamalkannya, bisa jadi karena malas, tidak sempat, lupa, atau tidak 'terlalu cinta NABI'... AllahuAkbar...

abang
10 April 2011 - 09:30:09 WIB

taruhlah, anda kelak insyaAllah bertemu Umar ibn Khatab, Ali, dan shahabat yg lain radhiallahu 'anhuma.... Lantas apa yg anda katakan / tanyakan ke mereka ? "wahai shahabat Nabi, kalian tahu dalilnya engga sih tentang maulid ? kok engga dirayakan ? :.. Subhanallah..

padahal para murid2 rasulullah (shahabat Nabi) adalah orang2 yg paling berilmu tentang ayat dan perkataan Nabi, dan YANG PALING BERSEMANGAT MENGAMALKAN Al Qur'an dan hadits Nabi...

gimana ? fahamkah anda tentang kaidah ini ?
Silakan baca kitab Ushul Bida' karya Syaikh Ali Hasan Al Halaby (murid Syaikh Al Albani). kitab ini bagus utk memahamkan tentang seluk beluk bid'ah, krn untuk menghukuminya dibangun atas dasar kaidah2 syar'i....
abang
10 April 2011 - 09:30:29 WIB

Sungguh, dakwah yg penuh berkah ini, dakwah ahlussunnah / dakwah salafiyyah... dibangun atas dasar 'ilmu. Tidak ada tumbuh suburnya majelis2 ilmu pengkajian kitab2 ulama ahlussunnah, melainkan di balik itu ada da'i - da'i salafy yang mengadakannya... Mereka, maupun para penuntut 'ilmu murid2 mereka adalah orang2 yg bersemangat mempelajari dan mengamalkan Sunnah dan ilmu syar'i, karena kecintaan yg amat sangat terhadap rasulullah...

memang, mad'unya (objek dakwah) tidak banyak. Apalah artinya banyak pengikut, namun banyaknya itu hanya seperti BUIH SABUN CUCI yg akan berantakan krn ditiup angin....

maka dari itu, hendaklah tiap da'i memikirkan, apakah dakwah yg ku sampaikan ini dakwah yg benar ?
abu azkia
10 April 2011 - 09:42:40 WIB

lucu...
nunggu dapat dalil larangan baru boleh membid'ahkan suatu amalan.
baca lagi deh bagaimana uraian dan perkataan imam2 terdahulu tentang bid'ah.
------------------------------------------ ----------------------
dan juga mesti belajar dulu membedakan maslahah murshalah sebelum mengatakan memberi harkat adalah bid'ah.
------------------------------------------ ----------------------

Abdulloh Abdurrahman
10 April 2011 - 12:09:08 WIB

Duhai Saudaraku,
Sesungguhnya DARAH PARA ORANG SHALIH DAN ULAMA' ITU BERACUN untuk itu jangan sampai racun ini membinasakan orang orang yang berkata tanpa ilmu, sehingga menjadi susah kehidupanya, goncang hatinya, dan diendapi rasa ketakutan hingga masuk ke liangnya,
Saudaraku kita dilarang berbicara melebihi keberadaan/kedudukan kita
Saudaraku Renungkanlah Nasehat Rob ini:
وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.Qs. Alisro 36

Wallohua'lam.
Jawa
10 April 2011 - 12:18:47 WIB

Dulu saya ngaji di NU mas, dan Belajar diMuhamadiyyah kemudian saya belajar di Ustadz yang sampean sebut diatas yang mungkin ilmu antum tidak ada secuilnya , Kemudian saya merasa mereka memiliki kefaqihan dalam agama in sehingga saya semakin tertarik dengan mereka.Mas mas sampen iki menghubungkan tahlilan mauludan kok sama wahabi, ra cocok mas lha wong mereka itu cuma meniru para sahabat kok sampean salahke.Justru sing orang due panutan dari awalnya yang harus sampaean tanya asal usulnya.Alloh sing luweh Ngerti Mas. semoga sampean eleng mas ilmu sampean iku masih kalah ambek ustad nang duwur kae.Suwun
Ahlussunnah Tulen
10 April 2011 - 17:05:10 WIB

kalau perayaan Nabi Muhaamad Bid'ah, lalu gemana perayaan raja Saudi Arabia?
Mu'adz
10 April 2011 - 20:35:57 WIB

aku dulu NU sejati lho.........ibadahnya yg penting ngikut apa kate kiayainya, pokoknya taklid berat deh......dan ga peduli ntah ada dalilnya atw nggak...yg penting nurut kiayi...trus setelah study banding ke salafy, aku jd tau kalo orang salafy tdk beibadah kecuali dg dalil dr Al qur'an, As sunnah dg pemahaman sahabat. ya maklum lah orang bener bnyak yg ga suka.......kalo pemahaman salafy...manhajnya benar, tp kalo person-personnya ya pasti ada yg salah, ga maksum.....dan raja saudi bukan ukuran bgi kami, karena beliau jg manusia g kadang salah....
Abu Abdillah
10 April 2011 - 20:40:46 WIB

Alhammdulillah jd tahu kemana harus nanya kalo pergi merantau ke tempat lain.
abu ibrohim
10 April 2011 - 20:41:09 WIB

jika yang dimaksut wahabi adalah mereka2 yang menegak kan tauhid dan sunah dengan harta dan darah mereka..dan merekalah orang2 yang muwadih itu disebut wahabi....mereka yang tegak di atas ilmu dan bukan tegak di atas hawa nafsu dan Ra'yu..
maka saya katakan...
SAYA IKUT MENJADI WAHABI...!! SAYA SENANG SENANG DI SEBUT WAHABI...!!!

(smoga ana sebagian dr mereka yang slalu tegak d dalam tauhid wa sunah dengan pemahaman salafus sholih.. bukan termasuk golongan orang2 sesat dan menyesatkan seperti admin web ini... Amin.. )
== dulu ana selalu mendapatkan informasi yang mencela dakwah2 salafy dan di katakan wahabi agar umat lari menjauh dr kebenaran,tp ana justru penasaran dan ingin mempelajari manhaj salafy,(ingin tahu )tp alhamdulillah Allah menunjuk kan yang hak itu hak yang batil itu batil,justru ana menjadi bersyukur mengenal manhaj salafy ini..
smoga Allah istiqamahkan ana di jalan Nya... amin..
Adam
10 April 2011 - 20:43:01 WIB

@admin_"bukankah semua amalan yang tidak pernah disinggung pada masa rasul di bolehkan selama tidak ada dalil yang melarangnya?"
Klo smua amalan blh dilakukan selama tdk ada dalil melarang, artinya sholat subuh bs dikerjakan 3 rakaat dong? toh nda ada dalil yg melarang?

Masalah maulid, mulai dari para sahabat sampai ke 4 imam madzhab yg banyak diikuti kaum muslimin skrg ini tdk prnh didapatkn riwayat klo mereka merayakan maulid, knp demikian? apa mereka krg faham agama ini, atau mereka tdk cinta kpd Rosulullah?
admin
10 April 2011 - 20:59:17 WIB

Ga ada kan Dalil Qoth'i Nabi melarang Maulid ? karena dulu zaman Nabi Belum ada maulid. yang ngelarang itu kan ulama-ulama salafi..nabi aja Ga pernah ngelarang ko' Ustadz-ustadz salafi ngelarang itu kan menyalahi nabi...
yadi
10 April 2011 - 22:13:03 WIB

admin berkata : Ga ada kan Dalil Qoth'i Nabi melarang Maulid ? karena dulu zaman Nabi Belum ada maulid. yang ngelarang itu kan ulama-ulama salafi..nabi aja Ga pernah ngelarang ko' Ustadz-ustadz salafi ngelarang itu kan menyalahi nabi...

tangapan saya : di mata saya anda seorng tong kosong nyaring bunyinya...permasalahannya bkn melarang MAULID tetapi cara perayaan maulid yg biasa kamu lakukan dari mana dalilnya? datangkan dalilnya kalau kamu bisa...tp ingat...jgn pake dalil dgn akal2an...kamu tahu siapa pencetus perayaan maulid yg sprti kamu lakukan ini?jgn2 kamu melakukan amalan hnya ikut2an saja alias bodoh / tak berilmu tp koar sana koar sini...
yadi
10 April 2011 - 22:39:39 WIB

@Admin : kalau tdk ada pelarangan Maulid dari Nabi...lalu saya tanya..ada gak perintah / contoh dari Nabi untuk perayaan Maulid yg kamu lakukan ini...hukum asal ibadah itu haram sampai ada dalil yg membolehkan...

ini saya copas & posting ulang kiriman dari Abu Azkia :
www.kaahil.wordpress.com/2011/02/14/paling-lengkap-ini lah-22-argumen-orang-orang-yang-membolehkan-perayaan-maulid-b eserta-bantahannya/ ...silahkan di bc dan berikan hujjah...tp inget...jgn pake dalil lemah / palsu...saya ingatkan sprti ini karena kamu terbiasa melakukan hal2 kebohongan dalm memberikan dalil...:(
yadi
10 April 2011 - 22:43:09 WIB

Ahlussunnah Tulen berkata :
kalau perayaan Nabi Muhaamad Bid'ah, lalu gemana perayaan raja Saudi Arabia

tanggapan saya : kita sedang membicarakan perkara Sunnah...tdk ada kaitannya dgn perayaan raja saudi...artinya..dlm perkara aqidah / sunnah tdk pandang dia itu raja atau rakyat jelata sekalipun...siapapun dia yg menyelisihi sunnah walaupun seorng pembesar..maka mereka termasuk yg mengada2kan perbuatan yg menyelisihi ajaran Nabi kita alias Bid'ah...
yadi
10 April 2011 - 22:56:09 WIB

Admin berkata :
Berarti kalangan salafi sebenarnya menentang kebijakan ulil amri/negari karena Negara Republik Indonesia juga menyelenggarakan Maulidan dan bisa saja di katagorikan sebagai Bugghot jika membuat gerakan anti atau memusihi dan memerangi maulid..

tanggapan saya : tambah kelihatan bodoh saja neh admin...berucap tanpa ilmu...kebijakan ulil amri yg mana yg mau kita panuti? ulil amri mana yg kamu ambil ilmu dari nya? apakah ukuran suatu amalan itu baik / buruk di ukur dari apa yg di lakukan oleh ulil amri???weleh...weleh...tdk berilmu kok bs2nya membuat blog..
yadi
10 April 2011 - 22:57:02 WIB

sedih hati ana...sedih akan banyaknya umat yg awam terperosok atas kebodohan yg kamu lakukan ini... yg bs menyebabkan terperosoknya mereka pd pemahaman batil...sprti pemahaman yg kamu yakini selama ini..kita di perintahkan tunduk kpd ulil amri jika hal tersebut tdk menyelisihi syariat agam kita, dan kita berlepas diri / tdk akan tunduk / tdk akan patuh kpd ulil amri jika mereka menyeru kita kpd perkara yg menyelisihi syariat agama kita...itulah Salafi (kata kamu "WAHABI")
yadi
10 April 2011 - 23:01:50 WIB

Kesimpulan singkat saya adalah, Salafi adalah pemahaman yg haq dan kamu adalah seseorng yg berpemahaman batil...batil karena selalu menebarkan kedustaan dlm dien...apakah kamu tdk tahu ganjaran dosa dlm hal yg kamu lakukan ini????

berilah hujjah dgn dalil...dan ambil lah ilmu dari ulama yg memegang teguh kpd Al-Qur'an & Al-Hadits...baik perbuatan maupun perkataannya...
arya
10 April 2011 - 23:04:34 WIB

Tadinya istri saya kepengen masukin anak saya dari mulai TK sampai tingkat atas di umul quro, kebetulan saya di tanah baru depok dan yang terdekat dari tanahab baru adalah umur quro yang berada di beji belakang kampus UI, 5 menit naik motor dari rumah dan walaupun di ummul quro sekolahnya mahal yang penting SD IT. duit ga masalah..

Namun disini ternyata, kok begini yah... bisa jadi setelah lulus anak saya menjadi pengikut maulidiyun, atau kuburiyun dan semisalnya. hem ngeri....
yadi
10 April 2011 - 23:18:30 WIB

@Pak Arya, Subhanallah...Alhamdulillah Bapak msh di beri perlindungan oleh Allah Azza wa Jalla dgn di tunjukkan nya jln yg benar atas di urungkan niat Bapak untuk menyekolahkan di sekolah yg jstru menjauhkan kita kpd pemahaman dien yg haq..benar di atas Al-Qur'an & As-Sunnah...bkn benar menurut pikiran2 kita semata...

masih banyak Pak sekolah2 yg bs Bapak jadikan pilihan untuk anak Bapak...sekolah2 yg mengajarkan Al-Qur'an & As-Sunnah yg bermanhaj Salaf...mngkin bs di tanya ke temen2 yg memberikan komen di room ini...Baraakallahu Fiyk
yadi
10 April 2011 - 23:30:42 WIB

Admin berkata : admin
apakah karena maulid tidak pernah ada pada masa Rasul dengan berbagai argumentasi & referensi di fonis itu amalan batil apakah itu kaidah orang-oarang salafi ..??? bukankah semua amalan yang tidak pernah disinggung pada masa rasul di bolehkan selama tidak ada dalil yang melarangnya? kalau saya fahami dallil2 yang dikemukakan dari yang kontra terhadap maulid bukan dalil Qoth'i tetapi masih bersifat pendapat dari sebagian ulama..dan tidak semuanya sependapat...artinya kita tidak berhak Memfonis ...

tanggapan saya : memang pemahaman kamu itu keblinger..sm keblingernya dgn isi web ini...ulalam yg mana yg kamu mksudkan msh terjadi selisih pendapat tentang perayaan Maulid ini?
yadi
10 April 2011 - 23:30:58 WIB

ukuran bagi kamu tuh apa seseorng bs kita anggap seorng ulama??...ulama Ahlusunnah wal Jama'ah tdk ada silang pendapat tentang perayaan Maulid ini...semuanya sepakat tdk ada contohnya dari Nabi utk perayaan Maulid tersebut..cb sebutkan ulama Ahlusunnah mana yg membolehkan perayaan Maulid tersebut?
abu 'aisyah
11 April 2011 - 09:47:30 WIB

Alhamdulillah, terimakasih telah disebarluaskan nama2 asatidz di atas. Bagi yang penasaran dengan ajaran Salafy Wahhabi AhlusSunnah wal Jamaah, silahkan hadiri majelis terdekat di kota Anda. Nomornya ustadz ada, tinggal calling tanya jadwal kajiannya kapan, trus hadiri. Buktikan sendiri 'kesesatan' dai salafy.
Semoga Allah menunjukkan kita kepada kebenaran, berdasar alQuran dan asSunnah yang Shahih yang dipahami oleh para pendahulu kita yang shalih.
abu abdillah aljawi
11 April 2011 - 11:17:57 WIB

Allohummahdi qoumi fainnahum laaya'lamuum....
zuhri
11 April 2011 - 11:34:59 WIB

Alhamdulillah jadi tahu Asatidzah Ahlussunnah beserta alamtanya
As Saryr
11 April 2011 - 11:40:09 WIB

Saya Wahabi karena saya hanya menyembah Allah, Al Wahhab adalah nama Allah maka wahabi artinya pengikut Al wahhab dan Dialah Allah kesimpulannya adalah ana pengikut Allah bukan kyai atau ajengan-ajengan karena tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah... yuuk kita jadi wahabi.
zuhri
11 April 2011 - 11:46:04 WIB

saya dibesarkan di lingkungan nahdiyin, sampai2 ketika stm, saya di panggil gus krn terlalu fanatik sama gus dur, dan saata itu saya gak rela gus dur diturunkan jadi presiden. tapi saya gak tahu knp dan bagaimana ajaran para gus2 di daerah saya, kecuali mereka mengajarkan hal2 yang tidak ada dsarnya baik di Al Quran dan As sunnah. kalau ada, itupun sedikit. dan kebanyakan asal comot. tidak ada ilmu2 tentang hadits yg sahih itu seperti apa, dan Alhamdulillah melalui para asatizah yang telah disebutkan diatas (tp yang bukan sururi) saya bisa tenang dan mantap beragama islam, krn mereka semua dengan bimbingan Ulama mengajarkan apa2 yang telah diajrkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, dalam hal beraqidah, beribadah, bermuamalah , dan berakhlk. walhamdulillah sungguh hidayah ini sangatlah mahal
Abu Laila
11 April 2011 - 11:55:08 WIB

kurang lengkap mas.
tambahan : ustadz armen halim naro rahimahullah, ustadz ali ahmad , ustadz zaky , abu zubeir aka ustadz agus.
semuanya di pekanbaru :)
Abu Laila
11 April 2011 - 12:01:08 WIB

Bagi tmn2 yang ingin mendengarkan ceramah , namun belum berkesempatan datang langsung ke kajian ilmiah salafi.
janganlah berputus asa.
unduh MP3 nya di www.kajian.net.
berbagai materi, berpuluh assatidz, bisa kita ambil ilmunya.
zuhri
11 April 2011 - 12:37:46 WIB

silahkan mendengarkan disini untuk lebih mengenal wahabi http://syiarsunnah.com/
Arya
11 April 2011 - 12:49:06 WIB

tumben artikelnya ada yang ngomentarin...

cahyo
11 April 2011 - 13:42:11 WIB

Ibadah itu pada asalnya haram untuk dikerjakan bila tidak ada dalil yang memerintahkannya. Inilah kaidah yang harus dipegang oleh setiap muslim sehingga tidak bermudah-mudah membuat amalan yang tidak ada perintahnya baik dari Allah maupun Rasulullah.

Nabi kita yang mulia shallallahu ‘alaihi wasallam bertutur dalam haditsnya yang agung :
“Siapa yang mengada-adakan perkara baru dalam agama kami yang hal tersebut bukan dari agama ini maka perkara itu ditolak”.


cahyo
11 April 2011 - 13:43:22 WIB

Hadits yang dibawakan oleh istri beliau yang mulia Ummul Mukminin Aisyah radliallahu anha ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari rahimahullah dalam shahihnya, pada kitab Ash Shulh, bab Idzaashthalahuu `ala shulhi jawrin fash shulhu marduud no. 2697 dan diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah dalam shahihnya, pada kitab Al Aqdliyyah yang diberi judul bab oleh Imam Nawawi rahimahullah selaku pensyarah (yang memberi penjelasan) terhadap hadits-hadits dalam Shahih Muslim, bab Naqdlul ahkam al bathilah wa raddu muhdatsaati umuur, no. 1718. Imam Muslim rahimahullah juga membawakan lafaz yang lain dari hadits di atas, yaitu :
“Siapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak di atas perintah kami maka amalannya itu tertolak”

Hadits ini juga diriwayatkan oleh sebagian imam ahli hadits dalam kitab-kitab mereka. Dan kami mencukupkan takhrijnya pada shahihain (Shahih Bukhari dan Muslim).
cahyo
11 April 2011 - 13:48:59 WIB

Allah subhanahu wa ta`ala berfirman :
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah Aku cukupkan bagi kalian nikmat-Ku dan Aku ridha Islam sebagai agama kalian”. (QS. Al Maidah : 3)
cahyo
11 April 2011 - 13:51:23 WIB

Dengan keadaan agama yang telah sempurna ini dalam setiap sisinya maka seseorang tidak perlu lagi mengadakan perkara baru yang tidak pernah dikenal sebelumnya, apakah berupa penambahan ataupun pengurangan dari apa yang disampaikan dan diajarkan oleh beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan dicontohkan serta diamalkan oleh salaf (pendahulu) kita yang shalih dari kalangan shahabat, tabi`in, atbaut tabi`in dan para imam yang memberikan bimbingan.
cahyo
11 April 2011 - 13:51:54 WIB

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sendiri juga telah memberi peringatan dari perkara-perkara baru yang disandarkan kepada agama, sebagaimana dalam hadits Abdullah ibnu Mas`ud radliallahu anhu beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda :
“Berhati-hatilah kalian dari perkara-perkara baru, karena sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan, dan setiap perkara yang diada-adakan itu bid`ah dan setiap bid`ah itu adalah kesesatan”. (HR. Ibnu Abi Ashim dalam As Sunnah no. 25 dan hadits ini shahih sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Albani rahimahullah)
ahmad
11 April 2011 - 14:50:17 WIB

kepada admin syukron atas thema di atas, jujur selama ini sy sedang mencari alamat ustadz2 salaf, biar kalo seumpama sy lagi safar di daerah ga susah nyari tempat sholat ama kajian, malah kalo ada tambahin lagi ya......
jazakumulloh khoiron
Pencari Kebenaran
11 April 2011 - 17:35:03 WIB

Maasyaa Allaah, dari awal komen sampai akhir, saya perhatikan admin dan pendukungnya tidak ada menampilkan ayat-ayat Alqur'an ataupun hadits-hadits Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wasallam sesuai dengan penafsiran yang benar dan selamat. sementara sebaliknya yang kontra banyak menamplkan hujah-hujah dari Alqur'an dan hadits-hadits da perkataan para ulama yang menjelaskannya. jadi saya harus ikut yang mana yaa? semoga Allaah ta'ala jauhkan saya dari hawa nafsu dalam mencari kebenaran. ALLAAHUMMA ARINA ALHAQQA HAQQON WARZUQNA ITTIBAA'AH, WA ARINA ALBAATHILA BAATHILAN WARZUQNA IJTINAABAH
ustadz salafi/wahabi
11 April 2011 - 18:01:55 WIB

Rasulullah Saw bersabda: "Aku menjamin dengan sebuah rumah ditengah surga bagi yang meninggalkan debat meski dia benar,"
Abdullah Sandly
11 April 2011 - 22:45:25 WIB

“Sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang muslim. Namun boleh jadi Allah akan menolong agama ini melalui orang yang fajir (bermaksiat).” (HR Al Bukhari dan Muslim)

Subhanallah.. Bagus sekali usaha kamu..
Bisa mendapatkan data seperti Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed, Al Ustadz Luqman Ba’abduh, Al Ustadz Abu Usamah Abdurrahman, Al Ustadz Afifuddin, Al Ustadz Dzulqarnain, Al Ustadz Abdul Mu'thi beserta Ustadz Ahlussunnah lainnya -Semoga Allah menjaga dan melindungi beliau semua-.

Namun, mau tanya nih.. Ini daftar yang paling update kan? Kalau belum tolong diupdate lagi ya.. Mohon yang lengkap, seluruh wilayah Indonesia bagian barat, timur, tengah, utara, selatan.

Sungguh informasi ini ini sangat bermanfaat untuk umat yang ingin mengenal Islam Yang Murni tanpa ada Bid'ah seperti Maulid Nabi, Isra' Mi'raj, Yasinan serta Kesyirikian seperti Meminta Kepada Penghuni Kubur dan kesesatan lainnya.

Jazakumullahu khairan katsira ^_^
ujang bukan asyairah
12 April 2011 - 00:06:20 WIB

YUL ... INI Kan copyright lokomedia... ko lu aku2 jadi copyright lu sih... dasar bebek kyai
bukan sok suci
12 April 2011 - 04:35:07 WIB

sebetulnya saya tidak membedakan ustadz ini sururi ato tidak,tapi gara-gara ada orang yang sok suci menanggap ustadznya aja yang paling bener,maka saya akan katakan sekarang,kalo saya adalah pengikut ustadz yang "sururi".sok pinter banget tu orang!jadi di anggap syekh yang gurunya ustadz sururi itu,serampangan dong dalam membuat ijtihad yang sebagian orang berpendapat itu sururi?emang antum pikir itu syekh sekolah di pohon bambu?yang begini ni bikin pecah dakwah salaf di indonesia,banyak yang sok suci,
ummatawasatan
12 April 2011 - 04:50:05 WIB

ya itulah akhlak dan sifat orang-orang salafi cepat menfonis dan menghakimi saudaranya sendiri...padahal hakim yang paling benar itu hnaya Allah
Islam Indonesia
12 April 2011 - 05:49:23 WIB

kalau saya tidak akian taklid buta kepda kelompok salafi karena ulama yang menjadi rujukan mereka juga banyak yg mempertanyakan kredibilitasnya dan fatwanya banyak yang ngambang dan mbulet...
yadi
12 April 2011 - 07:00:53 WIB

ustadz salafi/wahabi berkata :
Rasulullah Saw bersabda: "Aku menjamin dengan sebuah rumah ditengah surga bagi yang meninggalkan debat meski dia benar,"

Tanggapan saya : yg debat siapa? di sini kita2 ingin meng ungkap siapa yg telah menyesatkan umat dari alhaq...hal ini wajib utk kita lakukan agar pemahaman batil sperti admin ini agar islam jaya dgn TAUHID dan tdk mengenai keluarga tercinta kita dan jg seluruh umat islam pd umumnya
yadi
12 April 2011 - 07:05:41 WIB

ummatawasatan berkata :
ya itulah akhlak dan sifat orang-orang salafi cepat menfonis dan menghakimi saudaranya sendiri...padahal hakim yang paling benar itu hnaya Allah

tanggapan saya : Salafi berkata dan beramal dgn ilmu...tdk seperti kamu / teman2 kamu yg sepemikiran dgn kamu...bicara dgn omong kosong...bicara dgn berita dusta...sdh terbiasa ya dgn kepalsuan??

kamu tahu bhw Allahu Ta'ala lah Hakim yg paling benar...sadarkan kamu...pemahaman yg kamu yakini sdh menginjak2 ajaran Islam ini? sadarkah kamu apa yg telah kamu pahami serta amalakan selama ini? merasa benar tp hakikatnya menyimpang...Naudzubillah...
yadi
12 April 2011 - 07:25:02 WIB

Islam Indonesia berkata :
kalau saya tidak akian taklid buta kepda kelompok salafi karena ulama yang menjadi rujukan mereka juga banyak yg mempertanyakan kredibilitasnya dan fatwanya banyak yang ngambang dan mbulet...

Tanggapan saya : memang kita di larang taqlid kpd manusia kecuali kpd Nabi kita yg Mulia beserta Sahabat...dan kita memang hrs mengambil ilmu dari para ulama...tapi ulama yg mana dulu...gak asal ulama yg kita ikuti..dan ketika ulama tersebut tergelincir dlm kesalahan fatwa atau hal2 yg lainnya...maka kita smua mengingatkannya..bkn diem aja kaya pemahaman si admin ini...kyainya salah diem aja..malah ketika ada orng lain memperingatinya dari kesalah tersebut...pengikutnya marah besar dan membela nya mati2an..ini namanya taqlid butaaaaaa....buta hati nuraninya....apa yg di ajarkan kyainya di telen aja walaupun itu hal yg menyelisihi ajaran islam yg sesungguhnya..
yadi
12 April 2011 - 07:28:55 WIB

Islam Indonesia berkata :
ulama yang menjadi rujukan mereka juga banyak yg mempertanyakan kredibilitasnya dan fatwanya banyak yang ngambang dan mbulet...

Tanggapa saya : kredibiltas & fatwa yg mana yg kamu maksud...sebutkan salah 1 cnthnya saja...biar bs di jelaskan di sini...

Ingat...Salafi tdk pernah taqlid kpd Ustadz / Ulama, artinya...ketika para Ustadz / Ulama tergelincir kpd kesalahan..kami semua mengingatkannya...tentu mngingatkannya dgn adab2 yg telah di syariat kan...ada beberapa tahapan / cara dl memperingatinya...


Nahdiyyin Tulen
12 April 2011 - 09:35:19 WIB

kami adalah orang yang tetap istiqomah dengan faham ahlisunnah waljama'ah An Najiyyah dengan mengikuti Imam Madzhab yang 4, tidak pernah tergoda dengan faham2 baru yang di bawa orang2 wahabi
Iqbal
12 April 2011 - 13:00:52 WIB

Astaghfirullah
admin@......skarang saya mau tahu dulu sebelum terlanjur kebawa2 isu yang anda informasikan, sbenarnya anda lulusan mana sih,sederajatkah anda dengan beliau2 yg anda cantumkam,kalau admin memang lulusan minimal Dammaj....panteslah tp kalo anda hx lulusan PP LOKAL mending anda DIAM,IKAT TANGAN ANDA, N SAYA SARANKAN UNTUK MENIMBA ILMU KE MAS YADI ATO ABANG DEH
Irfans
12 April 2011 - 13:39:10 WIB

terima kasih........
jadi tahu alamat dan nama serta no Telp Asatidzah Ahlussunnah waljama'ah yang asli bukan Aswaja yang demen sama Politik, Ribut2, dan mengumpulkan kekayaan secara curang..... heheheheeeee
yadi
12 April 2011 - 21:27:57 WIB

Nahdiyyin Tulen berkata :
kami adalah orang yang tetap istiqomah dengan faham ahlisunnah waljama'ah An Najiyyah dengan mengikuti Imam Madzhab yang 4, tidak pernah tergoda dengan faham2 baru yang di bawa orang2 wahabi,

tanggapan saya : kamu memang istiqomah tp di dlm ke batilan...mana bukti kamu mngikuti 4 Imam Mazhab tersebut? kamu kerjakan tahlian 3hari, 7 hari dstnya...dan msh bnyak amalan2 yg kamu ngaku2nya mengikuti 4 Mazhab tp nyatanya 4 Imam tersebut tdk melakukan...bhkan melarangnya...orng seperti kamu adalah beramal tanpa ilmu...sdh tdk berilmu sok tau lagi....:(
jagurndeso
13 April 2011 - 09:11:17 WIB

to Admin bagusan mana antara ust wahabi kayaj as sewed apa yg dianggap sururi kayak Fariq qosim annuz???? maaf bru pemula..... mhon jawabannya
lim
13 April 2011 - 10:42:07 WIB

terima kasih atas info ustadz2nya diatas tadinya saya bingung nyari ustadz2 yang katanya wahabi ternyata anda memberikan info untuk saya ikuti saya seorang wahabi thankssssss
lim
13 April 2011 - 10:43:50 WIB

to agurndeso

bagus semua kok kalau yang dibahas ilmu agama bagussss
Sururi
13 April 2011 - 12:04:00 WIB

saya pendukung sururi..memang itulah yang saya rasakan ketika bersama dengan salafi, mereka itu merasa sok suci dan arogan, berkata atas nama sunnah tapi banyak yang salah pemahaman terhadap sunnah....udah pede & arogan aja kaya Al bani ternyata periwayatan haditsnya banyak yang membatalkan..
yang pernah Kecewa dengan salafi Ekstrim
13 April 2011 - 15:16:04 WIB

ironis, saat kita jumpai berbagai ungkapan dan celaan kotor yang tergores dalam rangkaian kata orang yang menisbahkan diri kepada salafus shalih. sifat-sifat agung dan akhlak para salafus salih tidak tanpak sama sekali dalam diri mereka, kecuali hanya sekedar simbol dan dzahir saja.
Anti salafi Ekstrim
13 April 2011 - 17:48:54 WIB

hal yang diperdebatkankan para ulama dan merupakan perkara ijtihadi, artinya tidk ada dalil qoth'inya/ rasul tidak pernah menemui masalah itu. maka tidak ada saling membatalkan antara dua pendapat atau lebih itu , sehingga salah satu pendapat itu yang dianggap paling benar dan yang lain salah...karena dalam kaidah Ushul Al Ijtihadu la Yunqodu Bil Ijtihad, hasil ijtihad tidak bisa di batalkan dengan hasil ijtihad....
Anti Salafi Ekstrim
13 April 2011 - 19:13:42 WIB

Mereka (salafi ekstrim) mengira bahwa yang dinamakan amal Islami hanyalah berkumpul-kumpul dalam majlis taklim, mengkaji kitab-kitab, mendengar perkataan ustadz dan membicarakan aib fulan dan fulan. Mereka ingin menyerahkan segala persoalan dakwah , perjuangan ummat, bahkan kehidupan ini , ketangan para ustadz dan masyayikh mereka. diluar perkataan ustadz dan syaikh mereka , semua itu di anggap bid'ah. mereka memimpikan agar semua Muslim tunduk dan bersimpuh di hadapan kehendak mereka. Betapa menyedihkan pemahaman mereka tentang Islam, bahkan semua itu dikalim sebagai meniti jalan salafus Ummah Radiyallahu'anhum. Tidak ada kalimat ang lebih pantas untuk dikatakan selain , Innalilahi wa inna ilaihi Roji'un.
ummunya dede
14 April 2011 - 16:50:02 WIB

pantaskah orang yang berilmu menfitnah di depan umum???
orang yang benar-benar berilmu tidak akan sebodoh itu
hamba Alloh
14 April 2011 - 19:17:13 WIB

anti salafi ekstrim: antum nampaknya harus byk belajar...coba datangi majelis ta'lim salafy dan telaah kata2 antum...pasti antum akan menelan ludah antum sendiri....
merendahkan para penuntut ilmu bukan akhlak seorang mukmin sejati....
banyak para islam KTP yg gembar gembor dakwah tapi tanpa ilmu..dan mereka merendahkan ilmu Allah dan para ulama...
merasa paling paham kondisi dan lain sebagainya padahal tidaklah ilmu mereka hanya sebutir pasir di gurun...
mengajarkan ummat untuk tunduk pada ustadz2?innalillahi...kalo sedari dulu kayak gitu ana ga akan ta'lim di majelis salafy...tp hal itu ternyata tidak benar adanya..
wallahua'lam
ichi
15 April 2011 - 12:39:08 WIB

fitnah yang menyakitkan sekali,,
Royyan
16 April 2011 - 20:48:49 WIB

Beberapa data dlm daftar di atas, dah 'gak valid.

Kaya'nya tu data keluaran 7-8 thn yg lalu.
Abu Abdirrahman
17 April 2011 - 22:03:34 WIB

Dari pada sibuk membicarakan wahabi, mendingan belajar ilmu agama. Silahkan buka www.tamansunnah.com untuk mendapatkan ilmu syar'i syarat faedah dari penjelasan para ulama.
haris
18 April 2011 - 13:35:03 WIB

tahlilan, perayaan ulang tahun kelahiran itu adalah ajaran dari hindu. Ini yang bilang mantan pendeta hindu yg sdh jadi pendeta selama 25 tahun. Sekarang sudah masuk islam, namanya Ustadz Abdul Aziz. Mau tahu ceramahnya, cari saja di youtube, ketik "ustadz abdul aziz atau mantan pendeta hindu". To admin :1. "al muslimu man salimal muslimuuna min lisaanihi wa yadihi" Dikatakan ia seorang muslim, yaitu jika muslim yang lain selamat dari ucapan dan perbuatannya (al-hadits) 2. Bertabayun dulu, sebelum mengatakan seseorang begini dan begitu, kalau salah berarti anda telah menginjak-injak kehormatan saudara muslim yang lain 3.Takutlah kepada Allah SWT akan ancaman dan siksanya yang pedih terhadap orang yang mengatakan dusta, memfitnah dan menjelek-jelekkan saudaranya sesama muslim
haris
18 April 2011 - 14:42:45 WIB

4. Pelajari Alqur'an dan Hadits secara mendalam. Pengajaran dari ustadz/kyai/ulama manapun tentang dienul Islam harus ditanyakan dalilnya. Tidak berhenti disitu, kalau dalilnya dari hadits, harus ditanyakan sanad dan matannya. 5. Yang wajib bagi seorang muslim untuk dijadikan pedoman dalam berhukum, dalam hidup, dalam menilai orang ini ajarannya benar atau salah, dsb adalah Firman Allah yaitu Al-Qur'an dan Perkatan dan Perbuatan Nabi SAW yaitu Al-Hadits. Apapun yang tidak terdapat pada keduanya apalagi menyelisihi, meskipun itu guru Anda yang berucap atau berbuat, JANGAN DIIKUTI. 6. Belajar dan terus belajar. Pelajari agama Islam dengan betul-betul dan mendalam dan selalu mohon petunjuk kepadaNya, "Man yuridillaahu bihi khoiron, yufaqqihhu fid diin" Barangsiapa yang dikehendaki Allah jadi baik, maka Dia akan menjadikan orang itu paham betul terhadap agamanya.(Alhadits). Tentunya hal itu tidak akan dicapai jika tidak dengan mempelajarinya dan selalu mohon petunjuk kpdNya
haris
18 April 2011 - 14:43:47 WIB

7. Bertobatlah dan mohon ampun kepada Allah SWT atas perbuatan Anda di halaman ini yaitu membuat orang berpikiran bahwa tahlilan, maulid nabi SAW dan tawasul adalah benar, padahal jelas itu bid'ah. Sepeninggal Nabi Muhammad SAW, para Sahabatnya, Tabi'in dan Tabi'it Tabi'in tidak pernah melakukan semua itu. Tahlilan dan Peringatan Ulang Tahun bukan dari ajaran Islam. Tapi dari ajaran Hindu.Dan tawasul adalah perbuatan syirik. Bertobatlah atas perbuatan anda, menjelek-jelekkan para asaatidz dan membuat pembaca berpikiran bahwa ustadz-ustadz ini membawa ajaran yang keliru sehingga pembaca akan menjauhi mereka. Saya mengetahui kebanyakan dari ustadz-ustadz itu. Yang mereka dahwahkan dan yang mereka ajarkan adalah benar, tidak menyelisihi Al-qur'an dan Hadits. Bersama dengan taubat anda, anda harus menyampaikan permintaan maaf terhadap para pembaca, ustadz-ustadz yang anda dzolimi, dan menhghapus atau merubah artikel ini.Semoga Allah SWT membimbing anda ke jalan yang benar..amin.
r. irawan
21 April 2011 - 20:45:47 WIB

terima kasih infonya, saya jadi tambah lega ternyata ustadz yang paham sunnah banyak juga, belum yang tidak didaftar oleh admin. alangakh baiknya mas admin banyak belajar lagi, "istilah Wahabi" saja sudah salah sbb kata itu diambil dari Abdulwahhab, jd ngga nyambung dong.... jauh seblm Muhamad bin Abdul Wahab, para ulama Ahlusunnah telah menjelaskan perkara bid'ah, khurapat, kemusrikan, penyimpangan dlm maslh kuburan dll. contoh saja kitab2 yg ditulis ulama madzhab syafi'i......Azzawajir (Ibnu Hajar Al Haitami), Al Majmu' & Syarh Shohih Muslim (Imam Nawawi), Fathul Bari (Ibnu Hajar Al Atsqolani), Al Amru bil Ittiba' Wan Nahyu an al Ibtida' (Imam Jalaludin As Suyuthi) dan masih banyak lagi.........jg mending terus belajar, gali dari sumber yg benar, bukan cuma katanya.....skali lagi terima kasih info ustad "wahabi" nya, jd mudah sekarang kalau mau tanya - tanya lebih dalam tentang agama.
Islam Indonesia
22 April 2011 - 05:53:44 WIB

alahamdulillah saya jadi tahu ustadz-ustadz yang memiliki faham salafi atau orang menyebutnya wahabi jadi saya tidak terjebak dan salah memilih ustadz atau pesantren ketika mau masukin anak ke pesantren. salafi bagus luarnya tapi banyak karakternya yang membahayakan generasi.
asal nama
27 April 2011 - 18:59:12 WIB

abu azkia ato apa kek namanya,kalo ngomong ati2.... jangan asal ja.... intinya adalah jangan saling menyalahkan toh mereka juga punya landasan n pegangan sendiri,,, yang salah adalah yang tak berdasar
giyanto
05 Mei 2011 - 08:25:38 WIB

Alhamdulillah, sudah ketahuan tingkat keilmuan dari admin, kelihatan banget akan dangkalnya....
pada awalnya saya mendukung anda, dan benci dengan salafy yang gampang banget memvonis orang lain. Namun setelah tahu halaman ini dan komentar2 yang ada dan juga tanggapan admin, saya justru penasaran ingin belajar/cross chek langsung dengan para ustadz yang disebutkan di atas...Ya Allah berikan hidayah pada kami, dan pada mereka....
151
06 Mei 2011 - 13:06:22 WIB

utk para wahabi, simak penjelasan guru mulia habib munzir, moga2 semua wahabi diberi hidayah utk kembali ke aswaja..amiin ALLAHumma amiin

guru mulia habib munzir :

BID’AH
Nabi saw memperbolehkan berbuat bid’ah hasanah.
Nabi saw memperbolehkan kita melakukan Bid’ah hasanah selama hal itu baik dan
tidak menentang syariah, sebagaimana sabda beliau saw : “Barangsiapa membuat
buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang
mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat
buat hal baru yang buruk dalam islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yang
mengikutinya dan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya” (Shahih Muslim hadits
no.1017, demikian pula diriwayatkan pada Shahih Ibn Khuzaimah, Sunan Baihaqi
Alkubra, Sunan Addarimiy, Shahih Ibn Hibban dan banyak lagi). Hadits ini menjelaskan
makna Bid’ah hasanah dan Bid’ah dhalalah.
Perhatikan hadits beliau saw, bukankah beliau saw menganjurkan?
151
06 Mei 2011 - 13:07:28 WIB

maksudnya bila
kalian mempunyai suatu pendapat atau gagasan baru yang membuat kebaikan atas
islam maka perbuatlah.., alangkah indahnya bimbingan Nabi saw yang tidak mencekik
ummat, beliau saw tahu bahwa ummatnya bukan hidup untuk 10 atau 100 tahun, tapi
ribuan tahun akan berlanjut dan akan muncul kemajuan zaman, modernisasi, kematian
ulama, merajalela kemaksiatan, maka tentunya pastilah diperlukan hal hal yang baru
demi menjaga muslimin lebih terjaga dalam kemuliaan, demikianlah bentuk
kesempurnaan agama ini, yang tetap akan bisa dipakai hingga akhir zaman, inilah
makna ayat :
“ALYAUMA AKMALTU LAKUM DIINUKUM…”, yang artinya “hari ini
Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, kusempurnakan pula kenikmatan
bagi kalian, dan kuridhoi islam sebagai agama kalian”,

151
06 Mei 2011 - 13:08:10 WIB

Maksudnya semua ajaran telah sempurna, tak perlu lagi ada pendapat lain demi
memperbaiki agama ini, semua hal yang baru selama itu baik sudah masuk dalam
kategori syariah dan sudah direstui oleh Allah dan rasul Nya, alangkah sempurnanya
islam,

151
06 Mei 2011 - 13:08:39 WIB

Bila yang dimaksud adalah tidak ada lagi penambahan, maka pendapat itu salah,
karena setelah ayat ini masih ada banyak ayat ayat lain turun, masalah hutang dll,
berkata para Mufassirin bahwa ayat ini bermakna Makkah Almukarramah sebelumnya
selalu masih dimasuki orang musyrik mengikuti hajinya orang muslim, mulai kejadian
turunnya ayat ini maka Musyrikin tidak lagi masuk masjidil haram, maka membuat
kebiasaan baru yang baik boleh boleh saja.
Namun tentunya bukan membuat agama baru atau syariat baru yang bertentangan
dengan syariah dan sunnah Rasul saw, atau menghalalkan apa apa yang sudah
diharamkan oleh Rasul saw atau sebaliknya, inilah makna hadits beliau saw :
“Barangsiapa yang membuat buat hal baru yang berupa keburukan...dst”, inilah yang
disebut Bid’ah Dhalalah

151
06 Mei 2011 - 13:09:49 WIB

Beliau saw telah memahami itu semua, bahwa kelak zaman akan berkembang, maka
beliau saw memperbolehkannya (hal yang baru berupa kebaikan), menganjurkannya
dan menyemangati kita untuk memperbuatnya, agar ummat tidak tercekik dengan hal
yang ada dizaman kehidupan beliau saw saja, dan beliau saw telah pula mengingatkan
agar jangan membuat buat hal yang buruk (Bid’ah dhalalah).
Mengenai pendapat yang mengatakan bahwa hadits ini adalah khusus untuk sedekah
saja, maka tentu ini adalah pendapat mereka yang dangkal dalam pemahaman
syariah, karena hadits diatas jelas jelas tak menyebutkan pembatasan hanya untuk
sedekah saja, terbukti dengan perbuatan bid’ah hasanah oleh para Sahabat dan
Tabi’in.

151
06 Mei 2011 - 13:10:43 WIB

Pendapat para Imam dan Muhadditsin mengenai Bid’ah
1. Al Hafidh Al Muhaddits Al Imam Muhammad bin Idris Assyafii rahimahullah
(Imam Syafii)
Berkata Imam Syafii bahwa bid’ah terbagi dua, yaitu bid’ah mahmudah (terpuji) dan
bid’ah madzmumah (tercela), maka yang sejalan dengan sunnah maka ia terpuji, dan
yang tidak selaras dengan sunnah adalah tercela, beliau berdalil dengan ucapan Umar
bin Khattab ra mengenai shalat tarawih : “inilah sebaik baik bid’ah”. (Tafsir Imam
Qurtubiy juz 2 hal 86-87)

151
06 Mei 2011 - 13:11:47 WIB

HADITS DHO’IF
Hadits Dhoif adalah hadits yang lemah hukum sanad periwayatnya atau pada hukum
matannya, mengenai beramal dengan hadits dhaif merupakan hal yang diperbolehkan
oleh para Ulama Muhadditsin,
Hadits dhoif tak dapat dijadikan Hujjah atau dalil dalam suatu hukum, namun tak
sepantasnya kita menafikan (meniadakan) hadits dhoif, karena hadits dhoif banyak
pembagiannya,
Dan telah sepakat jumhur para ulama untuk menerapkan beberapa hukum dengan
berlandaskan dengan hadits dhoif, sebagaimana Imam Ahmad bin Hanbal
rahimahullah, menjadikan hukum bahwa bersentuhan kulit antara pria dan wanita
dewasa tidak membatalkan wudhu, dengan berdalil pada hadits Aisyah ra bersama

151
06 Mei 2011 - 13:12:12 WIB

Rasul saw yang Rasul saw menyentuhnya dan lalu meneruskan shalat tanpa
berwudhu, hadits ini dhoif, namun Imam Ahmad memakainya sebagai ketentuan
hukum thaharah.
Hadits dhoif ini banyak pembagiannya, sebagian ulama mengklasifikasikannya menjadi
81 bagian, adapula yang menjadikannya 49 bagian dan adapula yang memecahnya
dalam 42 bagian, namun para Imam telah menjelaskan kebolehan beramal dengan
hadits dhoif bila untuk amal shalih, penyemangat, atau manaqib, inilah pendapat yang
mu’tamad, namun tentunya bukanlah hadits dhoif yang telah digolongkan kepada
hadits palsu.
Sebagian besar hadits dhoif adalah hadits yang lemah sanad perawinya atau pada
matannya, tetapi bukan berarti secara keseluruhan adalah palsu, karena hadits palsu

151
06 Mei 2011 - 13:12:32 WIB

dinamai hadits munkar, atau mardud, Batil, maka tidak sepantasnya kita
menggolongkan semua hadits dhaif adalah hadits palsu, dan menafikan
(menghilangkan) hadits dhaif karena sebagian hadits dhaif masih diakui sebagai
ucapan Rasul saw, dan tak satu muhaddits pun yang berani menafikan
keseluruhannya, karena menuduh seluruh hadist dhoif sebagai hadits yang palsu
berarti mendustakan ucapan Rasul saw dan hukumnya kufur.
Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang sengaja berdusta dengan ucapanku
maka hendaknya ia bersiap siap mengambil tempatnya di neraka" (Shahih Bukhari
hadits no.110),
Sabda beliau SAW pula : "sungguh dusta atasku tidak sama dengan dusta atas nama

151
06 Mei 2011 - 13:12:51 WIB

seseorang, barangsiapa yang sengaja berdusta atas namaku maka ia bersiap siap
mengambil tempatnya di neraka" (Shahih Bukhari hadits no.1229),
Cobalah anda bayangkan, mereka yang melarang beramal dengan seluruh hadits dhoif
berarti mereka melarang sebagian ucapan / sunnah Rasul saw, dan mendustakan
ucapan Rasul saw.

151
06 Mei 2011 - 13:13:48 WIB

DALIL2 MAULID NABI SAW :

Allah merayakan hari kelahiran para Nabi Nya
_ Firman Allah : “(Isa berkata dari dalam perut ibunya) Salam sejahtera atasku, di hari
kelahiranku, dan hari aku wafat, dan hari aku dibangkitkan” (QS Maryam 33)
_ Firman Allah : “Salam Sejahtera dari kami (untuk Yahya as) dihari kelahirannya,
dan hari wafatnya dan hari ia dibangkitkan” (QS Maryam 15)
_ Rasul saw lahir dengan keadaan sudah dikhitan (Almustadrak ala shahihain hadits
no.4177)
_ Berkata Utsman bin Abil Ash Asstaqafiy dari ibunya yang menjadi pembantunya
Aminah ra bunda Nabi saw, ketika Bunda Nabi saw mulai saat saat melahirkan, ia

151
06 Mei 2011 - 13:14:13 WIB

(ibu utsman) melihat bintang bintang mendekat hingga ia takut berjatuhan diatas
kepalanya, lalu ia melihat cahaya terang benderang keluar dari Bunda Nabi saw
hingga membuat terang benderangnya kamar dan rumah (Fathul Bari Almasyhur
juz 6 hal 583)
_ Ketika Rasul saw lahir kemuka bumi beliau langsung bersujud (Sirah Ibn Hisyam)
_ Riwayat shahih oleh Ibn Hibban dan Hakim bahwa Ibunda Nabi saw saat
melahirkan Nabi saw melihat cahaya yang terang benderang hingga pandangannya
menembus dan melihat Istana Istana Romawi (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583)
_ Malam kelahiran Rasul saw itu runtuh singgasana Kaisar Kisra, dan runtuh pula 14

151
06 Mei 2011 - 13:14:37 WIB

buah jendela besar di Istana Kisra, dan Padamnya Api di Kekaisaran Persia yang
1000 tahun tak pernah padam. (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583)
Kenapa kejadian kejadian ini dimunculkan oleh Allah swt?, kejadian kejadian besar ini
muncul menandakan kelahiran Nabi saw, dan Allah swt telah merayakan kelahiran
Muhammad Rasulullah saw di Alam ini, sebagaimana Dia swt telah pula membuat
salam sejahtera pada kelahiran Nabi nabi sebelumnya

151
06 Mei 2011 - 13:15:04 WIB

Rasulullah saw memuliakan hari kelahiran beliau saw
Ketika beliau saw ditanya mengenai puasa di hari senin, beliau saw menjawab : “Itu
adalah hari kelahiranku, dan hari aku dibangkitkan” (Shahih Muslim hadits no.1162).
dari hadits ini sebagian saudara2 kita mengatakan boleh merayakan maulid Nabi saw
asal dengan puasa.
Rasul saw jelas jelas memberi pemahaman bahwa hari senin itu berbeda dihadapan
beliau saw daripada hari lainnya, dan hari senin itu adalah hari kelahiran beliau saw.

151
06 Mei 2011 - 13:15:29 WIB

Karena beliau saw tak menjawab misalnya : “oh puasa hari senin itu mulia dan boleh
boleh saja..”, namun beliau bersabda : “itu adalah hari kelahiranku”, menunjukkan bagi
beliau saw hari kelahiran beliau saw ada nilai tambah dari hari hari lainnya.
Contoh mudah misalnya zeyd bertanya pada amir : “bagaimana kalau kita berangkat
umroh pada 1 Januari?”, maka amir menjawab : “oh itu hari kelahiran saya”. Nah..
bukankah jelas jelas bahwa zeyd memahami bahwa 1 januari adalah hari yang
berbeda dari hari hari lainnya bagi amir?, dan amir menyatakan dengan jelas bahwa 1

151
06 Mei 2011 - 13:15:55 WIB

januari itu adalah hari kelahirannya, dan berarti amir ini termasuk orang yang perhatian
pada hari kelahirannya, kalau amir tak acuh dengan hari kelahirannya maka pastilah ia
tak perlu menyebut nyebut bahwa 1 januari adalah hari kelahirannya, dan Nabi saw tak
memerintahkan puasa hari senin untuk merayakan kelahirannya, pertanyaan sahabat
ini berbeda maksud dengan jawaban beliau saw yang lebih luas dari sekedar
pertanyaannya, sebagaimana contoh diatas, Amir tak mmerintahkan umroh pada 1

151
06 Mei 2011 - 13:16:16 WIB

januari karena itu adalah hari kelahirannya, maka mereka yang berpendapat bahwa
boleh merayakan maulid hanya dengan puasa saja maka tentunya dari dangkalnya
pemahaman terhadap ilmu bahasa.
Orang itu bertanya tentang puasa senin, maksudnya boleh atau tidak?, Rasul saw
menjawab : hari itu hari kelahiranku, menunjukkan hari kelahiran beliau saw ada nilai
tambah pada pribadi beliau saw, sekaligus diperbolehkannya puasa dihari itu. Maka
jelaslah sudah bahwa Nabi saw termasuk yang perhatian pada hari kelahiran beliau
saw, karena memang merupakan bermulanya sejarah bangkitnya islam.

151
06 Mei 2011 - 13:16:34 WIB

Sahabat memuliakan hari kelahiran Nabi saw
Berkata Abbas bin Abdulmuttalib ra : “Izinkan aku memujimu wahai Rasulullah..” maka
Rasul saw menjawab: “silahkan..,maka Allah akan membuat bibirmu terjaga”, maka
Abbas ra memuji dengan syair yang panjang, diantaranya : “… dan engkau (wahai nabi
saw) saat hari kelahiranmu maka terbitlah cahaya dibumi hingga terang benderang,
dan langit bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan cahaya itu dan
dalam tuntunan kemuliaan (Al Qur’an) kami terus mendalaminya” (Mustadrak ‘ala
shahihain hadits no.5417)

151
06 Mei 2011 - 13:17:19 WIB

Pendapat Para Imam dan Muhaddits atas perayaan Maulid
1. Berkata Imam Al Hafidh Ibn Hajar Al Asqalaniy rahimahullah :
Telah jelas dan kuat riwayat yang sampai padaku dari shahihain bahwa Nabi saw
datang ke Madinah dan bertemu dengan Yahudi yang berpuasa hari asyura (10
Muharram), maka Rasul saw bertanya maka mereka berkata : “hari ini hari
ditenggelamkannya Fir’aun dan Allah menyelamatkan Musa, maka kami berpuasa
sebagai tanda syukur pada Allah swt, maka bersabda Rasul saw : “kita lebih berhak
atas Musa as dari kalian”, maka diambillah darinya perbuatan bersyukur atas anugerah
yang diberikan pada suatu hari tertentu setiap tahunnya, dan syukur kepada Allah bisa
didapatkan dengan pelbagai cara, seperti sujud syukur, puasa, shadaqah, membaca
Alqur’an, maka nikmat apalagi yang melebihi kebangkitan Nabi ini?, telah berfirman
Allah swt “SUNGGUH ALLAH TELAH MEMBERIKAN ANUGERAH PADA ORANG ORANG MUKMININ KETIKA DIBANGKITKANNYA RASUL DARI MEREKA” (QS Al
Imran 164)

151
06 Mei 2011 - 13:18:44 WIB

2. Pendapat Imam Al Hafidh Jalaluddin Assuyuthi rahimahullah :
Telah jelas padaku bahwa telah muncul riwayat Baihaqi bahwa Rasul saw ber akikah
untuk dirinya setelah beliau saw menjadi Nabi (Ahaditsulmukhtarah hadis no.1832
dengan sanad shahih dan Sunan Imam Baihaqi Alkubra Juz 9 hal.300), dan telah
diriwayatkan bahwa telah ber Akikah untuknya kakeknya Abdulmuttalib saat usia beliau
saw 7 tahun, dan akikah tak mungkin diperbuat dua kali, maka jelaslah bahwa akikah
beliau saw yang kedua atas dirinya adalah sebagai tanda syukur beliau saw kepada

151
06 Mei 2011 - 13:19:12 WIB

Allah swt yang telah membangkitkan beliau saw sebagai Rahmatan lil’aalamiin dan
membawa Syariah utk ummatnya, maka sebaiknya bagi kita juga untuk menunjukkan
tasyakkuran dengan Maulid beliau saw dengan mengumpulkan teman teman dan
saudara saudara, menjamu dengan makanan makanan dan yang serupa itu untuk
mendekatkan diri kepada Allah dan kebahagiaan. bahkan Imam Assuyuthiy mengarang
sebuah buku khusus mengenai perayaan maulid dengan nama : “Husnulmaqshad fii
‘amalilmaulid”.

151
06 Mei 2011 - 13:19:35 WIB

3. Pendapat Imam Al hafidh Abu Syaamah rahimahullah (Guru imam Nawawi) :
Merupakan Bid’ah hasanah yang mulia dizaman kita ini adalah perbuatan yang
diperbuat setiap tahunnya di hari kelahiran Rasul saw dengan banyak bersedekah, dan
kegembiraan, menjamu para fuqara, seraya menjadikan hal itu memuliakan Rasul saw
dan membangkitkan rasa cinta pada beliau saw, dan bersyukur kepada Allah dengan
kelahiran Nabi saw.

151
06 Mei 2011 - 13:20:06 WIB

Dengan maulid at tajaliat al khifiah fi maulid khoir al bariah.
Tiada satupun para Muhadditsin dan para Imam yang menentang dan melarang hal ini,
mengenai beberapa pernyataan pada Imam dan Muhadditsin yang menentang maulid
sebagaimana disampaikan oleh kalangan anti maulid, maka mereka ternyata hanya
menggunting dan memotong ucapan para Imam itu, dengan kelicikan yang jelas jelas
meniru kelicikan para misionaris dalam menghancurkan Islam.

151
06 Mei 2011 - 13:21:14 WIB

SANGGAHAN GURU MULIA HB MUNZIR THD PERTANYAAN WAHABI

1. Keluarga yang mendapat musibah kematian, wajib bagi Umat Islam untuk
ta’ziyah selam tiga hari berturut-turut.
JAWAB
Tidak ada satu madzhab pun yang mengatakannya wajib, hal ini sunnah muakkadah,
tidak ada dalil ayat atau hadits shahih yang mengatakan takziyah 3 hari berturut turut
adalah wajib.

151
06 Mei 2011 - 13:21:42 WIB

2. Kebiasaan selama ini yang masih melakukan hari ke 7, ke 40 dan hari ke 100
supaya ditinggalkan karena tidak ada contoh dari Nabi Muhammad SAW dan
tidak ada tuntunannya. Upacara itu berasal dari ajaran agama Hindu dan Budha,
menjadi upacara dari kerajaan Hyang dari daratan Tiongkok yang dibawa oleh
orang Hindu ketanah melayu tempo dulu.
JAWAB
Mengikuti adat kuffar selama itu membawa maslahat bagi muslimin dan tidak
melanggar syariah maka itu boleh saja, sebagaimana Rasul saw pun ikut adat kaum
yahudi yang berpuasa di hari 10 Muharram (asyura) karena hari itu hari selamatnya

151
06 Mei 2011 - 13:22:07 WIB

Musa as dari kejaran fir’aun, maka Rasul saw pun ikut berpuasa dan memerintahkan
para sahabat untuk berpuasa asyura (rujuk shahih Bukhari, shahih Muslim)
Demikian pula kita menggunakan lampu, kipas angin, karpet, mikrofon, speaker dll
untuk perlengkapan di masjid yang kesemua itu adalah buatan orang kafir dan adat
istiadat orng kafir, boleh saja kita gunakan selama itu manfaat bagi muslimin dan tidak
bertentangan dengan syariah, demikian pula Alqur’an yang dicetak di percetakan, dan
mesin percetakan itupun buatan orang kafir, dan mencetak buku adalah adat orang
kafir, juga Bedug di masjid yang juga adat sebelum islam dan banyak lagi.
Boleh boleh saja kumpul kumpul dzikir dan silaturahmi dirumah duka 7 hari, 40 hari,
bahkan tiap hari pun tak apa karena tak pernah ada larangan yang mengharamkannya.

151
06 Mei 2011 - 13:25:08 WIB

DALIL YASINAN :

mengenai hadits shahihnya bahwa Rasul saw bersabda : Bacakanlah pada yg wafat pada kalian surat Yaasiin (HR Abu Dawud), walaupun sebagian mengatakan hadits ini dhoif, namun berkata Imam Nawawi bahwa Imam Abu Dawud tidak mendhoifkannya.
maka bisa kita kedepan kan hadita hadits lain yg mendukung perbuatan ini, yaitu sabda Rasulullah saw : Bila kalian mendatangi yg sakit atau yg wafat, maka ucapkanlah hal yg baik baik, karena malaikat mengaminkan apa apa yg kalian katakan (Shahih Muslim)
maka tentunya tak ada kalimat lebih baik dari Alqur'an,
sebaliknya pelarangan pembacaan ALqur'an di kubur atau pada mayyit merupakan hal mungkar, karena tak berhak seseorang melarang pembacaan ALqur'an, bahkan Imam Ahmad bin hanbal pun pernah melarang, namun ketika diriwayatkan tentang riwayat tsigah bahwa para sahabat banyak mewasiatkan minta dibacakan Alqur'an setelah wafatanya maka Imam Ahmad pun menyetujui.

151
06 Mei 2011 - 13:25:50 WIB

DALIL TAHLILAN :

Pada hakikatnya majelis tahlil atau tahlilan adalah hanya nama atau sebutan untuk sebuah acara di dalam berdzikir dan berdoa atau bermunajat bersama. Yaitu berkumpulnya sejumlah orang untuk berdoa atau bermunajat kepada Allah SWT dengan cara membaca kalimat-kalimat thayyibah seperti tahmid, takbir, tahlil, tasbih, Asma’ul husna, shalawat dan lain-lain.
Maka sangat jelas bahwa majelis tahlil sama dengan majelis dzikir, hanya istilah atau namanya saja yang berbeda namun hakikatnya sama. Lalu bagaimana hukumnya mengadakan acara tahlilan atau dzikir dan berdoa bersama yang berkaitan dengan acar
151
06 Mei 2011 - 13:27:42 WIB

kematian untuk mendoakan dan memberikan hadiah pahala kepada orang yang telah meninggal dunia ? Dan apakah hal itu bermanfaat atau tersampaikan bagi si mayyit ?
Menghadiahkan Fatihah, atau Yaasiin, atau dzikir, Tahlil, atau shadaqah, atau Qadha puasanya dan lain lain, itu semua sampai kepada Mayyit, dengan Nash yg Jelas dalam Shahih Muslim hadits no.1149, bahwa “seorang wanita bersedekah untuk Ibunya yg tela
151
06 Mei 2011 - 13:28:09 WIB

wafat dan diperbolehkan oleh Rasul saw”, dan adapula riwayat Shahihain Bukhari dan Muslim bahwa “seorang sahabat menghajikan untuk Ibunya yg telah wafat”, dan Rasulullah SAW pun menghadiahkan Sembelihan Beliau SAW saat Idul Adha untuk dirinya dan untuk ummatnya, “Wahai Allah terimalah sembelihan ini dari Muhammad
151
06 Mei 2011 - 13:28:29 WIB

dan keluarga Muhammad dan dari Ummat Muhammad” (Shahih Muslim hadits no.1967).
dan hal ini (pengiriman amal untuk mayyit itu sampai kepada mayyit) merupakan Jumhur (kesepakatan) Ulama seluruh madzhab dan tak ada yg memungkirinya apalagi mengharamkannya, dan perselisihan pendapat hanya terdapat pada madzhab Imam Syafi’i, bila si pembaca tak mengucapkan lafadz : “Kuhadiahkan”, atau wahai Alla
151
06 Mei 2011 - 13:28:58 WIB

kuhadiahkan sedekah ini, atau dzikir ini, atau ayat ini..”, bila hal ini tidak disebutkan maka sebagian Ulama Syafi’iy mengatakan pahalanya tak sampai.
Jadi tak satupun ulama ikhtilaf dalam sampai atau tidaknya pengiriman amal untuk mayiit, tapi berikhtilaf adalah pd Lafadznya. Demikian pula Ibn Taimiyyah yg menyebutkan 21 hujjah (dua puluh satu dalil) tentang Intifa’ min ‘amalilghair (mendapat manfaat dari amal selainnya). Mengenai ayat : "DAN TIADALAH BAGI SESEORAN
151
06 Mei 2011 - 13:29:14 WIB

KECUALI APA YG DIPERBUATNYA, maka Ibn Abbas ra menyatakan bahwa ayat ini telah mansukh dg ayat “DAN ORAN ORANG YG BERIMAN YG DIIKUTI KETURUNAN MEREKA DENGAN KEIMANAN”,
Mengenai hadits yg mengatakan bahwa bila wafat keturunan adam, maka terputuslah amalnya terkecuali 3 (tiga), shadaqah Jariyah, Ilmu yg bermanfaat, dan anaknya yg berdoa untuknya, maka orang orang lain yg mengirim amal, dzikir dll untuknya ini jelas jelas bukanlah amal perbuatan si mayyit, karena Rasulullah SAW menjelaska
151
06 Mei 2011 - 13:29:37 WIB

terputusnya amal si mayyit, bukan amal orang lain yg dihadiahkan untuk si mayyit, dan juga sebagai hujjah bahwa Allah memerintahkan di dalam Al Qur'an untuk mendoakan orang yg telah wafat : "WAHAI TUHAN KAMI AMPUNILAH DOSA-DOSA KAMI DAN BAGI SAUDARA-SAUDARA KAMI YG MENDAHULUI KAMI DALAM KEIMANAN", (QS Al Hasyr-10).
Mengenai rangkuman tahlilan itu, tak satupun Ulama dan Imam Imam y
151
06 Mei 2011 - 13:30:29 WIB

memungkirinya, siapa pula yg memungkiri muslimin berkumpul dan berdzikir?, hanya syaitan yg tak suka dengan dzikir. Mengenai 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari, atau bahkan tiap hari, tak ada dalil yg melarangnya, itu adalah Bid’ah hasanah yg sudah diperbolehkan oleh Rasulullah saw, justru kita perlu bertanya, ajaran muslimkah mereka yg melarang orang mengucapkan Laa ilaaha illallah?, siapa yg alergi dengan suara Laa ilaaha illallah kalau bukan Iblis dan pengikutnya ?, siapa yg membatasi orang mengucapkan Laa ilaaha illallah?, muslimkah?,
151
06 Mei 2011 - 13:31:27 WIB

semoga Allah memberi hidayah pada muslimin, tak ada larangan untuk menyebut Laa ilaaha illallah, tak pula ada larangan untuk melarang yg berdzikir pada hari ke 40, hari ke 100 atau kapanpun, pelarangan atas hal ini adalah kemungkaran yg nyata.
Bila hal ini dikatakan merupakan adat orang hindu, maka bagaimana dengan computer, handphone, mikrofon, dan lainnya yg merupakan adat orang kafir, bahkan mimbar yg ada di masjid masjid pun adalah adat istiadat gereja, namun selama hal itu bermanfaat dan tak melanggar syariah maka boleh boleh saja mengikutinya, sebagaimana Rasul saw menir
151
06 Mei 2011 - 13:31:57 WIB

adat yahudi yg berpuasa pada hari 10 muharram, (shahih Bukhari) bahwa Rasul saw menemukan orang yahudi puasa dihari 10 muharram karena mereka tasyakkur atas selamatnya Musa as, dan Rasul saw bersabda : Kami lebih berhak dari kalian atas Musa as, lalu beliau saw memerintahkan muslimin agar berpuasa pula” (HR Shahih Bukhari hadits no.3726, 3727)
151
06 Mei 2011 - 13:34:18 WIB

INILAH BUKTI KELICIKAN WAHABI :

, Imam nawawi menjelaskan bahwa yang shahih adalah yang mengatakan
sampai, walaupun yang masyhur mengatakan tak sampai, berarti yang masyhur itu dhoif,
dan yang shahih adalah yang mengatakan sampai, dan Imam Nawawi menjelaskan pula
bahwa sebagian besar ulama mengatakan semua amal apahal sampai.
Inilah liciknya orang – orang wahabi, mereka bersiasat dengan “gunting tambal”, mereka
menggunting – gunting ucapan para Imam lalu ditampilkan di web – web, inilah bukti
kelicikan mereka, Saya akan buktikan kelicikan mereka:
Lalu berkata pula Imam Nawawi :

151
06 Mei 2011 - 13:34:47 WIB

“Sungguh sedekah untuk dikirimkan pada mayyit akan membawa manfaat bagi mayyit
dan akan disampaikan padanya pahalanya, demikian ini pula menurut Ijma (sepakat) para
ulama, demikian pula mereka telah sepakat atas sampainya doa – doa, dan pembayaran
hutang (untuk mayyit) dengan nash – nash yang teriwayatkan masing masing, dan sah
pula haji untuk mayyit bila haji muslim,

151
06 Mei 2011 - 13:35:14 WIB

Demikian pula bila ia berwasiat untuk dihajikan dengan haji yang sunnah, demikian
pendapat yang lebih shahih dalam madzhab kita (Syafii), namun berbeda pendapat para
ulama mengenai puasa, dan yang lebih benar adalah yang membolehkannya sebagaimana
hadits – hadits shahih yang menjelaskannya, dan yang masyhur dikalangan madzhab kita
bahwa bacaan Alqur’an tidak sampai pada mayyit pahalanya, namun telah berpendapat
sebagian dari ulama madzhab kita bahwa sampai pahalanya, dan Imam Ahmad bin
Hanbal berpegang pada yang membolehkannya” (Syarh Imam Nawawi ala Shahih Muslim
Juz 7 hal 90).

151
06 Mei 2011 - 13:41:47 WIB

Dan dijelaskan pula dalam Almughniy :
“Tidak ada larangannya membaca Alqur’an dikuburan , dan telah diriwayatkan dari Ahmad bahwa bila kalian masuk pekuburan bacalah ayat alkursiy, lalu Al Ikhlas 3X, lalu katakanlah : Wahai Allah, sungguh pahalanya untuk ahli kubur”.
Dan diriwayatkan pula bahwa bacaan Alqur’an di kuburan adalah Bid’ah, dan hal itu adalah ucapan Imam Ahmad bin hanbal, lalu muncul riwayat lain bahwa Imam Ahmad melarang keras hal itu, maka berkatalah
151
06 Mei 2011 - 13:42:23 WIB

padanya Muhammad bin Qudaamah : Wahai Abu Abdillah (nama panggilan Imam Ahmad), apa pendapatmu tentang Mubasyir (seorang perawi hadits), Imam Ahmad menjawab : Ia Tsiqah (kuat dan terpercaya riwayatnya), maka berkata Muhammad bin Qudaamah sungguh Mubasyir telah meriwayatkan padaku dari ayahnya bahwa bila wafat agar dibacakan awal surat Baqarah dan penutupnya, dan bahwa Ibn Umar berwasiat demikian pula!”, maka berkata Imam Ahmad :”katakana pada orang yg tadi kularang membaca ALqur’an dikuburan agar ia terus membacanya lagi..”.
(Al Mughniy Juz 2 hal : 225)
151
06 Mei 2011 - 13:42:50 WIB

Kesimpulannya bahwa hal ini merupakan ikhtilaf ulama, ada yg mengatakan pengiriman amal pada mayyit sampai secara keseluruhan, ada yg mengatakan bahwa pengiriman bacaan Alqur’an tidak sampai, namun kesemua itu bila dirangkul dalam doa kepada Allah untuk disampaikan maka tak ada ikhtilaf lagi.
151
06 Mei 2011 - 13:43:21 WIB

Dan kita semua dalam tahlilan itu pastilah ada ucapan : Allahumma awshil, tsawabaa maa qaraa’naa minalqur’anilkarim… dst (Wahai Allah, sampaikanlah pahala apa apa yg kami baca, dari alqur’anulkarim…dst). Maka jelaslah sudah bahwa Imam Syafii dan seluruh Imam Ahlussunnah waljamaah tak ada yg mengingkarinya dan tak adapula yg mengatakannya tak sampai.
151
06 Mei 2011 - 13:43:59 WIB

kita ahlussunnah waljamaah mempunyai sanad, bila saya bicara fatwa Imam Bukhari, saya mempunyai sanad guru kepada Imam Bukhari,

bila saya berbicara fatwa Imam Nawawi, saya mempunyai sanad guru kepada Imam Nawawi, bila saya berbicara fatwa Imam Syafii, maka saya mempunyai sanad Guru kepada Imam Syafii.
151
06 Mei 2011 - 13:44:28 WIB

demikianlah kita ahlussunnah waljamaah, kita tak bersanad kepada buku, kita mempunyai sanad guru, boleh saja dibantu oleh Buku buku, namun acuan utama adalah pada guru yg mempunyai sanad.
kasihan mereka mereka yg keluar dari ahlussunnah waljamaah karena berimamkan buku,
agama mereka sebatas buku buku, iman mereka tergantung buku, dan akidah mereka adalah pada buku buku.

151
06 Mei 2011 - 13:44:52 WIB

jauh berbeda dengan ahlussunnah waljamaah, kita tahu siapa Imam Nawawi, Imam Nawawi bertawassul pada nabi saw, Imam nawawi mengagungkan Rasul saw, beliau membuat shalawat yg dipenuhi salam pada nabi Muhammad saw,
ia memperbolehkan tabarruk dan ziarah kubur, demikianlah para ulama ahlussunnah waljamaah.
151
06 Mei 2011 - 13:45:52 WIB

Sabda Rasulullah saw : “Sungguh sebesar besar kejahatan muslimin pada muslimin lainnya, adalah yg bertanya tentang hal yg tidak diharamkan atas muslimin, menjadi diharamkan atas mereka karena ia mempermasalahkannya” (shahih Muslim hadits no.2358)

SEMOGA SEMAKIN BANYAK WAHABI YG TOBAT..AMIIN :

TTD

151
PEMBASMI WAHABI
Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
10 Mei 2011 - 13:05:33 WIB

Ketika aku putuskan untuk beramal sesuai AlQuran & Sunnah dengan faham As Salafush Shaleh, Akupun dipanggil Wahabi
Ketika aku minta segala hajatku hanya kepada Allah subhaanahu wa ta’ala tidak kepada Nabi & Wali .… Akupun dituduh Wahabi

Ketika aku meyakini Alquran itu kalam Ilahi, bukan makhluq …. Akupun diklaim sebagai Wahabi
Ketika aku takut mengkafirkan dan memberontak penguasa yang dzalim, Akupun dipasangi platform Wahabi

Ketika aku tidak lagi shalat, ngaji serta ngais berkah di makam-makam keramat… Akupun dijuluki Wahabi
Ketika aku putuskan keluar dari tarekat sekte sufi yang berani menjaminku masuk surga… Akupun diembel-embeli Wahabi

Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
10 Mei 2011 - 13:06:51 WIB

Ketika aku katakan tahlilan dilarang oleh Imam Syafi’i
Akupun dihujat sebagai Wahabi
Ketika aku tinggalkan maulidan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah ajarkan … Akupun dikirimi “berkat” Wahabi

Ketika aku takut mengatakan bahwa Allah subhaanahu wa ta’ala itu dimana-mana sampai ditubuh babipun ada… Akupun dibubuhi stempel Wahabi
Ketika aku mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanjangkan jenggot, memotong celana diatas dua mata kaki, …,…., Akupun dilontari kecaman Wahabi

Ketika aku tanya apa itu Wahabi…?
Merekapun gelengkan kepala tanda tak ngerti
Ketika ku tanya siapa itu wahabi…?
merekapun tidak tahu dengan apa harus menimpali
Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
10 Mei 2011 - 13:08:13 WIB

Tapi…!
Apabila Wahabi mengajakku beribadah sesuai dengan AlQuran dan Sunnah… Maka aku rela mendapat gelar Wahabi !
Apabila Wahabi mengajakku hanya menyembah dan memohon kepada Allah subhaanahu wa ta’ala … Maka aku Pe–De memakai mahkota Wahabi !

Apabila Wahabi menuntunku menjauhi syirik, khurafat dan bid’ah… Maka aku bangga menyandang baju kebesaran Wahabi !
Apabila Wahabi mengajakku taat kepada Allah subhaanahu wa ta’ala dan RasulNya shallallahu ‘alaihi wa sallam … Maka akulah pahlawan Wahabi !

Ada yang bilang.…. Kalau pengikut setia Ahmad shallallahu ‘alaihi wa sallam digelari Wahabi, maka aku mengaku sebagai Wahabi.
Ada yang bilang….. Jangan sedih wahai “Pejuang Tauhid”, sebenarnya musuhmu sedang memujimu, Pujian dalam hujatan….!

Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
10 Mei 2011 - 13:10:46 WIB

Orang mau bilang wahabi ke, Salafy ke...yang penting aku bukan orang tasawuf/sufisme sesat yang melakukan bid'ah dimana-mana, aku bukan orang Ikhwanul Muslimin yang haus darah yang selalu menghunus pedang, aku bukan orang Hijbuth Tahrir yang selalu berdemo soal jihad tapi pengecut terhadap medan jihad yang sebenarnya, aku bukan orang syiah yang sesat dengan tidak mengakui abu bakar sebagai khalifah, aku tidak mau terjebak oleh permainan Jaringan Islam Liberal yang selalu bicara soal liberal dan pluralisme yang ujung-ujungnya menyesatkan dan menjadi atheis...Sungguh mereka yang sesat-sesat itu adalah anjing-anjing penghuni neraka......Aku bangga dengan pemahaman ulama-ulama Salafush Sholih.....yang tetap berjalan lurus sesuai Quran dan Hadits.
admin
11 Mei 2011 - 11:39:19 WIB

Seorang Mufassir kenamaan dari Mesir, Syekh Ahmad Ash Shawi Al Maliki, misalnya, dalam Tafsirnya yang sangat terkenal menafsirkan firman Allah:

أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآَهُ حَسَنًا فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (فاطر:8)

Artinya: “Maka Apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu Dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan) ? Maka Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; Maka janganlah dirimu binasa karena Kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat” (Fathir:8).

admin
11 Mei 2011 - 11:41:18 WIB




Berkenaan dengan ayat ini Ulama bermadzhab Maliki ini menulis:

وقيل هذه الاية نزلت في الخوارج الذين يحرفون تأويل الكتاب والسنة ويستحلون بذ لك دماء المسلمين واموالهم كما هو مشاهد الان في نظائرهم وهم فرقة بارض الحجازيقال لهم الوهابية يحسبون انهم على شيئ الا انهم هم الكاذبون استحوذ عليهم الشيطان فانساهم ذكر الله اولئك حزب الشيطان الا ان حزب الشيطان هم الخاسرون. نسأل الله الكريم ان يقطع دابرهم.


admin
11 Mei 2011 - 11:42:47 WIB








Artinya: Dalam satu keterangan dikatakan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan kaum Khawarij yang menyimpangkan ta’wil (makna) Al Qur’an dan Sunnah dan dengan itu mereka menghalalkan darah dan harta orang-orang beriman sebagaimana yang dapat disaksikan orang-orang seperti mereka pada masa ini yaitu aliran bernama Wahhabiyah di negeri Hijaz (Saudi Arabia). Mereka mengira bahwa mereka berada dalam kebaikan. Ketahuilah sungguh mereka itu adalah para pendusta yang telah dikuasai Syetan lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka Itulah golongan syaitan. ketahuilah, bahwa Sesungguhnya golongan syaitan Itulah golongan yang merugi. (Al Mujadalah:19). Kita memohon kepada Allah semoga Dia menghancurkan kekuatannya (Lihat Tafsir Ash Shawi terbitan Isa Al Baby Al Halaby Mesir pada Juz 3 halaman 307-308)
151
11 Mei 2011 - 12:15:46 WIB

1. Ketika aku putuskan untuk beramal sesuai AlQuran & Sunnah dengan faham As Salafush Shaleh, Akupun dipanggil Wahabi

jawab :
niatnya mulia tp krn ga punya guru dan hanya belajar dr buku maka pemahaman ente jd sesat, sanad guru jauh lebih kuat daripada pedoman buku, karena guru itu berjumpa
dengan gurunya, melihat gurunya, menyaksikan ibadahnya, sebagaimana ibadah yang tertulis
di buku, mereka tak hanya membaca, tapi melihat langsung dari gurunya, maka selayaknya
151
11 Mei 2011 - 12:16:30 WIB

kita tidak berguru kepada sembarang guru, kita mesti selektif dalam mencari guru, karena
bila gurumu salah maka ibadahmu salah pula.
Maka hendaknya kita memilih guru yang mempunyai sanad silsilah guru, yaitu ia mempunyai
riwayat guru – guru yang bersambung hingga Rasul saw dan kau betul - betul mengetahui
bahwa ia benar - benar memanut gurunya.
151
11 Mei 2011 - 12:18:45 WIB

Hingga kini kita ahlussunnah waljamaah lebih berpegang kepada silsilah guru daripada buku
– buku, walaupun kita masih merujuk pada buku dan kitab, namun kita tak berpedoman
penuh pada buku semata, kita berpedoman kepada guru – guru yang bersambung sanadnya kepada Nabi saw ataupun kita berpegang pada buku yang penulisnya mempunyai sanad guru
hingga Nabi saw.
151
11 Mei 2011 - 12:19:55 WIB

2. Ketika aku minta segala hajatku hanya kepada Allah subhaanahu wa ta’ala tidak kepada Nabi & Wali .… Akupun dituduh Wahabi

jawab :
wahai
saudaraku, Allah swt sudah memerintah kita melakukan tawassul. Tawassul adalah
mengambil perantara makhluk untuk doa kita pada Allah swt, Allah swt mengenalkan kita
pada Iman dan Islam dengan perantara makhluk-Nya, yaitu Nabi Muhammad Saw sebagai
151
11 Mei 2011 - 12:20:40 WIB

perantara pertama kita kepada Allah swt, lalu perantara kedua adalah para sahabat, lalu
perantara ketiga adalah para tabi’in. Demikian berpuluh – puluh perantara sampai pada guru
kita, yang mengajarkan kita islam, shalat, puasa, zakat dll, barangkali perantara kita adalah
ayah ibu kita, namun diatas mereka ada perantara, demikian bersambung hingga Nabi saw,
sampailah kepada Allah swt.
151
11 Mei 2011 - 12:21:40 WIB

INI DALILNYA :
Allah swt berfirman : “Hai orang – orang yang beriman, bertakwalah atau patuhlah
kepada Allah swt dan carilah perantara yang dapat mendekatkan kepada Allah SWT
dan berjuanglah di jalan Allah swt, agar kamu mendapatkan keberuntungan” (QS.Al-
Maidah-35).
151
11 Mei 2011 - 12:25:30 WIB

3. Ketika aku tidak lagi shalat, ngaji serta ngais berkah di makam-makam keramat… Akupun dijuluki Wahabi

jawab :

INI DALIL ZIARAH KUBUR :
Berkata Abdullah bin Dinar ra : Kulihat Abdullah bin Umar ra berdiri di kubur Nabi saw
dan bersalam pada Nabi saw lalu berdoa, lalu bersalam pada Abubakar dan Umar ra”
(Sunan Imam Baihaqiy Alkubra hadits No.10052)
Sabda Rasulullah saw : Barangsiapa yang pergi haji, lalu menziarahi kuburku setelah aku
wafat, maka sama saja dengan mengunjungiku saat aku hidup (Sunan Imam Baihaqiy
Alkubra hadits No.10054).
151
11 Mei 2011 - 12:28:40 WIB

Dan masih banyak lagi kejelasan, dan memang tak pernah ada yang mengingkari ziarah kubur
sejak Zaman Rasul saw hingga kini selama 14 abad (1.400 ratus tahun lebih semua muslimin
berziarah kubur, berdoa, bertawassul, bersalam dll tanpa ada yang mengharamkannya
apalagi mengatakan musyrik kepada yang berziarah, hanya kini saja muncul dari kejahilan
dan kerendahan pemahaman atas syariah, munculnya pengingkaran atas hal – hal mulia ini
yang hanya akan menipu orang awam, karena hujjah – hujjah mereka batil dan lemah.
151
11 Mei 2011 - 12:29:40 WIB

Dan mengenai berdoa di kuburan sungguh hal ini adalah perbuatan sahabat radhiyallahu’anhu
sebagaimana riwayat diatas bahwa Ibn Umar ra berdoa dimakam Rasul saw, dan memang
seluruh permukaan bumi adalah milik Allah swt, boleh berdoa kepada Allah dimanapun,
bahkan di toilet sekalipun boleh berdoa, lalu dimanakah dalilnya yang mengharamkan
doa di kuburan?, sungguh yang mengharamkan doa dikuburan adalah orang yang dangkal
pemahamannya, karena doa boleh saja diseluruh muka bumi ini tanpa kecuali.

151
11 Mei 2011 - 12:31:45 WIB

4. Ketika aku putuskan keluar dari tarekat sekte sufi yang berani menjaminku masuk surga… Akupun diembel-embeli Wahabi

jawab :

Perlu diketahui bahwa Thariqah (tarekat) adalah metode untuk mencapai kedekatan pada Allah swt, dan Thariqah sangat banyak, ada yg benar dan ada yg sesat. Saya selaku pengikut Thariqah Alawiyyah yg Thariqah ini menjadi induk dari semua Thariqah, ingin memperjelas bahwa Thariqah Alawiyyah berjalan sesuai Alqur'an dan Hadits, ia adalah Thariqah yg memadukan antara Syariah dan Haqiqah, sedangkan sebagian Thariqah lainnya kebanyakan lebih condong kepada Haqiqah semata, dan banyak yg menyepelekan syariah, dan sebagian lainnya mendahulukan haqiqah daripada syariah.
namun jika pada suatu Thariqah ada hal hal yg melanggar syariah maka tentunya Batil, karena bertentangan dg ajaran Rasul saw

151
11 Mei 2011 - 12:32:56 WIB

5. Ketika aku katakan tahlilan dilarang oleh Imam Syafi’i
Akupun dihujat sebagai Wahabi

jawab :

tahlilan itu sunnah dan bidah haasanah, dan INGAT!!! IMAM SYAEFI TDK PERNAH MELARANGNYA, Munculkan satu dalil yang mengharamkan acara Tahlil?, (acara berkumpulnya
muslimin untuk mendoakan yang wafat) tidak di Al Qur’an, tidak pula di Hadits, tidak
pula di Qaul Sahabat, tidak pula di kalam Imamulmadzahib, hanya mereka saja yang
mengada ada dari kesempitan pemahamannya

151
11 Mei 2011 - 12:35:02 WIB

6. Ketika aku tinggalkan maulidan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah ajarkan … Akupun dikirimi “berkat” Wahabi

jawab :
baca dalil2 tsigah ttg maulid..bahkan ratusan imam2 besar berlomba membuat maulid utk rasul saw...jd lbh pinter mana wahabi atau ulamam2 besar aswaja?

151
11 Mei 2011 - 12:36:59 WIB

7. Ketika aku takut mengatakan bahwa Allah subhaanahu wa ta’ala itu dimana-mana sampai ditubuh babipun ada… Akupun dibubuhi stempel Wahabi

jawab :

inilah sesatnya pemahaman logika busuk wahabi menyamakan ALLAH dg mahluk...ALLAH MAHA SUCI dr tuduhan wahabi sesat, ALLAH ITU DEKAT TANPA SENTUHAN DAN JAUH TANPA JARAK



151
11 Mei 2011 - 12:40:20 WIB

8. Ketika aku mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanjangkan jenggot, memotong celana diatas dua mata kaki, …,…., Akupun dilontari kecaman Wahabi

jawab :

bahwa telah terjadi di zaman Rasul saw seorang lelaki
menyeramkan dengan jenggot memanjang dan dahi menjorok kedepan, mata
membelalak, dan berkepala sulah, menegur Rasul saw seraya berkata : "Bertakwalah
kepada Allah wahai Rasul..!", maka murkalah Rasul saw dan berkata : "Bukankah aku
yang paling berhak atas ketakwaan dimuka bumi ini..?", maka berkata Khalid bin walid
151
11 Mei 2011 - 12:41:55 WIB

ra : Izinkan aku menebas lehernya Wahai rasulullah..!, maka berkatalah Rasul saw :
"Jangan.. barangkali dia ini shalat", maka berkata Khalid : berapa banyak orang yang
shalat dan hatinya tidak shalat?, maka Rasul saw menjawab : "Aku tidak diutus untuk
membelah dada mereka untuk memeriksa iman mereka", lalu Rasul saw terus
memandangi lelaki buruk akhlak itu seraya bersabda : "akan lahir dari sulbi orang ini
suatu kaum yang membaca Kitabullah dengan lembab, tidak melewati tenggorokannya
(tidak diamalkan/tidak memahami kemuliaan Alqur'an, hanya sekedar hafal lalu
menghina orang lain), mereka menjauh dari agama sebagaimana menjauhnya anak
panah dari busurnya, bila aku menjumpai mereka aku akan memerangi mereka
sebagaimana memerangi kaum tsamud" (Shahih Muslim hadits no.1063,1064)

151
11 Mei 2011 - 12:56:37 WIB

10. Apabila Wahabi mengajakku beribadah sesuai dengan AlQuran dan Sunnah… Maka aku rela mendapat gelar Wahabi !

jawab :
justru pemahaman wahabi ini bertentangan dg jumhur ulama aswaja, kok bisa2nya dibilang sesuai sunnah??

151
11 Mei 2011 - 12:58:34 WIB

11. Apabila Wahabi mengajakku hanya menyembah dan memohon kepada Allah subhaanahu wa ta’ala … Maka aku Pe–De memakai mahkota Wahabi !

jawab :

Sabda Rasul saw : Maukah kalian kuberitahu orang orang mulia diantara kalian..?,
mereka yang ketika dilihat wajahnya maka membuat mereka ingat pada Allah (Adabul
Mufrad oleh Imam Bukhari), maka jelas sudah bahwa larangan adalah penyembahan, bukan
memuliakan hamba yang dimuliakan Allah swt, sebagaimana Allah swt memerintahkan
Iblis untuk memuliakan Adam as, hamba Nya yang shalih, namun Iblis menolak, inilah satu
satunya kesalahan Iblis, ia hanya mau memuliakan Allah, tanpa mau memuliakan makhluk
yang dimuliakan Allah
151
11 Mei 2011 - 13:00:46 WIB

12. Apabila Wahabi menuntunku menjauhi syirik, khurafat dan bid’ah… Maka aku bangga menyandang baju kebesaran Wahabi !

jawab :

semakin dangkal ilmu maka akan semakin mudah menghukumi sesuatu dg kata2 syirik, khurafat dan bid’ah
Maka bila muncul pemahaman di akhir zaman yang bertentangan dengan pemahaman
para Muhaddits maka mestilah kita berhati hati darimanakah ilmu mereka?,
berdasarkan apa pemahaman mereka?, atau seorang yang disebut imam padahal ia
tak mencapai derajat hafidh atau muhaddits?, atau hanya ucapan orang yang tak
punya sanad, hanya menukil menukil hadits dan mentakwilkan semaunya tanpa
memperdulikan fatwa fatwa para Imam?

ah ah ah tobatlah kalian wahabi


TTD


151
PEMBASMI HAMA WAHABI







gundalatong
12 Mei 2011 - 13:37:05 WIB

sebenarnya mereka yg dikatakan wahhabi itu orang2 yang mencari jati diri sebenarnya... manakah islam yang baik...
jika dilihat dari komentar2 mereka sungguh terlihat keimanan mereka sampai dimana.

mereka2 ini perlu diberi tuntunan, saya sangat berterima kasih kepada ustadz syarif rahmat RA. saya pernah ke ponpes beliau di pondok cabe. saya tidak menyalahkan mereka (wahabbi). bedanya kita dan mereka adalah kita tidak pernah selalu mengaggap bahwa itu bid'ah ini bid'ah... (kasarnya lo2 gue2) makin mantablah saya dengan ajaran2 yg telah diwarisi para ulama2 sebelumnya dan para wali songo.....
151
13 Mei 2011 - 13:09:15 WIB

Hb Munzir :

Saudaraku yg kumuliakan,
Ahlussunnah waljamah adalah yg berpegang kepada Ajaran Rasulullah saw dan merupakan kelompok ulama yg bersatu dalam masing masing madzhab, yg ada kini adalah 4 madzhab, Hambali, Syafii, Maliki dan hanafi.

keempat Imam besar ini menjadi rujukan seluruh ulama, imam dan Muhaddits lainnya, dan 4 Imam ini berawal dari satu rumpun, Imam Ahmad bin Hanbal berguru pada Imam Syafii, dan Imam Syafii berguru
151
13 Mei 2011 - 13:09:46 WIB

pada Imam Malik, dan Imam Malik hidup sezaman dengan Imam Hanafi dan keduanya berguru dengan para Tabiin, dan para Tabiin berguru dari sahabat radhiyallahu'anhum, dan para sahabat tentunya dari satu sumber, yaitu Rasulullah saw

kemudian para Huffadh (Huffadh adalah gelar jamak untuk para Hafidh, dan Hafidh adalah mereka yg hafal lebih dari 100 ribu hadits dengan berikut sanad dan hukum matannya) dan para Muhaddis (Muhaddits
151
13 Mei 2011 - 13:10:15 WIB

adalah yg berjumpa langsung dengan periwayat hadits dan lalu mencatatntya), dan para Hujjatul Islam (hujjah diberikan gelar untuk orang yg sudah hafal 300 ribu hadits berikut sanad dan hukum matannya), kesemua mereka itu berpanut mengikuti fatwa 4 Imam besar ini.

inilah yg disebut Ahlussunnah waljamaah.

demikian seluruh dunia mengikuti salah satu dari 4 Imam besar ini, dan merekalah rumpun para ulama, Muhaddits, Huffadh, Hujjatul Islam dll.

maka muncullah kelompok yg memisahkan diri, seperti syiah, wahabi, dll.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

151
13 Mei 2011 - 13:12:47 WIB

Guru Mulia Habib Munzir :

Kita ahlussunnah waljamaah mempunyai sanad, bila saya bicara fatwa Imam Bukhari, saya
mempunyai sanad guru kepada Imam Bukhari. Bila saya berbicara fatwa Imam Nawawi,
saya mempunyai sanad guru kepada Imam Nawawi, bila saya berbicara fatwa Imam Syafii,
maka saya mempunyai sanad Guru kepada Imam Syafii.


151
13 Mei 2011 - 13:13:32 WIB

Demikianlah kita ahlussunnah waljamaah, kita tidak bersanad kepada buku, kita mempunyai
sanad guru, boleh saja dibantu oleh buku – buku, namun acuan utama adalah pada guru yang
mempunyai sanad.
Kasihan mereka mereka yang keluar dari ahlussunnah waljamaah karena berimamkan buku,
agama mereka sebatas buku – buku, iman mereka tergantung buku, dan akidah mereka
adalah pada buku – buku.
Jauh berbeda dengan ahlussunnah waljamaah, kita tahu siapa Imam Nawawi, Imam Nawawi
bertawassul pada Nabi saw, Imam Nawawi mengagungkan Rasul saw, beliau membuat


151
13 Mei 2011 - 13:13:53 WIB

shalawat yg dipenuhi salam pada Nabi Muhammad saw, ia memperbolehkan tabarruk dan
ziarah kubur, demikianlah para ulama ahlussunnah waljamaah.
Sabda Rasulullah saw : “Sungguh sebesar - besar kejahatan muslimin pada muslimin
lainnya, adalah yang bertanya tentang hal yang tidak diharamkan atas muslimin, menjadi
diharamkan atas mereka karena pertanyaannya” (Shahih Muslim hadits No.2358, dan
juga teriwayatkan pada Shahih Bukhari).

151
13 Mei 2011 - 13:15:39 WIB

jadi kesimpulannya kesesatan wahabi terletak pd pemahamannya yg mengartikan alquran dan hadist berdasarkan pemamahan dangkalnya pribadi tanpa adanya guru dan satu hal yg bikan wahabi mental dr aswaja adalah tdk adanya sanad ilmu dan guru, itu kesalahan fatal wahabi
Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
14 Mei 2011 - 07:41:56 WIB

Orang-orang biasa menuduh "wahabi " kepada setiap orang yang melanggar tradisi, kepercayaan dan bid'ah mereka, sekalipun kepercayaan-kepercayaan mereka itu rusak, bertentangan dengan Al-Qur'anul Karim dan hadits-hadits shahih. Mereka menentang dakwah kepada tauhid dan enggan berdo'a (memohon) hanya kepada Allah semata.


Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
14 Mei 2011 - 10:32:06 WIB

Musuh-musuh tauhid memberi gelar wahabi kepada setiap muwahhid (yang mengesakan Allah), nisbat kepada Muhammad bin Abdul Wahab, Jika mereka jujur, mestinya mereka mengatakan Muhammadi nisbat kepada namanya yaitu Muhammad. Betapapun begitu, ternyata Allah menghendaki nama wahabi sebagai nisbat kepada Al-Wahhab (Yang Maha Pemberi), yaitu salah satu dari nama-nama Allah yang paling baik (Asmaa'ul Husnaa).

Jika shufi menisbatkan namanya kepada jama'ah yang memakai shuf (kain wol) maka sesungguhnya wahabi menisbatkan diri mereka dengan Al-Wahhab (Yang Maha Pemberi), yaitu Allah yang memberikan tauhid dan meneguhkannya untuk berdakwah kepada tauhid.

Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
14 Mei 2011 - 10:33:16 WIB

Para ahli bid'ah menentang keras dakwah tauhid yang dibangun oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Ini tidak mengherankan, sebab musuh-musuh tauhid telah ada sejak zaman Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Bahkan mereka merasa heran terhadap dakwah kepada tauhid. Allah berfirman:

"Artinya : Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan." [Shaad : 5]

Musuh-musuh syaikh memulai perbuatan kejinya dengan memerangi dan menyebarluaskan berita-berita bohong tentangnya. Bahkan mereka bersekongkol untuk membunuhnya dengan maksud agar dakwahnya terputus dan tak berkelanjutan. Tetapi Allah Subhannahu wa Ta'ala menjaganya dan memberinya penolong, sehingga dakwah tauhid terbesar luas di Hejaz, dan di negara-negara Islam lainnya.

Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
14 Mei 2011 - 10:34:35 WIB

Meskipun demikian, hingga saat ini, masih ada pula sebagian manusia yang menyebarluaskan berita-berita bohong. Misalnya mereka mengatakan, dia (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab) adalah pembuat madzhab yang kelima[3], padahal dia adalah seorang penganut madzhab Hambali. Sebagian mereka mengatakan, orang-orang wahabi tidak mencintai Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam serta tidak bershalawat atasnya. Mereka anti bacaan shalawat.

Padahal kenyataannya, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab –rahimahullah- telah menulis kitab "Mukhtashar Siiratur Rasuul Shalallaahu alaihi wasalam ". Kitab ini bukti sejarah atas kecintaan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka mengada-adakan berbagai cerita dusta tentang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, suatu hal yang karenanya mereka bakal dihisab pada hari Kiamat.

Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
14 Mei 2011 - 10:35:28 WIB

Seandainya mereka mau mempelajari kitab-kitab beliau dengan penuh kesadaran, niscaya mereka akan menemukan Al-Qur'an, hadits dan ucapan sahabat sebagai rujukannya.

Seseorang yang dapat dipercaya memberitahukan kepada penulis, bahwa ada salah seorang ulama yang memperingatkan dalam pengajian-pengajiannya dari ajaran wahabi. Suatu hari, salah seorang dari hadirin memberinya sebuah kitab karangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Sebelum diberikan, ia hilangkan terlebih dahulu nama pengarangnya. Ulama itu membaca kitab tersebut dan amat kagum dengan kandungannya. Setelah mengetahui siapa penulis buku yang dibaca, mulailah ia memuji Muhammad bin Abdul Wahab.

Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
14 Mei 2011 - 10:36:51 WIB

Dalam Sebuah Hadits Disebutkan:

" Artinya : Ya Allah, berilah keberkahan kepada kami di negeri Syam, dan di negeri Yaman. Mereka berkata, 'Dan di negeri Nejed.' Rasulullah berkata, 'Di sana banyak terjadi berbagai kegoncangan dan fitnah, dan di sana (tempat) munculnya para pengikut setan." [Hadits Riwayat Al-Bukhari dan Muslim]

Ibnu Hajar Al-'Asqalani dan ulama lainnya menyebutkan, yang dimaksud Nejed dalam hadits di atas adalah Nejed Iraq. Hal itu terbukti dengan banyaknya fitnah yang terjadi di sana. Kota yang juga di situ Al-Husain bin Ali Radhiyallahu anhuma dibunuh.

Hal ini berbeda dengan anggapan sebagian orang, bahwa yang dimaksud dengan Nejed adalah Hejaz, kota yang tidak pernah tampak di dalamnya fitnah sebagaimana yang terjadi di Iraq. Bahkan seba-liknya, yang tampak di Nejed Hejaz adalah tauhid, yang karenanya Allah menciptakan alam, dan karenanya pula Allah mengutus para rasul.

Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
14 Mei 2011 - 10:43:16 WIB

Untuk Kalian Yang Mencaci Wahabi !!!

Bismillah, kepada siapa saja yang mencaci maki ahlus sunnah dengan sebutan wahabi dan menghina daulah suudiyah serta memfitnah Daulah Su’udiyyah / Kerajaan Saudi Arabia.

Wahabi yang kalian caci maki itu telah memiliki negara sendiri yang kuat persenjataannya dan kuat ekonominya. Bahkan kalian yang mencaci maki itu tak lepas dari kenikmatan fasilitas yang orang-orang wahabi berikan saat menunaikan ibadah haji.

Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
14 Mei 2011 - 10:44:51 WIB

Lihatlah… saat kalian menghamburkan uang untuk pesta demokrasi, para wahabi itu telah menyumbangkan dana yang besar untuk kaum Muslimin di palestina dan banyak negara Islam lainnya.

lihatlah… saat kalian mencaci maki di sini, para petugas dan polisi wahabi di sana memberikan pelayanan yang nyaman kepada saudara-saudara kalian yang beribadah haji.

lihatlah… saat kalian butuh pekerjaan dan ma’isyah, maka orang-orang wahabi itu menerima para pekerja kalian yang ingin mencari nafkah di negara wahabi.

tapi… kenapa sesampai disini kalian menebarkan fitnah yang keji?
kenapa kalian membalas kebaikan dengan buruknya hasutan-hasutan busuk kalian?
Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
14 Mei 2011 - 10:45:48 WIB

Apakah karena dalil dan hujjah alquran dan sunnah yang orang-orang wahabi itu katakan kepada kalian agar kalian kembali kepada kebenaran sehingga kalian membenci mereka?

jika kalian merasa tertekan dengan kebenaran yang mereka bawa,maka coba datangkan kebenaran lain dari sisi kalian yang kalian rasa mampu menandingi apa yang orang-orang wahabi bawa. Cobalah untuk menjadi kesatria,yang fair terhadap kebenaran.

Hujjah balaslah dengan hujjah.
Jangan membalas hujjah dengan fitnah.
Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
14 Mei 2011 - 10:46:51 WIB

Malu-lah pada jiwa-jiwa kalian saat jiwa-jiwa kalian mengatakan: ‘iya yah… benar juga yang dia katakan…”
Tapi setelah itu kalian meberi ruang bagi hawa nafsu kalian untuk membunuh bisikan kebenaran itu.
Kalian lebih mendukung perkataan… hawa nafsu yang bicara: “ah… kalo dia benar, berarti habib ini salah… kan gak mungkin habib salah.”

Atau kalian malu meneriakkan kebenaran seorang diri ditengah jutaan jamaah kalian yang hanyut dalam kesesatan?
Apa kalian takut jamaah kalian akan meninggalkan kalian???
Atau kalian takut tidak dihormati lagi.

Wallaahi…
sungguh penghormatan dari Allah jauh lebih mulia daripada penghormatan makhluk.
Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
14 Mei 2011 - 10:49:01 WIB

Siapa Yang Mengatakan Wahabi Sesat? .

Al Lajnah Ad Daimah, Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa di Saudi Arabia ditanya, “Siapakah wahabiyah?”

Jawaban para ulama yang duduk di Al Lajnah Ad Daimah, Wahabiyah adalah kata yang dimunculkan oleh para penentang dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah. Padahal Syaikh rahimahullah berdakwah untuk memurnikan tauhid dari berbagai macam kesyirikan. Beliau ingin menghapus berbagai macam cara beragama di luar yang dituntunkan oleh Nabi kita Muhammad bin Abdillah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maksud dari pemunculan nama ini sebenarnya adalah untuk menjauhkan dan menghalangi manusia dari dakwah beliau.

Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
14 Mei 2011 - 10:52:33 WIB

Namun usaha semacam ini tidaklah membahayakan dakwah beliau. Bahkan dakwah beliau semakin tersebar di berbagai penjuru dunia dan semakin dicintai. Di antara mereka yang diberi taufik oleh Allah untuk mengenal dakwah beliau, mereka melakukan penelitian lebih lanjut tentang hakikat dakwah beliau, mereka pun membelanya, karena beliau selalu bersandar pada dalil Al Kitab dan As Sunnah yang shohih pada setiap apa yang beliau sampaikan. Sehingga mereka semakin berpegang teguh dengan dakwahnya, mengikutinya dan mengajak manusia kepada dakwah beliau. Wa lillahil hamd (Segala pujian hanyalah milik Allah).

Wabillahit taufiq. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, juga kepada pengikut dan para sahabatnya.

[Fatwa Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Iftah (Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi) no. 9450, pertanyaan kedua]
Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
14 Mei 2011 - 10:56:16 WIB

ALLAH AKAN MELINDUNGI SAMPAI KIAMAT KOTA MEKKAH DAN MADINAH DAN ULAMA-ULAMANYA DARI FITNAH DAJJAL:

وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ
dan demi kota (Mekah) ini yang aman, (At-Tiin: 3)

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الْأَصْنَامَ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. (Ibrahim: 35)

Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
14 Mei 2011 - 10:58:48 WIB

Telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Aziz bin 'Abdullah berkata, telah menceritakan kepada saya Ibrahim bin Sa'ad dari bapaknya dari kakeknya dari Abu Bakrah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Al Masihud-Dajjal yang ditakuti tidak akan dapat memasuki kota Madinah. Pada hari itu Madinah memiliki tujuh pintu yang setiap pintunya akan ada dua malaikat (yang menjaganya) ".(HADIST NO - 1746 KITAB BUKHARI)
Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
14 Mei 2011 - 11:05:32 WIB

KEPADA ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK UNTUK DISEKOLAHKAN, JANGANLAH KALIAN MASUKKAN ANAK KALIAN PADA SEKOLAH YANG MENGGUNAKAN NAMA UMMUL QURA INI, SUNGGUH SANGAT MENYESATKAN, MEREKA TELAH MEMFITNAH UMM AL-QURA UNIVERSITY YANG ASLI DI KOTA JEDAH DENGAN MENGGUNAKAN NAMANYA, USTADZ-USTADZ PENGAJAR DI WEB INI MERUPAKAN KUMPULAN ORANG-ORANG BID'AH, PENUH DENGAN DUSTA DAN FITNAH MIRIP DENGAN DAJJAL. MENYESAL KEMUDIAN TIDAKLAH BERGUNA.....


Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
14 Mei 2011 - 11:07:51 WIB


اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ.
“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.”

Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
14 Mei 2011 - 11:19:29 WIB

MENGENAI BANTAHAN TERHADAP DUSTA DARI ADMIN WEB INI, SEMUA BISA LIHAT DI :
http://abul-jauzaa.blogspot.com/
http://www.abuaya z.co.cc/
http://shirotholmustaqim.wordpress.com/
ht tp://www.salafy.or.id/
http://ummusalma.wordpress.com/ download-center/
http://al-atsariyyah.com/
http://a lfirqatunnajiyyah.blogspot.com/
http://rumaysho.wordpr ess.com/
http://abiubaidah.com/
Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
14 Mei 2011 - 11:22:59 WIB

MENGENAI BANTAHAN TERHADAP DUSTA DARI ADMIN WEB INI DAN FITNAH YANG MENJELEKKAN WAHABI DAN SALAFY, SEMUA BISA LIHAT DI :
http://abul-jauzaa.blogspot.com/
http://www.abuaya z.co.cc/
http://shirotholmustaqim.wordpress.com/
htt p://www.salafy.or.id/
http://ummusalma.wordpress.com/ r
http://al-atsariyyah.com/
http://alfirqatunnajiyyah .blogspot.com/
http://rumaysho.wordpress.com/
http: //abiubaidah.com/
Bukan Wahabi
14 Mei 2011 - 11:57:21 WIB

Orang Indonesia kalau mau belajar Islam jangan ke Ustadz wahabi, kalau udah kena virus wahabi sulit pikirannya terbuka, belajar dulu ke ulama2 ahlusunnnah tulen .jadi tidak fanatik buta kepada wahabi....
saya bukan wahabi
14 Mei 2011 - 12:06:02 WIB

salafi/ahabi memang beitu Sibuk mengingkari, membantah atau mencela kesesatan orang lain dengan dalih berjihad membela Islam. a) Banyak pihak yang mereka bantah termasuk kalangan muslim yang sebenarnya tidak terjatuh dalam kesesatan.b) pihak-pihak yang membantah kesesatan bukan hanya salafi dari kalangan ahli ilmu tetatpi oorang-orang yang belum lama ikut salafi juga ikut-ikutan. c) Sering kali mereka tidak membantah secara ilmiah, tetapi terjerumus emosi, bahkan di hiasi dengan celaan-celaan terhadap kehormatan sesame muslim. Tidak hanya yunior-yunior salafi yang terjebak emosi tapi usatadz-ustadz bahkan syaikh-syaikh mereka.
Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
14 Mei 2011 - 13:53:39 WIB



"Orang yang jahat akan melihat dosa-dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya, dengan santai dapat diusirnya hanya dengan mengibaskan tangan. Adapun seorang mukmin melihat dosa-dosanya bagaikan duduk di bawah kaki gunung yang siap menimpanya". (HR. Al-BUkhari)

imam
14 Mei 2011 - 13:54:50 WIB

Allohumma robba Jibriila wa Mikaa'iila wa Isroofiila. Faathirossamaawaa ti wal ardli, 'Aalimal Ghoybi Wasysyahaadati. Anta tahkumu bayna 'ibaadika fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuun.
Regina Safitri binti Ibnu Taimiyyah
14 Mei 2011 - 13:55:58 WIB


إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ [٢٨:٥٦]
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.(Al-Qashash ayat 56)

“Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.” (At-Taubah: 65-66)

“Hendaknya engkau tinggalkan semua kelompok-kelompok (yang menyeru kepada kesesatan) itu, walaupun engkau terpaksa harus menggigit akar pohon, sampai kematian mendatangimu dan engkau dalam keadaan seperti itu”. [Riwayat Al-Bukhari No. 3338 dan Muslim No. 3834, dengan lafadz Muslim].

Mantan Penganut Ahlu Sunnah Waljamaah Gadungan
14 Mei 2011 - 14:04:31 WIB

Mantapppp ukhti regina!!!! Saya jadi sadar sekarang telah dikibuli oleh orang2 yg mengaku ahlu sunnah tapi kenyataannya seperti sampah, mengatakan kepada orang menjelekkan padahal dia sendiri dengan emosi menjawab dengan cacian...Hai anjing2 ahlu sunnah gadungan!!! contoh tuh ukhti regina, dia masih punya akal yang sehat, gunakan otak kalian bukan pake dengkul kalian, saya seorang pedagang tadinya ingin menyekolahkan anak ke ummul qura.sch.id...tapi saya tersentak kaget meliat tulisan ukhti regina. Thanks ukhti atas peringatannya....salam.
imam
14 Mei 2011 - 14:13:22 WIB

tolong dikaji lagi jangan sepotong sepotong ayat, sebaiknya digurukan utk mempelajari alqur'an, mengenai asbabun nuzulnya ayat, sastra atau tata bahasanya.
imam
14 Mei 2011 - 14:28:58 WIB

kalau kita memang mencintai rasulullah maka ikuti akhlaknya, apakah dibenarkan mengatakan kata kata seperti mantan penganut ahlu sunnah waljamma'ah, saya pernah membaca majalah asy syariah namun saya lupa edisi yang keberapa, tapi dalam isi nya ketika itu mencaci, memaki, bahkan menghujat Imam Al Ghazali, namun setelah beberapa bulan kemudian majalah Asy syariah tsb memakai pendapat nya Imam Ghazali, maka timbul protes dari kalangan internal, namun sudah kadong terbit maka salah satu Ustadz memakai dalil di Alqur'an sedikit petikan dari arti tsb "Dan Janganlah kebencian mu terhadap suatu kaum lalu membuatmu berlaku tidak Adil", semoga kita bisa merenungi petikan arti dari ayat tsb, perbanyaklah istighfar, karena rasulullah tidak kurang 70 kali beristighfar setip harinya.
imam
14 Mei 2011 - 14:43:03 WIB

Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menyebutkan bahwa salah satu tanda akhir zaman adalah pembangunan Bayt al-Maqdis di Yerusalem dan penghancuran Yatsrib (Madinah). Sebuah hadits dari Mu’âdz ibn Jabal, Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berkata (bahwa di antara tanda-tanda akhir zaman adalah), “Pembangunan kembali Bayt al-Maqdis, penghancuran Yatsrib dan penghancuran Yatsrib, munculnya pembantaian dan pertempuran dahsyat atau pertikaian berdarah, penaklukan Konstantinopel dan kemunculan Dajjal.”
Lalu Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menepuk paha Mu’âdz sambil berkata, “Sungguh, itu merupakan kebenaran, seperti halnya kenyataan bahwa kamu sedang duduk saat ini.”

imam
14 Mei 2011 - 14:45:53 WIB

Kita mungkin akan berpikir bahwa untuk membangun Yerusalem (Al-Quds) berarti membangun gedung-gedung tinggi beserta tampilan peradabannya yang bisa kita saksikan saat ini, dan bahwa di Madinah tidak akan ada “peradaban” semacam itu.
Namun, di Madinah telah dibangun gedung-gedung tinggi, pusat-pusat perbelanjaan, hotel-hotel, terowongan-terowongan menuju masjid, dan perluasan masjid. Semua ini tampaknya bertolak belakang dengan hadits yang menyebutkan bahwa Madinah akan hancur.
Ketika kita cermati hadits itu lebih dalam, kita melihat bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak menyebutkan bahwa seluruh kota Yerusalem akan dibangun, tetapi Bayt al-Maqdis akan diperbaiki. Al-Quds mencakup seluruh Yerusalem, dan Bayt al-Maqdis adalah kawasan suci tempat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam naik ke langit dalam rangka Isra’ dan Mi’raj.

imam
14 Mei 2011 - 14:48:00 WIB

Ucapan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak mencakup seluruh bangunan di Yerusalem, seperti yang disebutkan dalam hadits, “pemugaran kembali Bayt al-Maqdis,” yang secara khusus menyebutkan bayt (rumah) untuk menekankan bangunan yang akan dipelihara dan dipugar, termasuk bangunan di sekelilingnya, seperti monumen dan benda-benda sejarah.
Kawasan tersebut telah dijaga selama berabad-abad, dan dipelihara dalam bentuknya yang asli. Melalui pengetahuannya yang diberikan oleh Allah Azza wa Jalla, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah melukiskan peristiwa itu 1400 tahun yang lalu. Seperti yang disebutkan terdahulu, situasi Madinah saat ini, dengan bangunan-bangunannya modern, tampak bertolak belakang dengan hadits yang menyebutkan bahwa Madinah akan mengalami penghancuran.

imam
14 Mei 2011 - 14:50:12 WIB

Namun, dengan pencermatan yang lebih saksama, kita mengetahui bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam secara khusus menyebutkan bahwa Yatsrib, bukan Madinah, akan dirusak.
Pernyataan Nabi yang sangat akurat itu mengungkapkan makna yang bisa dipahami dalam konteks modern. Yatsrib adalah kota Nabi tempat munculnya cahaya pengetahuan yang menyinari dunia. Ia merupakan tempat berdirinya pemerintahan Islam yang pertama, dan sumber banyak prestasi para sahabat.
Kharâb Yatsrib berarti bahwa peradaban kota tua Madinah (yang dulu dikenal dengan nama Yatsrib) akan rusak. Dampaknya adalah bahwa segala peninggalan klasik dan tradisional dalam Islam akan dihancurkan pada masa-masa sebelum datangnya Kiamat.

imam
14 Mei 2011 - 14:51:38 WIB

PENGRUSAKKAN BANGUNAN MONUMENTAL ISLAM OLEH KAUM WAHHABI
Pengrusakkan itu dilakukan oleh sekelompok orang yang menyebarkan versi Islam dengan pemahaman yang dangkal, yang mendiskreditkan dan meremehkan tradisi-tradisi klasik. Kini, kita menyaksikan kemunculan sekelompok orang yang menentang setiap aspek Islam tradisional, Islam arus utama, yang telah dipelihara oleh umat Islam selama lebih dari 1400 tahun. Kelompok tersebut ingin mengubah seluruh pemahaman keagamaan dengan menawarkan Islam “modernis” mereka.

imam
14 Mei 2011 - 14:53:57 WIB

Orang-orang tersebut merupakan kelompok minoritas di tubuh umat Islam. Gagasan-gagasan mereka yang penuh penyimpangan telah disanggah dan ditolak dari berbagai sisi oleh para ulama Islam, seperti yang telah banyak ditulis orang. Tidak ada yang namanya Islam itu dimodernkan, diperbaiki, ataupun dibenahi. Islam adalah agama yang sempurna, sejak pertama kali dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam hingga Hari Kiamat.
Allah Azza wa Jalla telah berfirman:
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan atasmu nikmatku, dan telah Kuridai Islam menjadi agama bagimu.” (QS Al-Maidah 5:3)

imam
14 Mei 2011 - 14:54:53 WIB

Islam adalah pesan terakhir dan pastilah mampu mengakomodasi semua kehidupan manusia hingga akhir masa. Islam dapat merangkul semua jenis kebudayaan tanpa sedikit pun menambah atau mengurangi makna Islam itu sendiri. Oleh karena itu, tidak ada reformasi, renovasi, penambahan, atau pengurangan dalam Islam.
Sementara Islam sendiri tidak mengenal reformasi, orang-orang Islam sendiri-lah yang perlu mereformasi diri sehingga mereka dapat memahami dan melaksanakan Islam dengan benar. Dalam kesempurnaannya, Islam mirip dengan bulan purnama: bulatnya tidak kurang dan tidak lebih.

imam
14 Mei 2011 - 14:55:44 WIB

Kharâb (Penghancuran) Yatsrib disebutkan 2 kali dalam hadits di atas. Kali pertama adalah penghancuran peradaban pengetahuan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, yaitu pengrusakan agama dalam bentuk penyimpangan terhadap pesan-pesan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.
Mereka (kaum Wahhabi) yang mengklaim diri sebagai “pembaharu Islam” berusaha menyuguhkan hal-hal baru untuk menggantikan dan menghapus hal-hal klasik dan tradisional dalam Islam.

imam
14 Mei 2011 - 14:56:47 WIB

Aliran Wahhabi inilah yang pertama kali mengajukan pemahaman yang sepenuhnya baru tentang Islam, dengan kedok “pemurnian” Islam.
Ideologi Wahhabisme ini telah merusak Islam tradisional atas nama “pemurnian” Islam, seakan-akan semua orang Islam sebelum munculnya Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhâb telah tersesat.

imam
14 Mei 2011 - 14:57:57 WIB

Alih-alih membawa pemurnian, ia justru telah menghancurkan ilmu-ilmu dan praktik keislaman yang telah berakar selama berabad-abad. Semua hal yang telah diwariskan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan generasi Islam sepeninggal beliau tiba-tiba dicap sebagai bentuk penyembahan berhala (syirik) yang harus dimusnahkan.
Orang-orang Islam yang melaksanakan ibadah haji dijejali dengan bahan-bahan bacaan dan propaganda mereka, sehingga para jemaah itu menganggap bahwa keyakinan dan praktik tradisional mereka bertentangan dengan Islam. Sekte Wahhabi meragukan tradisi keilmuan yang telah berusia 1400 tahun, dan melontarkan tuduhan kufur, syirik, bidah, dan haram terhadap berbagai praktik dan pemahaman tradisional.

imam
14 Mei 2011 - 14:58:52 WIB

Kerusakan pertama yang menimpa Yatsrib adalah ketika Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhâb menghancurkan ilmu-ilmu “keislaman” dengan cara meracuni pemahaman orang-orang Islam terhadap agama mereka.
Ungkapan Kharâb Yatsrib yang kedua merujuk pada penghancuran fisik terhadap bangunan dan monumen yang berasal dari masa Nabi di Yatsrib, kota Madinah klasik. Di Madinah memang telah terjadi perluasan Masjidil Haram, tetapi kenyataan tersebut tidak bertolak belakang dengan ungkapan “Kharâb Yatsrib” karena hadits tersebut merujuk pada kota tua Madinah yang dikenal dengan Yatsrib, dan semua yang mewakilinya.

imam
14 Mei 2011 - 14:59:57 WIB

Segala sesuatu yang terkait dengan kehidupan Nabi telah dipelihara oleh orang-orang Islam selama bertahun-tahun, apakah masjid tua, benda-benda sejarah, atau makam rasul, para sahabat, istri, dan anak-anaknya.
Meskipun orang-orang Islam selama berabad-abad sepakat bahwa situs-situs tersebut merupakan bagian penting dalam sejarah dan tradisi Islam, semuanya dihancurkan oleh aliran Wahhabi dengan menggunakan dalih bahwa “semua itu bukan lagi Islam”.
Pemahaman mereka yang dangkal terhadap Islam mengakibatkan penghancuran sejumlah benda peninggalan sejarah dan monumen. Kharâb berarti “penghancuran,” tetapi kata ini juga bermakna peruntuhan.”

imam
14 Mei 2011 - 15:00:59 WIB

Memang, kantong-kantong tradisi klasik masih ada, dan hendak dibangun kembali oleh umat Islam, tetapi mereka tidak diperkenankan membangunnya kembali, sehingga yang tersisa hanyalah reruntuhan dan puing-puing bangunan.
Tidak ada lagi orang yang mengetahui lokasi kuburan para sahabat. Di Gunung Uhud dekat Madinah, kita bisa menyaksikan puing-puing bangunan yang awalnya merupakan makam yang dilengkapi dengan kubah dan hiasan-hiasan indah. Dengan makam yang terlihat jelas, bangunan suci itu mengenang para sahabat yang gugur bersama Hamzah di Gunung Uhud.

imam
14 Mei 2011 - 15:02:37 WIB

Kini, hanya ada reruntuhan dinding yang diabaikan oleh para pengunjung. Demikian pula halnya, sudah tidak ada lagi bekas-bekas yang menunjukkan makam para syuhada Badar. Juga, tidak ada lagi tanda kuburan istri Nabi, Khadîjah al-Kubrâ di Jannat al-Mu’ala, Mekah.
Di Jannat al-Baqî’ (permakaman yang bersebelahan dengan makam dan Masjid Nabi di Madinah), makam ‘Utsmân, ‘Â’isyah dan sejumlah sahabat telah dipelihara oleh penguasa ‘Utsmani hingga awal abad ke-20, namun jejak-jejaknya kini telah dihilangkan. Hal itu merupakan pengrusakan fisik terhadap peradaban Islam yang ada sejak Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tinggal di Yatsrib.

imam
14 Mei 2011 - 15:03:37 WIB

Dengan perlahan-lahan dan diam-diam, para pengikut sekte Wahhabi telah melenyapkan semua hal yang terkait dengan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan Islam tradisional, sehingga saat ini nyaris tak tersisa. Di samping Ka’bah di Mekah al-Mukarramah terdapat Maqâm Ibrâhîm, yang memuat jejak kaki Nabi Ibrâhîm ketika beliau membangun Ka’bah. Allah Azza wa Jalla berfirman:
“Dan ingatlah ketika Kami menjadikan Baitullah sebagai tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian Maqâm Ibrâhîm sebagai tempat shalat.” (QS al-Baqarah 2:125)

imam
14 Mei 2011 - 15:04:43 WIB

Meskipun demikian, otoritas keagamaan Wahhabi atau salafi di Mekah pernah mencoba melenyapkan Maqâm Ibrâhim. Itu terjadi pada masa almarhum Syekh Mutawallî al-Sya’râwî dari Mesir yang memberi tahu Raja Faisal tentang rencana mereka, sehingga raja memerintahkan mereka agar membiarkan Maqâm Ibrâhîm di tempatnya semula.
Raja berdiri menentang mereka dalam persoalan serius itu, tetapi banyak kejadian serupa di mana beliau hampir mustahil menahan gelombang pengrusakan terhadap benda-benda peninggalan dan tradisi Islam. Hingga 1960-an, makam ayah Nabi di Madinah ditandai dengan tulisan di dinding sebuah rumah dekat Masjid Nabawi, tetapi tanda itu kini sudah lenyap.

imam
14 Mei 2011 - 15:05:58 WIB

Di Masjid Nabawi, semua dinding dan tiang masjid awalnya dihiasi dengan puisi-puisi pujian dan sholawat terhadap Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Para pengikut aliran Wahhabi kemudian menghilangkan hiasan-hiasan itu, baik dengan mengganti dinding marmer itu, atau menghapusnya hingga tidak terlihat lagi hiasan puisi yang tersisa.
Satu-satunya hal yang tidak dapat mereka lenyapkan adalah tulisan di depan mimbar pada mihrab (tempat salat imam) yang berisi pujian dan sholawat kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallamdan 200 nama beliau. Pada tahun 1936, orang-orang Wahhabi bahkan berusaha memisahkan Masjid Nabawi dari makam Nabi, tetapi negara-negara Muslim bersatu menentang rencana tersebut dan berhasil menggagalkannya, sebuah keberhasilan yang sangat jarang terjadi.

imam
14 Mei 2011 - 15:07:00 WIB

Di depan gerbang menuju makam Nabi (al-muwâjihâh al-syarîfah), pada awalnya terdapat tulisan: Yâ Allâh! Yâ Muhammad!
Pengikut aliran Wahhabi kemudian menghapus huruf yâ’ dalam ungkapan Yâ Muhammad, sehingga hanya tersisa huruf alif, Â Muhammad, atau Muhammad saja.

imam
14 Mei 2011 - 15:08:09 WIB

Belakangan, mereka melangkah lebih jauh lagi dengan menempatkan kembali huruf yâ’ pada kata Yâ Muhammad, dan juga menambahkan titik di bawah huruf hâ’ sehingga menjadi huruf jim (ﺝ), dan menambahkan dua titik (di bawah huruf mîm) sehingga menjadi huruf yâ’. Dengan begitu, mereka telah mengubah nama Muhammad menjadi Majîd, salah satu asma Allah. Kini, tulisan tersebut menjadi: Yâ Allâh! Yâ Majîd! Persis seperti ketika melenyapkan makam para sahabat dan keluarga Nabi, mereka kini juga telah menghapus nama Nabi dari makamnya sendiri. Ini bertentangan dengan kenyataan bahwa Allah telah memuliakan Nabi saw. dengan menempatkan nama beliau bersanding dengan nama-Nya dalam kalimat syahadat, Lâ ilâha illâ Allâh, Muhammad Rasûl Allâh.
imam
14 Mei 2011 - 15:08:59 WIB

Khârab Yatsrib yang disebutkan 2 kali dalam hadits di atas telah terpenuhi.
Pertama, dari segi ideologi oleh Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhâb dan para pengikutnya. Dan kedua, dengan kerusakan fisik yang terus berlangsung terhadap sisa-sisa Islam tradisional. Pembangunan kembali Bayt al-Maqdis, yang hanya sekali disebut, juga sedang berlangsung.
Ungkapan ‘Umrân Bayt al-Maqdis berarti pembangunan kembali peninggalan-peninggalan klasik di Yerusalem, sementara ungkapan Kharâb Yatsrib berarti penghancuran terhadap cara-cara dan peninggalan klasik di kota Yatsrib

imam
14 Mei 2011 - 15:10:28 WIB

Kesaksian Penerjemah :(Syaikh Hisyam Kabbani)
Saya hanya ingin menambahkan sedikit saja tentang kehancuran Kota Madinah, yang baru-baru saya saksikan secara langsung ketika mengunjungi kota Madinah Al-Munawwaroh 17-20 Juli 2005.
Itung-itung cerita ini sebagai oleh-oleh dari Madinah ya…Dari segi kemajuan tekhnologi tata ruang bangunan dan interior sebuah kota, saya menilai Madinah sangat cantik dan modern serta memiliki kemajuan yang sangat pesat sekali, terutama bangunan-bangunan diseputar Masjid Nabawi dan tempat-tempat sekitar radius 5-10 kilometer dari Masjid Nabawi.

imam
14 Mei 2011 - 15:11:35 WIB

Namun dari sudut pandang sejarah, kota ini seakan-akan tidak memiliki lagi latar belakang sejarah kegemilangan Islam di masa lalu. Secara pribadi saya amat sangat menyayangkan situs-situs sejarah banyak yang dihilangkan oleh pemerintah KSA yang berfaham Wahhabi, seakan-akan kota ini ingin dirubah seperti newyork atau ala singapura. Perubahan ini terjadi dimulai sejak era tahun 1990-an, dimana kebetulan tahun 1993 saya juga pernah mengunjungi kota ini selama 9 hari.
imam
14 Mei 2011 - 15:12:40 WIB

Perubahan yang terjadi dari hasil pengamatan saya adalah :
1. Pemakaman syuhada baqi, kalau dulu tahun 1993 kita masih bisa ziarah dan memandang ke makam baqi dengan hanya berdiri seperti halnya bila kita berdiri diluar tempat pemakaman umum di Indonesia.
Tapi perubahan yang sekarang adalah, pemakaman baqi tidak bisa dilihat atau diziarahi hanya dengan berdiri karena pemakaman itu sekarang sudah dikurung dengan tembok berlapis marmer setinggi kira-kira 6-10 meter tingginya, sehingga kalau kita mau berziarah dan melihat makam syuhada baqi harus menaiki anak tangga dulu sekitar 5 meter.

imam
14 Mei 2011 - 15:14:03 WIB

Disamping itu kalau dulu kita bebas berziarah kapan saja waktunya sesuai dengan keinginan kita, tapi sekarang tidak sembarang waktu bisa kita lakukan, kecuali antara pkl 07.00 sampai pkl.8.30 pagi waktu setempat. walaupun kita terlambat 5 menit saja, jangan berharap anda bisa menaiki anak tangga karena diujung anak tangga sudah di tutup pintu besi setinggi 3 meter-an, dan bilamana sudah pkl.08.30 anda masih saja berada di atas sana, askar2 kerajaan akan segera menarik-narik badan anda untuk segera keluar dari sana. Jadi memang sekarang sangat dibatasi ruang maupun waktu dalam menziarahi maqam baqi ini.
Dan yang mengenaskan saya adalah, dibawah tembok setinggi 6-10 meter itu sekarang sudah dibuat kios-kios kecil sebagai tempat usaha para pedagang menjajakan barang dagangannya.

imam
14 Mei 2011 - 15:14:46 WIB

Entahlah… mungkin 15-20 tahun kedepan Maqam baqi mungkin sudah tidak ada lagi dan areal pemakamannya sudah dijadikan gedung pasar yang modern. Menurut penilaian saya, penutupan areal pemakaman dengan tembok setinggi 6-10 meter saat ini hanya sebagai awal saja, dengan maksud supaya orang tidak lagi secara bebas berziarah kesana, sehingga lama-kelamaan orang akan lupa untuk berziarah ke maqam Baqi ini. Akhirnya setelah orang melupakan areal ini, generasi berikut tak ada lagi yang mengetahui dimana areal pemakaman baqi, selanjutnya mungkin akan dijadikan gedung pertokoan, siapa tahu…?
imam
14 Mei 2011 - 15:15:38 WIB

2. Masjid Qiblatain, (masjid 2 kiblat), dulu tahun 1993 masjid ini memiliki 2 mimbar, satu menghadap Makkah, satu lagi menghadap Baytul Maqdis.Pada mimbar baytul maqdis tertulis dengan berbagai bahasa termasuk dalam bahasa indonesia, yang menceritakan bahwa mimbar ini sebelumnya digunakan sebagai mimbar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ketika shalat menghadap baqtul maqdis, namun setelah turun ayat (al-Isra..?) yang memerintahkan untuk merubah qiblat dari menghadap masjidil aqsha ke masjidil harom, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berpindah ke mimbar yang sekarang menghadap Masjidil harom (mimbar ke 2).Tapi sekarang ; mimbar yang menghadap Masjidil Aqso sudah dihilangkan sehingga tidak ada tanda lagi bahwa masjid ini memiliki 2 kiblat, sehingga sudah hilang nilai sejarahnya. “Masjid qiblatain” hanyalah tinggal sebuah nama saja, mimbarnya tinggal 1, sepantasnya namapun berubah menjadi Masjid Qiblat, karena mimbarnya hanya satu.
Mantan Penganut Ahlu Sunnah Waljamaah Gadungan
14 Mei 2011 - 15:16:25 WIB

nabi ibrahim juga menghancurkan berhala-berhala didalam ka'bah, saya salut sama wahabi, yang berbau syrik yang tidak ada sunnahnya mendingan hancurkan saja!!!!
Jika Allah tidak mengijinkan tentu akan terjadi seperti serangan pasukan Gajah yang binasa oleh burung ababil. Buktinya Mekah dan Madinah aman dan tenteram dibawah kekuasaan Wahabi!!!Allah meridhoi kekuasaan Mekah dan Madinah dibawah Wahabi bukan dibawah kekuasaan ahlu sunnah gadungan seperti kalian, pantas saja kalian berada di luar kota mekkah dan madinah sama sperti dajjal tidak bisa berkuasa atas kedua kota itu!!!! Dajjal---Dajjal....kl iri rebut tuh kota mekkah dan Madinah dari tangan Wahabi!!!!Jika Allah tidak mengijinkan palingan kalian dihancurkan oleh burung ababil lagi...heeeeuuuuum lucu fitnah kalian!!!!
imam
14 Mei 2011 - 15:16:38 WIB

3. Parit (Khandaq) – yang pernah digunakan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam untuk menghalau musuh dalam peperangan Khandaq atau Ahzab- pada tahun 1993 masih ada berupa gundukan tanah yang digali seperti lobang saluran air yang panjang, tapi kini Khandaq hanya tinggal nama, lokasinya sudah diuruk rata.
4. “Tanah basah” tempat dimana Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib terbunuh pada perang Uhud, sekarang sudah ditutup dengan aspal yang tebal dan dijadikan lokasi parkir kendaraan. Tapi anehnya, walupun sudah dilapisi dengan aspal, aspalnya tetap basah hingga sekarang walaupun sudah 14 abad terpanggang sinar matahari. Konon tanah ini tetap menangis selama-lamanya karena ditumpahi darah. Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib ra, adalah seorang yang sangat gagah berani di medan Uhud, dan mati syahid dibunuh oleh budak Hindun, isteri Abu Sufyan, dan ibu dari Muawiyyah.

imam
14 Mei 2011 - 15:17:39 WIB

5. Kota Madinah sebetulnya memiliki sebuah sumur abadi seperti halnya sumur zam-zam di Makkah, perbedaannya kalau sumur zam-zam itu asalnya adalah peninggalan Nabi Ibrahim AS, ketika Siti Hajar istrinya mencarikan air untuk memberi minum putranya Nabi Ismail AS.
Tapi kalau di Madinah adalah peninggalan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, yang masih tetap mengeluarkan air hingga sekarang. Namanya adalah sumur “Tuflah”, lokasinya dipinggiran kota Madinah. Tuflah asal katanya berarti air ludah, konon kata kuncen penjaga sumur ini, sumur ini dibuat semasa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam perjalanan menuju kota Madinah, namun ketika itu kehabisan persediaan air.

imam
14 Mei 2011 - 15:18:25 WIB

Akhirnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengan mu’jizatnya meludahi dengan air ludahnya sendiri suatu tempat di padang pasir yang gersang itu, dan saat itu juga tanah itu mengeluarkan air dan hingga sekarang dijadikan sebuah sumur yang airnya sangat jernih sejernih zam-zam, dan tetap mengalirkan air hingga sekarang. Saya mencoba minum dan berwudhu dari air sumur ini, memang terasa sangat nikmat bagaikan meminum air zam-zam.
Tapi sangat disayangkan, sumur ini sudah jelas sebagai peninggalan sejarah dimasa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, tidak dilestarikan sama-sekali bahkan dibiarkan saja oleh Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia yang beraliran Wahhabi sehingga nampak kusam dan tidak terurus sama-sekali. Mungkinkah kaum Wahhabi tidak terlalu suka pada peninggalan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam?

imam
14 Mei 2011 - 15:19:29 WIB

Kata kuncen penjaga, kebanyakan orang-orang yang mengunjungi sumur ini adalah orang-orang Ahlus-Sunnah yang mencintai Ahlul-Bayt, termasuk Anda, Anda dari Indonesia?, katanya…Tapi maaf, disini anda tidak boleh berlama-lama melancong, karena setiap 2 jam sekali ada patroli dari Askar kerajaan dan mata-matanya (spionase) yang mengawasi orang-orang yang berkunjung kesini. Saya khwatir anda ditangkap oleh tentara Wahhabi. Maka bila anda sudah minum dan berwudhu silakan anda segera pergi dari sini.
imam
14 Mei 2011 - 15:23:05 WIB

SEJARAH SINGKAT WAHABI
Menanggapibanyaknya permintaan pembaca tentang sejarah berdirinya Wahabi makakami berusaha memenuhi permintaan itu sesuai dengan asal usul dansejarah perkembangannya semaksimal mungkin berdasarkan berbagai sumberdan rujukan kitab-kitab yang dapat dipertanggung-jawabkan, diantaranya,Fitnatul Wahabiyah karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, I'tirofatul JasusAI-Injizy pengakuan Mr. Hempher, Daulah Utsmaniyah dan KhulashatulKalam karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, dan lain-lain. Nama AliranWahabi ini diambil dari nama pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahab(lahir di Najed tahun 1111 H / 1699 M). Asal mulanya dia adalah
imam
14 Mei 2011 - 15:23:53 WIB

seorangpedagang yang sering berpindah dari satu negara ke negara lain dandiantara negara yang pernah disinggahi adalah Baghdad, Iran, India danSyam. Kemudian pada tahun 1125 H / 1713 M, dia terpengaruh oleh seorangorientalis Inggris bernama Mr. Hempher yang bekerja sebagai mata-mataInggris di Timur Tengah. Sejak itulah dia menjadi alat bagi Inggrisuntuk menyebarkan ajaran barunya. Inggris memang telah berhasilmendirikan sekte-sekte bahkan agama baru di tengah umat Islam sepertiAhmadiyah dan Baha'i. Bahkan Muhammad bin Abdul Wahab ini juga termasukdalam target program kerja kaum kolonial dengan alirannya Wahabi.
imam
14 Mei 2011 - 15:24:41 WIB

MulanyaMuhammad bin Abdul Wahab hidup di lingkungan sunni pengikut madzhabHanbali, bahkan ayahnya Syaikh Abdul Wahab adalah seorang sunni yangbaik, begitu pula guru-gurunya. Namun sejak semula ayah danguru-gurunya mempunyai firasat yang kurang baik tentang dia bahwa diaakan sesat dan menyebarkan kesesatan. Bahkan mereka menyuruhorang-orang untuk berhati-hati terhadapnya. Ternyata tidak berselanglama firasat itu benar. Setelah hal itu terbukti ayahnya pun menentangdan memberi peringatan khusus padanya.
imam
14 Mei 2011 - 15:25:36 WIB

Bahkan kakak kandungnya,Sulaiman bin Abdul Wahab, ulama' besar dari madzhab Hanbali, menulisbuku bantahan kepadanya dengan judul As-Sawa'iqul Ilahiyah Fir RaddiAlal Wahabiyah. Tidak ketinggalan pula salah satu gurunya di Madinah,Syekh Muhammad bin Sulaiman AI-Kurdi as-Syafi'i, menulis surat berisinasehat: "Wahai Ibn Abdil Wahab, aku menasehatimu karena Allah,tahanlah lisanmu dari mengkafirkan kaum muslimin, jika kau dengarseseorang meyakini bahwa orang yang ditawassuli bisa memberi manfaattanpa kehendak Allah, maka ajarilah dia kebenaran dan terangkandalilnya bahwa selain Allah tidak bisa memberi manfaat maupunmadharrat, kalau dia menentang bolehlah dia kau anggap kafir, tapitidak mungkin kau mengkafirkan As-Sawadul A'dham (kelompok mayoritas)diantara kaum muslimin, karena engkau menjauh dari kelompok terbesar,orang yang menjauh dari kelompok terbesar lebih dekat dengan kekafiran,sebab dia tidak mengikuti jalan muslimin.
imam
14 Mei 2011 - 15:26:29 WIB

Sebagaimana diketahuibahwa madzhab Ahlus Sunah sampai hari ini adalah kelompok terbesar.Allah berfirman : "Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelaskebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orangmukmin, kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telahdikuasainya itu (Allah biarkan mereka bergelimang dalam kesesatan) dankami masukkan ia ke dalam jahannam, dan jahannam itu seburuk-buruktempat kembali (QS: An-Nisa 115)
imam
14 Mei 2011 - 15:28:17 WIB

Salah satu dari ajaran yang(diyakini oleh Muhammad bin Abdul Wahab, adalah mengkufurkan kaummuslim sunni yang mengamalkan tawassul, ziarah kubur, maulid nabi, danlain-lain. Berbagai dalil akurat yang disampaikan ahlussunnah waljama'ah berkaitan dengan tawassul, ziarah kubur serta maulid, ditolaktanpa alasan yang dapat diterima. Bahkan lebih dari itu, justruberbalik mengkafirkan kaum muslimin sejak 600 tahun sebelumnya,termasuk guru-gurunya sendiri.
imam
14 Mei 2011 - 15:29:47 WIB

Pada satu kesempatan seseorangbertanya pada Muhammad bin Abdul Wahab, Berapa banyak Allah membebaskanorang dari neraka pada bulan Ramadhan?? Dengan segera dia menjawab,"Setiap malam Allah membebaskan 100 ribu orang, dan di akhir malamRamadhan Allah membebaskan sebanyak hitungan orang yang telahdibebaskan dari awal sampai akhir Ramadhan" Lelaki itu bertanya lagi"Kalau begitu pengikutmu tidak mencapai satu person pun dari jumlahtersebut, lalu siapakah kaum muslimin yang dibebaskan Allah tersebut?Dari manakah jumlah sebanyak itu? Sedangkan engkau membatasi bahwahanya pengikutmu saja yang muslim. Mendengar jawaban itu Ibn AbdilWahab pun terdiam seribu bahasa. Sekalipun demikian Muhammad bin AbdulWahab tidak menggubris nasehat ayahnya dan guru-gurunya itu.
imam
14 Mei 2011 - 15:30:36 WIB

Denganberdalihkan pemurnian ajaran Islam, dia terus menyebarkan ajarannya disekitar wilayah Najed. Orang-orang yang pengetahuan agamanya minimbanyak yang terpengaruh. Termasuk diantara pengikutnya adalah penguasaDar'iyah, Muhammad bin Saud (meninggal tahun 1178 H / 1765 M) pendiridinasti Saudi, yang dikemudian hari menjadi mertuanya. Dia mendukungsecara penuh dan memanfaatkannya untuk memperluas wilayah kekuasaannya.Ibn Saud sendiri sangat patuh pada perintah Muhammad bin Abdul Wahab.Jika dia menyuruh untuk membunuh atau merampas harta seseorang diasegera melaksanakannya dengan keyakinan bahwa kaum muslimin telah kafirdan syirik selama 600 tahun lebih, dan membunuh orang musyrik dijaminsurga.
imam
14 Mei 2011 - 15:31:28 WIB

Sejak semula Muhammad bin Abdul Wahab sangat gemarmempelajari sejarah nabi-nabi palsu, seperti Musailamah Al-Kadzdzab,Aswad Al-Ansiy, Tulaihah Al-Asadiy dll. Agaknya dia punya keinginanmengaku nabi, ini tampak sekali ketika ia menyebut para pengikut daridaerahnya dengan julukan Al-Anshar, sedangkan pengikutnya dari luardaerah dijuluki Al-Muhajirin. Kalau seseorang ingin menjadipengikutnya, dia harus mengucapkan dua syahadat di hadapannya kemudianharus mengakui bahwa sebelum masuk Wahabi dirinya adalah musyrik,begitu pula kedua orang tuanya
imam
14 Mei 2011 - 15:32:26 WIB

Dia juga diharuskan mengakui bahwa paraulama? besar sebelumnya telah mati kafir. Kalau mau mengakui haltersebut dia diterima menjadi pengikutnya, kalau tidak dia pun langsungdibunuh. Muhammad bin Abdul Wahab juga sering merendahkan Nabi SAWdengan dalih pemurnian akidah, dia juga membiarkan para pengikutnyamelecehkan Nabi di hadapannya, sampai-sampai seorang pengikutnyaberkata : ?Tongkatku ini masih lebih baik dari Muhammad, karenatongkat-ku masih bisa digunakan membunuh ular, sedangkan Muhammad telahmati dan tidak tersisa manfaatnya sama sekali.
imam
14 Mei 2011 - 15:33:25 WIB

Muhammad bin Abdul Wahabdi hadapan pengikutnya tak ubahnya seperti Nabi di hadapan umatnya.Pengikutnya semakin banyak dan wilayah kekuasaan semakin luas. Keduanyabekerja sama untuk memberantas tradisi yang dianggapnya keliru dalammasyarakat Arab, seperti tawassul, ziarah kubur, peringatan Maulid dansebagainya. Tak mengherankan bila para pengikut Muhammad bin AbdulWahab lantas menyerang makam-makam yang mulia. Bahkan, pada 1802,mereka menyerang Karbala-Irak, tempat dikebumikan jasad cucu NabiMuhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib. Karena makam tersebutdianggap tempat munkar yang berpotensi syirik kepada Allah. Dua tahunkemudian, mereka menyerang Madinah, menghancurkan kubah yang ada diatas kuburan, menjarah hiasan-hiasan yang ada di Hujrah Nabi Muhammad.
imam
14 Mei 2011 - 15:34:24 WIB

Keberhasilanmenaklukkan Madinah berlanjut. Mereka masuk ke Mekkah pada 1806, dan merusak kiswah, kain penutup Ka?bah yang terbuat dari sutra. Kemudianmerobohkan puluhan kubah di Ma?la, termasuk kubah tempat kelahiran NabiSAW, tempat kelahiran Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Ali, juga kubahSayyidatuna Khadijah, masjid Abdullah bin Abbas. Mereka terusmenghancurkan masjid-masjid dan tempat-tempat kaum solihin sambilbersorak-sorai, menyanyi dan diiringi tabuhan kendang. Mereka jugamencaci-maki ahli kubur bahkan sebagian mereka kencing di kubur kaumsolihin tersebut.
imam
14 Mei 2011 - 15:35:24 WIB

Gerakan kaum Wahabi ini membuat Sultan Mahmud II,penguasa Kerajaan Usmani, Istanbul-Turki, murka. Dikirimlah prajuritnyayang bermarkas di Mesir, di bawah pimpinan Muhammad Ali, untukmelumpuhkannya. Pada 1813, Madinah dan Mekkah bisa direbut kembali.Gerakan Wahabi surut. Tapi, pada awal abad ke-20, Abdul Aziz bin Sa?udbangkit kembali mengusung paham Wahabi. Tahun 1924, ia berhasilmenduduki Mekkah, lalu ke Madinah dan Jeddah, memanfaatkan kelemahan Turki akibat kekalahannya dalam Perang Dunia I. Sejak itu, hingga kini,paham Wahabi mengendalikan pemerintahan di Arab Saudi. Dewasa inipengaruh gerakan Wahabi bersifat global. Riyadh mengeluarkan jutaandolar AS setiap tahun untuk menyebarkan ideologi Wahabi. Sejak hadirnyaWahabi, dunia Islam tidak pernah tenang penuh dengan pergolakanpemikiran, sebab kelompok ekstrem itu selalu menghalau pemikiran danpemahaman agama Sunni-Syafi?i yang sudah mapan.
imam
14 Mei 2011 - 15:36:25 WIB

Kekejaman dankejahilan Wahabi lainnya adalah meruntuhkan kubah-kubah di atas makamsahabat-sahabat Nabi SAW yang berada di Ma’la (Mekkah), di Baqi' danUhud (Madinah) semuanya diruntuhkan dan diratakan dengan tanah denganmengunakan dinamit penghancur. Demikian juga kubah di atas tanah NabiSAW dilahirkan, yaitu di Suq al Leil diratakan dengan tanah denganmenggunakan dinamit dan dijadikan tempat parkir onta, namun karenagencarnya desakan kaum Muslimin International maka dibangunperpustakaan. Kaum Wahabi benar-benar tidak pernah menghargaipeninggalan sejarah dan menghormati nilai-nilai luhur Islam. SemulaAI-Qubbatul Khadra (kubah hijau) tempat Nabi Muhammad SAW dimakamkanjuga akan dihancurkan dan diratakan dengan tanah tapi karena ancamanInternational maka orang-orang biadab itu menjadi takut danmengurungkan niatnya. Begitu pula seluruh rangkaian yang menjadimanasik haji akan dimodifikasi termasuk maqom Ibrahim akan digeser tapikarena banyak yang menentangnya maka diurungkan.
Mantan Penganut Ahlu Sunnah Waljamaah Gadungan
14 Mei 2011 - 15:36:59 WIB

nabi ibrahim juga menghancurkan berhala-berhala didalam ka'bah, saya salut sama wahabi, yang berbau syrik yang tidak ada sunnahnya mendingan hancurkan saja!!!!
Jika Allah tidak mengijinkan tentu akan terjadi seperti serangan pasukan Gajah yang binasa oleh burung ababil. Buktinya Mekah dan Madinah aman dan tenteram dibawah kekuasaan Wahabi!!!Allah meridhoi kekuasaan Mekah dan Madinah dibawah Wahabi bukan dibawah kekuasaan ahlu sunnah gadungan seperti kalian, pantas saja kalian berada di luar kota mekkah dan madinah sama sperti dajjal tidak bisa berkuasa atas kedua kota itu!!!! Dajjal---Dajjal....kl iri rebut tuh kota mekkah dan Madinah dari tangan Wahabi!!!!Jika Allah tidak mengijinkan palingan kalian dihancurkan oleh burung ababil lagi...heeeeuuuuum lucu fitnah kalian!!!! Saya doakan semoga Allah mengampuni dosa anda atau memberi azabnya pada orang tukang fitnah, Ya Allah kabulkanlah permohonan hambamu ini. Amin.
imam
14 Mei 2011 - 15:37:13 WIB

Pengembangan kotasuci Makkah dan Madinah akhir-akhir ini tidak mempedulikan situs-situs sejarah Islam. Makin habis saja bangunan yang menjadi saksi sejarah Rasulullah SAW dan sahabatnya. Bangunan itu dibongkar karena khawatirdijadikan tempat keramat. Bahkan sekarang, tempat kelahiran Nabi SAWterancam akan dibongkar untuk perluasan tempat parkir. Sebelumnya,rumah Rasulullah pun sudah lebih dulu digusur. Padahal, disitulahRasulullah berulang-ulang menerima wahyu. Di tempat itu jugaputra-putrinya dilahirkan serta Khadijah meninggal.
imam
14 Mei 2011 - 15:38:43 WIB

Islam dengan tafsiran kaku yang dipraktikkan wahabisme paling punya andil dalam pemusnahan ini. Kaum Wahabi memandang situs-situs sejarah itu bisa mengarah kepada pemujaan berhala baru. Pada bulan Juli yang lalu, SamiAngawi, pakar arsitektur Islam di wilayah tersebut mengatakan bahwabeberapa bangunan dari era Islam kuno terancam musnah. Pada lokasibangunan berumur 1.400 tahun Itu akan dibangun jalan menuju menaratinggi yang menjadi tujuan ziarah jamaah haji dan umrah.
imam
14 Mei 2011 - 15:39:57 WIB

"Saat ini kita tengah menyaksikan saat-saat terakhir sejarah Makkah. Bagian bersejarahnya akan segera diratakan untuk dibangun tempat parkir,"katanya kepada Reuters. Angawi menyebut setidaknya 300 bangunanbersejarah di Makkah dan Madinah dimusnahkan selama 50 tahun terakhir.Bahkan sebagian besar bangunan bersejarah Islam telah punah semenjakArab Saudi berdiri pada 1932. Hal tersebut berhubungan dengan maklumatyang dikeluarkan Dewan Keagamaan Senior Kerajaan pada tahun 1994. Dalammaklumat tersebut tertulis, ?Pelestarian bangunan bangunan bersejarah berpotensi menggiring umat Muslim pada penyembahan berhala.
imam
14 Mei 2011 - 15:41:00 WIB

Nasib situs bersejarah Islam di Arab Saudi memang sangat menyedihkan. Mereka banyak menghancurkan peninggalan-peninggalan Islam sejak masa Ar-RasulSAW. Semua jejak jerih payah Rasulullah itu habis oleh modernisasi alaWahabi. Sebaliknya mereka malah mendatangkan para arkeolog (ahlipurbakala) dari seluruh dunia dengan biaya ratusan juta dollar untukmenggali peninggalan-peninggalan sebelum Islam baik yang dari kaumjahiliyah maupun sebelumnya dengan dalih obyek wisata. Kemudian denganbangga mereka menunjukkan bahwa zaman pra Islam telah menunjukkankemajuan yang luar biasa, tidak diragukan lagi ini merupakan pelenyapanbukti sejarah yang akan menimbulkan suatu keraguan di kemudian hari.
imam
14 Mei 2011 - 15:42:06 WIB

Gerakan wahabi dimotori oleh para juru dakwah yang radikal dan ekstrim, mereka menebarkan kebencian permusuhan dan didukung oleh keuangan yang cukup besar. Mereka gemar menuduh golongan Islam yang tak sejalan denganmereka dengan tuduhan kafir, syirik dan ahli bid’ah. Itulah ucapan yangselalu didengungkan di setiap kesempatan, mereka tak pernah mengakuijasa para ulama Islam manapun kecuali kelompok mereka sendiri. Dinegeri kita ini mereka menaruh dendam dan kebencian mendalam kepadapara Wali Songo yang menyebarkan dan meng-Islam-kan penduduk negeri ini.
imam
14 Mei 2011 - 15:43:08 WIB

Mereka mengatakan ajaran para wali itu masih kecampuran kemusyrikan Hindu dan Budha, padahal para Wali itu telah meng-Islam-kan 90 % penduduk negeriini. Mampukah wahabi-wahabi itu meng-Islam-kan yang 10% sisanya?Mempertahankan yang 90 % dari terkaman orang kafir saja tak bakalmampu, apalagi mau menambah 10 % sisanya. Justru mereka dengan mudahnyamengkafirkan orang-orang yang dengan nyata bertauhid kepada Allah SWT.Jika bukan karena Rahmat Allah yang mentakdirkan para Wali Songo untukberdakwah ke negeri kita ini, tentu orang-orang yang menjadi corong kaum wahabi itu masih berada dalam kepercayaan animisme, penyembah berhala atau masih kafir. (Naudzu billah min dzalik).
imam
14 Mei 2011 - 15:44:16 WIB

Oleh karena itu janganlah dipercaya kalau mereka mengaku-aku sebagai faham yang hanya berpegang teguh pada Al-Qur'an dan As-Sunnah. Mereka berdalih mengikuti keteladanan kaum salaf apalagi mengaku sebagai golongan yangselamat dan sebagainya, itu semua omong kosong belaka. Mereka telah menorehkan catatan hitam dalam sejarah dengan membantai ribuan orang diMakkah dan Madinah serta daerah lain di wilayah Hijaz (yang sekarangdinamakan Saudi). Tidakkah anda ketahui bahwa yang terbantai waktu ituterdiri dari para ulama yang sholeh dan alim, bahkan anak-anak sertabalita pun mereka bantai di hadapan ibunya. Tragedi berdarah initerjadi sekitar tahun 1805. Semua itu mereka lakukan dengan dalihmemberantas bid?ah, padahal bukankah nama Saudi sendiri adalah suatunama bid?ah? Karena nama negeri Rasulullah SAW diganti dengan nama satu keluarga kerajaan pendukung faham wahabi yaitu As-Sa'ud.
imam
14 Mei 2011 - 15:45:21 WIB

Sungguh Nabi SAW telah memberitakan akan datangnya Faham Wahabi ini dalambeberapa hadits, ini merupakan tanda kenabian beliau SAW dalam memberitakan sesuatu yang belum terjadi. Seluruh hadits-hadits iniadalah shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab shahih BUKHARI &MUSLIM dan lainnya. Diantaranya: "Fitnah itu datangnya dari sana,fitnah itu datangnya dari arah sana," sambil menunjuk ke arah timur(Najed). (HR. Muslim dalam Kitabul Fitan)
imam
14 Mei 2011 - 15:46:44 WIB

"Akan keluar dari arahtimur segolongan manusia yang membaca Al-Qur'an namun tidak sampaimelewati kerongkongan mereka (tidak sampai ke hati), mereka keluar dariagama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisakembali seperti anak panah yang tak akan kembali ketempatnya,tanda-tanda mereka ialah bercukur (Gundul)." (HR Bukho-ri no 7123, Juz6 hal 20748). Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, AbuDaud, dan Ibnu Hibban. Nabi SAW pernah berdo'a: "Ya Allah, berikankami berkah dalam negara Syam dan Yaman," Para sahabat berkata: Dandari Najed, wahai Rasulullah, beliau berdo'a: Ya Allah, berikan kamiberkah dalam negara Syam dan Yaman, dan pada yang ketiga kalinya beliauSAW bersabda: "Di sana (Najed) akan ada keguncangan fitnah serta disana pula akan muncul tanduk syaitan.", Dalam riwayat lain dua tanduk syaitan.
imam
14 Mei 2011 - 15:48:15 WIB

Dalam hadits-hadits tersebut dijelaskan, bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul). Dan ini adalah merupakan nash yang jelas ditujukan kepada para penganut Muhammad bin Abdul Wahab, karena dia telah memerintahkan setiap pengikutnya mencukur rambut kepalanya hingga mereka yang mengikuti tidak diperbolehkan berpaling darimajlisnya sebelum bercukur gundul. Hal seperti ini tidak pernah terjadi pada aliran-aliran sesat lain sebelumnya.
imam
14 Mei 2011 - 15:49:13 WIB

Seperti yang telah dikatakanoleh Sayyid Abdurrahman Al-Ahdal: "Tidak perlu kita menulis buku untukmenolak Muhammad bin Abdul Wahab, karena sudah cukup ditolak olehhadits-hadits Rasulullah SAW itu sendiri yang telah menegaskan bahwatanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul), karena ahli bid'ahsebelumnya tidak pernah berbuat demikian. Al-Allamah Sayyid AIwi binAhmad bin Hasan bin Al-Quthub Abdullah AI-Haddad menyebutkan dalamkitabnya Jala?udz Dzolam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abbas binAbdul Muthalib dari Nabi SAW: "Akan keluar di abad kedua belas nanti dilembah BANY HANIFAH seorang lelaki, yang tingkahnya bagaikan sapijantan (sombong), lidahnya selalu menjilat bibirnya yang besar, padazaman itu banyak terjadi kekacauan, mereka menghalalkan harta kaum muslimin, diambil untuk berdagang dan menghalalkan darah kaum muslimin". AI-Hadits
imam
14 Mei 2011 - 15:50:33 WIB

BANY HANIFAH adalah kaum nabi palsu MusailamahAl-Kadzdzab dan Muhammad bin Saud. Kemudian dalam kitab tersebut SayyidAIwi menyebutkan bahwa orang yang tertipu ini tiada lain ialah Muhammadbin Abdul Wahab. Adapun mengenai sabda Nabi SAW yang mengisyaratkanbahwa akan ada keguncangan dari arah timur (Najed) dan dua tanduksetan, sebagian, ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua tanduksetan itu tiada lain adalah Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad IbnAbdil Wahab. Pendiri ajaran wahabiyah ini meninggal tahun 1206 H /1792 M, seorang ulama' mencatat tahunnya dengan hitungan Abjad: "Ba daahalaakul khobiits" (Telah nyata kebinasaan Orang yang Keji) (Masun SaidAlwy)
imam
14 Mei 2011 - 15:58:18 WIB

buat saudara -saudara ku, sengaja saya ambil sekelumit tentang sejarah wahabi, namun hitam dan putih sejarah tidak bisa dipungkiri karena sejarah merupakan saksi bisu dari peninggalan yang telah ada, kalau agama hanya dijadikan kendaraan politik, atau kekuasaan atau utk memperluas hegemoni dengan cara mebid'ahkan bahkan mencap sesat saudara kita sendiri, maka berhati-hatilah.
imam
14 Mei 2011 - 16:01:39 WIB

lalu bagaimana dengan para ulama yang telah lahir sebelum ibnu taimiyah dan muhammad bin abdul wahab yang membuat syair-syair sholawat kepada rasul SAW, apakah mereka juga sesat ? ataukah matinya masuk neraka ? lalu siapa yang berhak memasukkan kita ke syurga dan neraka ? tentu bukan vonis dari ibnu taimiyah atau muhammad bin abdul wahab?
imam
14 Mei 2011 - 16:05:26 WIB

para peneliti sejarah islam juga sdh pada tau, ibnu taimiyah dan muhammad bin abdul wahab, ibnul qoyyim, bukanlah ulama ahli fiqih dan juga tidak banyak hafanlannya terhadap hadits dan alqur'an. apa tah lagi syech albani yang juga ada celanya dalam menilai dan mentashihkan hadits.
imam
14 Mei 2011 - 16:07:29 WIB

Kerancuan Albani Dalam Menilai Hadis
Dalam buku berjudul “Ketika Shahih Bukhari dan Muslim Menjadi Dhaif” telah menyebutkan beberapa contoh “keberanian” Syaikh Albani dalam mendhaifkan hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam Shahihnya.

imam
14 Mei 2011 - 16:09:21 WIB

telah disebutkan bukti-bukti kerancuan yang dilakukan oleh Albani sendiri dalam karya-karyanya ketika menilai hadis. Bukti-bukti kerancuan itu di antaranya adalah menshahihkan suatu hadis di satu tempat lalu menghasankan atau mendhaifkannya di tempat lain, mengoreksi para imam besar padahal kesalahan itu berasal dari dirinya sendiri, tidak menemukan hadis yang dimaksud dalam suatu kitab, merubah redaksi kitab dan lain-lain.
imam
14 Mei 2011 - 16:11:38 WIB

buat saudara saudara ku yang mengaku salafi dan menjaga sunnah rasul SAW.Saya belum percaya seratus persen kalau Abu Umamah adalah ahli sunnah wal jamaah. Mengapa demikian? Karena yang saya tahu jumlah hadist Rasulullah dikeluarkan dan diriwayatkan berjumlah puluhan ribu bahkan jutaan jumlahnya. Itupun masih tergantung kedudukan keshahihannya. Dan berapa jumlah hadist yang shahih, hasan, mutawatir, masyhur, muan’an, mudhayyaq, musalsal, ahad, gharib, munqati’? Sudahkan Anda mampu menjalankan seluruh sunnah Nabi? Belum lagi jumlah ayat-ayat dalam Al qur’an, sudahkan Anda mampu menjalankan semuanya?. Apa hukumnya yang tidak menjalankan Islam secara kaafah?. Masihkan Anda berani mengatakan ahli sunnah wal jamaah? Anda tidak ada bedanya dengan saya yang hanya menjalankan sebagian sunnah nabi saja
imam
14 Mei 2011 - 16:13:53 WIB

Anda masih menggunakan uang yang ada gambar orangnya, yang menurut hadist hukumnya haram. Sementara, Anda sering melarang orang melukis makhluk hidup. Hal ini sama halnya orang-orang Saudi yang tidak konsisten, mereka menempelkan lukisan-lukisan Raja Fahd, Raja Abdullah, Raja Suud di setiap hotel di Saudi Arabiayah.Apa hukumnya orang yang menyesatkan orang lain, sementara saudara saudara kita muslim yang lain telah bersyahadat setiap shalat, menjalankan shalat lima waktu, berzakat, berpuasa di bulan Ramadhan, menunaikan ibadah haji ke Baitullah ?
imam
14 Mei 2011 - 16:15:47 WIB

Saya khawatir terhadap teman teman salafi wahabi, dia tidak bisa membedakan Islam dan kultur Arab yang keras. Islam adalah akhlak dan lemah lembut, apalagi dalam berdakwah. Al qur’an menyuruh berdakwah dengan cara yang sangat lembut dan mauidhatil hasanah … cara ini dilakukan oleh ulama’ Jawa (Wali Songo) sehingga ummat Hindu tertarik mempelajari Islam, walaupun masih belum sempurna. Mungkin kalau Anda ingin merasakan bagaimana sulitnya berdakwah, cobalah berdakwah di wilayah Hindu, seperti di Bali. Kalau Anda jujur, pasti Anda akan mengatakan Wali Songo itu hebat dan cerdas.
imam
14 Mei 2011 - 16:16:55 WIB

Ulama Jawa, ketika melihat umat Hindu menjalankan ritual kematian mengadakan upacara selama tujuh hari, mereka tidak langsung merubah kultur dan kebiasaan agama sebelumnya. Apalagi langsung menhardik dengan kata-kata kafir sesat dan bid’ah. Mereka mengisi hari-hari tersebut dengan bertahlil dan bertahmid. Maksudnya mengarahkan tauhid mereka agar tidak menyekutukan Tuhan.
imam
14 Mei 2011 - 16:18:41 WIB

Kesimpulan dari penjelasan saya diatas, bukanlah akhir jawaban saya. Karena masih banyak lagi yang bisa saya sampaikan jika diperlukan. Dan sekali lagi Mas Yadi dan rekan rekan nya bukanlah Ahli Sunnah Waljamaah yang murni, tapi hanya sekedarnya saja. Kalau berjumpa dia, saya bisa tunjukkan hadist mana yang tidak dijalankan oleh dia, dan hadist mana yang telah dilanggar oleh dia.
ummi
14 Mei 2011 - 23:04:52 WIB

makasih atas infonya mas.dh lama aku nyari alamat ustadz2 ini untuk ngikutin kajiannya,ketemu deh di sini.sekali lagi,syukron.....mudah2n Alloh Ta'ala memberi hidayah-Nya kpd antum semua.
fakir yang tidak munafik
15 Mei 2011 - 06:58:02 WIB

hahahaha lucu sekali komen dr pencela wahabi sibuk dengan pembelaan diri dengan dalil sampahnya spt tkng obat, ngoceh tak karuan dgn dustany (lihat komen si imam). Sy pndkng setia wahabi, salafy, salafush sholih atau apapun nmny, bersyukur banget dpt alamat ustadz2 yang mulia itu, sy akan selalu setia mencari dn mengikuti kajian mereka sang wahabi yang mulia.
151
16 Mei 2011 - 07:53:30 WIB

HUEHEHEHE...WAHABI, ENTE NGEBANGGAIN SAUDI??? ENTE LIHAT NOH, PANGERAN2 ENTE SIBUK MAIN JUDI SIBUK ML SAMA PELACUR2 BULE DI LAS VEGAS, DI LONDON...YG KAYA BEGITU TUH YG ENTE BANGGA2IN?? KAYA BEGITU TUH PAHAM WAHABI YG DI SEBUT MULIA? MULIA KOK DOYAN ML?? HUEHEHEHE....SEKRG PERTANYAAN ANA CUMA 1, SEBUTIN SANAD ILMU DAN SANAD GURU ULAMA2 WAHABI APAKAH BERSAMBUNG SAMPAI KE RASULULLAH SAW?? KALO GA BISA NYEBUTIN GA USAH NGEMENG LU!!! SIMAK PENJELASAN IMAM SYAFEI INI :
Imam Syafii : “Orang yang belajar ilmu tanpa sanad guru
bagaikan orang yang mengumpulkan kayu baker digelapnya malam, ia membawa
pengikat kayu bakar yang terdapat padanya ular berbisa dan ia tak tahu” (Faidhul
151
16 Mei 2011 - 07:54:21 WIB

Qadir juz 1 hal 433), berkata pula Imam Atsauri : “Sanad adalah senjata orang mukmin,
maka bila kau tak punya senjata maka dengan apa kau akan berperang?”, berkata pula
Imam Ibnul Mubarak : “Pelajar ilmu yang tak punya sanad bagaikan penaik atap namun
tak punya tangganya, sungguh telah Allah muliakan ummat ini dengan sanad” (Faidhul
Qadir juz 1 hal 433)
151
16 Mei 2011 - 07:55:09 WIB

Semakin dangkal ilmu seseorang, maka tentunya ia semakin mudah berfatwa dan
menghukumi, semakin ahli dan tingginya ilmu seseorang, maka semakin ia berhati hati
dalam berfatwa dan tidak ceroboh dalam menghukumi

TP ALHAMDULILLAH PAHAM WAHABI DSEKRG INI UDAH MULAI TERGERUS KRN SEMAKIN TERDESAK DG MAULID2 AKBAR DIMANA2 HUEHEHE...SHOLLI ALA MUHAMMAD!!
151
16 Mei 2011 - 08:01:55 WIB

SANGGUP GA NIH SI WAHABI MENJAWAB PERTANYAAN ANA?? :) HUEHEHEHEHEHHEHEHEHEHEHEEEEE

KALO MEMPERTAHANKAN PENDAPAT HRS DISERTAI DALIL YG TSIGAH DAN SANAD ILMU YG JELAS, KALO KAGA BISA MENYERTAKAN SAMA AJA NGEMENG SAMA EMBER HUEHEHEHEHHE :)
imam
16 Mei 2011 - 11:51:57 WIB

saya setuju dgn mas 151, memang orang wahabi ga ada yang konsisten, jadi banyak sekali buku ahlussunnah wal jama'ah yang didistorsi oleh mereka, biasanya utk menghantam islam dari dalam, pun dalam sanad keilmuan juga tidak jelas, biasa main nuka, nukil, gunting tambal menambal.
imam
16 Mei 2011 - 12:02:31 WIB

wah rupanya mas mantan ahlusunnah ga bisa bedain mana berhala mana bukan. dan ga baca tulisan saya tentang sejarah, atau pendiri wahabi sebenarnya, bukti sejarah tidak bisa dibohongi mas dia berbicara apa adanya. dan memang betul wahabi membunuh bahkan membabat habis dengan ide yang tidak sejalan dgn pemikiran mereka.
imam
16 Mei 2011 - 12:10:03 WIB

tentunya memanfaatkan kelemahan khilafah turki ustmani, lalu mekah dibawah muhammad bin saud dan juga propaganda dari muhammad bin abdul wahab agar berontak dan memisahkan diri dari wilayah turki utsmani agar berontak dgn propaganda bahwa mekkah dan madinah adalah tempat kelahiran rosul SAW, masa harus ikut dgn turki, sehingga terjadilah pemberontakan yang waktu itu inggris membatu muhammad bin saud dan muhammad bin abdul wahab, begitulah sekilas yang saya kutip.
151
16 Mei 2011 - 12:18:57 WIB

imam : yup, mereka ini dangkal pemahaman syareat dan ga punya sanad dan guru.....memang kita hrs pelan2 ngajak mereka kembali ke aswaja, ibarat org sakit, ga bisa lgs sembuh :)

fakir yang tidak munafik
17 Mei 2011 - 06:57:31 WIB

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. (Al-A'raaf: 199)
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُوا أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاءُ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَٰكِن لَّا يَعْلَمُونَ
Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman". Mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu. (Al-Baqarah: 13)
fakir yang tidak munafik
17 Mei 2011 - 07:03:14 WIB

SANAD WAHABI DAN SALAFY JELAS DAN RINCI, KALIANLAH YANG TIDAK MEMPUNYAI SANAD DARI GURU-GURU YANG SHOLEH DAN JUJUR. silahkan download disini :
http://www.4shared.com/get/MpuKZEaL/BIOGRAFI_AHLI_HAD ITS.html
SAYA BANGGA MENJADI WAHABI, SILAHKAN KALIAN BERBUSA MEMFITNAH DENGAN KEBODOHAN KALIAN, HAI PARA MUNAFIK!!!!TUNGGULAH AJALMU, KETIKA NAFAS DITENGGOROKANMU, BARULAH KALIAN MENYADARI KEBODOHAN KALIAN
fakir yang tidak munafik
17 Mei 2011 - 07:05:47 WIB

SANAD WAHABI DAN SALAFY JELAS DAN RINCI, KALIANLAH YANG TIDAK MEMPUNYAI SANAD DARI GURU-GURU YANG SHOLEH DAN JUJUR. silahkan download disini :
http://www.4shared.com/get/MpuKZEaL/BIOGRAFI_AHLI_HAD ITS.html
SAYA BANGGA MENJADI WAHABI, SILAHKAN KALIAN BERBUSA MEMFITNAH DENGAN KEBODOHAN KALIAN, HAI PARA MUNAFIK!!!!TUNGGULAH AJALMU, KETIKA NAFAS DITENGGOROKANMU, BARULAH KALIAN MENYADARI KEBODOHAN KALIAN
fakir yang tidak munafik
17 Mei 2011 - 07:08:53 WIB

SANAD WAHABI DAN SALAFY JELAS DAN RINCI, KALIANLAH YANG TIDAK MEMPUNYAI SANAD DARI GURU-GURU YANG SHOLEH DAN JUJUR. silahkan download disini :
http://www.4shared.com/get/MpuKZEaL/BIOGRAFI_AHLI_HAD ITS.html SAYA BANGGA MENJADI WAHABI, SILAHKAN KALIAN BERBUSA MEMFITNAH DENGAN KEBODOHAN KALIAN, HAI PARA MUNAFIK!!!!TUNGGULAH AJALMU, KETIKA NAFAS DIKERONGKONGANMU, BARULAH KALIAN MENYADARI KEBODOHAN KALIAN
fakir yang tidak munafik
17 Mei 2011 - 07:19:20 WIB

UNTUK YANG BARU MAU BELAJAR DAN MEMPELAJARI DAN MAU BERDEBAT DENGAN KITAB-KITAB WAHABI DAN SALAFY BISA MEMBUKA ALAMAT INI :
http://shirotholmustaqim.wordpress.com/

http:/ /abul-jauzaa.blogspot.com/

http://www.abuayaz.co.c c/

JANGAN MAU DIBODOHI OLEH ORANG-ORANG MUNAFIK DAN BODOH DISINI (151 DAN SI IMAM) YANG BISANYA NGOCEH DENGAN DUSTANYA,
uci
17 Mei 2011 - 11:22:54 WIB

wah, makasih banget yah...saya stj skl dgn pandangan fakir...bnr mas dalil mas imam dan mas 151 bertentangan semua dgn hati nurani sy....mas fakir mendingan diemkan sj mereka...mereka percis kyk ungkapan dlm quran Al-Jumu'ah: 5 spt keledai, lagakny kyk orang pintar berdalil, yg ada hny kebodohan mereka mkn tmpk...
151
18 Mei 2011 - 08:09:24 WIB

OK, KALO JELAS SILAHKAN PAPARKAN SANAD ILMU DAN GURU WAHABI DISINI, ANA TUNGGU :))

KALO GA PAPARKAN, BERARTI SEMUA DALIL ENTE SESAT :)

ANA TUNGGU SEKARANG !!!
ah lussunah
18 Mei 2011 - 10:00:04 WIB

betul..saya dukung 151. pembasmi wahabi
151
18 Mei 2011 - 14:21:50 WIB

1 LAGI COBA TUNJUKKAN ULAMA2 WAHABI YG MENCAPAI DERAJAT ALHAFIDH ( HAPAL LBH DR 100.000 RB HADIST BESERTA SANAD DAN MATAN HUKUMNYA)...KAGA ADE TOONG HUEHEHEHEH..
AREK SUROBOYO
18 Mei 2011 - 15:03:22 WIB

ADA YANG HAFAL, SILAHKAN ANDA BERKUNJUNG KE MAHAD PONDOK PESANTREN ISLAMIC CENTRE BIN BAZ YOGYAKARTA, DISANA BANYAK FAKTA DAN DATA RISALAHNYA, YANG AKU TAHU :
1. Ibnu Taimiyyah
2. Syeikh Abdul Aziz bin Baz
3. Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
4. Syaikh Shalih ibn Fauzan ibn Abdullah ibn Fauzan
5. Syaikh Rabi’ bin Hadi ‘Umair Al-Madkhali

DAN MASIH BANYAK LAGI, FITNAH KALIAN SEPERTI SAMPAH....SAYA DUKUNG SANG FAKIR. ALHAMDULILLAH SAYA WAHABI YANG SUDAH LEPAS DARI PENGARUH AJARAN AL-AHBASH SESAT SEPERTI KALIAN (151 DAN IMAM) INI......


AREK SUROBOYO
18 Mei 2011 - 15:34:03 WIB

TUH DIBAGIAN ATAS SANG FAKIR SUDAH MENJELASKAN, APAKAH 151 SEPERTI ORANG BODOH, ORANG DIATASNYA SUDAH MENJELASKAN, MALAH MENGATAKAN SESAT, DASAR PEMALAS...BACA DONG YANG DIATAS KOMENNYA.....

SANAD WAHABI DAN SALAFY JELAS DAN RINCI, KALIANLAH YANG TIDAK MEMPUNYAI SANAD DARI GURU-GURU YANG SHOLEH DAN JUJUR. silahkan download disini :
http://www.4shared.com/get/MpuKZEaL/BIOGRAFI_AHLI_HAD ITS.html SAYA BANGGA MENJADI WAHABI, SILAHKAN KALIAN BERBUSA MEMFITNAH DENGAN KEBODOHAN KALIAN, HAI PARA MUNAFIK!!!!TUNGGULAH AJALMU, KETIKA NAFAS DIKERONGKONGANMU, BARULAH KALIAN MENYADARI KEBODOHAN KALIAN
azahra
18 Mei 2011 - 15:43:25 WIB

thanks bang fakir & arek suroboyo atas info biografi ulama hadits wahabi dan sanad silsilah guru ke muridnya begitu lengkap.....sudah aku download file chm nya cuma alamat ujungnya AHLI_HADITS.html tdk terpisah....semoga Allah membalas kebaikan kalian....
151
18 Mei 2011 - 16:45:29 WIB

UTK AREK SUROBOYO :

ITU BUKAN SANAD ILMU DAN GURU TONG, ITU SAMA AJA NAMA ULAMA ENTE DISEBUTIN 5 ORG...YG NAMANYA SANAD ITU ADALAH UNTAIAN PERIWAYAT DR GURU KE GURUNYA TERUUUUS AKHIRNYA BERMUARA DI SATU SUMBER YAKNI SAYIDINNA MUHAMMAD SAW...WAH SEMAKIN JELAS NIH ILMU WAHABI, PANTES SESAT, WONG SANAD AJA KAGA NGARTI, BORO2 NYAMBUNG KE NABI SAW, GURUNYA AJA SATU SAMA LAIN KAGA ADA YG HAPAL LBH DR 100 RB HADIST....HUEHEHEHEHE



151

PEM,BASMI WAHABI
151
18 Mei 2011 - 16:52:54 WIB

NIH GW TERANGIN SIAPA ITU ALBANI :

albaniy bukan Muhaddits, karena Muhaddits adalah orang yg mengumpulkan hadits dan menerima hadits dari para peiwayat hadits, albani tidak hidup di masa itu, ia hanya menukil nukin dari sisa buku buku hadits yg ada masa kini, kita bisa lihat Imam Ahmad bin Hanbal yg hafal 1.000.000 hadits (1 juta hadits), berikut sanad dan hukum matannya, hingga digelari Huffadhudduniya (salah seorang yg paling banyak hafalan
151
18 Mei 2011 - 16:53:39 WIB

haditsnya di dunia), (rujuk Tadzkiratul Huffadh dan siyar a'lamunnubala) dan beliau tak sempat menulis semua hadits itu, beliua hanya sempat menulis sekitar 20.000 hadits saja, maka 980.000 hadits lainnya sirna ditelan zaman,
151
18 Mei 2011 - 16:55:41 WIB

Imam Bukhari hafal 600.000 hadits berikut sanad dan hukum matannya dimasa mudanya, namun beliau hanya sempat menulis sekitar 7.000 hadits saja pada shahih Bukhari dan beberapa kitab hadits kecil lainnya, dan 593.000 hadits lainnya sirna ditelan zaman, demikian para Muhaddits2 besar lainnya, seperti Imam Nasai, Imam Tirmidziy, Imam Abu Dawud, Imam Muslim, Imam Ibn Majah, Imam Syafii, Imam Malik dan ratusan Muhaddits lainnya,

151
18 Mei 2011 - 16:56:20 WIB

Muhaddits adalah orang yg berjumpa langsung dg perawi hadits, bukan jumpa dg buku buku, albani hanya jumpa dg sisa sisa buku hadits yg ada masa kini.

Albani bukan pula Hujjatul Islam, yaitu gelar bagi yg telah hafal 300.000 hadits berikut sanad dan hukum matannya, bagaimana ia mau hafal 300.000 hadits, sedangkan masa kini jika semua buku hadits yg tercetak itu dikumpulkan maka hanya mencapai kurang dari 100.000 hadits.
AL Imam Nawawi itu adalah Hujjatul islam, demikian pula Imam Ghazali, dan banyak Imam Imam Lainnya.
151
18 Mei 2011 - 16:57:50 WIB

Albani bukan pula Alhafidh, ia tak hafal 100.000 hadits dengan sanad dan hukum matannya, karena ia banyak menusuk fatwa para Muhadditsin, menunjukkkan ketidak fahamannya akan hadits hadits tsb,

Abani bukan pula Almusnid, yaitu pakar hadits yg menyimpan banyak sanad hadits yg sampai ada sanadnya masa kini, yaitu dari dirinya, dari gurunya, dari gurunya, demikian hingga para Muhadditsin dan Rasul saw, orang yg banyak menyimpan sanad seperti ini digelari Al Musnid, sedangkan Albani tak punya satupun sanad hadits yg muttashil.
151
18 Mei 2011 - 16:58:21 WIB

berkata para Muhadditsin, "Tiada ilmu tanpa sanad" maksudnya semua ilmu hadits, fiqih, tauhid, alqur;an, mestilah ada jalur gurunya kepada Rasulullah saw, atau kepada sahabat, atau kepada Tabiin, atau kepada para Imam Imam, maka jika ada seorang mengaku pakar hadits dan berfatwa namun ia tak punya sanad guru, maka fatwanya mardud (tertolak), dan ucapannya dhoif, dan tak bisa dijadikan dalil untuk diikuti, karena sanadnya Maqtu'.

apa pendapat anda dengan seorang manusia muncul di abad ini lalu menukil nukil sisa sisa hadits yg tidak mencapai 10% dari hadits yg ada dimasa itu, lalu berfatwa ini dhoif, itu dhoif.
151
18 Mei 2011 - 16:59:59 WIB

saya sebenarnya tak suka bicara mengenai ini, namun saya memilih mengungkapnya ketimbang hancurnya ummat karena tipuan seorang tong kosong.

SETUJU YE SAMA PENJELASAN GURU MULIA HABIB MUNZIR DIATAS?? : HUEHEHEHHEHEE

151

FPW = FRONT PEMBASMI WAHABI
151
18 Mei 2011 - 17:02:36 WIB

JADI ANA MINTA SEKALI LAGI PAPARKAN SANAD KEILMUAN DAN SANAD GURU WAHABI SECARA DETIL SATU PERSATU HINGGA MUTASHILL (BERSAMBUNG) KPD NABI MUHAMMAD SAW...HUEHEHEHHE...SANGGUP GA NEEH SI WAHABIY??? HUEHEHEHHE


151
AREK SUROBOYO
18 Mei 2011 - 17:16:48 WIB

ITULAH TOLOLNYA 151, APAKAH ENTE TIDAK LIHAT URUTAN ULAMANYA SAMPAI KEATAS KE SAHABAT RASUL, MAKANYA ENTE SAYA SURUH BERKUNJUNG KE MAHAD PONDOK PESANTREN ISLAMIC CENTRE BIN BAZ YOGYAKARTA DISANA LENGKAP BISA MENJELASKAN SEMUA FITNAHAN ENTE YANG KAYAK SAMPAH!!!! BETAPA BODOHNYA JIKA ADA ORANG MAU MENJELASKAN HAL YANG PANJANG APA YANG ENTE MINTA DALAM FORUM KOMEN INI, YANG ENTE BATASIN KATA DAN KALIMATNYA, SAMPAI ENTE SENDIRI MEMBERI KOMEN DGN TERPOTONG-POTONG
AREK SUROBOYO
18 Mei 2011 - 17:26:02 WIB

151 = si imam (ADMIN BUDAKNYA KH SYARIF SESAT LULUSAN UMM AL-QURA YANG DIBUANG), JIKA ENTE BERANI DEBAT SILAHKAN ENTE BERDEBAT DI FORUM KOMENNYA DI :
http:/ /abul-jauzaa.blogspot.com/ ATAU http://www.abuayaz.co.cc/

TERLALU DANGKAL ILMU ENTE DIBANDING KEDUA ORANG DIATAS!!!

151
18 Mei 2011 - 17:28:11 WIB

AREK SUROBOYO :

HUEHEHE, ULAMA WAHABI YG ENTE SEBUTIN DIKALANGAN PARA MUHADITS MEREKA SEMUA TDK ADA SATUPUN YG MENCAPAI DERAJAD ALHAFIDH ( HAPAL LBH DR 100 RB HADIST), ITU NAMANYA BUKAN SANAD TP BIOGRAFI ULAMA2

SEJAK KAPAN SI MUQBIL, ALBANIY, DUL WAHAB DIAKUI MUHADIST OLEH PARA ULAMA2 DUNIA, JGNKAN ULAMA, 100 HADIST AJA ANA JAMIN MEREKA KAGA ADA YG APAL, INILAH SESATNYA WAHABI BERFATWA TANPA SANAD DAN ILMU, WAIYYADZUBILLAH HUEHEHEHEHE


151
18 Mei 2011 - 17:31:07 WIB

WAKAKAK ABUL JAUZA DIGERUS DI www.majelisrasulullah.org.......
151
18 Mei 2011 - 17:46:38 WIB

UTK WAHABIY :

bagi yg akan meneruskan bantahan atas pembahasan ini agar menyebutkan sanadnya kepada periwayat, bila disebut fatwa Imam Nawawi maka sebutkan sanad gurunya kepada Imam Nawawi, bila menyebut fatwa Imam Muslim maka sebutkan sanadnya pada Imam Muslim, bila menyebut fatwa Imam Baihaqi maka sebutkan sanadnya pada Imam baihaqi, bila menyebut fatwa Imam Imam lainnya silahkan sebutkan sanadnya kepada Imam Imam tersebut.
151
18 Mei 2011 - 17:47:06 WIB

Alhamdulillah saya mempunyai sanad kepada Imam Imam kutubussittah (Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasai, Ibn Majah, Abu Dawud), juga kepada Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Syafii, Imam Malik, Imam Hanafi, Imam baihaqi, Imam Hakim, Imam Ibn katsir, dan banyak lagi para Muhadditsin,

dan sanad kepada Rasulullah saw.
151
18 Mei 2011 - 17:49:21 WIB

NAAAAH UTK AREK SRBYO :

TOLONG DUNK SEBUTIN SANAD ILMU ENTE YG KE IMAM SYAFEI ATAU KE IMAM BUKHARI, ATAU GA USAH DUA2NYA DEH, SATU AJA KAGA HUEHYUEHUEHUEHUE...SANGGUP WAHABIY? KE IMAM SYAFEI AJA DEH, SEBUTIN SANAD ILMU DAN GURU2 ENTE.....JGN NGELES LG YEE KAYA PENJELASAN2 ENTE DIATAS, KALO NGELES LG KETAWAN DEH WAHABIY TONG KOSONG BUSUK BAUNYA WAAAAKAKAKAKAKAKAKAKKAKAA....MAAPIN ANA YE WAHABIY :)
AREK SUROBOYO
19 Mei 2011 - 04:08:02 WIB

ITULAH TOLOLNYA 151, APAKAH ENTE TIDAK LIHAT URUTAN ULAMANYA SAMPAI KEATAS KE SAHABAT RASUL, MAKANYA ENTE SAYA SURUH BERKUNJUNG KE MAHAD PONDOK PESANTREN ISLAMIC CENTRE BIN BAZ YOGYAKARTA DISANA LENGKAP BISA MENJELASKAN SEMUA FITNAHAN ENTE YANG KAYAK SAMPAH!!!! BETAPA BODOHNYA JIKA ADA ORANG MAU MENJELASKAN HAL YANG PANJANG APA YANG ENTE MINTA DALAM FORUM KOMEN INI, YANG ENTE BATASIN KATA DAN KALIMATNYA, SAMPAI ENTE SENDIRI MEMBERI KOMEN DGN TERPOTONG-POTONG
AREK SUROBOYO
19 Mei 2011 - 04:26:01 WIB

MAKIN KELIATAN TUH BEGONYA SI 151 ADMINNYA, BERTANYA TAPI DENGAN CARA NYONTEK SESAMA ORANG SESAT abusalafytobat.wordpress.com DISANA SEMUA PERTANYAAN ENTE BERASALA, MAU TAHU JAWABAN DAN BANTAN ENTE YANG KAYAK SAMPAH BISA DILIHAT DI :
http://www.firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/ 127-tipu-muslihat-abu-salafy-bag-4-qsiapa-yang-berdusta-i bnu-taimiyyah-atau-abu-salafyq LUCU...LUCU...BISANYA CARI PERTANYAAN DI OOM GOOGLE YANG MENYESATKAN LAGI....DASAR BEGO ENTE!!!
AREK SUROBOYO
19 Mei 2011 - 04:28:06 WIB

MAKIN KELIATAN TUH BEGONYA SI 151 ADMINNYA, BERTANYA TAPI DENGAN CARA NYONTEK SESAMA ORANG SESAT abusalafytobat.wordpress.com DISANA SEMUA PERTANYAAN ENTE BERASAL, MAU TAHU JAWABAN DAN BANTAHAN ENTE YANG KAYAK SAMPAH BISA DILIHAT DI :
http://www.firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/ 127-tipu-muslihat-abu-salafy-bag-4-qsiapa-yang-berdusta-i bnu-taimiyyah-atau-abu-salafyq LUCU...LUCU...BISANYA CARI PERTANYAAN DI OOM GOOGLE YANG MENYESATKAN LAGI....DASAR BEGO ENTE!!!
AREK SUROBOYO
19 Mei 2011 - 04:36:15 WIB

NIH TAMBAHAN BUAT MEMBANTAH SEMUA PERTANYAAN SAMPAH ENTE (151) BIAR YANG LAIN BACA DAN MAKIN KELIATAN BEGONYA ENTE, UDAH SESAT, BEGO LAGI....HAHAHAHA
http://www.firanda.com/index.php/artik el/31-bantahan
AREK SUROBOYO
19 Mei 2011 - 05:17:34 WIB

NIH SEDIKIT ANE KUTIP DARI BLOGNYA USTADZ WAHABI ITU, UNTUK MEMBANTAH DUSTA SAMPAH ENTE 151 :
Sanad dari Imam Bukhari (salah satu ulama Salafy/Wahabi) :
Diantara guru-guru beliau adalah :
Abu 'Ashim An Nabil
Makki bin Ibrahim
Muhammad bin 'Isa bin Ath Thabba'
Ubaidullah bin Musa
Muhammad bin Salam Al Baikandi
Ahmad bin Hambal
Ishaq bin Manshur
Khallad bin Yahya bin Shafwan
Ayyub bin Sulaiman bin Bilal
Ahmad bin Isykab
AREK SUROBOYO
19 Mei 2011 - 05:20:54 WIB

IMAM BUKHARI
Murid-murid Imam Bukhari :
Al imam Abu al Husain Muslim bin al Hajjaj an Naisaburi (204-261), penulis buku shahih Muslim yang terkenal
Al Imam Abu 'Isa At Tirmizi (210-279) penulis buku sunan At Tirmidzi yang terkenal
Al Imam Shalih bin Muhammad (205-293) (Ulama Salafy/Wahaby yang terkenal)
Al Imam Abu Bakr bin Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah (223-311), penulis buku shahih Ibnu Khuzaimah.
Al Imam Abu Al Fadhl Ahmad bin Salamah An Naisaburi (286), teman dekat imam Muslim, dan dia juga memiliki buku shahih seperti buku imam Muslim.
Al Imam Muhammad bin Nashr Al Marwazi (202-294)
Al Hafizh Abu Bakr bin Abi Dawud Sulaiman bin Al Asy'ats (230-316)

AREK SUROBOYO
19 Mei 2011 - 05:21:50 WIB

Al Hafizh Abu Al Qasim Abdullah bin Muhammad bin Abdul 'Aziz Al Baghawi (214-317)
Al Hafizh Abu Al Qadli Abu Abdillah Al Husain bin Isma'il Al Mahamili (235-330)
Al Imam Abu Ishaq Ibrahim bin Ma'qil al Nasafi (290)
Al Imam Abu Muhammad Hammad bin Syakir al Nasawi (311)
Al Imam Abu Abdillah Muhammad bin Yusuf bin Mathar al Firabri (231-320) (Ulama Salafy/Wahaby yang terkenal)
AREK SUROBOYO
19 Mei 2011 - 05:23:21 WIB

Sanad dari Imam Muslim :

Diantara guru-guru beliau adalah;

1. Abdullah bin Maslamah Al Qa’nabi, guru beliau yang paling tua

2. Al Imam Muhammad bin Isma’il Al Bukhari

3. Al Imam Ahmad bin Hambal

4. Al Imam Ishaq bin Rahuyah al Faqih al Mujtahid Al Hafizh

5. Yahya bin Ma’in, imam jarhu wa ta’dil

6. Ishaq bin Manshur al Kausaj

7. Abu Bakar bin Abi Syaibah, penulis buku al Mushannaf

8. Abdullah bin Abdurrahman Ad Darimi

9. Abu Kuraib Muhammad bin Al ‘Alaa`

10. Muhammad bin Abdullah bin Numair

11. Abd bin Hamid
AREK SUROBOYO
19 Mei 2011 - 05:24:22 WIB

IMAM MUSLIM :
Muridnya :

1. Muhammad bin Abdul wahhab al Farra`(Ulama Salafy/Wahaby yang terkenal), Dari sinilah awalnya fitnah dan dusta dari musuh-musuh wahabi/salafy.

2. Abu Hatim Muhammad bin Idris ar Razi

3. Abu Bakar Muhammad bin An Nadlr bin Salamah al Jarudi

4. Ali bin Al Husain bin al Junaid ar Razi

5. Shalih bin Muhammad Jazrah

6. Abu Isa at Tirmidzi

7. Ibrahim bin Abu Thalib


8. Ahmad bin Salamah An Naisaburi

9. Abu Bakar bin Khuzaimah

10. Makki bin ‘Abdan

11. Abdurrahman bin Abu Hatim ar Razi

12. Abu Hamid Ahmad bin Muhammad bin Asy Syarqi

13. Abu Awanah al-Isfarayini

14. Ibrahim bin Muhammad bin Sufyan al Faqih az Zahid
AREK SUROBOYO
19 Mei 2011 - 05:31:54 WIB

SILAHKAN SEKARANG ENTE BANTAH LAGI DENGAN DUSTA/FITNAH ENTE UNTUK BERKELIT LAGI!!!! SILAHKAN ENTE BUKA LAGI (NYONTEK LAGI) PRIMBON ENTE DI BLOG SESAT salafytobat.wordpress

AYO KITA TERUS BERDEBAT SAMPAI NAFAS LU DIKERONGKONGAN, ...BIAR PEMBACA MAKIN TERANG MANA YANG DUSTA DAN FITNAH....DAN BIAR SEMAKIN DITINGGALIN PONPRES SESAT UMMUL QURA.SCH.ID ENTE!!!!!
AREK SUROBOYO
19 Mei 2011 - 05:55:01 WIB

KEPADA PARA PEMBACA YANG MASIH MEMPUNYAI AKAL SEHAT DAN HATI NURANI YANG MASIH DIBAWAH LINDUNGAN HIDAYAH-NYA, BISA MELIHAT SEMUA APA YANG DITUDUHKAN BERUPA DUSTA DAN FITNAHNYA OLEH imam=151=admin ummul qura.sch.id BISA MELIHAT TAMBAHAN REFERENSINYA DI :
http://bantahansalafytobat.wordpress.com/

ALHA MDULILLAH SAYA BANGGA MENJADI WAHABI/SALAFY/SALAFUSH SHOLIH........

HANYA ORANG YANG JAUH DARI HIDAYAHNYA YANG BERGABUNG DI PONPRES SESAT UMMUL QURA.SCH.ID
konco
19 Mei 2011 - 07:35:20 WIB

Suroboyo kayaknya lebih banyakan warga nahdiyyin, tapi ini arek suroboyo fhamnya lain ya...ikut2 timur tengah..
151
19 Mei 2011 - 07:56:05 WIB

SUROBOYO :

SEMUA ORG JUGA BISA TINGGAL COPAS AJE, YG ENTE TULIS ITU CUMA NAMA2 ULAMA WAHABI DOAAAANK...YG ANA TANYAIN NYAMBUNG GA TUH SANAD KE RASULULLAH SAW??? KOK GA ADA NYAMBUNG2NYA KE RASUL SAW??? ITU BUKAN SANAD TONG HUEHUEHUE, NAH INILAH DANGKALNYA WAHABI, SANAD AJA KAGA TAU GIMANA MO BENER?? WAKAKAKAKA,

SEKARANG NIH YE ANA JELASIN TONG, DI JAKARTA YG NAMANYA WAHABI UDAH SEMAKIN PUNAH ALHAMDULILLAH, SEKRG SEMUA MASJID MAULID DIMANA2...TINGGAL WAHABI DOANK YG GIGIT JARI DAN BULENG MUKENYE PD SAAT BULAN MAULID TIBA, KRN WAHABI TITISAN IBLIS YG GA MAU MEMULIAKAN RASUL SAW, WAIYAZUBILLAH HUEHUEHUEHUE...TOBAT YE TONG :))
151
19 Mei 2011 - 08:04:51 WIB

OYA SATU LAGI TONG SUROBOYO : TUNUJUKIN SATUUU AJA ULAMA WAHABI YG MENCAPAI DERAJAD ALHAFIDH ( HAPAL LBH DR 100 RB HADIST BESERTA SANAD DAN MATAN HUKUMNYA ).....AWAS KALO GA BISA JAWAB, ANA SURUH ENTE NGEJENGKING DUA KAKI WAKAKAKAKAKKAA :))
imam
19 Mei 2011 - 11:34:19 WIB

dari refensi buku yang saya dapat, tidak ada ulama wahabi yang mencapai derajad alhafidz, mereka orang wahabi (ibnu taimiyah,muhammad bin abdul wahab, ibnul qoyyim, dll) bukan juga sbg mujtahid, dalam fikih mereka bermazhab imam hambali, tetapi kenyataan nya, mereka hanya mendompleng saja sedang gerakan nya banyak sekali yang menentang ulama - ulama mazhab hambali.
imam
19 Mei 2011 - 11:36:54 WIB

MADZHAB HANBALI

Kemudian pula salah seorang mufti madzhab Hanbali di Mekah pada masanya, yaitu Syekh Muhammad ibn Abdullah an-Najdi al-Hanbali, wafat tahun 1295 hijriyah, telah menulis sebuah karya berjudul “as-Suhub al-Wâbilah ‘Alâ Dlarâ-ih al-Hanâbilah”. Kitab ini berisi penyebutan biografi ringkas setiap tokoh terkemuka di kalangan madzhab Hanbali. Tidak sedikitpun nama Muhammad ibn Abdil Wahhab disebutkan dalam kitab tersebut sebagai orang yang berada di jajaran tokoh-tokoh madzhab Hanbali tersebut.
imam
19 Mei 2011 - 11:39:33 WIB

Sebaliknya, nama Muhammad ibn Abdil Wahhab ditulis dengan sangat buruk, namanya disinggung dalam penyebutan nama ayahnya; yaitu Syekh Abdul Wahhab ibn Sulaiman. Dalam penulisan biografi ayahnya ini Syekh Muhammad ibn Abdullah an-Najdi mengatakan sebagai berikut:
“Dia (Abdul Wahhab ibn Sulaiman) adalah ayah kandung dari Muhammad yang ajaran sesatnya telah menyebar ke berbagai belahan bumi. Antara ayah dan anak ini memiliki perbedaan faham yang sangat jauh, dan Muhammad ini baru menampakan secara terang-terangan terhadap segala faham dan ajaran-ajarannya setelah kematian ayahnya.
imam
19 Mei 2011 - 11:46:44 WIB

saya jadi ingat dengan buku karya abu umamah yang berjudul mengenal abu sangkan lebih dekat, ternyata isi buku tersebut banyak menghujat abu sangkan, awalnya saya hampir terpengaruh oleh pemikiran abu umamah yang mengaku ahlusunnah dgn faham wahabinya, namun setelah saya baca pledoi dari abu sangkan mengenai tanggapan beliau thd abu umamah, bisa disimpulkan bahwa abu umamah tidak mengenal abu sangkan lebih dekat, dan cara mengemasnya abu umamah tidak pandai.karena hatinya selalu diliputi rasa buruk sangka., mungkin abu umamah malu kali ya utk menjawab nya lagi.
imam
19 Mei 2011 - 11:52:45 WIB

dan perlu hati hati kalau kita mu beli buku agama, karena telah banyak distrorsi oleh faham wahabi.
Tradisi tahrif ala Wahhabi terhadap kitab-kitab Ahlussunnah Wal-Jama’ah yang mereka warisi dari pendahulunya, kaum Mujassimah itu, juga berlangsung hingga dewasa ini dalam skala yang cukup signifikan.Menurut sebagian ulama, terdapat sekitar 300 kitab yang isinya telah mengalami tahrif dari tangan-tangan jahil orang-orang Wahabi.
imam
19 Mei 2011 - 11:54:23 WIB

Belakangan Ibn Taimiyah al-Harrani, ideolog pertama aliran Wahabi,seringkali memalsu pendapat para ulama dalam kitab-kitabnya. Misalnyaia pernah menyatakan dalam kitabnya al-Furqan Bayna al-Haqq waal-Bathil, bahwa al-Imam Fakhruddin al-Razi ragu-ragu terhadap madzhabal-Asy’ari di akhir hayatnya dan lebih condong ke madzhab Mujassimah,yang diikuti Ibn Taimiyah. Ternyata setelah dilihat dalam kitab Ijtima’al-Juyusy al-Islamiyyah, karya Ibn al-Qayyim, murid Ibn Taimiyah, ia telah men-tahrif pernyataan al-Razi dalam kitabnya Aqsam al-Ladzdzat.
imam
19 Mei 2011 - 11:55:34 WIB

Di antaranya adalah
kitab al-Ibanah ‘an Ushul al-Diyanah karya al-ImamAbu al-Hasan al-Asy’ari. Kitab al-Ibanah yang diterbitkan di Saudi Arabia, Beirut dan India disepakati telah mengalami tahrif dari kaumWahhabi. Hal ini bisa dilihat dengan membandingkan isi kitab al-Ibanah tersebut dengan al-Ibanah edisi terbitan Mesir yang di-tahqiq oleh Fauqiyah Husain Nashr.

imam
19 Mei 2011 - 11:56:56 WIB

Tafsir Ruh al-Ma’ani karya al-Imam Mahmud al-Alusi juga mengalami nasib yang sama dengan al-Ibanah. Kitab tafsir setebal tiga puluh dua jilidini telah di-tahrif oleh putra pengarangnya, Syaikh Nu’man al-Alusi yangterpengaruh ajaran Wahabi. Menurut Syaikh Muhammad Nuri al-Daitsuri,seandainya tafsir Ruh al-Ma’ani ini tidak mengalami tahrif, tentu akan menjadi tafsir terbaik di zaman ini.
imam
19 Mei 2011 - 11:58:13 WIB

Tafsir al-Kasysyaf, karya al-Imam al-Zamakhsyari juga mengalami nasib yang sama. Dalam edisi terbitan Maktabah al-Ubaikan, Riyadh, Wahabi melakukan banyak tahrif terhadap kitab tersebut, antara lain ayat 22dan 23 Surat al-Qiyamah, yang di-tahrif dan disesuaikan dengan ideologiWahabi. Sehingga tafsir ini bukan lagi Tafsir al-Zamakhsyari, namun telah berubah menjadi tafsir Wahabi.
imam
19 Mei 2011 - 11:59:24 WIB

Kitab al-Adzkar al-Nawawiyyah karya al-Imam al-Nawawi pernah mengalami nasib yang sama. Kitab al-Adzkar dalam edisi terbitan Darul Huda, 1409H, Riyadh Saudi Arabia, yang di-tahqiq oleh Abdul Qadir al-Arna’uth dandi bawah bimbingan Direktorat Kajian Ilmiah dan Fatwa Saudi Arabia,telah di-tahrif sebagian judul babnya dan sebagian isinya dibuang. Yaitu Bab Ziyarat Qabr Rasulillah SAW diganti dengan Bab Ziyarat Masjid Rasulillah SAW dan isinya yang berkaitan dengan kisah al-’Utbi ketikaber-tawasul dan ber-istighatsah dengan Rasulullah saw, juga dibuang.
imam
19 Mei 2011 - 12:05:46 WIB

wahai orang -orang wahabi,
Apa hukumnya orang yang menyesatkan orang lain, sementara kami telah bersyahadat setiap shalat, menjalankan shalat lima waktu, berzakat, berpuasa di bulan Ramadhan, menunaikan ibadah haji ke Baitullah ? apakah kalian yang paling benar ? masih kah anda berani mengatakan bahwa anda adalah ahlusunnah waljama'ah yang paling baik dan pas sunnahnya ?
151
19 Mei 2011 - 13:17:58 WIB

imam : sampe botak ga bakalan ada ulama wahabi yg mencapai derajad alhafidh huehuehue


151
19 Mei 2011 - 13:18:57 WIB

NIIH LIAT IMAM MALIK AJA JIJIK AMA WAHABI HUEHUEHUE
Berkata Almuhaddits Hujjatul Islam Al Imam Malik rahimahullah ketika datang seseorang yg bertanya makna ayat : ”Arrahmaanu ’alal Arsyistawa”, Imam Malik menjawab : ”Majhul, Ma’qul, Imaan bihi wajib, wa su’al ’anhu bid’ah (tdk diketahui maknanya, dan tidak boleh mengatakannya mustahil, percaya akannya wajib, bertanya tentang ini adalah Bid’ah Munkarah), dan kulihat engkau ini orang jahat, keluarkan dia..!”,
demikian ucapan Imam Malik pada penanya ini, hingga ia mengatakannya : ”kulihat engkau ini orang jahat”, lalu mengusirnya, tentunya seorang Imam Mulia yg menjadi Muhaddits Tertinggi di Madinah Almunawwarah di masanya yg beliau itu Guru Imam Syafii ini tak sembarang mengatakan ucapan seperti itu, kecuali menjadi dalil bagi kita bahwa hanya orang orang yg tidak baik yg mempermasalahkan masalah ini.

siapakah mereka?, wahabi tentunya.
wong Jowo
19 Mei 2011 - 13:22:42 WIB

saya sependapat dan pendukung ahlussunah tulen bukan pendukung wahabi. kalau kata Pimpinan NU wahabi itu aliran/madzhab yang lahir laksanai anak haram
Hamba Allah Yang Faqir
19 Mei 2011 - 13:34:10 WIB

Saya tertarik dengan 151 dan pengen tahu bagaimana cara mendapatkan sanad Ilmu yang terpercaya dengan ulama-ulama Ahlussunnah yang benar. mohon infonya...
UQ
19 Mei 2011 - 13:41:44 WIB

Ummul Qura tetap konsisten dengan ahlussunah bukan wahabi
151
19 Mei 2011 - 13:45:34 WIB

utk hamba ALLAH yg faqir :
silahkan antum minta ijazah sanad kpd guru mulia habib munzir di www.majelisrasulullah.org....
ini ana cuplikan salah satu jawaban guru mulia hb munzir ttg sanad :

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
saya Iazahkan pada anda sanad keguruan saya kepada anda, yg bersambung sanadnya kepada Guru Mulia kita, hingga Rasulullah saw, ia adalah bagai rantai emas terkuat yg tak bisa diputus dunia dan akhirat, jika bergerak satu mata rantai maka bergerak seluruh mata rantai hingga ujungnya, yaitu Rasulullah saw, semoga Allah swt selalu menguatkan kita dalam keluhuran dunia dan akhirat bersama guru guru kita hingga Rasul saw.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

151
19 Mei 2011 - 13:50:12 WIB

ini salah satu info matinya muqbil salah satu ulama wahabi :

Muqbil itu matinya karena kangker lidah karena setelah maki maki para wali di hadramaut, lalu konyolnya dia malah berobat ke amerika, padahal dia orang paling gedek sama kuffar, malah berobat kesono, lalu kojor disono
151
19 Mei 2011 - 16:23:20 WIB

AYO KITA TERUS BERDEBAT SAMPAI NAFAS LU DIKERONGKONGAN, ...BIAR PEMBACA MAKIN TERANG MANA YANG DUSTA DAN FITNAH

JUAWAB :

NAH NAH NAH, KETAWAN KAN WAHABI DOYAN DEBAT ( EMANG TITISAN IBLIS) KALO EMANG WAHABI JERNIH HATINYA DIA GA BAKALAN MAU DEBAT, DIA AKAN COMPARE PEMAHAMAN WAHABI DG AHLUSUNNAH WALJAMAAH UTK MENCARI KEBENARAN...DARI KATA2 WAHABI DIATAS AJA UDAH JELAS GA SESUAI DG YG DIAJARKAN RASUL SAW GIMANA MO BENER?? KESIAN YA :)
imam
19 Mei 2011 - 16:36:03 WIB

wahai saudaraku Mas 151 dan semuanya termasuk faham wahabi, kita semua ummat rosulullah SAW, namun kita perlu kedepankan akhlak dan omongan kita mari sama sama berda'wah bil hikmah wal mauidhotil hasanah, sebab apa apa yang kita perbuat dan kita ucapkan senantiasa dicatat, menurut saya biarlah saudara saudara kita dari faham wahabi dengan warna dan dakwahnya, dan sepanjang sejarah diindonesia memang ulama - ulama kita tidak pernah menghujat apalagi menyalahkan orang wahabi, mereka tahu itu semua. namun mereka yang selalu menghujat bahkan mencap golongan kita sesat dgn landasan qur'an yang semestinya ayat yang mereka kutip dalam setiap halaqoh mereka setelah saya check ternyata diperuntukkan oleh orang orang kafir, dan tidak sama dgn kita yang satu ALLAH dan Rasul.
151
19 Mei 2011 - 17:05:31 WIB

imam : kesian, kalo mereka meninggal masih menganut paham sesat ini jelas meninggalnya diluar islam, sabda rasul saw : brg siapa yg memisahkan diri dr jumlah muslimin terbanyak maka wafatnya dlm keadaan jahiliyah...emang ilmu nukil2 dr buku lalu berfatwa seenak udelnye aje perlu dibrantas....rasul saw sendiri jika masih ada dijaman sekrg beliau saw yg akan meeberantas mereka semua...sayang kita tdk diijinkan rasul saw utk memberantas wahabi huehuehuehuehue




ttd


151 PEMBASMI HAMA WAHABI
Santri UQ
19 Mei 2011 - 19:21:51 WIB

Dengan banyaknya bukti2 distorsi yang dilakukan orang-orang wahabi ini merupakan kebohongan , ketidakobyektifan, ketidakjujuran Ilmiah dan dosa besar serta kejahatan intelektual yang sangat membahayakan ummat, gemana nanti nasib para pelajar yang belum tahu apa2 langsung termakan buku2 wahabi, ini juga jadi problem ummat yang sangat kronis..tapi saya yaqin akan ada orang yang akan membongkar itu semua
151
20 Mei 2011 - 07:47:42 WIB

santri uq : jgn khawatir sekrg ini orang yg ente tunggu2 sdh bergerak memberangus smua paham sesat termasuk wahabi, beliau adalah guru mulia habib munzir, wahabi amat sgt takut thd guru mulia hb munzir...silahkan kunjungi www.majelisrasulullah.org web asuhan hb munzir
151
20 Mei 2011 - 07:57:11 WIB

guru mulia habib munzir jg sdh menerbitkan buku berjudul kenalilah akidahmu 1 dan 2, dan buku meniti kesempurnann iman ( menyanggah fatwa sesat bin baz)....silahkan donlot di webnya :)
Pustaka
20 Mei 2011 - 13:27:37 WIB

Assalamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakatuh

Saudaraku sesama kaum muslimin, pertama-tama saya mengajak kepada antum sekalian agar senantiasa bertaqwa kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan selalu berpegang kepada ajaran yang disampaikan Rasulullah shalallahu alaihi wa salam dengan penuh keikhlasan dan ketaqwaan.
Marilah kita berdakwah dengan cara2 yang ahsan dan tidak menjelek2an satu sama lain, karena begitulah Rasulullah dan para salafus shalih dalam berdakwah. Tidak ada satupun dicontohkan dalam bertutur kata hanya mendasari hawa nafsu tanpa menggunakan dalil sedikitpun. Marilah kita sama2 saling introspeksi dan bermuhasabah dalam menjalani ajaran Islam.

Pustaka
20 Mei 2011 - 13:28:19 WIB

Janganlah kalian sesekali taklid kepada seseorang karena gelar yang disandangnya, entah itu Ustad, Syaikh, Habib atau apapun namanya, karena mereka semua tidaklah Maksum. Lantas dengan saling jelek-menjelekan dan menghina satu sama lain apa yang akan kalian dapati, tidak lain kepuasan emosional yang hanya memuaskan syahwat kalian. Semoga kita semua bisa menjalani ajaran Islam sesuai tuntunan Rasulullah sebagaimana dipahami para sahabat Beliau.

Barakallahu fiikum.

151
20 Mei 2011 - 13:29:38 WIB

ulama - ulama kita tidak pernah menghujat apalagi menyalahkan orang wahabi

jawab :

kata sapa mam? ente liat almusnid alallamaah alhabib muhammad bin alwy almaliki buku2nya beliau banyak yg meluruskan paham sesat wahabiy, terus syeikh ahmad zaini kitab2nya dikeluarkan utk menyanggah wahabi, dan dijaman sekrg ini kita lihat guru mulia habib munzir mengeluarkan juga kitab jkenalilah akidahmu 1 dan 2 dan meniti kesempurnaan iman, semua buku dan kitab2 mereka meluruskan paham wahabiy

151
20 Mei 2011 - 13:30:23 WIB

lihat ucapan guru mulia habib munzir : saya sebenarnya tak suka bicara mengenai ini, namun saya memilih mengungkapnya ketimbang hancurnya ummat karena tipuan seorang tong kosong., beliau mengucapkan ini krn urusan yang haq!!

sampaikanlah kebenaran walaupun pahit :) huehehehehe

151
20 Mei 2011 - 13:37:21 WIB

Janganlah kalian sesekali taklid kepada seseorang karena gelar yang disandangnya, entah itu Ustad, Syaikh, Habib atau apapun namanya

jawab :

ini lagi atu, simak ucapan guru mulia hb munzir : mengenai "Taqlid" ini,justru dasar dari agama ini adalah Taqlid, karena taqlid berarti mengikuti atau memanut, namun orang orang wahabi memang tak mau memanut pada guru guru yg mempunyai sanad hingga Rasul saw, karena memang mereka tak punya guru, sanad mereka terputus.

151
20 Mei 2011 - 13:38:16 WIB

maka mereka mengingkari taqlid, mereka lebih senang melihat dalil dari buku daripada taqlid kepada guru, padahal mencari dalil dari buku bukanlah sunnah, dan asal muasalnya iman dan syariah ini berdasarkan Taqlid sahabat pada nabi saw, lalu para tabi'in bertaqlid kepada sahabat, lalu tabi' tabiin bertaqlid kepada tabi'in, demikian seterusnya dari guru ke muridnya hingga kini.

151
20 Mei 2011 - 13:38:52 WIB

maka mestilah kita mengikuti cara rasul saw yaitu bertaqlid kepada guru kita, dan lebih baik juga kalau tahu dalilnya, namun disaat kita tak menemukan guru yg merupakan Ulama yg mengamalkan ilmunya, dan kita tak menemukan guru yg mempunyai sanad guru kepada nabi saw, maka kita tak boleh taqlid (memanut) kepada sembarang orang sebelum mengetahui dalilnya, karena bisa saja orang itu menipu, atau tak tahu apa apa, maka taqlid kita batil.

151
20 Mei 2011 - 13:40:59 WIB

pustaka : kalo ente ga mau taqlid sama ulama yg berilmu lantas ente mau taqlid sama sape? buku? ngaco aje ente huhehehe
Pustaka
20 Mei 2011 - 14:03:15 WIB

Saya hanya sekedar mengingatkan sebagai seorang muslim tidak hanya kepada anda tapi kepada kita semua. Jika anda tersinggung, saya justru tidak tahu apakah sebenarnya anda memahami sunnah Rasulullah atau tidak karena ternyata anda tidak bisa berkata dan bertindak dengan ahsan.
Yang syubhat pada akhirnya akan terlihat dengan jelas.


151
20 Mei 2011 - 14:21:24 WIB

pustaka : apanya yg diingatkan? wong jelas jelas asal muasalnya iman dan syariah ini berdasarkan Taqlid sahabat pada nabi saw, lalu para tabi'in bertaqlid kepada sahabat, lalu tabi' tabiin bertaqlid kepada tabi'in, demikian seterusnya dari guru ke muridnya hingga kini. justru ente yg musti hati2, kalau ga mau taqlid sama ulama yg mumpuni, mo sama sapa lagi?? ingetin boleh2 aja tp sesuai tempatnya dunk :)
imam
20 Mei 2011 - 15:27:00 WIB

Mas 151 yo wess, ojo dumeh. mari kita sama menata hati dan beristighfar kepada NYA.
151
20 Mei 2011 - 16:07:27 WIB

imam : :)
Saya Bukan Wahabi
21 Mei 2011 - 06:22:23 WIB

Setelah saya baca bantahan dan rujukannya dari si Suroboyo http://bantahansalafytobat.wordpress.com/ ternyata saya sadar sudah dibohongi www.majelisrasulullah.org dimana semua ulamanya yang bergabung di majelisrasul para pendusta (NAUZUBILLAHIMINZALIK) sunnahnya, Alhamdulillah ya Allah......
Saya Bukan Wahabi
21 Mei 2011 - 14:45:41 WIB

Fitnah dan dusta Habib Munzir di www.majelisrasulullah.org bisa dilihat di :
Habib Munzir al-Musawa dalam bukunya yang bahlul ‘MENITI KESEMPURNAAN IMAN’
http://www.abuayaz.co.cc/2011/05/benarkah-nabi- shallallahu-alaihi-wa.html#more
Saya Bukan Wahabi
21 Mei 2011 - 17:51:16 WIB

Fitnah dan dusta Habib Munzir di www.majelisrasulullah.org bisa dilihat di :
Habib Munzir al-Musawa dalam bukunya yang bahlul ‘MENITI KESEMPURNAAN IMAN’

http://bantahansalafytobat.wordpress.com/20 11/01/05/bantahan-terhadap-buku-meniti-kesempurnaan-iman- karya-habib-munzir-al-musawa-bag-i-istighotsah/
santi
22 Mei 2011 - 16:38:34 WIB

Tdny sy mrs pnsrn apa bnr kata 151 syeikh muqbil wafatnya seperti itu, sy cb cari di google, sy search dgn kt kunci wafatnya syeikh muqbil, ternyata 151 telah berdusta, astagfirulahaladzim, tadi sy sempat percaya dan bangga sama anda, tp skr sy percy apa kt arek suroboyo ternyt dgn kebencian kalian, kalian sll berudusta dan memfitnah....sy hanya pencari soal kebenaran, yg sy benci adalah hal2 dusta....sy bukan wahabi dan salafy tp hati sy menangis ktk kalian memfitnah pemahaman Islam yg lurus
151
23 Mei 2011 - 08:06:09 WIB

Saya Bukan Wahabi :
huehehehe wahabi kacrut nih fitnah ente ana jawab,, majelisnya guru mulia hb munzir tiap malem pindah pindah dari wilayah ke wilayah, dihadiri diatas 10 ribu orang, kadang sampe 50 ribu, muda mudi lagi, bukan orang orang tue atau nenek nenek, di majelisnya ga ada konsumsi apa2, aqua juga kagak, tu orang bejibun aje tu anak2 muda, dikasi makan kagak, minum kagak, disiapin transportasi kagak, yg ade pade bayar parkiran ma penduduk setempat, NAH MASYARAKAT UMUM AJA BETAH DUDUK DIDALAM MAJELIS BELIAU, CUMA WAHABI AJE YG ALERGI SAMA SHOLLAWAT DAN ZIKIR ALERGI SAMA ZIKIR BERARTI IBLIS HUEHUEHUE

151
23 Mei 2011 - 08:10:30 WIB

HEHEHEHE BAGI KALIAN YG MASIH WARAS SILAHKAN BACA BUKU KESEMPURNAAN IMAN KARYA GURU MULIA HB MUNZIR

SANTI : INI LAGI ATU, KUTU KUPRET,SILAHKAN CEK KPD ULAMA AHLUSUNNAH WALJAMAAH JGN TYANYA SAMA WAHABI YA SAMI MAWON...HUEHUEHUEHUEHUEEEEEKK

151


PEMBAS MI KUTU WAHABIY LEBAY
151
23 Mei 2011 - 08:12:45 WIB

hb munzir, bisa disimak dari cuplikan ceramahnya, menuntun hadirin hadirat pada keluhuran makrifah, utk cinta pada Allah, malu pada Allah, risau dimurkai Allah, dan bukan sembarang bicara, tapi menukil riwayat hadits hadits shahih dan ayat Alqur;an, lihat aja cuplikan ceramahnya, dan bisa dilihat disemua ceramahnya begitu,demikian Thariqah alawiyyah, yaitu paduan antara syariah dan makrifah, lihat di web beliau : www.majelisrasulullah.org/

semua ceramahnya begitu, menuntun pada para hamba utk mengenal syariah, mengenal makrifah, mengenal tauhid, dan semakin didalami kalimatnya maka akan semakin dalam menghujam jiwa,

dan memang demikian tuntunan sang Nabi saw..

Pustaka
23 Mei 2011 - 09:22:04 WIB

Semakin jelas ini forum sekedar ajang caci maki yang jauh dari sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wa salaam. Naudzubillah min dzalik.
Pustaka
23 Mei 2011 - 09:26:09 WIB

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, para sahabat dan salafus shalih tidak pernah mengajarkan tahdzir mentahdzir....
Pembaca semua bisa menilai akhlak dalam berdiskusi dalam forum ini...siapa yang benar2 berakhlak sesuai ajaran Islam atau hanya berbicara dengan nafsu semata. Allahu a'lam
151
23 Mei 2011 - 12:44:13 WIB

pustaka :

kalo sayidinna umar hidup di jaman sekrg pasti wahabi sdh ditebas...tp sekrg kita menebas wahabi dg memperbanyak maulid nabi saw dimana2...hingga akhirnya wahabi tergerus punah...amiin ALLAHumma amin :)
abu abdirrahim damas
24 Mei 2011 - 03:27:30 WIB

nyasar ke blog pecinta habib ckckck
151
24 Mei 2011 - 08:02:17 WIB

abu abdirrahim damas

wajib hukumnya mencintai habib, perintah Allah swt : "Katakanlah (wahai Muhammad) aku tidak minta upah apa apa selain kecintaan kalian pada kerabatku" (QS Assyuura 23).
Pustaka
24 Mei 2011 - 08:31:44 WIB

151:
Gak kebalik tuh? kalau ngaku2 keturunan tapi koq gak sesuai dengan ahlul bait dan para sahabat. Sejak kapan para kerabat nabi mengaku dengan nama Habib...mohon dijelaskan.
Naudzubillah.....

Semakin tersingkap kedustaan 151 melalui statemen2nya sendiri.

Afwan, ana pamit tidak melanjutkan forum ini karena tiada manfaat didalamnya. Sebaik2 muslim adalah yang meninggalkan hal2 yang tidak bermanfaat.

Pustaka
24 Mei 2011 - 08:33:16 WIB

Mohon diperhatikan lagi, kalau Web ini katanya Menebar Akhlak dan Menabur Ilmu, lantas akhlak apa yang mau anda tebar dengan mentahdzir orang lain?

Wassalam
151
24 Mei 2011 - 12:18:41 WIB

pustaka :

Gak kebalik tuh? kalau ngaku2 keturunan tapi koq gak sesuai dengan ahlul bait dan para sahabat. Sejak kapan para kerabat nabi mengaku dengan nama Habib...mohon dijelaskan.

jawab :

habib artinya kekasih, bisa untuk keturunan Rasul saw atau siapa saja, jika wanita maka habibah, bisa untuk semua orang.

namun kalimat itu di indonesia dan beberapa negara islam dijadika gelar untuk memuliakan keturunan Rasul saw, untuk mengikuti perintah Allah swt : "Katakanlah (wahai Muhammad) aku tidak minta upah apa apa selain kecintaan kalian pada kerabatku" (QS Assyuura 23).

151
24 Mei 2011 - 12:19:29 WIB

maka ada yg menggelari mereka sayyid, ada yg menggelari mereka habib, dlsb, tanpa digelari pun tidak apa apa, karena perintah adalah mencintai keluarga Nabi saw secara umum.
MUHAMADIYAH SOLO
25 Mei 2011 - 06:26:09 WIB

Saya mendukung dakwah Salafy/Wahaby...terus berdakwah dengan kejujuran kalian, jangan kalian hinaan dengan hinaan,....

MUHAMADIYAH SOLO
25 Mei 2011 - 06:28:37 WIB

Sungguh benar ucapan Beliau Shallallahu alaihi wa sallam tentang apa yang akan terjadi:

عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

ستأتي على الناس سنون خداعة يصدق فيها الكاذب ويكذب فيها الصادق

ويؤتمن فيها الخائن ويخون فيها الأمين وينطق فيها الرويبضة

قيل: وما الرويبضة

قال: السفيه يتكلم في أمر العامة.(مسند أحمد)

“Akan datang pada manusia masa yang penuh tipu daya. Para pendusta dianggap jujur, sebaliknya orang jujur dicap pendusta. Orang yang khianat dianggap amanah, dan orang yang amanah dicap penghianat. Dan para Ruwaibidhah mulai angkat bicara.” Ada yang bertanya:”Apa itu Ruwaibidhah?” Beliau menjawab,”Orang dungu yang sok berbicara tentang umat.”

MUHAMADIYAH SOLO
25 Mei 2011 - 06:33:08 WIB


Inilah saatnya zaman tersebut ! Zaman yang lebih buruk dari pada zaman ketika Beliau Shallallahu alaihi wa sallam diutus. Orang-orang jahiliyah di masa itu hanya mendustakan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Mereka hanya mendustakan kebenaran, tetapi tidak pernah membenarkan kedustaan. Bahkan kedustaan dianggap sebagai akhlaq orang-orang rendahan. Mereka tidak pernah menjadikan kedustaan sebagai wasilah untuk menggapai maksud. Mereka tidak pernah menghalalkan cara-cara hina guna mencapai tujuan .
MUHAMADIYAH SOLO
25 Mei 2011 - 06:36:30 WIB

Zaman sekarang, da’wah yang haq didustakan -dengan berbagai alasan-. sedangkan da’wah yang bathil dibenarkan dan dianggap benar -juga dengan berbagai alasan-. Khabar yang shahih diragu-ragukan, sedangkan cerita khayali dianggap suatu kebenaran. Da’wah yang haq ditinggalkan, sedangkan kedustaan dijadikan wasilah da’wah.

Cerpen, dongeng, sandiwara, dan yang semisal dengannya tidak lebih dari bentuk-bentuk kedustaan atau kebohongan yang dikemas dengan keindahan bahasa, alur cerita, dan cara pengungkapan. Tetapi hakekatnya tetap dusta. Sedangkan agama yang haq dan mulia ini sama sekali tidak membutuhkan bantuan atau topangan berbentuk kedustaan. Sungguh agama ini terlalu suci dan terlalu mulia untuk mengharapkan bantuan dan pertolongan dari kebathilan.
151
25 Mei 2011 - 08:05:29 WIB

muhammadiyah solo :

bila muncul pemahaman di akhir zaman yang bertentangan dengan pemahaman
para Muhaddits maka mestilah kita berhati hati darimanakah ilmu mereka?,
berdasarkan apa pemahaman mereka?, atau seorang yang disebut imam padahal ia
tak mencapai derajat hafidh atau muhaddits?, atau hanya ucapan orang yang tak
punya sanad, hanya menukil menukil hadits dan mentakwilkan semaunya tanpa
memperdulikan fatwa fatwa para Imam?

santri UQ
25 Mei 2011 - 09:20:41 WIB

SAYA JUGA sangat khawatir....kalau ada yang bicara katanya berdasar al Qur'an hadits tapi tanpa mau tahu bagaimana para ulama memahami Al Qur'an Hadits dengan BENAR...akhirnya fatwa2nya ngawur....
151
25 Mei 2011 - 13:50:09 WIB

SILAHKAN DISIMAK PENJELASAN GURU MULIA HABIB MUNZIR :

Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membagi-bagikan ghanimah, ketika itu ada orang yang merasakan bahwa pembagian yang dilakukan Rasulullah tidak adil, maka sebagaimana riwayat dalam Shahih Al Bukhari datanglah seseorang yang berjenggot panjang, dahinya menonjol, kepalanya botak dan dua giginya menonjol kedepan, lalu dia berkata kepada Rasulullah : “ bertakwalah kepada Allah wahai Rasulullah”, maksudnya adalah jika membagi-bagikan ghanimah dengan adil. Maka
151
25 Mei 2011 - 13:51:03 WIB

ketika itu berubah wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam marah dan berkata : “jika aku tidak adil dan bertakwa mak siapa yang bertaqwa di atas muka bumi ini?!”, maka terdiamlah orang itu , kemudian sayyidina Khalid bin Walid menghunuskan pedangnya dan berkata : “wahai Rasulullah, izinkan aku menebas kepala orang ini”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata : “biarkan dia”, lalu beliau bersabda : “kelak akan muncul dari keturunan orang itu, kelompok yang melakukan shalat namun mereka memerangi orang muslim dan tidak memerangi orang yang menyembah berhala” (WAHABI). Yang mereka perangi
151
25 Mei 2011 - 13:52:38 WIB

adalah orang muslim yang mengucapkan “Laa ilaaha illallah”, yang membaca tahlil mereka (WAHABI) perangi, yang melakukan sunnah ziarah kubur mereka (WAHABI) perangi, namun para penyembah berhala tidak mereka (WAHABI) hiraukan. Dan memang benar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, telah muncul saat ini di abad ke-18 ini kelompok-kelompok seperti itu. Rasulullah bersabda jika beliau masih hidup di zaman itu maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam akan memerangi mereka (WAHABI) sebagaimana memerangi kaum ‘Ad, Rasulullah yang akan memeranginya.
151
25 Mei 2011 - 13:53:53 WIB

Dijelaskan oleh Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani di dalam Fathul Bari bisyarh Shahih Al Bukhari bahwa tidak berhak bagi kita untuk memerangi mereka dengan kekerasan, karena kalimat “لو (jika)” , dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

لَوْ أَدْرَكْتُهُمْ لَقَتَلْتُهُمْ قَتْلَ عَادِ

“ Jika aku mendapati mereka, pastilah kuperangi mereka, sebagaimana kaum ‘Ad”

adalah jika Rasulullah ada di zaman sekarang maka Rasulullah akan memeranginya. Jadi jangan terbawa oleh pemahaman-pemahaman mereka (WAHABI) yang aneh seperti itu, jika menemukan pemahaman yang aneh seperti itu maka berusahalah untuk meluruskanlah pada pemahaman yang benar hingga mereka sadar, jika mereka tetap saja namun engkau terus berusaha meluruskannya maka engkau pun akan tetap mendapatkan pahalanya.
151
25 Mei 2011 - 13:55:24 WIB

Ketahuilah, setiap orang yang sesat, orang non muslim, orang fasik atau yang zhalim pada setiap wajah mereka ada harapan dari nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mereka bertobat, maka jangan melihat mereka dari kejelekannya, ingatlah jika Rasulullah melihat mereka maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menginginkan mereka menjadi baik, jadi kita harus berfikir akan perasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau ingin semakin banyak orang yang baik maka berbuatlah banyak kebaikan.

MAKA SESUAI PERINTAH GURU MULIA HB MUNZIR, MARI KITA DOAKAN WAHABI ATAU ALIRAN SESAT LAINNYA UTK KEMBALI KPD AHLUSUNNAH WAL JAMAAH..AMIIIIN ALLAHUMMA AMIIIN
Saya Bukan Wahabi
26 Mei 2011 - 13:51:43 WIB

Wah kalo sdh baca ini, mendengar Habib Munzir, mau muntah rasanya :

Fitnah dan dusta Habib Munzir di www.majelisrasulullah.org bisa dilihat di :
Habib Munzir al-Musawa dalam bukunya yang bahlul ‘MENITI KESEMPURNAAN IMAN’
http://www.abuayaz.co.cc/2011/05/benarkah-nabi- shallallahu-alaihi-wa.html#more
Fitnah dan dusta Habib Munzir di www.majelisrasulullah.org bisa dilihat di :
Habib Munzir al-Musawa dalam bukunya yang bahlul ‘MENITI KESEMPURNAAN IMAN’
http://www.abuayaz.co.cc/2011/05/benarkah-nabi- shallallahu-alaihi-wa.html#more

Kontemplasi
26 Mei 2011 - 14:14:36 WIB

Menebar Akhlak Menabur Ilmu : ??????? Forum ini kayaknya koq jauh tuh dari slogan itu...forum2 ini dan sejenisnya selalu diisi dengan kejelekan dengan suka mentahdzir org lain.
Utk 151: tolong jelaskan siapa itu wahabi, dan siapa itu ahlul bait.
151
26 Mei 2011 - 14:14:49 WIB

NAH...BAGI PEMBACA YG INGIN MENGETAHUI BAGAIMANA DAHSYATNYA FITNAH WAHABI...SILAHKAN CEK di www.majelisrasulullah.org LALU KETIKAN "WAHABI" DI KOLOM SEARCH, NAH BISA DILIHAT TANYA JAWAB GURU MULIA MELURUSKAN PAHAM SESAT WAHABI INI :)

TTD


151
PEMBASMI WAHABI
151
26 Mei 2011 - 14:16:35 WIB

KONTEMPLASI :

WAHABI :
adalah kelompok yg tak punya pegangan, tak punya guru yg mempunyai sanad shahih dan Muttashil hingga Rasul saw, mereka tak punya sanad shahih yg muttashil kepada Imam Bukhari, Imam Muslim, dan apalagi sanad yg muttashil kepada Imam Imam Madzhab,

ilmu yg mereka miliki itu maqtu' (terputus sanadnya) maka semua fatwa mereka dhoif.

Ibn Abdulwahhab tak punya sanad guru, tak punya sanad kepada para imam dan muhadditsin, ia hanya menukil nukil saja dari buku2, hal spt ini tak bisa diakui sebagai imam madzhab, apalagi bertentangan dengan 4 madzhab besar ahlussunnah waljamaah,
mereka ini ajaran baru dan memisahkan diri dari jamaah,

151
26 Mei 2011 - 14:17:45 WIB

kita pada ahlussunnah waljamaah memiliki para hafidh alhadits, yaitu orang orang yg telah hafal lebih dari 100 ribu hadits berikut sanad dan hukum matannya, kita memeiliki puluhan Hujjatul islam, yaitu orang yg telah hafal 300 ribu hadits dg sanad dan hukum matannya, dan setelah itu barulah para Imam yg lebih lagi dari itu, seperti Imam Ahmad bin Hanbal yg hafal 1 juta hadits dg sanad dan hukum matannya, dan ia adalah murid dari Imam Syafii, dan Imam Syafii berguru pada Imam Malik, dan Imam Malik hidup sezaman dengan Imam Hanafi, dan mereka belajar dari tabiin, dan tabiin belajar dari sahabat radhiyallahu 'anhum, dan sahabat belajar dari Rasulullah saw,

ilmu mereka mempunyai sanad yg jelas, bukan menukil nukil dari buku lalu berfatwa seperti Ibn Abdulwahhab dan para pengikutnya.

mereka ikut saja kemana hawa nafsu mereka mau memilih madzhab semaunya dengan pemahaman yg terbatas
151
26 Mei 2011 - 14:19:01 WIB

AHLUL BAYT :

habib artinya kekasih, bisa untuk keturunan Rasul saw atau siapa saja, jika wanita maka habibah, bisa untuk semua orang.

namun kalimat itu di indonesia dan beberapa negara islam dijadika gelar untuk memuliakan keturunan Rasul saw, untuk mengikuti perintah Allah swt : "Katakanlah (wahai Muhammad) aku tidak minta upah apa apa selain kecintaan kalian pada kerabatku" (QS Assyuura 23).

maka ada yg menggelari mereka sayyid, ada yg menggelari mereka habib, dlsb, tanpa digelari pun tidak apa apa, karena perintah adalah mencintai keluarga Nabi saw secara umum.
Kontemplasi
26 Mei 2011 - 14:33:24 WIB

hehe....ternyata dangkal juga pemahaman 151 ttg apa dan siapa Wahabi itu......Menjelaskan tapi tanpa bukti, berkata tanpa dalil....
Hati2 dengan we semacam ini dan sejenisnya....

Irham
26 Mei 2011 - 14:53:28 WIB

Assalamu'alaikum akhi 151.

Kayfa haaluk?
Ismi Irham, ma ismuka?
'Ainallah?

151
26 Mei 2011 - 15:18:11 WIB

KONTEMPLASI :

NGEMENG AJA LUH!! HUEHUEHUE....KALO WAHABI ITU BENER, PAPARIN DUNK SANAD2NYA SI DUL WAHAB SECARA DETIL HINGGA BERSAMBUNG KE RASUL SAW...UDAH BERAPA KALI ANA MINTA, TP GA ADA SATUPUN WAHABI MANIA YG SANGGUP MENJABARKAN SANAD ILMU DAN GURU2 NYA HUEHEHEHE...BERARTI ENTE YG MUSTI HATI2 KNP BISA IKUT KAUM SEMPALAN AKHIR JAMAN (WAHABI)

IRHAM :

ALAIKUMSALAM WAROHMAH
ALHAMDULILAH ANA KHER....:)
151
26 Mei 2011 - 15:20:58 WIB

muncul wahabi dimasa kini yg tak punya sanad dalam ilmunya, merujuk dari buku buku terjemah, tidak tahu hukum2 rukun shalat, lalu bicara ingin beramal dg 4 madzhab..?

ah ah ah :)
Kontemplasi
26 Mei 2011 - 16:01:57 WIB

Hai 151: Jelaslah sudah dengan pernyataan anda tentang Wahabi yang dangkal. Ini menunjukkan anda tidak tahu wahabi tapi SOK TAHU dengan berargumentasi tentang wahabi. Mungkin andalah yang tidak punya Ilmu tapi sok tahu dan taklid buta. Penjelasan tentang Ahlul bait saja ternyata sebatas itu.

Nampaknya anda tidak tahu bagaimana berbahasa arab dengan benar. Tuh Pertanyaan Irham gak dijawab, 'Ainallah?
Lagian anda menjawab salam aja sudah salah, mana ada jawaban seperti ini:

ALAIKUMSALAM WAROHMAH
ALHAMDULILAH ANA KHER....:)

Maaf...mohon anda belajar bahasa arab dengan baik. Semoga Allah memberikan hidayah kepada antum untuk kembali ke jalan yang benar.

Barakallahu fiyk.
151
27 Mei 2011 - 07:58:00 WIB

Kontemplasi :

HUEHEHEHE DITANYA SURUH NYEBUTIN SANAD WAHABI JAWABNYE NGACO...BELAJAR LG ENTE HEHEHEHE

AHLUL BAYT PENJABARANNYA PANJANG, ANA SEBUTIN RINGKASNYA AJA....MO NGAPAIN NGEJELASIN SAMA ORG YG PEMAHAMANNYA DANGKAL? HEHHEHE, MAAPIN YE...

MASALAH BHS ARAB, ANA EMANG GA JAGO,...TP ANA BISA NYEBUTIN SANAD2 GURU ANA DIBANDING ENTE ARAB JAGO BACA ALQURAN AJGO TP CUMA SAMPE TENGGOROKAN DOANG, PEMAHAMAN ENTE BERTENTANGAN DG 4 MAHZAB, YA JELAS MASIH BAGUS ANA HEHEHEHE, SEKLAI LG MAAPIN YE :)
Kontemplasi
27 Mei 2011 - 16:54:25 WIB

151
11 Mei 2011 - 12:32:56 WIB

5. Ketika aku katakan tahlilan dilarang oleh Imam Syafi’i
Akupun dihujat sebagai Wahabi

jawab :

tahlilan itu sunnah dan bidah haasanah, dan INGAT!!! IMAM SYAEFI TDK PERNAH MELARANGNYA, Munculkan satu dalil yang mengharamkan acara Tahlil?, (acara berkumpulnya
muslimin untuk mendoakan yang wafat) tidak di Al Qur’an, tidak pula di Hadits, tidak
pula di Qaul Sahabat, tidak pula di kalam Imamulmadzahib, hanya mereka saja yang
mengada ada dari kesempitan pemahamannya

Ente udah Baca Kitabnya Imam Syafi'i belum? Coba kitab apa yg ente baca....?
Kontemplasi
27 Mei 2011 - 17:01:48 WIB

151:
MASALAH BHS ARAB, ANA EMANG GA JAGO,...TP ANA BISA NYEBUTIN SANAD2 GURU ANA DIBANDING ENTE ARAB JAGO BACA ALQURAN AJGO TP CUMA SAMPE TENGGOROKAN DOANG, PEMAHAMAN ENTE BERTENTANGAN DG 4 MAHZAB, YA JELAS MASIH BAGUS ANA HEHEHEHE, SEKLAI LG MAAPIN YE :)

Itu kan kata ente aja....hehe...semakin ketahuan aja kedangkalan ente dan taklidnya ente yang gak sesuai sunnah. Biasalah Tong kosong nyaring bunyinya...
Kontemplasi
27 Mei 2011 - 17:07:03 WIB

Coba ente baca buku apa aja yang dikarang Imam Syafi'i dan Imam Ahmad?

Jangan2 ente cuma baca buku2 yang gak jelas n ngaku2 bermandzab para ulama mulia tersebut.
Kasihan banget deh....
Sinta
28 Mei 2011 - 16:18:09 WIB

@Kotemplasi, ana sependapat dengan antum, akhi, 151=adminnya tong kosong nyaring bunyinya,@Kontemplasi :
“Jika kamu mendengar berita bahwa di belahan bumi timur ada seorang Ahli Sunnah dan di barat ada seorang Ahli Sunnah, kirimkanlah salam buat keduanya
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
dan doakan kebaikan untuk mereka! Sungguh alangkah sedikitnya Ahlus Sunnah wal Jamaah itu.”

جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا.
“Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan”
151
31 Mei 2011 - 08:01:09 WIB

Jangan2 ente cuma baca buku2 yang gak jelas n ngaku2 bermandzab para ulama mulia tersebut.

jawab :

ana bisa menyebutkan sand2 guru2 ana....itu bukti ana bermahzab dg imam 4 mahzab...nah ana pgn tau dunk sanad ilmu guru2 ente?? :)
Kontemplasi
31 Mei 2011 - 11:42:05 WIB

Nah..nah..bener kan...bisanya cuma menyebutkan sanad guru saja tapi gak tahu Kitabnya....

Pertanyaan mendasar tentang 'Ainallah saja dari Irham tidak dijawab, belum lagi ditanya tentang buku apa yang dibaca juga gak tahu...
Selalu bersembunyi dibalik penyebutan sanad2 gurunya yang belum tentu, maaf, guru2 yang ente sebut2 tadi menggunakan kitab Asli dari Imam 4 madzhab tadi. Kalau memang antum dan guru2 antum bermadzhab pada madzhab2 yang tadi, Imam Ahmad dan Imam Syafi'i, lantas jawab dong buku apa dari Imam2 tersebut yang sudah antum baca. Kita pakai kitab kitab mereka, Imam Ahmad dan Imam Syafi'i, lalu kita berdiskusi, setuju?

Kontemplasi
31 Mei 2011 - 11:50:34 WIB

151
11 Mei 2011 - 12:32:56 WIB

5. Ketika aku katakan tahlilan dilarang oleh Imam Syafi’i
Akupun dihujat sebagai Wahabi
jawab :
tahlilan itu sunnah dan bidah haasanah, dan INGAT!!! IMAM SYAEFI TDK PERNAH MELARANGNYA, ....
(ini tulisan antum..). Kalau antum berpendapat demikian coba sebutkan dalam kitab apa Imam Syafi'i berkata demikian....
Kontemplasi
31 Mei 2011 - 12:01:31 WIB

Selain itu sebutkan juga syarah Imam Syafi'i dalam kitabnya tersebut jika benar mengatakan bahwa tahlilan itu sunnah dan bidah haasanah, dan INGAT!!! IMAM SYAEFI TDK PERNAH MELARANGNYA, ....

Jangan hanya selalu berkata ana bisa menyebutkan sanad2 guru2 ana... Itu sama aja taklid buta. Ingatlah bahwa manusia tidak ada yang maksum, lantas kenapa antum hanya berbangga dengan sanad/silsilah semata....naif...
151
31 Mei 2011 - 12:23:42 WIB

sebenernya percuma jelasin sama org yg dangkal pemahamannya, tp baiklah :

kitrab al umm imam syafei
sebenarnya sudah jelas, bahwa ucapan Imam Syafii itu diselewengkan maknanya oleh mereka, "Ma'tam" adalah perkumpulan ratapan dan tangisan, orang orang Jahiliyah jika ada yg mati di keluarga mereka maka mereka membayar para "penangis" untuk meratap dirumah mereka, semacam adat istiadat mereka seperti itu, memang sudah ada orangnya, sebagaimana masa kini ada group Band penghibur, dimasa lalu juga ada Group penangis, khusus untuk meratap dirumah duka.
ini yg tidak disukai oleh Imam Syafii, dan tentunya Imam syafii mengetahui bahwa hal itu buruk dan dimasa beliau masih ada sisa sisanya yaitu tidak meratap dan menjerit2, tapi disebut perkumpulan Duka,
:


151
31 Mei 2011 - 12:24:19 WIB

namun beliau tak menjatuhkan hukum haram, akan tetapi makruh, karena Ma'tam yg ada dimasa beliau sudah jauh berbeda dg Ma'tam yg dimasa Jahiliyah,

karena jika Ma'tam yg dimasa jahiliyah sudah jelas jelas haram, dan beliau melihat dimasa beliau masih ada sisa sisa perkumpulan tangisan dirumah duka, maka beliau memakruhkannya.

kalimat "benci/membenci" pada lafadh para muhadditsin yg dimaksud adala "Kariha/yakrahu/Karhan" yg berarti Makruh.,

151
31 Mei 2011 - 12:24:45 WIB

Makruh mempunyai dua makna, yaitu :makna bahasa dan makna syariah.
makna makruh secara bahasa adalah benci,
makna makruh dalam syariah adalah hal hal yg jika dikerjakan tidak mendapat dosa, dan jika ditinggalkan mendapat pahala.

sang penulis menyelewengkan ucapan Imam Syafii yg mengatakan bahwa hal itu Makruh, justru Imam syafii tidak menjatuhkan hukum haram, karena jika haram maka beliau tak akan menyebut membenci, tapi haram secara mutlak,

151
31 Mei 2011 - 12:25:14 WIB

sebab dalam istilah para ahli hadits jika bicara tentang suatu hukum, maka tak ada istilah kalimat benci, senang, ngga suka, hal itu tak ada dalam fatwa hukum, namun yg ada adalah keputusan hukum, yaitu haram, makruh, mubah, sunnah, wajib

maka jika ada fatwa para Imam dalam hukum, tidak ada istilah benci/suka, tapi hukumlah yg disampaikan, maka jelas sudah makna ucapan imam syafii itu adalah hukumnya, yaitu makruh, bukan haram

karena menurut kaidah ushul bahwa semua imam dan ulama dan siapapun, tak berhak memberi pendapat pada suatu hukum dg perasaan, tapi mereka jika berhadapan dg hukum mestilah fatwa syariah yg disampaikan, bukan perasaan benci, senang dll, karena hal itu bukan dalil.

151
31 Mei 2011 - 12:28:30 WIB

Dari Aisyah ra bahwa sungguh telah datang seorang lelaki pada nabi saw seraya berkata : Wahai Rasulullah, sungguh ibuku telah meninggal mendadak sebelum berwasiat, kukira bila ia sempat bicara mestilah ia akan bersedekah, bolehkah aku bersedekah atas namanya?, Rasul saw menjawab : “Boleh” (Shahih Muslim hadits no.1004).

Berkata Al Hafidh Al Imam Nawawi rahimahullah :

151
31 Mei 2011 - 12:28:59 WIB

“Dan dalam hadits ini (hadits riwayat shahih muslim diatas) menjelaskan bahwa shadaqah untuk mayit bermanfaat bagi mayit, dan pahalanya disampaikan pada mayyit, demikian pula menurut Ijma (sepakat) para ulama, dan demikian pula mereka bersepakat atas sampainya doa doa” (syarh Imam Nawawi ala shahih muslim juz 7 hal 90)

Maka bila keluarga rumah duka menyediakan makanan dengan maksud bersedekah maka hal itu sunnah, apalagi bila diniatkan pahala sedekahnya untuk mayyit, demikian kebanyakan orang orang yg kematian, mereka menjamu tamu2 dengan sedekah yg pahalanya untuk si mayyit, maka hal ini sunnah.


151
31 Mei 2011 - 12:30:51 WIB

Lalu mana dalilnya yg mengharamkan makan dirumah duka?

INILAH LICIKNYA WAHABI, MAEN SELEWENGKAN MAKNA DAN TAMBAL GUNTING UCAPAN PARA IMAM, MIRIP MISSIONARIS KRISTEN...HUEHUEHUEHUE....UDAH SANAD KAGA BISA NYEBUTIN...UCAPAN IMAM DI TAMBAL GUNTING.WADUUUHHH GIMANA GA RUUKSAAK ISLAM??? HEH?? :)
151
31 Mei 2011 - 12:34:09 WIB

bahwa manusia tidak ada yang maksum :

NAH INI JG SALAH SATU KEDANGKALAN WAHABI, CUKUPLAH SOSOK IMAM SYAFEI MENJADI IMAM MAHZAB BAGI KITA, KALAU BELIAU BANYAK SALAHNYA TENTUNYA RATUSAN IMAM SESUDAH BELIAU TDK ADA YG AKAN MENGIKUTI MAHZAB BELIAU, TP SEBALIKNYA BELIAU MALAH DIJADIKAN IMAM MAHZAB, NAH, KIRA2 SEJALAN GA KITA DG EMAM2 4 MAHZAB? KALO GA SEJALAN YA SIAP2 AJA BERTAUBAT, HUEHUEHUEHUE :)

151
31 Mei 2011 - 12:48:06 WIB

Selalu bersembunyi dibalik penyebutan sanad2 gurunya yang belum tentu, maaf, guru2 yang ente sebut2 tadi menggunakan kitab Asli dari Imam 4 madzhab tadi.

JAWAB :

SANAD2 HURU ANA JELAS DAN BERSAMBUNG LGS KPD RASUL SAW, DAN SANAD TSB JG MERUPAKAN SANAD PARA IMAM2 BESAR ASWAJA, AH AH, SEBENERNYA ANA SUNGKAN NGEJELASIN SAMA ORG YG CETEK PEMAHAMANNYA HEHEHEHE...MAAPIN YE :)
Kontemplasi
01 Juni 2011 - 08:03:29 WIB

Bagi semua pembaca...jelas kan jawaban 151...Bisa menilai siapa yang melakukan kedustaan.Penjelasan Imam Syafi'i dalam Kitab Al Umm diterjemahkan secara dangkal. Fahimtu, mungkin ini karena kedangkalan antum terhadap bahasa Arab dan memberikan penjelasan secara serampangan terhadap Syarah Imam Syafi'i dalam kitab tersebut. Antum baca lagi kitab Ushulus Sunnah karya Imam Ahmad bin Hambal agar lebih mendalami fatwa2 para ulama shalafus shalih. Dan yang lebih penting lagi. belajar bahasa arab dengan benar agar bisa membaca secara langsung kitab dalam bahasa arabnya agar tidak terjebak yang namanya taqlid.
Masalah sanad bersambung tidak menjadikan jaminan guru2 antum maksum dan terlepas dari dosa. Lantas kenapa antum membangga2kan hal itu, sungguh naif.
Saya rasa memang tidak ada gunanya berdiskusi dalam forum ini, kecuali kita ketemu secara langsung dalam forum tatap muka dengan membawa Kitab2 yang ada termasuk Kitab Al Umm Imam Syafi'i dengan teks bahasa arab. Sekian
Kontemplasi
01 Juni 2011 - 08:09:33 WIB

Selanjutnya ana measehati antum agar belajar bahasa arab dan mempelajari al qur'an dengan lebih baik lagi agar lebih memahami Islam dengan baik dengan tidak membangga2kan masalah sanad yang jelas2 tidak Maksum.
Dengan mempelajarai bahasa arab, antum dapat membaca dan memahami kitab2 yang ada tanpa hanya tahu "KATANYA" dan "KATANYA" saja.

Sekian, saya tutup pembicaraan ini.Semoga Allah memberikan Hidayah kepada Antum.

151
01 Juni 2011 - 15:32:57 WIB

kedangkalan antum terhadap bahasa Arab dan memberikan penjelasan secara serampangan terhadap Syarah Imam Syafi'i dalam kitab tersebut. Antum baca lagi kitab Ushulus Sunnah karya Imam Ahmad bin Hambal agar lebih mendalami fatwa2 para ulama shalafus shalih. Dan yang lebih penting lagi. belajar bahasa arab dengan benar agar bisa membaca secara langsung kitab dalam bahasa arabnya agar tidak terjebak yang namanya taqlid.

jawab :

HEHEHE, PENJELASAN DIATAS, ADALAH PENJELASAN GURU MULIA HABIB MUNZIR, BELIAU ULAMA YG MEMPNUYAI SANAD BERSAMBUNG LANGSUNG KPD RASUL SAW....JADI GA MUNGKIN SALAH PENJELASAN BELIAU....ANA LUCU SAMA WAHABI, DIKIT2 TAQLID, PADAHAL WAHABI SENDIRI TAQLID ABEEEZ SAMA ALBANIY, USAIMIN, DUL WAHAB...SAMA ULAMA2 LAIN KAGA...AH AH AH MEMALUKAN :)
151
01 Juni 2011 - 15:37:34 WIB

Masalah sanad bersambung tidak menjadikan jaminan guru2 antum maksum dan terlepas dari dosa. Lantas kenapa antum membangga2kan hal itu, sungguh naif.
jawab:
berkata Imam Syafii : “Orang yang belajar ilmu
tanpa sanad guru bagaikan orang yang mengumpulkan kayu bakar digelapnya malam,
ia membawa pengikat kayu bakar yang terdapat padanya ular berbisa dan ia tak tahu”
(Faidhul Qadir juz 1 hal 433).
Berkata pula Imam Atsauri : “Sanad adalah senjata orang mukmin, maka bila kau tak
punya senjata maka dengan apa kau akan berperang?”, berkata pula Imam Ibnul
Mubarak : “Pelajar ilmu yang tak punya sanad bagaikan penaik atap namun tak punya
tangganya, sungguh telah Allah muliakan ummat ini dengan sanad” (Faidhul Qadir juz
1 hal 433).
Semakin dangkal ilmu seseorang, maka tentunya ia semakin mudah berfatwa dan
menghukumi, semakin ahli dan tingginya ilmu seseorang, maka semakin ia berhati - hati
dalam berfatwa dan tidak ceroboh dalam menghukumi.

151
01 Juni 2011 - 15:39:25 WIB

Saya rasa memang tidak ada gunanya berdiskusi dalam forum ini, kecuali kita ketemu secara langsung dalam forum tatap muka dengan membawa Kitab2 yang ada termasuk Kitab Al Umm Imam Syafi'i dengan teks bahasa arab. Sekian

JAWAB :
YAAAAH DI FORUM INI AJA ENTE UDAH JELAS DALIL2 KAGA ADA SANAD KAGA PUNYA, MO KETEMU LG YG ADA, ENTE MINGKEM AJA DAH HUEHEHEHHEE
151
01 Juni 2011 - 15:42:29 WIB

Dengan mempelajarai bahasa arab, antum dapat membaca dan memahami kitab2 yang ada tanpa hanya tahu "KATANYA" dan "KATANYA" saja.

jawab :

saat itu buku hanyalah 1% saja atau kurang dibanding ilmu yang ada pada mereka.
Lalu murid mereka mungkin tak mampu menghafal hadits seperti gurunya, namun paling
tidak ia melihat tingkah laku gurunya, dan mereka itu adalah kaum shalihin, suci dari
kejahatan syariah, karena di masa itu seorang yang menyeleweng dari syariah akan segera
diketahui karena banyaknya ulama.
Oleh sebab itu sanad guru jauh lebih kuat daripada pedoman buku, karena guru itu berjumpa
dengan gurunya, melihat gurunya, menyaksikan ibadahnya, sebagaimana ibadah yang tertulis

151
01 Juni 2011 - 15:42:52 WIB

di buku, mereka tak hanya membaca, tapi melihat langsung dari gurunya, maka selayaknya
kita tidak berguru kepada sembarang guru, kita mesti selektif dalam mencari guru, karena
bila gurumu salah maka ibadahmu salah pula.
Maka hendaknya kita memilih guru yang mempunyai sanad silsilah guru, yaitu ia mempunyai
riwayat guru – guru yang bersambung hingga Rasul saw dan kau betul - betul mengetahui
bahwa ia benar - benar memanut gurunya.

151
01 Juni 2011 - 15:43:15 WIB

Hingga kini kita ahlussunnah waljamaah lebih berpegang kepada silsilah guru daripada buku
– buku, walaupun kita masih merujuk pada buku dan kitab, namun kita tak berpedoman
penuh pada buku semata, kita berpedoman kepada guru – guru yang bersambung sanadnya
kepada Nabi saw ataupun kita berpegang pada buku yang penulisnya mempunyai sanad guru
hingga Nabi saw.

151
01 Juni 2011 - 15:43:48 WIB

Maka bila misalnya kita menemukan ucapan Imam Syafii, dan Imam Syafii tak sebutkan
dalilnya, apakah kita mendustakannya? Cukuplah sosok Imam Syafii yang demikian mulia
dan tinggi pemahaman Ilmu Syariahnya, lalu ucapan fatwa – fatwanya itu diteliti dan dilewati
oleh ratusan murid – muridnya dan ratusan Imam dan Al Hafidh dan Hujjatul Islam sesudah
beliau, maka itu sebagai dalil atas jawabannya bahwa ia mustahil mengada ada dan membuat
- buat hukum semaunya, jika ia salah dalam fatwanya mestilah sudah diperbaiki dan dibenahi
oleh ratusan imam sesudahnya.

151
01 Juni 2011 - 15:44:18 WIB

Maka muncullah dimasa kini pendapat pendapat dari beberapa saudara kita yang membaca
satu, dua buku, lalu berfatwa bahwa ucapan Imam Syafii Dhoif, ucapan Imam Hakim dhoif,
hadits ini munkar, hadits itu palsu, hadits ini batil, hadits itu mardud atau berfatwa dengan
semaunya dan fatwa – fatwa mereka itu tak ada para Imam dan Muhaddits yang menelusurinya


151
01 Juni 2011 - 15:45:54 WIB

sebagaimana Imam – imam terdahulu yang bila fatwanya salah maka sudah diluruskan oleh
Imam – Imam berikutnya, sebagaimana berkata Imam Syafii : “Orang yang belajar ilmu
tanpa sanad guru bagaikan orang yang mengumpulkan kayu bakar digelapnya malam,
ia membawa pengikat kayu bakar yang terdapat padanya ular berbisa dan ia tak tahu”
(Faidhul Qadir juz 1 hal 433).

NAAAH BAGI PEMBACA DI FORUM INI, TENTUNYA BISA MEMILIH SIAPA YG BENAR DAN SIAPA YG SALAH DR PENJELASAN ANA DI ATAS :)



SALAM HANGAT :)




151 PEMBASMI WAHABI
Orang Awam
06 Juni 2011 - 08:46:41 WIB

Mau tanya nih 151, koq "Hanya" di Jakarta banyak 'Dakwah" yang dilakukan Habib2 termasuk yang anda agung2kan seringkali mengganggu jalan umum yah dengan menutup jalan2 yang merupakan jalur utama. Saya sering mengalami hal ini, dan banyak org2 yang non muslim yang tidak bersimpati dengan cara2 dakwah seperti itu.
Setahu saya dakwah Habib Luthfi di Pekalongan gak gitu2 amat deh..., juga Kiai, ulama dan ustadz2 lain gak spt Habib2 yang di Jakarta.
Saya sebagai orang muslim sangat malu dengan hal tersebut.
151 revisi
06 Juni 2011 - 08:54:48 WIB

Dari 151: 01 Juni 2011 - 15:44:18 WIB
NAAAH BAGI PEMBACA DI FORUM INI, TENTUNYA BISA MEMILIH SIAPA YG BENAR DAN SIAPA YG SALAH DR PENJELASAN ANA DI ATAS :)

hehe.... Pembaca sudah tahu kalau 151 yang belum direvisi, termasuk web2 yg jadi rujukannya ternyata PIHAK YANG SALAH....hehehe.....whateverlah anti kayak ente yang bisanya cuma menjelek2an orang lain. Apakah guru2 antum maksum? apa buktinya habib2 tsb maksum?
Orang Awam
06 Juni 2011 - 09:47:55 WIB

Buat 151 saya mau tanya derajat hadits ini:
Dari Hudzaifah bin Yaman, dari Rasulullah saw, beliau bersabda: Aku bertanya kepada (malaikat) Jibril tentang ilmu batin, pakah itu? Maka Jibril menjawab: Aku pernah bertanya kepada Allah tentang ilmu batin, apakah itu? Maka Allah berfirman: Wahai Jibril, Ilmu Batin itu adalah rahasia antara diri-Ku dan para kekasih-Ku, wali-Ku dan orang pilihan-Ku. Ilmu Batin itu aku tempatkan dalam hati mereka dan tidak diketahui oleh (siapapun termasuk) malaikat yang dekat (dengan_Ku) dan (para) nabi yang Aku utus.

Mohon infonya.
151
06 Juni 2011 - 13:12:30 WIB

orang awam :

simak penjelasan guru mulia habib munzir :
seorang penumpang mengarahkan foto pada saya dan memfoto sambil terburu buru izin memfoto, selepas itu saya tanyakan padanya apakah ia wartawan?, ternyata bukan wartawan, dan beliau (saya tidak berkenan menyebut namanya sebab tidak sempat minta izin untuk menampilkan namanya di laporan ini risau beliau tidak berkenan), ia seorang karyawan disuatu perusahaan penerbangan dan merupakan orang yang berada, terbukti pengakuannya bahwa beliau ke Sorong adalah untuk Tamasya Memancing, beliaupun dari Jakarta bersama temannya.
151
06 Juni 2011 - 13:13:37 WIB

Beliau sangat mengejutkan saya ketika saya Tanya siapa diri beliau, bapak setengah baya itu berkata : “Saya (…..) saya semalam terjebak macet 1 jam di Pancoran Pasar Minggu saat majelis ustaz berlangsung..!”.
Saya bagai disambar halilintar, saya gemetar walau ia tak melihatnya, saya bertanya : maksudnya terhambat atau bagaimana pak?, ia berkata dengan jelas : “saya terjebak macet tidak bergerak mobil saya 1 jam lebih saat bubaran majelis bapak ustaz”, saya pun mohon ampun dan ridho, dan terus beristighfar pada Allah swt, saya sangat takut dan sudah berkali kali menyampaikan pada crew dan aktifis, agar lalu lintas tak tertutup saat majelis, sungguh itu dosa besar yang harus saya tanggung, dan berapa ratus orang yang akan memintai pertanggungan jawab dihari kiamat pada saya akan hal ini..??
151
06 Juni 2011 - 13:14:44 WIB

Saya terus menjelaskan bahwa sungguh kami tak bermaksud demikian, namun saat bubaran memang massa tak tertampung, saat majelis berlangsung pun Masjid Almunawar tidak bisa menampung Jamaah yang kini berjumlah sekitar 30.000 personil setiap malam selasanya dan terus bertambah, maka saat bubaran massa yang menyeberang dan lain sebagainya mungkin membuat jalan tertutup, dan itu ternyata bukan kemungkinan, tapi sudah terjadi, dan mungkin sudah berkali kali terjadi, saya terus minta maaf padanya dan iapun dengan lapang dada memaafkan dan membuat kami semakin akrab, ia tinggal di depok, dan selama saya berbicara akrab airmata saya terus mengalir karena sedih dan takut, bagaimana dengan ratusan orang lainnya yang saya tak sempat minta maaf padanya..??, neraka bagi munzir pendosa ini…!,
151
06 Juni 2011 - 13:16:56 WIB

saya berjanji pada diri saya dan padanya bahwa malam selasa yang akan datang kami akan berusaha membenahi Lalu lintas dengan sebaik baiknya, bersama personil dari Polda Metro Jaya dan Polres Jaksel dan Polsek setempat.

dalam salah satu tausiyah beliau semalam : jangan sampai ada wilayah yg mengundang saya dan majelis rasulullah saw dg menutup jalan utama, sungguh ini instruksi saya, jangan nutup jalan umum, kalau sudah rencana nutup jalan umum batalkan, cari lokasi lain..

"saya tak mau menanggung dosa dan laknat mereka dihadapan Allah swt nanti..."

151
06 Juni 2011 - 13:34:06 WIB

nah sudah jelas. habib munzir dan majelis rasulullah tdk pernah menutup jalan dlm setiap dakwahnya, macet krn memang jumlah jamaah yg mencapai puluhan ribu...dan satu lagi yg ana heran, pasar, mall2 dan nonton bola juga bikin macet, tp knp ga diprotes ya??? justru majelis2 yg mulia yg jumlah jamaahnya banyak dan tdk pernah menutup jalan diprotes??? ah ah ah memalukan kalian sbg umat islam bukannya bangga dg syiar islam :)
151
06 Juni 2011 - 13:41:28 WIB

orang awam :

Apakah guru2 antum maksum? apa buktinya habib2 tsb maksum?

jawab :

habaib tidak maksum, tp mereka semua mulia krn memanut kpd rasul saw, yg menjadikan mereka mulia krn mereka mempunyai sanad2 yg bersambung sampai kpd rasul saw...beda dg wahabi syiah dll yg tdk punya sanad, shg mereka tersesat
151
06 Juni 2011 - 13:51:23 WIB

orang awam :

afwan, ana bukan ahli hadits, simak penjelasan guru mulia habib munzir :

Ilmu kebatinan banyak dihindari oleh para ulama, karena sangat dekat dengan kemusyrikan, namun tentunya bukan musyrik secara Mutlak sebagaimana dituduhkan kalangan yg ekstrim.
tentunya ada penjelasan yg mendetail, ringkasnya adalah bila dalam pelaksanaannya tak melanggar syariah, dan bila telah berhasil tidak merugikan muslimin bahkan menguntungkan muslimin, seperti pengobatan patah tulang, atau pengobatan lainnya, atau hal lain yg bermanfaat menolong muslimin, maka hal ini sebagian ulama memperbolehkannya.
dan sebagian masih tetap tak setuju dan mengharamkannya.

151
06 Juni 2011 - 13:54:32 WIB

orang awam :

ini penjelasan tambahan ttg maksum :

1. yg wajib (pasti) makshum adalah para Nabi, namun berkata Al Hafidh Al Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy dalam kitabnya Fathul Baari Bisyarh shahihul Bukhari menjelaskan bahwa Ma'shum tidak mustahil pada selain nabi, namun sifatnya Jaiz (bisa saja dan tidak selalu).

maka tidak msutahil ada kyai atau ulama atau habaib yg ma'shum namun tentunya sangat sedikit, dan Imam Ibn Hajar berhujjah dg hadits shahih Bukhari mengenai Umar bin Khattab ra yg ditakuti syaitan, yg berarti tidak digoda dan didekati syaitan, demikian pula pendapat Al Hafidh Imam Nawawi.

NAH JELAS SUDAH, KALO NGEJELASIN SAMA ORG YG GA PUNYA SANAD GURU EMANG SUSAH, DALIL2 SHAHIH SEKALIPUN PASTI DITOLAK KRN KEBODOHAN WAHABI :)




TTD

151 SANG PEMBASMI WAHABI
Orang Awam
06 Juni 2011 - 15:06:26 WIB

Saya hanya menyampaikan pengalaman saya ttg habib2 yang ada di Jakarta. Tapi baiklah kalau anda membuat pembelaan dengan berbagai macam. Yang jelas sudah banyak yang mengeluh dan tidak bersimpati dengan kejadian2 yang dialami saya dan banyak orang2 yang jalannya tertutup karena beberapa habib yang melaksanakan "dakwah" yang berakibat jalan2 menjadi terganggu.
Sekali lagi saya hanya memberitahukan, tapi kalau selalu berkilah tidak mau mendengar sedikitpun, percayalah dakwah2 itu paling2 hanya ada di Jakarta, tidak mungkin dan tidak akan pernah diterima di daerah2 lain.
151
06 Juni 2011 - 15:27:09 WIB

orang awam :
memang ada majelsi taklim di jakarta yg menutup jalan, tp tidak untuk MAJELIS RASULULLAH PIMPINAN GURU MULIA HABIB MUNZIR, ente udah baca kan penjelasan diatas? ini bukan pembelaan ini kenyataan, kalau memang MR dakwahnya tdk diterima di jakarta, knp bisa majelisnya tiap hari senin malam selalu dihadiri 50.000 jamaah???
itu majelisnye tiap malem pindah pindah dari wilayah ke wilayah, dihadiri diatas 10 ribu orang, kadang sampe 50 ribu, muda mudi lagi, bukan orang orang tue atau nenek nenek,

di majelisnya ga ada konsumsi apa2, aqua juga kagak, tu orang bejibun aje tu anak2 muda, dikasi makan kagak, minum kagak, disiapin transportasi kagak, yg ade pade bayar parkiran ma penduduk setempat,


151
06 Juni 2011 - 15:28:57 WIB

tukang lapak jualan ampe ngampar ude kayak pasar malem, masya Alloh..., ampiran tiap malem begitu..

lagian ni ibukota bro, bukan kampung atau ndeso.., lagian yg hadir bukan santri, tapi buruh, karyawan, anak sekolah, pengangguran, abg abg, tapi sopan sopan..., kalo beliau ceramah, semua diem, ga ada satu yg bunyi tu puluhan ribu orang.., semue nyimak.., subhanalloh...
gue belom ketemu yg model begini, kalo taunan iye kali, kalo tiap ari segitu gue belom ketemu orangnye.. baru ini, terus terang aje..

bukan ngagung2in berlebihan, kagak, cuma nyampein bukti..

151
06 Juni 2011 - 15:32:38 WIB

orang awam :

Sekali lagi saya hanya memberitahukan, tapi kalau selalu berkilah tidak mau mendengar sedikitpun, percayalah dakwah2 itu paling2 hanya ada di Jakarta, tidak mungkin dan tidak akan pernah diterima di daerah2 lain.

jawab :

berarti ente kaga paham siapa itu guru mulia habib munzir, ini aja jelasin ye huehehehe :

wilayah cabang MR dulu :
Pandeglang, itu kalau beliau kesana, kyainya dikirimi dana utk kumpulkan 13 kelurahan spy padu, semua dana beliau yg tanggung.
cianjur, bandung, majalengka, subang, slawi, purwokerto, wonosobo, dieng, gunung kidul Jogja, sukorejo solo, malang, mojokerto

151
06 Juni 2011 - 15:35:09 WIB

tretes, pandaan, blitar, probolinggo, banyuwangi, denpasar (bali), negara (bali), karangasem (bali), klungkung (bali), mataram., palembang, lampung, makasar, singapura, johor, kualalumpur, sudah direncanakan : demak, kudus, rembang, surabaya, situbondo, seluruh ibukota propinsi sumatera, seluruh ibukota propinsi kalimantan, seluruh inbukota propinsi sulawesi, seluruh kota irian, bahkan sudah direncanakan patani Thailand, brunei, belanda, jepang, dan banyak lagi...

151
06 Juni 2011 - 15:36:42 WIB

dulu habib munzir napak tilas mulai pandeglang, cianjur, teruuuuus melewati kota2 pantai utara jawab sampai banyuwangi, nyeberang dg kapal feri ke bali, lalu nyeberang ke mataram, lalu kembali ke bali, lalu kembali ke pulau jawa, teruus napak tilas kota kota sepanjang pantai selatan jawa,
itu menghabiskan waktu 2 minggu full, lalu 1 minggu utk sumatera, sungapura, dan malaysia, lalu 1 minggu di jakarta dg dipadati 3 majelis setiap malam..

151
06 Juni 2011 - 15:49:32 WIB

dengan semangat membaja tanpa perduli tubuh rapuh dan sakit2an, hbbna membuat FULL jadwal tiap malam, tidak ada jadwal kosong seminggu sekali/sebulan sekali utk istirahat beliau, semua full, demi dzikir jalalah

NAAHH SEKARANG BUKA HATI ENTE LEBAR LEBAR, ILANGIN TUH PENYAKIT HATI ENTE HUEHEHHE....MR UDAH DIKENAL OLEH SEMUA ULAMA DUNIA, MAJELISNYA HABIB MUNZIR SDH DIKENAL DI AUSSIE, SINGAPORE, THAILAND, HADRAMAUTH, JADI UDAH JELAS YE BAGAIMANA DAKWAH GURU MULIA HB MUNZIR, BANDINGKAN DG WAHABI YG HANYA BISA MEMERANGI MUSLIMIN YG TAHLILAN, MAULID, DAN TDK MAU MEMERANGI
151
06 Juni 2011 - 15:51:02 WIB

KAUM PENYEMBAH BERHALA :)....TENTUNYA PERANGI DISINI DG AHLAQ DAN ILMU.....PERNAHKAH WAHABI BERDAKWAH SAMPAI KE PEDALAMAN PAPUA??? BAYANGKAN GRUU MULIA HABIB MUNZIR BERDAKWAH SAMPAI KE PELOSOK2 PEDALAMAN PAPUA DG BIAYA SENDIRI DAN TARUHANNYA NYAWANYA BELIAU SENDIRI, SUBHANALLAH, INILAH ULAMA AKHERAT, INILAH ULAMA YG DICINTAI ALLAH SWT DAN RASUL SAW...nah pembaca silahkan bisa menilai :)


ttd

151 PEMBASMI HAMA WAHABI

cah gitri
08 Juni 2011 - 15:49:31 WIB

aduh nyasar lg diblog yg tdk brmanfaat, tp saya sbg orang awam jd tahu mana orang yg punya ilmu dan tdk punya ilmu, kelihatan sekali dari kata2nya, saya orang awam jd penasaran dengan wahabi atau salafy, mkasih ya infonya tp knp ko' ustadz2 yg dtuduh sururi ng' komplit sm alamatnya,, biar klo ada waktu bisa hadir dipengajianx jg, krn jg saya ingin tahu Apa sih isi pengajianx orang2 wahabi itu.. Nanti klo bagus pengajiannya insyaalloh temen2 saya yg nu atau muhammadiyah mau saya jg.. Smoga bermanfaat..
ampel city
08 Juni 2011 - 16:07:21 WIB

YANG PENTING KUALITASNYA BUKAN KUANTITASNYA,, YG BIKIN BLOG INI MARI IKUT NGAJI DULU DI WAHABI BARU KOMENTAR. APAKAH ANTUM UDAH HAFAL ALQUR'AN????? HADIS BUKHORI MUSLIM???? DAN KITAB-KITAB YG LAIN??? APAKAH ILMU YG KITA MILIKI UDAH KITA AMALKAN.????? Mari kita sama2 instropeksi diri kita, semoga Alloh snantiasa memberikan TAUFIK DAN HIDAYAH-NYA KPD KITA SEMUA AMIN.........
151
08 Juni 2011 - 16:34:52 WIB

MARI IKUT NGAJI DULU DI WAHABI BARU KOMENTAR.

HEHEHE, ISI PENGAJIAN WAHABI MEMBAHAS BIDAH, SYIRIK DAN HAL2 LAIN YG MENYIMPANG DR SYAREAT..........AHSAN ENTE HADIR DI MAJELIS RASULULLAH PIMPINAN GURU MULIA HABIB MUNZIR SETIAP HARI SENIN MALAM JAM 20.30 - 22.00 DI MASJID RAYA ALMUNAWAR PANCORAN JAKARTA SELATAN.....
Orang Awam
09 Juni 2011 - 08:17:31 WIB

Setelah mengetahui dari jawaban anda, saya skrg berketetapan hati untuk mengingkari anda dan Habib2 yang anda agung2kan.
Ternyata jawaban anda tidak ahsan an tidak bijak dalam menanggapi keluhan2 yang ada. Selalu mencari pembenaran tidak mau mendengar keluhan2 tsb, malah membangga2kan kegiatan2 yg ada. Banyaknya jamaah yg ikut dalam Majelis tsb bukan berarti majelis tsb mulia.
Semoga Allah senantiasa menetapkan ke istiqomahan saya dan orang2 lainnya untuk menjauhi majelis2 yang anda banggakan. Lebih baik belajar agama kepada orang lain yang lebih arif dan bijak yang selalu mendasarkan perkataan berdasarkan Allah, Rasulullah dan Sahabat.
Dede
09 Juni 2011 - 10:12:44 WIB

wahabi banyak menebar kebencian di masyarakat...pembawa keresahan dan perpecahan...
Orang Awam
09 Juni 2011 - 10:49:21 WIB

hadits Ibnu ‘Abbas -radhiyallahu ‘anhuma- tentang puasa ‘Asyuro` :
“Nabi datang (hijrah) ke Madinah dan beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyuro`. Lalu beliau pun bertanya, “Apa ini?”, mereka (orang-orang Yahudi) menjawab, “Ini adalah hari yang baik, hari dimana Allah menyelamatkan Bani Isra`il dari musuh mereka, maka Musa berpuasa padanya”. Beliau bersabda, “Kalau begitu saya lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”. Maka beliau pun berpuasa dan memerintahkan (manusia) untuk berpuasa”. (HR. Al-Bukhary no. 1900 dan Muslim no. 1130)

Orang Awam
09 Juni 2011 - 10:50:33 WIB

Al-Hafizh Ibnu Hajar -rahimahullah- sebagaimana yang dinukil oleh As-Suyuthy dalam Al-Hawy lil Fatawa (1/196) berkata setelah beliau menyebutkan bahwa perayaan maulid tidak pernah dikerjakan oleh tiga generasi pertama ummat ini. Beliau menyatakan, “Telah nampak bagiku untuk menetapkannya -yakni perayaan maulid- di atas landasan yang shohih yaitu …” [lalu beliau menyebutkan hadits Ibnu ‘Abbas di atas].
Orang Awam
09 Juni 2011 - 10:51:53 WIB

Kemudian beliau berkata lagi, “Jadi, dari hadits ini diambil faidah tentang perbuatan kesyukuran kepada Allah atas nikmat yang Dia berikan pada suatu hari tertentu berupa terhasilkannya suatu kenikmatan atau tertolaknya suatu bahaya. Sedang kesyukuran kepada Allah adalah dengan mengamalkan berbagai jenis ibadah, seperti sujud, berpuasa, sedekah, dan membaca Al-Qur`an. Maka, nikmat apakah yang lebih besar daripada nikmat munculnya Nabiyyurrohmah ini -Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam- pada hari itu. Oleh karena itu, sepantasnya untuk memperhatikan hari itu (yakni hari maulid) agar bersesuaian dengan kisah Musa -‘alaihis salam- pada hari ‘Asyuro`”. Selesai berdasarkan maknanya.
Hadits ini juga dijadikan dalil oleh Muhammad bin ‘Alwy Al-Maliky untuk membolehkan perayaan maulid dalam kitabnya Haulal Ihtifal bil Maulid hal. 11-12.
dede
09 Juni 2011 - 11:10:49 WIB

kurang kerjaan dari dulu mbahas maulid mulu.......dasar wahabi..antek2 Asing biar ummat sibuk hal2 yang ga penting....
Orang Awam
09 Juni 2011 - 11:12:16 WIB

Penjelasan
1. Sesungguhnya Al-Hafizh -rahimahullah- telah menegaskan di awal ucapannya bahwa asal perayaan maulid adalah bid’ah, tidak pernah dikerjakan oleh para ulama salaf. Perkataan beliau tentang hal ini akan kami sebutkan pada bab ketiga belas.
2. Pemahaman Al-Hafizh tentang dibolehkannya maulid yang beliau petik dari hadits di atas merupakan pemahaman yang salah dan tertolak. Karena tidak ada seorangpun dari kalangan para ulama salaf yang memahami dari hadits tersebut dibolehkannya perayaan maulid. Lihat kembali pembahasan pada bab pertama dan juga kitab Al-Muwafaqot (3/41-44) karya Asy-Syathiby -rahimahullah-.

Orang Awam
09 Juni 2011 - 11:14:53 WIB

4. Mengqiaskan (menganologikan) bid’ah maulid dengan puasa ‘Asyuro` adalah suatu bentuk takalluf (pemaksaan) yang nyata dan tertolak karena ibadah landasannya adalah syari’at, bukan berdasarkan pendapat ataupun anggapan baik.
5. Sesungguhnya puasa ‘Asyuro` adalah perkara yang telah diamalkan oleh Nabi -Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam-, bahkan beliau memberi motifasi untuk mengamalkannya. Berbeda halnya dengan perayaan maulid dan menjadikannya sebagai hari raya, karena Nabi -Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam- tidak pernah mengerjakannya dan juga tidak pernah memotifasi untuk mengerjakannya.
[Rujukan: Al-Bida’ Al-Hauliyah hal. 159-161 dan Ar-Roddu ‘ala Syubhati man Ajazal Ihtifal bil Maulid syubhat kelima]

Anti web ini
09 Juni 2011 - 11:17:59 WIB

dede
09 Juni 2011 - 11:10:49 WIB

kurang kerjaan dari dulu mbahas maulid mulu.......dasar wahabi..antek2 Asing biar ummat sibuk hal2 yang ga penting....

Tanggapan:
Beginilah ahli bid'ah yang alergi ketika bicara masalah aqidah. Baca kitab Ushulussunah karya Imam Ahmad bin Hambal. Jangan cuma ikut2an aja... ngalor ngidul gak jelas dalam bermanhaj.
Anti web ini
09 Juni 2011 - 11:40:11 WIB

Hal2 gini dianggap gak penting???? Emang aneh orang yang berkata demikian.

Pantesan Umat Islam lemah, karena aqidahnya lemah. Praktek Ibadahnya dipenuhi dengan praktek2 bid'ah.

151
09 Juni 2011 - 14:14:02 WIB

ORANG AWAM :

YEEEE GINI HARI MASIH NENTANG MAULID...UDAH JELAS DI JAKARTA GURU MULIA HABIB MUNZIR UDAH SUKSES BIKIN MAULID TERBESAR DIDUNIA DG DIHADIRI 2 JUTA JAMAAH DR SELURUH INDONESIA...KETINGGALAN JAMAN LUH GINI HARI MASIH NGUTAK NGATIK MAULID HUEHUEHUEHUEHUEEE.....MANA ADA 2 JUTA ORANG DG SUKA RELA HADIR DI MONAS KAGA DISUGUHIN MAKANAN DAN MINUMAN MALAH BAYAR PARKIR SEGALA.....KALO ENTE WARAS, 2 JUTA ORG GA MUNGKIN SUKARELA GITU AJA KALO GA ADA SUATU KENIKMATAN DAN KEBENARAN YG HAQ DI DLM MAULID HUEHUEHUHEUHEUHUE.....:)
151
09 Juni 2011 - 16:17:46 WIB

ORANG AWAM :

ASAL ENTE TAU YE, DI DALAM MAULID ITU ISINYA MENYEBUT NAMA ALLAH SWT, SHOLLAWAT, MENCERITAKAN AHLAQ RASUL SAW, AJANG SILATURAHIM DG SESAMA MUSLIMIN, ADAKAH HAL YG SALAH DR MAULID?? AH AH AH HANYA IBLIS SAJA YG TDK RELA NAMA ALLAH SWT DAN RASUL DIGEMURUHKAN RAMAI2 SECARA BERJAMAAH...HUEHEHEHEHE...CAMKAN ITU WAHABIY!!!



151


PEMBASMI WAHABI
Anti web ini
10 Juni 2011 - 16:18:01 WIB

Mana Pernah 3 Generasi terdahulu termasuk Rasulullah mencontohkan....
Mau dihadir berapa juta bukan berarti suskes dari sisi aqidah. Lha kalau ukurannya hanya banyak apa gak yg hadir, berarti masih kalah dong dengan org yang natalan.....
Kalau ustad2 yg disbut di web ini wahabi buktikan anda bisa basmi, jangan2 anda sendiri yang lama2 tergerus karena kebodohan anda.
Kalau mau diskusi terbuka Habib Mundzir dengan Ustad2 yg dianggap wahabi tersebut, berani gak habibnya ente. Tunjukkan kepada publik siapa yang Haq.

Bagi antum "Orang awam", pelajari agama Islam dengan sebenarnya, jangan mengikuti org2 seperti 151 dan antek2nya. Sesungguhnya dia adalah orang Bodoh yang sok dengan penjelasan2nya.

abu shafiyyah
11 Juni 2011 - 16:49:29 WIB

syukran, karena postingan di halaman ini mengenalkan ana pada nama2 ustadz yang insyaallah bermanhaj ahlus sunnah wal jama'ah
abu shafiyyah
11 Juni 2011 - 17:37:44 WIB

afwan, sebenernya ana kecewa melihat isi web ini, diantaranya di menu VIDEO :
+ Qasidah annida, disitu ditayangkan 3 orang wanita sedang melantunkan nyanyian di panggung dengan ditonton orang banyak non mahram, apa ini citra pendidikan sekolah yang katanya modern islami, namun nyatanya mengajarkan praktek2 jahiliyyah.
+ PH The Movies, cuplikan film Pemburu hantu, masyaallah... bagaimana generasi Islam akan maju klo dicekoki tontonan2 semacam ini, dan menurut ana film PH ini tidak lebih dari sekedar sampah yang tayangannya hanya menampilkan wanita2 pengumbar aurat.

allahumma inni as alukal huda wattaqo' wal 'affa wal ghina
Anti web ini
11 Juni 2011 - 23:57:20 WIB

@Abu Shafiyyah:

Shodaqta akhi. Akhirnya kita semua semakin jelas bahwa web ini penuh dengan kejhiliyahan Statement 151 dkk telah menunjukkan betapa mereka hanya membanggakan sanad dan taklid buta.

Wahai 151: Katakanlah sanad yg anda bangga2kan benar bersambung kepada Rasulullah lantas apakah mereka maksum? Jika tidak belajarlah tanpa di dasari dengan ketaqlidan. Belajarlah bahasa arab sehingga anda bisa memahami kitab2 yang ada dan syarah/penjelasan ulama penulis kita tersebut. Jika anda bodoh bahasa arab maka anda bodoh juga terhadap agama.
Anti web ini
12 Juni 2011 - 00:01:39 WIB

Jauhkan umat Islam dari penyesatan aqidah melalui web ini. Web yang sesat dan menyesatkan. Syukron Akhi Abu Shafiyyah yang telah mengupas ttg PH The Movies. Inilah penyesatan aqidah yang selalu ada di sepanjang masa.
Pagi pengunjung Web ini, jauhlah dan hindari penyesatan aqidah.
151
13 Juni 2011 - 08:08:14 WIB

YAA MASIH TOLOL AJA WAHABI...NIH DALILNYA :

diriwayatkan bahwa Imam Masjid Quba di zaman Nabi saw, selalu
membaca surat Al Ikhlas pada setiap kali membaca fatihah, maka setelah fatihah maka
ia membaca AL Ikhlas, lalu surat lainnya, dan ia tak mau meninggalkan surat al ikhlas
setiap rakaatnya, ia jadikan Al Ikhlas sama dengan Fatihah hingga selalu
berdampingan disetiap rakaat, maka orang mengadukannya pada Rasul saw, dan ia
ditanya oleh Rasul saw : Mengapa kau melakukan hal itu?, maka ia menjawab : Aku
mencintai surat Al Ikhlas. Maka Rasul saw bersabda : Cintamu pada surat Al ikhlas
akan membuatmu masuk sorga” (Shahih Bukhari).

151
13 Juni 2011 - 08:12:01 WIB

Maka tentunya orang itu tak melakukan hal tsb dari ajaran Rasul saw, ia membuat
buatnya sendiri karena cintanya pada surat Al Ikhlas, maka Rasul saw tak
melarangnya bahkan memujinya.


NAAAAH RASUL SAW JG KAGA NMENCONTOHKAN TUH IMAM UTK BACA ALIKHLAS SETELAH FATIHAH, BGT JG DG MAULID, RASUL SAW KAGA NYONTOHIN TP ITU MERUPAKAN PERBUATAN BAIK, TDK MELANGGAR SYAREAT, INILAH INDAHNYA ISLAM, SYAREATNYA TDK KAKU, TDK MENCEKIK, RASUL SAW TAHU UMATNYA AKAN HIDUP RIBUAN TAHUN SAMPAI AKHIR ZAMAN,

NAAH CUMA WAHABI AJA YG DANGKAT DAN BIKIN SEMPIT/MENGADA2 DR PEMIKIRAN SESATNYA HUEHEHEHHEE..TOBAT AH TONG :)
Anti web ini
14 Juni 2011 - 10:27:41 WIB

Lihat perkataan 151:

YAA MASIH TOLOL AJA WAHABI...NIH DALILNYA :

Penjelasan: Jelas kejahilan/kebodohan 151 terhadap agama Islam dan jauhnya terhadap kecintaan kepada Rasulullah. Kalau mengaku cinta kepada Rasulullah tentunya akan mengikuti perilaku Beliau, yang salahsatunya berkata dengan ahsan/baik (Perhatian kata “Tolol” di atas). Ini sudah jelas2 menunjukkan betapa orang sekarang mengaku-ngaku cinta Rasulullah tapi perilakunya tidak mencerminkan akhlak Rasulullah. Banyak pengajian2 Maulid yang dilakukan oleh Habib ternyata isinya justru menjelek2an orang lain. Inilah contoh dari MENGAKU-NGAKU CINTA RASULULLAH TAPI TIDAK MENGIKUTI AKHLAK RASULULLAH. Akhirnya syubhatnya juga terlihat dengan cara2 mendakwahkan melalui kata2 yang keji dan munkar.

Kepada pembaca Web ini hati2 dengan kesesatan pemikiran yang diajarkan oleh 151 dan kroni2nya.
Anti web ini
14 Juni 2011 - 10:33:29 WIB

lihatlah cara 151 membuat analog di atas, antara kecintaan membaca surat al fatihah dengan perbuatan maulid.
Lagi2 hanya akalnya saja yang menafsirkan. Mana aja membuat analog/qiyas model begitu. Ingat, Islam agama tauqifiyah, agama yang semuanya ada dalil. Lha ente se enak perut aja menuat qiyas. Bathil dan jahil pemikiran ente....
151
14 Juni 2011 - 14:23:12 WIB

YA GIMANA GA TOLOL? SUNNAH2 RASUL SAW DIBILANG BIDAH MUNKAR...AYO ANA PGN TAU PENJELASAN WAHABI TTG HADIST DIATAS
iar
14 Juni 2011 - 17:22:24 WIB

Bacalah, bacalah dan bacalah, Ilmu ALLAH SWT begitu luas, lihat kebesaran ALLAH SWT. Jaga Ukhuwah, jaga akhlak kita, jangan salah kan sesama muslim kalau memang itu ada dalilnya. sangat aneh, saya pernah ikut ta'lim dimanapun tapi begitu saya dengar ceramah dari salah satu ustadz salafi di Balikpapan dalam dauroh umum, ko isi nya menghujat sesama muslim, ternyata jauh dari akhlak yang dicontoh kan rosul. mari semuanya ber istghfar mohon ampun kepada ALLAH, biar lah ALLAH yang memutuskan, kita tidak punya hak utk menghakimi saudara kita sesat atau ahlul bid'ah.
Buletin
15 Juni 2011 - 10:01:01 WIB

Setelah dibaca semua perdebatan dalam forum ini saya akhirnya berkesimpulan perkataan "Anti web ini" bener. Gimana gak anti dengan web ini, lha pendirinya aja "Pemburu Hantu", hahaha..... ada2 aja kelakuan nih orang beserta pendukung2nya..... Pantesan umat Islam di Indonesia gak bisa bersatu....
iar
15 Juni 2011 - 10:44:45 WIB

Saya ta’lim di NU beserta para Habaib mereka Ahlusunnah, saya ta’lim di Muhammdiyah mereka Ahlusunnah, saya ta’lim di PKS mereka Ahlusunnah, di HTI juga Ahlusunnah, di Jama’ah Tabligh ya juga Ahlusunnah, dengar ceramah dauroh nya Salafi Wahabi di Balikpapan juga Ahlusunnah, semuanya Ahlussunnah kecuali syi’ah. Maka pada ayat Al-Qur’an “tegas kepada yang kafir dan kasih sayang sesama kalian”. Maknanya kita harus tegas kepada orang kafir dalam hal aqidah dan keyakinan (ga boleh ditawar-tawar lagi Tuhan tetap 1 yaitu ALLAH SWT), serta saling menyayangi sesama saudara kita se Iman dan se Keyakinan, jangan saling hujat, caci maki atau mencap ahlul bid’ah pada saudara kita kaum muslimin, hargai pendapat saudara kita, kasihan Rosulullah kalau sekiranya Beliau masih hidup dan melihat keadaan umat nya seperti ini pasti sedih.
151
15 Juni 2011 - 12:45:22 WIB

iar : wahabi membidahkan maulid tahlil dll dan mereka mengaku ahlusunnah, kalo ngaku ahlusunnah harusnya wahabi kaga alergi dunk sama maulid tahlil.......JADI SEKALI LAGI KITA AHLUSUNNAH SEJATI BISA MENYEBUTKAN SANAD SAMPAI KPD RASUL SAW, KALO GA PUNYA SANAD ITU NAMANYA BUKAN AHLUSUNNAH TP NGAKU2 DOANK, DAN MEREKA MEMISAHKAN DIRI DR KITA...
Anti web ini
16 Juni 2011 - 13:16:09 WIB

@iar: tuh jelas kan kejahilan 151, masak ukuran ahlusunnah sejati hanya sekedar bisa menyebutkan sanad. Itulah makanya org2 sini mengkritik 151 kalau emang agamanya dangkal karena untuk mengukur seseorang ahli sunnah hanya sekedar bisa menyebutkan sanad.

Hai 151, belajar agama lagi, jangan jadi orang bodoh alias jahil.
Anti web ini
16 Juni 2011 - 13:33:25 WIB

Anas bin Malik Radhiyallahu a’nhu berkata, “Sebagian orang berkata kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, wahai orang yang terbaik di antara kami dan putera orang yang terbaik di antara kami! Wahai sayyid kami dan putera sayyid kami!’ Maka seketika itu juga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Wahai manusia, ucapkanlah dengan yang biasa (wajar) kalian ucapkan! Jangan kalian terbujuk oleh syaithan, aku (tidak lebih) adalah Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya. Aku tidak suka kalian mengangkat (menyanjung)ku di atas (melebihi) kedudukan yang telah Allah berikan kepadaku.”
HR. Ahmad (III/153, 241, 249), an-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah (no. 249, 250) dan al-Lalika-i dalam Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah (no. 2675). Sanadnya shahih dari Sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu
151
16 Juni 2011 - 14:33:03 WIB

kalo ga ada sanad, kalau ga ada guru, gimana bisa ilmu yg ente pelajari benar atau salah? nih ana kasih contoh :

tertulis dikitab : hayyatussauda' dawa likulli daa, kalimat itu salah cetak, yg benar adalah habbatussauda' dawa min kulli daa'

maksudnya Jintan hitam, adalah obat dari segala penyakit, (kecuali penyakit kematian.)
namun buku salah cetak, cuma nambah satu titik, jadi huruf "baa" menjadi "yaa"
kalimat yg mestinya habbatussauda, tertulis hayyatussauda...!

ini maknanya jadi ngaco, karena habbatussauda berarti jintan hitam, sedangkan hayyatussauda berarti ular hitam (ular paling buas bisanya)


151
16 Juni 2011 - 14:35:20 WIB

si pembaca dg santai berobat dg ular hitam, ya kojor...!. tu, karena salah terjemahkan bahasa, gara gara salah cuma masalah titik doang..!, ini karena belajar hanya dari buku, ngga nanya guru, kalo nanya guru maka si guru bakal jelaskan itu salah cetak, yg benar habbatussaudaa

ini masalah pengobatan, gimana masalah syareat.,,???

NAH ITULAH GUNANYA SANAD DAN GUNANYA GURU SPY ADA YG BIMBING KALO KITA SALAH DLM MEMPELAJARI SYAREAT...

MAKANYA WAHABI ITU NGACO KRN GA ADA GURU DAN GA ADA SANAD, MAEN FATWA SEENAK UDELNYE AJE..GA BENER :)

faqir fil ilm
16 Juni 2011 - 21:42:24 WIB

SUNGGUH FITNAH LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN..
JANGANLAH MEMVONIS DENGAN NAFSU,,
SETAHU ANA ORANG SALAF TIDAK BERBICARA DAN BERTINDAK DENGAN NAFSU MEREKA TAPI BERDASARKAN DALIL YANG SAHIH
PAHAMI DULU BARU MEMVONIS,,MUNGKIN PENILAIAN ANTUM HANYA MELIHAT DARI PERSONNYA...BUKAN DARI SISI PENGAMBILAN HUKUMNYA,,KETAHUILAH YANG HAQQ TETAPLAH HAQQ DAN YANG BATIL TETAPLAH BATIL..
JIKA YANG BATIL MAW DITOLERIR WALAW SECUIL,,MAW JADI APA AGAMA INI?? JIKA MEMANG MAULIDAN ITU SUNNAH,,PASTILAH RASULULLAH ORANG PERTAMA YANG MENCONTOHKAN DAN MELAKUKANNYA,,
BERTAUBATLAH SAUDARAKU..
TIDAK BAIK MENCEMOOH DAN BERBICARA DENGAN NAFSU..
WALLAHUALAM..
Anti web ini
17 Juni 2011 - 13:03:22 WIB

Hai 151: Aqidah ahlussunnah wal jama'ah bukan hanya karena sanad, tapi bagaimana akhlak dan perilaku sesuai dengan Rasulullah dan Para Sahabat. Kalau sekedar sanad saja tapi pemahamannya sesat yah gak mungkin dikatakan Ahlussunnah. Jangan bodoh dalam berfikir.
Ente aja yang bodoh, gak tahu wahabi sok berpendapat wahabi kayak pendiri web ini yang mentahdzir ustadz2 yang disebut di atas. Apa ente tahu mereka sesat? ente sama saja org yang melakukan fitnah...
Memang 151 ini orang jahil/bodoh terhadap pemahaman agama, sehingga berbangga dengan sanad dan mengaku bahwa ahlussunnah adalah krn sanad. Padahal habib2 yg ente puji2 tidak maksum, jangan lebay....
151
17 Juni 2011 - 13:09:47 WIB

faqir :

EH TONG...ALQURAN JG KAGA DIPERINTAH RASUL SAW UTK DIBUKUKAN, JIKA MEMANG MENGUMPULKAN DAN MENULIS ALQURAN ITU SUNNAH,,PASTILAH RASULULLAH ORANG PERTAMA YANG MENCONTOHKAN DAN MELAKUKANNYA,, TP KOK RASUL SAW KAGA NYONTOHIN DAN KAGA MERINTAH??? TP KNP MALAH SAYIDINA ABUBAKAR BERANI2NYA MENGUMPULKAN DAN MENULIS ALQURAN? KAN KAGA DICONTOHKAN SAMA RASUL SAW? KNEPA? KENAPA? KENAPA WAHABIY? :)
151
17 Juni 2011 - 13:14:15 WIB

anti web :

JUSTRU KRN SANAD INILAH AGAMA ISLAM TERHINDAR DR PENYELWENGAN SYAREAT...SUSAH NGOMONG SAMA ORG YG GA BERSANAD HUEHEHEHE....KAYA NGAJARIN ANAK TK UDAH JAHIL KERAS KEPALA TOLOL PULA HUEHEHEHEHE..MAAPIN YE :)
imam
17 Juni 2011 - 14:44:06 WIB

iya ya, berarti kitab suci Al-Qur'an kita sudah ternoda dgn bid'ah karena telah dibukukan, belum lagi penambahan pada tanda baca pada Al-Qur'an, pemushafan standarisasi Alqur'an dizaman Utsman bin Affan,terus belum lagi pengumpulan hadist2 nabi yang telah dibukukan wah pasti lebih bid'ah lagi dan yang pernah saya baca tidak ada yang namanya bid'ah hasanah.
iar
17 Juni 2011 - 15:09:50 WIB

saudaraku imam:masalah bid'ah adalah masalah klasik yang tidak pernah ada ujung pangkalnya, biarlah semua berjalan sesuai Sunnatullah, yang sangat penting dan utama dari sunnah Rosul adalah membaca Al-qur'an, itulah mu'jizat yang sangat agung yang diwariskan kepada kita semua ummat selaku ummat Rosulullah, jaga rapat ukhuwah kita sesama muslim serapat shaf kita saat sholat dimasjid. lalu amalkan rapatnya shaf kita dimasjid dgn kehidupan sehari-hari, terutama sesama muslim.
151
17 Juni 2011 - 17:45:12 WIB

iar : sapa yg bilang bidah ga ada ujung pangkalnya??? jelas2 para imam2 besar spt imam syafei dan imam2 lainnya sdh menjelaskan ttg bidah, hanya yg dangkal pemikirannya ttg syareat saja yg menolak bidah hasanah yaitu wahabi kutu kupret huehehehehe
orang bodoh
18 Juni 2011 - 10:06:00 WIB

kalo perbedaan diobral kayak begini jelas orang lain yang tepuk tangan gembira dan kegirangan......, apa untungnya sih memajang daftar ustadz2 wahabi kayak gini ? mbok biarin saja gak usah provokasi, apa seneng kalo nanti ada yg nyelakain mereka.......padahal mereka kan saudara kita juga toh......?
151
20 Juni 2011 - 08:04:07 WIB

Perlu diingat bhw habibana munzir menggunakan hujjah yg dinukil dr kitab2 para ulama terdahulu yg berderajat Muhaddits, Al-Hafizh, Hujjatul Islam, Al-Imam. Jadi, jika para ulama terdahulu menulis demikian, kemudian para ulama WAHABI membantahnya, kira2 siapa yg akan menjadi tertuduh? Ulama terdahulu yg diakui ilmunya, ataukah ulama WAHABI yg ga jelas sanad ilmunya dan ga jelas hafalan dan pemahaman haditsnya?


TTD


151 PEMBASMI WAHABI
iar
20 Juni 2011 - 11:49:32 WIB

saudara-saudaraku : ya sudah tidak apa2, mari saling memaafkan, kita sama2 sepakat untuk berbeda, mari amalkan sunnah rosul yang utama "MEMBACA ALQUR'AN" dan Menjaga Ukhuwah sesama muslim, OK Kah. kasiaan ummat Islam Hari Gini masih aja sibuk ngurusin, Maulid, Tahlilan, Yasinan,Ziarah kubur, Tawassul. Lihat masih banyak yang lebih penting, ummat islam masih banyak yang miskin, mental korup. mari selamatkan mereka.
Anti web ini
20 Juni 2011 - 12:00:10 WIB

151
17 Juni 2011 - 13:09:47 WIB

faqir :

EH TONG...ALQURAN JG KAGA DIPERINTAH RASUL SAW UTK DIBUKUKAN, JIKA MEMANG MENGUMPULKAN DAN MENULIS ALQURAN ITU SUNNAH,,PASTILAH RASULULLAH ORANG PERTAMA YANG MENCONTOHKAN DAN MELAKUKANNYA,, TP KOK RASUL SAW KAGA NYONTOHIN DAN KAGA MERINTAH??? TP KNP MALAH SAYIDINA ABUBAKAR BERANI2NYA MENGUMPULKAN DAN MENULIS ALQURAN? KAN KAGA DICONTOHKAN SAMA RASUL SAW? KNEPA? KENAPA? KENAPA WAHABIY? :)

Tanggapan:
Makanya ente baca buku jgn versi habib aja, gak melihat literatur lain. Rasulullah pernah memerintahkan untuk mengumpulkan ketika sahabat Uhud banyak yang wafat. Makanya Zaid bin Tsabit mulai mengumpulkan tapi belum membukukan. Dasar 151 bodoh bin jahil. Kalau ente cuma berbangga dengan sanad, maka sama halnya dengan Yahudi yang juga berbangga dengan sanad. Lalu apa bedanya????
Anti web ini
20 Juni 2011 - 12:01:51 WIB

Orang yang berbangga dengan sanad gak jauh bedanya ketika Yahudi berbangga juga dengan sanad. Makanya Yahudi membenci ketika ada nabi bukan dari golongan mereka.
151
20 Juni 2011 - 12:23:49 WIB

Makanya ente baca buku jgn versi habib aja, gak melihat literatur lain. Rasulullah pernah memerintahkan untuk mengumpulkan ketika sahabat Uhud banyak yang wafat. Makanya Zaid bin Tsabit mulai mengumpulkan tapi belum membukukan

NAH NAH NAH KELIATAN WAHABI MENYELEWENGKAN HADITS INI, JELAS2 PEMBUKUAN ALQURAN ITU DILAKUKAN SETELAH RASUL SAW.....GILA!!! BERANI SEKALI WAHABI BERDUSTA ATAS NAMA RASUL SAW??

SIMAK PENJELASAN INI :
151
20 Juni 2011 - 12:24:26 WIB

Ketika terjadi pembunuhan besar besaran atas para sahabat (Ahlul yamaamah) yang
mereka itu para Huffadh (yang hafal) Alqur’an dan Ahli Alqur’an di zaman Khalifah
Abubakar Asshiddiq ra, berkata Abubakar Ashiddiq ra kepada Zeyd bin Tsabit ra :
“Sungguh Umar (ra) telah datang kepadaku dan melaporkan pembunuhan atas
ahlulyamaamah dan ditakutkan pembunuhan akan terus terjadi pada para Ahlulqur’an,
lalu ia menyarankan agar Aku (Abubakar Asshiddiq ra) mengumpulkan dan menulis
Alqur’an, aku berkata : Bagaimana aku berbuat suatu hal yang tidak diperbuat oleh
Rasulullah..?, maka Umar berkata padaku bahwa Demi Allah ini adalah demi kebaikan
dan merupakan kebaikan, dan ia terus meyakinkanku sampai Allah menjernihkan

151
20 Juni 2011 - 12:24:56 WIB

dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan Umar, dan engkau (zeyd)
adalah pemuda, cerdas, dan kami tak menuduhmu (kau tak pernah berbuat jahat), kau
telah mencatat wahyu, dan sekarang ikutilah dan kumpulkanlah Alqur’an dan tulislah
Alqur’an..!”
Berkata Zeyd : “Demi Allah sungguh bagiku diperintah memindahkan sebuah gunung
daripada gunung gunung tidak seberat perintahmu padaku untuk mengumpulkan
Alqur’an, bagaimana kalian berdua berbuat sesuatu yang tak diperbuat oleh Rasulullah
saw?”, maka Abubakar ra mengatakannya bahwa hal itu adalah kebaikan, hingga
iapun meyakinkanku sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku

151
20 Juni 2011 - 12:25:24 WIB

sependapat dengan mereka berdua dan aku mulai mengumpulkan Alqur’an”. (Shahih
Bukhari hadits no.4402 dan 6768).
Nah saudaraku, bila kita perhatikan konteks diatas Abubakar shiddiq ra mengakui
dengan ucapannya : “sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku
sependapat dengan Umar”, hatinya jernih menerima hal yang baru (bid’ah hasanah)
yaitu mengumpulkan Alqur’an, karena sebelumnya alqur’an belum dikumpulkan
menjadi satu buku, tapi terpisah pisah di hafalan sahabat, ada yang tertulis di kulit
onta, di tembok, dihafal dll, ini adalah Bid’ah hasanah, justru mereka berdualah yang
memulainya.

151
20 Juni 2011 - 12:29:21 WIB

Orang yang berbangga dengan sanad gak jauh bedanya ketika Yahudi berbangga juga dengan sanad. Makanya Yahudi membenci ketika ada nabi bukan dari golongan mereka.

JAWAB :
berkata Imam Syafii : “Orang yang belajar ilmu tanpa sanad guru
bagaikan orang yang mengumpulkan kayu baker digelapnya malam, ia membawa
pengikat kayu bakar yang terdapat padanya ular berbisa dan ia tak tahu” (Faidhul
Qadir juz 1 hal 433)

berkata Imam Syafii : “Orang yang belajar ilmu tanpa sanad guru
bagaikan orang yang mengumpulkan kayu baker digelapnya malam, ia membawa
pengikat kayu bakar yang terdapat padanya ular berbisa dan ia tak tahu” (Faidhul
Qadir juz 1 hal 433)
NAH BERARTI WAHABI MENYAMAKAN IMAM SYAFEI DG YAHUDI, GILA WAHABI EMENAG BENER2 TITISAN IBLIS HUEHEHEHE
Anti web ini
20 Juni 2011 - 12:41:03 WIB

berkata Imam Syafii : “Orang yang belajar ilmu tanpa sanad guru
bagaikan orang yang mengumpulkan kayu baker digelapnya malam, ia membawa
pengikat kayu bakar yang terdapat padanya ular berbisa dan ia tak tahu” (Faidhul
Qadir juz 1 hal 433)

Jawaban: Jelas kan Imam Syafi'i mengatakan dalam konteks belajar ilmu dengan guru, ente yg keliru menterjemahkan kata2 sanad. Itulah yg menyebabkan ente jadi bodoh n jahil.
Kelakuan ente yg sesat itulah yg menjadikan ente gak dapat hidayah.
Pantesan ente mengatakan orang titisan iblis ternyata ente belajarnya gak bener. Mana ada guru yang ngajarin orang untuk mengatakan orang lain titisan Iblis apalagi kepada sesama muslim. Payah juga yah guru ente, ngajarin jadinya kayak ente yg bahlul alias jahil bin bodoh.
PEMBACA LAINNYA: PERHATIKAN 151 YANG BERBANGGA DENGAN SANAD TERNYATA CUMA BEGINI AJA AKHLAKNYA. APAKAH GURU2NYA NGAJARIN MENGATAKAN TITISAN IBLIS KEPADA SESAMA MUSLIM. HATI2 DENGAN 151 DAN KRONI2NYA....
iar
20 Juni 2011 - 14:46:39 WIB

LAQOD JAA AKUM ROSUULUM MIN ANFUSIKUM ‘AZIIZUN ‘ALAIHI MAA ‘ANITTUM HARIISHUN ‘ALAIKUM BIL MU’MINIINA ROUFURROHIIM, FAIN TAWALLAU FAQUL HASBIYALLOOHU LAA ILAAHA ILLA HU. ‘ALAIHI TAWAKKALTU WAHUWA ROBBUL ‘ARSYIL ‘ADHIIM.
151
20 Juni 2011 - 15:35:26 WIB

PEMBACA LAINNYA: PERHATIKAN 151 YANG BERBANGGA DENGAN SANAD TERNYATA CUMA BEGINI AJA AKHLAKNYA. APAKAH GURU2NYA NGAJARIN MENGATAKAN TITISAN IBLIS KEPADA SESAMA MUSLIM. HATI2 DENGAN 151 DAN KRONI2NYA....

JAWAB :

BUKANKAH YG ALERGI THD MAULID (ISINYA MENYEBUT NAMA ALLAH DAN BERSHOLLAWAT), TAHLILAN ( ISINYA MENYEBUT KALIMAT LAA ILA HA ILALLAH) HANYA IBLIS???....LAH, KALO MANUSIA YG ALERGI DAN MELARANG MUSLIMIN UTK MENYEBUT NAMA ALLAH DAN BERSHOLLAWAT, BUKANKAH MEREKA SAMA SAJA DG IBLIS???.....DIMANAPUN IBLIS BERADA, SETIAP DIKUMANDANGKAN NAMA ALLAH DAN SHOLLAWAT PASTI IBLIS TUNGGANG LANGGANG KRN KUOINGNYA PANAS HUEHEHEHHE...NAAAAH CAMKAN ITU WAHABIY :)
NN
22 Juni 2011 - 13:26:40 WIB

SANAD vs NASAB
Pengertian Imam Syafi’I terhadap kata ‘SANAD’ sebenarnya menunjukkan kepada bagaimana prosespengambilan dalil/hukum terhadap sesuatu hal yang harus bersambung hingga kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Dengan kata lain segala perilaku hendaknya harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Lantas bagaimana implementasi terhadap tuntunan tersebut, mengikuti pemahaman siapa? Tentulah mengikuti pemahaman para Salafus shalih yaitu generasi terbaik terdahulu, antara lain Para Sahabat, Tabiin, dan Tabiut Tabiin. Jika menjalani agama sesuai pemahaman mereka tentulah akan sering terjebak ke dalam bid’ah.

(bersambung)

NN
22 Juni 2011 - 13:32:30 WIB

(lanjutan)

Terciptanya bid’ah juga karena dorongan hawa nafsu manusianya. Mereka menyangka agama ini harus dilengkapi dan masih perlu disempurnakan dengan apa-apa yang mereka ciptakan. Ketika disampaikan bahwa hal itu tidak benar, tidak berdasar, dan mengada-ngada mereka menolak dengan keras, baik dengan alasan atau tidak. Inilah hawa nafsu. Mereka lebih mengikuti emosi dan pikiran sendiri, dibanding dalil Al Quran dan As Sunnah, serta nasihat para ulama.

(bersambung)
NN
22 Juni 2011 - 13:37:37 WIB

(lanjutan)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Ada tiga hal yang membinasakan dan tiga hal yang menyelamatkan. Lalu Beliau bersabda: “Tiga hal yang membinasakan adalah syahwat yang ditaati, hawa nafsu yang dituruti, dan seorang yang kagum dengan dirinya sendiri. Sedangkan tiga hal yang menyelamatkan adalah: takut kepada Allah baik dikesunyian atau dikeramaian, sederhana ketika faqir dan kaya, serta adil ketika marah dan ridha.” (diriwayatkan dari berbagai jalur sahabat; Anas, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Abu Hurairah, dan Abdullah bin Abi ‘Aufa.)

(bersambung)
NN
22 Juni 2011 - 13:40:14 WIB

(lanjutan)

Dari Irbadh bin Sariyah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘ Alaihi wa Sallam bersabda:
“Maka, sesungguhnya barang siapa di antara kalian yang hidup setelah aku, akan melihat banyak perselisihan. Oleh karena itu, peganglah sunahku dan sunah khulafa ar rasyidin yang telah mendapatkan petunjuk, dan gigitlah dengan geraham kalian sunah itu, dan hati-hatilah dengan perkara yang baru, sesungguhnya setiap hal yang baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah kesesatan.” (HR. Ibnu Majah No. 42, Ahmad No. 16521, Al Baihaqi, As Sunan Al Kubra, 10/114, Al Hakim, Al Mustadrak, No. 330

(bersambung)
NN
22 Juni 2011 - 13:42:15 WIB

(lanjutan)

Sedangkan pengertian ‘NASAB’ lebih kepada hirarki biologis. Jadi ketika seseorang yang katakanlah secara nasab bersambung hingga kepada Rasulullah tapi dalam hal pengambilan dalil tidak ‘ittiba Rasul dan tidak mengikuti pemahaman para salafus shalih sbgmn tersebut di atas yah tidak dapat dikatakan sebagai ahlussunnah. Allahu a’lam bi showab.
imam
22 Juni 2011 - 14:02:18 WIB

pada dasar nya belajar pada ulama siapa saja boleh, mengenai sanad mungkin ada rujukan keilmuan dan sebenarnya tidak ada larangan, juga belajar dengan cara membaca buku juga tidak masalah. mengenai bid'ah dalam hadits tsb memang redaksinya begitu, tapi tidak bisa kita anggap semua hal-hal baru itu (bid'ah) adalah sesat. tolong pelajari dan fahami arti bid'ah dari berbagai pendapat ulama, jangan dengan pendapatnya Ibnu Taimiyah dan rekan-rekannya saja. Ilmu ALLAH SWT itu sangat luas.
151
22 Juni 2011 - 14:37:33 WIB

NAH ITULAH DANGKALNYA WAHABI, KAGA BISA BEDAIN SANAD DAN NASAB, SANAD ILMU SDH JELAS UNTAIAN GURU DAN ILMU YG SAMBUNG MENYAMBUNG HINGGA RASUL SAW, SDGKAN NASAB ADALAH HUBUNGAN DARAH, NAAAAAH PARA HABAIB INI SANAD MEREKA SEKALIGUS NASAB JUGA, JADI AYAH MEREKA SEKALIAN JUGA MENJADI GURU DLM SANAD ILMU AGAMA
151
22 Juni 2011 - 14:45:57 WIB

pada dasar nya belajar pada ulama siapa saja boleh, mengenai sanad mungkin ada rujukan keilmuan dan sebenarnya tidak ada larangan

jawab :
Mengenai anda belajar dari radio atau media lainnya adalah hal yg mulia, namun yg diperlukan adalah anda mempunyai guru tempat bertanya, saat anda tak faham dan terbentur dalam kerancuan makna, anda dapat bertanya/interaksi, lewat surat, sms, telepon, email atau lainnya, dan guru anda itu seorang ulama yg berilmu dan mengamalkan syariah dan mencintai sunnah, karena ia adalah “ayah batin” bagi anda,
151
22 Juni 2011 - 14:50:52 WIB

Terciptanya bid’ah juga karena dorongan hawa nafsu manusianya.

jawab :

Abubakar shiddiq ra dimasa kekhalifahannya
memerintahkan pengumpulan Alqur’an, lalu kemudian Umar bin Khattab ra pula
dimasa kekhalifahannya memerintahkan tarawih berjamaah dan seraya berkata :
“Inilah sebaik baik Bid’ah!”(Shahih Bukhari hadits no.1906) lalu pula selesai penulisan

NAAAAAH BERARTI SI WAHABI INI MENUDUH SAYIDINA UMAR MELAKUKAN TARAWIH BERJAMAAH ADALAH KRN HAWA NAFSUNYA SENDIRI, NAUDZUBILLAH DR SESATNYA PEMAHAMAN WAHABI
151
22 Juni 2011 - 14:59:02 WIB

mengenai bid'ah dalam hadits tsb memang redaksinya begitu, tapi tidak bisa kita anggap semua hal-hal baru itu (bid'ah) adalah sesat.

jawab :

bukan redaksinya yg begitu, tp cara kita memahami hadist itu yg penting, itulah gunanya guru, spy kita ga memahami hadist seenak udel sendiri'

lalu bagaimana dg hadist dibawah ini???
sabda beliau saw : “Barangsiapa membuat
buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang
mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat
buat hal baru yang buruk dalam islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yang
mengikutinya dan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya” (Shahih Muslim hadits
no.1017

kalau wahabi ngejeplak kaga ada bidah hasanah, lalu bagaimana dg pengertian hadist diatas??? :)
151
22 Juni 2011 - 15:01:01 WIB

EMANG KAUM WAHABI INI HATINYA UDAH KAYA BATU KERASNYA, KRN GENGSI...ATAU JANGAN2 HATINYA KAUM WAHABI UDAH DIKUNCI OLEH ALLAH SWT SHG KAGA BISA LAGI MELIHAT CAHAYA KEBENARAN??? HIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII ATUUUUUUUUUUT :)






TTD




151
PEMBASMI HAMA WAHABI
imam
22 Juni 2011 - 16:07:45 WIB

Alhamdulillah, semoga dari penjelasan dari saudara 151 kita bisa mengambil hikmah dan juga dari saudara-saudara yang berfaham wahabi salafi.
151
22 Juni 2011 - 16:24:53 WIB

Hb Munzir :

menuntut ilmu dasar, dan menuntut pemahaman ibadah dasar, dg mendengarkan tuntunan guru dan melihat sang Guru termulia saw, mereka para sahabat tidak belajar berapa rukun shalat, mereka melihat Rasul saw dan mengikutinya, lalu belajar bacaannya dan hukum2nya langsung dari Rasul saw, demikian pula dalam hal zakat, puasa dll,
dan inilah metode menuntut ilmu yg paling baik, namun kini karena sudah jauh dari masa sang Nabi saw, maka dipakailah dua metode, yaitu metode guru dan buku.

jika guru saja tanpa buku maka ia akan sangat terbatas sekali kemajuan pemahaman ilmunya,

dan jika buku saja tanpa guru maka ia akan menemui banyak kendala dalam memahaminya dan akan terjebak kepada banyak kesalahan.


imam
22 Juni 2011 - 16:31:27 WIB

betul mas 151, saya adalah sedikit golongan yang pernah mengalami kendala saat saya membaca buku-buku agama, namun pada kesempatan yang lain saya juga bertanya kepada ahlinya, tentunya dari beberapa ustadz dan kiai, memang ada perbedaan, namun sebagai refensi ilmu saya memegang kepada ustadz atau kiai yang memiliki pemahaman mendalam, termasuk dalam hal Bid'ah, dan lainnya. dan tentunya kita harus membuka cakrawala berfikir, dengan hati yang tawadhu, dan terbuka. karena sesungguhnya ilmu tidak akan bisa masuk kepada orang - orang yang hatinya diliputi dzon yang yang tidak baik sesama saudaranya seiman dan sekeyakinan.
151
22 Juni 2011 - 16:40:14 WIB

imam : betul sekali khi, ini ana paparkan satu contoh sanad ilmu guru mulia hb munzir, inilah sanad yg menghubungkan ilmu dan guru2 kita dg rasul saw, yg dg sanad ini maka ilmu kita murni dr rasulullah saw, tdk menyimpang sedikitpun krn terjaga dg adanya sanad ini :



151
22 Juni 2011 - 16:41:55 WIB

SANAD KEGURUAN ALHABIB MUNZIR BIN FUAD ALMUSAWA

Saudaraku yg kumuliakan,
mengenai sanadnya, terdapat thuruq muta'addidah, yaitu jalur riwayat yg banyak dan terpecah pecah dari banyak jalur yg berbeda karena 7 qiraat, maka secara umum saya menulisnya dalam sanad keguruan, maka sanad keguruan ini adalah sanad terkuat karena bersambung hingga Rasul saw dari para ulama dan imam bukan hanya pada Alqur'an, tapi semua ajaran islam kita


151
22 Juni 2011 - 16:42:18 WIB

'an syeikhunal kariim Al Allamah Al Musnid Al habib Umar bin hafidh,
wa akhadza 'an Al Allamah Almusnid Alhabib Abdulqadir bin Ahmad Assegaf,
wa akhadza 'an Al Allamah Almusnid Alhabib Abdullah bin Umar Assyatiri,
wa akhadza 'an Al Allamah Al hafidh Alhabib Ali bin Muhammad Alhabsyi (simtuddurar),
wa akhadza 'an Al Allamah Almusnid Alhabib Abdurrahman Almasyhur (shohibulfatawa),
wa akhadza 'an Al Allamah Al hafidh Alhabib Abdullah bin Husein bin Thohir,
wa akhadza 'an Al Allamah Al hafidh Alhabib Umar bin Seggaf Assegaf ,
wa akhadza 'an Al Allamah Almusnid Alhabib Hamid bin Umar Ba’alawiy,
wa akhadza 'an Al Allamah Alhabib Al Hafidh Ahmad bin Zein Alhabsyi,
wa akhadza 'an Al Allamah Alhabib Al hafidh Abdullah bin Alawi Alhaddad (shohiburratib),

151
22 Juni 2011 - 16:42:41 WIB

wa akhadza 'an Al Allamah Almusnid Alhabib Umar bin Abdurrahman Alattas (Shohiburratib),
wa akhadza 'an Al Allamah Almusnid Alhabib Husein bin Abubakar bin Salim,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Alhabib Abubakar bin Salim (fakhrulwujud,
wa akhadza 'an Al Allamah Al hafidh Alhabib Ahmad bin Abdurrahman Syahabuddin,
wa akhadza 'an Al Allamah Al hafidh Alhabib Abdurrahman bin Ali (Ainulmukasyifiin),
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Almusnid Alhabib Ali bin Abubakar (assakraan),
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah AL hafidh Alhabib Abubakar bin Abdurrahman Assegaf,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Hafidh Alhabib Abdurrahman Assegaf
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Almusnid Alhabib Muhammad Mauladdawilah,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Almusnid Alhabib Ali bin Alwi Alghayur,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Almusnid Al Imam Alwi Alghayur,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al hafidh Al Imam Faqihilmuqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawiy,

151
22 Juni 2011 - 16:43:12 WIB

wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Ali bin Muhammad Shahib Marbath,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Muhammad Shahib Marbath bin Ali,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Ali Khali' Qasam bin Alwi,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Alwi bin Muhammad,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Muhammd bin Alwi,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Alwi bin Ubaidillah,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Ubaidillah bin Ahmad Almuhajir,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Ahmad Almuhajir bin Isa Arrumiy,
wa akhadza 'an abiihi ayahnya Al Allamah Al Imam Isa Arruumiy bin Muhammad Annaqib

151
22 Juni 2011 - 16:43:38 WIB

wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Muhammad Annaqib bin Ali Al Uraidhiy,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Ali Al Ureidhiy bin Jakfar Asshadiq,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Jakfar Asshadiq bin Muhammad Albaqir,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Muhammad Albaqir bin Ali Zainal Abidin,
wa akhadza 'an abiihi Al Allamah Al Imam Ali Zainal abidin Assajjad,
wa akhadza 'an abiihi Al Imam Husein ra,
wa akhadza 'an abiihi Al Imam Ali bin Abi Thalib kw
wa akhadza 'an Sayyidina Rasulillah saw,

Sanad diatas saya ringkaskan satu jalur saja, sebab terdapat pecahan pada jalur setiap sanadnya yg banyak namun saya ambilkan satu jalur tunggal saja, karena jalurnya ada yg terpecah pecah demi semakin kuatnya sanad ini, karena setiap murid mempunyai beberapa guru dan beberapa guru ada yg berpadu pada sanad selanjutnya ada yg berjalur ke sanad lain menuju Rasulullah saw.

151
22 Juni 2011 - 16:46:21 WIB

imam : betul sekali khi, ini ana paparkan satu contoh sanad ilmu guru mulia hb munzir, inilah sanad yg menghubungkan ilmu dan guru2 kita dg rasul saw, yg dg sanad ini maka ilmu kita murni dr rasulullah saw, tdk menyimpang sedikitpun krn terjaga dg adanya sanad ini :

SENJATA KITA ADALAH SANAD, DG SANADLAH KITA MENGIKUTI FATWA2 IMAM2 4 MAHZAB, DG SANADLAH ILMU KITA BISA DIPERTANGGUNG JAWABKAN DUNIA AKHERAT.....NAAAH, MODEL WAHABI, SYIAH, DLL ITU ADALAH MODEL YG KAGA PUNYA SANAD, MAKANYA ILMUNYA MENYIMPANG,
MUDAH2AN DG PENJELASAN DR GURU MULIA HB MUNZIR DIATAS, BANYAK WAHABI YG TOBAT DAN KEMBALI KPD AHLUSUNNAH WAL JAMAAH..AMIIN ALLAHUMMA AMIN :)



TTD


151 PEMBASMI WAHABI

wong ciamis
24 Juni 2011 - 10:56:15 WIB

kebenaran menurut wahabi adalah dengan berpijak pada berbagai referensi buku/ kitab padahal sudah ribuan tahun kitab2 taurat dan injil sudah di palsukan, tidak ada kitab yang terpelihara keotentikannya kecualai Al Qur'an karena sudah di jamin oleh Allah. jadi suatu keyakinan yang salah jika kebenaran hanya diukur dari buku dan kitab..apalagi banyak terjadi distorsi..saya setuju dengan sanad dalam maslah agama
wong Cimais
24 Juni 2011 - 11:00:13 WIB

menurut saya pijakan wahabi dalam berfikir juga udah salah dan sesat maka ajaran wahabi anyak sesaatnya
wong Ciamis
24 Juni 2011 - 11:07:02 WIB

saya juga baru tahu sanad dan Belajar Qiraat sab'ah dari guru yang memiliki sanad bersambung sampai Rasulullah..bukan hanya berpegang pada kitab Irsyadatul Jaliayat saja tapi wajib ada guru yang membimbingnya tanpa guru niscaya banyak kesalahan dalam membaca Al Qur'an dengan Qiraat sab'ah
151
24 Juni 2011 - 13:30:35 WIB

wong ciamis : wahabi kan kaum sempalan abad 20, yah maklumin aja, mohon didoakan spy wahabi tobat khi :)
Islam Netral
24 Juni 2011 - 13:36:38 WIB

ciri-ciri lahiriah kaum wahaby indonesia :
berjenggot,celana congklang,jidat agak item.keras dlm berpendapat,sukan mengkafirkan orang islam, suka membidahkan org islam getol nahi ma'ruf contohnya ya itu: harm hukumnya ke makam dan mendoakan mayit,bershalwat, talil berjamaah, maulid nabi. mereka suka memcah belah umat yg belem tentu sesat tapi mereka dengan mudahnya haram bidah dsb. mereka itu meminjam istilahnya imam ghazaly MAGRUUR yaitu terkelabuhi, oleh hawa nafsunya atau oleh syaitan yang menyelinap ke dalam sanubari. seakan-akan mereka yang paling suci, paling benar, paling berpegang teguh pd alquran hadist. Astagfirullah... padahal segala amal itu bergantung pd niatnya. jk niatnya.
belajar yang benar
24 Juni 2011 - 13:49:35 WIB

Bismillah
Wahai Admin,

Siapakah Wahabi itu?

bagaimana biografinya?

apa kesesatannya?

Tunjukkan secara jelas
ulama-ulama ahlussunnah mana yang mengatakan bahwa wahabi golongan sesat berikut nama mereka dan kitabnya!

sehingga saya yang sedang belajar ini menjadi tahudengan sejelas-jelasnya. tidak hanya katanya-katanya dan katanya.
terima kasih
151
24 Juni 2011 - 14:20:51 WIB

siapakah wahabi itu?

jawab :

adalah kelompok yg tak punya pegangan, tak punya guru yg mempunyai sanad shahih dan Muttashil hingga Rasul saw, mereka tak punya sanad shahih yg muttashil kepada Imam Bukhari, Imam Muslim, dan apalagi sanad yg muttashil kepada Imam Imam Madzhab,

ilmu yg mereka miliki itu maqtu' (terputus sanadnya) maka semua fatwa mereka dhoif.

Ibn Abdulwahhab tak punya sanad guru, tak punya sanad kepada para imam dan muhadditsin, ia hanya menukil nukil saja dari buku2, hal spt ini tak bisa diakui sebagai imam madzhab, apalagi bertentangan dengan 4 madzhab besar ahlussunnah waljamaah,
mereka ini ajaran baru dan memisahkan diri dari jamaah,
151
24 Juni 2011 - 14:21:27 WIB

kita pada ahlussunnah waljamaah memiliki para hafidh alhadits, yaitu orang orang yg telah hafal lebih dari 100 ribu hadits berikut sanad dan hukum matannya, kita memeiliki puluhan Hujjatul islam, yaitu orang yg telah hafal 300 ribu hadits dg sanad dan hukum matannya, dan setelah itu barulah para Imam yg lebih lagi dari itu, seperti Imam Ahmad bin Hanbal yg hafal 1 juta hadits dg sanad dan hukum matannya, dan ia adalah murid dari Imam Syafii, dan Imam Syafii berguru pada Imam Malik, dan Imam Malik hidup sezaman dengan Imam Hanafi, dan mereka belajar dari tabiin, dan tabiin belajar dari sahabat radhiyallahu 'anhum, dan sahabat belajar dari Rasulullah saw,

ilmu mereka mempunyai sanad yg jelas, bukan menukil nukil dari buku lalu berfatwa seperti Ibn Abdulwahhab dan para pengikutnya.

mereka ikut saja kemana hawa nafsu mereka mau memilih madzhab semaunya dengan pemahaman yg terbatas,
151
24 Juni 2011 - 14:24:37 WIB

biografinya terlalu panjang

kesesatan wahabi :

banyak sekali penyimpangan mereka, diantara penyimpangan mereka yg paling menyolok adalah memusyrikkan orang muslim.

mereka cepat sekali menghukumi musyrik pada orang yg istighatsah, tawassul, tabarruk, padahal itu semua sunnah Nabi saw, tentunya karena dangkalnya pemahanan mereka terhadap syariah..

151
24 Juni 2011 - 14:26:53 WIB

Tunjukkan secara jelas
ulama-ulama ahlussunnah mana yang mengatakan bahwa wahabi golongan sesat berikut nama mereka dan kitabnya!

jawab :
simak pengalaman imam malik dibawah ini :

Berkata Al hafidh Almuhaddits Al Imam Malik rahimahullah ketika datang seseorang
yang bertanya makna ayat : ”Arrahmaanu ’alal Arsyistawa”, Imam Malik menjawab :
”Majhul, Ma’qul, Imaan bihi wajib, wa su’al ’anhu bid’ah (tdk diketahui maknanya, dan
tidak boleh mengatakannya mustahil, percaya akannya wajib, bertanya tentang ini
adalah Bid’ah Munkarah), dan kulihat engkau ini orang jahat, keluarkan dia..!”,
demikian ucapan Imam Malik pada penanya ini, hingga ia mengatakannya : ”kulihat
engkau ini orang jahat”, lalu mengusirnya, tentunya seorang Imam Mulia yang menjadi

151
24 Juni 2011 - 14:27:47 WIB

Muhaddits Tertinggi di Madinah Almunawwarah di masanya yang beliau itu Guru Imam
Syafii ini tak sembarang mengatakan ucapan seperti itu, kecuali menjadi dalil bagi kita
bahwa hanya orang orang yang tidak baik yang mempermasalahkan masalah ini.

151
24 Juni 2011 - 14:29:17 WIB

naaah belajar yg benar :

jgn belajar dr buku atau google yah......cari guru yg salih dan mempunyai sanad, shg ente tdk terjebak kpd pemahaman sesat wahabiy :)
151
27 Juni 2011 - 07:50:23 WIB

nih simak detil penjelasan gruu mulia habib munzir tg doa qunut yg dibidahkan wahabiy :

Mengenai Qunut subuh, memang terdapat Ikhtilaf pada 4 madzhab, masing masing mempunyai pendapat, sebagaimana Imam Syafii mengkhususkannya pada setelah ruku pada rakaat kedua di shalat subuh.., dan Imam Malik mengkhususkannya pada sebelum ruku pada Rakaat kedua di shalat subuh (Ibanatul Ahkam fii Syarhi Bulughulmaram Bab I).

Apapun bualan yg mereka ucapkan, tentunya kita lebih memegang pendapat Imam Malik dan Imam Syafii dibanding pendapat mereka.
151
27 Juni 2011 - 07:51:02 WIB

saya hanya tertawa melihat rentetan fatwa mereka ini, siapa mereka ini?, hanya menukil nukil hadits dari buku buku terjemah, lalu berfatwa menjatuhkan fatwa Imam Syafii,

walaupun hadits qunut subuh itu dhoif, adakah hadits yg melarangnya?

para Imam Imam Madzhab telah menjalankannya dalam madzhab, dan mereka mengingkarinya?
Siapapula mereka ini?, sedangkan Imam Syafii dan Imam Malik adalah Muhaddits dan Hujjatul islam, syarat seorang mencapai derajat Hujjatul islam adalah hafal 300 ribu hadits dengan sanad dan matannya, sedangkan satu kalimat pendek hadits saja bila dg hukum sanad dan matannya bisa menjadi dua halaman panjangnya,
lalu bagaimana dengan 300 ribu hadits dg sanad matan?
151
27 Juni 2011 - 07:51:32 WIB

Ketahuilah bahwa Imam Ahmad bin Hanbal telah hafal 1 juta hadits dg sanad dan matannya, sedangkan Imam Ahmad ini adalah murid Imam Syafii, dan Imam Syafii adalah murid Imam Malik.
Imam Syafii menulis seluruh fatwa dan catatan2nya hingga memenuhi kamarnya (entah berapa juta halaman), lalu berkata Imam syafii, "sulit sekali aku, karena tak bisa bepergian kemana mana karena ilmuku semua terkumpul di kamar kerjaku, maka aku menghafal kesemuanya, lalu kubakar seluruh catatan itu, karena sudah kupindahkan ke kepalaku kesemuanya".

151
27 Juni 2011 - 07:52:06 WIB

Imam Malik telah menulis sebuah buku hadits yg dinamakan : Almuwatta', yg artinya : "yg menginjak", karena kitabnya itu mengungguli dan menengelamkan semua kitab para ulama Imam imam dan Muhadditsin lainnya di zamannya, semua terinjak/terkalahkan oleh kitab beliau. dan Imam Syafii sudah hafal kitab ALmuwatta pada usia 15 tahun, ia hafal Alqur'an pada usia 10 tahun, dan berkata Imam Ahmad bin Hanbal, tak kulihat orang yg lebih menginginkan berada pada sunnah melebihi Imam Syafii.

Nah.. apalah artinya ucapan ucapan mereka itu dibanding Imam Imam besar yg mereka itu tak akan melupakan sebutir kesalahanpun dalam fatwanya, dan bila fatwanya ada kesalahan, niscaya sudah dilewati beribu2 muhaddits dan Imam Imam yg menyangkalnya dizamannya.

151
27 Juni 2011 - 07:52:41 WIB

namun Qunut subuh tetap dilakukan, demikian dalam Madzhab Syafii dan Madzhab Maliki,

lucu sekali melihat fatwa mereka diatas, panjang lebar menyebut puluhan kitab hadits, seakan mereka adalah pakar hadits, padahal mereka tak hafal satu haditspun berikut sanad dan matannya, mereka cuma nukil nukil saja, lalu berfatwa.

Rasul saw bersabda :
Sebesar besar kejahatan muslimin pada muslimin lainnnya adalah yg bertanya tentang sesuatu yg tak diharamkan, menjadi diharamkan Karena sebab pertanyaannya" (Shahih Muslim)

saudaraku mereka itu pendusta, atau jahil (bodoh dalam ilmu hadits)

151
27 Juni 2011 - 07:53:42 WIB

mereka mengatakan bahwa pada Tuhfatul Ahwadzi dikatakan bahwa qunut subuh itu Bid'ah..??

berikut saya tampilkan penjelasan Qunut subuh pada Tuhfatul Ahwadziy, saya tidak cantumkan terjemah saja, tapi berikut aslinya, beda dengan mereka yg hanya nukil dari buku terjemah dan tak faham bahasa arab :
151
27 Juni 2011 - 07:57:35 WIB


اِتَّفَقَ أَهْلُ الْعِلْمِ عَلَى تَرْكِ الْقُنُوتِ مِنْ غَيْرِ سَبَبٍ فِي أَرْبَعِ صَلَوَاتٍ وَهِيَ الظُّهْرُ وَالْعَصْرُ وَالْمَغْرِبُ وَالْعِشَاءُ . قَالَ : وَاخْتَلَفَ النَّاسُ فِي الْقُنُوتِ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ فَذَهَبَ أَكْثَرُ النَّاسِ مِنْ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ فَمَنْ بَعْدَهُمْ مِنْ عُلَمَاءِ الْأَمْصَارِ عَلَى إِثْبَاتِ الْقُنُوتِ فِيهَا ، قَالَ : فَمِمَّنْ رَوَيْنَا ذَلِكَ عَنْهُ مِنْ الصَّحَابَةِ
151
27 Juni 2011 - 07:58:16 WIB

الْخُلَفَاءُ الرَّاشِدُونَ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ رِضْوَانُ اللَّهِ تَعَالَى عَلَيْهِمْ أَجْمَعِينَ ، وَمِنْ الصَّحَابَةِ عَمَّارُ بْنُ يَاسِرٍ وَأُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ وَأَبُو مُوسَى الْأَشْعَرِيُّ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقُ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبَّاسٍ وَأَبُو هُرَيْرَةَ وَالْبَرَاءُ بْنُ عَازِبٍ وَأَنَسُ بْنُ مَالِكٍ وَأَبُو حَلِيمَةَ مُعَاذُ بْنُ الْحَارِثِ الْأَنْصَارِيُّ وَخُفَافُ
151
27 Juni 2011 - 07:58:49 WIB

بْنُ إِيمَاءَ بْنِ رَحْضَةَ وَأُهْبَانُ بْنُ صَيْفِيٍّ وَسَهْلُ بْنُ سَعْدٍ السَّاعِدِيُّ وَعَرْفَجَةُ بْنُ شُرَيْحٍ الْأَشْجَعِيُّ وَمُعَاوِيَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ وَعَائِشَةُ الصِّدِّيقَةُ ، وَمِنْ الْمُخَضْرَمِينَ أَبُو رَجَاءٍ الْعُطَارِدِيُّ وَسُوَيْدُ بْنُ غَفَلَةَ وَأَبُو عُثْمَانَ النَّهْدِيُّ وَأَبُو رَافِعٍ الصَّائِغُ ، وَمِنْ التَّابِعِينَ سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيِّبِ وَالْحَسَنُ بْنُ الْحَسَنِ وَمُحَمَّدُ
151
27 Juni 2011 - 07:59:16 WIB

بْنُ سِيرِينَ وَأَبَانُ بْنُ عُثْمَانَ وَقَتَادَةُ وَطَاوُسٌ وَعُبَيْدُ بْنُ عُمَيْرٍ وَالرَّبِيعُ بْنُ خَيْثَمَ وَأَيُّوبُ السِّخْتِيَانِيُّ وَعُبَيْدَةُ السَّلْمَانِيُّ وَعُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ وَزِيَادُ بْنُ عُثْمَانَ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي لَيْلَى وَعُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَحُمَيْدٌ الطَّوِيلُ وَمِنْ الْأَئِمَّةِ وَالْفُقَهَاءِ أَبُو إِسْحَاقَ وَأَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدٍ وَالْحَكَمُ بْنُ عُتَيْبَةَ وَحَمَّادٌ
151
27 Juni 2011 - 07:59:50 WIB

وَمَالِكُ بْنُ أَنَسٍ وَأَهْلُ الْحِجَازِ وَالْأَوْزَاعِيُّ وَأَكْثَرُ أَهْلِ الشَّامِ وَالشَّافِعِيُّ وَأَصْحَابُهُ ، وَعَنْ الثَّوْرِيِّ رِوَايَتَانِ وَغَيْرُ هَؤُلَاءِ خَلْقٌ كَثِيرٌ . وَخَالَفَهُمْ فِي ذَلِكَ نَفَرٌ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَمَنَعُوا مِنْ شَرْعِيَّةِ الْقُنُوتِ فِي الصُّبْحِ ، وَزَعَمَ نَفَرٌ مِنْهُمْ أَنَّهُ كَانَ مَشْرُوعًا ثُمَّ نُسِخَ اِنْتَهَى كَلَامُ الْحَازِمِيِّ .
151
27 Juni 2011 - 08:00:35 WIB

"telah sepakat para ulama untuk meninggalkan Qunut tanpa sebab tertentu pada 4 waktu shalat, yaitu dhuhur, asar, magrib dan isya,
dan berikhtilaf para ulama mengenai qunut pada shalat subuh, dan telah berpendapat sebagian besar dari mereka dari para sahabat dan Tabiin dan ulama dimasaku untuk menguatkan qunut subuh, diantara para sahabat yg melakukannya adalah khulafaurrasyidin yaitu Abubakar, Umar, Ustman dan Ali, radhiyallahu ;anhum, dan dari sahabat lainnya yaitu Ammar bin Yasir ra, Ubay bin Ka'ab, Abu Musa Al Asy'ariy ra, dll
151
27 Juni 2011 - 08:01:00 WIB

dan juga Aisyah ra, dan diantara Tabiin adalah (banyak nama tsb diatas), dan diantara para Imam adalah ..(banyak nama tsb diatas), dan juga penduduk Syam dan Imam SYafii dan Imam Malik,
namun adapula yg mengingkari qunut subuh ini dari kalangan ulama, mereka sebagian berpendapat bahwa Qunut subuh dilakukan lalu mansukh. selesai kalam Imam Alhazimiy (Tuhfatul Ahwadziy Bab Maa Jaa'a fil qunut fii shalatil fajr).

memang terdapat syarah yg panjang mengenai qunut subuh pada yuhfatul ahwadziy, dan disebutkan padanya ilhtilaf para ulama, namun para wahabi memotong dan mengguntingnya., entah sengaja karena liciknya dan ingin menipu, entah karena tak faham dan tak mengerti, atau karena keduanya.

151
27 Juni 2011 - 08:01:30 WIB

anda dapat menantang mereka silahkan tampilkan tex aslinya dg bhs arab pada tuhfatrul ahwadziy, subulussalam, Zaadul ma'ad dan semua yg mereka sebut itu,pasti semua buki itu menyebutkan pendapat yg mendukung Qunut subuh, cuma mereka saja yg menyembunyikannya dan berusaha menipu kita, terkecuali buku yg memang ditulis oleh wahabi

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam
151
27 Juni 2011 - 08:03:48 WIB

NAAAH YG JADI PERTANYAAN, APA MAKSUD DR PARA WAHABIY MEMOTONG DAN MENGGUNTING UCAPAN PARA IMAM??? KOK CARA DAKWAH MEREKA SEPERTI MISSIONARIS KRISTEN???

MASIH PANTASKAH WAHABIY DISEBUT ISLAM???

SEMOGA SEMUA WAHABIY DISELURUH BUMI INI DILIMPAHI CAHAYA HIDAYAH DAN KELUHURAN OLEH ALLAH SWT HINGGA MEREKA TOBAT..AMIIN ALLAHUMMA AMIIN :)
imam
27 Juni 2011 - 13:20:17 WIB

alhamdulillah, terimakasih Mas 151. sepertinya saya ingat dengan jawaban seperti ini, afwan apakah Mas 151 Habib Munzir,Salam kenal saya buat Habib, mudah-mudahan bisa silaturrahim ke Balikpapan
151
27 Juni 2011 - 14:03:25 WIB

imam :

ana cuma jamaah biasa aja khi, yg insyaALLAH selalu rutin hadir di majelisnya beliau yg dgn itu sanad keguruan dan sanad ilmu habib munzir sdh bersambung dg ana...amiin, insyaALLAH ana sampoaikan salam ente :)
150
27 Juni 2011 - 16:22:39 WIB

pokoknye ane benci ma yang namanya majelis malam minggu...bikin macet!!!! sampe 3 jam di pasar minggu..bikin acara joget2 dijalan..ngerti kagak yang dibaca...
trus didalam angkot yang bawa anak2 abg..cewek cowok sambil becanda kaya ga tau malu.....ini mo datang ngaji apa mo pacaran (maksiat)...
walaupun lo2 semua ngaku punya guru yg sampe rasul..ga guna tau klo lo ganggu kehidupan masyarakat...

test
27 Juni 2011 - 16:25:20 WIB

setuju dengan atas ane gan
iam bfmv
28 Juni 2011 - 04:26:33 WIB

Untuk komentar saudara "150" dan "test,,,,

Itu sih bukan Majelis Rasulullah saw,

namun, tujuan majelis yg anda maksud itu sama, hanya saja mereka kurang pemahaman dalam syiar islam.

Tujuan mereka adalah syiar islam, hanya saja caranya saja yg perlu diperbaiki....

"Adakah ucapan yang lebih indah selain ucapan orang yang menyeru kejalan Allah dan kepada amal sholeh dan berkata sungguh aku adalah orang yang muslim"
151
28 Juni 2011 - 07:48:24 WIB

utk 150 dkk yg benci sama syiar islam (majelis rasulullah) SIMAK PENJELASAN GURU MULIA HB MUNZIR :

Majelis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menginstruksikan secara tegas untuk tidak menutup jalan utama, jika dalam pelaksanaan majelis itu melakukan penutupan jalan utama maka saya tidak akan hadir di majelis itu, karena penutupan jalan utama itu dosa besar, kalau majeli-majelis ta'lim yang lain berbuat demikian dan mereka bisa bertanggung jawab maka silahkan saja saya tidak melarangnya.

Majelis Rasulullah tidak mau berbuat demikian, kita tidak mau memecah belah, kita tidak mau bermasalah dengan masyarakat, kita tidak pula mau bermasalah dengan para kepolisian, kita tidak mau bermasalah juga kelak dihadapan Allah subhanahu wata'ala.



151
28 Juni 2011 - 07:49:09 WIB

Diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari ketika Rasul melihat ada ranting yang menghalangi jalan maka beliau singkirkan, dan ketika ditanya Rasul berkata bahwa Allah subhanahu wata'ala jika melihat seseorang melakukan hal ini maka Allah ampuni dosa-dosanya.

Dan jika Rasulullah ada saat ini, menurut hemat saya Rasul tidak akan gembira jika jalan di tutup, kecuali tertutup sendiri, misalkan ketika kalian keluar majelis jalan di buka tutup, jalan ditutup untuk jama'ah menyeberang, lalu dibuka lagi untuk kendaraan umum
151
28 Juni 2011 - 07:49:35 WIB

berlalu, demikian terus bergantian, jadi bergantian karena kita kan masyarakat juga, kita bukan datang dari bulan, jika ada yang berkata "Bib ini jalan untuk masyarakat!", iya tahu jalan ini kalau jalan itu untuk masyarakat, tetapi kita memangnya siapa bukannya kita ini masyarakat juga?, tetapi bagi-bagi, tutup sebentar kemudian dibuka lagi, tutup dan buka lagi, hal ini khusus untuk majelis di Masjid Al Munawwar, kalau di majelis-majelis lain jangan sampai ada penutupan jalan secara total khususnya jalan utama.

Mengenai ucapan orang, ada yang berkata ; " Bib, karena majelis dimajukan maka saya jadi buru-buru dan akhirnya tidak mau pakai jaket MR karena dicaci maki orang sebab tidak tertib", kok tidak mau pakai jaket MR gara-gara cacian orang, masyaallah…?.

151
28 Juni 2011 - 07:49:59 WIB

Ada sebuah hikayat untuk tidak terlalu mendengarkan ucapan orang jika kita dalam kebenaran, jika kita dalam kebenaran maka jangan terlalu memikirkan ucapan orang nanti menjadi gila, karena pernah terjadi ada sebuah hikayat dalam ilmu usul dimana seorang lelaki yang lanjut usia bersama anaknya yang masih kecil membeli keledai.

Maka sang bapak naik ke atas keledai dan anak menuntunnya, maka di saat itu orang-orang protes : "dasar bapak tidak punya rasa kasian, anaknya yang masih kecil berjalan dia malah naik di atas keledai", mendengar ucapan itu sang bapak turun kemudian meminta anaknya untuk menaiki keledai,maka sesampainya di perkampungan yang lain
151
28 Juni 2011 - 07:50:24 WIB

diprotes lagi : " anak tidak tau adab, bapaknya sudah tua renta disuruh berjalan anaknya di atas keledai", maka sang bapak berkata : " nak, turunlah kita berjalan saja ", maka mereka berdua berjalan kaki, maka sampai di kampung lain diprotes lagi : " keledai tidak ditumpangi dibeli, sungguh tidak waras!", maka sang ayah berkata : " salah lagi kita nak, ya sudah kita naiki berdua saja ", maka naiklah mereka berdua ke atas keledai, sesampainya di suatu perkampungan diprotes lagi : " sungguh kejamnya orang ini, satu keledai ditunggangi berdua", maka sang ayah berkata : " kita salah lagi nak, jadi kita
151
28 Juni 2011 - 07:50:51 WIB

apakan keledai ini?", akhirnya sang bapak berkata : " sudahlah nak, kita pikul saja keledai ini, biarkan orang mau berkata apa", jadi gila akhirnya orang itu, karena keledainya mereka angkat bersama.

Jadi jangan terus memikirkan ucapan orang, tetapi jangan berbuat salah. Kita berbuat sesuatu yang benar, setelah itu biarkan orang mau berbicara apa, karena terkadang kita benar pun tetap salah dipandangan orang lain. Kita berusaha dalam kebenaran dan selanjutnya jangan memikirkan perkataan orang, itu yang ingin saya sampaikan.

Allahu a'lam,Wassalam.


151
28 Juni 2011 - 07:53:04 WIB

PENJELASAN DR SALAH SATU JAMAAH MR :

ane mau share dikit ah soal helm dan MR. Mungkin cerita ane dah ada yang posting di sini. Tahun lalu, staf dan crew MR diminta untuk hadir ke Mapolda Jakarta untuk mengikuti penjelasan tentang aturan konvoi dan aturan berkendaraan motor. Sebelumnya, habibana sudah melakukan kordinasi dengan Kapolda. Kebetulan ane termasuk salah satu yang hadir ke Polda. Para petinggi polisi kalau ngga salah Kaditlantas dan beberapa petinggi yang lain bergantian menyampaikan paparannya. Intinya adalah tentang bagaimana aturan berkonvoi dan kampanye penggunaan helm. Yang menarik adalah pada akhir acara, polda membagikan helm gratis berwarna putih dan bertuliskan majelis rasulullah serta logonya di bagian belakangnya. Satu per satu kami antri mendapatkan helm tersebut.

151
28 Juni 2011 - 07:53:27 WIB

Setelah semuanya dapat helm, kami berbaris rapi dengan motor masing2 dan dengan helm yang baru itu. Setelah rapi, berbaris 2 2, kami berfoto bersama dan dilepas secara resmi oleh Polda. Persis seperti pelepasan konvoi yamaha atau honda deh....heheheee...

Kami konvoi dari komdak ke markas di cikoko. Konvoi yang sangat rapi dengan atribut yang sama: sarung, jaket MR, helm putih dan bendera. Peristiwa ini didokumentasikan oleh markas dalam bentuk video.


151
28 Juni 2011 - 07:53:53 WIB

Setelah peristiwa itu, lantas muncul kesepakatan antara habibana dengan Polda. Habibana meminta waktu 5 bulan untuk menertibkan jamaah agar memakai helm. Seingga dalam waktu itu polisi sepakat untuk tidak menindak jamaah yang tidak pakai helm. Secara ngatur ratusan ribu jamaah yang sebagian besar pake motor agar semuanya pake helm, bukanlah semudah membalik telapak tangan. Sangat beda dengan seandainya kita minta 10 orang untuk berhelm, akan sangat mudah. Apalagi jamaah MR ini tersebar di seluruh jabodetabek. Mengetahui kesulitan habibana untuk menertibkan jamaah, polisi menyepakatinya. Dalam waktu 5 atau 6 bulan habibana bersedia untuk menertibkan helm pada jamaah. Namun jika setelah 5 atau 6 bulan masih ada jamaah yang belum memakai helm, maka habibana mempersilakan polisi untuk menilangnya. Karena demikian kesepakatannya.
151
28 Juni 2011 - 07:54:20 WIB

Dalam kurun waktu itu habibana tidak berdiam diri. Demi mewujudkan kesepakatan itu, maka diproduksilah 5000 helm MR (putih dan berlogo serta bertuliskan Majelis Rasulullah-helm dari polda dijadikan modelnya). Helm2 itu lantas dijual ke jamaah seperti yang bisa kita saksikan sampai sekarang. Mungkin muncul pertanyaan? mengapa hanya 5000 ribu? jamaah MR kan ratusan ribu? terus gimana dengan yang ga dapat helm MR? Helm MR yang diproduksi adalah merupakan pancingan dan penyemangat para jamaah. Siapa tau dengan adanya helm MR, maka akan memancing jamaah yang belum pakai helm akan mengenakannya.
151
28 Juni 2011 - 07:54:42 WIB

Sekarang jelas sudah lebih dari 6 bulan sejak kesepakatan tahun lalu antara habibana dan polda. Maka sekarang habibana bersikap tegas dengan jamaah apalagi staf dan crew yang tidak pake helm. Dan habibana juga mempersilakan polisi untuk menilangnya jika ada jamaah yang tidak pakai helm. Disini jelas terlihat komitmen habibana untuk membantu program wajib helm dari kepolisian. Apalagi helm MR yang diproduksi adalah helm SNI, berarti ini sejalan dengan program negara.

Nah, untuk kondisi sekarang, jamaah MR yang memakai helm kira2 sudah mencapai 60-70%nya. Namun sekali lagi mohon untuk dilihat secara jernih. Jumlah jamaah MR itu ratusan ribu, bahkan jika berkumpul di monas bisa tembus sampai 1 juta. Bahkan untuk acara haul ahlul badr, TV ONE sebagai satu2nya televisi yang menyiarkan secara
151
28 Juni 2011 - 07:55:08 WIB

langsung acara tersebut berani menyebut angka 2 juta jamaah. Dengan jumlah yang sangat besar, sangat mungkin para masyarakat akan melihat beberapa jamaah yang tidak memakai helm. Namun sekali lagi gunakan hati yang jernih untuk mengomentarinya, termasuk ada komentar2 memacetkan jalan dan sebagainya.

Analoginya adalah jika dalam satu hektar sawah ada kita temui 10 ekor tikus. Apakah kita kemudian akan membakar seluruh sawah dan menyalahkan petani yang merawatnya? Apakah dengan adanya segelintir jamaah yang tidak memakai helm atau jalanan jadi macet, lantas menyalahkan MR dan habibana? Apakah tidak kita lihat berapa ratus ribu orang yang terselamatkan dari narkoba, dari perzinaan, dari minuman keras atau dari terjerumusnya ke jurang kejahatan karena hadir di majelis pengajian MR?

151
28 Juni 2011 - 07:55:59 WIB

Kalau masalah macet, bukankah tiap hari di jakarta ini macet? baik ada majelis maupun tidak. Mengapa tidak mempermasalahkan kemacetan yang terjadi bukan karena majelis? Mengapa kalau majelis pengajian yang jelas2 memberi kontribusi positif bagi kehidupan kita khususnya para pemuda/i justru dicaci dan maki? Ada apakah gerangan saudaraku? Apakah kita ingin bahwa generasi muda kita hancur sehancurnya sehingga tidak menyukai kegiatan majelis taklim yang menyelematkannya? Wallahualam.
151
28 Juni 2011 - 07:56:48 WIB

NIH SIMAK SALAH SATU JAMAAH MR YG NANYA KE POLISI TTG MR :

gue pernah tanya pada seorang polisi : pak, menurut bapak MR ini gimana?,

polisi acungkan jempol, belum ada majelis lebih tertib dari ini, sebab jumlahnya ratusan ribu, kita para aparat ngga bisa berbuat begini untuk membina pemuda pemudi sebanyak ini untuk tidak anarkis, tidak demo, menjauhi miras, menjauhi narkoba, yah kalau ada kekurangan toh kita terus kerjasama dg crew2 nya.. mereka juga masyarakat.., mereka juga punya hak dilindungi, masyarakat lainpun sama hak nya dg mereka..

lalu pak soal bikin macet,,?

151
28 Juni 2011 - 07:57:13 WIB

yah mas, apa ngga lihat jumlahnya?, kalo ormas lain sampai jumlahnya sebanyak MR ini, bakal lebih macet dari ini.., ini sudah yg paling tertib dan sangat membantu kami mengamankan DKI..
151
28 Juni 2011 - 07:58:19 WIB

ente liat skrng majelis MR malem selasa di jl ps minggu pancoran.., ya ampuuun... ampe pake tali dipinggir jalan, jadi mereka jamaah yg nyeberang pake sistim buka tutup, pade nuruuut.. pade taaat..., ampe dipasangin tali ame crew2 nye dilarang nyebrang, 1 menit tali diturunin jalanan ditutup mereka nyeberang, 1 menit tali diangkat lagi, jamaah berhenti nyeberang, lalulintas segera diperintah mellntas dg cepat,, begitu terus mulai pk 20.30 ampe 22.30wib

ampuuuun.. gue belom liat majelis setertib ini.., tu patuh ma gurunye, dan skrng 70% jamaah MR sudah berhelm.., dan pimp MR selalu terus tak bosan bosannye ngehimbau helm..


151
28 Juni 2011 - 07:58:48 WIB

ya ampuun,, sekarang yg hadir mencapai 50 ribu pria dan wanita rata rata abg, ada mahasiswa, ada dosen, ada rektor, ada pejabat, wuiih...

halaman luas disebelah masjid sekitar 5000m2, luaaaas, tanah kosong, dulu disitu gedung samsung, skrng dah diratain tapi belom dibangun..

pimp MR dg santun ajuin surat untuk meminjam tanah itu hanya 3 jam setiap malam selasa aja, yaitu malam selasa pk 20.00 ampe 23.00, kalo perlu nyewa,

yg punya non muslim setau gue, dikasi pinjem gratis...
kalo harmonis gini 'kan indah...

151
28 Juni 2011 - 08:03:47 WIB

NAH UTK 150 DKK :

KENAPA UTK KEBAIKAN (MAJELIS TAKLIM) ENTE BENCI??? WALAUPUN MACET TP KAGA TIAP HARI, SUMA SETIAP SENIN MALAM DOANK JAM 20.30 - 22.00....NAH YG ANA PERTANYAKAN KPD ENTE2 SEMUA.....KNP KALO ACARA GEREJA , NATALAN, ACARA IMLEK BIKIN MACET ENTE KAGA PERNAH PROTES??? BAHKAN PASAR2, MALL2 JG BIKIN MACET TP SAMA SI WAHABI KUTU KUPRET INI KAGA PERNAH DI PROTES???

SEBENERNYA WAHABI INI ISLAM ATAU BUKAN SIH??? ONO2 WAE HEHEHEHHE
iar
28 Juni 2011 - 15:03:10 WIB

Mas 151, kaifa haluka ? saya cuman mo jawab kalo saudara2 kita yang berfaham wahabi jelas muslim, kan syahadat nya sama, iya kan.
151
30 Juni 2011 - 12:25:23 WIB

iar : kalo memang muslim, knp benci dg majelis2 taklim???, knp akidahnya menyerupakan ALLAH dg mahluk???, knp menyebut muslimin lain yg bertawassul, maulid dan tahlil dg sebutan syirik??? kafir??? ini nih yg disebut muslim??? WAHABI SAMA SAJA SBG PENGHIANAT NABI MUHAMMAD SAW....akidahnya sakit, diobatin kaga bisa hatinya batu...ya terima nasib aja aja kalo ga mau melek kebenaran :) hehehehe
iar
30 Juni 2011 - 16:47:03 WIB

mas 151: kalau kita baca didalam alqur'an ada golongan ulul ilmi, ulul albab. dan setiap muslim memiliki maqom yang berbeda beda dalam kaidah ilmu pengetahuan agama nya, jangan kan ilmu agama islam, ilmu umum saja ada tingkatannya Mas, ada TK,SD,SMP,SMA sampai tingkat perguruan tinggi dan mendapat gelar Doctor atau bahkan profesor, nah Ilmu Agama Islam, yang terpenting adalah pengamalan dalam hidup sehari-hari, dan ALLAH memerintahkan kepada kita untuk berbuat BAIK kepada siapa saja, sesama muslim, non muslim, kepada alam semesta. sebagaimana Rosulullah diutus sebagai Rahmat bagi seluruh alam.
151
30 Juni 2011 - 17:26:13 WIB

wahabi itu bukan berbeda2 lg dlm pengetahuan agamanya, tp sdh sesat, nah maka dr itu kita hrs punya sanad dan guru, supaya apa? supaya ilmu yg kita dapat dpt dipertanggung jawabkan dunia akherat, berbuat baik sesama muslim pasti, nah bvuktinya ana doakan wahabi jg spy dpt hidayah....kira2 apa pertanggung jawaban wahabi di hadapan ALLAH swt, jika mereka ditanya :
1. knp akidahnya menyerupakan ALLAH dg mahluk???,
2. knp menyebut muslimin lain yg bertawassul, maulid dan tahlil dg sebutan syirik??? kafir???
3. knp mereka memerangi sesama muslimin dan penyembah berhala dibiarkan bgt saja???
apa jawaban wahabi???

nah itulah gunanya sanad ilmu dan guru, bila gurumu salah, maka ilmu yg kau dapat jg akan salah, guru itu ibarat pemberi warna di dalam air, jika gurumu benar maka air itu akan jernih, jika salah maka air itu akan keruh, nah model wahabi ini ga ada guru, mrk cm modal google, buku2 perpustakaan doang...ah diatas udah ana jelaskan panjang lebar, moga2 ente paham ye :)
151
30 Juni 2011 - 17:28:47 WIB

yang terpenting adalah pengamalan dalam hidup sehari-hari :

jawab :

kalo pengamalannya salah gimana? misalnya sedikit2 membidah sesatkan sunnah2nya rasul saw apa ga bahaya buat mereka???

ALLAH memerintahkan kepada kita untuk berbuat BAIK kepada siapa saja

jawab :

justru dg penjelasan panjang lebar diatas ana peduli sama kaum wahabi, mereka saudara muslimin kita yg lg sakit akidahnya, perlu diobati, kali aja mereka dikasih hidayah..amin, kalo mereka ga berubah bisa wafat diluar islam, waiyyadzubillah
Tanya
01 Juli 2011 - 13:23:14 WIB

1. Boleh gak membaca Al Qur'an di kuburan?
2. Dimana Allah?
151
01 Juli 2011 - 13:37:10 WIB

NAH DIATAS INI CONTOH PERTANYAAN WAHABI...INI ANA JAWAB SEKALIGUS MEMAPARKAN KEDANGKALAN WAHABI :

1.pembacaan Alqur'an asal hukumnya adalah sunnah, bukan Bid;ah

diriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar ra berwasiat agar dibacakan dikuburnya surat Al Baqarah, dan para sahabat radhiyallahu'anhum telah melakukan ini, sebagaimana hal ini pernah dilarang oleh Imam Ahmad bin Hanbal, kemudian ketika dijelaskan bahwa hal itu telah disukai oleh para sahabat maka Imam Ahmad berkata agar Alqur'an diteruskan dibaca di kubur tsb,

pelarangan akan hal ini hanya karena dangkalnya pemahaman terhadap syariah.
151
01 Juli 2011 - 13:39:31 WIB

2. AYAT TASYBIH
Mengenai ayat mutasyabih yg sebenarnya para Imam dan Muhadditsin selalu berusaha menghindari untuk membahasnya, namun justru sangat digandrungi oleh sebagian kelompok muslimin sesat masa kini, mereka selalu mencoba menusuk kepada jantung tauhid yg sedikit saja salah memahami maka akan terjatuh dalam jurang kemusyrikan, seperti membahas bahwa Allah ada dilangit, mempunyai tangan, wajah dll yg hanya membuat kerancuan dalam kesucian Tauhid ilahi pada benak muslimin, akan tetapi karena semaraknya masalah ini diangkat ke permukaan, maka perlu kita perjelas mengenai ayat ayat dan hadits tersebut.

151
01 Juli 2011 - 13:39:57 WIB

Sebagaimana makna Istiwa, yg sebagian kaum muslimin sesat sangat gemar membahasnya dan mengatakan bahwa Allah itu bersemayam di Arsy, dengan menafsirkan kalimat ”ISTIWA” dengan makna ”BERSEMAYAM atau ADA DI SUATU TEMPAT” , entah darimana pula mereka menemukan makna kalimat Istawa adalah semayam, padahal tak mungkin kita katakan bahwa Allah itu bersemayam disuatu tempat, karena bertentangan dengan ayat ayat dan Nash hadits lain, bila kita mengatakan Allah ada di Arsy, maka dimana Allah sebelum Arsy itu ada?, dan berarti Allah membutuhkan ruang, berarti berwujud seperti makhluk, sedangkan dalam hadits qudsiy disebutkan Allah swt turun kelangit yg terendah saat sepertiga malam terakhir, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Muslim hadits no.758, sedangkan kita memahami bahwa waktu di permukaan bumi terus bergilir,
151
01 Juli 2011 - 13:40:30 WIB

maka bila disuatu tempat adalah tengah malam, maka waktu tengah malam itu tidak sirna, tapi terus berpindah ke arah barat dan terus ke yang lebih barat, tentulah berarti Allah itu selalu bergelantungan mengitari Bumi di langit yg terendah, maka semakin ranculah pemahaman ini, dan menunjukkan rapuhnya pemahaman mereka, jelaslah bahwa hujjah yg mengatakan Allah ada di Arsy telah bertentangan dg hadits qudsiy diatas, yg berarti Allah itu tetap di langit yg terendah dan tak pernah kembali ke Arsy, sedangkan ayat itu mengatakan bahwa Allah ada di Arsy, dan hadits Qudsiy mengatakan Allah dilangit yg terendah.

151
01 Juli 2011 - 13:41:02 WIB

Berkata Al hafidh Almuhaddits Al Imam Malik rahimahullah ketika datang seseorang yg bertanya makna ayat : ”Arrahmaanu ’alal Arsyistawa”, Imam Malik menjawab : ”Majhul, Ma’qul, Imaan bihi wajib, wa su’al ’anhu bid’ah (tdk diketahui maknanya, dan tidak boleh mengatakannya mustahil, percaya akannya wajib, bertanya tentang ini adalah Bid’ah Munkarah), dan kulihat engkau ini orang jahat, keluarkan dia..!”, demikian ucapan Imam Malik pada penanya ini, hingga ia mengatakannya : ”kulihat engkau ini orang jahat”, lalu mengusirnya, tentunya seorang Imam Mulia yg menjadi Muhaddits Tertinggi di Madinah Almunawwarah di masanya yg beliau itu Guru Imam Syafii ini tak sembarang mengatakan ucapan seperti itu, kecuali menjadi dalil bagi kita bahwa hanya orang orang yg tidak baik yg mempermasalahkan masalah ini.
151
01 Juli 2011 - 13:41:33 WIB

Lalu bagaimana dengan firman Nya : ”Mereka yg berbai’at padamu sungguh mereka telah berbai’at pada Allah, Tangan Allah diatas tangan mereka” (QS Al Fath 10), dan disaat Bai’at itu tak pernah teriwayatkan bahwa ada tangan turun dari langit yg turut berbai’at pada sahabat.

Juga sebagaimana hadits qudsiy yg mana Allah berfirman : ”Barangsiapa memusuhi waliku sungguh kuumumkan perang kepadanya, tiadalah hamba Ku mendekat kepada Ku dengan hal hal yg fardhu, dan Hamba Ku terus mendekat kepada Ku dengan hal hal yg sunnah baginya hingga Aku mencintainya, bila Aku mencintainya maka aku menjadi telinganya yg ia gunakan untuk mendengar, dan matanya yg ia gunakan untuk melihat, dan menjadi tangannya yg ia gunakan untuk memerangi, dan kakinya yg ia gunakan untuk melangkah, bila ia meminta pada Ku niscaya kuberi permintaannya....” (shahih Bukhari hadits no.6137)
151
01 Juli 2011 - 13:42:17 WIB

Maka hadits Qudsiy diatas tentunya jelas jelas menunjukkan bahwa pendengaran, penglihatan, dan panca indera lainnya, bagi mereka yg taat pada Allah akan dilimpahi cahaya kemegahan Allah, pertolongan Allah, kekuatan Allah, keberkahan Allah, dan sungguh maknanya bukanlah berarti Allah menjadi telinga, mata, tangan dan kakinya.

Masalah ayat/hadist tasybih (tangan/wajah) dalam ilmu tauhid terdapat dua pendapat dalam menafsirkannya.
1.Pendapat Tafwidh ma’a tanzih
2.Pendapat Ta’wil
151
01 Juli 2011 - 13:42:43 WIB

1. Madzhab tafwidh ma’a tanzih yaitu mengambil dhahir lafadz dan menyerahkan maknanya kpd Allah swt, dg i’tiqad tanzih (mensucikan Allah dari segala penyerupaan)
Ditanyakan kepada Imam Ahmad bin Hanbal masalah hadist sifat, ia berkata ”Nu;minu biha wa nushoddiq biha bilaa kaif wala makna”, (Kita percaya dg hal itu, dan membenarkannya tanpa menanyakannya bagaimana, dan tanpa makna) Madzhab inilah yg juga di pegang oleh Imam Abu hanifah.

dan kini muncullah faham mujjassimah yaitu dhohirnya memegang madzhab tafwidh tapi menyerupakan Allah dg mahluk, bukan seperti para imam yg memegang madzhab tafwidh.
151
01 Juli 2011 - 13:43:16 WIB

2. Madzhab takwil yaitu menakwilkan ayat/hadist tasybih sesuai dg keesaan dan keagungan Allah swt, dan madzhab ini arjah (lebih baik untuk diikuti) karena terdapat penjelasan dan menghilangkan awhaam (khayalan dan syak wasangka) pada muslimin umumnya, sebagaimana Imam Syafii, Imam Bukhari,Imam Nawawi dll. (syarah Jauharat Attauhid oleh Imam Baajuri)
Pendapat ini juga terdapat dalam Al Qur’an dan sunnah, juga banyak dipakai oleh para sahabat, tabiin dan imam imam ahlussunnah waljamaah.

seperti ayat :
”Nasuullaha fanasiahum” (mereka melupakan Allah maka Allah pun lupa dengan mereka) (QS Attaubah:67),
dan ayat : ”Innaa nasiinaakum”. (sungguh kami telah lupa pada kalian QS Assajdah 14).

151
01 Juli 2011 - 13:43:58 WIB

Dengan ayat ini kita tidak bisa menyifatkan sifat lupa kepada Allah walaupun tercantum dalam Alqur’an, dan kita tidak boleh mengatakan Allah punya sifat lupa, tapi berbeda dg sifat lupa pada diri makhluk, karena Allah berfirman : ”dan tiadalah tuhanmu itu lupa” (QS Maryam 64)

Dan juga diriwayatkan dalam hadtist Qudsiy bahwa Allah swt berfirman : ”Wahai Keturunan Adam, Aku sakit dan kau tak menjenguk Ku, maka berkatalah keturunan Adam : Wahai Allah, bagaimana aku menjenguk Mu sedangkan Engkau Rabbul ’Alamin?, maka Allah menjawab : Bukankah kau tahu hamba Ku fulan sakit dan kau tak mau menjenguknya?, tahukah engkau bila kau menjenguknya maka akan kau temui Aku disisinya?” (Shahih Muslim hadits no.2569)

151
01 Juli 2011 - 13:44:26 WIB

apakah kita bisa mensifatkan sakit kepada Allah tapi tidak seperti sakitnya kita?

Berkata Imam Nawawi berkenaan hadits Qudsiy diatas dalam kitabnya yaitu Syarah Annawawiy alaa Shahih Muslim bahwa yg dimaksud sakit pada Allah adalah hamba Nya, dan kemuliaan serta kedekatan Nya pada hamba Nya itu, ”wa ma’na wajadtaniy indahu ya’niy wajadta tsawaabii wa karoomatii indahu” dan makna ucapan : akan kau temui aku disisinya adalah akan kau temui pahalaku dan kedermawanan Ku dengan menjenguknya (Syarh Nawawi ala shahih Muslim Juz 16 hal 125)

151
01 Juli 2011 - 13:45:07 WIB

Dan banyak pula para sahabat, tabiin, dan para Imam ahlussunnah waljamaah yg berpegang pada pendapat Ta’wil, seperti Imam Ibn Abbas, Imam Malik, Imam Bukhari, Imam Tirmidziy, Imam Abul Hasan Al Asy’ariy, Imam Ibnul Jauziy dll (lihat Daf’ussyubhat Attasybiih oleh Imam Ibn Jauziy).
Maka jelaslah bahwa akal tak akan mampu memecahkan rahasia keberadaan Allah swt, sebagaimana firman Nya : ”Maha Suci Tuhan Mu Tuhan Yang Maha Memiliki Kemegahan dari apa apa yg mereka sifatkan, maka salam sejahtera lah bagi para Rasul, dan segala puji atas tuhan sekalian alam” . (QS Asshaffat 180-182).

Walillahittaufiq
151
01 Juli 2011 - 13:49:48 WIB

naaah kalo wahabi masih nolak alias ga mau jawaban dari syariah itu bisa murtat hukumnye jika benar benar menolak,
ga mau jawaban dari qiyas itu berarti juga ga mau pake akal, lalu mau pake ape apa???

tauhid adalah :
1.Allah ada tanpa permulaan dan ada tanpa akhiran.

2.Allah ada tanpa tempat dan arah.

3.Allah berbeda dari mahluknya dari satu sisi maupun semua sisi.

4.Mempercayai Nabi Muhammad SAW adalah Nabi terakhir.

5.Membenarkan semua perkataan Nabi Muhammad itu berasal dari wahyu Allah dan benar adanya.

NAAAH JAGA JELUARGA DAN DIRI ENTE DR SESATNYA KAUM SEMPALAN AKHIR JAMAN INI :)


TTD

151 SANG PEMBASMI HAMA WAHABI
Penjelasan
01 Juli 2011 - 15:05:28 WIB

Jelas sudah kedangkalan pemahaman 151 termasuk sesatnya pemikirannya:

1. Bab Membaca Al Qur'an di atas kuburan

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda, Janganlah kalian jadikan rumah kalian sebagai kuburan, karena sesungguhnya syaithan akan lari dari rumah yang dibaca surat Al Baqarah di dalamnya.
Jumhur ulama Salam (Iman Abu Hanifah ra. Imam Malik ra dan imam2 lainnya) melarang membaca Al Qur'an di kuburan. Imam Abu Dawud ra dalam kitab Masail Imam Ahmad mengatakan: "Aku mendengar Imam Ahmad ra ketika beliau ditanya tentang membaca Al Qur'an di Kuburab? Beliau menjawab TIDAK BOLEH. Imam Malik ra berkata: Tidak aku dapai seorang Sahabat pun juga Tabi'in yang melakukan hal itu (baca Iqtidha' Shiratal Mustaqim II/264 dan Ahkamul Janaiz hlm 241-242)

Jelas bahwa pendapat 151 BATHIL
Penjelasan
01 Juli 2011 - 15:16:17 WIB

Lagi2 151 salah membuat penjelasan tentang 'Ainallah atau dimana Allah.

Coba 151 dan pembaca lainnya perhatikan:

a.Allah yang Maha Rahman bersemayam di atas ‘Arsy”(Thaahaa: 5)
b. “Dan Dialah Allah (yang disembah) di langit…”(Al-An’aam:3)
c.Sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam , “Kenapa kamu tidak mempercayaiku, padahal aku ini dipercaya oleh Allah yang ada di langit?” (HR. Bukhari dan Muslim).

(bersambung)....
Penjelasan
01 Juli 2011 - 15:19:26 WIB

d. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada seorang budak wanita, “Di manakah Allah?”, Jawabnya, “Di langit.”, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi, “Siapakah saya?” Dijawab lagi. “Engkau Rasul Allah” Lalu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Merdekakanlah ia karena ia seorang mukminah.” (HR. Muslim)

Dan masih banyak dalil lainnya. Lantas kenapa 151 mengatakan: Allah ada tanpa tempat dan arah.

Lha jelas2 tempatnya di Arasy/Langit, koq mau diingkari..
Wah..wah..BATHIL dan JAHIL nih pemikiran 151.

Hati2 pembaca atas tipu daya 151 dkk.

151
01 Juli 2011 - 15:30:50 WIB

hehehehe...wahabi wahabi....sanad ga ada, akal dangkal mau ngebantah...ya ledeslah...:)....




ttd


151 traktor pembasmi wahabi
151
01 Juli 2011 - 16:15:28 WIB

Imam Ahmad mengatakan: "Aku mendengar Imam Ahmad ra ketika beliau ditanya tentang membaca Al Qur'an di Kuburab? Beliau menjawab TIDAK BOLEH...NAH SI WAHABI KUTU KUPRET MAEN POTONG AJA TUH UCAPAN PARA IMAM...PADAHAL MASIH ADA KELANJUTANNYA : kemudian ketika dijelaskan bahwa hal itu telah disukai oleh para sahabat maka Imam Ahmad berkata agar Alqur'an diteruskan dibaca di kubur tsb,
KNP YA KOK WAHABI CARA DAKWAHNYA SERUPA DG MISSIONARIS KRISTEN YA??? :)


imam
01 Juli 2011 - 16:44:08 WIB

mas 151 : boleh tau no hp nya, Insya ALLAH pengen silaturahim by phone kalo ada kesempatan sich.
151
01 Juli 2011 - 16:45:43 WIB

imam : ana malu khi hehehe, di dunia maya aja ya kita kenalnya hehe :)
imam
01 Juli 2011 - 16:52:20 WIB

kenapa mesti malu, wong cuman no HP doank, mau khan.
ngkus
02 Juli 2011 - 08:24:37 WIB

Wah ada nope-nya Gan... kalau yang pake Ment*** bisa obrol satu jam cuman 1000 perak tuh.....
islam netral
05 Juli 2011 - 10:40:23 WIB

sejujurnya saya sangat salut dengan pemaparan 151. Swear benar full hujjah. tidak saja dalil akli tp naqly juga. bener2 tampak kedalaman ilmunya. mantap...he2 jangan menjadi bangga ya mas.. tp emang bener kok. si wahabiyer sampe kagak berani nongol..
pangeran bejo
05 Juli 2011 - 11:00:41 WIB

sudahlah nabi SAW bersabda:
"aku tidak takut syirik menimpa kalian, yang aku takutkan adalah berebut kekuasaan dunia"(Shahih Bukhori)
Jadi nabi SAW tidak takut syirik menimpa kita yang ditakutkan oleh Nabi SAW adalah berebut kekuasaan...
Contohnya Arab Saudi rela saudaranya sendiri dibunuh, dianiaya(palestin,irak,afganistan) oleh orang" kafir!!! inilah orang wahabi mereka rela saudaranya sendiri dibantai oleh orang yahudi!!! mereka membiarkan israel,amerika,inggris menghancur-leburkan saudaranya sendiri!!! mana yang dibilang berpegang pada al quran dan hadits mereka hanya memikirkan dirinya sendiri!!! mereka hanya bisa menonton dengan tenang sedangkan saudaranya sendiri sedang berperang... katanya berpegang pada al quran dan hadits mana buktinya jangan" hanya bualan semata...

pangeran bejo
05 Juli 2011 - 11:02:19 WIB

apakah Nabi SAW mengajarkan seperti itu?
apakah di Al Quran ada ayat yang membiarkan saudaranya menderita?
saya sudah bosan dengan bualan mereka...
Maulid,tahlilan,nisfu sya'ban... dibilang bid'ah, tidak boleh dilakukan...
padahal mereka sendiri merayakan hari kelahiran pemimpin mereka(muhammad bin abdul wahab) selama tujuh hari berturut-turut... (dari surat kabar arab saudi) apakah pemimpin mereka lebih mulia dari pada Sayyidina Muhammad SAW???
inilah yang perlu dipertanyakan....
151
05 Juli 2011 - 12:35:11 WIB

islam netral :

afwan, semua dalil itu adalah ilmu dr guru mulia habib munzir bukan dr ana, ana cm ngikutin beliau saja, beliaulah yg membuat para wahabi takut dan menyingkir dr bumi indonesia ini :)..amin
151
05 Juli 2011 - 12:39:28 WIB

padahal mereka sendiri merayakan hari kelahiran pemimpin mereka(muhammad bin abdul wahab) selama tujuh hari berturut-turut... (dari surat kabar arab saudi) apakah pemimpin mereka lebih mulia dari pada Sayyidina Muhammad SAW???
inilah yang perlu dipertanyakan....


jawab :

doakan saja spy mereka tobat...amin :)
151
05 Juli 2011 - 12:41:10 WIB

INI SATU LAGI PENJELASAN DR GURU MULIA HB MUNZIR TTG PERTANYAAN WAHABI AINALLAH :

banyak saudara saudara kita yg terjebak dalam perangkap kebodohan dengan mengorek makna ayat ayat mutasyabihat, yg maknanya jauh berlainan dari makna dhohirnya, bahkan sebaliknya dari kalimat, sebagaimana Firman Allah swt : "SUNGGUH ALLAH ITU TIDAK MALU UNTUK MEMBERIKAN PERUMPAMAAN DARI SEEKOR NYAMUK DAN APA APA YG DIATASNYA, .. (QS Albaqarah -26)

perhatikan makna ayat yg saya pertebal diatas dan digaris bawahi, diatas baik baik.. coba anda fikirkan dengan seksama, apa makna ayat ini?, bahwa Allah itu tak malu memberikan perumpamaan dari seekor nyamuk dan yg diatasnya..
151
05 Juli 2011 - 12:41:59 WIB

apa makna kata "DIATASNYA"....?, maksudnya adalah yg lebih kecil dari nyamuk, maka kalimat DIATASNYA, pd makna ayat ini adalah dibawah / lebih kecil lagi dari nyamuk, maka makna kata ATAS maknanya adalah BAWAH. demikian dalam ayat ini, bahwa Allah tak malu memberika perumpamaan dari seekor nyamuk dan yg lebih kecil lagi.., yaitu yg dibawah nyamuk.

maka betapa dalamnya samudera Alqur'an, bahwa kalimat atas bisa bermakna bawah, dan masih banyak lagi ayat ayat lain, dan tiadalah Alqur'an bisa ditafsir semaunya dengan pemahaman yg dangkal, namun harus dengan melihat Takhirj, Asbabunnuzul, Bayanulhadits dan istifsarulmufassirin, apalagi untuk berbicara masalah sifat dan Keberadaan Allah.

151
05 Juli 2011 - 12:42:44 WIB

INI ANALOGI DR GURU MULIA HB MUNZIR :

kalau kita mendapat surat dari seorang Raja, dibawa oleh utusannya, dan kita tak faham maknanya, apakah kita bertanya pd surat itu sendiri, atau pada utusannya?,

Alqur'an tak terbang dari langit langsung kepangkuan mereka, tapi melewati sang Nabi saw, mengapa?, kenapa Allah tak langsung saja membuatnya tertulis di gunung gunung misalnya, atau tertulis di langit?, Allah justru menurunkannya lewat seorang utusan, dengan maksud bila kita tak memahaminya kita akan bertanya pada utusannya, demikian para sahabat, mereka bertanya pd Rasul saw mengenai makna ayat2 Alqur'an, lalu para tabi'in bertanya pada sahabat, demikian seterusnya..

151
05 Juli 2011 - 12:43:20 WIB

kitab Alqur'an ini belum ada di zaman Rasul saw, masih tertulis di kulit onta, ditembok, tertulis sebagian dan terpecah2 ditangan sahabat, beberapa diantara mereka masing masing ada yg menulisnya, dan di hafalan sahabat, lalu pada Zaman Khilafah Usman bin Affan ra, beliau memerintahkan agar mengumpulkan seluruh catatan yg ada, dan seluruh sahabat yg menghafal alqur'an, semua berkumpul dan membukukan Alqur'an, lalu seluruh catatan lain dibakar dan dimusnahkan agar tak terjadi perbedaan pendapat kelak, maka Alqur'an itu pun disebut Mushhaf Ustmaniy.
(Al Itqan- Imam Assuyuthiy)

mereka ingin memahami Alqur'an dari Alqur'an?, mungkin mereka merasa lebih mulia dari para sahabat, hingga tak perlu bertanya pd siapapun..
151
05 Juli 2011 - 12:45:07 WIB

BAGI PEMBACA SEMUA INI ADA TIPS BAGAIMANA CARA UTK MENGHADAPI TUSUKAN2 PERTANYAAN WAHABI :

mengenai kelompok yg terkena wabah kesesatan ini, ada dua cara kita menghadapinya,
1. Hadapi mereka dengan Hujjah Naqli dan Aqli
Naqli maksudnya dengan ayat dan hadits, Aqli adalah logika.
namun bila anda kesulitan mendapatkan hujjah ayat dan dalil, juga Aqli, saya Insya Allah akan membantu anda, boleh ke web www.majelisrasulullah.org

2. menjauh dari mereka dengan tujuan menjauhkan tercemar atau tertular dg benih benih pemahaman sesat ini.

saya akan selalu mendoakan anda, rileks saja menghadapi mereka, tidak usah emosi, mereka adalah saudara saudara kita yg buta, perlu dikasihani dan cermat, maka perlu dibimbing dan kalau mampu diobati agar dapat melihat kembali.
wallahu a'lam
Ardi
05 Juli 2011 - 13:52:26 WIB

Mohon info dg Hadits ini, bagaimana sanadnya dan shohih apa tidak:

Dari Abdullah bin Umar ra, dari Rasulullah saw, beliau bersabda, "Barangsiapa berhaji lalu menziarahi kuburanku setelah aku wafat maka dia seperti orang yang mengunjungiku sewaktu aku masih hidup"
Penjelasan
05 Juli 2011 - 13:58:23 WIB

islam netral
05 Juli 2011 - 10:40:23 WIB

sejujurnya saya sangat salut dengan pemaparan 151. Swear benar full hujjah. tidak saja dalil akli tp naqly juga. bener2 tampak kedalaman ilmunya. mantap...he2 jangan menjadi bangga ya mas.. tp emang bener kok. si wahabiyer sampe kagak berani nongol..

Tanggapan:
Siapa bilang dalilnya bener, lha jelas2 sumber Al qur'an dan hadits aja gak paham. Tuh baca lagi pengakuan 151 yang memang gak bisa bahasa arab. Gimana mau paham Islam kalau bahasa arab aja kagak bisa.

Khalifah Umar bin Khattab sendiri berkata: "Pelajarilah bahasa arab, karena sesungguhnya bahasa Arab adalah bagian dari agama kalian". (Iqtidha ash shirath al Mustaqim Muhkalafati Ashhabi al Jahim)
151
05 Juli 2011 - 14:43:42 WIB

Siapa bilang dalilnya bener, lha jelas2 sumber Al qur'an dan hadits aja gak paham. Tuh baca lagi pengakuan 151 yang memang gak bisa bahasa arab. Gimana mau paham Islam kalau bahasa arab aja kagak bisa.

jawab :

hahahaah, ana emang ga jago bhs arab, tp guru mulia ana hb munzir, beliau pakar syareat dan hakekat, jadi semua sanggahan paham sesat wahabi ditulis oleh guru mulia ana :)...ya ledeslah wahabi.....

NAAAH ADAKAH WAHABI YG BERANI MENYANGKAL SANGGAHAN GURU MULIA HB MUNZIR???
151
05 Juli 2011 - 15:36:22 WIB

UTK WAHABI :

fatwa dari logika tanpa guru, dalil ngga ada, cuma kesana kemari tanpa ada kejelasannya, Allah swt telah berfirman :
"Wahai Orang orang yg beriman, Taatilah Allah dan Taatilah Rasul dan Pemimpin kalian, Jika kalian berselisih maka kembalikanlah pada Allah dan Rasul Nya jika kalian benar benar beriman pada Allah dan Hari akhir, hal itu lebih baik dari selisih dan sebaik baik penafsiran" (QS Annisa 59)

jika menyanggah maka pake dalil dong, kalau cuma otak ya tukang cukur bisa ngaku Nabi tuh..

karena tanpa ilmu, cuma mengandalkan logika saja, kalam ulama yg berlandaskan dalil dan sanad yg jelas malah dibantah dg logika.
Penjelasan
06 Juli 2011 - 10:07:13 WIB

Kalau memahami tafsiran atas ayat Al qur'an rujuk dong ulama2 terdahulu, seperti Ibnu Ktasir bukan kata guru ente. emang guru ente lebih faham dibanding Ibnu Katsir?
Nah bener kan terbukti, kalau guru ente orang Sufi (tuh pernyataan ente yg bilang guru ente ahli Syari'at dan Hakikat). Lha mana ada sufi dikenal dalam Islam?
Daripada situ repot2, guru ente diskusi terbuka deh sama ustadz2 yg disebut di atas, pilih salahsatu yang guru ente mau. Yah kalau ente and guru ente berani sih, kalau gak juga gpp...
Jangan2 ente cuma jago kandang di dunia maya saja, hehehe.....
Ardi
06 Juli 2011 - 10:08:44 WIB

Mohon info dg Hadits ini, bagaimana sanadnya dan shohih apa tidak:

Dari Abdullah bin Umar ra, dari Rasulullah saw, beliau bersabda, "Barangsiapa berhaji lalu menziarahi kuburanku setelah aku wafat maka dia seperti orang yang mengunjungiku sewaktu aku masih hidup"

Ada yang bisa bantu?
151
06 Juli 2011 - 13:49:52 WIB

Kalau memahami tafsiran atas ayat Al qur'an rujuk dong ulama2 terdahulu, seperti Ibnu Ktasir bukan kata guru ente. emang guru ente lebih faham dibanding Ibnu Katsir?

jawab : justru guru mulia hb munzir merujuk dr ulama2 terdahulu, butkinya apa? sanad....nah udah jelaskan?
151
06 Juli 2011 - 13:56:30 WIB

Lha mana ada sufi dikenal dalam Islam?

jawab :

sufi adalah ajaran kesucian Jiwa, setiap muslim mestilah ada ajaran tasawwufnya, karena kalau tidak maka ia akan menjadi fasiq, karena tasawwuf adalah mengajarkan khusyu, Jujur, setia, sabar, syukur, itu semua adalah ajaran tasawwuf, dan mereka yg menggeluti bidang itu disebut sufi.

dizaman Nabi saw telah ada para sahabat yg disebut ahlusshuffah, mereka menginap disamping rumahnya Nabi saw, fuqara yg tak bekerja, mereka beribadah, berpuasa, dan belajar pd Nabi saw dan terus I'tikaf dl masjid, diantaranya adalah Abu Hurairah ra.

NAAAH KALO WAHABI BILANG KAGA ADA SUFI DI DLM ISLAM, BERARTI ABU HURAIRAH DITUDUH WAHABI BUKAN SUFI DUNK??? WAH WAH WAH HEBAAAAT WAHABI LEBIH MULIA KALI YA DR ABU HURAIRAH?


151
06 Juli 2011 - 14:00:31 WIB

Daripada situ repot2, guru ente diskusi terbuka deh sama ustadz2 yg disebut di atas, pilih salahsatu yang guru ente mau. Yah kalau ente and guru ente berani sih, kalau gak juga gpp...

jawab :

HEHEHEHE, PERUMA BUANG2 WAKTU DISKUSI SAMA ORG YG KAGA PUNYA SANAD ILMU DAN SANAD GURU DITAMBAH FATA2 SESATNYA CM MENGANDALKAN LOGIKA DANGKAL, DAN YG GILANYA LAGI NIH, ORG JAHIL (ALBANI DKK) DIANGGAP ULAMA SAMA WAHABI, EMANG UDAH BUTA SEBELUM MATI NIH KAUM WAHABI HUEHEHEHEHE

MENDING MEMPERBANYAK MAULID DIMANA2 YG DG ITU SEMAKIN BANYAK UMAT YG CINTA RASUL SAW DAN SEMAKIN BANYAK YG TERSELAMATKAN DR JURANG KEHINAAN MAKSIAT KRN RINDU KPD RASUL SAW :)


DADAH WAHABI :)



151 PEMBASMI WAHABI
151
06 Juli 2011 - 14:12:01 WIB

ardi :

itu hadist sahih : Sabda Rasulullah saw : Barangsiapa yg pergi haji, lalu menziarahi kuburku setelah aku wafat, maka sama saja dengan mengunjungiku saat aku hidup (Sunan Imam Baihaqiy Alkubra hadits no.10054).

knp? ada masalah dg hadist tsb?
Penjelasan:
07 Juli 2011 - 16:15:59 WIB

Sudah ketahuan kedok 151:

1. Abu hurairah bukan sufi tapi sahabat nabi, ahlussunah. Tidak pernah org2 yg dicap wahabi menjelek2an beliau. Lagi2 ente berdusta.
2. Enak aja ente membuat penjelasan sufi seperti itu. Sebutkan dalil yang menyebutkan tentang sufi. Lagi2 main logika saja tanpa rujukan jelas.
3. Nah2 ini yang parah, hadits itu dianggap shahih. Kalau sahih skrg ana tantangin, sebutkan sanad dari perawi hadits tersebut, dan sebutkan tsiqohnya perawi2 tersebut. Lagi2 kelihatan 151 tidak tahu agama dengan benar. Aneh kalau ada org yg memuji2 151 padahal tidak faham thd dalil lalu mensahihkan begitu saja. Sdrku Ardi, hati2 dengan 151, dia telah berdusta atas nama Rasulullah... Tahu kan apa hukumnya org berdusta atas nama Rasulullah...???

wong ciamis
08 Juli 2011 - 06:05:05 WIB

pengen tahu hadis itu shohih apa ga gampang, tinggal baca aja kitab2nya para ulama ga perlu so jagoan kaya orang yang udah meneliti sendiri dan menshahihkan /mendhaifkan sendiri...
kalau belum belajar ilmu tasawuf jangan berkomentar ikut2 wahabi , karena saya tahu kalau wahabi itu anti tasawuf ....saya juga punya banyak kitab2 wahabi yang memerangi tasawuf
151
08 Juli 2011 - 08:03:35 WIB

Abu hurairah bukan sufi tapi sahabat nabi,

jawab :

hahaha lucuuuuuu, wahabi kocak jg ya, jelas2 abu hurairah menginap disamping rumahnya Nabi saw, FUQARA YG TAK BEKERJA, mereka beribadah, berpuasa, dan belajar pd Nabi saw dan terus I'tikaf dl masjid, diantaranya adalah Abu Hurairah ra., ah ah ah.....wahabi ini ga paham bahasa atau emang bodoh ya?? nih ana jelasin ttg sufi/tareqat :

Tarekat adalah suatu acara khusus utk sampai pada kekhusyuan dalam dzikir kpd Allah, dan puncaknya adalah keridhoan Allah,

selama hal itu merupakan hal yg sunnah maka tentunya menjadi sunnah dan kemuliaan, misalnya pada Tarekat Alawiyyin, yaitu tarekatnya para habaib, yg diantaranya ajarannya adalah ratib, yaitu kumpulan dzikir dari hadits2 rasul saw, maulid, tawassul, tabarruk, yg kesemuanya berlandaskan hadits rasul saw.

151
08 Juli 2011 - 08:04:06 WIB

adapula tarekat yg muncul di wilayah orang orang yg jauh dari ulama, sebagaimana para Da'i menemukan para penyembah api misalnya, maka mereka merasukkan ajaran islam pada para penyembah api itu, dengan Islam, dan api adalah makhluk yg membakar, dan api adalah ciri kemurkaan dan kemarahan Allah, maka agar mereka takut pada kemurkaan Allah, maka mereka berdzikir disekitar api unggun, merasakan sedikit panasnya api, mengingat bagaimana bila mereka menjadi kayu bakar yg bergemeletak seakan merintih ditengah api,
mereka beristinbath pada perbuatan sahabat yg ketika melihat api ia jatuh pingsan karena teringat neraka.
151
08 Juli 2011 - 08:04:42 WIB

adapula yg berdzikir dg mematikan lampu, mengingat gelapnya kubur dan kepekatan alam barzakh,

semua ini diada adakan biasanya diwilayah yg jauh dari ulama, dan hanya merupakan bidayah (permulaan saja) dalam penyebaran islam, dan bila masyarakat sudah mengenal islam dan syariah maka mereka sudah tak lagi berbuat itu,

hal hal seperti ini tidak sepantasnya masih dipakai di Jakarta atau di Indonesia misalnya, karena di Indonesia syariah sudah berkembang, ulama bertaburan dimana mana, lain saat kemusyrikan dan penyembahan berhala masih merajalela di pulau jawa, maka para Da'i berdakwah dg wayang, dzikir didepan api, mematikan lampu dlsb.

151
08 Juli 2011 - 08:05:40 WIB

pada dasarnya semua tarekat adalah benar dan mulia, walaupun tak menutup kemungkinan bila ada yg menyimpang dan sesat, atau tarekatnya benar namun dirubah oleh yg generai selanjutnya.

mengenai mrk (WAHABI) yg memusyrikkan hal ini, memang kaum fasiq yg dituntun Iblis sudah ada sejak zaman Adam as, seperti yg mengaku nabi (musailamah alkadzab) misalnya, para penentang kebenaran memang selalu ada disetiap zaman
151
08 Juli 2011 - 08:07:13 WIB

2. dalilnya kan udah jelas :

dizaman Nabi saw telah ada para sahabat yg disebut ahlusshuffah, mereka menginap disamping rumahnya Nabi saw, fuqara yg tak bekerja, mereka beribadah, berpuasa, dan belajar pd Nabi saw dan terus I'tikaf dl masjid, diantaranya adalah Abu Hurairah ra.

masa blm jelas juga??? :)

151
08 Juli 2011 - 08:11:05 WIB

Nah2 ini yang parah, hadits itu dianggap shahih

jawb :

jelas duuunk, ana percaya sama guru2 ana, krn apa? krn guru ana hapal lbh dr 100 rb hadist beserta sanad dan matan hukumnya.....kalo ana percaya wama wahabi nah itu baru bego namanya krn apa? krn ulama wahabi kaga ada satupun yg mencapai derajat alhafidh (hapal lbh dr 100 rb hadist)...OKE.......SEKARG ANA MINTA TOLONG SEBUTIN SATUUUUUUU AJA ULAMA WAHABI YG MENCAPAI DERAJAT ALHAFIDH ATAU YG HAPAL LBH DR 100 RB HADIST BESERTA SANAD DAN MATAN HUKUMNYA....ANA TUNGGU YA SEKRG :) SANGGUP GA NIH :)....MAAPIN YE :)
Penjelasan
08 Juli 2011 - 17:07:44 WIB

Pantesan 151 bisa kita anggap BODOH dan JAHIL. Gampang aja bilang suatu hadits shahih tanpa bisa jelaskan sanadnya.
Pertanyaan Ana saja gak bisa dijawab mengenai sanad tersebut. Koq bilang sahih atau tidak hanya dr guru2 antum yang belum tentu benar mensyarahkan sebuah hadits,
Sekarang Ana kasih waktu deh buat antum tanya sama guru2 antum, sebutkan dan buktikan sanad dari perawi hadits tersebut. Buktikan semua perawinya Tsiqoh. Kalau antum gak bisa menjelaskan, jangan berbangga2 deh dengan guru Antum.
Penjelasan
09 Juli 2011 - 13:27:46 WIB

hai 151: Untuk menilai hadits itu shahih, hasan, dhaif atau maudhu, bukan hanya kata guru antum yg kata antum bersanad hingga Rasulullah, tapi dilihat dari siapa perawi2nya dan ke tsiqohan mrk dalam ber ittiba kpd Rasulullah. Kalau antum mengatakan hadits tsb sahih, ayo ana tantang utk menyebutkan Perawi2 tsb. Kalau ternyata antum tdk bs maka anda adalah slhst org yg BERDUSTA ATAS NAMA RASULULLAH. Sdrku Andri: waspadalah dengan penjelasan 151 yg sering menyesatkan.
151
11 Juli 2011 - 12:29:52 WIB

utk penjelasan :

misalnya kita menemukan ucapan Imam Syafii, dan Imam Syafii tak
sebutkan dalilnya, apakah kita mendustakannya?, cukuplah sosok Imam Syafii yang
demikian mulia dan tinggi pemahaman ilmu syariahnya, lalu ucapan fatwa fatwanya itu
diteliti dan dilewati oleh ratusan murid2nya dan ratusan Imam sesudah beliau, maka itu
sebagai dalil atas jawabannya bahwa ia mustahil mengada ada dan membuat buat
hukum semaunya.

151
11 Juli 2011 - 12:30:22 WIB

Maka muncullah dimasa kini pendapat pendapat dari beberapa saudara kita yang
membaca satu dua buku, lalu berfatwa bahwa ucapan Imam Syafii Dhoif, ucapan Imam
hakim dhoif, hadits ini munkar, hadits itu palsu, hadits ini batil, hadits itu mardud, atau
berfatwa dengan semaunya dan fatwa fatwa mereka itu tak ada para Imam dan
Muhaddits yang menelusurinya sebagaimana Imam imam terdahulu yang bila fatwanya
salah maka sudah diluruskan oleh imam imam berikutnya.

151
11 Juli 2011 - 12:33:31 WIB

Sebagaimana berkata Imam Syafii : “Orang yang belajar ilmu tanpa sanad guru
bagaikan orang yang mengumpulkan kayu baker digelapnya malam, ia membawa
pengikat kayu bakar yang terdapat padanya ular berbisa dan ia tak tahu” (Faidhul
Qadir juz 1 hal 433)

NAAH DISINILAH KELEMAHAN WAHABI :TIDAK PUNYA SANAD...ANA UDAH JAUH2 DR AWAL MINTA SANAD DAN MINTA DISEBUTIN SATUUU AJA ULAMA WAHABI YG MENCAPAI DERAJAD HAPAL LBH DR 100 RB HADIST EEEHHHH KAGA BISA JAWAB....HEHEHEHE LUTUNA WAHABI



151


ALGOJO PEMBASMI WAHABI
151
11 Juli 2011 - 13:03:59 WIB

peringatan utk wahabi :

mereka yang menolak untuk memuliakan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam berhati-hatilah karena bisa wafat dalam keadaan su’ul khatimah
Penjelasan
11 Juli 2011 - 13:40:34 WIB

Hehe...buat 151: komentarnya cuma copy paste melulu. Ditanya siapa perawinya ttg hadits yang dianggap Shahih eh malah jawabnya ngelantur. Apa emang antum diajar sama guru2 antum begitu cara berdalil? Kasihan deh......

Guru Antum hapal 100 hadits?

Baguslah, cuma ana sanksi jangan2 yg dihafal haditsnya Dhaif bahkan palsu ya buat apa? Ini buktinya bahwa ternyata mereka sendiri gak bisa menyebutkan siapa perawinya ttg hadits yang dianggap Shahih.
Ayo ana tantang perawi dari hadits tsb. Kalau antum anggap guru2 antum bersanad hingga Rasulullah pasti bisa dong jawabnya....
Ingat, berdusta atas nama Rasulullah bersiap2 menempati Neraka. Kalau tidak tahu, lihat adab ulama2 terdahulu yang tidak Sok Tahu. Kalau tidak tahu adabnya jawablah dengan Allahu A'lam.
151
11 Juli 2011 - 15:22:02 WIB

100 hadist??? yg bener 100 rb hadist
ah percuma ngemeng sama wahabi yg ga bermahzab, ga punya sanad, ditanya ulama wahabi yg hapal lbh dr 100 rb hadist kaga bis jawab....ah sudahlah, lebih baik koreksi hati ente......
mo ngapain lagi ngasih penjelasan sama wahabi batu??? semua dalil aqli dan naqli sdh dikeluarkan tp masih disanggah jg, krn kebodohan dan kejahilan ente :)

Penjelasan
11 Juli 2011 - 16:44:37 WIB

151: Whatever mau 100, 100rb atau lebih dari itu. Kalau emang guru antum hafal pasti tahu dong sanad dari perawi hadits yang antum bilang Shahih.

NYATANYA ANTUM CUMA OMONG BESAR SAJA. Selalu berkelit dan tidak bisa membuktikan kesahihan hadits tersebut.
Ini bukti bahwa antum itu dangkal ilmunya tapi SOK TAHU. Kalau Antum gak tahu gak usah Malu berkata Allahu A'lam. Begitu adab para ulama2 terdahulu kalau tidak tahu tidak merasa sok tahu seperti antum.
Sekarang tanya dulu sama Guru Antum yang katanya hafal 100rb hadits. Buktikan jika hadits tersebut shahih, jika tidak Antum telah berdusta atas nama Rasulullah. Kita lama2 akan tahu kedok 151 dkk.

Bagi org2 yg merasa kagum dgn 151 skrg bisa membuktikan bahwa 151 sebenarnya hanya SOK TAHU.

Ana tunggu penjelasan Antum tentang kesahihan hadit yang disampaikan Saudara Ardi.
151
11 Juli 2011 - 17:28:30 WIB

sdh jelas hadist tsb itu hadist sahih : Sabda Rasulullah saw : Barangsiapa yg pergi haji, lalu menziarahi kuburku setelah aku wafat, maka sama saja dengan mengunjungiku saat aku hidup (Sunan Imam Baihaqiy Alkubra hadits no.10054).


NYATANYA ANTUM CUMA OMONG BESAR SAJA. Selalu berkelit dan tidak bisa membuktikan kesahihan hadits tersebut.

jawab :

ENTE SENDIRI SELALU BERKELIT GA BISA JAWAB SANAD2 ILMU DAN SANAD2 GURU ENTE, GA USAH NGEMENGIN HADIST KALO ENTE KAGA BISA BUKTIKAN SANAD ILMU DAN GURU, SEMUA PENDAPAT ENTE LEMAH DAN SAMPAH, :)

TTD


151


habib bahlul
11 Juli 2011 - 23:18:28 WIB

memang penjelasan 151, sangat jelas bahwa wahabi sesat karena hadist2 yg dipake utk menolak bidah dan syirik tdk ada sanadnya sampe rasul. Jadi dgn sanad yg dimiliki para habaib adalah dalil beragama yg benar. Wahai wahabi, sadarkah ente sekalian kalo pemahaman agama kalian tdk ada sanadnya ? Wk.wk.wk.. Makanya belajar agama itu sama habib karena yg punya sanad itu mereka. Waduh, ini akibat banyak bergaul sama pecinta habib bin sanad bin bahlul.
wong ciamis
12 Juli 2011 - 06:14:52 WIB

kalau saya perhatikan disini jelas kelihatan kelemahan wahabi tidak memiliki sanad lmu yg bisa dipertangungjawbkan, sehingga orang bebas membaca dan belajar sendiri dengan kitab2 dan bebas berfatwa tanpa ada ilmu yg langsung diwarisi dari ulama2 terdahulu yang bisa dipertanggungjawakan...
Penjelasan
12 Juli 2011 - 08:50:31 WIB

Haha...semakin jelas 151 dan antek2nya gak tahu ilmu hadits, termasuk wong ciamis. Masak ditanya kesahihan hadits tidak menggunakan metode yang jelas. Jangan2 guru2 Antum hafal 100rb hadits tapi yang dihafal justru hadits2 Dhaif bahkan mungkin Palsu. Dan jangan2 pula itu yang selama ini selalu menjadi dakwah kalian.

Tapi ana faham kenapa 151 dan antek2nya bersikap demikian, karena selain taklid juga gak faham bahasa arab. Jadi bagaimana mau membaca kitab2 ulama2 salaf ahlussunah, lha bahasa arab aja gak bisa.
Kalau mau tahu suatu hadits shahih atau tidak dilihat perawi2nya, gak asal kata Guru terus dianggap benar. Emang Guru antum Sempurna atau maksum?

SEKALI ANA TANTANG ANTUM, Buktikan bahwa hadits yang ditanya Sdr. Ardi adalah shahih menurut Antum. Tanyakan ke Guru Antum yang katanya hafal 100rb hadits. Kalau tidak bisa membuktikan TERBUKTI bahwa antum adalah PENDUSTA atas nama Rasulullah.
ahmad bejo
12 Juli 2011 - 12:36:21 WIB

mau tanya kapan ya ada acara pancung massal org2 wahaby dan antek2nya.. pengen liat. hbis merek tuh duri dlm daging, bisul pada kaki, ketombe pada rambut, belek pada mata,upil pada hidung jerawat pada wajah, kopet pada silit (he2). perlu dibersihkan sampe tuntas khan...demi kemashlahatan bersama. setuju saudara????....Allahuakbar ganyang wahaby!!!! itu jihad
makhrus ali mantan kyai nu
12 Juli 2011 - 12:42:11 WIB

setuju hancurkan wahaby sampe bersih tk tersisa...
Penjelasan
12 Juli 2011 - 13:26:25 WIB

Buat para pembaca lainnya, liat kelakuan 151 dan antek2nya...ditanya masalah kesahihan hadits saja tidak bisa menjawab. Malah antek2nya ngomong ngelantur kemana2, hanya pamer omongon yang gak ada isinya....
Kalau pada tgl 06 Mei 2011 - 13:11:47 WIB, 151 menjelaskan ttg:
HADITS DHO’IF
Hadits Dhoif adalah hadits yang lemah hukum sanad periwayatnya atau pada hukum matannya. Tentunya ketika ditanya ttg kesahihan hadits harus bisa menjelaskan ttg Hukum Sanad Periwayatnya (Perawi) dan Matannya. Lha sekarang untuk membuktikan ttg kesahihan hadits yg ditanyakan Sdr. Ardi pd tanggal 5 dan 6 Juli 2011 tidak menggunakan alasan yg 151 kemukakan di atas. Apakah ini sudah membuktikan kedangkalan ilmu 151 dkk yg hanya Asbun.
151
12 Juli 2011 - 14:00:56 WIB

Buat para pembaca lainnya, liat kelakuan WAHABI dan antek2nya...ditanya masalah SANAD ILMU dan SANAD GURU saja tidak bisa menjawab. Malah antek2nya ngomong ngelantur kemana2, hanya pamer omongon yang gak ada isinya....
151
12 Juli 2011 - 14:11:56 WIB

SIMAK PENJELASAN GURU MULIA HB MUNZIR TTG PENTINGNYA PUNYA SANAD :

Sebagaimana para pakar hadits bukanlah sebagaimana yang terjadi dimasa kini yang mengaku
– ngaku sebagai pakar hadits. Seorang ahli hadits mestilah telah mencapai derajat Al Hafidh.
Al Hafidh dalam para ahli hadits adalah yang telah hafal 100.000 hadits berikut hukum sanad
dan matannya, sedangkan 1 hadits yang bila panjangnya hanya sebaris saja itu bisa menjadi
dua halaman bila ditulis berikut hukum sanad dan hukum matannya, lalu bagaimana dengan
yang hafal 100.000 hadits?

151
12 Juli 2011 - 14:17:36 WIB

Diatas tingkatan Al Hafidh ini masih adalagi yang disebut Al Hujjah (Hujjatul Islam) yaitu
yang hafal 300.000 hadits dengan hukum matan dan hukum sanadnya, diatasnya adalagi yang
disebut : Al Hakim, yaitu pakar hadits yang sudah melewati derajat Al Hafidh dan Al Hujjah,
dan mereka memahami banyak lagi hadits – hadits yang teriwayatkan. (Hasyiah Luqathuddurar
Bisyarh Nukhbatulfikar oleh Hujjatul Islam Al Imam Ibn Hajar Al Atsqalaniy).
Sebagaimana Imam Ahmad bin Hanbal yang hafal 1.000.000 hadits dengan sanad dan
matannya (*rujuk Tadzkiratul Huffadh dan Siyar A’lamunnubala dan lainnya dari buku -
buku Rijalulhadits) dan Ia adalah murid dari Imam Syafii rahimahullah, dan di zaman itu
terdapat ratusan Imam – Imam pakar hadits.
151
151
12 Juli 2011 - 14:23:13 WIB

Perlu diketahui bahwa Imam Syafii ini lahir jauh sebelum Imam Bukhari, Imam Syafii
lahir pada tahun 150 Hijriyah dan wafat pada tahun 204 Hijriyah, sedangkan Imam Bukhari
lahir pada tahun 194 Hijriyah dan wafat pada 256 Hijriyah. Maka sebagaimana sebagian
kelompok banyak yang meremehkan Imam syafii, dan menjatuhkan fatwa – fatwa Imam
Syafii dengan berdalilkan Shahih Bukhari, maka hal ini salah besar, karena Imam Syafii
sudah menjadi Imam sebelum usianya mencapai 40 tahun, maka ia telah menjadi Imam besar
sebelum Imam Bukhari lahir ke dunia.
Lalu bagaimana dengan saudara - saudara kita masa kini yang mengeluarkan fatwa dan
pendapat kepada hadits – hadits yang diriwayatkan oleh para Imam ini? Mereka menusuk
fatwa Imam Syafii, menyalahkan hadits riwayat Imam - Imam lainnya.

imam
12 Juli 2011 - 14:25:58 WIB

kita semua tahu bagaimana kedudukan hadits dhoif dalam agama islam, mazhab syafi'i memboleh kan utk fadhoil amal, sedangkan mazhab imam lainnya bisa digunakan dalam huku fiqih, silahkan dibaca dan dicari lagi. yang jadi pertimbangan para imam mazhab tsb adalah selagi perawi atau sanad nya tidak terlalu rusak akhlaknya dan hafalannya maka bisa dipakai, orang yang menolak hadist dhoif itu sebagai hadist palsu sama saja mencampakkan atau membuang sabda rosululloh, berari sama saja tidak percaya dgn sabda rosul SAW. sebagai contoh saat bayi lahir dari rahim si Ibu, rosul bersabda adzan kan ditelinga kanan di iqomat kan di telinga kiri, hadits tersebut status nya dhoif, tapi banyak dipakai oleh umat islam mungkin sedunia, termasuk saudara penjelasan pada saat lahir diadzankan oleh sang Ayah tercinta. lalu anda mau bilang apa sama bapak anda yang kala itu berjasa utk memasukkan kalimat thoyibah agar tidak dahulu mendengar musiknya mick jegger.
151
12 Juli 2011 - 14:28:28 WIB

Seorang periwayat mengatakan hadits ini dhoif, maka muncul mereka ini memberi fatwa
bahwa hadits itu munkar, darimanakah ilmu mereka? Apa yang mereka fahami dari ilmu
hadits? Hanya menukil - nukil dari beberapa buku saja, lalu mereka sudah berani berfatwa,
apalagi bila mereka yang hanya menukil dari buku - buku terjemah, memang boleh - boleh
saja dijadikan tambahan pengetahuan, namun buku terjemah ini sangat dhoif bila untuk
dijadikan dalil.

ayahfara
12 Juli 2011 - 14:34:04 WIB

bang 151:
kitab rujukan salafi wahabi kan cuma referensi dari syekh albani yang tukang reparasi jam itu.dan baru wafat beberapa tahun yang lalu, hapal hadist banyak ga yaa, 10 hadits saja dgn sanad yang panjang mungkin juga jungkir balik. tapi biar bagaimanapun kita harus menghargai itu semua. Ingat salafi Wahabi, musuh utama mu adalah orang kafir bukan saudara mu se muslim.
151
12 Juli 2011 - 14:36:22 WIB

Saudara – saudaraku yang kumuliakan, kita tidak bisa berfatwa dengan buku - buku, karena
buku tidak bisa dijadikan rujukan untuk mengalahkan fatwa para Imam terdahulu, bukanlah
berarti kita tidak boleh membaca buku, namun maksud saya bahwa buku yang ada zaman
sekarang ini adalah pedoman paling lemah dibandingkan dengan fatwa - fatwa Imam - Imam
terdahulu, terlebih lagi apabila yang dijadikan rujukan untuk merubuhkan fatwa para Imam
adalah buku terjemahan.

151
12 Juli 2011 - 14:55:54 WIB

Sungguh buku - buku terjemahan itu telah terperangkap dengan pemahaman si penerjemah,
maka bila kita bicara, misalnya terjemahan Musnad Imam Ahmad bin Hanbal, sedangkan
Imam Ahmad bin Hanbal ini hafal 1.000.000 hadits, lalu berapa luas pemahaman si
penerjemah atau pensyarah yang ingin menerjemahkan keluasan ilmu Imam Ahmad dalam
terjemahannya?
Bagaimana tidak? Sungguh sudah sangat banyak hadits - hadits yang sirna masa kini, bila
kita melihat satu contoh kecil saja, bahwa Imam Ahmad bin Hanbal hafal 1.000.000 hadits,
lalu kemana hadits hadits itu? Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad haditsnya hanya
tertuliskan hingga hadits No.27.688, maka kira kira 970.000 hadits yang dihafalnya itu tak
sempat ditulis…!

151
12 Juli 2011 - 15:00:19 WIB

Lalu bagaimana dengan ratusan Imam dan Huffadh lainnya? Lalu logika kita, berapa juta
hadits yang sirna dan tak sempat tertuliskan? Mengapa?
Tentunya dimasa itu tak semudah sekarang, kitab mereka itu ditulis tangan, bayangkan
saja seorang Imam besar yang menghadapi ribuan murid – muridnya, menghadapi ratusan
pertanyaan setiap harinya, banyak beribadah dimalam hari, harus pula menyempatkan waktu
menulis hadits dengan pena bulu ayam dengan tinta cair ditengah redupnya cahaya lilin atau
lentera, atau hadits hadits itu ditulis oleh murid – muridnya dengan mungkin 10 hadits yang
ia dengar hanya hafal 1 atau 2 hadits saja karena setiap hadits menjadi sangat panjang bila
dengan riwayat sanad, hukum sanad, dan mustanadnya.

151
12 Juli 2011 - 15:12:03 WIB

Bayangkan betapa sulitnya perluasan ilmu saat itu, mereka tak ada surat kabar, tak ada
telepon, tak ada internet, bahkan barangkali pos jasa surat pun belum ada, tak ada pula
percetakan buku, fotocopy atau buku yang diperjualbelikan.
Penyebaran ilmu dimasa itu adalah dengan ucapan dari guru kepada muridnya (talaqqiy),

151
12 Juli 2011 - 15:17:36 WIB

dan saat itu buku hanyalah 1% saja atau kurang dibanding ilmu yang ada pada mereka.
Lalu murid mereka mungkin tak mampu menghafal hadits seperti gurunya, namun paling
tidak ia melihat tingkah laku gurunya, dan mereka itu adalah kaum shalihin, suci dari
kejahatan syariah, karena di masa itu seorang yang menyeleweng dari syariah akan segera
diketahui karena banyaknya ulama.
Oleh sebab itu sanad guru jauh lebih kuat daripada pedoman buku, karena guru itu berjumpa
dengan gurunya, melihat gurunya, menyaksikan ibadahnya, sebagaimana ibadah yang tertulis
di buku, mereka tak hanya membaca, tapi melihat langsung dari gurunya, maka selayaknya
kita tidak berguru kepada sembarang guru, kita mesti selektif dalam mencari guru, karena
bila gurumu salah maka ibadahmu salah pula.

151
12 Juli 2011 - 15:21:51 WIB

. Hujjatul Islam Al Muhaddits Al Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah
Beliau wafat pada tahun 241 H dalam usia 77 tahun, beliau berguru pada banyak para Imam
dan Muhaddits, diantara guru beliau adalah Imam Syafi’i rahimahullah, dan beliau hafal
1.000.000 hadits berikut sanad dan hukum matannya. Beliau digelari sebagai salah satu
“Huffadhuddunia” yaitu salah satu orang yang paling banyak hafal hadits diseluruh dunia
sepanjang zaman, dan beliau rahimahullah banyak mempunyai murid, diantaranya adalah
Imam Muslim rahimahullah.

151
12 Juli 2011 - 15:26:21 WIB

Diriwayatkan ketika datang seorang pemuda yang ingin menjadi murid beliau maka beliau
berkata pada anak itu : “ini ada 10.000 hadits, hafalkanlah, bila kau telah hafal, barulah
kau boleh belajar bersama murid - muridku”, tentunya murid - murid beliau adalah para
Huffadh dan Muhadditsin yang hafal ratusan ribu hadits, maka pemuda itu pun pergi dan
kembali beberapa waktu kemudian. Ia telah hafal 10.000 hadits yang diberikan oleh Imam
Ahmad itu dan lalu Imam Ahmad berkata : “sungguh hadist yang kau hafal itu adalah
hadits palsu, tidak ada satupun yang shahih, hafalan itu hanya untuk latihan menguatkan
hafalanmu, sebab bila kau salah maka tak dosa”, karena bila ia hafalkan hadits shahih
lalu ia salah dalam menghafalnya maka ia akan membawa dusta dan kesalahan bagi ummat
hingga akhir zaman.

151
12 Juli 2011 - 15:32:28 WIB

NAAAH SMG WAHABI PAHAM BAGAIMANA RIWAYAT SANAD HADIST DR IMAM2 BESAR

kitab rujukan salafi wahabi kan cuma referensi dari syekh albani yang tukang reparasi jam itu.dan baru wafat beberapa tahun yang lalu, hapal hadist banyak ga yaa, 10 hadits saja dgn sanad yang panjang mungkin juga jungkir balik. tapi biar bagaimanapun kita harus menghargai itu semua. Ingat salafi Wahabi, musuh utama mu adalah orang kafir bukan saudara mu se muslim.

JAWAB :

bagaimana mungkin kita menghargai pemahaman yg sesat? yg ada kita wajib meluruskan pemahaman wahabi :)

Penjelasan
12 Juli 2011 - 16:04:56 WIB

Tuhbener kan 151 n konconya? ditanya kemana jawabnya kemana, gak fokus.
Disuruh membuktikan hadits yg ditanyakan Sdr. Ardi saja gak bisa membuktikan siapa perawinya sehingga oleh 151 dianggap Shahih.
Inget lho, ini baru disuruh membuktikan kesahihan 1 hadits saja sudah gak bisa, malah jawabannya kemana2, apalagi yang lainnya.
Sekali lagi nih ana ingin pembuktian antum 151, buktikan hadits yang ditanyakan Sdr Ardi adalah shahih spt yg antum bilang. Sebutkan kalau perawi2nya benar2 tsiqoh !!!!!!!!!!!!

Sekali lagi BUKTIKAN, jangan hanya bisa berkelit dengan penjelasan yang gak ada isinya.
Penjelasan
12 Juli 2011 - 16:09:50 WIB

151
12 Juli 2011 - 15:32:28 WIB

.... Ingat salafi Wahabi, musuh utama mu adalah orang kafir bukan saudara mu se muslim.

Tanggapan:

Anda munafik dengan ucapan tersebut. Kenapa anda selalu bilang pembasmi wahabi..Benar2 MUNAFIK. Kalau benar musuhnya orang kafir kenapa antum dan konconya berkata lain, contohnya ucapan:

ahmad bejo
12 Juli 2011 - 12:36:21 WIB
mau tanya kapan ya ada acara pancung massal org2 wahaby dan antek2nya.. pengen liat. hbis merek tuh duri dlm daging, bisul pada kaki, ketombe pada rambut, belek pada mata,upil pada hidung jerawat pada wajah, kopet pada silit (he2). perlu dibersihkan sampe tuntas khan...demi kemashlahatan bersama. setuju saudara????....Allahuakbar ganyang wahaby!!!! itu jihad

Sekali lagi buktikan kesahihan Hadits yg Sdr Ardi tanyakan, Jangan kebanyak berkelit.
imam
12 Juli 2011 - 16:16:06 WIB

Bapak Penjelasan :
waktu lahir coba tanyakan sama Ibu atau Bapak antum, apakah anda di azan kan atau tidak ? kalau diazan kan padahal hadits tsb hukumnya dho'if . apakah batal dan tertolak.
151
12 Juli 2011 - 16:39:24 WIB

Tuhbener kan 151 n konconya? ditanya kemana jawabnya kemana, gak fokus.
Disuruh membuktikan hadits yg ditanyakan Sdr. Ardi saja gak bisa membuktikan siapa perawinya sehingga oleh 151 dianggap Shahih.

jawab :

ente cek deh di (Sunan Imam Baihaqiy Alkubra hadits no.10054)....

Sekali lagi BUKTIKAN, jangan hanya bisa berkelit dengan penjelasan yang gak ada isinya.

jawab :

ana jg minta hukti sanad ilmu dan sanad guru ente, sanad ente dr mbah goggle dan buku doank sih huehehehe, pantes ngaco

WAH KALO NABI SAW MEMPERBOLEHKAN MENGGANYANG WAHABI, MUNGKIN UDAH DARI DULU WAHABI MUSNAH DR BUMI INDONESIA INI HUEHEHEHE....
iar
13 Juli 2011 - 09:27:51 WIB

Sesungguhnya orang orang mukmin itu bersaudara, dan jika diantara mereka berselisih maka damaikanlah, dan bertaqwalah kepada ALLAH, QS Alhujurot.
ntar lagi mau puasa. ada apa nich dgn umat Islam, ko seperti anak TK saja. silahkan dikaji ayat tersebut knp kita harus ribut. musuh utama kita adalah kemiskinan, dan kekufuran.Istighfar,perbaharui syahadat,banyaklah bersholawat.
Penjelasan
13 Juli 2011 - 10:03:56 WIB

To 151:
Kalau antum emang sudah baca Kitab Sunan Imam Baihaqi dan syarahnya, coba sebutkan siapa perawi hadits yang ditanyakan Sdr. Ardi.
Gak bisa yah menyebutkan? jangan2 antum belum baca tapi hanya ambil dari Mbah Google.

Kata antum untuk membuktikan shahih atau tidaknya suatu hadits mesti tahu perawinya. Sekarang gak bisa menjelaskan siapa perawi atas hadits tsb koq malah ngelantur tentang sanad guru antum.
Jelaskan kan sekarang, 151 gak bisa menjelaskan malah selalu berkelit, sekali lagi BERKELIT.... Jika tidak tahu kenapa tidak mengikuti adab ulama2 dahulu selalu mengatakan Allahu A'lam dan tidak berusaha sok tahu seperti antum.

Sdr. Iar:
Fahimtu. Syukron, Barakallahu fiyk.
151
13 Juli 2011 - 12:24:40 WIB

penjelasan :

mo ngapain nyebutin sama org yg ga bersanad? hueheheheh buang2 waktu aja
Penjelasan
13 Juli 2011 - 13:44:07 WIB

hehe...emang 151 bisanya cuma berkelit, gak bisa menyebutkan siapa perawinya. Ketahuan kan sekarang kalau 151 tuh hanya taklid buta.

Kalau gak tahu tanya guru2 antum. Percuma saja jika cuma hafal ratusan ribu hadits tapi gak bisa menyebutkan kesahihan suatu hadits tersebut. Ingat shahihnya suatu hadits bukan hanya kata guru antum saja tanpa bisa membuktikan tsiqohnya para perawi atas hadits tsb.

Wahai 151, janganlah menjadi pendusta agama. Berdusta atas nama Rasulullah, dengan gampang menshahihkan hadits tanpa bisa menjelaskan kesahihan hadits dengan metode2 yang telah diajarkan oleh ulama2 terdahulu.
151
13 Juli 2011 - 14:12:47 WIB

CONTOH HADITS YG DIHUKUMI PALSU OLEH WAHABI :

ada kutipan hadits yg kalau tidak salah isinya: lau laka ya muhamad ma kholaktul falak artinya : kalau bukan karena mu ya muhamad maka tidak aku ciptakan falak adalah hadist palsu.

HB MUNZIR :

hadits tersebut memang dhoif, dan sebagian muhaddits ada yg mengatakannya palsu, namun berkata Alhafidh Imam Ismail bin Ahmad Al 'Ajluuni Aljarraahiy dalam kitabnya Kasyful Khafa, bahwa hadits dikatakan dhoif, namun aku berkata bahwa hadits tsb maknanya benar, walaupun seandainya bukan hadits" (Kasyful Khafa no.2123, Juz 2 hal 214).
151
13 Juli 2011 - 14:13:15 WIB

dan memang mereka para wahabi hanya memahami bahwa hadits hanya bisa dikenal dari ilmu sanad saja, maka dengan mudah mereka menghukumi hadits, namun kita yg berpegang pada salafusshalih, memahami hadits dengan banyak cara, diantaranya dengan indra kelima, dan ini diakui oleh para Imam imam dimasa lalu, diantaranya Imam Abdul Aziz Addabbagh, beliau itu jika ingin mengetahui derajat hadits maka cukup dengan mencium hadits itu,

151
13 Juli 2011 - 14:13:46 WIB

maka beliau bisa membedakan apakah hadits itu shahih ucapan Rasul saw atau hadits palsu, ia membaui wanginya Rasulullah saw yg mesti ada jika hadits itu shahih, dan jika palsu maka tak ada wanginya Rasul saw padanya,

hal seperti ini mungkin diingkari oleh para wahabi, namun hal seperti ini diakui pada zaman Nabi saw sebagaimana riwayat shahih Bukhari bahwa salah seorang sahabat saat perang uhud, ia berkata : "Aku mencium wanginya sorga dari medan Uhud" (Shahih Bukhari).
151
13 Juli 2011 - 14:14:18 WIB

jelas sudah bahwa sahabat itu bisa mencium wanginya sorga, padahal ia masih hidup dan belum pernah melihat sorga, dan sungguh mencium wanginya Rasul saw jauh lebih masuk akal daripada sorga, yg merupakan alam yg belum dilewati oleh manusia yg hidup, sorga adalah alam pada dimensi yg sangat jauh dari bumi dan mustahil seorang manusia (selain nabi) bisa mencium baunya dimasa hidupnya kecuali dengan izin Allah.

nah.., jika mencium wanginya sorga saja telah teriwayatkan pada riwayat shahih pernah terjadi dimasa para sahabat, maka mencium wanginya Rasul saw dalam mengenal hadits merupakan hal yg sangat logis.
151
13 Juli 2011 - 14:14:52 WIB

demikian pula mengenai hadits Aflak yg antum tanyakan.
hadits itu memang secara hukum hadits adalah dhoif, namun maknanya shahih, maknanya benar, bahwa Allah tidak menciptakan alam jika tak karena menciptakan Nabi saw, karena Rasul saw adalah akan diutus sebagai pembawa Rahmat Allah swt bagi alam ini, maka Allah tak akan menciptakan Alam kecuali akan memberikan rahmat pada alam semesta ini.

Penjelasan
13 Juli 2011 - 16:27:48 WIB

Wahai Pembaca semua,
Lihat penjelasan 151
13 Juli 2011 - 14:14:52 WIB
…. demikian pula mengenai hadits Aflak yg antum tanyakan. hadits itu memang secara hukum hadits adalah dhoif
Tanggapan:
1. Yang tanya bukan ana tp Sdr. Ardi, catat itu.
2. Kalau antum dulu pernah bilang hadits ini shahih (lihat penjelasan antum tanggal
06 Juli 2011 - 14:12:01 WIB di atas), lha sekarang koq bilang dhoif. Berarti antum tahu dong siapa perawi2nya dan ke-tsiqohan mereka. Tolong sebutkan perawi2nya.
Emang siapa antum, gampang aja meralat hadits, kemarin bilang shohih, sekarang bilang dhoif. Anda itu mencla mencle namanya dalam menghukumi hadits. Itu sama saja dengan jahil bin bodoh. Ulama dulu tuh kalau gak tahu bilang Allahu a’lam, gak sok tahu kayak antum.

Penjelasan
13 Juli 2011 - 16:28:58 WIB

Anehnya lagi nih, 151 bilang hadits yang ditanyakan Sdr. Ardi adalah dhaif tapi maknanya shahih. Gimana tuh penjelasan antum, jangan ngawur membuat penjelasan tanpa ada rujukan. Enak saja antum membuat syarah tanpa merujuk penjelasan ulama2 terdahulu. Kalau emang maknanya shahih kata ulama mana, siapa?

ATAS DASAR APA ANDA MERUBAH/MERALAT STATUS HADITS YG DITANYAKAN SDR. ARDI.
SEKALI LAGI KALAU ANTUM DULU BILANG HADITS INI SHAHIH DAN SKRG BILANG DHOIF TENTU TAHU PERAWI2NYA DAN KE-TSIQOHAN DARI PERAWI2NYA, BUKTIKAN DAN SEBUTKAN PERAWI2 DAN KE-TSIQOHAN MEREKA.
BUKTIKAN !!!!!!

151
13 Juli 2011 - 17:07:18 WIB

demikian pula mengenai hadits Aflak yg antum tanyakan. hadits itu memang secara hukum hadits adalah dhoif

jawab :

hehehe wahabi buta ya, ana ga bahas hadist yg ditanyakan ardhi krn hadist itu sdh jelas dr imam baihaqiy, ga perlu diotak atik lagi, tp ana kasih PERUMPAMAAN ATAU contoh lain yaitu :

CONTOH HADITS YG DIHUKUMI PALSU OLEH WAHABI :

baca ye jgn dicampur aduk, nih wahabi ngarti bahasa ato kaga ya?
151
13 Juli 2011 - 17:11:50 WIB

wahabi toloool ana ga bahas hadist yg ditanyain ardhi, tp ana kasih perumpamaan lain atau contoh hadist yg dihukumi palsu oleh wahabi kacrut

dhaif tapi maknanya shahih adalah utk hadist : lau laka ya muhamad ma kholaktul falak artinya : kalau bukan karena mu ya muhamad maka tidak aku ciptakan falak

NAH YG BILANG BGT ADALAH Alhafidh Imam Ismail bin Ahmad Al 'Ajluuni Aljarraahiy dalam kitabnya Kasyful Khafa, bahwa hadits dikatakan dhoif, namun aku berkata bahwa hadits tsb maknanya benar, walaupun seandainya bukan hadits" (Kasyful Khafa no.2123, Juz 2 hal 214).
151
13 Juli 2011 - 17:13:01 WIB

heheheh wahabi itu mirip tikus2 got yg lompat sana lompat sini ga keruan hihihihihi
Penjelasan
14 Juli 2011 - 09:00:51 WIB

Jelas2 kelihatan bodohnya kan 151. Gampang menghukumi suatu hadits hari ini shahih, besok dhaif. Mungkin suatu saat 151 bisa menghukumi hadits tsb hasan terus balik lagi dhoif terus palsu.
Lha kalau mrt Alhafidh Imam Ismail bin Ahmad Al 'Ajluuni Aljarraahiy dalam kitabnya Kasyful Khafa haditsnya dhoif kenapa waktu itu antum bilang Shahih? Artinya antum itu sok tahu.
Pertanyaan ana skrg apakah benar hadits itu dhoif? Coba mnrt kitab tersebut kedhoifan ada pada perawi siapa? Jika ulama mengatakan itu hadits dhoif pasti akan menjelaskan dari perawi siapa yang menyebabkan hadits tersebut dhaif. Begitu cara mentakhrij hadits, dilihat siapa perawinya bukan hanya katanya2 saja. AYO BUKTIKAN!!!!
.

Penjelasan
14 Juli 2011 - 09:02:13 WIB

Skl lagi buktikan!!!!, kalau antum sdh membaca kitab tersebut, dari perawi siapa yang menyebabkan Alhafidh Imam Ismail bin Ahmad Al 'Ajluuni Aljarraahiy mendhoifkan hadits tsb. Jangan2 antum blm baca, cuma copy paste sana sini, hehe...
Sepertinya yg berkelit kesana kesini itu antum. Sudah sangat jelas koq siapa yg spt kutu loncat. Jika bahan diskusi kita dirangkum secara khusus dalam satu rangkaian, maka akan terlihat siapa yang seperti hewan yang antum sebutkan di atas tadi. Gak tahu dalil tapi sok tahu.

iar
14 Juli 2011 - 11:49:56 WIB

Untuk saudara saudara seIman dan seKeyakinan. Masalah hadits mungkin juga sdh pernah dijelaskan oleh para guru-guru kita, namun dalam hal ini kita juga harus bisa memakluminya.
Mas 151 dan Bpk Penjelasan.
Saya salut kepada antum semua. kita bukanlah seorang ahli hadits, kita hanya mengutip hadits tsb. Kedudukan hadist dhoif hanyalah berbeda pada tingkatannya saja, dan biasanya lebih banyak dilakukan rosul saat berdua, atau bertiga dgn para sahabat, sementara sahabat lainnya tidak meriwayatkan atau mungkin akhlak dari salah satu periwayat hadits ada yang kurang bagus, mungkin salah satunya kurang hafalannya.
lanjut...
iar
14 Juli 2011 - 11:51:30 WIB

Sungguh pun demikian hadits tsb tetap dipandang sebagai sabda Rosul SAW yang pernah keluar dari bibir yang mulia dan kita wajib utk mengimaninya karena merupakan bagian dari Takdir ALLAH SWT. Bahkan para Imam Mazhab 4 pun memakainya. Para Imam, seperti Imam Hambali dan Maliki, Hanafi juga memakai hadits dhoif dalam menetapkan hukum, sementara Imam Syafi’i memakainya utk fadhoil amal.
Lanjut…

iar
14 Juli 2011 - 11:52:45 WIB

Sedangkan utk Syaikh Albani, sebagai pensyarah hadits yang telah wafat. Kita kaum muslimin juga harus menghargai upaya beliau semoga ALLAH SWT menerima segala kebaikan dan amal sholeh beliau. Kepada Para Guru yang telah menyampaikan Islam hingga sampai kepada kita semua, semoga ALLAH senantiasa memberikan rahmat dan pahala kepada mereka yang telah berjuang demi Islam agama yang mulia. “Tak ada gading yang tak retak”, maka itulah kekurangan kita sebagai makhluk NYA. Yang ada mari sama-sama kita perbanyak membaca Al-Qur’an sbg mu’jizat Rosul SAW yang diwariskan kepada ummatnya, sebab tidak ada nabi yang meninggalkan mu’jizat kepada ummatnya kecuali Beliau Nabi SAW.
Lanjut …

iar
14 Juli 2011 - 11:54:41 WIB

Mari rapat dan luruskan shaf kita yang bengkok bengkok ini. Apa yang salah dgn sholat kita ? mari pahami bacaan tahiyat kita saat kita sholat. Segala kehormatan, keberkatan, sholawat, dan kebaikan hanyalah milikNYA. Lalu kebaikan yang kita lakukan hanyalah mengharap ridhoNYA.

Hayya ‘alash shalah hayya ‘alal falah …..

imam
14 Juli 2011 - 12:01:06 WIB

mas iar, syukron.
151
14 Juli 2011 - 13:25:03 WIB

Sedangkan utk Syaikh Albani, sebagai pensyarah hadits yang telah wafat. Kita kaum muslimin juga harus menghargai upaya beliau semoga ALLAH SWT menerima segala kebaikan dan amal sholeh beliau.

jawab :

albani termasuk org yg tdk mau memuliakan nabi muhammad saw....dikhawatirkan wafatnya su'ul khotimah

SIMAK PENJELASAN GURU MULIA HB MUNZIR :

yg mesti dirisaukan adalah ajaran baru semacam wahabii, syiah dan ajaran aneh lainnya ini, mereka tak punya sanad, hanya fatwa fatwa akal dan logika yg menyesatkan ummat,

maka disinilah senjata kita, maka oleh sebab itu saya selalu membahas dan mensyiarkan masalah sanad ini, agar ummat tidak tertipu kepada para penipu syariah itu, kembalilah pada bimbingan yg mempunyai sanad, jangan menuruti mereka yg sanadnya putus, karena sanad pada Buku tak diakui dalam syariah.
151
14 Juli 2011 - 13:29:44 WIB

kita ahlussunnah waljamaah mempunyai sanad dan guru guru yg jelas sampai pada Nabi Muhammad saw dan para sahabat dan para Muhadditsin.
Buku menjadi rujukan, namun kita tak berguru pada buku,
kita membaca dibuku, muncul masalah aneh yg diluar pengetahuan kita maka kita bertanya pada guru yg mempunyai sanad, guru yg berfatwa bukan dari fatwanya, tapi dari gurunya lagi, demikian hingga kepada ujung sanad,

misalnya begini, saya membaca shahih Bukhari, saya pun belajar shahih Bukhari pada guru saya, lalu saya menemukan masalah yg aneh yg saya temui di Shahih Bukhari, maka saya tidak merujuk pada pendapat sendiri, saya bertanya pada guru saya, karena guru saya mempunyai sanad hingga Imam Bukhari, dan beliau lebih luas pemahamannya dari saya tentunya tentang pernak pernik dalam shahih Bukhari,
151
14 Juli 2011 - 13:30:14 WIB

mengapa saya bertanya pada guru yg mempunyai sanad kepada Imam Bukhari?,

bila anda bertanya, siapakah yg paling tahu mengenai penjelasan shahih Bukhari?, tantunya yg paling tahu adalah murid murid Imam Bukhari, yg langsung mendapatkan pengajaran buku itu dari Imam Bukhari,

nah.. lalu pada generasi selanjutnya, siapa yg paling tahu tentang shahih Bukhari?, tentunya orang orang yg berguru langsung kepada murid Imam Bukhari,

151
14 Juli 2011 - 13:30:44 WIB

demikian selanjutnya sanad itu hingga kini, tak ada orang lebih tahu makna shahih Bukhari selain orang yg mempunyai sanad pada Imam Bukhari,karena ialah pewaris makna tersebut dari guru gurunya.

demikian pula sanad Imam syafii, demikian sanad Imam nawawi, demikian sanad parsa Muhadditsin lainnya, bahkan kita memiliki sanad hingga Rasulullah saw.

tentunya boleh saja membaca kitab dan buku, namun kita mempunyai sanad guru, bila terbentur dalam masalah, maka segera kita rujuk pada guru yg mempunyai sanad pada penulis buku tersebut, maka kita tidak tersesat, walaupun pemahaman kita terhadap syariah terbatas, namun kita tak akan tersesat karena dibimbing oleh guru.

151
14 Juli 2011 - 13:33:40 WIB

tentunya kita merujuk pada guru, guru yg mempunyai banyak sanad, guru yg shalih dan mengamalkan ilmunya, ikutilah mereka, karena mengikuti mereka kita tak akan tersesat.

NAAAH KIRA2 PANTAS GA ORG YG GA PUNYA SANAD ILMU DAN SANAD GURU MEMPERMASALAHKAN HADIST IMAM BAIHAQIY, SEOLAH2 WAHABI ITU PLG NGARTI MASALAH HADIST???

NAAAAH MASIHKAH ALBANI DIBELA??? ALBANI AKAN BERTANGGUNG JAWAB KELAK DIAKHERAT ATAS KESESATAN ILMUNYA YG DISEBARKAN KPD UMAT...KECUALI ALBANI SBLM WAFATNYA SEMPAT TOBAT KEMBALI KPD AHLUSSUNAH WAL JAMAAH..AMIN :)
151
14 Juli 2011 - 13:37:22 WIB

TANYA ;

Saya ada kitab Fathul Baari syarah oleh Syeikh Abdullah b Baz dan kitab ' Solat seperti Nabi' karangan Syeikh Albani. Saya baru tahu yg isinya ada unsur unsur Wahabi. Jadi sebaiknya apakah saran Habib untuk saya lakukan terhadap kitab itu. Buang saja atau dibakar atau ditanam supaya orang lain tak dapat baca?

JAWAB HB MUNZIR :

saran saya buku itu boleh dibakar, tapi baiknya disimpan saja untuk perbandingan masalah hingga kita tahu banyaknya kesalahan faham wahabi dalam menafsirkan hadits.

151
14 Juli 2011 - 13:42:48 WIB

Hb Munzir berkata : SUnnah Rasul saw di bln sya'ban : perbanyak puasa, disunnahka​n berziarah,​ disunnahka​n memperbany​ak shalawat pada Nabi saw dan juga dihimbau untuk memaafkan semua kesalahan orang lain sebelum malam 15 sya'ban, karena dimalam itu Allah swt mengawasi penduduk bumi dan mengampuni​ semua dosa hamba Nya kecuali yg menyembah selain Nya dan suka bertengkar​/msh bermusuhan

NAAAH KPD WAHABI DAN SEMUA PENGUNJUNG WEB INI , ANA MINTA MAAF KALO ADA KESALAHAN KATA2 YA :)

SMG KITA SEMUA HADIR DI MALAM NISYFU SYA'BAN..AMIIN ALLAHUMMA AMIN (TERMASUK WAHABI) :)
Penjelasan
14 Juli 2011 - 13:44:42 WIB

Sdrku Iar: liat kan kelakuan 151....

Untuk membuktikan perawi hadits yang ditanyakan Sdr Ardi saja 151 gak becu, malah melebar kemana2. Ini diskusi tentang Hadits yang dimintakan penjelasan Sdr Ardi bukan yang lain. Lha sekarang koq masih membangga2kan Sanad guru antum. Kalau emang Sanad hingga Rasulullah dan hafal 100rb hadits, tolong dong tanyakan ke guru jelaskan perawi2 atas hadits tsb, kan antum sendiri gak bisa menjelaskan. Lagi2 jagan sok tahu yah....
Jangan melebar kemana2, JELASKAN PERAWI2NYA TTG HADITS YANG DITANYAKAN SDR ARDI. Apakah pertanyaan ini blm jelas buat antum 151 sehingga mesti diulang2???

Sdr. Iar: biarkan 151 berbicara sepuas2nya biar kita semakin tahu tentang kedangkalan ilmunya.
151
14 Juli 2011 - 13:45:17 WIB

NAH ANA MAU SAMPAIKAN PESAN KPD ANTUM2 SEMUA UTK HADIR DI :

Tabligh & Dzikir Akbar Jalaalah 1000x Dan Do'a Nisfu Sya'ban Bersama Majelis Rasulullah SAW, Sabtu 16 Juli 2011, MONUMEN NASIONAL ( MONAS ) Jam 20:30 WIB, Jl. Medan Merdeka Raya, JAKARTA PUSAT GUNAKAN HELM UNTUK KESELAMATAN ANDA DAN NAMA BAIK MAJELIS KITA

BUKTIKAN RASA CINTAMU KPD RASULILLAH SAW DG KEHADIRANMU DI MONAS :)
151
14 Juli 2011 - 13:48:23 WIB

penjelasan :

:) hehehehe ana ga mau meladeni org yg kaga bersanad...oya ana mohon maaf ya atas tutur kata ana yg kurang sopan dan semua kesalahan ana :) krn sdh dekat nisyfu, ana takut ALLAH ga memaafkan dosa2 ana krn debat dg wahabi, skali lg ana mohon maaf ya wahabi ^_^
Penjelasan
14 Juli 2011 - 15:22:41 WIB

Membuktikan 1 hadits saja sudah tidak bisa, lha ini malah ngajak acara Nishfu Sya'ban segala.
Sekarang terbukti jelas bahwa 151 selama ini berdalil tanpa rujukan yang jelas, masya Allah.

Cintailah Allah dan Rasulullah sebagaimana pernah dicontohkan Rasulullah sendiri, para Sahabat dan para shalafussalih.

Itulah mengapa ana menekankan agar memahami hadits dengan benar, jangan asbun.
Debat ini adalah diskusi untuk mencari kebenaran tentang suatu dalil agar apa yang menjadi amal ibadah kita diterima Allah subhanahu wa ta'ala, tidak sia2 saja.
151
14 Juli 2011 - 15:43:10 WIB

Membuktikan 1 hadits saja sudah tidak bisa, lha ini malah ngajak acara Nishfu Sya'ban segala.
Sekarang terbukti jelas bahwa 151 selama ini berdalil tanpa rujukan yang jelas

jawab :

hahaha, ana ga mau nambahin dosa ah, dalil ana sanad ilmu dan guru yg nyambung ke rasul saw, udah ah ana ga mau nerusin debat ini sama org yg ga ada ilmunya :). lg pula percuma tp ana jelasin ttg dalil kuat nisyfu :

Allah Ta’ala berfirman : “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan
telah Aku cukupkan nikmat-Ku dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu”. (Qs. Al
Maidah : 3)
“Apakah mereka mempunyai sembahan – sembahan selain Allah yang mensyari’atkan untuk
mereka agama yang tidak diizinkan Allah”. (QS. Asy Syura : 21)

151
14 Juli 2011 - 15:44:44 WIB

INI SIMAK DALIL2 KUAT NISFU SYABAN :

Sabda Rasulullah saw : “Allah mengawasi dan memandang hamba - hambaNya di malam
nisfu sya’ban, lalu mengampuni dosa - dosa mereka semuanya kecuali musyrik dan orang
yang pemarah pada sesama muslimin” (Shahih Ibn Hibban hadits No.5755)
Berkata Aisyah ra : di suatu malam aku kehilangan Rasul saw, dan kutemukan beliau saw
sedang di pekuburan Baqi’, beliau mengangkat kepalanya ke arah langit, seraya bersabda
: “Sungguh Allah turun ke langit bumi di malam nisfu sya’ban dan mengampuni dosa
- dosa hambaNya sebanyak lebih dari jumlah bulu anjing dan domba” (Musnad Imam
Ahmad hadits No.24825)

151
14 Juli 2011 - 15:45:27 WIB

Berkata Imam Syafii rahimahullah : “Doa mustajab adalah pada 5 malam, yaitu malam
jumat, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan rajab, dan malam nisfu
sya’ban” (Sunan Al Kubra Imam Baihaqiy juz 3 hal 319).
Dengan fatwa ini maka kita memperbanyak doa di malam itu, jelas pula bahwa doa tak
bisa dilarang kapanpun dan dimanapun, bila mereka melarang doa maka hendaknya mereka
menunjukkan dalilnya?
Bila mereka meminta riwayat cara berdoa, maka alangkah terbelakangnya mereka tak
memahami caranya doa, karena caranya adalah meminta kepada Allah.
Pelarangan akan hal ini merupakan perbuatan yang tidak benar, sebagaimana sabda
Rasulullah saw : “sungguh sebesar - besarnya dosa muslimin dengan muslim lainnya
adalah pertanyaan yang membuat hal yang halal dilakukan menjadi haram, karena sebab
pertanyaannya” (Shahih Bukhari dan Shahih Muslim)

151
14 Juli 2011 - 15:46:06 WIB

Waktunya adalah 14 sya’ban malam 15 sya’ban
Yang paling pokok adalah berdoa, karerna memang ada pendapat para Mufassirin bahwa
malam nisfu sya’ban adalah malam ditentukannya banyak takdir kita, walaupun pendapat
yang lebih kuat adalah pada malam lailatul qadar.

Namun bukan berarti pendapat yang pertama ini batil, karena diakui oleh para Muhadditsin,
bisa saja saya cantumkan seluruh fatwa mereka akan malam nisfu sya’ban beserta bahasa
arabnya, namun saya kira tak perlulah kita memperpanjang masalah ini pada orang yang
dangkal pemahaman syariahnya.

151
14 Juli 2011 - 15:46:42 WIB

Para ulama kita menyarankan membaca surat Yaasiin 3X, itu pula haram seseorang
mengingkarinya, kenapa dilarang? apa dalilnya seseorang membaca surat Alqur’an?
Melarangnya adalah haram secara mutlak.
Sebagaimana Imam Masjid Quba yang selalu menyertakan surat Al Ikhlas bila ia
menjadi Imam, selalu ia membaca Al Ikhlas di setiap rakaatnya setelah surat Alfatihah, ia
membaca Alfatihah, lalu Al Ikhlas, baru surat lainnya, demikian setiap rakaat ia lakukan,
dan demikian pada setiap shalatnya, bukankah ini kebiasaan yg tak diajarkan oleh Rasul
saw? bukankah ini menambah - nambahi bacaan dalam shalat?

151
14 Juli 2011 - 15:47:15 WIB

Maka makmumnya berdatangan pada Rasul saw seraya mengadukannya, maka Rasul
saw memanggilnya dan bertanya mengapa ia berbuat demikian, dan orang itu menjawab
Inniy Uhibbuhaa (aku mencintainya), yaitu ia mencintai surat Al Ikhlas, hingga selalu
menggandengkan Al Ikhlas dengan Alfatihah dalam setiap rakaat dalam shalatnya.
Apa jawaban Rasul saw? beliau bersabda : Hubbuka iyyahaa adkhalakal Jannah (cintamu
pada surat Al Ikhlas itulah yang akan membuatmu masuk sorga). Hadits ini berkali - kali
diriwayatkan dalam Shahih Bukhari.
Dan Shahih Bukhari adalah kitab hadits yang terkuat dari seluruh kitab hadits lainnya untuk
dijadikan dalil. Dan Imam Ibn Hajar telah menjelaskan :

151
14 Juli 2011 - 15:47:54 WIB

“pada riwayat ini menjadi dalil diperbolehkannya mengkhususkan sebagian surat
Alqur’an dengan keinginan diri padanya, dan memperbanyaknya dengan kemauan
sendiri, dan tidak bisa dikatakan bahwa perbuatan itu telah mengucilkan surat lainnya”
(Fathul Baari Bisyarah Shahih Bukhari Juz 3 hal 150 Bab Adzan.

Akan jelaslah Rasul saw tak melarang berupa ide – ide baru yang datang dari iman, selama
tidak merubah syariah yang telah ada, apalagi hal itu merupakan kebaikan.
Dan doa nisfu sya’ban adalah mulia, apa yang diminta? panjang umur dalam taat pada Allah,
diampuni dosa dosa, diwafatkan dalam husnul khatimah.
Salahkah doa seperti ini?, akankah perkumpulan seperti ini dibubarkan dan ditentang?
Tunjukkan pada saya satu hadits shahih atau dhoif yang melarang doa di malam nisfu
sya’ban? tidak ada!!

151
14 Juli 2011 - 15:48:22 WIB

Beramal dengan hadits dhoif adalah boleh, bukan dijadikan dalil hukum syariah, bukan
dijadikan dalil hukum fardhu atau hukum jinayat atau hukum syariah lainnya, mereka tak
bisa membedakan antara amal ibadah mustahab dengan hukum fardhu dan syara.
Nisfu sya’ban tak ada perayaan, siapa pula yang merayakannya? cuma Wahabi (gelar bagi
penganut faham Ibn Abdulwahhab, sebagaimana pengikut madzhab Imam Malik disebut
Malikiy, pengikut Imam Syafi’i disebut Syafi’i) saja yang menuduhnya.

151
14 Juli 2011 - 15:48:50 WIB

Mengenai fatwa Imam Syafii tentunya fatwa Hujjatul Islam Al Imam Syafii jauh lebih patut
di dengar dan dipercaya dari seorang Bin Baz, dan tidak bisa dibandingkan antara keduanya,
karena Imam syafii sudah menjadi Imam sebelum Imam Bukhari lahir, dan ia adalah guru
dari Imam Ahmad bin Hanbal, sedangkan Imam Ahmad bin Hanbal itu hafal 1.000.000
hadits dengan sanad dan matannya.
Dan Imam Ahmad bin Hanbal berkata : 20 tahun aku berdoa setiap malam untuk Imam Syafii,
dan Imam Syafii adalah Imam besar yang ratusan para Imam mengikuti madzhabnya.
Mengenai Imam Ghazali beliau adalah Hujjatul Islam, telah hafal lebih dari 300.000 hadits
dengan sanad dan hukum matannya.

151
14 Juli 2011 - 15:50:02 WIB

Beda dengan para wahabi yang diakui sebagai imam padahal mereka tak satupun sampai ke
derajat Al Hafidh (hafal 100.000 hadits dengan sanad dan hukum matannya), tapi fatwanya
menghukumi hadits – hadits seakan mereka itu para Nabi, dan ulama lain adalah salah.


NAAH JANGAN LUPA YA SABTU BESOK DI MONAS KITA BERDOA DAN BERZIKIR BERSAMA DI MALAM NISFU SYABAN BERSAMA GURU MULIA HABIB MUNZIR :)
Penjelasan
14 Juli 2011 - 16:11:33 WIB

Bener kan buktinya....katanya gak mau debat lagi, eh muncul lagi 151. Emang aneh 151...
151
14 Juli 2011 - 16:26:10 WIB

ana bukan mau debat....tp ana jelasin dalil2 kuat nisfu syaban, dr pd umat tertipu sama kaum sempalan wahabi? ye ga? hehehe
Penjelasan
14 Juli 2011 - 16:49:16 WIB

Dalil kuat ????
Menjelaskan dalil tentang hadits kemarin saja antum gak bisa caranya. Metode takhrijnya saja tidak tepat, lha sekarang koq malah antum melebar kemana2.
iar
14 Juli 2011 - 17:43:27 WIB

Mas 151 dan Bpk Penjelasan.
setiap mukmin yang berdo'a kepada saudara nya dan memohon kan ampun saudara-saudaranya baik yang masih hidup atau yang sdh mati, Insya ALLAH diterima do'a tersebut, selagi masih ada saudara saudara kita semuslim. mungkin do'a ini sering dibaca disegenap penjuru dunia, terutama hari jum'at. Baik oleh faham wahabi dan juga lainnya, termasuk kita. maka mohonkanlah ampun kepada ALLAH. dan saya yakin guru mulia Habib Munzir sebagai Ulama yang juga luas pengetahuannya pasti berdo'a untuk seluruh saudara-saudaranya, sebab beliau yang saya kenal sosok yang arif dan bijaksana dan juga rendah hati. Insya ALLAH kita mulyakan bulan sya'ban yang mulia ini yang nantinya Insya ALLAH kita akan bertemu bulan yang sangat mulya dari bulan bulan yang lain. mari kita saling memaafkan, dan saling mendo'akan. do'a kita begitu diharapkan oleh saudara-saudara kita yang sdh wafat.
151
15 Juli 2011 - 08:06:04 WIB

iar : mudah2an, tp guru mulia hb munzir jg bilang, paham wahabi ini tdk mau memulyakan nabi saw, maka dirisaukan wafatnya dlm keadaan su'ul khotimah.....nah, tp kita berharap albani sblm wafatnya sdh bertaubat dr paham wahabinya...amin, itu saja
151
15 Juli 2011 - 08:10:57 WIB

ana punya usul, bagaimana jika kita bahas masalah figih di web, ini, insyaALLAH semua jawaban ana rujuk dr jawaban guru mulia hb munzir :)...gmn? setuju ga?
Abu Rifa'i
15 Juli 2011 - 09:27:51 WIB

Assalamualaikum wr wb.
Ana sependapat dg 151, berantas wahabi di mana saja berada, mereka berdalil,nyari dalil, sepotong 2 ,nyari enaknya, dimana mereka katakan , bahwa ini dari imam syafi'i,bahwa ini dari ahlussunnah wal jamaah, semua itu REKAYASA WAHABI, tipu daya sekte2 wahabi, cuma nukil2 hadist, nukil perkataan ulama, yang pada hakikatnya, masih ada sambungannya yang lain, mereka tipu umat islam , dengan dalih pemurnian aqidah........

berjuang terus 151, ane dukung ente.........

dr, FOSWAN@swaja ( Forum silaturrohim Warga Nahdliyin ) Bekasi

by, Abu Rifa'i ( http//:www.foswan@swaja.com )
Penjelasan
15 Juli 2011 - 09:48:11 WIB

Assalamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
Kepada Mas Iar, terima kasih atas nasehatnya, barakallahu fiyk. Dalam kesempatan ini saya hanya ingin mendudukan masalah yang saya diskusikan dengan Sdr 151 yang seringkali mengumbar kebencian kepada mereka2 yang berbeda pendapat dengan mereka dan mencap WAHABI. Justru sebenarnya website ini yang dipenuhi kebencian. Coba apa maksud dengan menjelek2an nama2 ustadz di atas sebagai org2 yang sesat dengan sebutan Wahabi. Pemahaman tentang wahabi sendiri banyak yang berbeda pendapat, lantas kenapa dengan serat merta mencap mereka sebagai orang2 yang sesat. Apalagi kemudian forum ini memunculkan perdebatan yang menimbulkan permusuhan dan kebencian, yang disebabkan juga krn provokasi Sdr. 151 dan rekan2nya.

Penjelasan
15 Juli 2011 - 09:48:55 WIB

Terkait dengan hadits yang ditanyakan Sdr. Ardi, justru saya ingin mengetahui apakah memang Sdr. 151 tahu betul bagaimana menilai hadits dengan benar, dan nyatanya gampang saja bilang hari ini hadits ini shahih di lain waktu dhoif tanpa memberikan penjelasan dengan metode penthakrijan dengan benar. Sebutkan perawi dengan benar, tidak mengcopy paste pendapat2 yang ada. Okelah katakanlah hadit tsb dhoif, lha JIKA TERNYATA PALSU, BAGAIMANA? Apakah ini berarti telah berdusta atas nama Rasulullah. Ingat forum ini harusnya menjadi ajang dakwah dengan menyampaikan hal2 yang benar dan dengan cara yang ahsan, bukan saling menghujat seperti yang dilakukan oleh Sdr. 151 dan sejenisnya dengan kata2 yang kurang sopan (Bisa dilihat Komentar Sdr. 151 dan sejenisnya).
Penjelasan
15 Juli 2011 - 09:50:25 WIB

Selanjutnya, hadits yang ditanyakan Sdr. Ardi:
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar ra dari Rasulullah, beliau bersabda, Barangsiapa berhaji lalu menziarahi kuburanku setelah aku wafat maka dia seperti orang yang mengunjungiku sewaktu aku masih hidup”.
Dapat saya sampaikan bahwa: hadits tersebut dikeluarkan oleh Imam Ath-Thabrani (Dalam Al Mi’jamul Kabir No. 13497 dan Al Mu’jamul Ausath No. 3376), Ibnu ‘Adi (Al kamil fi Dhu’afa-ir Rijal 2/382), ad-Daraquthni (Sunan Ad-Daraquthni 2/278), Al baihaqi (As Sunanul Kubro No. 10054 dan Syu’abul Iman No. 4154) dan Al Fakihani (Akhbaru Makkah No. 901) dengan sanad mereka dari Hafs bin Sulaiman Ibnu Abi Dawud dari Al Laits bin Sulaim, dari Mujahid, dari ‘Abdullah bin Umar radhiallahuanhu, dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Penjelasan
15 Juli 2011 - 09:51:17 WIB

HADITS TERSEBUT PALSU, karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Hafs bin Sulaiman Ibnu Abi Dawud al Asadi. Tentang orang ini, Imam Ahmad, Abu hatim, al-Bukhari, Muslim dan an-Nasa’I mengatakan, “Hadits riwayat orang ini ditinggalkan (karena sangat lemah) (ini semua dinukil oleh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Tahdzibut Tahdzib 2/345) Imam Yahya bin Ma’in rahimahullah berkata, “Dia seorang pendusta”. Bahkan Ibnu Khirasi rahimahullah berkata, “Dia pendusta, (hadits riwayatnya) ditinggalkan dan dia pemalsu hadits. (lihat dalam Ibnu Hajar rahimahullah dalam Tahdzibut Tahdzib).
Dalam sanadnya juga ada perawi yang bernama al-Laits bin Abi Sulaim. Imam Ibnu Hajar rahumahullah mengomentari orang ini dengan mengatakan: “Dia orang jujur, tetapi hafalannya rancu dan tidak bisa dibedakan (yang benar dan salah), sehingga hadits (riwayat)nya ditinggalkan” (Tahdzibut Tahdzibhal 464).

Abu Rifa'i
15 Juli 2011 - 09:53:11 WIB

Foswan telah menerbitkan buku2 tentang sejarah hitam wahabi; yang berjudul :
MEMBONGKAR KEBOHONGAN DAN TIPU DAYA SEKTE WAHABI - SALAFY PALSU,
Dan banyak lagi buku2tentang amalan 2 yang di anggap bid'ah oleh mereka, dengan DALIL2 Yang kuat, Hadist Shohih Bukhori,...

_ tentang hukum baca yasin, tahlillan, maulid, ziarah kubur. dan lain sebagainya.

Info buku : 021. 93384786

Penjelasan
15 Juli 2011 - 09:55:13 WIB

Hadits ini juga diriwayatkan dari jalur lain, akan tetapi dalam sanadnya juga terdapat perawi yang dihukumi sebagai pendusta oleh para Ulama ahli hadits (lihat Silsilatul Ahaditsidh wal Maudhu’ah 1/121-122). Kelemahan hadits ini yang sangat fatal telah diisyaratkan oleh Imam Ibnu ‘Adi (dalam al-Kamil fi Dhu’afair Rijal 2/382) dan Ibnu ‘Abdil Hadi (Dalam kitab ash-sharimul manki hal. 63).
Demikian. Sekian dari saya.
Barakallahu fiykum.

Penjelasan
15 Juli 2011 - 09:57:54 WIB

Bagi yang sok2an nawarin sesuatu, mohon introspeksi diri ajalah.

Sekian.
Abu Rifa'i
15 Juli 2011 - 10:17:02 WIB

Ziarah kubur itu diperintahkan oleh rosulluloh saw, dan diperaktekan olehnya, hadist riwayat abu khoroiroh ra,
mengapa kita enggan ziarah ke makam nabi............?
perlu dipertanyakan tuh........

Abu Rifa'i
15 Juli 2011 - 10:24:32 WIB

To. penjelasan,'''''''' ;'Foswan tidak ada sok2an , ini amanat yang perlu disampaikan buat umat muslim yang masih ada kesempatan untuk kembali bertobat ,dengan ajaran yang lurus.
151
15 Juli 2011 - 13:43:35 WIB

SANGGAHAN UTK PENJELASAN WAHABI :

Ziarah kubur adalah mendatangi kuburan dengan tujuan untuk mendoakan ahli kubur dan sebagai pelajaran (ibrah) bagi peziarah bahwa tidak lama lagi juga akan menyusul menghuni kuburan sehingga dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah swt.
Ketahuilah berdoa di kuburan pun adalah sunnah Rasulullah saw, beliau saw bersalam dan berdoa di Pekuburan Baqi’, dan berkali kali beliau saw melakukannya, demikian diriwayatkan dalam shahihain Bukhari dan Muslim, dan beliau saw bersabda : “Dulu aku pernah melarang kalian menziarahi kuburan, maka sekarang ziarahlah”. (Shahih Muslim hadits no.977 dan 1977)
151
15 Juli 2011 - 13:45:24 WIB

Dan Rasulullah saw memerintahkan kita untuk mengucapkan salam untuk ahli kubur dengan ucapan “Assalaamu alaikum Ahliddiyaar minalmu’minin walmuslimin, wa Innaa Insya Allah Lalaahiquun, As’alullah lana wa lakumul’aafiah..” (Salam sejahtera atas kalian wahai penduduk penduduk dari Mukminin dan Muslimin, Semoga kasih sayang Allah atas yg terdahulu dan yang akan datang, dan Sungguh Kami Insya Allah akan menyusul kalian) (Shahih Muslim hadits no 974, 975, 976). Hadits ini menjelaskan bahwa Rasulullah saw bersalam pada Ahli Kubur dan mengajak mereka berbincang-bincang dengan ucapan “Sungguh Kami Insya Allah akan menyusul kalian”.

151
15 Juli 2011 - 13:46:05 WIB

Rasul saw berbicara kepada yg mati sebagaimana selepas perang Badr, Rasul saw mengunjungi mayat mayat orang kafir, lalu Rasulullah saw berkata : “wahai Abu Jahal bin Hisyam, wahai Umayyah bin Khalf, wahai ‘Utbah bin Rabi’, wahai syaibah bin rabi’ah, bukankah kalian telah dapatkan apa yg dijanjikan Allah pada kalian…?!, sungguh aku telah menemukan janji tuhanku benar..!”, maka berkatalah Umar bin Khattab ra : “wahai rasulullah.., kau berbicara pada bangkai, dan bagaimana mereka mendengar ucapanmu?”, Rasul saw menjawab : “Demi (Allah) Yang diriku dalam genggamannya, engkau tak lebih mendengar dari mereka (engkau dan mereka sama sama mendengarku), akan tetapi mereka tak mampu menjawab” (shahih Muslim hadits no.6498).

151
15 Juli 2011 - 13:46:47 WIB

Makna ayat : “Sungguh Engkau tak akan didengar oleh yg telah mati”.
Berkata Imam Qurtubi dalam tafsirnya makna ayat ini bahwa yg dimaksud orang yg telah mati adalah orang kafir yg telah mati hatinya dg kekufuran, dan Imam Qurtubi menukil hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim bahwa Rasul saw berbicara dengan orang mati dari kafir Quraisy yg terbunuh di perang Badr. (Tafsir Qurtubi Juz 13 hal 232).

Berkata Imam Attabari rahimahullah dalam tafsirnya bahwa makna ayat itu : bahwa engkaua wahai Muhammad tak akan bisa memberikan kefahaman kepada orang yg telah dikunci Allah untuk tak memahami (Tafsir Imam Attabari Juz 20 hal 12, Juz 21 hal 55, )
151
15 Juli 2011 - 13:48:43 WIB

Berkata Imam Ibn katsir rahimahullah dalam tafsirnya : “walaupun ada perbedaan pendapat tentang makna ucapan Rasul saw pada mayat mayat orang kafir pada peristiwa Badr, namun yg paling shahih diantara pendapat para ulama adalah riwayat Abdullah bin Umar ra dari riwayat riwayat shahih yg masyhur dengan berbagai riwayat, diantaranya riwayat yg paling masyhur adalah riwayat Ibn Abdilbarr yg menshahihkan riwayat ini dari Ibn Abbas ra dg riwayat Marfu’ bahwa : “tiadalah seseorang berziarah ke makam saudara muslimnya didunia, terkecuali Allah datangkan ruhnya hingga menjawab salamnya”, dan hal ini dikuatkan dengan dalil shahih (riwayat shahihain) bahwa
151
15 Juli 2011 - 13:49:35 WIB

Rasul saw memerintahkan mengucapkan salam pada ahlilkubur, dan salam hanyalah diucapkan pada yg hidup, dan salam hanya diucapkan pada yg hidup dan berakal dan mendengar, maka kalau bukan karena riwayat ini maka mereka (ahlil kubur) adalah sama dengan batu dan benda mati lainnya. Dan para salaf bersatu dalam satu pendapat tanpa ikhtilaf akan hal ini, dan telah muncul riwayat yg mutawatir (riwayat yg sangat banyak) dari mereka, bahwa Mayyit bergembira dengan kedatangan orang yg hidup ke kuburnya”. Selesai ucapan Imam Ibn Katsir (Tafsir Imam Ibn Katsir Juz 3 hal 439).

151
15 Juli 2011 - 13:50:19 WIB

Rasul saw bertanya2 tentang seorang wanita yg biasa berkhidmat di masjid, berkata para sahabat bahwa ia telah wafat, maka rasul saw bertanya : “mengapa kalian tak mengabarkan padaku?, tunjukkan padaku kuburnya” seraya datang ke kuburnya dan menyolatkannya, lalu beliau saw bersabda : “Pemakaman ini penuh dengan kegelapan (siksaan), lalu Allah menerangi pekuburan ini dengan shalatku pada mereka” (shahih Muslim hadits no.956)

Abdullah bin Umar ra bila datang dari perjalanan dan tiba di Madinah maka ia segera masuk masjid dan mendatangi Kubur Nabi saw seraya berucap : Assalamualaika Yaa Rasulallah, Assalamualaika Yaa Ababakar, Assalamualaika Ya Abataah (wahai ayahku)”. (Sunan Imam Baihaqi Alkubra hadits no.10051)

151
15 Juli 2011 - 13:51:28 WIB

Berkata Abdullah bin Dinar ra : Kulihat Abdullah bin Umar ra berdiri di kubur Nabi saw dan bersalam pada Nabi saw lalu berdoa, lalu bersalam pada Abubakar dan Umar ra” (Sunan Imam Baihaqiy ALkubra hadits no.10052)
l
Sabda Rasulullah saw : Barangsiapa yg pergi haji, lalu menziarahi kuburku setelah aku wafat, maka sama saja dengan mengunjungiku saat aku hidup (Sunan Imam Baihaqiy Alkubra hadits no.10054).
151
15 Juli 2011 - 13:52:26 WIB

Dan masih banyak lagi kejelasan dan memang tak pernah ada yg mengingkari ziarah kubur sejak Zaman Rasul saw hingga kini selama 14 abad (seribu empat ratus tahun lebih semua muslimin berziarah kubur, berdoa, bertawassul, bersalam dll tanpa ada yg mengharamkannya apalagi mengatakan musyrik kepada yg berziarah, hanya kini saja muncul dari kejahilan dan kerendahan pemahaman atas syariah, munculnya pengingkaran atas hal hal mulia ini yg hanya akan menipu orang awam, karena hujjah hujjah mereka Batil dan lemah.

151
15 Juli 2011 - 13:53:12 WIB

Dan mengenai berdoa dikuburan sungguh hal ini adalah perbuatan sahabat radhiyallahu’anhu sebagaimana riwayat diatas bahwa Ibn Umar ra berdoa dimakam Rasul saw, dan memang seluruh permukaan Bumi adalah milik Allah swt, boleh berdoa kepada Allah dimanapun, bahkan di toilet sekalipun boleh berdoa, lalu dimanakah dalilnya yg mengharamkan doa di kuburan?, sungguh yg mengharamkan doa dikuburan adalah orang yg dangkal pemahamannya, karena doa boleh saja diseluruh muka bumi ini tanpa kecuali
151
15 Juli 2011 - 13:57:40 WIB

NIH BIAR KITA DIDIK WAHABI SPY BENER DAN TOBAT..AMIN, SIMAK PENJELASAN GURU MULIA HB MUNZIR :

Hadits Dhoif adalah hadits yg lemah hukum sanad periwayatnya atau pada hukum matannya, mengenai beramal dg hadits dhaif merupakan hal yg diperbolehkan oleh para Ulama Muhadditsin,
Hadits dhoif tak dapat dijadikan Hujjah atau dalil dalam suatu hukum, namun tak sepantasnya kita menafikan (meniadakan) hadits dhoif, karena hadits dhoif banyak pembagiannya,
151
15 Juli 2011 - 13:58:49 WIB

Dan telah sepakat jumhur para ulama untuk menerapkan beberapa hukum dg berlandaskan dg hadits dhoif, sebagaimana Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah, menjadikan hukum bahwa bersentuhan kulit antara pria dan wanita dewasa tidak membatalkan wudhu, dengan berdalil pada hadits Aisyah ra bersama Rasul saw yg Rasul saw menyentuhnya dan lalu meneruskan shalat tanpa berwudhu, hadits ini dhoif, namun Imam Ahmad memakainya sebagai ketentuan hukum thaharah.

151
15 Juli 2011 - 14:00:15 WIB

Hadits dhoif ini banyak pembagiannya, sebagian ulama mengklasifikasikannya menjadi 81 bagian, adapula yg menjadikannya 49 bagian dan adapula yg memecahnya dalam 42 bagian, namun para Imam telah menjelaskan kebolehan beramal dengan hadits dhoif bila untuk amal shalih, penyemangat, atau manaqib, inilah pendapat yg mu’tamad, namun tentunya bukanlah hadits dhoif yg telah digolongkan kepada hadits palsu.

151
15 Juli 2011 - 14:01:15 WIB

Sebagian besar hadits dhoif adalah hadits yang lemah sanad perawinya atau pada matannya, tetapi bukan berarti secara keseluruhan adalah palsu, karena hadits palsu dinamai hadits munkar, atau mardud, Batil, maka tidak sepantasnya kita menggolongkan semua hadits dhaif adalah hadits palsu, dan menafikan (menghilangkan) hadits dhaif karena sebagian hadits dhaif masih diakui sebagai ucapan Rasul saw, dan tak satu muhaddits pun yg berani menafikan keseluruhannya, karena menuduh seluruh hadist dhoif sebagai hadits yg palsu berarti mendustakan ucapan Rasul saw dan hukumnya kufur.
151
15 Juli 2011 - 14:02:01 WIB

Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yg sengaja berdusta dengan ucapanku maka hendaknya ia bersiap siap mengambil tempatnya di neraka" (Shahih Bukhari hadits no.110),
Sabda beliau SAW pula : "sungguh dusta atasku tidak sama dengan dusta atas nama seseorang, barangsiapa yg sengaja berdusta atas namaku maka ia bersiap siap mengambil tempatnya di neraka" (Shahih Bukhari hadits no.1229),

151
15 Juli 2011 - 14:03:26 WIB

Cobalah anda bayangkan, mereka yg melarang beramal dengan seluruh hadits dhoif berarti mereka melarang sebagian ucapan / sunnah Rasul saw, dan mendustakan ucapan Rasul saw.

NAAAAAAAAH, MOGA2 WAHABI MEMANG MENCARI KEBENARAN DAN BUKAN MENCARI DEBAT..AMIIN :)
151
15 Juli 2011 - 14:11:18 WIB

NIH SIMAK PENDAPAT GURU MULIA HB MUNZIR TTG KEKURANG AJAWAN WAHABI YG SEENAK UDELNYA MANGHUKUMI HADIST2 RASUL SAW TANPA ILMU :


Wahai saudaraku ketahuilah, bahwa hukum hadits dan Ilmu hadits itu tak ada di zaman Rasulullah saw, ilmu hadits itu adalah Bid'ah hasanah, baru ada sejak Tabi'in, mereka membuat syarat perawi hadits, mereka membuat kategori periwayat yg hilang dan tak dikenal, namun mereka sangat berhati hati karena mereka mengerti hukum, bila mereka salah walau satu huruf saja, mereka bisa menjebak ummat hingga akhir zaman dalam kekufuran, maka tak sembarang orang menjadi muhaddits, lain dengan mereka ini yg dengan ringan saja melecehkan hadits Rasulullah saw.
151
15 Juli 2011 - 17:05:27 WIB

Hadirilah Tabligh & Dzikir Akbar Jalaalah 1000x Dan Do'a Nisfu Sya'ban Bersama Majelis Rasulullah​ SAW, Sabtu 16 Juli 2011, MONUMEN NASIONAL ( MONAS ) Jam 20:30 WIB, Jl. Medan Merdeka Raya, KALO NGAKU CINTA SAMA RASULILLAH​ SAW DATANG YA :)
Abu Rifa'i
15 Juli 2011 - 19:14:23 WIB

Amiinnn............Mudah2an wahabisme pada tobat ......dahh, kembali kepada ajaran yang lurus dan benar,.
Seharusnya mereka sadari hadist yang di ucapkan oleh Rosulullohsaw, bahwa akan datang FITNAH dari arah timur, dimana nabi sambil menunjuk kearah NAJD, bahwasanya disana akan timbul tanduk syetan, Nauzdu billah,...........


To.151, Insya Alloh kami hadir, diacara Majlis Rosululloh saw, .. Mohon do'a semoga sehat wal'afiat, Amin...
151
17 Juli 2011 - 21:50:32 WIB

abu rifa'i : amin ALLAHumma amin...mohon doakan ana jg ya :)...alhamdulillah acara mr sukses :)
Ardi
18 Juli 2011 - 07:58:44 WIB

Mohon maaf kepada semuanya, jika pertanyaan saya menjadi polemik.

Saya menghargai semua pendapat yang Mas dan Bapak2 sampaikan dalam forum ini. Namun jika saya mengingat pelajaran dulu sewaktu kuliah mengenai bagaimana cara menilai suatu hadits, spertinya apa yang disampaikan Bapak Penjelasan lebih memenuhi kaidah2 dalam menilai hadits, syukron. Termasuk konsisten dalam berpendapat terhadap suatu hadits.

Sekian dari saya, semoga kita semua bisa menjadi orang yang konsisten dalam ber ittiba' kepada Rasulullah dan para sahabat dan generasi salaf yang ahlussunnah.
151
18 Juli 2011 - 12:23:00 WIB

Ardi :

penjelasan itu kaga punya sanad ilmu dan guru, gimana bisa dipertanggung jawabkan ilmunya??? :)
Wen wen
18 Juli 2011 - 14:55:52 WIB

Fitnahlah diri sendiri untuk membangun jiwa, tetapi jangan sekali-kali memfitnah orang lain.
Abu Abdillah TMG
19 Juli 2011 - 20:08:00 WIB

Jika yg dimaksud wahhabi disini adalah yg membid'ahkan tahlilan 7 hari pasca kematian, membid'ahkan perayaan maulid nabi yg tidak pernah dilakukan para sahabat salafussalih atau yg selalu mendahulukan dakwah memberantas kesyirikan, maka Datangailah ustadz2 yg tertulis di web ini yg di klaim sebagai wahhabi karena merkalah Alhlussunnah yang sebernya. Ya web ini bermanfaat sekali untuk Anda. Semua yg tertulis daftar tsb adalah Salafi atau Ahlussunnah di jaman di saat semua kelompok mengaku Ahlussunnah. Ayo buktikan dan dengarkan kajian ustadz yg menimba ilmu dari para ulama langsung! Buktikan dan bandingkan Anda akan tahu yg sebenarnya.
Abdurrozzak
19 Juli 2011 - 20:17:14 WIB

Oiiii, pengumuman pengumuman. Saya cocok dengan salafi yang di cap wahhabi disini. Ternyata lebih ilmiah, justru dengan penjelasan di web ini saya jadi mantep mau ikut wahabi atau salafi mereka lah ahlussunnah mantep aku. Dan lihat dari gelarnya saja mereka jelas beljar langsung kepada tempat sumbernya ilmu agama, yaitu ulama di timur tengah. antara lain Madinah.
Abu Rifa'i
20 Juli 2011 - 06:16:37 WIB

Abdurrozak, antum sdh taklid buta, sebuta-buta nya , tanpa dasar agama yang kuat,


Masya ALLoh...........
Abu Rifa'i
20 Juli 2011 - 06:32:08 WIB

Antum semua yang pro wahabi_salafy palsu, sudah taklid buta, mengikuti, mengikuti,dan mengikuti,;
nashirudin albanny, bin bass dll, mereka orang 2 yang keras,.......,dalam segi apapun ,tanpa kompromi, lebih2 lagi dalam segi akidah, dimana Alloh disamakan dg mahluk, MasyaAlloh, ..........
Alloh itu , laisa kamislihi syai'un, tidak semisal dengan satu apapun,

" TAFAKKARUU FII CHOLKILLAH, WALAA TAFAKKARUU FII ZAATILLAH"

MUDAH2AN ENTE2 PADA SADAR...............
151
20 Juli 2011 - 08:02:04 WIB

Dan lihat dari gelarnya saja mereka jelas beljar langsung kepada tempat sumbernya ilmu agama, yaitu ulama di timur tengah. antara lain Madinah

jawab :

ulama yg kaga punya sanad ilmu dan guru ya percuma...hehehehe
151
20 Juli 2011 - 08:11:44 WIB

ayo dooonk tanya2 masalh figih disini...nanti ana jawab dr jawaban guru mulia hb munzir,..mana niiih kok sepi? :)
abu gosok
20 Juli 2011 - 15:22:56 WIB

AMBIL YANG BAIK BUANG YANG JELEK, tidak pantas sesama muslim saling mencaci maki, saya seorang muslim punya teman bahkan saya anggap saudara dari berbagi aliran, MUHAMMADIYAH, NU, Jamaah Tabliq, Salafiyah. tetapi kami saling menjaga hati, pikiran dan perasaan, karena sesungguhnya sesama muslim itu bersaudara. untuk urusan akherat siapa yang tahu. MAKA, SALINGLAH MEMAAFKAN karena sesungguhnya Allah SWT Mencintai Umatnya uang pemaaf. AMIEN .
Abu Rifa'i
20 Juli 2011 - 20:17:01 WIB

to, abu gosok
betul itu apa yang dibilang oleh abu gosok, ane juga demikian,.......
yang jadi masalah adalah ::"" Wahabi gemar menuduh ,menjastis ,mencap, saudra muslim sesat, ....jika berbeda paham dgn mereka, ini bukan rahasia lagi, bahkan sudah terang2an, dihadapan kita, .........apakah orang begini didiamkan saja.?.....menurut saya tidak!........tidak dan tidak, Kita juga berkewajiban ngasih pelajaran kpd mereka, agar mereka sadar, sesadar sadarnya, saya juga heran dgn wahabi....../? mengapa mereka selalu berputar pada masalah bid'ah,musyrik, ......padahal masih banyak perjuangan yang lebih penting, ....masalah kemungkaran2 yang ada di depan mata mereka, .......hati2 sobat ,......dengan politik Wahabi,.....yang diindikasikan bermuara ke Yahudia wan nashoro,.............( dimana mereka tidak akan puas, tdk akan senang ketika Islam menjaqdi satu2nya agama yang diridhoi Alloh swt,)
Abu Rifa'i
20 Juli 2011 - 20:25:05 WIB

Kebohongan2 sekte2 wahabi salafy palsu dapat dilihat; di www.foswan@swaja.com
151
21 Juli 2011 - 08:02:58 WIB

INI FAKTA KEBENCIAN WAHABI THD ASWAJA, DAKWAH HB MUNZIR DIHADANG WAHABI :

Sabtu 15 september 2007, Depok Beji, merupakan peristiwa yg sangat mengagetkan kami, tak disangka saudara kita muslimin melakukan penolakan keras atas kedatangan majelis dakwah yg akan berkunjung ke wilayah tersebut, memang ternyata wilayah itu mayoritas adalah jamaah muslimin yg anti maulid, namun minoritas pemuda setempat ingin mensyiarkan ramadhan dan mengundang Majelis Rasulullah saw untuk meramaikan sekaligus mendengarkan penjelasan mengenai cahaya kemuliaan Ramadhan, demi menyejukkan jiwa dan sanubari muslimin setempat untuk menikmati kemuliaan ramadhan dengan lebih khusyu, mereka menyiapkan dana untuk penyewaan sound system, proyektor dll, namun merupakan hal yg tak disangka, sebagian masyarakat menolak dengan tegas.
151
21 Juli 2011 - 08:03:39 WIB

Maka para pemuda berhati mulia itu tak mau memperbesar masalah, mereka pindah ke lapangan basket, ketika mulai mereka memasang umbul2 penunjuk jalan, maka datanglah beberapa dari kelompok anti maulid ini, seraya menghardik mereka dan berkata : "kami punya hak, karena kami warga sini..!", maka ketika kabar disampaikan pada pimpinan Majelis Rasulullah saw maka habib Munzir mengatakan agar pindah saja ke wilayah yg lain demi menghindari pertikaian, maka majelis dipindahkan ke wilayah lain. Fihak kepolisian telah dilapori atas kejadian ini, dan Kapolres Depok Bpk Imam pun sangat setuju dan mendukung akan diadakan majelis tersebut, namun keras kepala dari saudara
151
21 Juli 2011 - 08:04:07 WIB

saudara kita muslimin memang sangat berlebihan, maka majelis dipindahkan ke wilayah lain demi menjaga agar jangan sampai terjadi keributan, Penduduk di wilayah itu sebagian besar adalah anti maulid, terutama wilayah depok yg ternyata memang basis wahabi untuk wilayah terdekat ke Jakarta.

Menanggapi hal ini hb Munzir mengatakan : "Baru ini saya menemukan ada muslimin mengusir saudaranya yg akan membesarkan syiar ramadhan di wilayahnya, setahu saya Lapangan Basket itu adalah lapangan olah raga, ternyata bagi sebagian saudara kita kaum
151
21 Juli 2011 - 08:04:36 WIB

muslimin, berolah raga dengan mengikuti kebiasaan orang Amerika itu lebih afdhal dari syiar ramadhan yg disertai Alqur'an dan Hadits Nabi saw". Bahkan bagian keamanan Negara telah setuju, apalagi dg persetujuan dari Kapolres akan acara ini, namun Alhamdulillah masyarakat Ahlussunnah waljamaah lebih menghendaki kedamaian. Karena kalau tidak, maka sudah tak tersisa lagi satupun kaum wahabi di Bumi Indonesia ini kecuali telah dibantai dan dihabisi, sebagaimana pasukan Ali bin Abi Thalib kw menghabisi kaum rafidhah, atau sebagaimana pasukan Abubakar shiddiq ra menumpas habis kaum anti zakat. Hal ini merupakan permasalahan umum bagi kita kaum muslimin,
151
21 Juli 2011 - 08:05:15 WIB

sebelum kita membenahi non muslim diluar kita, kita mestilah membenahi diri kita sendiri, jiwa jiwa muslimin yg demikian inilah yg mesti diperbaiki, tidak pantas seorang muslim menuduh saudara muslimnya sebagai musyrik, karena hal itu telah dilarang keras oleh Rasulullah saw.

Semoga Allah memberi kekuatan dan pertolongan pada Ahlussunnah waljamaah untuk bangkit dan mulai menegakkan bendera Alhaqq di rumahnya, di musholla nya, di masjidnya, di tempat pekerjaannya, di tempat kuliah dan sekolahnya, dan di wilayahnya, yg mana wabah kerusakan akidah sebab faham wahabi ini telah menghancur leburkan banyak akidah muslimin, sedemikian banyak terjadi pertentangan bahkan pertumpahan
151
21 Juli 2011 - 08:05:41 WIB

darah karena mereka menimbulkannya, maka terjadilah fitnah, muslimin saling memusyrikkan satu sama lain, saling membatilkan satu sama lain, kyai kyai mulia dan ulama ulama dihujat dan dikatakan biang kemusyrikan, masjid masjid yg dipenuhi keselarasan dan kedamaian dirusak kedamaiannya dengan keraguan masalah qunut, qabliyah jumat, dilarang saling bersalaman, dilarang menghargai kyai dan orang tuanya dg mencium tangan mereka, dilarang berdoa bersama, dilarang berdzikir bersama, dilarang mensyiarkan tasyakkuran, dan banyak lagi hal hal yg menimbulkan kedamaian dirusak dan dihancurkan.
151
21 Juli 2011 - 08:06:33 WIB

Muncullah generasi sesat yg memusyrikkan orang yg berziarah, mereka melihat orang bershalawat maka mereka mencibir sinis, melihat orang bersalaman mereka mencibir sinis, melihat orang mencium tangan kyainya atau ibunya mereka mencibir sinis, melihat orang beristighfar mereka mencibir sinis, Jelaslah sudah dimata kita kelompok siapa mereka ini, mereka adalah saudara saudara kita yg sakit akidahnya, mereka terkena penyakit menular yg berbahaya dan akibatnya adalah mati dalam su'ul khatimah, Semoga Allah swt mencurahkan hujan hidayah kepada Bumi Jakarta dan seluruh permukaan barat dan timur.
151
21 Juli 2011 - 08:07:13 WIB

Menanggapi artikel ini Hb Munzir menambahkan :
"Insya Allah pada kesempatan yg akan datang kita akan membuat acara yg sama ditempat tersebut bekerjasama dg PKS setempat dan FPI depok sekaligus mempererat hubungan silaturahmi, karena telah ada kordinasi dengan petinggi PKS dan petinggi FPI setelah kejadian ini untuk mengadakan acara tersebut bersama sama, walillahittaufiq".


Narjo
22 Juli 2011 - 16:24:47 WIB

151 Aneh nih, katanya sdh mau puasa, habis nishfu sya'ban, gak mau berdebat, koq menjilat ludah sendiri yah?
151
22 Juli 2011 - 16:38:39 WIB

151 Aneh nih, katanya sdh mau puasa, habis nishfu sya'ban, gak mau berdebat, koq menjilat ludah sendiri yah?

jawab :

bukan mau debat, cuma pgn memberikan fakta dilapangan aja hehehe
Narjo
22 Juli 2011 - 16:42:18 WIB

whatever your reason...it is so clearly for understanding for all eathat you are an opportunistic person.
151
22 Juli 2011 - 17:12:44 WIB

narjo :

sengit amat ente ana paparkan sifat wahabi dilapangan? malu ya ketawan sifat jeleknya weahabi? huehehehehe
narjo
22 Juli 2011 - 17:35:20 WIB

terserah elo aja....gw gak peduli ama elo. Mau ngejengkang keq, mau nyungsep keq, sebodo amat. Gw dah tahu elo aslinya.....
dah yee....sorry gw gak mau ngelayanin elo yg Oon, hahaha.....
151
25 Juli 2011 - 08:11:47 WIB

ayo dunk tanya2 apa aja tgt ilmu, nanti ana rujuk ke hb munzir
Ibnu.Suradi
26 Juli 2011 - 14:30:49 WIB

Jika Habib Munzir benar-benar memiliki sanad yang bersambung kepada Rasulullaah, mestinya beliau selalu menyampaikan ilmu dan mengajarkan amalan yang benar-benar berasal dari Rasulullaah. Tapi, mengapa beliau menyampaikan ilmu dan amalan Maulid Nabi yang jelas-jelas tidak berasal dari Rasulullah.

Jangan hanya mengaku memiliki guru bersanad bila masih menyampaikan ilmu dan amalan yang bukan dari Rasulullaah.

Wallaahu a'lam.
151
26 Juli 2011 - 15:47:03 WIB

Jika Habib Munzir benar-benar memiliki sanad yang bersambung kepada Rasulullaah, mestinya beliau selalu menyampaikan ilmu dan mengajarkan amalan yang benar-benar berasal dari Rasulullaah. Tapi, mengapa beliau menyampaikan ilmu dan amalan Maulid Nabi yang jelas-jelas tidak berasal dari Rasulullah.

jawab :

pemahaman dangkal, para imam2 besar aja bikin kitab maulid, nih buktinya :

151
26 Juli 2011 - 15:48:37 WIB

. Pendapat Imamul Qurra’ Alhafidh Syamsuddin Aljazriy rahimahullah dalam
kitabnya ‘Urif bitta’rif Maulidissyariif :
Telah diriwayatkan Abu Lahab di perlihatkan dalam mimpi dan ditanya apa keadaanmu?,
ia menjawab : “di neraka, tapi aku mendapat keringanan setiap malam senin, itu semua
sebab aku membebaskan budakku Tsuwaibah demi kegembiraanku atas kelahiran Nabi
(saw) dan karena Tsuwaibah menyusuinya (saw)” (Shahih Bukhari). maka apabila Abu
Lahab Kafir yang Alqur’an turun mengatakannya di neraka mendapat keringanan sebab ia
gembira dengan kelahiran Nabi saw, maka bagaimana dengan muslim ummat Muhammad
saw yang gembira atas kelahiran Nabi saw?, maka demi usiaku, sungguh balasan dari Tuhan
Yang Maha Pemurah sungguh sungguh ia akan dimasukkan ke sorga kenikmatan-Nya dengan
sebab anugerah-Nya.

151
26 Juli 2011 - 15:49:18 WIB

. Pendapat Imam Al Hafidh Syamsuddin bin Nashiruddin Addimasyqiy dalam
kitabnya Mauridusshaadiy fii maulidil Haadiy :
Serupa dengan ucapan Imamul Qurra’ Alhafidh Syamsuddin Aljuzri, yaitu menukil hadits
Abu Lahab

151
26 Juli 2011 - 15:50:44 WIB

. Syihabuddin Al Halwani
Dengan maulid fath al latif fi syarah maulid assyarif
Imam Ahmad bin Muhammad Addimyati
Dengan maulid Al Kaukab al azhar alal ‘iqdu al jauhar fi maulid nadi al azhar
Asyeikh Ali Attanthowiy
Dengan maulid nur as shofa’ fi maulid al mustofa
As syeikh Muhammad Al maghribi
Dengan maulid at tajaliat al khifiah fi maulid khoir al bariah

151
26 Juli 2011 - 15:52:03 WIB

Tiada satupun para Muhadditsin dan para Imam yang menentang dan melarang hal ini,
mengenai beberapa pernyataan pada Imam dan Muhadditsin yang menentang maulid
sebagaimana disampaikan oleh kalangan anti maulid, maka mereka ternyata hanya
menggunting dan memotong ucapan para Imam itu, dengan kelicikan yang jelas - jelas
meniru kelicikan para misionaris dalam menghancurkan Islam.

NAAAH SDH JELAS KAAAN? PARA IMAM2 BESAR SAJA BIKIN KITAB MAULID NABI SAW....NAH SEKRG MAU NGIKUTIN WAHABI YG GA JELAS SANADNYA ATO MAU NGIKUTIN PARA IMAM2 BESAR KITA? :)
Ibnu.Suradi
27 Juli 2011 - 10:56:14 WIB

Untuk Saudara 151 yang baik,

Kalau gurumu memang bersanad hingga ke Rasulullaah, tolong tunjukkan bahwa amalan Maulid Nabi itu diriwayatkan langsung oleh gurumu dari gurunya dari gurunya dari gurunya dan seterusnya dari Rasulullaah.

Kalau gak dapat menunjukkannya, berarti sanad guru yang anda agung-agungkan tersebut adalah palsu.

Wallaahu a'lam.
151
27 Juli 2011 - 12:26:45 WIB

Ibnu.Suradi :
guru2 ana niru sahabat, krn sahabatpun sdh bikin maulid waktu rasul saw msh hidup :

Berkata Abbas bin Abdulmuttalib ra : “Izinkan aku memujimu wahai Rasulullah..” maka
Rasul saw menjawab: “silahkan..,maka Allah akan membuat bibirmu terjaga”, maka
Abbas ra memuji dengan syair yang panjang, diantaranya : “… dan engkau (wahai nabi
saw) saat hari kelahiranmu maka terbitlah cahaya dibumi hingga terang benderang,

151
27 Juli 2011 - 12:27:54 WIB

dan langit bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan cahaya itu dan
dalam tuntunan kemuliaan (Al Qur’an) kami terus mendalaminya” (Mustadrak ‘ala
shahihain hadits no.5417)

151
27 Juli 2011 - 12:29:44 WIB

NAAAH TERBUKTIKAN KALO WAHABI INI UDAH GA PUNYA SANAD ILMU DAN GURU...TERNYATA JG GA MAU NGIKUTIN PERBUATAN SAHABAT GY MERAYAKAN MAULID RASUL SAW, HEHEHEHE...KENA BATUNYA LO WAHABI HIHIHIHIHII :)
Ibnu.Suradi
27 Juli 2011 - 14:23:53 WIB

Kalau masalah puji memuji, Rasulullaah dan para sahabat sering melakukannya satu sama lainnya tapi tidak berlebihan seperti yang diriwayatkan dalam banyak hadits shahih.

Seharusnya, bila ingin memperingati hari kelahiran Rasulullaah, anda musti melakukan amalan seperti yang dilakukan oleh beliau. Beliau berpuasa pada hari Senin dan Kamis karena hari Senin adalah hari kelahiran beliau.

Wallaahu a'lam.

Ibnu.Suradi
27 Juli 2011 - 14:25:40 WIB

Lalu apa yang kalian lakukan? Kalian bukannya berpuasa tapi malah makan-makan sampai kenyang.

Coba kalau kalian semua berpuasa Senin dan Kamis, maka Islam akan jaya. Percayalah, lama lama, kalian juga ingin melaksanakan amalan-amalan sunnah lainnya seperti berjenggot dan berpakaian di atas mata kaki.

Karena sering melakukan amalan yang bukan sunnah, maka kalian menjadi sering memperolok-olok sunnah. Perhatikan apa yang sering dikatakan oleh salah satu guru kalian, K.H. Manarul Hidayah tentang Muslim yang berjenggot dan berpakaian di atas mata kaki. Ia menyebut mereka sebagai: "Mereka itu RCTI alias Rombongan Celana Tinggi Indonesia"

Wallaahu a'lam.


Ibnu.Suradi
27 Juli 2011 - 14:30:36 WIB

Sebutan olok-olokan tersebut sering ia sampaikan saat memberikan ceramah Maulid Nabi di Jakarta dan sekitarnya.

Wallaahu a'lam.
151
28 Juli 2011 - 08:06:17 WIB

tapi tidak berlebihan seperti yang diriwayatkan dalam banyak hadits shahih.
jawab :

org yg ga mau memulyakan nabi saw adalah titisan iblis, wajar kita memulyakan nabi saw, krn jasa beliau saw amat sgt besar thd kita, hanya wahabi saja yg ga ada sopan2nya sama nabi muhammad saw

Seharusnya, bila ingin memperingati hari kelahiran Rasulullaah, anda musti melakukan amalan seperti yang dilakukan oleh beliau

jawab :

lah sahabat saja jelas2 memperingati hari kelahiran rasul saw dg memujinya knp kita dilarang memuji beliau saw??? eh wahabi, kita senin kamis puasa malamnya maulid utk nabi saw, tuuh kita jg puasa sunnah :)

Lalu apa yang kalian lakukan? Kalian bukannya berpuasa tapi malah makan-makan sampai kenyang.

151
28 Juli 2011 - 08:08:16 WIB

jawab :

wahabi ini memang bakhil, org mau memulyakan tamu2nya dg memberi makanan malah dibilang makan sampe kenyang, bukankah memulyakan tamu itu jg sunnah woy? eh wahabi, ente tau ga diantara tamu2 yg ikut maulid itu ada yg fakir miskin, yatim piatu, fuqoro, bukankah ini hal yg mulia menjamu mereka makan? ah ah ah mang dasar pelit wahabi!!! huehehehe

Karena sering melakukan amalan yang bukan sunnah, maka kalian menjadi sering memperolok-olok sunnah.

jawab :

tuuh fitnah lagi, kita maulid itu bershollawat utk nabi saw bukankah bershollawat itu sunnah bahkan wajib dlm sholat ? kita bersiwak, kita puasa senin kamis, kita sedekah, kita berzikir, eeeh malah dituduh melakukan amalan yg bkn sunnah, hehehe lucu nih wahabi :)
151
28 Juli 2011 - 08:09:52 WIB

K.H. Manarul Hidayah tentang Muslim yang berjenggot dan berpakaian di atas mata kaki. Ia menyebut mereka sebagai: "Mereka itu RCTI alias Rombongan Celana Tinggi Indonesia"


jawab :

ya wajarlah, krn kalian sendiri yg memisahkan diri dr kita, jd jgn salahkan org lain kalo melihat wahabi aneh dan kocak hihihihi, maap ya wahabi....

151
28 Juli 2011 - 08:11:38 WIB

NIH PENJELASAN GURU MULIA HB MUNZIR TTG ISBAL YG MANA HADIST INI DIPAHAMI DG AKAL DANGKAL WAHABI, GINI NIH YG BENER :

Isbal (tidak membuat pakaian menjela/memanjang dibawah mata kaki) adalah sunnah Rasul saw dalam sholat dan diluar shalat,

Rasul saw bersabda : "Barangsiapa yg menyeret nyeret pakaiannya (menjela pakaiannya/jubahnya krn sombong maka Allah tidak akan melihatnya dihari kiamat (murka)" lalu berkata Abubakar shiddiq ra : Wahai Rasulullah..., pakaianku menjela.., maka berkata Rasul saw : "Sungguh kau memperbuat itu bukan karena sombong" (Shahih Bukhari Bab Manaqib).
151
28 Juli 2011 - 08:13:37 WIB

berkata AL Hafidh Imam Ibn Hajar mengenai syarah hadits ini : "kesaksian Nabi saw menafikan makruh perbuatan itu pada ABubakar ra" (Fathul Baari bisyarh shahih Bukhari Bab Manaqib).

jelaslah sudah bahwa perbuatan itu tidak makruh apalagi haram, kecuali jika diperbuat karena sombong,
dimasa itu bisa dibedakan antara orang kaya dg orang miskin adalah dilihat dari bajunya, baju para buruh dan fuqara adah pendek hingga bawah lutut diatas matakaki, karena mereka pekerja, tak mau pakaiannya terkena debu saat bekerja,

dan para orang kaya dan bangsawan memanjangkan jubahnya menjela ketanah, karena mereka selalu berjalan diatas permadani dan kereta, jarang menginjak tanah,

Ibnu.Suradi
28 Juli 2011 - 09:02:11 WIB

Bismillaah,

151 menulis:

"wajar kita memulyakan nabi saw, krn jasa beliau saw amat sgt besar thd kita,"

Jawab:

Memuliakan Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam itu dengan melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya. Kalau Rasulullaah memerintahkan kita merapatkan shaf shalat berjamaah, berjenggot dan berpakaian di atas mata kaki, maka kita hendaknya merapatkan shaf, berjenggot dan berpakaian di atas mata kaki.

Lalu apa yang kalian lakukan? Shaf shalat berjamaah berantakan, memotong habis jenggot dan pakaian menyapu tanah.

Wallaahu a'lam.
Ibnu.Suradi
28 Juli 2011 - 09:11:17 WIB

Saya menulis:

"Karena sering melakukan amalan yang bukan sunnah, maka kalian menjadi sering memperolok-olok sunnah. Perhatikan apa yang sering dikatakan oleh salah satu guru kalian, K.H. Manarul Hidayah tentang Muslim yang berjenggot dan berpakaian di atas mata kaki. Ia menyebut mereka sebagai: "Mereka itu RCTI alias Rombongan Celana Tinggi Indonesia"

151 menjawab:

ya wajarlah, krn kalian sendiri yg memisahkan diri dr kita, jd jgn salahkan org lain kalo melihat wahabi aneh dan kocak hihihihi, maap ya wahabi....

Komentar saya:

Bagaimana kalian bisa mengatakan bahwa kami memisahkan diri dengan melaksanakan sunnah berjenggot dan berpakaian di atas mata kaki. Mustinya kalian yang memisahkan diri dari umat Rasulullaah dengan mencampakkan sunnah tersebut.

Wallaahu a'lam.

Ibnu.Suradi
28 Juli 2011 - 09:24:37 WIB

Bismillaah,

Saya tantang kalian, wahai pengamal Maulid Nabi. Rapatkanlah shaf shalat berjamaah kalian sesuai dengan hadits riwayat Abu Daud dari Nu'man bin Bashir: "...dan setiap dari kami menempelkan bahu kami dengan bahu kawannya dan menempelkan mata kaki dengan mata kaki kawannya."

Sudah terbukti kalian tidak bisa. Sejak belajar shalat pada usia 7 tahun hingga sekarang sudah tamat kuliah, bekerja, menikah dan punya anak, saya menemukan kalian di kebanyakan masjid dan musholla di kota-kota da desa-desa bahwa kalian tidak bisa melakaukannya terbukti dari berantakannya shaf shalat berjamaah kalian.

Wallaahu a'lam.
Ibnu.Suradi
28 Juli 2011 - 09:45:26 WIB

Bismillaah,

Nasehat buat 151 dan kawan-kawannya:

Janganlah kalian merasa sebagai pecinta Rasulullaah sambil menuduh yang lain keturunan iblis jika kalian belum bisa melaksanakan perintah Rasulullaah untuk merapatkan shaf shalat berjamaah dengan benar.

Wallaahu a'lam.
wawan
28 Juli 2011 - 10:40:32 WIB

yang benar saja nih. siapa pemilik webbsite ini. kok ngawuur dan nggak ilmiyah banget. takutlah pada Allah! coba jelaskan dulu ASWAJA itu apa lalu WAHABI itu apa dan bandingkan ajaran keduanya. baru akan jelas yang benar atau tidak benar.
151
28 Juli 2011 - 13:39:52 WIB

BODOHNYA WAHABI MEMAHAMI HADIST ISBAL INI :

HB MUNZIR :
Isbal (tidak membuat pakaian menjela/memanjang dibawah mata kaki) adalah sunnah Rasul saw dalam sholat dan diluar shalat,

Rasul saw bersabda : "Barangsiapa yg menyeret nyeret pakaiannya (menjela pakaiannya/jubahnya krn sombong maka Allah tidak akan melihatnya dihari kiamat (murka)" lalu berkata Abubakar shiddiq ra : Wahai Rasulullah..., pakaianku menjela.., maka berkata Rasul saw : "Sungguh kau memperbuat itu bukan karena sombong" (Shahih Bukhari Bab Manaqib).
151
28 Juli 2011 - 13:40:45 WIB

berkata AL Hafidh Imam Ibn Hajar mengenai syarah hadits ini : "kesaksian Nabi saw menafikan makruh perbuatan itu pada ABubakar ra" (Fathul Baari bisyarh shahih Bukhari Bab Manaqib).

jelaslah sudah bahwa perbuatan itu tidak makruh apalagi haram, kecuali jika diperbuat karena sombong,
dimasa itu bisa dibedakan antara orang kaya dg orang miskin adalah dilihat dari bajunya, baju para buruh dan fuqara adah pendek hingga bawah lutut diatas matakaki, karena mereka pekerja, tak mau pakaiannya terkena debu saat bekerja,
151
28 Juli 2011 - 13:42:02 WIB

dan para orang kaya dan bangsawan memanjangkan jubahnya menjela ketanah, karena mereka selalu berjalan diatas permadani dan kereta, jarang menginjak tanah,

maka jadilah semacam hal yg bergengsi, memakai pakaian panjang demi memamerkan kekayaannya, dan itu tak terjadi lagi masa kini, orang kaya dan miskin sama saja, tak bisa dibedakan dengan pakaian yg menjela.

jelas dibuktikan dengan riwayat shahih Bukhari diatas, bahwa terang2an abubakar shiddiq ra berpakaian spt itu tanpa sengaja, namun Rasul saw menjawab : "Kau berbuat itu bukan karena sombong"

berarti yg dilarang adalah jika karena sombong.
151
28 Juli 2011 - 13:48:15 WIB

PENJELASAN HB MUNZIR TTG RAPAT SHOF SHOLAT :

merapatkan shaf bukan rukun shalat dan sunnah saja, demikian dalam madzhab syafii.
dalam Madzhab syafii, Maliki, Hambali, dan Hanafi hukumnya makruh jika tidak meratakan dan meluruskan shaf. namun ada pendapat lain seperti Ibn Taimiyyah dll yg mengatakannya wajib.
hal itu disebutkan pada hadits shahih riwayat Abu Dawud, namun yg dimaksud adalah rapatnya shaf, bukan memaksakan kaki harus bersentuhan padahal tubuh berjauhan, karena jika tubuh renggang, walau kaki bersentuhan maka saat rukuk, duduk dan sujud akan terpisah juga.

151
28 Juli 2011 - 13:54:56 WIB

PENJELASAN HB MUNZIR LG :

Rasul saw memerintahkan kita untuk merapatkan shaf dan menghindari kerenggangan, setelah rapat maka bersentuhan antara bahu dg bahu dan kaki dg kaki, demikian diriwayatkan dalam banyak hadits, diantaranya pada Sunan Abu Dawud hadits no.662, namun bukan memaksakan pada yg disamping kita untuk bersentuhan kaki dan dengan melebarkan tangan agar bersentuhan bahu, namun menggeser agar kerenggangan tertutup dan ajaklah yg sebelah kita untuk turut menggeser lagi agar
151
28 Juli 2011 - 13:56:06 WIB

rapat, dan bukan merenggang tubuh namun merentangkan kaki dan tangan, ini sering dilakukan oleh sebagian kelompok muslimin anti maulid, mereka memaksakan diri untuk menempelkan kaki dengan kaki hingga kedua kaki mereka merenggang, hingga kehilangan khusyu dalam shalat karena sibuk berusaha menempelkan kakinya, karena hal yg utama adalah kekhusyuan shalat, dan renggangnya shaf tidak membatalkan shalat, namun memang merupakan hal yg makruh, demikian menurut ulama
151
28 Juli 2011 - 13:56:52 WIB

Madzhab Syafii, maka bagi kita untuk berusaha merapatkan diri dengan yg samping kita, dan bila kebetulan orang yg sebelah kita adalah orang awam maka berusahalah menjelaskan dg lembut bila ada kesempatan, dan jangan memaksakan diri dengan menegurnya dg keras, ditakutkan ia akan shalat dan hatinya penuh kekesalan pada kita, hingga justru tubuh kita saling bersentuhan namun hati kita saling bermusuhan dg yg disebelah kita hanya karena tak merapatkan shaf, tentunya ini salah besar dan berakibat lebih buruk.
151
28 Juli 2011 - 14:06:02 WIB

PENJELASAN HB MUNZIR TTG JENGGOT :

mengenai jenggot ini meman sunnah dipanjangkan, namun berkata A Hafidh Al Muhaddits Al Imam Nawawi rahimahullah bahwa hal yg makruh membiarkan jenggot serabutan tak teratur (Syarh Nawawi ala shahih Muslim Juz 3 hal 149), hal ini menunjukkan bahwa memang makruh bahkan pendapat lain merupakan haram mencukur jenggot kecuali bila tidak rapih, karena hal itu (mencukur jenggot) merupakan adat orang kafir persia (dimasa itu).
151
28 Juli 2011 - 14:11:12 WIB

Sebagaimana berkata A hafidh Al Muhaddits Al Imam Muhammad bin Ali Assyaukaniy rahmahullah : “telah berkata Al Imam Qadhi Iyadh bahwa menggunting jenggot bila terlalu panjang dan mencukurnya untuk merapihkannya merupakan hal yg baik”, dan berikhtilaf para ulama dalam mengguntingnya, Imam Malik tak menyukai bila terlalu panjang, dan sebagian lain membatasinya hanya sampai sepanjang genggaman tangan saja” (Naylul Awthar Juz 1 hal 136).
151
28 Juli 2011 - 14:12:16 WIB

Jelaslah sudah bahwa Jumhur ulama ahlussunnah menghukumi makruh menggunting jenggot, kecuali untuk kerapihan, justru makruh membiarkannya serabutan tak menentu.

Namun saudaraku hukumnya bukan haram, tapi makruh, walaupun ada sebagian kecil yg mengharamkannya.

Ibnu.Suradi
29 Juli 2011 - 09:03:21 WIB

Bismillaah,

Merapatkan shaf shalat berjamaah, memelihara jenggot dan berpakaian di atas mata kaki adalah amalan yang dikerjakan untuk membuktikan bahwa pelaku amalan tersebut bersemangat melaksanakan perintah Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam.

Itulah Ahlul Sunnah wal Jamaah. Mereka bersemangat mengikuti Rasulullaah dalam beramal ibadah tanpa memilih-milih apakah amalan tersebut wajib atau sunnah. Ketika mendapatkan perintah dari Rasulullaah, para sahabat bersegera melaksanakannya tanpa bertanya: "Ya, Rasulullaah! Apakah amalan ini wajib atau sunnah?

Ini jauh berbeda dengan kalian. Kalian pilih-pilih terlebih dahulu dalam melaksanakan amalan. Apakah amalan itu wajib atau sunnah? Kalau wajib, kalian melaksanakan. Kalau sunnah, kalian menanggaapinya: "Nanti dulu. Toh tidak berdosa bila meninggalkannya." Akibanya, banyak sunnah kalian tinggalkan termasuk merapatkan shaf rapat, meleihara jenggot dan berpakaian di atas mata kaki.

Wallaahu a'lam.
Ibnu.Suradi
29 Juli 2011 - 09:34:13 WIB

151 menulis:

"BODOHNYA WAHABI MEMAHAMI HADIST ISBAL"

Komentar:

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Keadaan pakaian seorang muslim hingga setengah betis, tidaklah berdosa bila memanjangkannya antara setengah betis hingga di atas mata kaki.” [Hadits Riwayat. Abu Dawud 4093, Ibnu Majah 3573, Ahmad 3/5, Malik 12. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al-Misykah 4331]

Jadi, secara umum pakaian yang turun hingga di bawah mata kaki bukanlah pakaian seorang Muslim. Berpakaian di atas mata kaki adalah sunnah.

Lalu kenapa kalian meninggaalkan sunnah yang mulia tersebut? Apakah kalaian takut disebut teroris? Apakah kalian malu dianggap aneh? Apakah anda khawatir dikucilkan oleh masyarakat isbal?

Ahlul Sunnah wal Jamaah kok meninggalkan sunnah?

Wallaahu a'lam.



iar
29 Juli 2011 - 17:30:49 WIB

Assalamu'alaikum Wr Wb,
untuk semua saudara saudaraku se iman dan se keyakinan. dalam kesempatan ini saya hanya ingin mengucapkan maaf yang sedalam dalamnya.
buat Bapak Penjelasan, Mas 151, dan Bpk Ibnu dan semuanya dech, mari kita sambut bulan ramadhan ini dgn suka cita. mari rapatkan shaf sesama muslim, email saya kalo ada yang salah kata atau hujatan thd antum semua mohon dimaafkan.
Wassalam.
abu muhasana
29 Juli 2011 - 22:17:24 WIB

sebenernya wahabi itu siapa? ana tanya kepada antum semua dan mas admin..klo memang nisbat itu disandarkan kepada syaikh muhammad bin abdul wahab,,,kenapa yang diambil dari nama bapaknya...bukan dari nama beliau sendiri, (Muhammad), maka dari sini mas2 yang belum tahu boleh ana katakan hanya mengikuti tuduhan2 yang memang sangat jauh dari akhlak islam murni yang kalian banggakan.

maka demikian, berbahagialah antum2 semua karena antum yang dicap sebagai wahabi dinisbatkan kepada asmaul husna Allah Ta'ala (Al Wahab), yang senantiasa mentauhidkan, mengikuti manhaj Nabi Muhammad Shallahu'alaihiwassalam dengan apa yang sahabat beliau jalankan.

Dan akan senantiasa ada dari umat ini, yang mengikuti jalan salaf, hingga akhir zaman nanti, meskipun manusia hendak memadamkan. dan ana lihat sendiri sekarang keberkahan dakwah salaf mulai bertebaran ke segala penjuru bumi...
Ibnu.Suradi
01 Agustus 2011 - 10:07:09 WIB

Bismillaah,

Pada hari pertama berpuasa Ramadhan, saya mohon maaf kepada semua pembaca forum ini terutama Saudara 151.

Di bulan suci yang penuh berkah ini, mari kita jaga lisan kita dari mengatakan yang buruk-buruk dan kita jaga tangan kita dari menuliskan yang melukai hati sesama saudara. Kita berharap semoga kita berhasil menjalankan ibadah puasa ini sehingga kita akan menjadi hamba yang benar-benar bertaqwa kepada Allah yang menciptakana kita.

Wallaahu a'lam.
wong Ciamis
01 Agustus 2011 - 10:34:38 WIB

sama-sama saya juga manusia yang banyak salahnya...mohon maaf buat semua temen2 di forum ini
nur
01 Agustus 2011 - 15:54:27 WIB

lumayan buat mencari alamat untuk mondok ke ustadz salafy
151
04 Agustus 2011 - 08:01:14 WIB

utk semua wahabi dan aswaja di forum ini, mohon maaf lahir batin ye, maap telat hehehe :)
Asep
06 Agustus 2011 - 09:24:38 WIB

Alhamdulillah, ane jadi tau tempat dakwah salaf di daerah asal ane. makasih ya. ane di sumatra jadi pas pulkam bisa langsung silaturahim kesana.
Allahu Akbar
07 Agustus 2011 - 02:16:53 WIB

Klo saya: Ihtilaful Ummati Rahmatun di satu sisi, dan wah tilaful Ummati Niqmatun di sisi yang lainnya.

Barangsiapa berjujjah dan benar ajraini, dan barangsiapa berhujjah dan salah, maka ajrun
Hasan
12 Agustus 2011 - 10:05:36 WIB

Smg ini bs kita niatkan sbg tempat utk saling menasihati, dan jangan lupa memperbaiki diri.
orang yg bicara dg hati dan ikhlas insya Allah mendapat pahalaNya, tapi kalo dg hawa nafsu dan kemarahan kita patut khawatir ditumpangi syaitan dan dapat semakin mengeraskan hati yg justru membuat kita jauh dari Allah
ABUNAWAS
15 Agustus 2011 - 02:08:28 WIB

KAMI AKAN MEREBUT KEMBALI BAITULLAH, SEPERTI KAMU MEREBUT BAITULLAH DARI KAMI
MEMBERSIHKANNYA DARI MEREKA YANG SEDANG BERKUASA SAAT INI, MELURUSKAN AJARAN-NYA, DAN MEMBUMIHANGUSKAN MEREKA YANG CINTA DUNIA BESERTA AGEN-AGENNYA DI SELURUH DUNIA...TUNGGU SAAT NYA
Ibnu.Suradi
15 Agustus 2011 - 10:21:37 WIB

Bismillaah,

Jangan Ajak Syaitan Bersama Kita Dalam Shalat

Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Rapatkanlah shaf-shaf kalian, saling berdekatanlah, dan luruskanlah dengan leher-leher (kalian), karena demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggamannya, sesungguhnya aku melihat setan masuk dari celah-celah shaf seakan-akan dia adalah kambing kecil.” (HR Abu Dawud)

Betapa banyaknya umat Islam yang tidak merapatkan shaf shalat berjamaahnya sehingga meninggalkan celah-celah dalam shaf. Mereka tidak menyadari bahwa mereka telah membiarkan setan masuk ke dalam celah-celah saf yang renggang tersebut dan bersama mereka dalam shalatnya dari takbir hingga salam.

Pantas saja kita tidak betah thuma'ninah dan khusyu' dalam shalat. Sebaliknya, kita ingin buru-buru menyelesaikan shalat kita.

Wallaahu a'lam.
ABUNAWASLAGI
15 Agustus 2011 - 23:58:45 WIB

MAKLUMLAH MAZHAB BARU KEMAREN SORE LAGI NYARI NGETOP BIAR BESAR NAMANYA SI WAHAB.....

YANG PENTING DALAM SHOLAT ITUH PAK...???
TAHU RUKUN DAN SYARATNYA, THUMA'NNAH ITU BAGIAN DARI RUKUN SHOLAT......JANGAN-JANGAN GAK TAU ADA BERAPE RUKUN N SYARAT SHOLAT LAGI.........TAHUNYE CUMEN
BARIS BERBARIS KAYA PASKIBRA

KALO GAK TAU KAGAK SAH TUH BOY....
BIAR SHOLAT LOH KHUSYU' TERUS PAKE THUMA'NINA DAN BERBARIS KAYA PERANG TAPI KALOK GAK TAU RUKUN N SYARATNYA ITU CUMA
RITUAL AJAH...
MAKANYE ENTE JADI SOMBONG DAH PENGEN NGAFIRIN ORANG AJA KAYA ISLAM PUNYA LO AJAH


NAH ULAMA-ULAMA KITA TERDAHULU JELAS SILSLAH GURUNYA ILMU DAN KEILMUANNYA BISA DIPERTANGGUNG JAWABKAN
DAH SATU HAL LAGI MEREKA ADALAH ORANG-ORANG YANG TAWADHU'
TIDAK SEPERTI KAMU...............MENDAPATKAN API TAPI TIDAK MENDAPATKAN SINARNYA CUMA PANASNYA AJAH

HUUUHHHH....DASAR....QARN ASSYAYATIIN

Ibnu.Suradi
16 Agustus 2011 - 10:38:46 WIB

Bismillaah,

Betul, Pak Abunawas. Kita musti tahu rukun shalat. Namun yang lebih penting dari itu, kita harus tahu bagaimana cara melaksanakan rukun shalat tersebut sesuai yang diajarkan Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam kepada umat Islam.

Jangan-jangan kita melaksanakan rukun shalat tersebut berbeda dari yang diajarkan Rasulullaah. Kan, jadi sia-sia shalat kita.

Wallaahu a'lam.
newbie
18 Agustus 2011 - 14:48:39 WIB

terima kasih soudara 151,

alhamdulillah ane jadi bener-bener semangat ingin ikut kajian salaf, jadi tau mana yang tong kosong dan berdasarkan dalil.
ada tidak daftar ustadz salaf di tangerang, ane mo ikut kajian salaf nih,

terima kasih



newbie
18 Agustus 2011 - 15:23:03 WIB

beberapa referensi yang baru ane baca hari ini
http://www.kisah.web.id/tokoh-islam/syaikh-muhammad -bin-abdul-wahhab.html

http://sejarah.kompasiana.c om/2010/11/08/biografi-muhammad-bin-abdilwahhab/

t olong ente jangan menghujat ulama, cari dulu referensi dari berbagai sumber yang jelas baru berbicara jangan berdasarkan kata orang, pikirkan baik-baik dengan jernih dan tenang.

terima kasih mr 151 kerena ude bikin ane penasaran tentang wahabi
front line
18 Agustus 2011 - 22:12:25 WIB

coba yang diributin masalah JIL(jaringan islam liberal) ahmadiyah, pemurtadan agama. Ini masalah yg betul merusak moral agama islam sendiri. Apa tindakan ente2 semua ?
Ibnu.Suradi
19 Agustus 2011 - 09:57:36 WIB

Janganlah Hati Kita Berselisih Dalam Shalat

Dari Nu'man bin Basyir berkata, “Dahulu Rasullullah saw meluruskan shaf kami sehingga seakan meluruskan anak panah, sehingga beliau menganggap kami telah paham terhadap apa yang beliau perintahkan kepada kami sampai rapi, kemudian suatu hari beliau keluar (untuk shalat) lalu beliau berdiri, hingga ketika beliau akan bertakbir, beliau melihat seseorang yang membusungkan dadanya, maka beliau bersabda; “Wahai para hamba Allah, sungguh ratakanlah shaf kalian atau Allah akan memperselisihkan wajah-wajah kalian.” (HR: Muslim)

Kebanyakan masjid dan surau di kota-kota dan desa-desa, shaf shalat berjamaah belum rapat dan lurus. Banyak umat Islam yang menolak diajak rapat dan lurus dalam shaf shalat berjamaah. Bahkan mereka memusuhi orang-orang yang mengajak tersebut. Maka, pantas saja umat Islam di Indonesia berselisih dan berpecah belah dalam banyak kelompok.

Wallaahu a'lam.
sarino
20 Agustus 2011 - 09:48:32 WIB

terima kasih alamat para penyebar sunah yang benar.
beribadahlah kamu berdasar alqurandan hadits serta ijma para sahabat, bukan berdasar adat dan kebiasaan.SAYA IKUT SALAFI 2006 DAN MERASA NYAMAN SEKALI BEDA KETIKA WAKTU IKUT ORGANISASI NU DARI KECIL
ikhwan
22 Agustus 2011 - 22:56:35 WIB

http://blumewahabi.wordpress.com/
abdus shabur
23 Agustus 2011 - 10:33:35 WIB

WASPADAI PEMUSYRIKAN ALA AHLI-BID'AH !!
Mereka menyandingkan kaligrafi “Muhammad” dengan kaligrafi “Allah” di kanan-kiri mihrab masjid. Keduanya sama besar, seolah yang satu tandingan yang lain. Padahal jelas sekali firman Allah swt :

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah. Maka janganlah kalian menyeru sesuatu /seseorang beserta Allah.” (Surat Al-Jinn (72) :18)

Ibnu.Suradi
23 Agustus 2011 - 14:10:57 WIB

Kita musti menjaga kemurnian aqidah kita. Bila tidak, kita akan terjerumus dalam kesyirikan yang akan melemparkan kita ke dalam api neraka selama-lamanya.

Waspadalah, kita bisa jadi sering berbuat syirik tanpa sadar karena kejahilan kita tentang agama Islam yang kita jadikan sebagai pedoman hidup kita.

Wallaahu a'lam.
andik hartanto
05 September 2011 - 21:44:40 WIB

trimaksih atas info ustad2 wahabi. perbanyaklah info tentang wahabi.........dan jgn lupa tampilkan ustad2 aswaja
Al Fakir
07 September 2011 - 14:38:24 WIB

Datangilah Ustadz-ustadz yang dianggap Wahabi tersebut dan tanyakanlah tentang ilmu syar'i kepadanya kemudian bandingkanlah dengan orang yang menuduh Wahabi......... mana yang lebih berilmu dan siapa pula yang hanya mencari pembenaran (bukan kebenaran) dengan menuruti selera hawa nafsunya
Al Fakir
07 September 2011 - 15:12:53 WIB

Di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat memperingati Kelahiran Nabi Muhammad (Maulid Nabi) dengan cara "GREBEG MULUD" dengan cara mengadakan pawai gunungan makanan yang selanjutnya diperebutkan oleh masyarakat;
Di Keraton Surakarta memperingati Tahun Baru Hijriyah (1 Syuro) dengan melepaskan kerbau "KYAI SLAMET" dan masyarakat memperebutkan "tai" nya.

Bagaimana admin memperingati Maulid Nabi dan Tahun baru Hijriyah ?
Lalu contoh tsb sebenarnya tradisi atau ibadah ?
Ibnu.Suradi
07 September 2011 - 16:32:25 WIB

Taqabalallaahu minna wa minkum. Semoga Allah menerima amal ibadah kita (puasa, shalat, zakat, dll) selama bulan Ramadhan.

Wallaahu a'lam.
hari
08 September 2011 - 01:37:28 WIB

Ass.wr.wb.
Drpd kita saling membid'ahkn dan menyalahkn, mendingan kita belajar. apa hakekat sunnah dan bid'ah. Insyaallah mengaji lebih mulia drpd mencela.
Ibnu.Suradi
08 September 2011 - 10:54:26 WIB

Betul, kita sebaiknya mengkaji hakekat sunnah dan bid'ah agar kita bersemangat mengikuti sunnah dan menghindari bid'ah. Lebih baik menghidupkan sunnah daripada bid'ah.

Wallaahu a'lam.
thius-bjm
08 September 2011 - 16:42:42 WIB

astagafirullah,........... terima kasih saya telah banyak BELAJAR dari polemik anda2 semua.
sayang ada yang argumennya pakai hawa nafsu tapi ada yang keren dengan ALLAH ROSUL (quran-hadist) yang lebih dapat dipertanggung jawabkan.
Sekarang mari beragama dengan AKAL SEHAT dan KEJERNIHAN HATI,
IKUT2an dan ngikut katanya katanya(qola wa qila) sangat tidak TERPUJI.
Hidup sekali mati sekali, jangan sampai di dunia celaka mati masuk NERAKA.
Kerendahan hati dan hujah yang santun membuat islam lebih simpati dan terasa RAHMATAN fil alaminnya.
Saya yg bodoh sedang membuka hati untuk menerima KEBENARAN yang sedang berlangsung.
Mudah2an ALLAH menyatukan HATI kita dengan rahmatNYA yang maha Luas. amiiiien
muslim
09 September 2011 - 09:40:34 WIB

Asy-Syaikh Sholeh bin ‘Abdul ‘Aziz Alu Syaikh berkata, “Ilmu itu jika ditegakkan sebelum ucapan dan amal, maka akan diberkahi pelakunya meskipun perkaranya kecil. Adapun jika ucapan dan amal didahulukan sebelum ilmu, walaupun bisa jadi perkaranya itu sebesar gunung, akan tetapi itu semua tidaklah di atas jalan keselamatan…Karenanya kami katakan, Jadikanlah ilmu tujuan penting dan utama, jadikanlah ilmu tujuan penting dan utama, ilmu di mulai sebelum yang lain, khususnya ilmu yang membuat ibadah menjadi benar, ilmu yang meluruskan aqidah, ilmu yang memperbaiki hati, ilmu yang menjadikan seseorang berjalan dalam amalannya sesuai dengan sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan di atas kebodohan.” (Syarh Tsalatsatul Ushul Syaikh Abdul Aziz, Maktabah Syamilah)
Ibnu.Suradi
09 September 2011 - 11:09:53 WIB

Sungguh, ilmu itu sangat penting dalam beragama. Dalam Islam, ilmu adalah firman Allah (Qur'an) dan sabda, perbuatan dan ketetapn Rasulullaah (Hadits). Dahulukan menyampaikan ayat Qur'an dan hadits bila membicarakan masalah agama Islam: aqidah, ibadan, muamalah, dll. Maka pembicaraan kita diridhoi Allah.

Wallaahu a'lam.
Al Fakir
09 September 2011 - 15:13:29 WIB

Yang dimaksud ilmu di dalam perkara syar'i adalah :
1) Apa yang Allah katakan (Alqur'an);
2) Apa yang Rasulullah katakan (Assunnah);
3) Apa yang dijelaskan dan sesuai dengan pemahaman para Sahabat
Ilmu yang shahih akan memperjelas perbedaan antara yang haq dengan yang bathil dan membentuk aqidah yang shahih serta berbuah amalan shaleh. Kita wajib ittiba' kepada Rasulullah dan dilarang taqlid kepada nenek moyang, kyai/habib dll
Kalau kalian katakan bahwa Islam tidak mengenal Sufi, lalu kenapa kalian menuduh orang lain Wahabi ?

Al Fakir
09 September 2011 - 16:20:42 WIB

MOCH BASYIR
08 April 2011 - 23:31:18 WIB

ASSALAMU'ALAIKUM.......
TENTAANG BID'AH WAHABI,saya sangat merasa di saalahkan oleh mereka,maulud rasulullah saw menurut merekaa bid'ah,pdahal rasulullah sendiri slalu merayakan hari kelahiran'a sendiri dengan berpuasa setiaap hari senin.apa coba alasaan mereka membid'ahkan'a,
mengada adaakan hal yang baru setelah rasulallah wafat taanpa anjuran'a,memang bid'ah,tapi bid'ah yang manaa dulu ni,,,,?mahmudah atau yg madzmumaah,kata mereka tidak ada bid'ah seperti itu, b id'ah ya tetap bid'ah

Baca lagi yang cermat tulisan anda......
Hari Senin sbg hari kelahiran beliau Rasulullah itu menjadi dalil puasa sunnah atau dalil Maulid Nabi ?
Bid'ah adalah dholalah (sesat) dan tidak ada bid'ah hasanah. Bid'ah hasanah hanya dijadikan hujjah orang2 yang mencari pembenaran sesuai seleranya.



Al Fakir
09 September 2011 - 17:11:17 WIB

PENGERTIAN BID’AH MENURUT SYARI’AT
[1] Hadits Al Irbadh Ibnu Sariyah, di dalam hadits ini ada perkataan Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam:
"Jauhilah hal-hal yang baru (muhdatsat), karena setiap yang baru itu adalah bid'ah dan setiap bid'ah itu sesat." [Dikeluarkan oleh Abu Dawud dalam Sunannya dan teksnya milik Abu Dawud 4/201 no. 4608, Rmu Majah 1/15 No. 42, At-Tirmidzi 5/44 no. 2676 dan beliau berkata bahwa ini hadits hasan shahih dan hadits ini dishahihkan oleh Al Albaniy dalam Dhilaalul Jannah fii Takhriijissunnah karya lbnu Abi Ashim: no. 27]

[2] Hadits Aisyah Radhiyallahu 'Anha. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Barangsiapa mengada-ada (sesuatu) dalam urusan (agama) kami ini, padahal bukan termasuk bagian di dalamnya, maka dia itu tertolak." [Hadits Riwayat Al-Bukhari 5/301 no. 2697, Muslim 12/61 dan lafadz ini milik Muslim]
bersambung

Al Fakir
09 September 2011 - 17:13:07 WIB

[3] Hadits Jabir bin Abdullah, bahwa Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam pernah berkata dalam khuthbahnya: "Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah dan sebagus-bagusnya tuntunan adalah tuntunan Mnbammad dan urusan yang paling jelek adalah sesuatu yang diada-adakan (dalam agama) dan setiap yang diada-adakan (dalam agama) itu adalah bid'ah dan setiap bid'ah itu sesat dan setap kesesatan itu (tempatnya) di neraka." [Dikeluarkan dengan lafadz ini oleh An- Nasa'i dalam As-Sunan 3/188 dan asal hadits dalam Shahih Muslim 3/153. Untuk menambah wawasan coba lihat kitab Khutbat Al-Haajah, karya Al-Albany]
[4] Dalam Riwayat Lain: "Barangsiapa mengamalkan amalan yang tidak ada dasarnya dalam urusan(agama) kami, maka dia akan tertolak." [Hadits Riwayat. Muslim 12/16]

bersambung
Al Fakir
09 September 2011 - 17:43:29 WIB

Sesuatu dikatakan bid'ah menurut syari'at jika memenuhi 3 syarat, yaitu:
1. Al-Ihdaats (mengada2an), yaitu mendatangkan sesuatu yang baru, dibuat2, dan tidak ada contoh sebelumnya.
2. Mengada2kan ini disandarkan kepada agama. Hal2 yang baru dalam masalah2 materi dan urusan dunia tidak termasuk dalam pengertian bid'ah, begitu juga perbuatan2 maksiat dan kemungkaran yang baru, yang belum pernah terjadi pada masa dahulu, semua itu bukan termasuk bid'ah, kecuali jika hal-hal itu dilakukan dengan cara yang menyerupai taqarrub (kepada Allah) atau ketika melakukannya bisa menyebabkan adanya anggapan bahwa hal itu termasuk bagian agama.

bersambung
Al Fakir
09 September 2011 - 17:46:19 WIB

3. Hal yang diada2kan ini tidak berpijak pada dasar syari'at, baik secara khusus maupun umum. Hal2 baru yang berhubungan dengan agama, tapi mempunyai landasan syar'i yang umum ataupun khusus yang ditetapkan melalui al-mashalih al-mursalah, seperti pengumpulan Al Qur'an oleh para sahabat, adapun contoh yang khusus adalah pelaksanaan shalat tarawih secara berjama'ah pada zaman Umar bin Khaththab.

Ibnu Rajab berkata: "Setiap orang yang mengada-ada sesuatu yang baru dan menisbatkannya kepada agama, padahal tidak ada landasan yang bisa dijadikan rujukan, maka hal semacam ini adalah sesat dan agama lepas darinya." [Jamiul Ulum wal Hikam 2/128]

bersambung
Al Fakir
09 September 2011 - 17:47:11 WIB

3. Hal yang diada2kan ini tidak berpijak pada dasar syari'at, baik secara khusus maupun umum. Hal2 baru yang berhubungan dengan agama, tapi mempunyai landasan syar'i yang umum ataupun khusus yang ditetapkan melalui al-mashalih al-mursalah, seperti pengumpulan Al Qur'an oleh para sahabat, adapun contoh yang khusus adalah pelaksanaan shalat tarawih secara berjama'ah pada zaman Umar bin Khaththab.

Ibnu Rajab berkata: "Setiap orang yang mengada-ada sesuatu yang baru dan menisbatkannya kepada agama, padahal tidak ada landasan yang bisa dijadikan rujukan, maka hal semacam ini adalah sesat dan agama lepas darinya." [Jamiul Ulum wal Hikam 2/128]

bersambung
Al Fakir
09 September 2011 - 17:47:56 WIB

3. Hal yang diada2kan ini tidak berpijak pada dasar syari'at, baik secara khusus maupun umum. Hal2 baru yang berhubungan dengan agama, tapi mempunyai landasan syar'i yang umum ataupun khusus yang ditetapkan melalui al-mashalih al-mursalah, seperti pengumpulan Al Qur'an oleh para sahabat, adapun contoh yang khusus adalah pelaksanaan shalat tarawih secara berjama'ah pada zaman Umar bin Khaththab.

Ibnu Rajab berkata: "Setiap orang yang mengada-ada sesuatu yang baru dan menisbatkannya kepada agama, padahal tidak ada landasan yang bisa dijadikan rujukan, maka hal semacam ini adalah sesat dan agama lepas darinya." [Jamiul Ulum wal Hikam 2/128]

bersambung
Al Fakir
09 September 2011 - 17:52:48 WIB

Beliau juga berkata : "Dan yang dimaksud dengan bid'ah adalah sesuatu yaug diada-ada yang sama sekali tidak mempunyai dasar tujukan dalam syariat”.

Adapun sesuatu yang mempunyai dasar rujukan dari syariat, maka tidak dinamai bid'ah, meskipun secara bahasa masih dikatakan bid'ah." [Jamiul Ulum wal Hikam 2/128]

Ibnu Hajar berkata: "Dan yang dimaksud sabda nabi "Setiap bid'ah itu adalah sesat", yaitu sesuatu yang diada-adakan, sedangkan dia tidak mempunyai dalil syar'i, baik dalil khusus maupun umum." [Fathul Bari 13/253]

bersambung
Al Fakir
09 September 2011 - 17:53:59 WIB

Beliau juga berkata: "Dan hadits ini (yaitu hadits : Barangsiapa mengada-ada sesuatu dalam urusan agama kami ini yang padahal bukan termasuk bagian di dalamnya, maka di tertolak) termasuk kaidah yang utama dalam agama Islam, karena sesungguhnya orang yang mendatangkan sesuatu yang baru dalam agama ini, padahal tidak termasuk dalam salah satu pokok (ajaran Islam), maka dia akan tertolak." [Fathul Bari 5/302, lihat juga Ma'arijul Qabuul 2/426 dan Syarhu Lu'matul I'tiqad 23]

[Disalin dari kitab Qawaa’id Ma’rifat Al-Bida’, Penyusun Muhammad bin Husain Al-Jizani, edisi Indonesia Kaidah Memahami Bid’ah, Pustaka Azzam]
Tamat
kang dedi
09 September 2011 - 21:11:07 WIB

alhamdulillah ustadz yang mengajar kami hafidzahulloh termasuk di dalam list ini.

mudah-mudahan dengan info ini dakwah salaf semakin merebak ke seluruh penjuru Indonesia yang kita cintai.

barokallohu fiikum...
saer
13 September 2011 - 08:39:13 WIB

Alhamdulillah semoga Ustadz-Ustadz wahabi semakin banyak lagi didunia ini terkhusus di Indonesia...
Ibnu.Suradi
15 September 2011 - 10:10:18 WIB

Bismillaah,

Kebanyakan umat Islam di Indonesia enggan merapatkan shaf karena mereka salah berdiri dalam shalat. Kebanyakan mereka berdiri dengan jari-jari kaki menyerong ke kanan (untuk kaki kanan) dan menyerong ke kiri (untuk kaki kiri).

Dengan posisi telapak kaki seperti itu, maka saat merapatkan shaf, jari-jari kelingking kaki mereka saling beradu bahkan saling injak. Inilah sebabnya mereka mengatakan: "Shalat kok injak-injak kaki!"

Lalu bagaimana posisi jari-jari kaki yang benar saat berdiri dalam shalat?

Wallaahu a'lam.
Zhiyaulhaq
15 September 2011 - 15:23:02 WIB

Dulu saya alergi terhadap vonis-vonis bid'ah dari kaum Salaf dan melakukan/menghidupkan hal-hal yang dibid'ahkan tersebut di tengah-tengah masyarakat. Saya memiliki majelis taklim dengan lebih dari 40 jamaah yang mengadakan pengajian rutin Mingguan di rumah saya, rujukan buku-buku lengkap, semua fasilitas, sarana prasarana baik alat tulis, seragam dan kegiatan santunan saya tanggung sendiri dan tidak pernah membebankan sesenpun kepada jamaah. Selain pengajian rutin yang diisi oleh Kyai-kyai/ustadz dari Pondok Pesantren ternama dimana saya menjadi donatur tetapnya, juga diadakan Yasinan dan Tahlilan keliling (bergiliran) setiap malam Jum'at. Disamping itu majelis taklim tersebut sudah cukup dikenal dan dipanggil untuk mengisi acara selamatan aqiqah, perayaan 7 bulan kehamilan, dzikir, Yasinan dan Tahlilan kematian dan acara-acara keagamaan lainnya.
Zhiyaulhaq
15 September 2011 - 15:24:58 WIB

Saya adalah orang yang paling keras, berani konfrontatif (secara phisik) dan melakukan hal-hal yang dibid'ahkan oleh kelompok Salafi. Majelis taklim saya kerahkan untuk mengambil alih Masjid yang dikuasai oleh Salafi kemudian memasang bedug, menghidupkan pujian-pujian diantara adzan dan iqomah, dzikir berjamaah setelah sholat, berdiri dan bersalam-salaman setelah selesai dzikir berjamaah. Perayaan hari besar Islam seperti Maulid Nabi, Isro' Mi'raj dll juga dihidupkan dengan pembacaan barzanji (rawi), nasyid, tauziah yang diisi oleh Ustadz yang sudah dikenal oleh masyarakat luas.
Di lain pihak saya juga melakukan pendekatan dengan masyarakat khususnya kelompok-kelompok yang membid'ahkan kegiatan-kegiatan tsb (di lingkungan saya ada 3 kelompok yang membid'ahkan, terdiri dari Salafi, Muhammadiyah dan beberapa orang Jama'ah Tabligh) dan mereka dengan santun menjelaskan alasan syar'i mereka,
Zhiyaulhaq
15 September 2011 - 15:25:43 WIB

walaupun ada beberapa orang yang pada akhirnya mau bergabung setelah diundang karena segan dengan saya tetapi mereka bersikap pasif total, hanya duduk dan diam tidak mengikuti kegiatan ritualnya.
Saya terus berusaha mencari solusi terbaik untuk mempersatukan perbedaan pendapat diantara ummat Islam dilingkungan saya sehingga bisa duduk berdampingan secara harmonis, tetapi selalu gagal walaupun saya ingatkan pesan Habib/Kyai/Ustadz yang mengisi acara yang dibid'ahkan tsb, tetapi mereka tidak bergeming. Kurang puas dengan hasilnya saya mendatangi beberapa Habib, Kyai dan Ulama besar lainnya di wilayah Jabodetabek. Kali ini saya mengajukan pertanyaan tentang hukum/dalil hal-hal yang dibid'ahkan tsb. dan jawabannya sangat meyakinkan saya bahwa bahwa memang dalilnya ada dan hal-hal tsb adalah bid'ah dholalah (bid'ah yang baik).
Zhiyaulhaq
15 September 2011 - 15:27:37 WIB

Dari kelompok yang menganggap bid'ah menyarankan agar saya mencari rujukan kepada kelompok mereka dan setelah lama merenung (jujur saya agak gengsi dan tidak mau kalah) akhirnya tanpa sepengetahuan orang lain diam-diam saya diajak salah seorang teman kantor saya untuk mengikuti pengajian di Masjid di daerah Kebon Jeruk setiap malam Jum'at dari sholat Isya' berjamaah sampai jam 23.30 wib. Lumayan lama saya mengikui pengajian disini, walaupun saya belum mau bergabung dengan halaqoh (kelompok jamaah) dari daerah terdekat dengan tempat tinggal saya. Setelah evaluasi, saya merasa tidak mendapatkan ilmu apapun disini karena hanya mendengar nasihat dari Ustadz dari dalam dan luar negeri.
Kemudian saya mengikuti kursus mubaligh di Masjid Al Azhar di daerah Jakarta Selatan setiap hari Senin dan Jum'at dari jam 17.00-20.00 WIB.
Zhiyaulhaq
15 September 2011 - 15:28:22 WIB

Saya senang banyak ilmu syar'i yang saya dapatkan disini dan setelah saya pertanyakan tentang hukum/dalil hal-hal yang dibid'ahkan tsb saya mendapatkan jawaban yang tegas, jelas dan meyakinkan bahwa setiap bid'ah adalah dholalah/sesat dan tidak ada bid'ah hasanah, walaupun baik menurut kita dan kebanyakan orang tetapi tidak disyari'atkan oleh Allah dan Rasulnya maka wajib kita tinggalkan walaupun tidak ada dalil yang melarang bukan berarti hal yang tidak ada larangannya maka boleh kita lakukan karena ibadah itu adalah menegakkan hak-hak Allah dan harus memperhatikan kaidah-kaidah/rambu-rambu ibadah. Hati kecil saya tetap tidak menerima bahwa hal-hal yang puluhan tahun saya yakini dan jalani dibid'ahkan dan saya perdebatkan dengan guru-guru saya, walaupun pada akhirnya saya tetap kecewa karena hujjah-hujjah dari Habib/Kyai/Ustadz yang saya percaya ternyata terbantahkan setelah diteliti keshahihannya.
Zhiyaulhaq
15 September 2011 - 15:30:33 WIB

Secara kebetulan di Masjid Al Azhar sering diadakan kajian ilmiah yang diisi oleh Ustadz-ustadz yang dituduh Wahabi dan Sururi dan saat itu sempatkan ikut dan diisi oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawaz dan inilah pertama kali saya mengenal beliau dan mengikuti kajian ilmiahnya (saya lupa materi kajiannya) bersama ribuan lainnya. Pada akhir kajian diadakan sesi tanya jawab sangat dan yang menyentak saya ternyata diantara penanya ada seorang Habib yang mengajukan pertanyaan kurang lebih berkisar pada anggapan bahwa Wahabi/Salafi itu keras, hal-hal seputar bid'ah, tauhid dll, semua dijawab dengan sangat santun oleh beliau Ustadz Yazid dengan menjelaskan dalil naqli yang bersumber kepada Alqur'an, Assunnah dan Ijma' para ulama maupun dalil aqli serta penjelasan ilmiah lainnya yang sangat mudah dipahami oleh orang bodoh sekalipun.
Zhiyaulhaq
15 September 2011 - 15:33:22 WIB

Perdebatan antara Ustadz Yazid dan Habib itu berlangsung panas dan lama dimana Ustadz Yazid menyampaikan hujjah secara santun tetapi dibantah secara emosional oleh Habib hingga pelaksanaan sholat dzuhur tertunda sekitar 30 menit. Terus terang dari hujjah dan cara-cara menjawab pertanyaan tsb saya mulai berpihak kepada Ustadz Yazid dan saya mulai bisa menerima alasan vonis bid'ah yang selama ini saya tentang. Selesai kajian saya tanyakan kepada panitia tentang Ustadz Yazid dan mendapatkan kejelasan (saya tidak ingat) bahwa beliau alumni salah satu ma'had atau universitas di Yamman atau Madinah Al Mumawwaroh, maka saya tanyakan tentang Ustadz-ustadz yang keilmuannya seperti beliau Ustad Yazid dan disebutkan antara lain Ustadz-ustadz yang dituduh Wahabi dan Sururi seperti daftar tsb diatas dan banyak juga yang tidak disebutkan dalam daftar tsb. Sayapun mulai aktif mencari informasi jadwal kajian dan Ustadz kedua yang saya
Zhiyaulhaq
15 September 2011 - 15:34:10 WIB

ikuti kajiannya di Gedung Bursa Efek Jakarta adalah Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdad dan selanjutnya kajian ustad-ustadz lain seperti Ustadz Abu Qatadah, Ustadz Arman Amry, Ustadz Abu Yahya Badrussalam, Ustad Zaenal Abidin, Ustadz Jajuli, dll di berbagai tempat. Disinilah saya mulai sadar bahwa ilmu inilah saya selama ini saya cari dan saya semakin terarah dan selektif untuk menentukan ustadz/guru untuk saya ambil ilmunya dan terus terang saya sangat sadar telah terjadi perubahan pada diri saya. Saya sudah hijrah dan mulai meninggalkan agama yang diajarkan orang tua dan guru-guru saya selama puluhan tahun.

Dampak pada majelis taklim
Sejak menyadari bahwa saya telah hijrah mengikuti manhaj salaf maka saya mulai gamang pada majelis taklim saya, dilematis. Saya belum berani terbuka kepada jamaah, tetapi saya menyodorkan daftar ustadz-ustadz yang selama ini saya ikuti kajiannya diberbagai tempat dan ustadz/ustadz yang mengajar saya di Al Azhar yang semuanya shahih keilmuannya.
Zhiyaulhaq
15 September 2011 - 15:35:44 WIB

Ustadz-ustadz yang saya ikuti kajiannya semuanya lulusan Yamman dan Madinah Al Munawwaroh sedangkan Ustadz/pengajar Al Azhar dari Kairo dari disiplin ilmu yang berbeda kemudian saya mengajak beberapa jamaah untuk ikut belajar atau mengikuti kajian dengan biaya saya tanggung dengan maksud supaya saya tidak sendirian menjelaskan tentang ilmu yang haq kepada jamaah, tetapi ditolak dengan alasan capek, nggak ada waktu dan berbagai macam alasan lainnya. Di lain pihak jamaah mulai curiga karena saya tidak sekeras dulu lagi dan tidak mau menggerakkan masyarakat untuk Tahlilan dan Yasinan setiap malam Jum'at bahkan sayapun tidak mau ikut lagi dengan alasan pulang kerja malam.
Selanjutnya pengajian saya jadwalkan secara merata (terkulikulum) misalnya Minggu I pelajaran Tauhid, Minggu II : Aqidah, Minggu III : Ulumul Hadist dst dan malam Jum'at saya ganti dengan pembahasan ilmu syar'i lainnya dengan kitab-kitab rujukan yang direkomendasikan oleh Ustadz-ustadz
Zhiyaulhaq
15 September 2011 - 15:36:52 WIB

yang bermanhaj Salaf (Wahabi), juga saya bagikan materi-materi yang merata kepada jamaah. Akibatnya fatal karena saya diserang secara emosional oleh jamaah seolah-olah selama ini saya tidak pernah berbuat baik dan semuanya salah. Tentu saya sangat siap atas konsekuensi itu dan pada akhirnya saya harus tunjukkan identitas saya bahwa saya telah hijrah kepada manhaj salaf dan menjelaskan kepada jamaah bahwa ternyata selama ini kitalah yang bersalah karena sangat keras melawan orang-orang/kelompok yang memvonis bid'ah karena kita tidak memiliki dasar keilmuan yang kuat sebagai hujjah dan selalu berlindung kepada Habib/Kyai/Ustadz dengan mengikuti apa kata mereka. Saat itu juga majelis taklim saya nyatakan bubar. Selanjutnya majelis taklim dialihkan ke rumah salah satu jamaah dan serangan, hujatan, fitnah dan pembunuhan karakter terus bertubi-tubi kearah saya dan keluarga. Saya tidak peduli dan menahan diri untuk tidak bereaksi karena saya mencoba mengambil
Zhiyaulhaq
15 September 2011 - 15:38:13 WIB

hikmah dari semua kejadian itu dan berpikir positif bahwa saya mendapatkan kebenaran melalui mereka (jamaah) toh dulu saya bahkan lebih jahil dari mereka.
Selanjutnya saya memanggil Ustadz untuk memeriksa semua kitab yang selama ini jadi rujukan saya (jumlahnya ratusan dari berbagai ilmu) dan disarankan untuk membakar kitab-kitab tersebut, tetapi saya hibahkan kepada majelis taklim yang sampai saat ini paling banyak tinggal 4 atau 5 orang jamaah. Selanjutnya saya direkomendasikan untuk membeli kitab-kitab para ulama yang shahih keilmuannya dan alhamdulillah sudah sangat lengkap, kalaupun ada yang kurang hanya tinggal beberapa jilid saja.
Sejak saat itu selain mengikuti kajian-kajian maka waktu yang tersisa saya gunakan untuk uzzlah (banyak berdiam diri di rumah) dengan mempelajari kitab-kitab, muhasabah (introspeksi diri untuk
Zhiyaulhaq
15 September 2011 - 15:38:54 WIB

membuang segala keburukan dan memperbaiki akhlak dan adab) dan menghindari perdebatan dengan siapapun khususnya dalam urusan agama dan perlahan tapi pasti beberapa orang menyatakan diri tertarik dan ingin mengikuti jejak saya dan itulah dakwah yang paling efektif yang harus dimulai dari diri sendiri. Saya sudah mendapatkan jawaban atas sesuatu yang selama ini saya cari tetapi saya sendiri tidak pernah tahu apa yang sebenarnya saya butuhkan.

Silakan masyarakat khususnya pembaca mengambil hikmah dari tulisan saya dan seyogyanya tidak perlu menuding orang/kelompok lain adalah golongan tertentu yang harus diwaspadai dan dimusuhi.
Semoga Allah Azza wa Jalla merahmati kita semua. Amin.
abi biliqis
16 September 2011 - 14:43:27 WIB

bagi yg gak suka maulid , ane mau nanya ente kok malah seneng makan-makan di ulang tahun, jamuan makan yg gak ada sholawatnya. tp giliran mengambil hikmah dari kisah nabi kok malah dikafir-kafirkan. Semoga Alloh segera memberi petunjuk kpd orang2 yg telah sesat tapi belum sadar akan kekeliruannya.
wong ciamis
20 September 2011 - 09:20:31 WIB

Fakta2 Sejarah Kejahatan Wahabi dengan melakukan pembunuhan dan memerangi ummat Islam bisa anda baca :
membunuh Ummat Islam di Taif
1. Dalam buku Tarikh 'Ajaib Al Atsar Fi at Tarojum Wa alAkhar Karya Syaikh Abdurrahman Al Jibrati ulama sejarah yang terkenal berfaham wahabi
2. Kitab Shafahat min Tarikh al Jazirah al Arabiyah al Hadits Karya DR. Muhammad Awadh Al Khatib
wong ciamis
20 September 2011 - 09:25:35 WIB

MEMBUNUH UMMAT RIBUAN UMMAT ISLAM DI MAKKAH DAN MADINAH BISA DIBACA :
1. kITAB SIDQU AL aKHBAR fI KHAWARIJI AL qARNI ATS sANI 'aSYAR KARYA aBDULLAH iBNU aSY sYARIF hUSAIN
2. kITAB Unwan Al Majd Fi Tarikh An Najd karya pengkaji sejarah berfaham Wahabi Utsman Ibnu Abdullah Ibnu Bisyr al Hambali Al Najdi

Ibnu.Suradi
20 September 2011 - 11:17:04 WIB

Bismillaah,

CARA BERDIRI YANG BENAR DALAM SHALAT

Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abi Humaid, ia mengatakan: "Rasulullaah menghadapkan jari-jari kakinya ke kiblat."

Dengan cara berdiri seperti itu, saat merapatkan shaf, maka yang merapat adalah telapak kaki dari tumit, mata kaki hingga sisi samping jari kelingking sehingga masalah injak menginjak jari kelingking kaki saat merapatkan shaf dapat dicegah.

Hadits tersebut mencocoki hadits Nu'man bin Bashir yang mengatakan: "Saya melihat setiap dari kami menempelkan bahu dengan bahu kawannya dan mata kaki dengan mata kaki kawannya." (H.R. Abu Dawud)

Mengapa kawan-kawan dari NU tidak mengamalkan hadits berdiri dalam shalat dan merapatkan shaf shalat berjamaah tersebut? Apakah kyai, ustadz dan gurunya tidak menyampaikan kedua hadits tersebut kepada mereka?

Wallaahu a'lam.



Wong Cimis
20 September 2011 - 14:45:24 WIB

Berdasarakan fakta Bidah dan dosa besar yang dilakukan Orang2 Wahabi dan antek2 nya adalah mereka menghalakan darah, harta dan kehormatan Ummat Islam padahal Nabi Melarangnya. Beliau bersabda : حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَبَّاسٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمَهْدِيِّ قَالَ حَدَّثَنَا مَنْصُورُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ مَيْمُونِ بْنِ سِيَاهٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى صَلَاتَنَا وَاسْتَقْبَلَ قِبْلَتَنَا وَأَكَلَ ذَبِيحَتَنَا فَذَلِكَ الْمُسْلِمُ الَّذِي لَهُ ذِمَّةُ اللَّهِ وَذِمَّةُ رَسُولِهِ فَلَا تُخْفِرُوا اللَّهَ فِي ذِمَّتِهِ
Wong Ciamis
20 September 2011 - 14:48:17 WIB

Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin 'Abbas berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Al Mahdi berkata, telah menceritakan kepada kami Manshur bin Sa'd dari Maimun bin Siyah dari Anas bin Malik ia berkata, \"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: \"Barangsiapa shalat seperti shalat kita, menghadap ke arah kiblat kita dan memakan sembilan kita, maka dia adalah seorang Muslim, ia memiliki perlindungan dari Allah dan Rasul-Nya. Maka janganlah kalian mendurhakai Allah dengan mencederai perlindungan-Nya.\" (Shahih Bukhari : BAB Fadhlul Istiqbalil Qiblat : )
Wong Ciamis
20 September 2011 - 14:58:52 WIB

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ ح و حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي مُعَاوِيَةَ كِلَاهُمَا عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي ظِبْيَانَ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ وَهَذَا حَدِيثُ ابْنِ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ

Wong Ciamis
20 September 2011 - 15:02:42 WIB

قَالَ
بَعَثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَرِيَّةٍ فَصَبَّحْنَا الْحُرَقَاتِ مِنْ جُهَيْنَةَ فَأَدْرَكْتُ رَجُلًا فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَطَعَنْتُهُ فَوَقَعَ فِي نَفْسِي مِنْ ذَلِكَ فَذَكَرْتُهُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَقَتَلْتَهُ
Wong Ciamis
20 September 2011 - 15:05:14 WIB

قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّمَا قَالَهَا خَوْفًا مِنْ السِّلَاحِ قَالَ أَفَلَا شَقَقْتَ عَنْ قَلْبِهِ حَتَّى تَعْلَمَ أَقَالَهَا أَمْ لَا فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا عَلَيَّ حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنِّي أَسْلَمْتُ يَوْمَئِذٍ قَالَ فَقَالَ سَعْدٌ وَأَنَا وَاللَّهِ لَا أَقْتُلُ مُسْلِمًا حَتَّى يَقْتُلَهُ ذُو الْبُطَيْنِ يَعْنِي أُسَامَةَ قَالَ
Wong Ciamis
20 September 2011 - 15:06:25 WIB

قَالَ رَجُلٌ أَلَمْ يَقُلْ اللَّهُ
{ وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ }
فَقَالَ سَعْدٌ قَدْ قَاتَلْنَا حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَأَنْتَ وَأَصْحَابُكَ تُرِيدُونَ أَنْ تُقَاتِلُوا حَتَّى تَكُونُ فِتْنَةٌ
Wong Ciamis
20 September 2011 - 15:08:23 WIB

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Khalid al-Ahmar. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib dan Ishaq bin Ibrahim dari Abu Mu'awiyah keduanya dari al-A'masy dari Abu Dlibyan dari Usamah bin Zaid dan ini hadits Ibnu Abu Syaibah, dia berkata, \"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutuskan kami dalam suatu pasukan. Suatu pagi kami sampai di al-Huruqat, yakni suatu tempat di daerah Juhainah. Kemudian aku berjumpa seorang lelaki, lelaki tersebut lalu mengucakan LAA ILAAHA ILLAALLAHU (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah), namun aku tetap menikamnya. Lalu aku merasa ada ganjalan dalam diriku karena hal tersebut, sehingga kejadian tersebut aku ceritakan kepada Rasulullah.
Wong Ciamis
20 September 2011 - 15:11:45 WIB

. Rasulullah lalu bertanya: 'Kenapa kamu membunuh orang yang telah mengucapkan Laa Ilaaha Illaahu? ' Aku menjawab, \"Wahai Rasulullah! Sesungguhnya lelaki itu mengucap demikian karena takutkan ayunan pedang.\" Rasulullah bertanya lagi: \"Sudahkah kamu membelah dadanya sehingga kamu tahu dia benar-benar mengucapkan Kalimah Syahadat atau tidak?\" Rasulullah terus mengulangi pertanyaan itu kepadaku hingga menyebabkan aku berandai-andai bahwa aku baru masuk Islam saat itu.\" Usamah menceritakan lagi
Wong Ciamis
20 September 2011 - 15:12:56 WIB

, \"Sa'd telah berkata, 'Demi Allah, aku tidak akan membunuh seorang muslim, hingga dia telah dibunuh oleh orang yang mempunyai perut yang kecil, yaitu Usamah.' Usamah berkata lagi, 'Seorang lelaki telah bertanya, 'Tidakkah Allah telah berfirman, '(Dan perangilah mereka, sehingga tiada lagi fitnah, dan jadikanlah agama itu semata-mata karena Allah) ' (Qs. Al Anfal: 38). Maka Sa'd menjawab, \"Sesungguhnya kami memerangi mereka supaya tidak berlaku fitnah, tetapi kamu dan para Sahabat kamu memerangi mereka, untuk menimbulkan fitnah.\" Shahih Muslim ; BAb Tahrim Qatlil Kafir )
Wong Ciamis
20 September 2011 - 15:17:41 WIB

Aneh memang sibuk menunjuk orang dengan melakukan bidah menurut pikirannya sendiri, tapi bd'ah dan dosa besar yang jelas2 dilakukan Kelompoknya bahkan nenek moyangnya diam seribu bahasa, pura2 ga tahu, atau memang sudah dibutakan mata batinnya.. apalagi cecungnuk-cecunguknya dan para pengekor wahabi yang ada di Indonesia.
Ibnu.Suradi
20 September 2011 - 16:46:48 WIB

Bismillaah,

Lembutkanlah hatimu dengan merapatkan shaf shalat berjamaah.

“Kalian tegakkanlah shaf-shaf itu dan sejajarkanlah antar pundak-pundak dan isilah sela-sela dan lembutkanlah (terhadap tangan-tangan saudara kalian), serta janganlah kalian membiarkan celah-celah untuk syetan dan barangsiapa
menyambung shaf, maka Allah menyambungnya (dengan rahmatNya) dan sebaliknya barangsiapa yang memutuskan shaf, Allah pun akan memutusi-Nya (dengan rahmat-Nya)” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i).

Lengan kita yang lembut bersentuhan dengan lengan kawan kita yang lembut. Hasilnya, hati jadi lembut dan kita jadi akrab satu sama lain.

Jika tidak, maka hati kita menjadi keras dan kita berselisih dan berpecah belah.

Wallaahu a'lam.


Zhiyaulhaq
21 September 2011 - 10:23:49 WIB

151
06 Juni 2011 - 15:49:32 WIB
MR UDAH DIKENAL OLEH SEMUA ULAMA DUNIA, MAJELISNYA HABIB MUNZIR SDH DIKENAL DI AUSSIE, SINGAPORE, THAILAND, HADRAMAUTH, …......

Tanggapan :
Saya bisa buktikan bahwa pengakuan ini bohong............dusta !!!!!
Justru Salafi/Wahabilah yang berkembang pesat di seluruh dunia. WN Amerika yang menjadi muallaf di hampir seluruh negara bagian yang pernah saya kunjungi belajar Salafi/Wahabi. Begitu juga di beberapa negara di Eropa dan Australia. Silakan cek website komunitas Salafi di London, New York, Tokyo dll.
Yasinan-Tahlilan, Maulid Nabi, Barzanji dan bid'ah-bid'ah lainnya hanya ada di jazirah Melayu (sebagian Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam). Tetapi saat ini dakwah Salafi/Wahabi berkembang pesat baik di Indonesia, Malaysia maupun Brunei Darussalam dan mereka banyak membeli buku-buku Salafi dari Indonesia dan mengundang Ustadz-ustadz yang ada pada daftar ke seluruh dunia yang saya sebutkan tadi.
Zhiyaulhaq
21 September 2011 - 10:45:08 WIB

151
30 Juni 2011 - 17:26:13 WIB

wahabi itu bukan berbeda2 lg dlm pengetahuan agamanya, tp sdh sesat, .....kira2 apa pertanggung jawaban wahabi di hadapan ALLAH swt, jika mereka ditanya :
1. knp akidahnya menyerupakan ALLAH dg mahluk???,
2. knp menyebut muslimin lain yg bertawassul, maulid dan tahlil dg sebutan syirik??? kafir???
3. knp mereka memerangi sesama muslimin dan penyembah berhala dibiarkan bgt saja???
apa jawaban wahabi???

Tanggapan :
151 ini menebar fitnah, dusta dan memutar balikkan fakta. Silakan baca Kitab Aqidah Wasithiyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Hakikat syirik dan macam-macamnya karya Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At Tuwaijry dan Hal-hal yang membatalkan keislaman karya Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz.
ANDA MENUNJUK HIDUNG SENDIRI
Zhiyaulhaq
21 September 2011 - 11:32:43 WIB

151
01 Juli 2011 - 13:39:57 WIB

.......dan mengatakan bahwa Allah itu bersemayam di Arsy, dengan menafsirkan kalimat ”ISTIWA” dengan makna ”BERSEMAYAM atau ADA DI SUATU TEMPAT” , entah darimana pula mereka menemukan makna kalimat Istawa adalah semayam, padahal tak mungkin kita katakan bahwa Allah itu bersemayam disuatu tempat, karena bertentangan dengan ayat ayat dan Nash hadits lain,….......dst

Tanggapan :
Makanya kalau berhujjah itu bersumber dari Alqur'an, Assunnah dan Ijma' para ulama.........
Jangan berdalil menurut “APA KATA HABIB MUNZIR........” sehingga tanpa Habib Munzir kalian semua tidak ada ilmunya alias "TONG KOSONG" tidak memiliki hujjah dan akhirnya menggunakan dalil emosi...........jadi ahlul hawa yang beramal dengan hawa nafsu dan taqlid hanya kepada Habib

Zhiyaulhaq
21 September 2011 - 11:41:55 WIB

Perhatikan nash-nash berikut :
Makna "Ar-Rahmaanu 'Alal 'Arsyis Tawa"
Banyak sekali ayat dan hadits yang menegaskan bahwa Allah berada dan bersemayam di atas Arsy :
Firman Allah سبحانه و تعالي :
إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ الأَمْرَ مَا مِن شَفِيعٍ إِلاَّ مِن بَعْدِ إِذْنِهِ ....
"Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada keizinan-Nya" (Yunus:3)
Zhiyaulhaq
21 September 2011 - 11:46:18 WIB

اللّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لأَجَلٍ مُّسَمًّى يُدَبِّرُ الأَمْرَ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لَعَلَّكُم بِلِقَاء رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ
"Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Rabbmu". (Ar-Ra'd: 2)
Zhiyaulhaq
21 September 2011 - 11:49:04 WIB

ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ الرَّحْمَنُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيراً
"kemudian Dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang Maha Mengetahui" (Al-Furqan:59)
ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ
"kemudian Dia-pun bersamayam di atas 'Arsy".(As-Sajdah:4)
إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ
dan kepada-Nya lah naik perkataan-perkataan yang baik..".(Fathir:10)
يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ
"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya..". (As-Sajadah:5)
Zhiyaulhaq
21 September 2011 - 11:51:41 WIB

أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاء أَن يَخْسِفَ بِكُمُ الأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ
"Apakah kamu merasa terhadap Allah yang di langit bahwa Dia menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga tiba-tiba bumi itu bergoncang". (Al-Mulk:16)
Allah memberitakan tentang Fir'aun yang terlaknat, bahwasanya ia pernah berkata kepada Haman (pembantunya) :
وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا هَامَانُ ابْنِ لِي صَرْحاً لَّعَلِّي أَبْلُغُ الْأَسْبَابَ - أَسْبَابَ السَّمَاوَاتِ فَأَطَّلِعَ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ كَاذِباً
"Dan berkatalah Fir'aun: "Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Ilah Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta..." (Al-Mu'min:36-37)
Zhiyaulhaq
21 September 2011 - 11:54:41 WIB

Imam Malik pernah ditanya dalam majelisnya tentang ayat Allah : الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى
"Ar-Rahman bersemayam di atas 'Arsynya".(Thaha:5), bagaimana caranya Allah bersemayam?. Maka Imam Malik menjawab :"Bersemayam itu maklum (diketahui maknanya), bagaimananya (caranya) tidak diketahui, menanyakan bagaimananya adalah bid'ah, dan saya memandang kamu (penanya) sebagai orang yang sesat, kemudian memerintahkan untuk mengeluarkan penanya tersebut dari majelis. Usirlah tukang bid'ah ini. Tidak boleh menafsirkan istiwa' (bersemayam di atas) dengan istawla (menguasai), karena keterangan seperti itu tidak didapatkan dalam riwayat orang-orang salaf. Metode orang-orang salaf adalah lebih selamat, lebih ilmiah dan lebih bijaksana.
Zhiyaulhaq
21 September 2011 - 11:56:33 WIB

Abdullah bin Al-Mubarak berkata : "Kami mengetahui Rabb kami berada di atas 7 lapis langit, bersemayam di atas 'Arsy-Nya, terpisah dengan makhluk-Nya. Dan kami tidak menyatakan seperti ucapan Jahmiyyah bahwa Allah ada di sini, beliau menunjuk ke tanah (bumi)".
Abu Bakar Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah berkata : "Siapa yang tidak menetapkan bahwa Allah berada di atas 'Arsy-Nya maka dia kufur kepada Rabbnya, halal darahnya, diminta taubat, kalau menolak maka dipenggal lehernya, lalu bangkainya dicampakkan ke pembuangan sampah agar kaum muslimin dan orang-orang mu'ahad tidak terganggu oleh bau busuk bangkainya, hartanya dianggap sebagai fa'i (rampasan perang) -tidak halal diwarisi oleh seorang pun dari muslimin, karena seorang muslim tidak mewarisi harta orang kafir, sebagaimana sabda Nabi :
"Seorang Muslim tidak mewarisi orang kafir dan orang kafir tidak mewarisi orang muslim" (HR. Bukhari)
Zhiyaulhaq
21 September 2011 - 11:58:11 WIB

Dalam hadits Mu'awiyah bin Hakam, bahwa ia berniat membebaskan budak sebagai kifarat. Lalu ia bertanya kepada Rasulullah, maka Rasulullah menguji budak wanita. Beliau bertanya :"dimanakah Allah?", maka ia menjawab di atas langit, beliau bertanya lagi:"Siapa aku?", maka ia menjawab: "Anda utusan Allah". Rasulullah menghukumi sebagai muslimah karena ia menyatakan bahwa Allah di atas langit.
Imam Az-Zuhri -imamnya para imam berkata: "Allahlah yang berhak memberi keterangan, Rasulullah yang berhak menyampaikan dan kita wajib pasrah menerimanya"
Wahhab bin Munabbih berkata kepada Ja'ad bin Dirham : "Sungguh celaka engkau wahai Ja'ad karena masalah itu (karena Ja'ad mengingkari sifat-sifat Allah)!, seandainya Allah tidak mengkabarkan dalam Kitab-Nya bahwa Ia memiliki tangan, mata dan wajah, niscaya aku tidak berani mengatakannya, takutlah kepada Allah !"
Zhiyaulhaq
21 September 2011 - 12:00:13 WIB

Khalid bin Abdullah Al-Qisri suatu ketika berkhutbah pada hari raya I'dul Adha di Basrah, pada akhir khutbahnya ia berkata : "Pulanglah kalian kerumah masing-masing dan sembelihlah kurban-kurban kalian-semoga Allah memberkahi kurban kalian. Sesungguhnya pada hari ini aku akan meyembelih Ja'ad bin Dirham, karena ia berkata: Allah tidak pernah mengangkat Ibrahim 'alaihissalam sebagai kekasih-Nya, dan tidak pernah mengajak Musa berbicara. Sungguh Maha Suci Allah dari apa yang dikatakan Ja'ad karena kesombongan, maka Khalid turun dari mimbar dan menyembelih Ja'ad dengan tangannya sendiri, kemudian memerintahkan untuk disalib.
Dalam Kitab Tauhid, Imam Al-Bukhari menukil dari Abu Aliyah dan Mujahis tentang tafsir istawa, yaitu 'ala wartafa'a (berada diatas).
Zhiyaulhaq
21 September 2011 - 12:02:34 WIB

Rasulullah berkhutbah pada hari Arafah, saat haji wada', dengan menyerukan, "Ingatlah, bukankah aku telah menyampaikan?" Mereka menjawab, "Ya, benar". Lalu beliau mengangkat (menunjuk) dengan jari-jarinya ke atas, selanjutnya beliau mengarahkan jari-jarinya ke arah manusia seraya bersabda, "Ya Allah, saksikanlah." (HR. Muslim)
Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah telah menulis suatu kitab (tulisan) sebelum Ia menjadikan makhluk (berupa), sesungguhnya rahmatKu mendahului murka-Ku, ia tertulis di sisi-Nya di atas 'Arsy." (HR. Al-Bukhari)
Rasulullah bersabda, "Apakah engkau tidak percaya kepadaku, padahal aku adalah kepercayaan Dzat yang ada di langit? Setiap pagi dan sore hari datang kepadaku kabar dari langit." (Muttafaq Alaih)

Zhiyaulhaq
21 September 2011 - 12:03:40 WIB

Al-Auza'i berkata, "Kami bersama banyak tabi'in berkata, 'Sesungguhnya Allah Yang Maha Agung sebutanNya (berada) di atas 'Arsy, dan kami beriman pada sifat-sifatNya sebagaimana yang ter-dapat dalam sunnah Rasulullah'." (HR. Al-Baihaqi dengan sanad shahih)
Imam Syafi'i berkata, "Sesungguhnya Allah bersemayam di atas 'Arsy langitNya. Ia mendekati makhlukNya sekehendakNya dan Allah turun ke langit dunia dengan sekehendakNya."
Imam Abu Hanifah berkata, "Barangsiapa mengatakan, 'Aku tidak mengetahui apakah Tuhanku berada di langit atau bumi?' maka dia telah kafir." Sebab Allah berfirman, الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى
"(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas Arsy." (Thaha: 5).
'Arsy Allah berada di atas tujuh langit. Jika seseorang berkata bahwasanya Allah berada di atas 'Arsy, tetapi ia berkata, "Aku tidak tahu apakah 'Arsy itu berada di atas langit atau di bumi?" Maka dia telah kafir.
Zhiyaulhaq
21 September 2011 - 12:06:37 WIB

Sebab dia mengingkari bahwa 'Arsy berada di atas langit. Barangsiapa mengingkari bahwa 'Arsy berada di atas langit maka dia telah kafir, karena sesungguhnya Allah adalah paling tinggi di atas segala sesuatu yang tinggi. Dia dimohon dari tempat yang tertinggi, bukan dari tempat yang paling bawah.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata, "Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang Yahudi agar mengatakan hiththatun (bebaskanlah kami dari dosa), tetapi mereka mengatakan hintha-tun (biji gandum) dengan niat membelokkan dan menyelewengkannya. Dan Allah memberitakan kepada kita bahwa Dia 'Alal 'arsyistawa "bersemayam di atas 'Arsy", tetapi para tukang takwil mengatakan istawlaa "menguasai".

Perhatikanlah, betapa persis penambahan "lam" yang mereka lakukan Istawaa menjadi Istawlaa dengan penambahan "nun" yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi "hiththatun" menjadi "Hinthatun" 9.1
Zhiyaulhaq
21 September 2011 - 12:08:26 WIB

Di samping pentakwilan mereka dengan "istawla" merupakan pembelokan dan penyimpangan, pentakwilan itu juga memberikan asumsi (anggapan) bahwa Allah سبحانه و تعالي menguasai 'Arsy dari orang yang menentang dan ingin merebutnya. Juga memberi asumsi bahwa 'Arsy itu semula bukan milik-Nya, lalu Allah سبحانه و تعالي menguasai dan merebutnya. Maha Suci Allah dari apa yang mereka takwilkan.
Zhiyaulhaq
21 September 2011 - 12:24:14 WIB

Dalil Aqli yang bisa diterima secara ilmiah sbb :
1. Alqur'an turun pada tanggal 17 Romadhon. Turun itu dari atas (Luh Mahfudz) kebawah (Sama' addunya);
2. Peristiwa Isro' Mi'raj. Mi'raj berarti tangga, tangga untuk naik dari bawah (dunia) ke Sidratul Muntaha, Baitul Makmur (atas);
3. Perhatikan ayat yang menjelaskan pada 1/3 malam Allah dan Malaikat turun ke bumi
4. dll
ABULUQMAN
26 September 2011 - 07:47:29 WIB

Izin copy datar ustadz & alamat lengkapnya,
Baru kali dapat alamat lengkap ustadz2 Salafy, terimakasih kpd Admin.
Ngaji ke ustadz Salafy ahhhhhh.....!
ARW
26 September 2011 - 19:10:09 WIB

Sabar ya ikhwah, nasehat ahlus sunnah yang kita berikan bukan karena kita benci dengan saudara kita yang terpelincir,tapi karena rasa cinta kita.
Bagi antum yang masih mencari suapa ahlusunnah,maka lihatlah kehidupan mereka,apakah bener2 sesuai dengan sunnah ataukah hanya mengaku mencintai Rosululloh..lihat dari pakaian mereka,tutr kata,muamalah,insya Alloh akan antum dapati semangat mereka dalam meniru generasi terbaik umat ini.
ARW
26 September 2011 - 19:14:55 WIB

Jaga lisan2 antum dario mencela ulama ahlusunnah,siapa antum dibanding meraka?yang masa kecil antum dididik oleh Scobydoo,batman,superman,sedangkan para ulama menghabiskan masa kecilnya dengan belajar kepada ulama2 sebelumnya. Antum yang tiap ada pertandingan bola dipagi buta rela bergadang untuk menonton,maka para ulama menghabiskan malam tersebut untuk menyendiri,mendekat kepada Alloh.
wong Ciamis
28 September 2011 - 11:39:04 WIB

kalau pengen ga di cela jangan suka mencela ...yang suka mencela Ulama2 kan ustadz2 dan syaikh2 wahabi
wong Ciamis
28 September 2011 - 11:40:28 WIB

saya punya banyak buku2 wahabi atau Salafi isinya menjijikan...banyak sekali celaan kepada para ulama terdahulu...
Zhiyaulhaq
28 September 2011 - 12:59:02 WIB

Buku apa saja yang antum punya dan karangan siapa ?
Cobalah untuk membuka hati dan pikiran antum supaya bisa berpikir jernih dan tidak apriori kepada orang lain. Berusahalah untuk merubah mindset/kerangka berpikir supaya tidak terjebak kepada pola pikir tradisional yang akan menghalangi kita untuk menerima kebenaran, kemudian jadikanlah kebenaran itu sbg alat untuk mengukur diri kita sendiri/introspeksi diri. Ambillah yang datang dari Allah dan Rasul-Nya dan tinggalkanlah apapun yang bertentangan dengannya. Kita wajib ittiba' (mengikuti contoh) Rasulullah dan meninggalkan taklid (ikut-ikutan/mengekor) kepada Habib/Kyai/Ustadz/bapak dan nenek moyang kita. Jangan seperti “KATAK DALAM TEMPURUNG”.
Islam begitu sempurna dan mudah, jangan membebani diri dengan hal-hal yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah dan para Sahabat.
Renungkanlah !!!
Bang Ulung
28 September 2011 - 14:50:48 WIB

Innalillahi ...

Sdr. Admin, hendaknya sampeyan lebih banyak belajar. Kedangkalan & kesesatan informasi yg sampeyan sampaikan di blog ini dibaca oleh banyak org. Artinya bila org lain ikut terhasut maka sampeyan juga kena dosanya & kasihan murid-murid di sekolah sampeyan mendapatkan ustadz seperti sampeyan.

Dari pada sampeyan sibuk menyesatkan org, mendingan perbanyak amalan sunnah. Sudahkan sampeyan senantiasa :
1. Sholat Tahajud tiap malam
2. Puasa senin kamis (minimal)
3. menjaga wudhu
4. Membaca quran tiap hari

Lakukan amalan diatas. Insya Allah, Allah akan melunakkan hatimu & memberikan hidaya-Nya
abu fathan
28 September 2011 - 16:47:26 WIB

inilah wahabi sesungguhnya http://kampungsalaf.wordpress.com/2011/09/14/inilah-wahhab i-sesungguhnya%E2%80%A6/
iar
29 September 2011 - 15:53:14 WIB

Ass, Wr Wb,
maaf baru bisa gabung. All saudaraku janganlah kita memonopoli kebenaran, kebenaran hanya milak ALLAH SWT, para Nabi dan Rasul hanyalah penyampai risalah. mari kita renungkan makna bacaan tahiyat setiap kita sholat. mari kita renungkan dan tadabburi Al-Qur'an.Bacalah, bacalah, bacalah dengan nama TUHAN. mari rapatkan shof, hayya 'ala shsholah,hayya 'alal falah. Umat Islam Pasti Menang.
kris
04 Oktober 2011 - 08:55:43 WIB

kamu ini mikirin dunia ya dapat dunia kalau kamu ingin ikhlas beramallah sebagaimana parasahabat Nabi ayo sama-sama di tauladani kalau tidak mau ya sudah ambil banyak-banyak dunia ya seitu dapatnya terakhir mati juga kamu hati-hati semuanya berfikir dengan hati dan mata hati ber amal sesuai dengan tuntunan syariat islam
Achiep
04 Oktober 2011 - 13:22:27 WIB

Bagi anda-anda semuanya... jangan mudah terpengaruh... Bandingkan saja kitab-kitab aqidah anda (Aqidatul awam, kifayatul awam, jauhar at tauhid) yang banyak dikaji pesantren NU, dengan kitab mereka yang anda anggap wahabi, dengan kitab aqidah para ahli hadits seperti imam ahmad (usulus sunnah) Imam mujani murid imam syafi'ie (syarah sunnah).... mana yang lebih sesuai dengan ulama salaf..... dan berfikirlah positif cari kebenaran, jangan fanatik buta... yang mendekati mereka ambilah.... jangan asal ikut.. tanya dalilnya... katanya ahli sunnah.
alvis
04 Oktober 2011 - 16:38:00 WIB

alamat ma'had As Salafi jember gak update yg ditulis admid itu markaz sururi
wong Ciamis
05 Oktober 2011 - 10:24:14 WIB

Imam Ahmad, Imam Syafii, Imam Mujani itu bukan wahabi..yang Wahabi anda2 ini...& ustadz2 anda yang banyak penyimpangan & pemalsuan dalam mengutip pendapat Para Imam untuk mendukung Akidah & Hawa nafsu Wahabi...
Zhiyaulhaq
05 Oktober 2011 - 11:12:42 WIB

Imam Ahmad, Imam Syafii, Imam Mujani adalah ulama ahlussunnah, bukan ahlul bid'ah seperti anda yang tidak bisa membedakan antara tradisi nenek moyang dengan ibadah. Anehnya anda mengaku ahlussunnah tapi tidak pernah merujuk kepada ajaran2 beliau, kitab-kitab beliau. Kalau saja setiap orang boleh menafsirkan aqidah sesuai dengan selera/hawa nafsu masing2 atau taklid kepada Habib/Kyai/Ustadz, dll maka rusaklah dinul Islam ini.
Hamba Allah
05 Oktober 2011 - 14:25:58 WIB

Justru Habib Munzir yang sering memanipulasi pendapat Imam Syafii dan ulama ahlussunnah lainnya. Silakan lihat di : www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/183

Semo ga masyarakat semakin hati-hati untuk menuntut ilmu syar'i dan memilih lembaga pendidikan berbasis Islam bagi putra-putrinya. Silakan dengarkan radio Rodja di frekuensi 756 AM atau Radio Fajri untuk perbandingan.

Cepat atau lambat pemahaman seperti admin ini pasti ditinggalkan.
Wong Ciamis
08 Oktober 2011 - 12:14:05 WIB

Zhiyaulhaq & hamba Allah...antum mau aja jadi pengekornya wahabi, tidak punya pendirian...makanya kalau menuntut ilmu jangan mentah...yang mendalam..jadi tidak mudah terseret wahabi.....ditempat saya yang banyak terseret wahabi kebanyakan lemah penguasaan ilmunya....masih mentah jadi gampang di doktrin...
febri kristianto
10 Oktober 2011 - 23:16:51 WIB

sayang, keilmuan yang dangkal. tidak mengetahui arti salaf yang sebenarnya. secara langsung dan tidak langsung menghina para sahabat, tabi'in dan tabiut tabi'in serta imam 4 yang telah shohih membawa ajaran yang Haq
febri kristianto
10 Oktober 2011 - 23:19:48 WIB

Wong Ciamis. saya mau tanya tentang penguasaan ilmu nih. apakah sholat anda dan wudhu anda telag benar? itu dulu sih. karena amal yang pertama kali dihisab diakhirat adalah Sholat
wong ciamis
12 Oktober 2011 - 17:13:59 WIB

Benar menurut siapa ?? Ente...? atau menurut Wahabi ??? atau menurut Al Quran As Sunnah versi Wahabi ???
diwangsa
13 Oktober 2011 - 06:54:16 WIB

Sufi?NU sudah diberikan kesempatan berdakwah di Indonesia ratusan tahun tapi ummat terus dalam keterpurukan.......banyak banyak istighfar kalian
Zhiyaulhaq
13 Oktober 2011 - 08:26:19 WIB

Alhamdulillah kalau ditempat antum banyak orang yang menurut antum masih lemah penguasaan ilmunya, masih mentah dan gampang di doktrin kemudian terseret wahabi............karena belasan tahun bahkan puluhan tahun tidak pernah mendapatkan kejelasan antara haq-bathil, halal-haram, sunnah-bid'ah, taat-maksiat dari Habib/Kyai/Ustadz yang selama ini ditaklidi (diikuti). Artinya mereka mendapatkan hidayah dari Allah Azza wa Jalla dan hidayah terbesar itu karena mereka bisa meninggalkan taklid buta dan bisa menerima kebenaran yang datang dari Allah dan Rasul-Nya. Artinya pula bahwa aqidah seperti antum sudah semakin ditinggalkan, mindset tradisional semakin sedikit.............dan akan habis sejalan dengan pergantian generasi yang peradaban dan intelektualnya semakin berkualitas, tidak lagi nurut saja apa kata gurunya, tetapi kritis mempertanyakan dalil naqli, aqli maupun ilmiahnya

Ibnu.Suradi
13 Oktober 2011 - 14:29:22 WIB

Saya setuju usulan pembahasan shalat menurut Al Qur'an dan Hadits shahih. Bagaimana Kang Ciamis? Setuju? Kalau setuju, mari kita mulai dari cara berdiri Rasulullaah menghadap ka'bah untuk shalat.

Wallaahu a'lam.
wong ciamis
14 Oktober 2011 - 06:15:51 WIB

Zhiyaulhaq....mungkin pengalamn antum dulu ketika mengikuti Ustadz atau Ky antum taklid buta, tanpa ilmu..bukankah kita di larang untuk taklid buta justru kita erdosa kalau kita tidak menggunakan aqal untuk mencari dalil....itu kesalahan antum..artinya antum hanya ikut2tan ky atau ustadz tnapa mempelajari... dari mana ky atau ustadz merujuk....pengalaman antum jangan disamakan dengan yang lain...
wong ciamis
14 Oktober 2011 - 06:19:32 WIB

ibnu suradi...antum mau ngajak diskusi atau ngetes.... ???? udah pernah baca & meneliti kitab apa saja antum tentang masalah shalat sehingga antum udah merasa benar & membangakan diri serta berani menyalahkan pendapat orang....????
wong ciamis
14 Oktober 2011 - 06:32:57 WIB

diwangsa ...antum pengekor wahabi yang hanya ikut2tan anti Sufi & NU ? atau antum sudah menguasai khazanah keilmuan NU sehingga memvonis kegagalan NU? atau antum sudah membaca sejarah Wahabi dengan konprehensif sehingga menganggap wahabi penuh dengan keberhasilan ?
wong ciamis
14 Oktober 2011 - 06:35:13 WIB

jangan cuma ikut2tan jika antum2 baru cuma baca buku2 wahabi..justru antum yang taklid buta ....
wong ciamis
15 Oktober 2011 - 07:16:19 WIB

kenapa sy bilang pengikut wahabi /salafi kebanyakan lemah keilmuannya, karena saya berinteraksi langsung dengan mereka..pernah dalam kasus Hari raya Idul Fitri pas hari jum'at, pengikut salafi ga Ngadain Jumatan, saya tanya mana dalilnya bolehnya libur Jumatan kalau pas hari raya idul Fitri, dia bingung akhirnya bertanya kepada Ustadnya..
wong ciamis
15 Oktober 2011 - 07:21:17 WIB

dia ngasih tahu kalau kata ustadnya itu Fatwa Ibnu Taimiyah....saya bilang kalau begitu antum cuma ikut2an..jangan hanya fatwa..saya pengen ada haditsnya ga ? yang shahih yang menjelaskan kalau Nabi SAW dulu Pernah libur Jumatan? akhirnya bingung ga bisa jawab...sy bilang lagi : kalau ada tolong kasih tahu ke saya di Kitab Hadits apa ? sampai sekarang ga pernah jawab Tuhhh...
wong ciamis
15 Oktober 2011 - 07:37:30 WIB

itu bukti kalau pengikut salafi taklid buta kepada ustadz & Syaikhnya...padahal mengikuti tanpa ilmu itu dilarang oleh Allah...karena pendengaran, penglihatan dan hati semuanya akan dimintai pertanggingjawaban di hadapan Allah...jadi kalau menurut saya Kelompok salafi jangan sibuk menyalahkan orang lain..tapi diurusi dulu para pengikutnya biar ga jatuh kedalam kebodohan & Taklid Buta...
Zhiyaulhaq
17 Oktober 2011 - 09:03:14 WIB

Wong Ciamis saudaraku.........
Perkara hari 'ied yang bertepatan dengan hari Jum'at saya jelaskan sbb :
Pendapat yang dipilih oleh mayoritas ulama Hambali sebagaimana diriwayatkan dari ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali, Ibnu ‘Umar, Ibnu ‘Abbas dan Ibnu Az Zubair adalah bila hari ‘ied jatuh pada hari Jum’at, maka bagi orang yang telah melaksanakan shalat ‘ied boleh menghadiri shalat Jum’at atau tidak, namun imam masjid dianjurkan untuk tetap melaksanakan shalat Jum’at agar orang-orang yang berkeinginan menunaikan shalat Jum’at bisa hadir, begitu pula orang yang tidak shalat ‘ied bisa turut hadir.
Zhiyaulhaq
17 Oktober 2011 - 09:05:51 WIB

Dalilnya antara lain adalah:
1) Diriwayatkan dari Iyas bin Abi Romlah Asy Syamiy, ia berkata, “Aku pernah menemani Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan ia bertanya pada Zaid bin Arqom :
أَشَهِدْتَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عِيدَيْنِ اجْتَمَعَا فِى يَوْمٍ قَالَ نَعَمْ. قَالَ فَكَيْفَ صَنَعَ قَالَ صَلَّى الْعِيدَ ثُمَّ رَخَّصَ فِى الْجُمُعَةِ فَقَالَ « مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّىَ فَلْيُصَلِّ ».
“Apakah engkau pernah menyaksikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu dengan dua ‘ied (hari Idul Fithri atau Idul Adha bertemu dengan hari Jum’at) dalam satu hari?” “Iya”, jawab Zaid.
Zhiyaulhaq
17 Oktober 2011 - 09:12:15 WIB

Kemudian Mu’awiyah bertanya lagi, “Apa yang beliau lakukan ketika itu?” “Beliau melaksanakan shalat ‘ied dan memberi keringanan untuk meninggalkan shalat Jum’at”, jawab Zaid lagi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mau shalat Jum’at, maka silakan melaksanakannya.” HR. Abu Daud no. 1070, Ibnu Majah no. 1310. Asy Syaukani dalam As Sailul Jaror (1/304) mengatakan bahwa hadits ini memiliki syahid (riwayat penguat).
Zhiyaulhaq
17 Oktober 2011 - 09:14:42 WIB

An Nawawi dalam Al Majmu’ (4/492) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid (antara shahih dan hasan). ‘Abdul Haq Asy Syubaili dalam Al Ahkam Ash Shugro (321) mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. ‘Ali Al Madini dalam Al Istidzkar (2/373) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid (antara shahih dan hasan). Syaikh Al Albani dalam Al Ajwibah An Nafi’ah (49) mengatakan bahwa hadits ini shahih.
Zhiyaulhaq
17 Oktober 2011 - 09:15:51 WIB

2) Dari ‘Atho’, ia berkata, “Ibnu Az Zubair ketika hari ‘ied yang jatuh pada hari Jum’at pernah shalat ‘ied bersama kami di awal siang. Kemudian ketika tiba waktu shalat Jum’at Ibnu Az Zubair tidak keluar, beliau hanya shalat sendirian. Tatkala itu Ibnu ‘Abbas berada di Thoif. Ketika Ibnu ‘Abbas tiba, kami pun menceritakan kelakuan Ibnu Az Zubair pada Ibnu ‘Abbas. Ibnu ‘Abbas pun mengatakan, “Ia adalah orang yang menjalankan sunnah (ajaran Nabi) [ashobas sunnah].” HR. Abu Daud no. 1071. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
Zhiyaulhaq
17 Oktober 2011 - 09:16:40 WIB

Jika sahabat mengatakan ashobas sunnah (menjalankan sunnah), itu berarti statusnya marfu’ yaitu menjadi perkataan Nabi. Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 1/596.
Diceritakan pula bahwa ‘Umar bin Al Khottob melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Ibnu Az Zubair. Begitu pula Ibnu ‘Umar tidak menyalahkan perbuatan Ibnu Az Zubair. Begitu pula ‘Ali bin Abi Tholib pernah mengatakan bahwa siapa yang telah menunaikan shalat ‘ied maka ia boleh tidak menunaikan shalat Jum’at. Dan tidak diketahui ada pendapat sahabat lain yang menyelisihi pendapat mereka-mereka ini. Lihat Shahih Fiqh Sunnah, Syaikh Abu Malik, 1/596, Al Maktabah At Taufiqiyah.
Zhiyaulhaq
17 Oktober 2011 - 09:17:54 WIB

Dianjurkan bagi imam masjid agar tetap mendirikan shalat Jum’at supaya orang yang ingin menghadiri shalat Jum’at atau yang tidak shalat ‘ied bisa menghadirinya. Dalil dari hal ini adalah dari An Nu’man bin Basyir, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca dalam shalat ‘ied dan shalat Jum’at “sabbihisma robbikal a’la” dan “hal ataka haditsul ghosiyah”.” An Nu’man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari ‘ied bertepatan dengan hari Jum’at, beliau membaca kedua surat tersebut di masing-masing shalat. HR. Muslim no. 878.
Karena imam dianjurkan membaca dua surat tersebut pada shalat Jum’at yang bertepatan dengan hari ‘ied, ini menunjukkan bahwa shalat Jum’at dianjurkan untuk dilaksanakan oleh imam masjid.
Zhiyaulhaq
17 Oktober 2011 - 09:20:13 WIB

Siapa saja yang tidak menghadiri shalat Jum’at dan telah menghadiri shalat ‘ied –baik pria maupun wanita- maka wajib baginya untuk mengerjakan shalat Zhuhur (4 raka’at) sebagai ganti karena tidak menghadiri shalat Jum’at. Lihat Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyah wal Ifta’, 8/182-183, pertanyaan kelima dari Fatwa no. 2358, Mawqi’ Al Ifta.

Silakan antum cek dalil-dalil dan rujukan tsb.
wong Ciamis
18 Oktober 2011 - 08:22:45 WIB

terimwa kasih Buat Mas Zhiyaulhaq tas penjelasannya, namun ada beberapa cacatan yang perlu menjadi bahn kjian :
Abu Dawud meriwayatkan dalam Sunannya:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَن رَسُولِ اللهِ –صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ {قَدِ اجْتَمَعَ فِى يَوْمِكُمْ هَذَا عِيدَانِ فَمَنْ شَاءَ أَجْزَأَهُ مِنَ الجُمُعَةِ وَإِنَّا مُجَمِّعُونَ} (رواه أبو داود)
Artinya: Rasulullah SAW bersabda: “Pada hari ini telah berkumpul dua Hari Raya. Maka barangsiapa yang menunaikan Shalat hari Raya saja dan tidak Shalat Jum’at sudah mencukupi. Sesungguhnya kami mengumpulkannya.” (HR Abu Dawud dishahihkam oleh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud Hadis nomor 1073).

wong Ciamis
18 Oktober 2011 - 08:24:48 WIB

عَنْ إِيَاسِ بْنِ أَبِى رَمْلَةَ الشَامِيِّ قَالَ شَهِدْتُ مُعَاوِيَةَ بْنَ أَبِى سُفْيَانَ وَهُوَ يَسْأَلُ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ قَالَ أَشَهِدْتَ مَعَ رَسُولِ اللهِ –صلى الله عليه وسلم- عِيدَيْنِ اجْتَمَعَا فِى يَوْمٍ قَالَ نَعَمْ. قَالَ فَكَيْفَ صَنَعَ قَالَ صَلَّى العِيْدَ ثُمَّ رَخَّصَ فِى الجُمُعَةِ فَقَالَ {مَن شَاءَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيُصَلِّ}. (رواه أبو داود)

wong Ciamis
18 Oktober 2011 - 08:25:58 WIB


yang Artinya: Iyas bin Abi Ramlah Asy Syami berkata: Aku menyaksikan ketika Mu’awiyah bin Abu Sufyan bertanya kepada Zaid bin Arqam: “Adakah engkau pernah menyaksikan berkumpulnya dua hari raya bersama Rasulullah?”. Zaid bin Arqam menjawab: “ya pernah”. Mu’awiyah bertanya lagi: “Bagaimanakah Rasulullah melaksanakan ‘Id?”. Zaid berkata: “Beliau menunaikan Shalat Hari Raya kemudian memberikan keringanan untuk Shalat Jum’atnya. Maka siapa yang akan menunaikan Shalat Jum’at, dipersilahkan”. (HR Abu Dawud dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud Hadis nomor 1070).

wong Ciamis
18 Oktober 2011 - 08:27:05 WIB

Sekilas kedua Hadis di atas menyatakan bahwa orang yang telah menunaikan Shalat Hari Raya boleh tidak menunaikan Shalat Jum’at. Namun perlu diperhatikan dua hal:

Pertama, bahwa kebolehan tidak menunaikan Shalat Jum’at itu tidak berlaku bagi seluruh kaum Muslimin melainkan hanya bagi mereka yang berada di perkampungan dan jauh dari tempat menunaikan Jum’at. Inilah yang dipahami oleh sahabat Nabi SAW Utsman bin Affan RA. Al Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya:

wong Ciamis
18 Oktober 2011 - 08:28:11 WIB

قَالَ أَبُو عُبَيْدٍ ثمّ شَهِدْتُ مَعَ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ فَكَانَ ذَلِكَ يَوْمَ الجُمُعَةِ، فَصَلَّى قَبْلَ الخُطْبَةِ ثُمَّ خَطَبَ فَقَالَ يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ هَذَا يَوْمٌ قَدِ اجْتَمَعَ لَكُمْ فِيْهِ عِيْدَانِ، فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْتَظِرَ الجُمُعَةَ مِنْ أَهْلِ العَوَالِى فَلْيَنْتَظِرْ، وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَرْجِعَ فَقَدْ أَذِنْتَ لَهُ (رواه البخاري)
wong Ciamis
18 Oktober 2011 - 08:29:01 WIB

Artinya: Abu Ubaid berkata: Aku menyaksikan Hari Raya bersama Utsman bin Affan kebetulan saat itu hari Jum’at. Beliau menunaikan Shalat Hari Raya sebelum Khutbah. Dalam Khutbahnya ia mengatakan: “Wahai manusia, sesungguhnya pada hari ini telah berkumpul dua hari raya. Maka barangsiapa di antara warga perkampungan Al Aliyah (disebelah timur Madinah) yang mau menanti sampai shalat Jum’at, silahkan. Sebaliknya siapa yang ingin pulang pun, aku telah mengizinkannya…” (HR Al Bukhari).
wong Ciamis
18 Oktober 2011 - 08:30:03 WIB

Melalui pernyataan Khalifah ketiga ini tahulah kita bahwa gugurnya hukum wajib Jum’atan yang bertepatan dengan Hari Raya hanyalah bagi orang yang jauh dari Masjid Jami’. Hal tersebut dapat dimaklumi mengingat pada masa itu Masjid Jami’ hanya ada di pusat kota saja sehingga jika orang kampung harus kembali lagi jum’atan akan menyulitkan.
Kedua, bila telah diketahui bahwa gugurnya wajib Jum’atan hanya bagi sebagian Ummat Islam, itu berarti Jum’atan masih wajib bagi sebagian yang lain. Oleh karena itu maka ibadah Jum’at wajib diselenggarakan, tidak diliburkan

wong Ciamis
18 Oktober 2011 - 08:32:32 WIB

Berdasarkan ini semua, maka Al Imam Asy Syafi’i berkata:

wong Ciamis
18 Oktober 2011 - 08:34:19 WIB

Berdasarkan ini semua, maka Al Imam Asy Syafi’i berkata:
وَإِذَا كَانَ يَوْمُ الفِطْرِ يَوْمُ الجُمْعَةِ صَلَّى الإِمَامُ العِيْدَ حِيْنَ تَحِلُّ الصَّلَاةُ ثُمَّ أَذِنَ لِمَنْ حَضَرَهُ مِنْ غَيْرِ أَهْلِ المِصْرِ فِى أَنْ يَنْصَرِفُوْا إِنْ شَاءُوْا إِلَى أَهْلِيْهِمْ وَلَا يَعُوْدُوْنَ إِلَى الجُمْعَةِ وَالإِخْتِيَارُ لَهُمْ أَنْ يُقِيْمُوْا حَتَّى يُجَمِّعُوْا أَوْ يَعُوْدُوْا بَعْدَ انْصِرَافِهِمْ إِنْ قَدَرُوْا حَتَّى يُجَمِّعُوْا وَإِنْ لَمْ يَفْعَلُوْا فَلَا حَرَجَ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى
wong Ciamis
18 Oktober 2011 - 08:35:05 WIB


(قَالَ الشَّافِعِىُّ) وَلَا يَجُوْزُ هَذَا لِأَحَدٍ مِنْ أَهْلِ المِصْرِ أَنْ يَدْعُوْا أَنْ يُجَمِّعُوْا إِلَّا مِنْ عُذْرٍ يَجُوْزُ لَهُمْ بِهِ تَرَكُ الجُمْعَةِ.

wong Ciamis
18 Oktober 2011 - 08:35:49 WIB

Artinya: “Dan apabila Hari Raya Idul Fitri terjadi ada hari Jum’at, maka Imam menunaikan Shalat Hari Raya ketika telah datang waktunya. Setelah itu ia mempersilahkan kepada yang hadir dari selain penduduk kota untuk kembali kepada keluarganya jika mau dan tidak menunaikan Shalat Jum’at. Mereka boleh memilih antara tidak pulang dulu sebelum menunaikan Shalat Jum’at atau kembali lagi setelah pulang ke rumah jika memungkinkan hingga dapat turut serta menunaikan Jum’at. Tetapi jika pun melakukan seperti itu, Insya Allah Ta’ala tidak mengapa. Asy Syafi’i berkata bagi penduduk kota, mereka tidak boleh meninggalkan Shalat Jum’at kecuali bila ada udzur yang menyebabkan mereka boleh meninggalkan Jum’atan” (Lihat Al Umm Juz 1 halaman 263-264).
wong Ciamis
18 Oktober 2011 - 08:37:13 WIB

Salah seorang Ulama bermadzhab Hanbali yang sangat terkenal, Ibnu Qudamah Al Majlisi mengatakan:
وَتَرْخِيْصُ عُثْمَانَ لِأَهْلِ العَوَالِى إِنَّمَا كَانَ لِأَنَّهُ إِذَا اجْتَمَعَ عِيْدَانِ اجْتُزِئَ بِالعِيْدِ وَسَقَطَتِ الجُمْعَةُ عَمَّنْ حَضَرَ العِيْدَ غَيْرِ الإِمَامِ،
Artinya: “Dispensasi yang diberikan Utsman bin Affan kepada para penduduk ‘Awali (perkampungan) untuk tidak menunaikan Jum’atan itu hanyalah ketika berkumpul dua Hari Raya sehingga dianggap cukup Shalat Hari Raya saja dan gugurlah kewajiban Jum’atan atas orang yang menghadirinya selain Imam” (Asy Syarh Al Kabir Juz 2 halaman 157).

wong Ciamis
18 Oktober 2011 - 08:38:11 WIB

Inilah pula yang difatwakan oleh para Ulama Wahhabi dari Kerajaan Keluarga Sa’ud (Saudi Arabia) yang terkumpul dalam Komisi Fatwa Lajnah Da’imah. Ketika ditanya tentang masalah tersebut, para Ulama tadi menjawab:
إِذَا اتَّفَقَ عِيْدٌ فِى يَوْمِ جُمْعَةٍ سَقَطَ حُضُوْرُ الجُمْعَةِ عَمَّنْ صَلَّى العِيْدَ، إِلَّا الإِمَامِ، فَإِنَّهَا لَا تَسْقُطُ عَنْهُ، إِلَّا أَنْ لَا يَجْتَمِعَ لَهُ مَنْ يُصَلِّيْ بِهِ الجُمْعَةَ.

wong Ciamis
18 Oktober 2011 - 08:39:19 WIB

Artinya: Apabila Hari Raya bertepatan dengan Hari Jum’at, maka gugurlah kewajiban Jum’at dari orang yang telah menunaikan Shalat Hari Raya, kecuali Imam karena Shalat Jum’at tidak gugur atasnya kecuali bila tidak ada orang yang akan menunaikan Shalat Jum’at bersamanya. (Fatawa Al Lajnah Ad Da’imah Juz 8 halaman 179).
wong Ciamis
18 Oktober 2011 - 08:41:44 WIB

Dari pembahasan di atas jelaslah bahwa apabila Hari Raya (Idul Fitri atau Idul Adha) terjadi pada hari Jum’at, orang-orang yang berada di perkampungan (karena jauh dari Masjid Jami’) boleh tidak Jum’atan, tetapi Jum’atan wajib tetap diadakan. Adapun hari ini nampaknya tidak ada lagi orang yang kesulitan untuk datang ke Masjid Jami’ meskipun pulang dulu setelah Shalat ‘Id.
wong Ciamis
18 Oktober 2011 - 08:43:34 WIB

Itulah sebabnya banyak Ulama seperti Al Mu’alim KH. Muhammad Syafi’i Hadzami Rahimahullah yang berpendapat bahwa Shalat Jum’at pada Hari Raya sudah tidak perlu dipersoalkan lagi yakni wajib bagi semua orang. Maka, bila ada orang awwam yang menfatwakan tidak perlu menyelenggarakan Jum’atan atau menyerukan agar tidak usah mengikuti Jum’atan dengan alasan bertepatan dengan Hari Raya, maka mereka adalah pengikut aliran sesat karena tidak ada dasarnya sama sekali dalam Syari'at. Terhadap golongan ini kewajiban kita adalah mengajari dan menyadarkannya bukan berguru atau mengambil pelajaran darinya. Mereka tersesat karena tidak dapat membedakan antara “Boleh Tidak” dengan “Tidak Boleh”. Wallahu A’lam
Zhiyaulhaq
18 Oktober 2011 - 10:04:50 WIB

Sukron jazakallah atas penjelasannya
Saya tidak bermaksud berbantah-bantahan untuk mencari pendapat ulama mana yang paling kuat pendalilannya di forum ini, tetapi hanya memenuhi permintaan antum untuk menunjukkan hadits dan rujukannya.
Wallahu a'lam
heru
18 Oktober 2011 - 11:05:01 WIB

info Telkom speedy,sekarang pemasangan internet speedy lebih cepat lebih hemat hanya dengan 50rb anda bisa nikmati internet unlimited,banyak program paket murah lainnya.juga melayani dlm 1paket pemasangan telp+speedy hanya 300rb saja sudah bersihtnpa biaya tmbhn appun lg.jg melayani pemasangan telkomvision/yestv,parabola..alat seperangkat tdk usah dbeli,free,dipinjmkan;hubungi HERU dino 083866751348/0271-7023089 (telp/sms)
admin
18 Oktober 2011 - 11:29:23 WIB

kita udah punya jaringan internet lewat speedy pak..makasih
Ibnu.Suradi
19 Oktober 2011 - 17:03:21 WIB

Jadi bagaimana Wong Ciamis? Apakah anda setuju untuk membahas masalah shalat dengan dimulai dari bahasan cara berdirinya Rasulullaah saat memulai shalat berdasarkan hadits-hadits shahih sebagai pembuktian bahwa kita pengikut Rasulullaah?

Silahkan anda menyampaikan hadits-hadits yang anda dapat. Nanti kawan-kawan akan menimpalinya.

Wallaahu a'lam.
wong ciamis
19 Oktober 2011 - 17:18:32 WIB

IBNU sURADI...jangan dulu berdasarkan hadits.. berdasarkan Al Qur'an aja dulu..COBA SAYA NANYA DULU.diayat berapa & Surat apa dijelaskan cara Kita Mulai berdiri Shalat & Takbiratul Ihraam ???...tapi saratnya jangan buka dulu Al Qur,an + Terjemahnya + kitab2 & jangan bertanya kepada teman2 Wahabi antum dulu dan harus segera menjawab ketika antum membaca pertanyaan saya ini & tidak boleh ada tenggang waktu untuk membaca Al Qur'an dulu....jika jawaban antum benar sesuai dengan persyaratan....baru kita lanjutkan kepada pembahasan....
keep cool
19 Oktober 2011 - 20:46:28 WIB

Gak perlu menyalahkan orang2 lain..
Yang penting qta beribadah dengan ikhlas dan diimplemetasikan dalam sikap dan perilaku sehari-hari..

Itulah yang disebut qta benar-benar sholat untuk menegakkan agama,bukan HANYA melaksanakan sholat

Kalo semua hal dlm Islam dikerjakan y gak mungkin bisa lah..wong qta ini manusia yg serba lemah dan penuh kekurangan,yg bisa sempurna itu cuma para Nabi & Rasul


mamas
20 Oktober 2011 - 20:47:26 WIB

suka Habieb mundzir,....suka Habieb Luthfi,...suka KH Hasyim as'ari...Suka Syeikh Abdul Qadir al jaelani....Allohumma sholli 'ala sayyidina muhammad
inda
20 Oktober 2011 - 21:04:18 WIB

shollu 'alaih....
Ibnu.Suradi
24 Oktober 2011 - 11:19:00 WIB

Bismillaah,

Kang Wong Ciamis yang baik hati,

Dalam Al Qur'an, Allah hanya memberikan perintah shalat secara umum. Sedangkan, detil cara shalat diajarkan oleh Rasulullaah kepada para sahabat. Kita mengetahui cara shalat yang diajarkan oleh Rasulullaah kepada para sahabat dalam kitab-kitab hadits.

Jadi, langsung saja kita bahas bagaimana cara Rasulullaah berdiri untuk shalat. Silahkan anda menjelaskan bagaimana cara berdiri Rasulullaah untuk shalat. Jangan lupa sampaikan dalil dari haditsnya, ya. Kita meniatkan pembahasan ini untuk peneguhan hati kita tentang shalat dan juga semoga bermanfaat bagi kawan-kawan lainnya.

Wallaahu a''lam.
wong Ciamis
24 Oktober 2011 - 12:13:43 WIB

menurut siapa di dalam Al Qur'an ga ada penjelasannya? memang antum udah membaca & mempelajari semua ayat Al Qur'an ? coba mana dalil Al Qur'anya kita wajib membaca Surat Al Fatihah ?....
nahdliyina anshor
24 Oktober 2011 - 12:14:10 WIB

Sejak aliran Wahabi/salafi masuk kampung saya, ayah saya sebagai kyai jadi tidak dipercaya warga. Hasilnya, keluarga saya yang biasa mendapatkan berkah dari jamaah NU yang biasa ngaji ditempat saya sekarang berkurang. Ibu ibu dan bapak jamaah yang setiap malam jumat memberikan sumbangan untuk didoakan oleh ayah saya sekarang sudah tidak ada. Ayah saya yang biasa mendapat kriiman beras dan daging sekarang malah beras dan daging diberikan kepada warga miskin dan anak yatim. Kami biasanya mendapatkan sripilan dari para peziarah juga sudah tidak dapat. Akibatnya keluarga kami kehilangan penghasilan. Dasar kurang ajar aliran Wahabi . Waspadalah, aliran wahabi telah menghancurkan usaha kami mendapatkan uang melalui kegiatan agama. Dulu ayah saya dipuja puja dan gampang mendapatkan uang, sekarang kesulitan hidup. Tolonglah kami. Warga NU semua, waspadalah dengan Wahabi
wong Ciamis
24 Oktober 2011 - 12:19:17 WIB

gemana kita mau membahas berdasarkan Al Qur'an. kalau membaca Al Qur'an aja ga pernah, apalagi menghafalnya menjadi seorang hafidz, dan mempelajari tafsirnya....Al Qur'an itu berisi penjelasan segala sesuatu..tibyanallikulisyaii'
Al-rummi
24 Oktober 2011 - 12:26:17 WIB

Anda benar mas, seorang habib ditempat saya juga mengeluh. Biasanya kalau peringatan malam Syura, Ribuan warga NU datang meminta berkah dan doa. Selain uang, biasanya Pak Habib dapat ratusan ton beras dan ternak seperti kambing dan ayam. Sumbangan dari jamaah NU yang telah didoakan oleh Pak Habib. Sejak aliran wahabi masuk di kampung saya, kegiataan syuraan jadi sepi.
Kyai kyai ditempat kami benar benar mengeluhkan masuknya aliran tersebut. Para kyai seperti kehilangan jamaah. Seperti paman saya yang setiap minggu kedatangan 20 sampai 50 jamaah NU, yang minta didoakan atau air untuk obat, sekarang berkurang. Akibatnya paman tidak dapat penghasilan. Wahabi benar benar merusak rejeki kami. Waspadalah

Ibnu.Suradi
25 Oktober 2011 - 10:07:18 WIB

Bismillaah,

@Wong Ciamis,

Allah berfirman dalam Qur'an, Surat Al Baqarah, ayat 43: "Wa aqiimushshalaata wa atauzzakaata warka'uu ma'araaki'iin (Tegakkanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk".

Itu perintah Allah kepada hambaNya untuk shalat. Sedangkan cara shalatnya, berdirinya, takbirnya hingga salam tidak ada dalam Al Qur'an, tapi ada dalam hadits.

Sekarang mari mulai dari cara berdiri Rasulullaah untuk shalat. Silahkan Wong Ciamis memberikan penjelasan tentang cara berdiri Rasulullaah untuk shalat. Ingat pakai dalil hadits, jangan kata guru saya gini, gitu, dst.

Wallaahu a'lam.
ahmad ridlo akbar
27 Oktober 2011 - 12:33:32 WIB

tahlilan, maulidan, yasinan, haul haulan (de el el yang tidak ada sumber amalanya) itu bid'ah menurut LDII termasuk melarang jamaahnya merokok ... berarti LDII itu termasuk WAHABI ?
iseng aja
27 Oktober 2011 - 18:38:45 WIB

terima kasih semuanya

selamat anda semua telah ditertawakan oleh para orang - orang non muslim.

kita muslim adalah saudara, selama syahadat nya tidak berbeda masih mengakui ALLAH adalah tuhannya dan Muhammad adalah nabinya maka kita saudara, masalah perbedaan penerapannya didalam kehidupan, biarkan menjadi tanggung jawab masing - masing individu dihadapan Allah kelak nantinya.
van lennon
28 Oktober 2011 - 10:04:48 WIB

masih meributkan hal hal yang begitu aja.. haduuuuuhhhh.. absurd sekali kalian ini....
ANjing bisa masuk surga karena sering ikut orang alim (ulama)..... bid'ah mulu yg diributin... emang kemampuan otak kalian cuma bisa mikirin bid'ah doang...dasar islam sempalan semuanya....
mau baca yasin, mau tahlilan ke..mau tawasulan ke.. selama niat karean allah kenapa pesti pusing siiiiiiii.....

iseng aja
28 Oktober 2011 - 11:20:41 WIB

assalamualaikum ...

mohon maaf sekedar nambahin lagi.

saya hanya manusia yang masih bodoh, hanya saja dari yang saya pelajari dari berbagai macam ustd2, saya memperoleh beberapa persamaan dari mereka :

1. Rukun Islam ada 5 :
- Syahadat --> mengakui Allah tuhannya dan Muhammad rosulnya. Selain dari itu harus dipertanyakan lagi !!..

- sholat --> semua ajaran yang saya pelajari semuanya sama dalam rukun sholat, yang menjadi perbedaan adalah hal - hal yang diluar rukun.
a. shubuh --> 2 rokaat
b. zhuhur --> 4 rokaat
c. ashar --> 4 rokaat
d. maghrib --> 3 rokaat
e. isya --> 4 rokaat

- puasa --> semuanya sama start shubuh end maghrib, klo ada yang start nya dari dhuha end nya isya, mungkin bisa dipertanyakan lagi.

- zakat --> semuanya sama 3.5L gak ada yang lebih atau kurang.

- haji --> ini juga sama hajinya ke mekah, bukan ke hawai :D
iseng aja
28 Oktober 2011 - 11:21:53 WIB

2. Rukun Iman ada 6 :
- iman ke Allah SWT --> klo bukan berarti bukan muslim.

- iman ke malaikatnya --> sama kan ?...

- iman ke rosulnya --> saya yakin gak ada muslim yang mengimani seorang rosul yang tidak di imani oleh muslim yang lain, klo ada bisa dipertanyakan lagi tuh :D !!!

- iman ke kitab nya --> pasti juga sama !...

- iman ke hari kiyamat --> siapa yang gak percaya klo dunia ini akan kiamat ?...

- iman ke takdir baik dan buruk datangnya dari Allah --> pasti juga sama !...


NAH KAN UDAH KETEMU TUH PERSAMAANNYA --- UNTUK APA LALU KITA MEMPERMASALAHKAN PERBEDAANNYA --- DARI SEMUA USTD YANG PERNAH SAYA DENGAR KLO PERBEDAAN ITU ADALAH ROMATAN LIL ALAMIN(CMIIW).
iseng aja
28 Oktober 2011 - 11:37:21 WIB

Kalau MASIH BELUM TERIMA, BERIKUT SAYA KASIH SIMULASI SEDERHANA SEMOGA BISA JADI BAHAN BERFIKIR KITA SEMUA.

A. Muslim adalah saudara --> ibaratkan kakak dan adik.

B. Kulit kakak putih, adik hitam --> apakah kakak nya gak mau mengakui adiknya sebagai saudaranya ?...

C. Adik genius, kakak biasa2 saja --> apakah adiknya gak mau mengakui kakaknya sebagai saudaranya ?...

D. Kakak laki2, adik perempuan --> apakah kakanya gak mau mengakui kakaknya sebagai saudaranya karena berbeda jenis ?...


Yah itu cuma sekedar share aja, saya juga masih terbatas ilmunya didalam agama, hanya saja dasar yang kita semua pernah terima pastinya sama, mengenai perbedaan yah sikapilah dengan bijaksana.

Disini saya bukan ingin berdebat, hanya mengingatkan saja kepada para saudaraku semuanya, jangan sampai hal yg diperdebatkan malahan membawa perpecahan sesama saudara(red : muslim).

Terima kasih,
tuhtam
28 Oktober 2011 - 15:54:35 WIB

hai...yadi dan wahabi lainny...
sanad ente gak jelas (termasuk Syekh ente muhamad bin abdul wahab pencetus wahabi )
jangan sembarang nukil ayat/hadits
pendapat ente bathil
"pemurnian agama" sebenarnya penyesatan agama yang ente bawa...
iseng aja
28 Oktober 2011 - 16:30:19 WIB

MASYA ALLAH MASIH ADA AJA YANG NAMBAHIN, TOLONG JANGAN MEMPERKERUH SUASANA.

SAYA TEGASKAN LAGI KITA INI SAUDARA, DARI PADA MEMPERDEBATKAN HAL2 YANG BISA MENIMBULKAN PERPECAHAN LEBIH BAIK KITA SAMA-SAMA BERLOMBA2 DALAM IBADAH !!!

MASALAH BID'AH DLL BIARKAN MASING - MASING MENJALANKAN SESUAI DENGAN KEYAKINAN ILMU NYA MASING - MASING !!!

PERTANGGUNG JAWABAN KAN JUGA MASING - MASING !!!
722
29 Oktober 2011 - 22:27:53 WIB

saya orang awam.....baca dari awal ampe akhir.... bahasa kasarnya dimulai dari pihak WAHABI..... apakah memang KASAR bagian dari ajarannya???
Wong kito
31 Oktober 2011 - 10:41:50 WIB

Kalau Pengikut Wahabi mau mengikuti hati nurani, semestinya mereka sadar bahwa apa yg menjadi fatwa ulama wahabi adalah untuk melemahkan umat islam dari dalam. dengan begitu yahudi dan nasrani yg menjadi saudara dikerajaan arab saudi dapat menghancurkan umat islam dengan mudah.
bodohnya lagi adalah menganggap ulama dari arab adalah pewaris ilmu nabi, padahal mereka adalah sekutu yahudi amerika. banyak sekali fatwa fatwa ulama wahabi justru mengadopsi keinginan yahudi israel dan amerika. sadarlah wahai saudaraku, jangan kau ikuti ulama yg mendahulukan hawa nafsu dan dunia.
Zhiyaulhaq
31 Oktober 2011 - 15:16:05 WIB

Kebenaran itu bersifat universal, artinya kalaupun sesuatu itu adalah haq/benar maka kebenarannya akan diakui oleh kebanyakan orang dimanapun berada tetapi sebaliknya kalaupun sesuatu itu bathil/salah maka kebathilan/kesalahan itu tentu akan diingkari oleh kebanyakan orang dimanapun berada.
Kenalilah kebenaran itu dengan ilmu dan bukan dengan prasangka, kira-kira, asumsi ataupun sesuai selera dan terimalah kebenaran itu dengan obyektif sehingga kita ridho untuk meninggalkan kebathilan. Kembalilah kepada Allah (Alquran) dan Rasul-Nya (As Sunnah)
aji
31 Oktober 2011 - 23:14:41 WIB

majuu teruss..... salapi bukan salaf
panjul
01 November 2011 - 06:32:26 WIB

rezim Saudi itu kan budaknya barat terutama Amerika dari mulai berdirinya mereka sudah bersengkongkol dengan barat mak orang-orang yang mendukungnya termasuk pendudkung kebijakan politik kaum kuffar, termasuk Fatwa-fatwa ulamanya juga yang berkaitan dengan masalah politik sudah dipengaruhi kebijakan rezimnya, makanya harus hati2 membaca kitab-kitabnya.
kondisi sekarang rezim2 di Timur tengah sudah banyak yang di gusur masyarakat banyak menuntut perubahan, kemungkinan juga akan menjalar ke pad rezim saudi yang sistem pemerintahannya termasuk bid'ah karena menyimpang dari yang di contohkan Khulafaurrasidin....
Zhiyaulhaq
01 November 2011 - 09:06:05 WIB

Kalau bicara politik saya tidak punya ilmunya jadi tidak ada tanggapan. Terjadinya carut marut semua urusan disebabkan karena orang berbicara dan berbuat tanpa ilmu...........
Tapi kalau ada fatwa ulama wahabi yang melemahkan umat islam dari dalam dan mengadopsi keinginan Yahudi Israel dan Amerika sebaiknya ditulis saja dalam forum ini biar semua pembaca tahu. Kalau memang benar demikian niscaya Wahabi akan ditinggalkan tetapi kalau antum yang berbohong maka harus terima kenyataan untuk ditinggalkan.
Untuk perkara bagaimana sikap kita terhadap penguasa silakan antum baca Kitab Al Wara wal Bara' baru berikan komentar. Jangan bicara hal2 yang tidak diketahui
Wahabi
06 November 2011 - 21:28:28 WIB

Numpang tanya :
Hb Munzir itu hafidz nggak quran????
Zhiyaulhaq
07 November 2011 - 07:49:32 WIB

BEGINIKAH PEMAHAMAN MR TENTANG TAUHID ?

151
01 Juli 2011 - 13:49:48 WIB

tauhid adalah :
1.Allah ada tanpa permulaan dan ada tanpa akhiran.
2.Allah ada tanpa tempat dan arah.
3.Allah berbeda dari mahluknya dari satu sisi maupun semua sisi.
4.Mempercayai Nabi Muhammad SAW adalah Nabi terakhir.
5.Membenarkan semua perkataan Nabi Muhammad itu berasal dari wahyu Allah dan benar adanya.

TANPA PENJELASAN ASAL KATA DAN ARTI TAUHID, TANPA MERUJUK KEPADA SUMBER HUKUM ISLAM........dll

Inilah musibah...........
Seseorang berbicara tanpa ilmu tetapi terlalu percaya diri menunjukkan kebodohannya di dalam forum lembaga pendidikan tempat para santri menuntut ilmu !!!
Pemahaman seperti inikah yang antum ajarkan kepada para santri ?

Rudi Handoyo
08 November 2011 - 13:13:36 WIB

Alahamdulillah petualangan ibadah saya berakhir sejak mengenak SALAFY
Saya meletakan penilaian dengan seadil-adilnya dan sesabar-sabarnya.
Salafy mengajak umat untuk menjauhi Syrik, bida'ah dan khurafat.
Wahabi bukan teroris dan sebutan negatif lainya.
Saya wahabi...........!!!
Rudi Handoyo
08 November 2011 - 13:28:03 WIB

Sayariat ini mudah jadi buat apa di susah-susahkan. Ada masalah kecil sd besar ambil wudhu kemudian shalat 2 rakaat.gampang dan mudahkan....??
Gampang dan mudahkan, tidak perlu bertwasul di kuburan orang sholeh.
Bukan kah allah swt maha mendengar dan maha kuat??kalo allah swt maha mendengar dan maha kuat kenapa mesti pake perantara.....???

Rudi Handoyo
08 November 2011 - 13:41:22 WIB

Ada kematian , cepat2 di kuburkan sehinggao yg bertakziah tidak di repotkan dengan meninggalkan jam kantor .Dan malam nya jgan memberatkah tuan rummah dengan acara ini dan itu, makan ini dan itu dengan alasan kirim doa.
Bukan yg lebih afdhal sang anak lah yg akan sampai kirim doanya, insyaallah.

andi Pedrosa
08 November 2011 - 21:18:14 WIB

wah kok ADMINYA banyak diemnya si...malah yg jawab kebanyakan 151,jawabnya serampangan lagi,KASAR.kliatan kayak orang ga tau AGAMA aja beda ama pendukung WAHABi ma SALAFi bahasanya halus,hem kliatan aja orang yg berahlaq..yah.
Buat admin klo punya blog bikin forum kayak gini,tanggung jawab donk,emmang gak malu apa ama yg koment udah ngajak diskusi malah ga bisa jawab..malu2in orang2 BLOGER saja tapi makasih banget ding atas infonya jadi pingin masuk ke situs SALAFI & WAHABI,kayaknya ini lain dari pada yg lain..gak monoton..:-)
panjul
09 November 2011 - 08:07:49 WIB

KALAU RUDI HANDOYO udah kelihatan pendukung wahabi....andi perdosa juga sama pendukung wahabi...siapa saja bebas berkomentar karena Islam bukan hanya monopoli milik wahabi....penafsiran dan pemahaman apapun tentang Islam bebas untuk dikemukakan, justru itu yang akan memperkaya khazanah keilmuan, tapi sikapi dengan pemikiran yang terbuka, yang ga boleh kan fanatik dengan salah satu faham dan kelompok...
panjul
09 November 2011 - 08:23:19 WIB

semua kebenarn yang disandarkan kepada teori yang di buat manusia termasuk teori ilmiah dalam semua caban ilmu termasuk juga ilmu2 keagamaan, termasuk ilmu hadits semua bersifat nisbi artinya kebenarannya belum final, jadi kita jangan cepat-cepat merasa sudah menemukan kebenaran final, boleh jadi yang anda yakini itu sutu kebenaran merupakan kesalahan dan kesesatan karena akan ada yang membuktikan kesalahanya , karena kebenaran itu berproses..dan kebenaran yang mutlak hanya dari Allah SWT...
panjul
09 November 2011 - 08:27:30 WIB

kalau menurut saya orang yang hanya belajar salafi saja ...akhirnya hanya akan menjagi agamawan yang fanatik dan bodoh terhadap perkembangan pemikiran ....
pujoko abu shamil
09 November 2011 - 09:53:31 WIB

bilang-bilang masalah sanad....saya mau nanya kepada 151: mungkin bisa menyebutkan sanadnya habib munzir sampai ke Rasulullah....mangga dijawab
pujoko abu shamil
09 November 2011 - 10:14:07 WIB

ngomong ngomong masalah bid'ah, kepada yang melaksanakan bid'ah hasanah :....kenapa sahabat abu bakar dan sahabat zaid radhiallahu 'anhum ajma'in..sangat takut dan keberatan dengan usul sahabat umar radhiallahu anhum tentang dikumpulkannya ayat-ayat Qur'an dalam satu mushaf...karena yang beliau takutkan adalah jikalau sampai berbuat bid'ah (karena menurut pemahaman beliau berdua hal tersebut tidak dilakukan oleh Rasulullah) walaupun akhirnya ternyata Allah membukakan ilmu kepada beliau berdua lewat penjelasan sahabat umar bahwa itu bukan bid'ah.........
pujoko abu shamil
09 November 2011 - 10:15:07 WIB

* permasalahan yang ingin saya tanyakan: kenapa abu bakar dan zaid sangat ketakutan jikalau berbuat yang Rasul tidak melakukannya, padahal tentunya beliau tahu bahwa itu adalah hasanah....jikalau bid'ah hasanah itu boleh apakah beliau tidak mengetahui bahwa mengumpulkan mushaf itu adalah hasanah...kenapa tidak langsung saja menerima tawaran umar untuk melaksanakannya....padahal untuk menilai mengumpulkan Ayat Al Qur'an dalam timbangan baik atau buruk sangatlah mudah, apalagi sekelas beliau berdua....
abu ubaid
09 November 2011 - 13:30:20 WIB

BISMILLAH,
Senantiasa berpgang tguhlah dngan Al Qur'an n Sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wasallam dgn pmhaman pr Shalafus sholeh yg mn pr salaf adlh orng2 yg tlh dprsaksikn oleh Rasulullah bhwa mrk adlh sbaik2 umat/manusia yg dciptkn oleh Allah Ta'ala yg prnah ada d muka bumi ini n sbaik umat/mns yg hrs kt ikuti, kaifa haluk u/ saudara2 wahabiq d slrh indonesia, UHIBBUKAFILLAH, InsyaAllah stlah ini, 151 n antk2x sdh brtaubat dr prbuatanx yg sdkt2 habib munzir sdkt2 hm (takliq buta) krn yg sprti inilh takliq buta yg sbnrx, mnghujat pr ULAMA Ahlussunnah yg mn hidup mrk dicurhkn u/ ILMU, tnpa mnghrp imbalan apapun, mrk tdklh mnukar Akherat mrk dg DUNIA/HARTA/UANG dll yg sdkt n tak brnilai ini di sisi ALLAH TA'ALA, TGUHLH WAHAI SODARA2Q YG BRPEMHMAN WAHABI, INSYA ALLAH KALIAN BRD D JALAN YG BNAR, YG D RIDHOI OLH ALLAH TA'ALA, AMIIN, BAARAKALLAHU FIYK,...
admin
09 November 2011 - 13:54:59 WIB

Siap saja yang mempelajari dan meneliti kehidupan manusia, baik mengenai problem yang dihadapi maupun perpecahan dikalangan mereka, niscaya ia akan dapat menyimpulkan bahwa perpecahan itu kebanyakan disebabkan oleh tidak adanya saling pengertian atau adanya kecurigaan diantara mereka. maka akhirnya perpecahannyalah yg terjadi, satu sama lain saling berjauhan...
admin
09 November 2011 - 13:58:13 WIB

tetapi bila kedua belah pihak dapat dipertemukan, dan masing-masing meneliti cara berfikir pihak lain dengan niat bak dan tujuan luhur, niscaya benih2 perpecahan akan dapat dihilangkan dan mereka akan kembali bersatu....
admin
09 November 2011 - 14:07:33 WIB

Contoh adalah kenyatan seperti di atas, memberikan gambaran betapa perbedaan masalah2 khilafiyah & masalah ilmiyah merupakan realitas, masing2 pihak memandang lawan pendapatnya sebagai musuh, akhirnya masing2 menyerang lawannya dan selalu mencari menangnya sendiri...
pisangan-kuningan
09 November 2011 - 15:35:59 WIB

adakah VCD tabligh akbar ust. Yazid seperti yg diceritakan akh Zhiyaulhaq..? apa tema tabligh akbar tsb..?
Zhiyaulhaq
09 November 2011 - 16:56:56 WIB

Akhi Pisangan-Kuningan, semoga antum dirahmati Allah Azza wa Jalla.........
Kejadiannya sudah lumayan lama dan saya tidak ingat temanya dan saya juga tidak tahu apakah ada videonya atau tidak.
Antum bisa tanyakan VCD dan jadwal kajiannya kpd DKM Masjid Al Azhar atau Radio Rodja 756 am (biasaya disiarkan langsung atau disiar ulangkan oleh radio ini) yg hingga saat ini Ustadz Yazid dan ustadz2 bermanhaj Salaf lainnya tetap mengisi kajian di Masjid Al Azhar, Gd. Bursa Efek Ind, Masjid Polda Metrojaya dan di banyak tempat lainnya. Saat ini di Radio Rodja Ustadz Yazid menyampaikan kajian kitab :"Syarah Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah" dan kitab/tema2 lainnya.


ongghuwan
09 November 2011 - 23:44:31 WIB

kita hanya tahu syarat-syarat orang yang cinta Allah SWT, nabi Muhammad SAW, Islam, dan ajran-ajarannya (tafsir kita terhadap Al-qur;am dan Hadits). Tapi yang mempunyai hak untuk memfonis adalah Allah, jangan-jangan kita menuhankan diri kita. Mari kita belajar berakhlak, karena itu Rosulullah diutus ke bumi. Menghujat dan mencaci adalah tradisi jahiliya.
falhan
10 November 2011 - 02:10:08 WIB

Assalamualaikum wrh. Website sangat menarik. Namun saya masih bingung, apakah taktif "WAHABI" sebenar? mohon penjelasan.
Panjul
10 November 2011 - 08:44:22 WIB

saya justru berterima kasih sekali kepada admin yang telah membuat forum ini..karena kita bisa melihat beragam pemahaman dalam Islam yang berbeda bahkan berlawanan, memperkaya wawasana....cuma kalau kita tidak bisa menyikapi dengan santun akhirnya...menyedihkan...inilah realitas yang terjadi pad Ummat Islam...
pujoko abu shamil
10 November 2011 - 10:45:10 WIB

@ admin.....memang sungguh perpecahan itu timbul karena sebagian orang yang melakukan praktik-praktik ibadah sesuai dengan kehendaknya (read: BID"AH) menginginkan sikap dimengerti oleh fihak lain, bahkan tidak perduli kepada siapapun, meskipun kepada sebagian orang-orang yang meyakini itu terlarang (read: BID'AH)...maka ketika sebagian orang yang meyakini terlarangnya praktik-praktik tersebut, mencoba untuk menasehatkan kepada saudara-saudaranya yang mau menerima nasehat, kemudian sebagian yang lain (read: pempraktik-pempraktik BID"AH) merasa tersinggung akhirnya mereka berolok-olok, mencela, kemudian bersikap menganggap sesat bahkan ada pula yang mengkafirkan setiap yang tidak sesuai dengan keyakinan praktik-praktik mereka (BID"AH)....
pujoko abu shamil
10 November 2011 - 10:45:44 WIB

maka pertanyaan saya siapa sebenarnya yang gemar menganggap sesat kepada golongan lain, siapa yang gemar mengkafirkan golongan lain...bahkan tidak jarang kami jumpai mereka pelaku bid'ah memvonis, mencela, mensesatkan, mengkafirkan secara mu'ayyan kepada yang mereka sebut WAHHABI......maaf jikalau kurang ilmiah, namun semoga mendapatkan tanggapan yang setidaknya lebih ilmiah dari tulisan saya
pujoko abu shamil
10 November 2011 - 10:54:22 WIB

@ 151......mohon ditampilkan disini sanad ilmunya habib munzir

abu abdillah
10 November 2011 - 17:27:29 WIB

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
Pemerhati
11 November 2011 - 05:18:13 WIB

MR & Habib Munzir tdk konsekuen & tdk bertg jwb. Sdh membuat blog provokatif menyerang Wahabi ttp jadi tdk berkutik ketika diajak berdiskusi ttg keshahihan ilmu syar'i-nya. Terukur jelas kedangkalan ilmu & pendalilannya, terlihat jelas kekeliruan pemahaman aqidahnya.
MR tlh mempermalukan diri sendiri & merusak 'market'-nya sendiri.
Menurut kabar dr tetangga sebelah di Depok dulu MR & Habib Munzir mau adakan Maulid Nabi di Masjid tp ditolak masyarakat dan akhirnya pindah ke lapangan basket.
wong ciamis
11 November 2011 - 07:30:25 WIB

 silahkan anda ikuti mudzakarah Buya Yahya (Ahlussunnah Tulen Indonesia Lulusan Yaman) dengan Prof DR Salim Al Bajri.avi silahkan Prof DR Salim Al Bajri.avi (salafi tulen jebolan yaman ) . buka...http://www.youtube.com/watch?v=CDBoK_gLmWc&feat ure=related akhirnya Prof. Dr. Salim Bajri mengakui bahwa MENGHADIAHKAN PAHALA ADALAH MASALAH KHILAFIAH JADI TIDAK BOLEH DIANGGAP BIDAH ATAU MUSYRIK...NAMUN YG DIYUTUB HANYA POTONGAN2N, LEBIH LENGKAP BELI CDNYA DI AL BAHJAH

wong ciamis
11 November 2011 - 07:35:02 WIB

seri keduanya...silahkan buka ..http://www.youtube.com/watch?NR=1&v=NF3IDyLJ1I4
wong ciamis
11 November 2011 - 07:37:43 WIB

Dialog Buya Yahya dan Muhammad Thaharah (gembong salafi cirebon) silahkan buka http://www.youtube.com/watch?v=dDxrE1UxmPk&feature=rel ated LEBIH LENGKAPNYA BELI CDNYA DI AL BAHJAH. DIALOG INI DITAYANGKAN DI tv CIREBON MEMBAHAS MASALAH TAWASUL & ZIARAH KUBUR, PERTEMUAN PERTAMA MUHAMMAD TOHARAOH DATANG, PERTEMUAN KEDUA TIDAK HADIR, PADA SESE KEDUA Buya Yahya membahas isi kitab karangan Syaikh Jamil Jainu yang banyak memaparkan kesalahan pemahaman dan pemlintiran dalil, serta di ungkapnya pemalsuan kitab Al Adzkar an nawawi oleh penerbit dari Saudi yang di sinyalir oleh Abdul Qadir Ar Naut, walaupun dia mengklarifikasi dan melemparkan tuduhan kepada team edit kerajaan saudi.

Pemerhati
11 November 2011 - 08:24:34 WIB

Anda kok lempar batu sembunyi tangan ? Apa hubungannya dengan Habib Munzir dan MR ?
Tanggapan2 di blog ini kan dimulai dari tulisan provokatif anda. Pertanggung jawabkan dulu dengan cara2 syar'i yang edukatif karena misi anda adalah pendidikan. Kalau hujjah anda baik dan benar sesuai Alqur'an dan Assunnah sebagaimana contoh Rasulullah dan para sahabat pasti akan diterima dan diikuti.
Semua yg merespon blog ini tentu sudah tahu IT jadi bisa browsing internet dan buka Youtube.
wong ciamis
12 November 2011 - 11:48:55 WIB

Kalau saya bukan pengikut habib mundir, saya ga begitu tahu tentang habib mundir, cuma saya ingin ikut berkomentar tentang kajian pemikiran salafi ini...menurut saya saat ini penggunaan istilah saalfi sudah menjadi tercemari. kata salafi karena propaganda dan kalm yang begitu gencar saat ini secara khususmengarah kepada kelompok Islam tertentu. lebih dari itu kelompok tersebut mengaku2 sebagai satu2nya kelompok salaf. dan yang lebih berbahaya kelompok ini cenderung menyimpang dari ajaran Islam yang benar dan dianut oleh mayoritas ummat Islam dari sejak zaman Rasulullah SAW hingga saat ini.
wong ciamis
12 November 2011 - 11:58:12 WIB

kelompok yang mengaku2 sebagai salafi ini dahulu dikenal dengan nama wahabi. tidak ada perbedaan antara salafi yang ini dengan wahabi. sewaktu di Jazirah Arab, mereka lebih dikenal dengan Wahhabiyah Hanbaliyah. Namun ketika diekspor keluar Saudi mereka mengatasnamakan dirinya Salafi. Prof. DR. Said Ramadhan Al Buthi dalam bukunya As Salafiyah Marhalah Zamaniyah Mubarakah La Madzhaban Islami. mengungkapkan bahwa Wahabi berganti baju menjadi salafi atauterkadang Ahlussunnah yang seringgnya tanpa diikuti dengan kata waljama'ah, karena mereka risih dengan penisbatan tersebut dan mengalami banyak kegagalan dalam dakwahnya.
wong ciamis
12 November 2011 - 12:04:34 WIB

Pada hakikatnya mereka bukanlah salafi atau para pengikut salaf. Mereka lebih tepat jika disebut Salafi Wahabi, yakni pengikut Muhammad Bin Abdul Wahab yang lahir di Uyainah, Najd, Saudi Arabia tahun 1115 H (1703 M) dan wafat tahun 1206 H (1792 M). pendiri Wahabi ini sangat mengagumi Ibnu Taimiyah, seorang Ulama Kontroversial yang hidup di abad 8 Hijriyah dan banyak mempengaruhi cara berfikirnya.
wong ciamis
12 November 2011 - 12:23:24 WIB

Sebagai sebuah bahasa kata salaf yang berarti pendahulu, memang sudah lam muncul dalam khazanah perbendaharaan kata dalam agama Islam, bahkan sejak zaman Nabi. akan tetapi kata salaf itu tidak merujuk pada arti sekelompok orang yang memiliki keyakinan sama. atau sebuah madzhab dalam Islam. jadi tidak ada satupun riwayat shahih (yang saya tahu) yang menerangkan bahwa ada di antara sahabat nabi , Para Imam Mujtahi ( Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi'i, Imam Ahmad Bin Hambali, Imam As Tsauri dan lainnya) dan para Imam Ahli Hadits ( Bukhari, Muslim, Abu Daud, At Tirmidzi) yang menyebut diri mereka dan para pengikutnya sebagai kelompok Saafi.
wong ciamis
12 November 2011 - 12:30:21 WIB

Lalu dari mana istilah salafi, untuk menggelari orang yang mengkalim dirinya sebagai satu2nya penerus ajaran salafus shalih (Yakni para sahabat, Tabi'in dan Tabiin at Tabiin? istilah ini muncul abad2 belakangan (sesuatu yang baru dan di ada2kan) yang pertama kali mempopulerkan adalah Nasiruddin Al Al Bani sebagaimana yang terekam dalam dialognya dengan Abdul Halim Abu Syuqqah dalam majalah as Sunnah 1999.
wong ciamis
12 November 2011 - 12:42:08 WIB

Salafi Wahabi mengklaim bahwa dalam memahami Al Qur'an As sunnah ummat Islam harus berdasarkan pemahaman Salaf dan wajib mengikuti madzhab Salaf, klaim ini mengandung 2 KEKELIRUAN BESAR : 1. sesungguhnya para salaf tidak pernah sama dalam memahami berbagai masalah agama yang begitu kompleks. Mereka tidak pernah berada dalam satu Madzhab hingga sah untuk dikatakan " Madzhab Salaf " atau PEMAHAMAN SALAF" atau WAJIB MEMEAHAMI PERKARA BERDASARKAN PEMAHAMAN SALAF". Dalam kitab2 hadits dan atsar, semisal kitab Al Mushannaf karya al Hafidz Abdurrazaq dan Ibnu Abi Syaibah, terdapat begitu banyak contoh2 tentang perbedaan salaf dalam memahami masalah keislaman.
wong ciamis
12 November 2011 - 12:52:03 WIB

2. kekeliruan kedua : dalam Al Qur'an dan As Sunnah tidak ada satu dalilpun yang mewajibkan kita untuk memahami sesuatu dengan pemahaman salaf. Al Qur'an maupun As Sunnah tidak menganjurkan kita untuk menanggalkan akal, juga tidak mewajibkan kita untuk memahami Al Qur'an dan As Sunnah dengan pemahaman orang lain. contohnyya redaksi Ya ayyuhalladzina " hai orang-orang yang beriman" bersifat umum ditujukan kepada ummat Islam baik salaf maupun khalaf sampai hari qiyamat, selagi seseorang bisa sampai derajat pemahamn yang benar dan menguasai berbagai ilmu yang diperlukan untuk memahami Al Qur'an dan As Sunnah, ia tidak perlu mengikuti pemahaman salaf.
wong ciamis
12 November 2011 - 13:00:49 WIB

Dalam ayat yang lain : Walau rodduhuilarrosuli Waa la uil amri minhum....(sampai akhir ayat)...dari ayat tersebut (sori ga lengkap saya tuliskan, bagi yang hafidz dan mengetahui tafsirnya insya Allah Tahu) ini jelas bahwa ilmu atau pemahaman ahli istinbat (yakni para mujtahid) pada setiap masa dan tempat diakui, dan tidak khusus pada salaf. jadi pemahaman para mujtahid baik dari kalangan salaf maupun khalaf sama2 diakui secara syar'i....
wong ciamis
12 November 2011 - 13:05:13 WIB

Dan TIDAK ADA yang namanya MADZHAB SALAF. bagaimana mungkin SALAFI WAHABI itu mewajibkan ummat Islam untuk mengikuti akidah salaf (yang beragam) ? salaf seperti apa yang mereka maksud ? bagaimana mungkin mereka mengharuskan kita untuk mengikuti madzhab salaf, kalau nama Madzhab salaf saja tidak pernah ada.
wong ciamis
12 November 2011 - 13:16:46 WIB

Dalam Islam sedikitnya ada 6 madzhab yang pernah dikenal, yaitu madzhab Imam Abu Hanifah, Maliki, Syafi'i, Hamabali, Daud ad Dzhairi dan madzhab2 lain dari kalangan Syiah sedangkan madzhab salaf tidak pernah ada. sebab ulama salaf itu banyak, termasuk di dalamnya imam mazdhab tadi. Salaf adlah ummat Islam yang hidup di 3 abad pertama dari masa Rasulullah SAW. 3 abad bukan masa yang pendek, oleh karena itu jumlahnya banyak, ratusan bahkan ribuan dan mereka tidak pernah bersatu dalam satu madzhab.
wong ciamis
12 November 2011 - 13:25:41 WIB

kalau kita cermati, kita akan mengenal bahwa orang2 yang mengajak kepada pemahaman salaf itu melarang Ummat Islam untuk mengikuti pemahaman Imam-imam Madzhab yang empat. Sebaliknyta mereka malah menganjurkan untuk mengikuti dan bertaklid kepada pemahaman mereka, atau jika tidak. mengajak kepada pemahaman orang2 yang hidup setelah 3 abad pertama masa Nabi, yaitu pemahaman M. Abdul Wahab, Ibnu Bazz, Utsaimin, Al Bani, Ibnu Fauzan d CS2 Nya. jadi pada hakekatnya sebenarnya mereka bukan penganjur kepada ajaran salaf, mereka lebih layak disebut dengan PENGANJUR AJARAN SALAFI WAHABI.
wong ciamis
12 November 2011 - 13:33:38 WIB

Mereka juga pengikut Ibnu Taimiyah yang hidup pada abad 7 Hijriyah. lalu apakah Ibnu Taimiyah seorang salaf ? tentu bukan karena beliau hidup 700 Th setelah Rasulullah SAW. namun anehnya mereka selalu menkalimmengikuti salaf dan menamakan diri salafi ??? malah sesungguhnya masih lebih salafi para pengikut imam mazdhab yang 4 dari pada mereka yang mengaku2 salafi. sebab para pengkut madzhab yang 4 benar-benar mengkuti ulama salaf yaitu para pendiri madzhab.
wong ciamis
17 November 2011 - 15:41:31 WIB

DI ANTARA KEKLIRUAN PEMAHAMN WAHABI :
Kaum Muslimin seluruh dunia sepakat bahwa sebaik-baik kitab setelah Al Qur’an adalah kitab Hadis karya Al Imam Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il Al Bukhari atau Al Imam Al Bukhari yang lazim disebut dengan Shahih Al Bukhari atau Shahih Bukhari. Hal itu mengingat ketelitian dan ketatnya persyaratan yang ditetapkan oleh Al Bukhari dalam menyeleksi Hadis. Tetapi tahukah kita kalau ternyata Al Imam Al Bukhari dimasukkan ke dalam aliran sesat oleh satu golongan?. Berikut penjelasannya.
wong ciamis
17 November 2011 - 15:44:17 WIB

Telah diketahui bahwa Al Qur’an adalah Firman Allah bukan makhluk. Ini menurut kesepakatan Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Tetapi ketika berbicara tentang penulisan Mushaf Al Qur’an dan pembacaan Al Qur’an yang telah menggunakan suara dan lisan manusia, apakah hal tersebut juga bukan makhluk?. Di sinilah persoalan baru muncul. Bagi Imam Ahmad bin Hanbal, membicarakan masalah ini tidak ada artinya. Oleh karena itu ia cenderung tidak melanjutkan pembahasan. Beliau hanya mengatakan “Al Qur’an Kalamullah bukan Makhluk”. Tetapi Al Imam Al Bukhari cenderung “melayani” tema kedua. Menurutnya, Al Qur’an adalah firman Allah dan bukan makhluk. Tetapi pengucapan lafazh lafazh Al Qur’an menggunakan mulut dan terdengar suaranya adalah makhluk. Mengapa? Karena lidah, suara, huruf dan bahasa Arab adalah makhluk, bukan Tuhan.
wong ciamis
17 November 2011 - 15:45:57 WIB

Nah, untuk mempertahankan Aqidahnya ini Al Imam Al Bukhari menyusun sebuah kitab berjudul “Khalqu Af’al Al Ibad” yang berarti “Penciptaan perbuatan hamba” atau “kemakhlukan perbuatan hamba”. Bila kita renungkan kedua Ulama besar ini (Imam Ahmad dan Imam Bukhari) tidak ada masalah dan kedua mereka benar adanya.
wong ciamis
17 November 2011 - 15:47:42 WIB

Tetapi belakangan terdapat sekelompok orang penganut dari satu aliran yang bertindak gegabah sehingga dengan mudahnya mengatakan:
اهل الجاهلية يتفاوتون في التكذيب بايات الله... ومنهم من يقول ان القران مخلوق لفظه ومعناه او ان الفاظه مخلوقة دون معناه كالاشاعرة. وهذا تكذيب بالقران. فمن قال ان القران مخلوق لفظه ومعناه كما تقول الجهمية او قال ان لفظه مخلوق واما معناه فمن الله فهذا ايضا كفر. الا ان يكون متأولا فيكةن ضلالا لان القران كلام الله عز وجل لفظه ومعناه حروفه ومعانيه كله كلا م الله سبحانه وتعالى. ليس كلام الله الحروف دون المعاني ولا المعاني دون الحروف
wong ciamis
17 November 2011 - 15:51:09 WIB

Artinya: “Orang orang Jahiliyah itu bertingkat tingkat pengingkarannya terhadap ayat-ayat Allah….Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa Al Qur’an itu makhluk baik lafazh maupun maknanya atau mengatakan “Lafazh lafazh Al Qur’an itu makhluk sedangkan maknanya bukan makhluk seperti pendapat Ulama Asy’ariyyah. Ini adalah pendustaan terhadap Al Qur’an. Oleh karena itu barangsiapa berpendapat bahwa Al Qur’an itu baik lafazhnya maupun maknanya itu makhluk – sebagaimana pendapat kaum Jahmiyah – atau berpendpat bahwa lafazh Al Qur’an itu makhluk sedangkan maknanya itu dari sisi Allah, ini pun kekufuran, kecuali jika pelakunya itu seorang Muqallid atau menta’wilkan, maka itu hanyalah kesesatan (bukan kekufuran, pen)
wong ciamis
17 November 2011 - 15:52:19 WIB

karena Al Qur’an itu firman Allah Azza Wajalla baik lafazhnya, maknanya, hurufnya maupun maknanya, semuanya firman Allah Subhanahu Wata’ala. Kalamullah itu bukan hanya hurufnya saja bukan pula maknanya saja”. (Lihat Syarh Masa’il Al Jahiliyah ditulis oleh Syekh Shalih Fauzan bin Abdullah Al Fauzan halaman 170).
wong ciamis
17 November 2011 - 15:53:12 WIB

Dari ungkapannya ini jelas bahwa penulis ingin mengatakan Kafirnya orang yang menganggap bahwa suara bacaan dan tulisan Al Qur’an itu makhluk. Dengan kaidahnya ini maka Al Imam Al Bukhari dan para Ulama yang mengikuti atau sepaham dengannya adalah Kafir keluar dari Islam. Adakah si Penulis berkebangsaan Saudi Arabia ini memperhitungkan dampak tulisannya itu ?.
wong ciamis
17 November 2011 - 15:54:35 WIB

Masalah lain yang menjadi perbincangan Ulama adalah masalah Ta’wil ayat ayat Mutasyabihat. Masalah ini sebenarnya masalah Furu’ Al Aqidah yang tidak membawa konsekwensi kemusliman dan kekufuran seseorang. Artinya, kaum Muslimin yang melakukan ta’wil – yaitu mayoritas Ulama – ataupun yang tidak melakukannya – seperti Ibnu Taimiyah, Muhammad bin Abdul Wahhab dan kaum Wahhabi – keduanya tidak boleh dikafirkan, sebab hal itu hanya merupakan sebuah upaya memahami pesan ayat atau Hadis yang disandarkan kepada daya serap manusia. Tetapi belakangan ini sekelompok orang bertindak secara ekstrim dengan menisbatkan kesesatan kepada mayoritas Ummat Islam yang acapkali melakukan Ta’wil.
wong ciamis
17 November 2011 - 15:55:29 WIB

Di antara Ulama yang setuju dengan Ta’wil adalah Al Imam Al Bukhari. Itu sebabnya dalam Shahihnya beliau Rahimahullah mencantumkan pemahaman model ini. Sebagai missal ketika membicarakan firman Allah dalam Al Qur’an surat Al Qashash ayat 88: (Tulisan 2)
كل شيئ هالك الا وجهه (القصص:88)
Artinya: “Segala sesuatu akan binasa kecuali wajah-Nya” (Al Qashash:88) Berkenaan ayat ini Al Bukhari mencantumkan dalam Shahihnya:
wong ciamis
17 November 2011 - 15:57:22 WIB

كل شيئ هالك الا وجهه. الا ملكه. ويقال الا ما اريد به وجه الل
Artinya: “Segala sesuatu akan binasa kecuali wajah-Nya”, maksudnya adalah “Kecuali kekuasaan-Nya. Dan ada pendapat lain yang mengatakan “Kecuali yang ditujukan untuk mendapatkan balasan Allah”. (Lihat Shahih Al Bukhari Juz 3 halaman 171).

Apa yang dilakukan Al Bukhari di atas jelas merupakan Ta’wil terhadap firman Allah. Ini berarti Akidah Imam Al Bukhari sama dengan Akidah mayoritas Ummat Islam.
wong ciamis
17 November 2011 - 15:58:48 WIB

Ketika sudah jelas adanya Ta’wil Al Bukhari ini, seorang Ulama Wahhabi Syekh Muhammad Nashiruddin Al Albani, konon pernah berkomentar:
هذا لايقولها مسلم مؤمن
“Ini tidak akan dilakukan oleh seorang pun Muslim yang benar benar beriman”. Pada kesempatan lain ia mengatakan:
ننزه الامام البخاري ان يؤول هذه الاية وهو امام في الحديث و في الصفات وهو سلفي العقيدة والحمد لله
“Kita membersihkan Al Imam Al Bukhari dari menta’wilkan ayat ini karena ia adalah seorang Imam dalam bidang Hadis dan Shifat Shifat Allah dan dia itu berakidah Salaf. Segala puji bagi Allah” (Lihat kitabnya Fatawa Syekh Albani halaman 523 via tabyin Dhalalat Al Albani halaman 47).
wong ciamis
17 November 2011 - 15:59:57 WIB

Dua hal dapat kita petik dari ucapan Albani ini;

Pertama, ia mengingkari adanya teks tersebut dalam Shahih Al Bukhari. Padahal dalam cetakan mana pun Shahih Al Bukhari mencantumkan kalimat Ta’wil ini. Apakah ada kaitannya antara fakta seperti ini dengan upaya Albani membuat “Ringkasan” kitab kitab Hadis termasuk “Mukhtashar Shahih Al Bukhari” (Ringkasan Shahih Al Bukhari) ?. Wallahu A’lam.
wong ciamis
17 November 2011 - 16:02:12 WIB

Kedua, Albani menisbatkan kata “sesat” kepada orang yang menta’wilkan ayat ayat mutasyabihat. Dan dari pemikiran ini dapat disimpulkan bahwa – berdasarkan kaidah Albani – berarti Al Imam Al Bukhari adalah penganut “aliran sesat”. Banyak orang yang secara tidak sadar mengikuti Akidah ini karena menganggap bahwa segala yang dating dari Timur Tengah khususnya Kerajaan keluarga Saud adalah kebenaran. Mereka tidak tahu bahwa aliran yang ada saat ini di negeri tersebut, baru ada sekitar tiga abad yang lalu. Bagi orang-orang yang hidup setelah keduanya tentu dipersilahkan memilih dengan pikiran jernih; manakah di antara Al Imam Al Bukhari (Wafat tahun 256 H) yang bermadzhab Syafi’i dalam bidang Fiqh itu dan Syekh Albani (wafat tahun 1420 H bertepatan dengan tahun 1999) yang bermadzhab Wahhabi itu yang lebih layak dianugerahi gelar “sesat” ?.

wong ciamis
17 November 2011 - 16:03:29 WIB

alangkah baiknya bila kita terbiasa menahan diri dari segala ucapan yang hanya akan merusakkan persaudaraan. Kalaulah tiodak dimulai, niscaya kami tidak akan menampilkan apa pun yang saat ini kami kemukakan.
Romadhon
17 November 2011 - 20:13:00 WIB

Jadi bingung aku, kalau gitu ikut pendapatnya imam syafi'i saja yang gak dibantah sama 2 kubu di atas.

Imam Syafi’i rahimahullah dalam kitab al-Umm berkata:
“…dan aku membenci al-ma’tam, yaitu proses berkumpul (di tempat keluarga mayat) walaupun tanpa tangisan, karena hal tersebut hanya akan menimbulkan bertambahnya kesedihan dan membutuhkan biaya, padahal beban kesedihan masih melekat.” (al-Umm (Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1393) juz I, hal 279)

Siapa yang ngaku pengikutnya imam safi'i angkat tangan? Yok kita amalkan pendapatnya di atas.
Zhiyaulhaq
18 November 2011 - 11:40:26 WIB

Tanggapan untuk Wong Ciamis........
Antum benar memang tidak ada madzab Salaf, yang ada adalah manhaj Salaf;
Tolong antum jelaskan tentang Tahlilan dan Yasinan, Peringatan Maulid Nabi dan peringatan hari besar Islam lainnya, peringatan 7 bulan kehamilan, pembacaan barzanji, adzan dan iqomah saat bayi lahir dan menguburkan mayat, dzikir berjamaah, mengusap wajah dan bersalaman setelah sholat, dll menurut madzab Imam 4 dan Imam Bukhori.
ahmad syarofi
18 November 2011 - 14:45:36 WIB

W ; Wajah masam
A ; Arogan
H : Haus Debat
A : Ahlu Fasad Wal Fitnah Wat tafriq
B : Bahayakan kesatuan Kerukunan
I : Inginnya Semua faham itu salah.
NU kafir, Jamaah tabligh kafir, thariqot kafir, dll.
giliran Ahmadiyah berkembang, diamah diem aja sembunyi. giliran yang sudah jelas (konser2 band yang urakan) diamah kagak ribut2. maunya ngerebut jamaah fihak lain
awam
18 November 2011 - 15:01:21 WIB

di tangerang ada ada satu makam yang terpaksa di bongkar, ternyata mayatnya masih utuh (disiarakan di TV nasional) ternyata si mayat waktu masih hidup adalah pengamal yasinan......artikan sendiri sendiri
iar
19 November 2011 - 14:09:19 WIB

Pak Zhiyaulhaq dan lainnya
saya kagum dgn tulisan antum yang ada dalam blog ini, mudahan kita semua dimasukkan ALLAH SWT dalam Syurganya tentunya dgn keikhlasan kita beribadah (Surat Albayinah). kebenaran hanya milik ALLAH SWT, mari renungkan bacaan tahiyyat kita saat sholat wajib atau sunnah.
Hayya 'ala sholah Hayya 'alal Falah. mari benar benar dirikan sholat pasti kita umat Islam akan menang dan tidak mudah dipecah belah dgn hal hal yang tidak bermanfaat dgn debat seperti ini.

wassalam
Zhiyaulhaq
19 November 2011 - 22:08:53 WIB

Sukron jazakallah atas nasihatnya akhi iar
Ana akhiri tanggapan ana sampai disini, semoga dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak, khususnya pembaca utk terus mencari kebenaran yg haq dari Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya.
Jika terdapat hal-hal yg kurang berkenan baik tutur kata maupun materi, ana mohon maaf yg sebesar2nya. Kebenaran hanya milik Allah Azza wa Jalla & kesalahan semata2 karena keterbatasan ana.
Salam
Syarif Hidayat
21 November 2011 - 00:16:32 WIB

Bismillahirrohmannirrohiim.
Astagfirullah hal Adzim,

maafkanlah segala kelemahan kami Ya Allah.

Robbana aatinaa fiddunya hasanah, wafil akhiroti khasanah waqinaa adzabannaar.

Ya Allah, tunjukilah kami jalan yg lurus
yaitu jalan orang orang yg telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukannya jalan mereka yg dimurkai dan bukan pula jalan mereka yg sesat
AAmiin
HAMZAH ABU AZAM
23 November 2011 - 13:20:47 WIB

pantasan mereka benci wahabi.. karena kesyirikan dan bid'ah munkaroh yang mereka lakukan diperangi wahabi.. aduh capek dech..
Noerdin
09 Desember 2011 - 17:25:49 WIB

Bingung ane mau komen apa??? tapi bukannya yg begini ini yang malah bikin jadi tambah runyam?!%$%^% perbedaan itu perbedaan, tapi kalau sudah saling tuding & tunjuk hidung.... ane jd takut!
sofyan
24 November 2011 - 16:52:31 WIB

Bagaimana menurut anda dengan website : www.qaulan-sadida.blogspot.com
Wong Ciamis
25 November 2011 - 10:49:42 WIB

Ibnu Soleh..
Sori..nih..itu potongan2nya ..kalau bisa beli CD lengkapnya
SayaBanggaSbagaiWahabi
25 November 2011 - 22:07:31 WIB

kami bangga sebagai wahabi. pokoknya hanya kami yang paling benar (maha benar). yang lain sesat, kafir.
NU, jamaah tabligh, tariqat, dll semua masuk neraka. klo lg debat pokoknya saya yg harus mengawali n mengakhiri. klo yasinan stiap mlm sabtu itu bid'ah. tp klo pengajian saya stiap ahad itu tdk bid'ah. klo suatu saat berkuasa, sy tumpas itu semua faham
panjul
26 November 2011 - 09:42:24 WIB

Bangga dalam dalam kesesatan & penyimpangan...payaaah....kebenaran akan diterima mayoritas, tanpa adanya pemaksaan.... penguasa seperti Wahabi mah udah ga musim karena da beda dengan diktator, Firaun, makanya di Afganistas udah hancur...Dasar penganut faham yang menyimpang, keras kepala dan suka memaksakan kehendak....
Panjul
26 November 2011 - 09:50:58 WIB

semangatnya semangat mengkafirkan orang lain, sama kaya khawarij dulu....Sahabat Ali dikafirkan, Muawiyah dikafirkan...begitu yakin akan kebenaran padahal dia dalam kekliruan...
Haris
29 November 2011 - 09:42:29 WIB

Syekh Utsaimin adalah salah satu penerus Muhammad bin Abdul Wahab. Ia juga gencar menyebarkan fitnah lewat tulisan-tulisannya. Salah satu fitnah itu seperti tertera di dalam karyanya, al-Manahi al-Lafdziyyah hal 161. Di situ ia menulis:
وَلاَ أَعْلَمُ إِلىَ سَاعَتيِ هَذِهِ اَنَّهُ جَاءَ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَفْضَلُ اْلخَلْقِ مُطْلَقاً فيِ كُلِّ شَئٍْ
“Dan saya tidak mengetahui sampai detik ini bahwa Muhammad adalah makhluk Allah yang lebih utama dari segala makhluk apa pun secara mutlak.” Agaknya kalimat inilah yang membuat penganut Wahabi lebih mengagungkan Utsaimin dari pada Baginda Rasulullah SAW….!

Haris
29 November 2011 - 09:43:59 WIB

Haul Wahabi
Wahabi melarang keras pengkultusan terhadap diri Baginda Nabi SAW, akan tetapi mereka sendiri melakukan pengkultusan terhadap diri Syekh al-Utsaimin. Mereka membid’ahkan peringatan haul seorang ulama atau wali, akan tetapi belakangan mereka juga menghelat semacam haul untuk Syekh al-Utsaimin dengan nama ‘Haflah Takrim.” Betapa ganjilnya sikap kelompok Wahabi ini.
‘Haul’ al-Utsaimin mereka adakan pada bulan Januari 2010 lalu di sebuah hotel di Kairo di bawah naungan Duta Besar Saudi di Kairo, Hisham Muhyiddin. Rangkaian acara haul itu dibuka dengan pembacaan ayat-ayat Quran, dilanjutkan sambutan-sambutan berisi pujian terhadap almarhum. Sambutan pertama disampaikan Ketua yayasan ar-Rusyd sekaligus Presiden Asosiasi Penerbit Saudi, yang memuji peran Syekh Utsaimin dalam penyebaran agama Islam. Sambutan selanjutnya disampaikan Abdullah, putra Utsaimin, kemudian Atase Kebudayaan Saudi Muhammad bin Abdul Aziz Al-Aqil. lanjut......
Haris
29 November 2011 - 09:44:41 WIB

Yang disebutkan belakangan ini banyak mengulas manakib Syekh al-Utsaimin dengan menjelaskan tahun lahir dan wafatnya. “Perayaan ini adalah sedikit yang bisa kami persembahkan untuk mendiang Syekh Utsaimin,” ujarnya.
Utsaimin yang dikultuskan Wahabi
Acara haul ditutup dengan saling tukar tanda kehormatan antara Yayasan ar-Rusyd, Yayasan Utsaimin, Atase Kebudayaan dan Deputi Menteri Kebudayaan dan Informasi. Begitu pentingnya perayaan untuk Utsaimin ini sampai-sampai seorang pengagumnya menggubah sebuah syair:
وَاللهِ لَوْ وَضَعَ اْلأَناَمُ مَحَافِلاَ # مَاوَفَتِ الشَّيْخَ اْلوَقُورَحَقَّهُ
“Demi Allah, Seandainya segenap manusia membuat banyak perayaan untuk Syeikh Utsaimin, hal itu tidaklah mampu memenuhi hak beliau.”
Haris
29 November 2011 - 09:58:00 WIB

Pertengahan bulan puasa untuk kesekian kalinya ingin mencoba tobat menjadi wahabi yang mengikuti sunnah utk menerima apa2 yg tetulis apa adanya "tanpa takwil"......
terngiang perkataan seseorang teman "Allah itu punya sifat nuzul (turun) dari ats ke bwaha, dilarang ditakwil"...tapi tiba2 ketika saya membaca qur'an az zumar ayat : 6 saya langsung paniknya bukan maen....وأنزل لكم من الأنعام ثمانية أزواج Artinya: “Dan Dia telah menurunkan untuk kalian dari binatang ternak dengan delapan pasang.”(Qs Az-Zumar: 6)oh....

(1)
Haris
29 November 2011 - 09:58:57 WIB

apa jadinya rumah saya kalau kambing, sapi, onta berjatuhan dari langit ke bumi? saya gak bisa ngebayangin...apalagi kalau turunnya tiap2 hewan ternak 8 pasang-8 pasang (alias 16 ekor tiap sekali turun) bisa berabe kampung ane.....sumpah daripada saya bingung biarlah saya anut kembali pemahaman aswaja saya yang sesat seperti sedia kala daripada saya harus dihujani kambing, sapi dan onta dari atas langit.... ah biarlah saya menjadi org yg bodohah biarlah saya menjadi org yg sesat daripada saya harus mnjadi wahabi.....

(2)
Haris
29 November 2011 - 10:03:20 WIB

INILAH KITAB RUJUKAN WAHABIYUN "TAJSIM" (MENYERUPAKAN ALLOH DENGAN MAKHLUK)

KITAB "AQIDAH AHLU AL-IMAN FI KHOLQI ADAM 'ALA SHURAH AR-RAHMAN"( قال ابن قتيبه قرأت في التوراة ان الله لما خلق السماء و الأرض قال نخلق بشرا بصورتنا ) !!!! ، انظر كتاب عقيدة أهل الايمان في خلق ادم على صورة الرحمن (ص 16) تاليف حمود التويجري و فيه تقريظ كبير لابن بازو في ( ص 27 ) من كتاب التويجري ( المجسم )" عقيدة اهل الايمان !! في خلق ادم على صورة الرحمن " يقول هذا المشبه المجسم ( قال رسول الله : فان صورة وجه الانسان على صورة وجه الرحمن)
(1)
Haris
29 November 2011 - 10:04:57 WIB

artinya : Ibnu Qutaibah berkata, aku membaca di dlm taurat bahwa sesungguhnya Alloh ketika menciptakan langit dan bumi Alloh berfirman, ("Kami menciptakan manusia dengan bentuk kami !!!") Lihat kitab 'Aqidah Ahlu Al-Iman fii kholqi Adam 'Ala Shuroh Ar-Rohman hal: 16 oleh : Hamud At-Tuwaijiri yg mendapatkan pujian besar dari Bin BazDi halaman 27 dlm kitab Tuwaijiri (Al-Mujassim) " 'Aqidah Ahlu Al-Iman fii kholqi Adam 'Ala Shuroh Ar-Rohman," dia (Tuwaijiri) berkata, inilah persamaan (mujssim) Alloh dgn makhluk (Rosululloh bersabda, "Maka sesungguhnya bentuk wajah manusia menyerupai bentuk wajah Ar-Roman(Alloh)
Haris
29 November 2011 - 10:06:37 WIB

TANGGAPAN AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH ADALAH:في بيان ضعف الحديث الذي استدل به التويجري على عقيدته الفاسدة عقيدة اليهود :اما حديث ( ان الله خلق آدم على صورة الرحمن ) فهي زيادة منكرة ، وفي الاسناد ابن لهيعة وقد انفرد بها ، ولايخفى حاله عند اهل الحديث ، فقد كان سيء الحفظ بسبب اختلاطه بعد احراق كتبه Menjelaskan kedho'ifan hadits yg dipake dalil oleh Tuwaijiri yg mengikuti keyakinan rusak yaitu keyakinannya yahudi. Adapun hadits (Sesungguhnya Alloh menciptakan Adam dlm bentuk Ar-Rohman) adalah tambahan yg munkar dgn cuma satu sanad yaitu Ibnu Luhai'ah yg bkn rahasia umum menurut ahli hadits bahwa sesungguhnya dia sangat buruk hapalannya sebab kesukaannya mencampuradukkan hadits setelah kitabnya terbakar
Haris
29 November 2011 - 10:08:42 WIB

وقد ذكره الحافظ في المرتبة الخامسة من المدلسين في كتابه " تعريف اهل التقديس " ( ص 177 ) ، وقال : اختلط في آخر عمره وكثر عنه المناكير في رواياته )Hal tersebut dijelaskan oleh Al-Hafizh dlm kitab karangannya "Ta'rif Ahlu Al-Taqdis hal: 177, dan Al-Hafizh berkata, Ibnu Luhai'ah suka mencampuradukkan hadits di akhir hayatnya dan byk dari riwayat-riwayatnya yg munkar. Wallohu A'lam bish-Showab
Haris
29 November 2011 - 10:43:23 WIB

Kita tahu ada kelompok minoritas yaitu wahhabi salafy yang suka menysirik-syirikkan umat muslim yang berziarah ke makam seorang yang dikenal wali Allah Swt, ketika sebagian saudara kita menyentuh makam atau tanahnya dengan niat ngalap berkah dengan perantaraan shohibul maqom tersebut, maka lantas dengan semangat kelompok minoritas ini mensyirik-syirikkannya bahkan sampai ada yg tega mengkafir-kafirkannya.
Tapi coba lihat ucapan seorang ulama mereka sendiri yang bernama Zahir Asy-Syawis di dalam kitabnya yang berjudul ‘ Ar-Raddu Al-Wafir ‘ala man za’ama bianna man summiya bi-ibni Taimiyyah kafir “ halaman : 135. Menunukkan ajaran mereka yang syubhat, amburadul dan tidak kwnsekuen.
Haris
29 November 2011 - 10:44:35 WIB

Dalam kitab tersebut diceritakan satu kisah yang diriwayatkan oleh Ibnu Hajji dari Al-Baththoihi Al-Muzzi berikut ini :

“ Ketika aku masih muda, dan putriku terkena penyakit mata. Aku memiliki keyakinan pada Ibnu Taimiyah. Beliau juga sahabat ayahku dan sering berkunjung pada ayahku. Maka aku berkata dalam hati “ Aku akan dating ke makam Ibnu Taimiyah dan mengambil tanah untuk aku jadikan cela mata putriku, akrena putriku sudah lama sakit mata dan cela apapun belum bisa menyembuhkannya. Maka aku dating ke kuburan Ibnu Taimiyah lalu aku melihat seorag dr Baghdad sdang mengumpulkan tanah kubur beliau.
Lalu aku bertanya kpdanya “ Apa yang sedang kau lakukan ? “
Ia menjawab “ Aku mangambil tanah Ini untuk aku jadikan tanah celak bagi anak-anaku yang sedang sakit mata “.


Haris
29 November 2011 - 10:45:56 WIB

Lalu aku bertanya lagi “ Apakah bermanfaat ?”
Ia menjawab “ Ya, dan ini sungguh mujarrob “. Maka aku brtambah yakin atas tujuanku dating ke sini, lalu aku mngambil tanah kubur Ibnu Taimiyah dan aku jadikan cela lalu kugunakan pada putriku yg sdang tidur, maka sembuhlah “. (Kitab Ar-Raddu Al-Wafir halaman : 135)Gak percaya, nih bukti scan kitabnya !!!



Haris
29 November 2011 - 11:08:38 WIB

Bongkar lagi…!!!
Utsaimin memanipulasi ucapan guru besarnya Ibnu Taimiyyah, perhatikan berikut ini.
Ibnu Taimiyyah di dalam kitabnya Iqtidhoush shirotil Mustaqim juz 1 halaman : 619 mengatakan tentang Maulid Nabi Saw :

وكذلك ما يحدثه بعض الناس، إما مضاهاة للنصارى في ميلاد عيسى عليه السلام، وإما محبة للنبي صلى الله عليه وسلم، وتعظيمًا. والله قد يثيبهم على هذه المحبة والاجتهاد، لا على البدع- من اتخاذ مولد النبي صلى الله عليه وسلم عيدًا. مع اختلاف الناس في مولده. فإن هذا لم يفعله السلف، مع قيام المقتضي له وعدم المانع منه لو كان خيرًا.
) اقتضاء الصراط المستقيم مخالفة أصحاب الجحيم ، ج 1 ، ص 619(

Haris
29 November 2011 - 11:09:44 WIB

Artinya :
“ Demikian pula apa yang diperbuat orang-orang, terkadang bisa saja menyerupai orangt-orang Nashroni di dalam memperingati hari lahirnya isa As, dan juga terkadang bisa juga karena rasa cinta dan pengagungan Kepada Nabi Saw dan Allah memberi pahala mereka atas kecintaan dan ijtihad ini bukan karena bid’ah berupa menjdikan mauled Nabi Saw sbagai hari raya padahal para ulama berbeda pendapat tentang hari kelahiran Nabi Saw “

Haris
29 November 2011 - 11:10:22 WIB

Sekarang perhatikan fatwa Utsaimin dan penngkaburannya terhadap ucapan Ibnu Taimiyah dengan membuang sebagian ucapan ibnu Timiyyah dalam kitab Majmu’ Fatawanya jilid 6 halaman 200 berikut ini :

وقال شيخ الإسلام ابن تيمية - رحمه الله: "وكذلك ما يحدثه بعض الناس؛ إما مضاهاة للنصارى في ميلاد عيسى عليه السلام، وإما محبة للنبي صلى الله عليه وسلم وتعظيما له... من اتخاذ مولد النبي صلى الله عليه وسلم عيدًا - مع اختلاف الناس في مولده؛ فإن هذا لم يفعله السلف مع القيام المقتضى له وعدم المانع ولو كان هذا خيرًا محضا أو راجحا؛ لكان السلف - رضي الله عنهم - أحق به منا؛

Haris
29 November 2011 - 11:11:51 WIB

Artinya :
“ Demikian pula apa yang diperbuat orang-orang, terkadang bisa saja menyerupai orangt-orang Nashroni di dalam memperingati hari lahirnya isa As, dan juga terkadang bisa juga karena rasa cinta dan pengagungan Kepada Nabi Saw (sampai di sini Utsaimin memotong ucapan Ibnu Taimiyah), dari menjadikan hari kelahiran Nabi Saw sebagai hari raya…”

Catatan :

Lihatlah, bagaimana Utsaimin berani membuang dan memotong ucapan guru besarnya sendiri Ibnu Taimiyah bukan Cuma memotong tetapi ia juga menambahi ucapannya sndiri ke dalam ucapan Ibnu Taimiyyah sprit tertera di atas…

Sungguh ia telah melakukan talbis (penipuan trhadap umat) dan khianat trhadap ilmu dan gurunya sendiri…!!!

Gak percaya, nih bukti scan kitab-kitabnya :

Haris
29 November 2011 - 11:13:28 WIB

Seorang ulama wahhabi salafy doctor Abdullah bin Sulaiman Al-Mani’ pengarang kitab HIWAR MA’AL MAALIKI (Diaolog bersama sayyid Muhammad Al-Maliki)mengeluarkan fatwa bahwa 'Al-Ihtifal bi yaumil wathoni' (Merayakan hari nasional) sangat penting bahkan suatu kemuliaan bagi seluruh manusia.


Dalam acara memperingati hari nasional yang beliau selenggarakan bersama para murid-muridnya di kota Madinah, hadir ratusan pemuda pemudi bercampur baur mnjadi satu dengan berbagai macam acara, salah satunya acara joget bersama (untuk videonya lihat link : http://www.al7ewar.net/forum/showthread.php?).Adakah wahhaby salafy yang mau mengklarifikasi ini kepada kami…???

Haris
29 November 2011 - 11:36:59 WIB

Abu lahab adalah seorang yang kafir kepada Allah Swt dan orang yang sangat memusuhi Nabi Muhammad Saw. Ketika Rasulullah Saw mendapat perintah dari Allah Swt untuk menyeru umatnya agar beriman kepada Allah dan mengikuti agamanya, beliau mengumpulkan kaumnya di bukit sofa dan beliau naik di atasnya seraya menyeru dan mengajak mereka beriman kepada Allah dan Rasulnya. Namun Abu Lahab menentangnya sambil berkata " Celaka engkau wahai Muhammad, apakah untuk ini kamu mengumpulkan kami semua !". Maka turunlah surat Al-Lahab yang membela Nabi Muhammad Saw dan mencela Abu Lahab atas prilakunya tersebut. Allah mencela dan membenci Abu lahab karna mencela Nabi Muhammad Saw dan menentang seruannya yang tidak mau beriman kepada Allah dan Rasulnya dan Allah menashnya (menetapkan) bahwa Abu lahab dan istrinya bakal masuk neraka yang sangat pedih.

Haris
29 November 2011 - 11:38:03 WIB

2.
Namun sungguh mengherankan, ada aliran sempalan yang jauh dari ajaran Islam justru memuji Abu lahab dan membanding-bandingkannya kepada kaum yang beriman bahkan menggunggulkannya atas umat Islam yang melakukan tawassul, mereka mengatakan di dalam kitab mereka yang berjudul KAIFA NAFHAMUT TAUHID karya Muhammad Ahmad Baasyamil halaman 16-17 berikut ini terjemahannya :

"Abu Jahal dan Abu Lahab serta mereka yang seagama dari orang-orang musyrik; adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan mentauhidkan-Nya,... mereka tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun.


Haris
29 November 2011 - 11:39:23 WIB

3.
Abu jahal dan Abu Lahab lebih lebih banyak mentauhidkan Allah dan lebih lebih murni keimanannaya terhadap-Nya dari pada orang-orang Islam yang bertawassul dengan para wali dan orang-orang saleh dan mencari syafaat dengan jalan mereka kepada Allah.
Abu jahal dan Abu Lahab lebih lebih banyak mentauhidkan Allah dan lebih lebih murni keimanannaya dari pada mereka orang-orang Islam yang mengucapkan "La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah".

Naudzu billah min dzalik..
Butakah mata mereka akan ayat Allah Swt yang menash Abu lahab sebagai calon penghuni neraka, karena tidak mau beriman kepada Allah Dan Rasul-Nya?? Tidak ada para ulama satu pun yang berani mengatakan demikian. Sungguh mereka (wahhabiyyah/salafiyyah) berakidah atas dasar hawa nafsu demi memperdaya umat Islam dari ajaran mayoritasnya (ASWAJA).

Haris
29 November 2011 - 11:40:18 WIB

4.
Allah Swt berfirman :

"Maka jika mereka tidak menjawabmu ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim ". (QS: Al-Qoshsos; 50)

Semoga kita semua diselamatkan oleh Allah Swt dari semua ajaran yang menyimpang dari ajaran Ahlus sunnah wal jama'ah..dan dijadikan orang-orang yang selalu meneggakkan ajaran Allah Swt sehingga membuat hati Rasul Saw senang dan bahagia. Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin…
Haris
29 November 2011 - 11:42:42 WIB

1.
ALBANY MENGANGGAP DIRINYA SNDRI LBH HEBAT DR ULAMA AHLI HADITS MUTAQADIMIN !!!

Perkataan al-Albani dalam kata pengantar cetakan pertama kitabnya Shahih al-Kalim ath-Thayyib li ibn Taimiyyah yang tercantum di halaman 16, cetakan ke-1 tahun 1390 H:
انصح لكل من وقف على هذا الكتاب و غيره, ان لا يبادر الى العمل بما فيه من الاحاديث الا بعد التأكد من ثبوتها, وقد سهلنا له السبيل الى ذلك بما علقناه عليها, فما كان ثابتا منها عمل به وعض عليه النواجذ, والا تركه


Haris
29 November 2011 - 11:43:31 WIB

2. Artinya :
"Aku nasihatkan kepada setiap orang yang membaca buku ini atau buku yang lainnya, untuk tidak cepat-cepat mengamalkan hadits-hadits yang tercantum di dalam buku-buku tersebut, kecuali setelah benar-benar menelitinya. Aku telah memudahkan jalan tersebut dengan komentar-komentar yang aku berikan atas hadits tersebut, apabila hal tersebut (komentar dariku) ada, maka barulah ia mengamalkan hadits tersebut dan menggigit gerahamnya. Jika tidak ada (komentar dariku), maka tinggalkanlah hadits tersebut."

Panjul
30 November 2011 - 08:45:25 WIB

ga level ..Al Bani disandingkan dengan Ulama-ulama Mutaqaddimin..banyak kesesatannya..
Haris
30 November 2011 - 10:10:48 WIB

Itulah yang benar-benar terjadi! Mazhab Wahhabi/Salafy “ngotot” menyebarkan dan meyakinkan kaum Muslimin bahwa Allah itu berbentuk… bersemayam, duduk di atas Arsy-Nya yang dipikul oleh delapan kambing hutan atau dipikul empat malaikat yang rupa dan bentuk mereka beragam, ada yang menyerupai seekor singa dan yang lainnya menyerupai bentuk binatang lain… dan lain sebagainya dari akidah ketuhanan yang menggambarkan Allah itu berbentuk dan menyandang sifat-sifat makhluk-Nya..
Haris
30 November 2011 - 10:13:03 WIB

All About Wahhabi: KAUM GLOBALIS MENCIPTAKAN TERORISME ‘WAHABI-SALAFY’ UNTUK MENGHANCURKAN ISLAM ?
allaboutwahhabi.blogspot.com
Mengikuti prinsip dialektika Hegel, kaum Globalis 1] menciptakan 2 kekuatan yang saling berlawanan : Demokratik Liberal yang diwakili Barat, versus Terorisme, yang diwakili Islam politis, untuk memaksa kita agar menerima pilihan akhir mereka, Tatanan Dunia Baru (New World Order). 2]
Haris
30 November 2011 - 10:18:37 WIB

Ulama wahhabi berfatwa : " WAJIB bagi umat muslim memindahkan kuburan Nabi Saw ke luar masjid, karena hukumnya haram meletakkan kuburan di dalam masjid ". (Syaikh Muqbil yang mngarang kitaba ash-Showaiq fi tahrimil mala'iq ' Hram makan mengunakan sendok)

Semoga dengan postingan ini Wahhabi salafi mau merenungi dan sadar bahwa ajaran yang diikutinya dengan taqlid buta adalah sesat dan menyesatkan. Dan bagi umat muslim Ahlus sunnah waljama’ah semakin bertambah kuat keyakinannya terhadap kebenaran ajaran Ahlus sunnah waljama’ah.

Haris
30 November 2011 - 10:39:15 WIB

Dalam album foto ini terdapat scan-scan / foto kitab-kitab ulama wahhabi salafi yang berisikan fatwa-fatwa sesat menyesatkan yang muncul dari kedangkalan cara berpikir, kebodohan dan hawa nafsu yang tak terkendalikan Dan bertentangan dengan al-Quran, Al-Hadits dan pendapat mayoritas ulama besar Islam yang tidak diragukan lagi akhlak dan keilmuannya.

Di antara fatwa sesat ulama wahhabi salafi yang ada dalam scan kitab ini adalah :
1. Wajib mengembalikan kuburan Nabi seperti semula dan mengeluarkannya dari masjid Nabawi dengan alasan haram meletakkan kuburan dalam masjid. Maka dengan itu wajib membongkar makam Nabi Saw dan memindahkannya ke tempat lain di luar masjid. (Syaikh Muqbil)

Haris
30 November 2011 - 10:40:36 WIB

2. Wajib bagi umat muslim menghancurkan kubah nabawiyyah yang mulia dengan alas an kemungkaran pada kuburan. (Syaikh muqbil)

3. Haram makan dengan menggunakan sendok. Sampai-sampai ia mengarang kitab dengan judul AS-Showaiq fi tahrimil mala’iq (Kilat menggelegar tentang keharaman makan dengan sendok), Padahal para pengikutnya selalu melakukannya dan tidak ada yg memperdulikan fatwa ini.

4. Wajib merayakan hari nasional. (Doktor Abdullah Al-Mani’) tapi memperingati mauled Nabi sesat.

5. Taqlid pada ulama madzhab termasuk perbuatan syirik. () Padahal mereka sndiri taqlid buta pada orang yang bukan ulama dan tak jelas sanad keilmuannya.

Haris
30 November 2011 - 10:41:30 WIB

6. Imam Nawawi dan imam Ibnu Hajar dua orang ulama yang yag diakui kredibilitas keilmuannya dan hafal ribuan hadits beserta sanadnya, yang telah mengarang ratusan kitab yang berjilid-jilid serta menjadi panutan umat muslim, divonis sesat oleh ulama wahhabi dalm kitabnya yang berjudul LIQOIL BABIL MAFTUH bahkan pernyataan itu sempat disebarkan oleh Koran Al-Muslimun Ad-Dauliyyah. Padahal mereka juga memakai kitab-kitab imam Nawawi dan Imam Ibnu hajar.

7. Abu Lahab yang kafir dan ditetapkan masuk neraka oleh Allah Swt dalm al-Quran, oleh ulama wahhabi salafi lebih bertauhid ketimbang tauhidnya mayoritas umat muslim selain mereka.

Haris
30 November 2011 - 10:42:10 WIB

Innaalillahi wa innaa ilaihi Raaji’uun….dimana mereka meletakkan akal ? sungguh semua itu tak pantas terucap dari lisan seorng muslim awam apalgi mngaku sebagai ulama…fatwa-fatwa tersebut tak lain dan hanyalah bersumber dari kebodohan, kerusakan akal dan hawa nafsu.

Yaa Allah, lindungi kami dari siksaMu sebab kebodohan mereka, jangan Engkau siksa kami sebab ulah jahat dan kebodohan lisan mereka…

Bersambung…
Haris
30 November 2011 - 10:47:23 WIB

Wahabi (LAJNAH AL BUHUTS AL ILMIYYAH WA AD DA’WAH WA AL IRSYAD – Riyad) Mengoyak al Adzkar Karya An Nawawi :

Bismillah, as Shalat wa as salam ala Rasululillah,

Radith Satria
Kaum wahabi benar-benar kaum Talafi (pengganti Salafi), kaum PERUSAK.
Silahkan anda lihat bukti scan ini untuk menunjukan demikian BURUK-nya mereka; menyebarkan kebohongan untuk tujuan menebar AJARAN SESAT; mereka merubah kitab-kitab ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah supaya sejalan dengan “perut” dan hawa nafsu mereka. Bukti scan ini dari tulisan (pengakuan) Syekh Abdul Qadir al Arna’uth yang telah melakukan tahqiq terhadap kitab karya Imam an Nawawi; “al Adzkar”. Ternyata hasil tahqiq-nya tersebut “digondol” (dicuri) oleh gerombolan Wahabi dari Riyadl Saudi yang menamakan diri mereka sebagai “LAJNAH AL BUHUTS AL ILMIYYAH WA AD DA’WAH WA AL IRSYAD”.

Haris
30 November 2011 - 10:56:03 WIB

Anda tahu apa yang dilakukan oleh lajnah al buhuts at takfiriyyah ini???? Mereka “mengoyak” tulisan Imam an Nawawi; lihat.. sebuah bab semula berjudul:

فصل في زيارة قبر رسول الله صلي الله عليه وسلم

[[[[[ Pasal: Dalam menjelaskan tentang ziarah ke makam Rasulullah ]]]]]

(Anda tahu; kandungan makna dari penamaan bab ini?? adalah berisi ungkapan betapa besar Imam an Nawawi mencintai dan mengagungkan Rasulullah….!!!)

Tapiiii…. ternyata; kaum Wahabiyyah Talafiyyah telah merubah judul bab tersebut menjadi:

فصل في زيارة مسجد رسول الله صلي الله عليه وسلم

[[[[ Pasal: Dalam menjelaskan ziarah ke masjid Rasulullah ]]]]

Haris
30 November 2011 - 10:57:15 WIB

(Anda tahu dengan pemalsuan tangan-tangan jahat Wahabi ini betapa besar “luka” yang ditorekan mereka kepada “hati” seorang Imam terkemuka sekelas Imam an Nawawi??? Apakah anda tidak merasakan bahwa tangan-tangan jahat tersebut tidak hanya melukai seorang Imam an Nawawi… tapi; PERHATIKAN… bukankah itu melukai Rasulullah???? Lalu apakah anda sebagai umat Rasulullah tidak merasa dilukai ketika Rasulullah dilukai oleh tangan-tangan jahat itu???
Apakah anda tahu bahwa Rasulullah besabda:

من زار قبري وجبت له شفاعتي / رواه البزار وغيره

“Barangsiapa yang datang berziarah ke makamku maka wajiblah ia mendapatkan syafa’atku” (HR. al Bazzar dan lainnya)
?????????????????????????????????????????????? ??????
Orang-orang Wahabi yang tidak tahu diri itu harus menjawab “pertanyaan panjang” ini, dan harus mempertanggungjawabkan itu semua di hadapan Rasulullah kelak

Haris
30 November 2011 - 11:05:48 WIB

FITNAH AKAN MUNCUL DARI ARAH TIMUR , YAKNI NAJD

Rasulullah membedakan Nejd dgn IrakTidak ada riwayat yang mengatakan bahwa Nejd adalah Iraq. Orang yang mengatakan bahwa “Nejd adalah Irak” berarti tidak faham dalam masalah ini. Rasulullah sendiri tahu dan membedakan Irak dgn Nejed sebgmn beliau membedakan antara Madinah, Syam, Mesir & Yaman. Bahkan dlm hadits di bawah ini, beliau menyebutkannya secara sistematis searah jarum jam jika dilihat dari letak wilayahnya. Madinah sebagai pusatnya, Syam & Mesir arah jam 10 – 12 (barat-utara), Iraq arah jam 1 (utara-timur/timur laut), Nejd arah jam 3 (timur) dan Yaman arah jam 6 (selatan)Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Ammar Al Maushulli yang berkata ....
Haris
30 November 2011 - 11:06:23 WIB

telah menceritakan kepada kami Abu Haasyim Muhammad bin ‘Ali dari Al Mu’afiy dari Aflah bin Humaid dari Qasim dari Aisyah yang berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menetapkan miqat bagi penduduk Madinah di Dzul Hulaifah, bagi penduduk Syam dan Mesir di Juhfah, bagi penduduk Iraq di Dzatu ‘Irq, bagi penduduk Najd di Qarn dan bagi penduduk Yaman di Yalamlam [Shahih Sunan Nasa’i no 2656]Andaikata betul nejd adalah Iraq, maka pertanyaannya adalah buat apa Rasulullah membedakan penduduk Irak dengan penduduk Nejd? Lalu apa nama daerah pedalaman di sebelah timurnya Madinah? Mengapa Irak yang berada di dataran rendah diberi nama Najd (tanah yang tinggi)? Mengapa timurnya Madinah adalah Iraq, apakah Rasulullah bingung arah? Atau jika Nejd berada di Iraq, di manakah tepatnya wilayah tersebut berada? Adakah sebuah wilayah bernama “Nejd” di Irak?

Haris
30 November 2011 - 11:07:58 WIB

NAJD bagian 2

1. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar dari pintu rumah Aisyah dan berkata “sumber kekafiran datang dari sini dari arah munculnya tanduk setan yaitu TIMUR

2. Telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya yang berkata telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb yang berkata telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dari Salim bin ‘Abdullah dari ayahnya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata dan Beliau menghadap kearah TIMUR “fitnah datang dari sini, fitnah datang dari sini, fitnah datang dari sini, dari arah munculnya tanduk setan”

Haris
30 November 2011 - 11:12:14 WIB

3. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat fajar kemudian mengucapkan salam dan menghadap kearah MATAHARI TERBIT seraya bersabda “fitnah datang dari sini, fitnah datang dari sini dari arah munculnya tanduk setan
14 Juni jam 3:09 · Suka · 1 orang

Perempuan Palsu ‎4. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap kearah MATAHARI TERBIT seraya berkata “dari sini muncul tanduk setan, dari sini muncul fitnah dan kegoncangan dan orang-orang yang bersuara keras dan berhati kasar

5. [Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam] bersabda “Ya Allah berilah keberkatan kepada kami, pada Syam kami dan pada Yaman kami”. Para sahabat berkata “dan juga NAJD kami?”. Beliau bersabda “disana muncul kegoncangan dan fitnah, dan disanalah muncul tanduk setan”

Haris
30 November 2011 - 11:13:11 WIB

6. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “sumber kekafiran datang dari TIMUR, kesombongan dan keangkuhan adalah milik orang-orang pengembala kuda dan unta Al Faddaadin Ahlul Wabar [arab badui] dan kelembutan ada pada pengembala kambing.

7. “Penduduk Yaman datang, mereka bertingkah laku halus dan berhati lembut iman di Yaman, hikmah di Yaman, kelembutan ada pada penggembala kambing sedangkan kesombongan dan keangkuhan ada pada orang-orang Faddadin Ahlul Wabar [arab badui] di arah TERBITNYA MATAHARI.
14 Juni jam 3:09 · Suka · 2 orang

Perempuan Palsu ‎8. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengisyaratkan tangannya kearah Yaman dan berkata “Iman di Yaman disini dan kekerasan hati adalah milik orang-orang Faddadin [arab badui atau pedalaman] yang sibuk dengan unta-unta mereka dari arah munculnya tanduk setan [dari] RABI'AH dan MUDHAR."

Haris
30 November 2011 - 11:14:08 WIB

9. “sesungguhnya delegasi [utusan] ABDUL QAIS pernah mendatangi Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam]. Beliau [shallallahu ‘alaihi wasallam] berkata “siapakah utusan itu atau kaum itu?”. [para sahabat] berkata “Rabi’ah”. Beliau [shallallahu ‘alaihi wasallam] berkata “selamat datang kaum atau utusan semoga tidak ada kesedihan dan penyesalan. Mereka berkata “kami datang dari perjalanan jauh dan DIANTARA TEMPAT TINGGAL KAMI DAN TEMPAT TINGGAL-MU terdapat perkampungan kaum KAUM KAFIR MUDHAR sehingga kami tidak bisa datang kepadaMu kecuali pada bulan haram maka perintahkanlah kepada kami perintah yang dapat kami ajarkan kepada orang-orang di tempat kami dan karenanya kami dapat masuk surga. Maka Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] memerintahkan kepada mereka empat hal dan melarang mereka empat hal, memerintahkan mereka untuk beriman kepada Allah ‘azza wajalla satu-satunya.
Haris
30 November 2011 - 11:14:52 WIB

Beliau [shallallahu ‘alaihi wasallam] berkata “tahukah kalian arti beriman kepada Allah satu-satunya?”. Mereka berkata “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Beliau [shallallahu ‘alaihi wasallam] berkata “bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah dan mendirikan Shalat dan menunaikan zakat dan berpuasa di bulan ramadhan dan memberikan seperlima [khumus] dari harta rampasan perang [ghanimah] . Dan Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] melarang mereka dari meminum Ad Dubaa’ Al Hantam dan Al Muzaffat. Syu’bah berkata “terkadang Beliau [shallallahu ‘alaihi wasallam] menyebutkan An Naqiir dan terkadang berkata Muqayyir. Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] berkata “hafalkanlah itu dan kabarkanlah kepada orang-orang di tempat kalian”

10. Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] yang bersabda “penduduk Masyriq [timur] yang paling baik adalah ABDUL QAIS”
Haris
30 November 2011 - 11:15:34 WIB

11. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mutsanna yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu ‘Aamir Al ‘Aqdiy yang berkata telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Thahman dari Abi Jamrah Adh Dhuba’iy dari Ibnu Abbas yang berkata “sesungguhnya shalat jum’at yang pertama dilakukan setelah shalat jum’at di masjid Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] adalah di masjid kabilah ABDUL QAIS di Juwatsa daerah BAHRAIN [Shahih Bukhari 2/5 no 892]


Panjul
30 November 2011 - 11:22:28 WIB

Salafi Wahabi banyak memalsukan kitab2 para ulama...lebih jahat dari orientalis & Yahudi....banyak bohongnya....kurang ajar kepada para Ulama...sekelas Imam Nawawi & Ibnu Hajar al Asqalani, disesat2kan...kan ga level,..yang menyesatkan beliau yang justru yang terbukti kejahatannya...kalau mengkritik secara obyektif dan pakai adab agak wajar, tetapi ini mah... memalsukan, membuang karya beliau, memanipulasi, dari mulai penulisnya, muhaqqiqnya, penerbitnya & penguasa yang mendukungnya kena dosanya semua....
Haris
30 November 2011 - 11:23:11 WIB

Satu-satunya Hadis andalan di kalangan Salafi Wahabi adalah hadis "Kullu bid'atin dholalah" setiap bidah adalah sesat. Itulah pelajaran pertama jika seseorang masuk aliran sesat Wahabi.

Tapi tahukah Anda, ternyata ustad-ustad senior wahabi masih belepotan menerjemah hadis tersebut.

Contohnya Hadis Irbad bin Sariyah berikut:
"Maka berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah para khulafaur rasyidin yang MENDAPAT petunjuk. Berpegang teguhlah kepadanya dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Waspadalah terhadap perkara-perkara baru, karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap yang bid’ah adalah sesat." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Haris
30 November 2011 - 11:24:34 WIB

Situs rujukan wahabi almanhaj.or.id menerjemahkan (الخلفاء الراشدين المهديين)
khulafaur rasyidin yang MEMBERI petunjuk. Padahal Terjemah hadis yang benar "khulafaur rasyidin yang MENDAPAT petunjuk,"
karena Kalimat MAHDI adalah isim maf'ul dari HADAA artinya mendapat petunjuk. sedangkan HADI adalah isim fail artinya memberi petunjuk. (Di pesantren Ahlussunnah ini pelajaran dasar kelas ibtida')

Yang lebih fatal lagi, terjemahan salah ini dicopas pengikutnya ribuan kali. Silakan ketik di google kata kunci ("rasyidin yang memberi petunjuk") dengan tanda petik.
Maka akan ditemukan 15.300 hasil, korban kejahilan MANHAJ SALAH

Mudah-mudahan admin almanhaj.or.id segera meralatnya dan beristighfar karena telah merubah-rubah sabda Rasulullah Shallalah alaihi wasallam dan menjadi penyebab kesesatan.

Haris
30 November 2011 - 11:26:52 WIB

Ayo masuk ke web ini :

http://www.akhirzaman.info/islam/saudi-dan-wahhab i/1732-detik-detik-tegaknya-kembali-khilafah.html

Ami Perkasa
30 November 2011 - 16:52:56 WIB

Jadilah Orang NU, maka anda akan masuk SURGA...
Penuntut Ilmu
30 November 2011 - 21:11:37 WIB

Ogah ahhh....
Imunya kagak ada, cetek/dangkal. Senengnya Yasinan mulu. Mestinya Al Fatihahan, Al Baqarahan, Ali Imranan sampai An Nasan gitu.... adil
abdullah
30 November 2011 - 23:29:13 WIB

riweuh pada wahhabiyan wae.. yang pentingmah nuntut ilmu di www.qaulan-sadida.blogspot.com
Panjul
01 Desember 2011 - 10:47:07 WIB

penuntut Ilmu dan Abdullah kelihatan Banget Antek & Budak wahabi...menjadi pengikut wahabi dengan membabi buta, tanpa ilmu...melarang orang tajlid buta dia sendiri yang menjadi pengikut setia secara membabi buta terhadap wahabi tanpa selektif dan kritis...kalau belum punya ilmu ga usah ikut diskusi nanti tersesat....belajar dulu yang bener
Haris
02 Desember 2011 - 08:00:14 WIB

Catatan Atas Fatwa Sesat al-Albani Tentang Palestina

Syeikh Muhammad Nasiruddin al-Albani, yang dianggap oleh mayoritas Salafi sebagai ulama terbesar mereka, telah mengeluarkan sebuah fatwa beberapa tahun yang lalu yakni bahwa semua kaum muslim di Palestina, Libanon Selatan, dan Dataran Tinggi Golan harus meninggalkan tanah/negeri mereka secara massal dan pergi ketempat lain. Alasan dia (dan dia tetap memegangnya) bahwa setiap Negeri Muslim yang diduduki/dijajah oleh orang Non-Muslim maka menjadi Negeri Non-Muslim. Oleh karenanya setiap Muslim dilarang tinggal/menetap disitu.

Ketika beberapa orang menanyakan kepadanya, dengan terheran-heran, bahwa tidak akan ada satu negarapun didunia yang mau menampung orang-orang/bangsa Palestina, bahkan Saudi Arabia pun, dia mengatakan: “Mereka mungkin bisa mencoba pergi ke Sudan, disana mereka mungkin akan ditampung.”

Haris
02 Desember 2011 - 08:02:10 WIB

Sebagai catatan, al-Albani ini adalah orang yang mengklaim dirinya sendiri sebagai ulama. Banyak yang menantangnya untuk menunjukkan walau satu saja ijazah yang diberikan kepadanya oleh sebarang gurunya (kalaupun dia punya). Dia tidak pernah bisa menunjukkan/membuktikannya sampai sekarang. Yang kelihatan pada al-Albani justru fatwa-fatwanya samasekali tidak berdasar ilmu hadis, sementara para pengikutnya tetap menganggapnya sebagai “Muhaddis Masa Kini”. Dia banyak mengeluarkan fatwa dalam hampir semua ilmu-ilmu Islam. Al-Albani juga mengeluarkan komentar atas buku aqidah “Al-Aqidah at-Tahawiyya”.

Berikut ini adalah terjemahan dari salah satu tanggapan/sanggahan Syeikh Buti terhadap al-Albani. Syeikh Buti adalah salah seorang ulama terkemuka Syria: [Diambil dari buku "Strife in Islam" (Al-Jihad fil Islam: Kayfa Nafhamuhu wa Kayfa Numarisuhu), by Dr. Muhammad Sa’id Ramadan al-Buti, 2nd edition, Dar Al-Fikr, Damascus, Syria, 1997.]

Haris
02 Desember 2011 - 08:04:29 WIB

“Syeikh” Nasiruddin al-Albani telah mengejutkan masyarakat, dalam beberapa bulan terakhir ini, dengan fatwa sesatnya yang sangat jauh dari ajaran-ajaran Syariat Islam dan sangat berlawanan/kontradiksi dengan pokok-pokok dan hukum-hukum agama (Islam – penj).

Dia menyatakan secara terbuka dan dihadapan semua saksi, bahwa semua Muslim dan bangsa Palestina yang masih berada di tanah/negeri yang diduduki/dijajah wajib meninggalkan seluruh negeri itu dan menyerahkannya kepada kaum Yahudi, yang telah mengubahnya, setelah mereka menjajahnya, menjadi sebuah Negeri Kafir.

Kalaulah tidak dimuat dimedia massa dan tidak ada kaset rekaman suara al-Albani yang mengatakan sendiri hal ini, maka sulit buat saya untuk mempercayainya.


Haris
02 Desember 2011 - 08:06:36 WIB

Ini karena seorang santri yang paling awampun mengetahui apa yang terdapat pada semua sumber Syariat Islam, bahwa sebuah Negeri Islam akan tetap, secara sah, menjadi Negeri Islam sampai Hari Kebangkitan, tak peduli apapun yang diperbuat oleh orang-orang kafir ataupun musuh terhadap Negeri Islam tersebut. Dan adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk memenuhi tanggungjawabnya dengan membersihkan/mengusir para agresor dari negeri tersebut. Dan menurut Abu Hanifah yang mengemukakan kemungkinan berubahnya Negeri Islam menjadi Negeri Kafir syaratnya adalah bahwa tanda-tanda Islam telah disingkirkan/dihilangkan darinya dan diganti dengan aturan-aturan kafir, bahwa tidak ada seorang muslim atau kafir dzimmi pun yang masih tinggal disitu merasa aman dengan hukum Islam yang murni/asli, dan bahwa negeri itu diberi batas sebagai Negeri Kafir ataupun Negeri Perang.
Haris
02 Desember 2011 - 08:07:15 WIB

Dan kita tahu bahwa tidak satupun syarat tersebut ada pada negeri yang sedang dijajah (Palestina – penj), sebab tanda-tanda Islam secara terbuka masih tetap eksis disana, kaum muslimin masih tetap bisa menikmati hukum-hukum Islam, dan tidak ada batas tersendiri sebagai Negeri Kafir ataupun Negeri Perang dalam Wilayah/Negeri Jajahan tersebut, saat ini.

Tetapi syeikh (al-Albani), yang menganggap dirinya sebagai “Muhaddis Masa Kini”, telah melanggar ijma’ sah ini, yang mana dia tidak punya pengetahuan tentangnya. Lalu dia mengumumkan/memfatwakan tanpa kesepakatan ummat bahwa Palestina telah berubah, yang tentu saja menguntungkan Israel, menjadi Negeri Kafir dan Negeri Perang. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban semua muslim yang adalah pemilik dan penduduknya untuk mengecam/menentangnya.

Haris
02 Desember 2011 - 08:07:57 WIB

Misteri apa yang ada dibalik diamnya si syeikh ini selama bertahun-tahun sebelumnya sampai cahaya keimanan Intifadha muncul dijantung Tanah Jajahan, dan gerakan perlawanan Hamas didirikan yang menimbulkan fenomena teror dihati dan jiwa para penjajah, lalu tiba-tiba si syeikh ingat akan hal ini dan kemudian menyadarinya bahwa inilah saat/waktunya baginya untuk memfatwakannya secara eksplisit disemua media massa. Dan baginya telah tibanya waktunya, yang karenanya dia mulai beraksi itu, adalah dengan munculnya gerakan Intifadha yang bersama para pemilik sah (rakyat – penj) Tanah Jajahan telah meraih segala kesuksesan yang tidak diharapkannya, karena dengan demikian dia dapat membantu Israel keluar dari segala kesulitan yang membelenggu mereka dan telah banyak menguras sumberdaya mereka (Israel – penj).


Haris
02 Desember 2011 - 08:08:58 WIB

Inikah sesungguhnya waktunya bagi syeikh gadungan/pengkhianat ini untuk memberitahukan kepada kita rahasia dibalik disimpannya fatwa tersebut didadanya selama ini sampai kemudian dia munculkan sekarang?!. Dan, tentang diamnya dia selama ini atas dosa kaum muslimin karena masih tetap tinggal di Negeri Kafir hingga hari ini?!

Dan sungguh kita bersyukur kepada Allah bahwa fatwa dia (al-Albani – penj) yang batil tersebut telah gagal yang mana hal ini ditunjukkan dimana rakyat Suriah, Aljazair, Mesir dan Libia hari-hari ini justru meningkatkan jihad dinegeri mereka masing-masing untuk membebaskan mereka dari belenggu kolonialisasi dan agresi para tiran.
Haris
02 Desember 2011 - 08:10:17 WIB

Ataukah, kaum muslimin dinegeri-negeri tersebut di atas wajib meninggalkan negeri mereka, sebuah keuntungan bagi musuh mereka, karena negeri mereka sekarang dikategorikan sebagai Negeri Kafir?! (bila hal ini terjadi) Maka hari ini kita akan melihat bahwa para tiran dan penjajah itu memang punya hak yang legal (untuk terus menjajah – penj). Dan siapa yang tahu bahwa memang inilah yang lebih disukai/diinginkan oleh syeikh gadungan/pengkhianat ini?!

[Yang tersebut di atas adalah apa yang ditulis oleh Dr. Buti pada Edisi Pertama dan diulangi pada Edisi Kedua dalam buku beliau. Berikut ini apa yang beliau tambahkan pada Edisi Kedua]

Dan sekarang saya katakan, tambahan beberapa kalimat pada Edisi Kedua ini setelah kami menunggu si syeikh bakal menarik fatwa sesatnya tersebut, karena kembali kepada kebenaran itu adalah suatu kemuliaan/keutamaan. Tetapi dia tidak pernah melakukannya walaupun seluruh dunia muslim menentangnya gara-gara fatwanya itu.

Haris
02 Desember 2011 - 08:10:57 WIB

Juga, ada segelintir pembaca yang menilai bahwa penyebutan Gadungan/Pengkhianat (suspected) terhadap syeikh sebagai kurang tepat. Tetapi sebutan itu diberikan kepada seseorang yang mengeluarkan suatu fatwa dengan berkolaborasi dengan pihak asing. Jadi, penyebutan itu tidak ekstrim tetapi sudah sesuai dengan realitas/kenyataan.

Catatan: Menjadi jelas bagi kaum Muslim diseluruh penjuru dunia bahwa Nasiruddin al-Albani jelas-jelas adalah seorang agen CIA dan bagian dari Tatanan Dunia Baru Zionis.

Penuntut Ilmu
02 Desember 2011 - 08:40:08 WIB

Alhamdulillah.....

Allah Azza wa Jalla sedang menguji hamba-Nya melalui "fitnah" ahlul bid'ah dan ahlul hawa seperti anda dan yakinlah pada janji Allah Azza wa Jalla bahwa barang siapa yang berpegang teguh kepada buhul tali agama yang kuat (Alqur'an dan Assunnah) maka ia adalah golongan yang selamat.

Ahlul bid'ah membenci ahlussunnah itu biasa. Mana ada 2 hal yang saling bertentangan akan menyatu ?


Haris
02 Desember 2011 - 09:26:43 WIB

wah wah wah wah.......
Jangan buru2 bilang BOHONG, FITNAH, taklid buta.......yg penting tolong diKLARIFIKASI dulu...baru dah teriak... OK ?? ( Tak ada asap tanpa api )...
semua golongan menganggap dirinya paling benar..padahal malaikatpun belom mengumumkan mana yg paling benar, kita sholat aja blom ada pengumuman apakah kita sholat diterima apa tidak eehhhh salah surga kan dah dikontak sama golongan ente ya ? ya dah golongan laen dineraka aja... ( bingungkan kedoknya terungkap ) hehehe
Haris
02 Desember 2011 - 09:36:29 WIB

FATWA JENAKA :

Hukum Foto/Potret Diri

sumber : http://www.binbaz.org.sa/mat/16

Pertanyaan: هل يجوز لإنسان تصوير نفسه وإرسال الصورة إلى أهله في أوقات عيد ونحوها؟ “Apakah boleh bagi seseorang mempotret dirinya sendiri dan mengirimkannya kepada keluarganya dalam kesempatan hari lebaran dan semisalnya ?”

Bin Baz menjawab : قد تكاثرت الأحاديث عن رسول الله صلى الله عليه وسلم في النهي عن التصوير ولعن المصورين ووعيدهم بأنواع الوعيد، فلا يجوز للمسلم أن يصور نفسه ولا أن يصور غيره من ذوات الأرواح إلا عند الضرورة كالجواز والتابعية ونحو ذلك. “Telah banyak hadis dari Rasulullah saw. yang melarang menggambar dan melaknat para penggambar serta mengancamnya dengan berbagai ancaman. Maka tidak boleh bagi seorang
Haris
02 Desember 2011 - 09:37:07 WIB

Muslim memotret diri sendiri dan tidak boleh juga memotret orang lain yang punya ruh, kecuali dalam keadaan terpaksa, seperti mebuat paspor dan KTP dan semisalnya.”
سؤال عن التصوير | الموقع الرسمي لسماحة الشيخ عبدالعزيز بن باز
www.binbaz.org.sa
Haris
02 Desember 2011 - 09:39:14 WIB

LAGI NI :

Bin Baz : Matahari mengelilingi bumi, yang gak percaya KAPIR

Bin Baz tokoh Wahabi kontemporer berfatwa bahwa "Orang yang tidak meyakini matahari yang mengelilingi bumi termasuk orang kafir sesat & menyesatkan, harus bertaubat, jika tidak bertaubat maka wajib dibunuh sebagai org kafir murtad, dan harta miliknya menjadi fa'i untuk baitul mal kaum musalimin".

Fatwa ini termaktub dalam buku karyanya yg berjudul Al-adillah an-naqliyah wa al-hissiyah 'ala jarayani asy-syamsi wa sukunin al-ardhi wa imkani ash-shu'ud ila al-kawakib. Buku Bin Baz tsb juga disupport oleh Abdullah Duwaisy dalam buku kecilnya Al-mawrid az-zulal fi tanbih 'ala akhtha' adz dzilal.
Haris
02 Desember 2011 - 09:41:41 WIB

ADA ALGI NI :

Hukum Nonton Berita di TV

Soal :
Apa hukumnya kita melihat televisi cuma sekedar melihat berita saja ?

Jawab Syaikh Muqbil :
Tidak boleh dikarenakan ada gambarnya, dan dikarenakan pula terjadi di dalamnya dari perbuatan kejahatan dan perbuatan fasik dan didalamnya mengajari orang untuk mencuri.

sumber : http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artik el=853

^ tapi sekarang link tsb sudah di DELETE, mungkin kaum Wahabi malu sendiri, menampilkan fatwa primitif tsb.
Haris
02 Desember 2011 - 09:44:25 WIB

Eksistensi bid'ah, menunjukkan bid’ah tidak lain merupakan perbuatan yang bertujuan menandingi syari’at. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
-------------------------------------------- --------------------------
tulisan diatas dr sodaraku gol wahabi
------------------------------------------------ ----------------------
pertanyaanya.....
1. Bid'ah yg mana yg bertujuan manadingi syariah ?
Jawab:
a. Bid'ah..........................menandingi syariat ......................
b. Bid'ah..........................menandingi syariat ......................
c. Bid'ah..........................menandingi syariat ......................
d. Bid'ah..........................menandingi syariat ......................
e. Bid'ah..........................menandingi syariat ......................
dst.......... ( isilah yg bertitik-titk ) sebanyak mungkin
Haris
02 Desember 2011 - 10:02:44 WIB

PENISBATAN NAMA ‘WAHABI’

Menurut kaum salafy-wahabi, penggunaan istilah Wahhabi dengan menisbatkan kepada Muhammad ibn Abdul Wahhab adalah tidak tepat. Mereka justru berdalih bahwasanya yang dimaksud dengan kaum wahhabi adalah kaum yang mengikuti Abdul Wahhab ibn Abdurrahman Rustum.

Pernyataan ini dapat ditemui di link ini http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html
Haris
02 Desember 2011 - 10:03:55 WIB

Perhatikan kalimat-kalimat ini:
"Sebenarnya, Wahabi merupakan firqah sempalan Ibadhiyah khawarij yang timbul pada abad kedua hijriyah (jauh sebelum masa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab -ed), yaitu sebutan Wahabi nisbat kepada tokoh sentralnya Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum yang wafat tahun 211 H. Wahabi merupakan kelompok yang sangat ekstrim kepada ahli sunnah, sangat membenci syiah dan sangat jauh dari Islam."

Baiklah, jika menurut mereka istilah "wahabi" itu diperuntukkan pengikut Abdul Wahhab ibn Abdurrahman ibn Rustum, maka hal ini akan sangat bertentangan dengan FAKTA DI LAPANGAN.
Haris
02 Desember 2011 - 10:05:52 WIB

MARI KITA BUKTIKAN !

Masih ingat kasus Pemalsuan atas Kitab Klasik Ahlussunnah Wal Jama'ah, khususnya kitab Hasyiyah ash-Shawi 'alaa Tafsir Jalalain yang dilakukan oleh kaum Salafy-Wahhabi tahun 1420 H?

Berikut ini adalah nukilan dari Kitab Hasyiyah ash-Shawi ‘alaa Tafsir al-Jalalain (cetakan Dar Ihya’ at-Turats al-Arabi, Beirut, Libanon, dicetak Tahun 1419 H) halaman 78, Tafsir ayat 7 dan 8 Surat Al-Fathir, karya al-Imaam Ahmad ibn Muhammad ash-Shawi al-Maliki, seorang ulama’ Ahlussunnah wal jama’ah mu’tabaar menyebutkan:


Haris
02 Desember 2011 - 10:07:19 WIB

وقيل هذه الاية فى الخوارج الذين يحرفون تأويل الكتاب و السنة ويستحلون بذالك دماء المسلمين وأموالهم, لما هو مشاهد الان فى نظائرهم وهم فرقة بأرض الحجاز يقال لهم الوهابية يحسبون انهم على شيء ألا إنهم هم الكاذبون, استحوذ عليهم الشيطان, فأنساهم ذكر الله, اولئك حزب الشيطان, ألا إن حزب الشيطان هم الخاسرون, نسأل الله الكريم أن يقطع دابرهم.
Haris
02 Desember 2011 - 10:08:38 WIB

“Dikatakan, ayat ini turun terkait kaum khawarij yang telah mengubah ta’wilan Al Quran dan Sunnah, dan dengan itu mereka menghalalkan darah dan harta kaum muslimin. Sebagaimana hal serupa juga kita saksikan saat ini, khususnya pada suatu kelompok yang ada di tanah Hijjaz, yang mana mereka dikenal dengan sebutan Wahhabi. Mereka mengira bahwa mereka berpijak di atas dalil yang kokoh. Ketahuilah, sesungguhnya mereka adalah para pendusta. Syaithon telah mengalahkan mereka, sehingga membuat mereka lupa dari mengingat Allah. Mereka itulah kelompok syaithon. Ketahuilah, sesungguhnya kelompok syaithon adalah orang-orang yang benar-benar merugi. Kita memohon kepada Allah Yang Maha Mulia untuk membinasakan mereka.”
Haris
02 Desember 2011 - 10:09:47 WIB

Kemudian, setelah setahun Kitab ini terbit, pada tahun 1420 H melalui penerbit Dar al-Kutub al-ilmiyyah, Beirut, Libanon, kaum salafy-wahabi melakukan tahrif atas kitab ini dengan tujuan untuk menyembunyikan jati diri wahabi sebenarnya.

Berikut ini adalah nukilan dari teks yang dipalsukan:
Hasyiyyah ash-Shawi ‘alaa Tafsir al-Jalalain (cetakan Dar al-Kutub al-ilmiyyah, Beirut, Libanon. Tahqiiq: Muhammad Abdul Salam Syahin)

هذه الأية نزلت فى الخوارج الذين يحرفون تأويل الكتاب والسنة, ويستحلون بذلك دماء المسلمين وأموالهم, استحوذ عليهم الشيطان, فأنساهم ذكر الله, اولئك حزب الشيطان, ألا إن حزب الشيطان هم الخاسرون, نسأل الله الكريم أن يقطع دابرهم.
Haris
02 Desember 2011 - 10:10:46 WIB

“Ayat ini turun terkait kaum khawarij yang telah mengubah ta’wilan Al-Quran dan Sunnah, dengan itu mereka menghalalkan darah dan harta kaum muslimin. Syaithon telah mengalahkan mereka, sehingga membuat mereka lupa dari mengingat Allah. Mereka itulah kelompok syaithon. Ketahuilah, sesungguhnya kelompok syaithon adalah orang-orang yangmerugi. Kitamemohon kepada Allah Yang Maha Mulia untuk membinasakan mereka.”
Haris
02 Desember 2011 - 10:12:25 WIB

Perhatikanlah, bahwasanya kaum Salafy-Wahabi memotong/menghilangkan kalimat:

لما هو مشاهد الان فى نظائرهم وهم فرقة بأرض الحجاز يقال لهم الوهابية يحسبون انهم على شيء ألا إنهم هم الكاذبون

Yang artinya: "Sebagaimana hal serupa juga kita saksikan saat ini, khususnya pada suatu kelompok yang ada di tanah Hijjaz, yang mana mereka dikenal dengan sebutan Wahhabi. Mereka mengira bahwa mereka berpijak di atas dalil yang kokoh. Ketahuilah, sesungguhnya mereka adalah para pendusta."
Haris
02 Desember 2011 - 10:13:19 WIB

Natijah / Kesimpulan:

Jika Istilah "Wahabi" itu diperuntukkan bagi para pengikut Abdul Wahhab ibn Abdurrahman ibn Rustum, kenapa kaum Salafy-Wahabi melakukan pemalsuan perkataan Ulama' Ahlussunnah wal Jama'ah yang menjelaskan dengan gamblang tentang jati diri kaum Wahabi sebenarnya?

Bukankah upaya pemalsuan atas perkataan al-Imaam Ahmad ibn Muhammad ash-Shawi al-Maliki ini justru menguatkan bahwa memang sebenarnya istilah Wahabi ini diperuntukkan bagi pengikut Muhammad ibn Abdul Wahhab.
Penuntut Ilmu
02 Desember 2011 - 19:51:04 WIB

Jadi Wahabi saja aaahhh......
Panjul
03 Desember 2011 - 05:32:24 WIB

Kalau jadi wahabi tanpa disertai ilmu dan pemahaman dalil namanya sesat dan dilarang Oleh Allah, kalau sudah tahu banyak penyimpangan wahabi tapi masih tetap menjadi wahabi tanpa bersikap kritis namnya, fanatik kelompok atau hizbiyyah, seperti kerbau dicocok hiudngnya..dibawa kemana aja mau.
abu dzaky
03 Desember 2011 - 13:38:38 WIB

sungguh, kata kata yang kluar dari mulut lebih tajam dari pedang yg kluar dri sarungny,,,,,, maka perbaiki lah perkataan kalian yg mencela wahabi, semntara kalian tdk mngetahuiny siapa itu wahabi, dan siapa itu yg sesat??? blajar lah dgn hati yg ikhlas, smoga Allah mmudahkn kalian ats hidayahny. sesungguhny allah memudahkn jalan kesyurga bagi orang2 yg mnuntut ilmu dgn ikhlas.
syaiful,
03 Desember 2011 - 13:54:30 WIB

masya allah, stelah saya tau, wahabi adlah ulama yg sngat tinggi ke ilmuanny, sblmny sya mmfitnahny dgn kburukan,
smoga allah mngampuni saya.
Wong Ciamis
03 Desember 2011 - 19:44:18 WIB

Para Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah telah menetapkan bahwa ada 4 (empat) Madzhab besar yang sah dijadikan rujukan kaum muslimin dalam beragama. Keempat Madzhab itu adalah Madzhab Hanafi yang dibangun oleh Imam Abu Hanifah (W 150 H), Madzhab Maliki yang dibangun oleh Imam Malik Bin Anas (W 179 H) , Madzhab Syafi’i yang didirikan oleh Imam Muhammad bin Idris Asy Syafi’i (W 204 H) dan Madzhab Hanbali yang dibangun oleh Imam Ahmad bin Hanbal (W 241 H). Mereka sepakat bahwa keempat Ulama Mujtahid Mutlak ini mengikuti sepenuhnya ketentuan Syari’at dalam beragama dan teguh dalam berpegang kepada Al Qur’an dan Sunnah. Madzhab Madzhab itu tersebar di seluruh dunia dan dengan rahmat Allah setiap daerah memiliki Madzhab tersendiri yang menjadi anutannya. Adapun generasi pertama yang menyebarkan Islam di Nusantara adalah para penganut Madzhab Syafi’i. Itu sebabnya hingga kini sekitar 80 % Ummat Islam yang ada di Indonesia istiqamah mengikuti madzhab Syafi’i.
Wong Ciamis
03 Desember 2011 - 19:46:22 WIB

Tetapi beberapa tahun terakhir muncul sejumlah aliran atau Madzhab yang ingin juga eksis di negeri ini. Salah satunya adalah yang menamakan diri Salafi atau disebut orang dengan sebutan Wahhabi. Secara umum tokoh anutan mereka yang paling utama adalah Syekh Abdul Aziz bin Abdulla bin Baz, Syekh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dan Syekh Muhammad Nashiruddin Al Albani. Tetapi bagaimanakah hukumnya mengikuti fatwa-fatwa mereka?. sebagai jawabannya kita dapat mereujuk kitab-kitab mereka sendiri.
Wong Ciamis
03 Desember 2011 - 19:47:34 WIB

Tentang Syekh Muhammad Nashiruddin Al Albani misalnya, seorang Ulama dari Madinah Al Munawwarah, Syekh Muhammad ‘Awwamah menuliskan sebuah peristiwa yang dinilainya “Lucu dan menyedihkan” yang diterima dari Syekh Abdul Aziz ‘Uyun As Sud, katanya:

“Suatu hari menjelang Zhuhur datang seorang laki-laki menemui aku di dalam Masjid yang ketika itu aku belum mengenalnya” (Syekh menyebutkan bahwa ternyata namanya itu Nashiruddin Al Albani).

Wong Ciamis
03 Desember 2011 - 19:50:35 WIB

Orang itu duduk menanti datangnya adzan. Ketika mu’adzdzin mengucapkan kalimat “Allahu Akbarallahu Akbar” dengan berfathah pada huruf “Ra”, orang itu sambil mencak-mencak berkata: “Ini salah, ini Bid’ah !!!”.
Wong Ciamis
03 Desember 2011 - 19:51:36 WIB

Kaetika itu Syaikhuna (Syekh Abdul Aziz) bertanya: “Apakah yang anda maksud dengan salah dan bid’ah itu ?”. Albani menjawab: “orang ini adzannya menyalahi Shahih Muslim”. Syaikhuna bertanya lagi kepadanya: “Apakah yang ada di shahih Muslim itu ?”. Orang tadi berkata: “Yang di Shahih Muslim itu bacaannya Allahu Akbarullahu Akbar” dengan dhammah huruf “Ra”. Maka Syaikhuna pun kembali berkata dengan tatakramanya yang telah dikenal serta tenang: “Adakah anda mendapatkan Shahih Muslim dari Syaikh-Syaikh anda dari Syaikh-Syaikh mereka hingga Imam Muslim bahwa ia meriwayatkan Hadis tersebut dengan Dhammah huruf “Ra” ataukah hanya berdasarkan yang dibuat oleh penerbit buku?”. Syaikhuna kemudian mengatakan: “Orang itu pun diam lalu menunaikan Shalat dan terus pergi”.
Wong Ciamis
03 Desember 2011 - 19:54:34 WIB

Penulis buku itu kemudian menutup kesannya dengan mengatakan:

فَلْيَعْتَبِرِ الْعُقَلَاءُ !. مَعَ اَنَّ هَذَاالرَّجُلَ ليَسْ َلَهُ مِنَ الشُّيُوْخِ اِلَّا شَيْخٌ وَاحِدٌ – مِنْ عُلَمَاءِ حَلَبٍ – بِالْاِجَازَةِ لَا بِالتَّلَقِّيْ وَالْمُصَاجَبَةِ وَالْمُلَازَمَةِ.
Artinya: “Hendaklah orang-orang berakal merenungkan masalah ini. (bagaimana ia dapat diikuti) padahal ia tidak memiliki Syekh kecuali seorang saja – dari Ulama Halb – (dalam kajian Hadisnya itu) dan itupun hanya dalam bentuk ijazah bukan dengan talaqqi, mushahabah atau mulazamah” (Lihat Kitab Atsar Al Hadits Asy Syarif Fi Ikhtilaf Al Fuqaha cetakan keempat Dar Al Basya’ir Al Islamiyah Bairut Libanon pada catatan kaki halaman 47).

Wong Ciamis
03 Desember 2011 - 19:57:06 WIB

Kesimpulan dari tulisan tersebut adalah bahwa Syekh Muhammad Nashiruddin Al Albani tidak patut diikuti fatwa-fatwanya karena tidak memenuhi amanah ilmiyah berupa talaqqi, mushahabah dan mulazamah dalam mempelajari Hadis. Ketiga istilah tersebut maknanya adalah bahwa seorang yang akan mendalami ilmu Hadis harus bertemu dengan seorang Ahli Hadis, belajar langsung kepadanya serta cukup waktu bersama dengannya hingga pengetahuannya tentang Hadis itu benar benar sesuai yang diajarkan oleh para Ulama sebelumnya secara turun temurun bukan sekedar didaktik atau berdasarkan analisanya sendiri. Menurutnya Al Albani tidak menempuh jalan ini.
Wong Ciamis
03 Desember 2011 - 20:00:13 WIB

Pernyataan lebih keras disampaikan Ulama Saudi Arabia Syekh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin. Murid dari Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ini mengomentari tentang Syekh Albani antara lain sebagai berikut:

ثُمَّ يَأْتِيْ رَجُلٌ فِيْ هَذَاالْعَصْرِ لَيْسَ عِنْدَهُ شَيْئٌ مِنَ الْعِلْمِ وَيَقُوْلُ اَذاَن ُالْجُمْعَةِ الْاَوَّلُ بِدْعَةٌ لِاَنَّهُ لَيْسَ مَعْرُوْفًا عَلَى عَهْدِ الرَّسُوْلِ صلى الله عليه وسلم وَيَجِبُ اَنْ نَقْتَصِرَ عَلَى الْاَذَانِ الثَّانِيْ فَقَطْ. فَنَقُوْلُ لَهُ اِنَّ سُنَّةَ عُثْمَانَ رضي الله عنه سُنَّةٌ مُتَّبَعَةٌ اِذَا لَمْ تُخَالِفْ سُنَّة
Wong Ciamis
03 Desember 2011 - 20:01:11 WIB

تُخَالِفْ سُنَّةَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَلَمْ يَقُمْ اَحَدٌ مِنَ الصَّحَابَةِ الَّذِيْنَ هُمْ اَعْلَمُ مِنْكَ وَاَغْيَرُ عَلَى دِيْنِ اللهِ بِمُعَارَضَتِهِ

Artinya: Kemudian datanglah seorang laki-laki dizaman ini yang tidak memiliki sedikit pun ilmu pengetahuan dan mengatakn bahwa sdzan Jum’at yang pertama itu bid’ah karena tidak dikenal pada masa Rasulullah SAW dan kita wajib membatasi hanya dengan adzan yang kedua saja. Maka kami katakan kepadanya: Sesungguhnya Sunnah Utsman RA itu sunnah yang patut diikuti jika tidak menyalahi Sunnah Rasulullah SAW dan tidak ada seorang sahabat pun – yang lebih tahu dan lebih cemburu dari kamu dalam berpegang kepada Agama Allah – yang menentangnya… (Lihat dalam Majmu Fatawa Wa Rasa’il Syekh Utsaimin pada bagian Syarh Aqidah Thahawiyah Juz 8 halaman 638-639).

Wong Ciamis
03 Desember 2011 - 20:03:06 WIB

Maksud dari ucapan Syekh Utsaimin ini jelas, Syekh Albani itu orang tidak punya pengetahuan apa-apa alias bukan Ulama. Dengan demikian maka tidak dibenarkan mengikuti fatwa-fatwanya. Di sinilah masalahnya karena para pengikut Salafi di Indonesia justru menjadikan Syekh Albani sebagai rujukan utama dalam pembahasan Hadisnya.
Wong Ciamis
03 Desember 2011 - 20:05:46 WIB

BEGITU PULA SEBALIKNYA :

Adapun Syekh Syekh Saudi Arabia – seperti Syekh Abdul Azizi bin Abdullah bin Baz dan Syekh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin – dikategorikan sebagai pelaku bid’ah oleh Al Albani. Di antara penyebabnya adalah karena mereka menetapkan hukum tanpa dalil seperti fatwa mereka tentang bersedekap dalam i’tidal. Telah diketahui secara umum bahwa para Ulama Saudi Arabia itu menfatwakan disyari’atkannya meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan meletakkannya di dada pada saat berdiri setelah ruku’ (i’tidal). Al Albani mengatakan:
Wong Ciamis
03 Desember 2011 - 20:05:54 WIB

BEGITU PULA SEBALIKNYA :

Adapun Syekh Syekh Saudi Arabia – seperti Syekh Abdul Azizi bin Abdullah bin Baz dan Syekh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin – dikategorikan sebagai pelaku bid’ah oleh Al Albani. Di antara penyebabnya adalah karena mereka menetapkan hukum tanpa dalil seperti fatwa mereka tentang bersedekap dalam i’tidal. Telah diketahui secara umum bahwa para Ulama Saudi Arabia itu menfatwakan disyari’atkannya meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan meletakkannya di dada pada saat berdiri setelah ruku’ (i’tidal). Al Albani mengatakan:
Wong Ciamis
03 Desember 2011 - 20:06:55 WIB

تَنْبِيْهٌ: اِنَّ الْمُرَادَ مِنْ هَذَاالْحَدِيْثِ بَيِّنٌ وَاضِحٌ وَهُوَ الْاِطْمِئْنَانُ فِيْ هَذَاالْقِيَامِ. وَاَمَّا اسْتِدْلَالُ بَعْضِ اِخْوَانِنَا مِنْ اَهْلِ الْحِجَازِ وَغَيْرِهَا بِهَذَاالْحَدِيْثِ عَلَى مَشْرُوْعِيَةِ وَضْعِ الْيُمْنَى عَلَى الْيُسْرَى فِيْ هَذَاالْقِيَامِ فَبَعِيْدٌ جِدًّا عَنْ مَجْمُوْعِ رِوَايَةِ الْحَدِيْثِ بَلْ هُوَ اسْتِدْلَالٌ بَاطِلٌ ......وَلَا اَشُكُّ فِيْ اَنَّ وَضْعَ الْيَدَيْنِ عَلَى الصَّدْرِ فِيْ هَذَاالْقِيَامِ بِدْعَةٌ وَضَلَالَةٌ...
Wong Ciamis
03 Desember 2011 - 20:07:47 WIB

Artinya: Perhatian: Sesungguhnya yang dituju oleh Hadis di atas terang dan jelas sekali yaitu wajibnya tuma’ninah dalam berdiri I’tidal ini. Dan adapun istidlal sebagian saudara kita dari para penduduk Hijaz (Mekah, Madinah dan sekitarnya) dengan Hadis ini untuk mengatakan disyari’atkannya meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri pada saat berdiri i’tidal itu jauh sekali dari kesimpulan riwayat Hadis bahkan ia adalah istidlal batil... Dan saya tidak ragu-ragu lagi mengatakan bahwa meletakkan kedua tangan di dada pada berdiri i’tidal adalah bid’ah dan kesesatan. (Lihat kitab Shifat Shalat An Nabi karya Al Albani pada bagian catatan kaki halaman 105)
Wong Ciamis
03 Desember 2011 - 20:11:39 WIB

Dari ucapannya ini jelas, Albani menilai meletakkan tangan di dada pada saat i’tidal adalah bid’ah. Dengan demikia berarti para Ulama Saudi Arabia yang bertahan dengan fatwa meletakkan tangan di dada – menurut jalan pikiran ini – dapat dikategorikan Ahli bid’ah. Dan itu artinya mengikuti fatwa-fatwa mereka adalah tidak dibenarkan.
Wong Ciamis
03 Desember 2011 - 20:12:57 WIB

Barangsiapa membaca fatwa dari Ulama-Ulama tersebut secara komprehensif niscaya akan mengetahui bahwa tidak satu pun di antara mereka kecuali telah ditetapkan kesesatan atau kebid’ahannya oleh yang lain. Dan kelanjutannya adalah kebingungan bagaimana seharusnya beramal ibadah. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kebimbangan sejumlah orang dalam beribadah adalah akibat dari berdatangannya berbagai madzhab ke negeri ini, padahal sebelumnya mereka selalu meresa yakin dengan apa yang dikerjakannya
Wong Ciamis
03 Desember 2011 - 20:14:44 WIB

Oleh karena itu sikap yang paling bijak adalah kita kembali kepada ajaran yang telah berjalan sejak lama dan sedapat mungkin membatasi berdatangannya buku-buku madzhab lain. Ini jangan diasumsikan bahwa kita menuduh sesat madzhab-madzhab itu, akan tetapi semata-mata memelihara stabilitas dan kepastian keberagaman kita sendiri. Selama aliran-aliran diterima di negeri ini, maka selama itu pula kita dalam kebimbangan dan permusuhan dengan sesama. Ada yang lebih mengkhawatirkan dari datangnya aneka madzhab di negeri ini; ummat Islam menjadi terpecah belah dan permusauhan tak dapat dihindarkan. Jadi, tidak ada cara lain kecuali kita kembali kepada keislaman yang telah lebih dahulu eksis di negeri ini. Biarkan masing-masing Madzhab hidup di negeri yang sejak semula Allah telah menanamkannya, dengan tetap memelihara persaudaraan dalam perbedaan
Hamba Allah
04 Desember 2011 - 00:09:37 WIB

Sekian lama saya mencari identitas ke-Islaman saya, golongan yg mana saya ini. Dari berbagai blog, website & media lain saya cari jwb-an utk meneguhkan hati saya spy istiqomah. Banyak diantaranya saling bertentangan & berbantahan spt Blog Salafi Tobat yg membahas Kitab Kasyfu As Subhat kemudian dibantah oleh Salafi, Blog Habib Munzir dibantah Ustadz Firanda & blog2 lain. Saya browsing "Daftar Ustadz Wahabi" dan muncul blog ini. Saya ikuti tanggapan2 dari awal hingga akhir
Hamba Allah
04 Desember 2011 - 00:26:45 WIB

Di samping itu saya amati banyak hal dari Salafi dr cara sholat, bergaul, berbicara, berpakaian & akhlak-adab lainya. Tadinya saya suka mencela mereka tapi belakangan saya akui bhw secara keseluruhan mereka lebih baik dari saya. Maka malam ini saya berniat ikv jejak mereka dg segala konsekuensinya. Nampaknya Islam mereka lebih kaffah.
Bismillah.......
Saya hijrah menjadi Salafi/Wahabi.
Semoga Allah SWT mengampuni dosa2 saya di masa lalu. Amin
Panjul
04 Desember 2011 - 21:02:09 WIB

hamba Allah...kalau menurut saya untuk menemukan keyakinan yang benar ,dalam mempelajar islam jangan hanya dari internet, namun temuilah orang-orang yang berilmu & beramal dimanapun dia berada dan belajarlah dengan benar...bukan masalah hijrah dari satu kelompok terhadap kelompo yang lain, melainkan dari kebatialn menuju keilmuan & kebenaran, apapun itu kelompok jika ada tidak benarnya ya jangan diikuti & jangan dibela, apa yang baik dari wahabi bisa diambil, namun yg menyimpang ya tinggalkan, menilai kebaikan dari cara sholat, bergaul, berbicara, berpakaian & akhlak-adab salah satu tanda2, namun harus diiringi juga dengan Akhlak dia terhadap Ummat Islam yang berbeda pendapat, orang2 khawarij itu alim2 dan shalih namun mereka punya pemahaman yg menyimpang di antarnya mudah mengkafirkan sahabat yang lain
Panjul
04 Desember 2011 - 21:20:14 WIB

juga harus menjadi catatan, gemana mungkin anda akan hijrah menjadi wahabi, YANG dimana imam-imam mereka, seperti Bin BAz, Usaimin, Albani DLL, fatwa2nya banyak yang TANAQUDH ATAU KONTRADIKSI..ANDA AKAN MENGIKUTI YNG MANA ? KARENA KALAU MENGIKUTI SALAH SATUNYA PASTI AKAN MENJADI AHLI BID'AH ????
tofiq
12 Desember 2011 - 20:57:54 WIB

astaghfirulloh.. jangan asal mengambil kesimpulan dari sekedar tulisan di internet. belajarlah tentang Al Qur'an dan As Sunnah sesuai pemahaman salafush sholih. jangan membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar, padahal kalian tak mengetahuinya.
panjul
13 Desember 2011 - 07:23:19 WIB

antum baca langsung aja kitabnya mereka dan muqoronahkan
Gus Tur
13 Desember 2011 - 20:12:31 WIB

BIDAH HASANAH ???????

BIDAH ITU SESAT..

SESAT KOQ HASANAH ???

JAHIL (BODOH) ANTUM !!!

Info Terpanas
14 Desember 2011 - 18:08:53 WIB

payah nih admin. masak situs sekolah buat posting adu domba kayak beginian.... payah!
wong bodho
15 Desember 2011 - 14:19:56 WIB

dari pada capek2 mengamalkan amalan yang belum jelas dasar hukumnya, mending memfokuskan diri ke amalan-2 yg jelas dalilnya & tidak ada khilafiah diantara ulama....ngapain mencapek-kan diri ke hal2 yang ga ada contohnya dari nabi,shahabat,tabiin& tabiit tabiin...untuk mengamalkan yg dalilnya shahih aja pasti perlu extra tenaga,waktu & lain2...ngapain menyibukkan diri ke amalan yg belum jelas hukumnya...
wong bodho
15 Desember 2011 - 16:04:04 WIB

cukuplah beramal dengan dilandasi ilmu, sibukkan mencari & mendalami ilmu yang benar2 berlandaskan Alqur'an,Hadist & Atsar Shahabat Ridwanullah jami'an...jangan sibuk mendalami ilmu yang jelas-2 tidak ada sumbernya dari ketiga nya...belum tentu kebenaran yang di dapat tapi bisa jadi kesesatan & perpecahan yg diperoleh...
Beramal dengan ketiga landasan itu saja niscaya akan sangat menyibukkan...
abdi
16 Desember 2011 - 03:09:21 WIB

wahabi gk suka/anti tahlilan(ucapan laa ila haillallah),bacaan solawat..yach klo ane pikir gk jauh beda ma setan ..panas smpe keubun2...
abdi
16 Desember 2011 - 04:24:04 WIB

Sifat-Sifat Wahabi

Diantara sifat2 wahabi yang tercela ialah kebusukan dan kekejiannya dalam melarang orang berziarah ke makam dan membaca sholawat atas Nabi s a w, bahkan dia (Muhammad bin Abdul Wahhab) sampai menyakiti orang yang hanya sekedar mendengarkan bacaan sholawat dan yang membacanya dimalam Jum'at serta yang mengeraskan bacaannya di atas menara-menara dengan siksaan yang amat pedih.

Pernah suatu ketika salah seorang lelaki buta yang memiliki suara yang bagus
bertugas sebagai muadzin, dia telah dilarang mengucapkan shalawat di atas menara, namun lelaki itu selesai melakukan adzan membaca shalawat, maka langsung seketika itu pula dia diperintahkan untuk dibunuh, kemudian dibunuhlah dia, setelah itu Muhammad bin Abdul Wahhab berkata : "perempuan-perempuan yang berzina drimah pelacuran adalah lebih sedikit dosanya daripada para muadzin yang melakukan adzan di menara2 dengan membaca shalawat atas Nabi.
abdi
16 Desember 2011 - 04:26:17 WIB

Kemudian dia memberitahukan kepada sahabat-sahabatnya bahwa apa yang dilakukan itu adalah untuk memelihara kemurnian tauhid (kayaknya orang ini maniak atau menderita sindrom tertentu). Maka betapa kijinya apa yang diucapkannya dan betapa jahatnya apa yang dilakukanya (mirip revolusi komunisme).

Tidak hanya itu saja, bahkan diapun membakar kitab Dalailul Khairat (kitab ini yang dibaca para pejuang Afghanistan sehingga mampu mengusir Uni Sovyet / Rusia, namun kemudian Wahabi mengirim Taliban yang akan membakar kitab itu) dan juga kitab-kitab lainnya yang memuat bacaan-bacaan shalawat serta keutamaan membacanya ikut dibakar, sambil berkata apa yang dilakukan ini semata-mata untuk memelihara kemurnian tauhid.
abdi
16 Desember 2011 - 04:27:06 WIB

Dia juga melarang para pengikutnya membaca kitab-kitab fiqih, tafsir dan hadits serta membakar sebagian besar kitab-kitab tsb, karena dianggap susunan dan karangan orang-orang kafir. Kemudian menyarankan kepada para pengikutnya untuk menafsirkan Al Qur'an sesuai dengan kadar kemampuannya, sehingga para pengikutnya menjadi BIADAB dan masing-masing menafsirkan Al Qur'an sesuai dengan kadar kemampuannya, sekalipun tidak secuilpun dari ayat Al Qur'an yang dihafalnya.

abdi
16 Desember 2011 - 04:28:23 WIB

Lalu ada seseorang adari mereka berkata kepada seseorang : "Bacalah ayat Al Qur'an kepadaku, aku akan menafsirkanya untukmu, dan apabila telah dibacakannya kepadanya maka dia menafsirkan dengan pendapatnya sendiri. Dia memerintah kepada merak untuk mengamalkan dan menetapkan hukum sesuai dengan apa yang mereka fahami serta memperioritaskan kehendaknya diatas kitab-kitab ilmu dan nash-nash para ulama, dia mengatakan bahwa sebagian besar pendapat para imam keempat madzhab itu tidak ada apa-apanya.
berambung...
abdi
16 Desember 2011 - 04:31:06 WIB

Sekali waktu, kadang memang dia menutupinya dengan mengatakan bahwa para imam ke empat madzhab Ahlussunnah adalah benar, namun dia juga mencela orang-orang yang sesat lagi menyesatkan. Dan dilain waktu dia mengatakan bahwa syari'at itu sebenarnya hanyalah satu, namun mengapa mereka (para imam madzhab) menjadikan 4 madzhab.

Ini adalah kitab Allah dan sunnah Rasul, kami tidak akan beramal, kecuali dengan berdasar kepada keduanya dan kami sekali-kali tidak akan mengikuti pendapat orang-orang Mesir, Syam dan India. Yang dimaksud adalah pendapat tokoh-tokoh ulama Hanabilah dll dari ulama-ulama yang menyusun buku-buku yang menyerang fahamnya.
Dengan demikian, maka dia adalah orang yang mebatasi kebenaran, hanya yang ada pada sisinya, yang sejalan dengan nash-nash syara' dan ijma' ummat, serta membatasi kebathilan di sisinya apa yang tidak sesuai dengan keinginannya, sekalipun berada diatas nash yang jelas yang sudah disepakati oleh ummat.
bersambung..
abdi
16 Desember 2011 - 04:32:07 WIB

Dan adalah dia adalah orang yang mengurangi keagungan Rasulullah s a w dengan banyak sekali atas dasar memelihara kemurnian tauhid. Dia mengatakan bahwa Nabi s a w itu tak ubahnya :"THORISY".
Thorisy adalah istilah kaum orientalis yang berarti seseorang yang diutus dari suatu kaum kepada kaum yang lain. Artinya, bahwa Nabi s a w itu adalah pembawa kitab, yakni puncak kerasulan beliau itu seperti "Thorisy" yang diperintah seorang amir atau yang lain dalam suatu masalah untuk manusia agar disampaikannya kepada mereka, kemudian sesudah itu berpaling (atau tak ubahnya seorang tukang pos yang bertugas menyampaikan surat kepada orang yang namanya tercantum dalam sampul surat, kemudian sesudah menyampaikannya kepada yang bersangkutan, maka pergilah dia. Dengan ini maka jelaslah bahwa kaum Wahabi hanya mengambil al Qur'an sebagian dan sebagian dia tinggalkan).

panjul
16 Desember 2011 - 05:51:27 WIB

Gus Tur

BIDAH HASANAH ???????

BIDAH ITU SESAT..

SESAT KOQ HASANAH ???

JAHIL (BODOH) ANTUM !!!
===============
YANG BUAT TULISAN

KELIHATAN KURANG BACA, ILMUNYA MASIH DANGKAL, BACANYA CUMA BUKU2 WAHABI YANG SEMPIT DAN BANYAK MEMANIPULASI DATA...BANYAK BELAJAR DULU JANGAN CUMA BACA KARANGAN ALBANI, BIN BAZ, UTASIMIN CSNYA MULU, NANT ANTUM KAYA KATAK DALAM TEMPURUNG...
panjul
16 Desember 2011 - 05:54:33 WIB

Info Terpanas

payah nih admin. masak situs sekolah buat posting adu domba kayak beginian.... payah!

SAYA JUSTRU MENDUKUNG ADMIN, JUSTRU ANAK SEKOLAH JUGA HARUS TAHU BAGAMANA KEBOHOGAN SALAFI WAHABI TERHADAP UMMAT ISLAM AHLUSSUNAH..SUPAYA ANAK2 TIDAK MUDAH DISESATKAN DENGAN PEMAHAMAN DANGKAL DAN MENYIMPANG DARI SALAFI WAHABI...
wong bodho
17 Desember 2011 - 10:01:03 WIB

Ilmu qobla amal....sesungguhnya semua amal kita akan dimintai pertanggungjawaban kelak di hadapan Allah 'azza wa jalla...tidak ada sesuatu pun yang luput dari catatan malaikat-NYa.
Maka beramallah sesuai dengan ilmu..
Laa yukallifullahu nafsan illa wus'aha, lahaa maa kasabat wa'alaiha maktasabat...
Kalo saya jauhi sesuatu yang belum jelas dasarnya di bilang WAHABI...ya monggo !
Kalo saya baca shalawat sesuai yang di contohkan Nabi di bilang WAHABI...ya moggo !
Kalo saya tidak tahlilan, yasinan setelah 3hari/7hari/40hari/100hari kematian seseorang dibilang WAHABI...ya monggo...bolah boleh saja...atau terserah deh mau di juluki apa...!
xxx
17 Desember 2011 - 23:33:35 WIB

inilah web sesat dan menyesatkan....
panjul
18 Desember 2011 - 07:03:39 WIB

xxx
DAN YANG SEPERTI DIA MASIH DALAM TABIR KEBODOHAN DAN KESESATAN SEHINGGA BELUM DIBUKAKAN DAN MENGETAHUI MANA KEBENARAN DAN MANA KESESATAN, KARENA MASIH DITUTUPI KEBATILAN FAHAM SALAFI WAHABI..MUDAH2 DIA TERUS DITAMBAH ILMUNYA OLEH ALLAH SEHINGGA MELIHAT KEBATILAN DAN KEBOHONGAN SALAFI WAHABI
panjul
18 Desember 2011 - 07:15:55 WIB

wong bodo

SESUAI DENGAN NAMA ANDA MEMANG ORANG BODO..KETIKA MERASA BODO BERAMALLAH SESUAI DENGAN YANG ANDA BARU KETAHUI ILMUNYA, NAMUN JANGAN SOK TAHU DAN MENYALAHKAN ORANG LAIN YANG MENGAMALKAN SESUATU YANG ANDA BELUM MENGETAHUI ILMUNYA..
taufiq
18 Desember 2011 - 21:18:03 WIB

bagi yang mau selamat, sebaiknya tinggalkan web ini. jangan berbicara tanpa ilmu.
abu emha
19 Desember 2011 - 22:08:47 WIB

buat yg ngatakan mauludan tu bid'ah...
apakah sholawat y menyebut kata "wa shohbihi" jg bukan bid'ah? bukankah sholawat yg di ajarkan nabi SAW hanya menyebut "muhammad" n "Wa Alihi"?? berarti (menurut kaidah wahabi) wahabipun menjalankan BId'ah!!
abu emha
19 Desember 2011 - 22:44:24 WIB

wong bodho : klw sy baca sholawat sesuai yg di contohkan nabi dibilang wahabi ... yo monggo?

he..womg bodho..tawkah ente bagaimana sholawat yg diajarkan nabi??
jawab.. tanpa menyebut kata "wa shohbihi" paham???
Muhajirin
20 Desember 2011 - 10:54:02 WIB

1. Membekali diri dengan ilmu syar'i karena amal (amalan hati, lisan maupun anggota badan) adalah buah dari ilmu
2. Kaji dan pahami dulu hal2 yang mendasar seperti apa itu definisi ibadah dalam pengertian lughowi (bahasa), kaidah2/rambu2 ibadah dan syarat diterimanya ibadah dll.
3. Jadikan ilmu yang telah kita pelajari tsb sbg indikator untuk mengukur diri kita sendiri, sudah benarkah ibadah kita untuk mentauhidkan Allah Azza wa Jalla

bersambung..............
Muhajirin
20 Desember 2011 - 10:56:32 WIB

4. Ibadah adalah hak Allah Azza wa Jalla sebagai wujud penghambaan diri kita kepada-Nya (QS. Adz Dzaariyaat 51:56), maka dari itu supaya ibadah kita diterima oleh Allah Azza wa Jalla tentu harus mentaati hukum2 yang disyari'atkan oleh Allah Azza wa Jalla yang dicontohkan oleh Rasulullah sholallou 'alaihi wasalam. Allah berfirman : “Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul. ( QS.Al-Israa' 17:15)

Bersambung...............
Muhajirin
20 Desember 2011 - 10:58:16 WIB

5. Allah Azza wa Jalla telah memerintahkan orang2 yang beriman untuk masuk ke dalam Islam secara kaffah/keseluruhan (QS. Al-Baqarah 2:208) dan mengikuti apa yang diturunkan olleh Allah dan tidak serta merta hanya mengikuti yang dilakukan oleh bapak2 dan nenek moyang kita (QS. Al-Baqarah 2:170, QS. Al-Maa'idah 5:104 dll)
6. Jika terjadi perselisihan diantara kita, maka kembalikan kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah. Allah berfirman : “Maka jika kalian berselisih tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu benar-benar beriman pada Allah dan hari akhir, yang demikian itu adalah lebih baik bagimu dan lebih baik akibatnya". (QS. An-Nisaa 4: 59)

Bersambung...............
Muhajirin
20 Desember 2011 - 10:59:50 WIB

7. Dengan ilmu kita akan mengenal 2 hal yang bertentangan satu dan lainnya, yaitu antara hak-bathil, halal-haram, taat-maksiat, sunnah-bid'ah, ni'mat-azab, surga-neraka, dll tetapi diantara keduanya ada perkara2 yang shubhat (meragukan) dan harus kita tinggalkan. Dengan demikian kita bebas memilih salah satu diantara keduanya, tetapi setiap pilihan tsb ada konsekuensi logis yang harus kita pertanggung jawabkan dihadapan Allah Azza wa Jalla.

Bersambung...............
Muhajirin
20 Desember 2011 - 11:00:39 WIB

UNTUK ADMIN
Dari semua materi yang anda sajikan di blog ini, anda terkesan seperti provokator yang memunculkan issue/tuduhan/fitnah dan semacamnya kepada pihak lain kemudian menyediakan arena untuk bertempur bagi siapa saja untuk saling menghujat, mendiskreditkan, menyalahkan dll, sementara anda sendiri jadi penonton dan melepas tanggung jawab.

Akan lebih bermanfaat jika anda tuliskan kajian ilmiah dari kitab2 para ulama dengan tema2 yang terpola secara sistematis, misalnya materi tentang Tauhid, Aqidah, Alqur'an, Hadist, Ibadah, dll dan hindari mendiskreditkan pihak lain. Jadikan blog ini sebagai media tarbiah, dakwah dan semisalnya dan jadikan respon2 pro dan kontra sebagai bahan masukan untuk memperbaiki diri dalam rangka mencari kebenaran yang haq dari Allah dan Rasul-Nya.
wong bodho
21 Desember 2011 - 08:37:31 WIB

akh Muhajirin.....ane sependapat ame ente...good thinking bro..
Ane emang orang bodho mangkenye ane kagak mau banyak bicara/menuduh/memprovokasi tanpa didasari ilmu & tabayun terhadap informasi2 nyang sifatnye fitnah/provokator & sebangsenye...
Moga-2 Allah azza wa jalla selalu memberi kite hidayah...amiiin ya rabbal 'alamiin.

panjul
21 Desember 2011 - 09:02:15 WIB

AMIINN...YA ..INILAH REALITAS UMMAT ISLAM...BIARKAN MEREKA MENGEMUKAKAN APA YANG MENJADI PIKIRAN MEREKA APAPUN ITU..ADA JUGA YANG SALING MENCACI...MASIH LEBIH BAIK DITUMPAHKAN DI BLOG INI.. DARI PADA BERANTEM SECARA FISIK..KAN MEMALUKAN...
Hendri Sapto Juwono
21 Desember 2011 - 11:11:09 WIB

Koq, Hebat ya.. mengarsip dan memfitnah orang yang berseberangan pendapat. Sampai alamat dan lokasi terakhirnya dicantumkan. MBOK MIKIR !!! apa Nabi pernah menuduh orang tanpa BUKTI. PERTANGGUNG JAWABKAN SAJA DIRI ANDA SENDIRI, daripada mengajak orang untuk membenci saudara muslim. Kalau Beda pendapat ya... sudah!! Tapi jangan mengajak untuk membenci dengan dalil2 yang rumit. Jangan sok pinter seakan2 anda paling tahu kebenaran,PELAJARI HADIST2 RASUL Seluruhnya dengan Benar !! SAUDARAKU,.. JANGAN KAU PECAH BELAH KAUM MUSLIMIN DENGAN MAMBUAT BLOG SEPERTI INI, TIDAK TAKUTKAH
ENGKAU AKAN AZAB TUKANG FITNAH. CARILAH KEGIATAN LAIN YANG MANFAAT DEMI UKHUWAH ISLAMIAH. BERTOBATLAH!!!!
daim
21 Desember 2011 - 15:05:03 WIB

beginilah kalo udah islam dan islam diadu domba, sekarang mari kita islah diri, minta petunjuklah pada Allah SWT, amalkan agama dengan benar sesuai dengan al-qur'an yang sudah dicontohkan oleh rosulullah SAW, dan diamalkan oleh para sahabat nabi, maka kita akan selamat...
SANTRI
22 Desember 2011 - 10:58:31 WIB

admin yang sabar y. memangnya yang sering memecah belah umat siapa? yang membantai para ulama yang tidak sehaluan siapa? yang menuduh ini itu bid'ah siapa? yang krasa aje yee...
ngaji yang bener sampai slese, enak aje nuduh kite2 kafir. siapa tuh yang ditanyakan diatas? y mereka2 yang ngaku paling benar, y orang2 diatas kali ye?:)
ahmed
24 Desember 2011 - 12:39:13 WIB

sebenernya klo cuma beda pendapat sh biasa, klo yg ini kn sudah mngkafirkan atau mnganggap sesat yg lainnya, Imam syafi'i berbeda pendapat dg Imam maliki, tp beliau tdak smpai mgkafirkn atau menganggap sesat gurunya.
Pertanyaan saya tujukan pada yg pro wahabi, apakah anda menganggap sesat para pelaku bid'ah ? klau IYA tekan tmbol merah...maaf salah, hehe . Mksudnya kalau iya berarti kan ente2 sudah mendahului pemikiran para ulama kondang di atas ( ulama kondang bukan berarti ulama yg suka kondangan lho..)
Sebenernya klo gak smpe menganggap sesat gk bakalan trjadi spt sjrang ini,, ya tho..??
ahmed
24 Desember 2011 - 12:50:31 WIB

Kita ini satu akidah bung, jdi please deh jgan menganggap sesat sesama moslem..
Satu pemikiran lgi, Rosululloh prnah bertanya kpada Billal, mengenai amalan apa yg telah dilakukannya sampai2 sahabat beliau ini walaupun masih hidup, suara terompahnya sudah terdengar di surgaaaa.
Kalau Rosululloh sampai bertanya, logikanya kn berarti Baginda belum mencontohkan amalan trsbut.. ini logika lho, bgi para wahabiers psti sering dong menggunakan logika..
Apakah Billal ini ahli bid'ah yg menurut anda ahli bid'ah itu tmpatnya di neroko, tpi knapa Rosul mendengar suara terompahnya di surgaaa..?
hayoo di jawab, klo malu ( malu kn sbgian dri iman, jdi gak papa kn..? ) ini alamat email saya riyadi_22@yahoo.com
ahmed
24 Desember 2011 - 12:52:50 WIB

maaf kurang yg bener ini riyadi_den58@yahoo.com
hehe...manusia emang tempatnya lupa dn salah
doni
25 Desember 2011 - 09:54:14 WIB

to ahmed : nyebutin dalil jangan setengah-setengah !.
rosuluLLAH bertanya pada bilal, amalan apa uang kamu lakukan?
lalu bilal menjawab :''ia selalu menjaga wudhunya dan senantiasa menunaikan sholat sunnah dua rakaat setelah berwudhu'' tuh sholat sunnah 2 rakaat setelah wudhukan sudah ada contohnya, dan berwudhu itu sudah ada contohnyadari rosul,
abdullah
25 Desember 2011 - 10:23:41 WIB

ahmed : ''Kalau Rosululloh sampai bertanya, logikanya kn berarti Baginda belum mencontohkan amalan trsbut'' <- logika??

OK sekarang kalau kamu mau main logika, kamu suka maulidan, pertanyaannya maulidan itu sesat tidak??
terus jika kamu meninggalkan maulidan apa itu dosa?apa kamu masuk neraka? jelas tidakkan karna sahabatpun tidak merayakan. nah kamu pilih jalan yg pasti selamet atau jalan yg tidak pasti selamet, ini loh ! jalan salafush sholih(para sahabat) yg pasti selamet ikuti, ngapain ngikut jalan yg tidak pasti.
doni
25 Desember 2011 - 10:26:23 WIB

to ahmed : nyebutin dalil jangan setengah-setengah !.
rosuluLLAH bertanya pada bilal, amalan apa yang kamu lakukan?
lalu bilal menjawab :''ia selalu menjaga wudhunya dan senantiasa menunaikan sholat sunnah dua rakaat setelah berwudhu'' tuh sholat sunnah 2 rakaat setelah wudhukan sudah ada contohnya, dan berwudhu itu sudah ada contohnyadari rosul,
ahmed
25 Desember 2011 - 14:06:15 WIB

to doni ; ente bener sekali, tp...ada tpinya....amalan ini (menjaga wudlu) artinya kan bila ia batal lgsg ambil wudlu, dlam arti lain, tdak ada keadaan selain ia suci krn wudlu, .. tau mksud sya kn..? nah sunahnya kn klo mo megang Qur'an, wajib bla mo shlat...dll
Knpa hanya billal ..?
Hal ini brbeda dg shbt nabi yg lain, ya tho..( atau dlm kta lain, shbt yg lain blum mngmalkn spt yg bilal amalkn atau blum tau)?
Atau Nabi mmbri amalan khusus hnya pd billal ? Klau benar, knpa Kanjeng Nabi kok menanyakn lagi ??
masih banyak shbat2 yg lain yg melakukan bid'ah, apakah mrka sesat ??
kalau kurang saya kasih lg contohnya..
ahmed
25 Desember 2011 - 14:22:48 WIB

to mas abdullah :
coba baca lgi koment saya, saya gak menyebutkan maulidan Wajib lhooo.....klu bgtu yg gak nglakin ya gpp... fine2 ajah
Yg saya sayangkan, knpa eh knpa...kok pelaku maulidan di sebut sbg ahlu bid'ah or sesat...?
Sesat nya ini lho mas bro... klau bgtu apa hukum perayaan ini mnurut anda ? haramkah..? kalau haram brarti kn yg mlkukan brdosa... ya gak..?
Seandainya emang bener...( mudah2an enggak ) berarti kn mengharamkn sesuatu yg sebelumnya bukan haram, apa ini bukan bid'ah juga namanya...?
monggoh di bahas bareng mas...
aMIN
27 Desember 2011 - 00:06:08 WIB

Salafi/wahabi dalam komennya kayaknya orang yg sama tapi bisa menjadi 5 bentuk/nama bahkan puluhan bentuk/ nama dengan nada/ciri khas yg tidak beda, tapi disekitar kita fakta membuktikan, orang yg tadinya Mengaramkan Tahlil malah ikut tahlil, padahal mereka orang yg berpendidikan/intelek. Untuk menambah wawasan kita baca saja buku " Sejarah BERDARAH Sekte SALAFI WAHABI Mereka Membunuh Semuanya Termasuk Para Ulama" dan "Mereka Memalsukan Kitab-Kitab Karya Ulama Klasik" oleh Syaik Idahram.
ahmed
27 Desember 2011 - 09:29:23 WIB

buku yg ente rekomendasikn gencar skali d tampik oleh kalangan salafi,...benar tidaknya wallohu a'lam
mungkin alangkah bijaksana dn bijaksini kita baca saja buku2 yg dapat mempertebal keimanan kita, di banding mencari2 kejelekan kelompok lain,
karena tiket ke sorrrgaaaaa....itu tdk di dpat karena berhasil mengungkap kejelekan orang lain,,
itu menurut saya prbadi lho... krena klo kta mlakukan hal serupa dg mereka, lalu apa bedanya kita dg mereka...??
wong bodho
28 Desember 2011 - 09:59:56 WIB

Kata "sesat" itu kan terjemah dari kata "dhalalah"....bukan "kafara" yg artinya kafir.
Pake logika aja ya, Ambil contoh begini:
Ada 2 orang A & B, keduanya kakak beradik.Disuruh sama orang tuanya nengokin kakeknya di kampung.Dikasih tahu tujuannya namanya kampung "jannah", dikasih peta "syariat" yg sudah lengkap.Pesen bapaknya ikutin peta ini kalo mau selamat cukup ikutin peta yang ada, dijamin pasti sampai tujuan dengan "selamat"
Kalo coba2 bikin jalan baru maka akan "tersesat"
si A orangnya nurut, mengikuti petunjuk peta yg ada, tanpa ada ide2 apapun pokoknya ikutin aja, entah menanjak/terjal, becek,belak-belok....intinya ikutin aja itu peta apa adanya.
si B orangnya sedikit bosenan,dia melihat petunjuk di peta merasa ada yg kurang,di coba menyimpang dari jalan yg ada di peta.

wong bodho
28 Desember 2011 - 10:00:52 WIB

Karena si A orangnya sayang & perhatian tidak ingin saudaranya "tersesat" maka di ingetinlah ke si B supaya ngikutin jalan yg di pesen sama bapaknya.
Tapi dasar si B bandel, tetap aja lewat jalan yg dia pikir "jalan lain" menuju tujuan.
Kemungkinan nasib A & B, menurut logika :
Si A pasti akan sampai ke tujuan karena nurut apa pesen Bapaknya.
Si B ada 3 kemungkinan : 1.Bisa sampai dengan selamat tapi tersesat dulu, bisa masuk jurang/hutan/masuk sungai..dll.
2.Tidak sampai karena tersesatnya sangat jauh atau malah celaka saat tersesat itu sehingga tidak pernah sampai ke tujuan
Bersambung

wong bodho
28 Desember 2011 - 10:01:40 WIB

Itu logika saya.
Si A : orang yg mengikuti petunjuk apa adanya.
Si B : ahli Bid'ah yg sadar dengan kebid'ahannya sehingga di vonis sesat.

Si A sayang sama saudaranya ( seiman/muslim)sehingga mengingatkan si B untuk jangan sampai tersesat.

Lihat ilustrasi di atas tidak ada definisi "Kafir" .
Bid'ah=sesat=neraka (menyimpang=sesat=celaka)
Sejauh mana celaka tergantung sejauh mana tersesatnya.
Selama apa/sampai kapan di neraka, tergantung sejauh mana kebid'ahannya atau ampunan dari Allah azza wa jalla.

aMIN
28 Desember 2011 - 10:11:41 WIB

Masalah tiket Sorga, kita kayaknya calon penghuni neraka karena kita masih tahlilan, tawasul, maulidan, dzikir, wasilah, dll... yang masuk sorga hanya kelompok Salafi dan wahabi saja... Orang-orang Ahlusunah Wal Jamaah makin hari makin betambah berarti Neraka makin hari makin bertambah penghuninya, Aswaja tidak pernah menjelekkan hanya memberikan Warning kepada penganutnya sendiri. Untuk Mempertebal iman seseorang bukan hanya dari buku, tapi bagaimana kita mengaplikasikan Ilmu dan Ibadah dalam kehidupan sehari-hari serta mengingat Allah Swt pada saat dan kondisi apapun...
ahmed
28 Desember 2011 - 20:15:55 WIB

mas wong bodho...kedengerannya kok gak enak ya... mas aja..ok.
Begini...klo emang lgi nyari alamat ya resikonya bgtu,lha wong udah nurut petanya jga msih bisa tersesat...ya gak,,
tpi klo d samakn dg mncari sorgaaaaaaa ya gak sama,,alias no same...
klo mnurut saya, klo si B mncari jalan yg lain(tidak sesuai peta) kemungkinannya hanya satu...yaitu TERSESAT. Klo dah tersesat ya gak bakalan sampai...kecuali dia balik lagi mnuju jalan sesuai spt yg d peta. ...
ahmed
28 Desember 2011 - 20:40:05 WIB

NAH,,klo amalan yg kami lakukan itu emang ada dasarnya, klo mnurut logika mas wong bodho diatas berarti "tidak keluar dari jalan yg d peta"
Klo temen2 anda kn biasanya " mana dalilnya ?"
Nah setelah kami tunjukan sperti yg diminta, mereka itu tetep aja nggak mau nerima,,kan suah ya tho....?
Klau dari awalnya NIATnya hanya ingin menyalahkan, walaupun sudah di tunjukan jawaban yang diminta, tetep aja di SALAHKAN.
Berbeda dg mas wong bodho ini, saya pikir anda orangnya objektif...jdi pastilah nggak sperti temen2 anda yg suka menSESATkan,,,bukan begitu mas..??
panjul
29 Desember 2011 - 07:10:35 WIB

saran dari saya bagi yang ingin komentar di blog ini baik yang pro maupun kontra..silahkan...lebih baik kemukakan semua dalil masing2..insya Allah akan banyak dibaca orang dan bermanfaat .dan nanti mereka yang akan menilai...
ahmed
29 Desember 2011 - 09:41:19 WIB

Saya lihat di atas sudah banyak dalil2 yg dikemukakan oleh teman2 Aswaja,,tpi mungkin hanya dalil2 yg berasal dari Al qur'an dan Hadits saja...bukan yang berasal dari Syeikh Albani, Bin Baz atau Utsaimin...jdi mungkin mereka belooooom PERCAYA....
wong bodho
29 Desember 2011 - 11:33:19 WIB

Masih pake logika,boleh ya...
Peta = syariat, pastilah dalam peta itu ada yg namanya : Jalan utama,jalan alternatif,jalan buntu/menipu,dll
Saya analogikan begini
Jalan utama = Aqidah yg shahih & Ibadah yg baku (jelas & tidak ada keraguan)
Jalan Alternatif = Fadhail Amal,dll...(amalan yg nilainya bisa menambah/melipatgandakan pahala)
Jalan Buntu //menipu = Bid'ah

Jalan utama adalah jalan yg pasti menjamin penggunanya sampai di tujuan, bisa jadi jalan utama ini terjal & melelahkan bagi si pengguna jalan.
bersambung
wong bodho
29 Desember 2011 - 11:34:05 WIB

Jalan alternatif adalah jalan yg mungkin kecil akan tetapi bisa membuat si pengguna jalan menuju tempat tujuan lebih cepat.Jalan alternatif ini adalh jalan yg bisa jadi perdebatan yg terkait dengan pengetahuan seseorang akan "kebenaran/kesahihan" jalan alternatif tersebut.
Bisa jadi seseorang sangat yakin dengan jalan alternatif ini karena berdasar berita yg sampai ke dia bahwa jalan alternatif ini benar2 shahih.
Sedangkan orang lain karena belum pernah dengar tentang keshahihan jalan alternatif ini memilih untuk tidak melewati jalan alternatif tersebut.
Sejauh mana sumber informasi tentang jalur alternatif ini sangat didukung dengan "keyakinan" dia mendapat informasi tentang kebenaran jalan alternatif ini.
Orang yang cerdas tentunya tidak serta merta mempercayai kebenaran jalan alternatif ini, akan tetapi harus di pelajari dengan sungguh-2 & objektif dari berbagai sumber.
bersambung
wong bodho
29 Desember 2011 - 11:35:18 WIB

Jalan Buntu /menipu = Bid'ah, adalah jalan yg mungkin dianggap orang adalah jalan yg benar,akan tetapi ternyata buntu/salah arah sehingga semakin menjauhkan dari tujuan.
Bagi orang cerdas,pengetahuan tentang jalan buntu/menipu ini juga perlu dipelajari dengan sungguh-2 & jangan asal menyalahkan atau memvonis.

bersambung
wong bodho
29 Desember 2011 - 11:37:31 WIB

Dan memang tentang kebenaran hakiki jalan alternatif atau jalan buntu hanya akan terbukti nanti saat seseorang sampai tujuan/tidak.
Yang menjadi perhatian adalah saat seseorang menerima informasi tentang jalan alternatif & jalan yg menipu dan ia menerima begitu saja tanpa menelaah kebenarannya maka saatnya nanti si pemberi informasi tersebut tidak akan bisa dimintai pertanggungjawaban/ kita salahkan
Bersambung
wong bodho
29 Desember 2011 - 11:38:20 WIB

Yang menanggung akibat dari seseorang menempuh jalan yg salah adalah seseorang itu sendiri.
maka berhati-hatilah dalam menelaah & mempelajari setiap infomasi karena akibatnya aka kita rasakan sendiri.Orang yg kita percayai tentang informasi keshahihan jalan buntu ini akan berlepas diri.

Orang yang akan sampai ke tujuan adalah : 1.orang yg menempuh jalan Utama dengan konsisten
2. Orang yang menempuh jalan utama & jalan alternative yg benar

Orang yang tidak sampai tujuan/tersesat adalah : 1. orang yg tidak menempuh jalan Utama
2. orang yg tidak memepuh jalan Utama & alternative yg benar, tapi malah menempuh jalan buntu yang menipu.
selesai
panjul
29 Desember 2011 - 15:51:17 WIB

Maksudnya ..kalau berbicara masalah bid'ah umpamanya...tolong jelaskan pengertiannya berdasarkan argumentasi dari Al Qur'anya, Al hadisnya, dan menukil langsung dari ulama2 yang Mu'tabar dengan cacatatn jangan hanya menukil Utasaimin, Bin Baz atu al bani saj....sebutkan rujukannya/referensinya...itu baru berilmu namnya...
santri
29 Desember 2011 - 17:43:46 WIB

mas wong bodho:
saya Akan menjelaskan dengan logika pula. begini: suatu waktu di suatu daerah(saya nggak nyebutin daerah ini dan mungkin kejadian ini terjadi pada daerah lain) ada makam KIAI kamI(ASWAJA) yang karena suatu sebab akan dipindahakan, dan setelah makam di buka ternyata jasad beliau masih utuh padahal sudah dimakamkan bertahun-tahun. ini membuktikan kekuasaan ALLOH SWT, dan membuktikan secara fakta ALLOH masih merahmati KAMI. dan apabila kami sesat tentu ALLOH tidak akan memberikan kekuassan DAN RAHMATNYA pada SALAH SATU DARI KAMI. bagaimana? ini logika dan fakta lho mas wong bodho. bukan logika yang ngarang kaya cerpen. ngapunten nek neten salah poro saderek saiman. SHOLLU 'ALA MUHAMMAD.:D
ahmed
29 Desember 2011 - 20:35:31 WIB

to mas womg bodho,,
Kayaknya waktu anda sekolah dulu untuk mata pelajaran Matematika selalu dapat seratus,, krena ilmu logika anda sangat hebat,,
tpi kalau saya yg jadi gurunya, saya kasih nilai 70 aja...kok bisa...?? ya bisa aja dong, suka2 gurunya...hehe
Ada yg janggal nih, kayaknya klo di logikakan sprti yg mas katakan di atas kok jdi lucu ya..
1. Yg slamet adl yg mnempuh jalan utama
2. Yg menempuh jalan utama & jalan altermatif
Mangsude kpriwe..?
ahmed
29 Desember 2011 - 20:45:09 WIB

logikanya jalan yah, yg lewat pastilah kendaraan,,atau orang (co. wong bodho, kok bodho..? lha wong ada kendaraan,kok milih jalan kaki)...hehe piss ah
Apa pernah anda lihat satu kendaraan, lewat di dua jalan? kalau saya sih gak pernah,, pastilah kendaraan itu akan milih mau lewat di jalan utama atau jalan alternatif, gak bisa kedua duanya secara bersamaan...kecuali.. orang itu adlah NARUTO..yg bisa jurus bayangan,,hehe
jdi logika anda masih kurang tepat,, silahkan di pikir lagi, jgan mnggunakan hawa nafsu ya..
wassalamu'alaikum wr wb
ridhwan cikampek
29 Desember 2011 - 21:41:17 WIB

SIAPA YANG BERPEGANG TEGUH DENGAN AL QURAN DAN SUNNAH(AL HADITS) PASTI SELAMT
TOLONG DOAKAN SAYA DIJAUHKAN DARI AZAB ALLAH, SAYA JUGA MENDOAKAN SAUDARA2 MENDAPATKAN KEBAIKAN DUNIA DAN AKHIRAT. AMIN.
panjul
30 Desember 2011 - 19:54:43 WIB

Berbeda dengan para Ulama semisal Al Imam Asy Syafi’i, Al Imam Ahmad bin Hanbal, Al Imam An Nawawi, Al Hafizh Al Imam Ibnu Hajar Al Asqallani yang disepakati kesalehan dan keulamaannya oleh seluruh ummat di penjuru dunia Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab ini merupakan tokoh kontroversial yang diperselisihkan kredibilitasnya. Sebagian menganggapnya sebagai pembaharu namun sebagian lain menganggapnya sebagai penebar kesesatan. Mereka yang berada pada kelompok pertama melihat bahwa kehadiran Muhammad bin Abdul Wahhab adalah tokoh yang gigih menyelamatkan Akidah Islamiyah dari berbagai penyimpangan berupa kemusyrikan, khurafat dan bid’ah. Ia menyaksikan bahwa kaum muslimin telah terjatuh dalam amaliah jahiliyah berupa penyembahan terhadap kuburan, para Wali dan orang-orang saleh baik melalui tabarruk atau tawassul mereka dalam berdo’a kepada Allah
panjul
30 Desember 2011 - 19:56:01 WIB

Oleh karena itu segala sarana yang akan mengantarkan manusia ke dalam kemusyrikan tersebut harus dimusnahkan. Dari fatwanya inilah kemudian seluruh kuburan para sahabat Rasulullah SAW, kubah-kubah makam keluarga beliau bahkan bangunan tempat di mana Rasulullah SAW dilahirkan dihancurkan diratakan dengan tanah. Belakangan Syekh Albani (sebagai salah seorang pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab) bahkan menganjurkan agar Kubah hijau Masjid Nabawi di Madinah yang memayungi pusaran Rasulullah SAW dihancurkan. Pendek kata semua tempat atau benda-benda bersejarah harus dihancurkan karena khawatir disembah atau ditabarruki oleh manusia. Berbagai kegiatan seperti peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW harus dihentikan karena perbuatan tersebut merupakan bid’ah
panjul
30 Desember 2011 - 19:57:25 WIB

. Beberapa waktu yang lalu sempat berkembang wacana untuk menghancurkan semua peninggalan sejarah Islam yang masih tersisa, namun alhamdulillah rencana tersebut dibatalkan karena kementrian yang ditunjuk tidak bersedia melaksanakannya karena banyak ditentang para Ulama termasuk KH Ma’ruf Amin dari Pimpinan Pusat Majleis Ulama Indonesia (MUI). Sedangkan dalam bidang Fiqh – menurut pengakuannya – Muhammad bin Abdul Wahhab adalah mengikuti Madzhab Imam Ahmad bin Hanbal. Missi Muhammad binAbdul Wahhab mendapat kemudahan karena berkolaborasi dan mendapat dukungan dari Kerajaan keluarga Sa’ud yang telah berhasil merebut kekuasaan wilayah Hijaz dari Khilafah Islamiyah Turki Utsmani.
panjul
30 Desember 2011 - 19:58:39 WIB

Adapun sebagian besar Ulama dan Ummat Islam berpendapat lain. Mereka menganggap Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai tokoh penebar kesesatan. Mereka bahkan mengaitkannya dengan sebuah Hadis:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ ذَكَرَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى شَأْمِنَا ، اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى يَمَنِنَا » . قَالُوا وَفِى نَجْدِنَا . قَالَ « اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى شَأْمِنَا ، اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى يَمَنِنَا » . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَفِى نَجْدِنَا فَأَظُنُّهُ قَالَ فِى الثَّالِثَةَ « هُنَاكَ الزَّلاَزِلُ وَالْفِتَنُ ، وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ » .رواه البخاري

panjul
30 Desember 2011 - 19:59:39 WIB

Artinya: “Artinya: Rasulullah SAW pernah berdo’a: “Ya Allah, berkatilah untuk kami Syam kami, ya Allah, berkatilah untuk kami Yaman kami”. Para sahabat berkata: “Untuk Najd kami juga wahai Rasulullah”. Rasulullah SAW berdo’a lagi: ““Ya Allah, berkatilah untuk kami Syam kami, ya Allah, berkatilah untuk kami Yaman kami”. Para sahabat berkata: “Untuk Najd kami juga wahai Rasulullah”. Untuk yang ketiga kalinya Rasulullah SAW bersabda: “Dari Najd-lah akan munculnya kegoncangan dan berbagai Fitnah dan di Najd itulah akan terbit tanduk Syetan” (HR Al Bukhari).
panjul
30 Desember 2011 - 20:00:23 WIB

Menurut kelompok kedua ini, terpenuhinya ramalan Rasulullah SAW ini adalah dengan kedatangan Muhammad bin Abdul Wahhab karena secara kebetulan ia lahir di Najd dan missinya telah menimbulkan banyak kekacauan di dunia Islam. Mufassir kenamaan Al Imam Syekh Ahmad Shawi Al Maliki dalam tafsirnya bahkan menyebut kelompok Wahhabiyah
pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai Khawarij zaman ini. Ketika menafsirkan firman Allah:

panjul
30 Desember 2011 - 20:01:57 WIB


Artinya: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, Maka anggaplah ia musuh(mu), Karena Sesungguhnya syaitan-syaitan itu Hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala” (Fathir:6).




panjul
30 Desember 2011 - 20:04:58 WIB

Ash Shawi menulis:
وَقِيْلَ هَذِهِ الْاَيَةُ نَزَلَتْ فِي الْخَوَارِجِ الَّذِيْنَ يُحَرِّفُوْنَ تَأْوِيْلَ الْكِتَابِ وَالسُّنَةِ وَيَسْتَحِلُّوْنَ بِذَلِكَ دِمَاءَ الْمُسْلِمِيْنَ وَاَمْوَالَهُمْ كَمَا هُوَ مُشَاهَدٌ الْاَنَ فِيْ نَظَائِرِهِمْ وَهُمْ فِرْقَةٌ بِاَرْضِ الْحِجَازِ يُقَالُ لَهُمْ الْوَهَّابِيَّةُ يَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ عَلَى شَيْئٍ اَلَا اِنَّهُمْ



panjul
30 Desember 2011 - 20:13:49 WIB

هُمُ الْكَاذِبُوْنَ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ أُولَئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ (المجادلة:19
panjul
30 Desember 2011 - 20:14:51 WIB

Artinya: “Dalam satu pendapat dikatakan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan kaum Khawarij yang menyelewengkan makna Al Qur’an dan Sunnah serta menghalalkan darah kaum Musliimin dengannya sebagaimana juga dapat disaksikan saat ini orang-orang yang seperti mereka yaitu sebuah aliran di negeri Hijaz yang bernama Wahhabiyah. Mereka ini mengira berada dalam kebenaran. Ketahuilah, sungguh mereka itu benar benar para pendusta. Syaitan Telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka Itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya golongan syaitan Itulah golongan yang merugi”(Al Mujadalah:19) (Lihat Tafsir Ash Shawi ‘Aala Al Jalalain terbitan Dar Ihya Al Kutub Al ‘Arabiyah Mesir pada Juz3 halaman 307-308).
panjul
30 Desember 2011 - 20:16:03 WIB

Seorang Ulama terkenal dari Purwakarta Jawa Barat, Ahmad Bakri Sempur bin Tubagus Seda Kraton yang lebih dikenal dengan nama Mama Sempur Rahimahullah menulis sebuah risalah

kecil berjudul: ايضاح الكراطنية فيما يتعلق بضلالة الوهابية (Penjelasan Keraton Berkaitan Dengan Kesesatan Aliran Wahhabiyah).

panjul
30 Desember 2011 - 20:17:01 WIB

Hizbut Tahri Indonesia (HTI) memiliki catatan tersendiri tentang Wahhabi ini:

“perjuanagan Wahhabi akhirnya ditunggangi oleh keluarga Saud, yang nota bene antek-antek Inggris, untuk menciptakan instabilitas dan sparatisme di dalam tubuh Khilafah Islam pada waktu itu” (Buletin Dakwah Al Islam Edisi 468/tahun XVI halaman 3).

panjul
30 Desember 2011 - 20:17:53 WIB

Seorang Muhaddits (pakar Hadis) abad ini Syekh Abdullah Al Harari mengemukakan tidak kurang dari 83 orang Ulama besar yang menyatakan kesesatan ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab (Lihat kitabnya Al Maqalat As Sunniyyah halaman 250-251). Bahkan banyaknya Ulama yang menentang Muhammad bin Abdul Wahhab ini dikemukakan oleh para pengikutnya, antara lain Doktor Abdul Aziz bin Muhammad bin Ali Al Abd Al Aziz dalam kitabnya Da’awa Al Munawi’in (lihat kitab tersebut terbitan Maktabah Ar Rusyd Riyad Saudi Arabia mulai halaman 47).
panjul
30 Desember 2011 - 20:18:50 WIB

kitabnya Da’awa Al Munawi’in (lihat kitab tersebut terbitan Maktabah Ar Rusyd Riyad Saudi Arabia mulai halaman 47).

Kami tidak berhak menghakimi mana yang benar dan mana yang salah di antara kedua kelompok di atas. Bagi yang hendak mendalami dan mengetahui lebih jauh silahkan bertanya kepada para Ulama atau membaca kitab-kitab mereka. Ironis memang, ketika ada orang yang baru membaca buku-buku terjemahan dan penjelasan dari orang-orang yang bukan Ulama sudah berani mempromosikan sebuah ajaran seraya menganggap bahwa yang selainnya adalah salah. Mereka mengira bahwa yang diraihnya dari atas perahu itu adalah mutiara, padahal ia berada di dasar samudera. Mengapa mereka – sebagai orang awwam – tidak diam saja sambil mengamalkan yang diyakininya. Hasbunallah.

santri
30 Desember 2011 - 20:57:55 WIB

ROBBI SHOLLI 'ALAIH
mudah2an umat islam dipersatukan. KAMI AHLUSSUNAHWALJAMA'AH sangat menghormati perbedaan. DAN KAMI MOHON PADA SAUDARA SALAFI/WAHABI untuk tidak memecah belah, saling mensesatkan yang mebuat umat ISLAM INDONESIA KHUSUSNYA terpecah. mari kita jalani perbedaan dengan saling menghormati dalam persaudaraan muslimin-muslimat. dan admin terimakasih atas infonya. SALAM HORMAT DUMATENG ROMO KIAI SYARIF RAHMAT. wassalamu'alikum.
Abdussyukur
31 Desember 2011 - 16:47:21 WIB

Kepada sesama muslimnya saja sudah seperti bencinya kepada anjing yang menggigitnya? Memangnya mereka dipastikan masuk neraka dan Anda dipastikan masuk surga?
Abdullah
02 Januari 2012 - 22:35:02 WIB

Sesungguhnya Rasulullah Sholollohu Alaihi Wa Sallam telah meninggalkan Islam ini dalam keadaan terang benderang, malamnya seperti siangnya. Tidak ada yang menyimpang daripadanya melainkan akan binasa.

Jayalah senantiasa Ahlus Sunnah Wal Jamaah sampai hari kiamat dan terlaknatlah orang atau kelompok yang menentangnya.

Ya Allah teguhkan pendirian dan pijakan kaki kami berjalan bersama-sama ahlus sunnah wal jamaah dan hancurkan orang atau kelompok yang menentang ahlus sunnah wal jamaah sehancur-hancurnya, kecuali orang-orang yang menentang karena ketidaktahuannya atas kebenaran jalan ahlus sunnah wal jamaah. Amin
Muhajirin
03 Januari 2012 - 09:29:42 WIB

To admin :
Dari 212 responden diperoleh hasil voting sbb:
Manfaat Sedikit (6) : 2.8 %
Manfaat banyak (139) : 65.6 %
Manfaat sedang (7) : 3.3 %
Tidak Memberi Manfaat (11) : 5.2 %
Memberi Madharat (49) : 23.1 %

Bagaimana admin mensikapi hasil polling tsb ?
Abdullah
03 Januari 2012 - 15:29:51 WIB

Untuk Akhi 151, Akhi Imam, Akhi Abu Rifa'i, Akhi Panjul, Akhi Wong Ciamis, dan teman-teman lain saya mau beri kabar gembira bahwa telah mengangkasa dengan megahnya ke seluruh pelosok tanah air Radio Dakwah Ahlu Sunnah Wal Jamaah (disingkat Rodja) di gelombang 7,56 AM.

SEMOGA JAYALAH AHLU SUNNAH WAL JAMAA'AH DAN BINASALAH ORANG-ORANG YANG MEMUSUHINYA. KARENA YANG MEREKA MUSUHI ITU ADALAH ALLAH DAN RASULNYA YANG MULIA.
AMIN
Abu Rokok
03 Januari 2012 - 16:36:32 WIB

Wah apa yang akhi 151 katakan tentang habibunanya Habib Mundzir memang benar, bahwa habibunanya itu memiliki sanad yang panjang dan banyak.

Tapi sayangnya karena saking panjangnya ana gak sempat baca satu persatu soalnya capek duluan. Sedang sanad yang ana udah baca alhamdulillah ga satupun yang ana kenal atau pernah dengar. Maklum ana taunya cuma Imam Syafi'i, Imam Ahmad, Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Ibnu Hadjar al-Asqolani, Imam Nawawi (bukannya yang bantani), Imam Sufyan ats-Tsauri, dsb.

Sayangnya ana nyadar bahwa ana bukan ahli jarh wa ta'dil, kalau engga nyadar mungkin ana udah bilang wah sanadnya habibunanya akhi 151 majhul semua atau sebagian besarnya.

Beliau itu juga suka ngasih ijazah. Tapi ana ga tau apa maksudnya ijazah itu. Mungkin ijazah sebagai wali atau yang lainnya, wallahu'alam.


Bu Abu
03 Januari 2012 - 17:06:57 WIB

Udah lah jangan diributin. Perbedaannya kan hanya terletak pada bagaimana cara memahami dan mengamalkan al-Qur'an dan as-Sunnah (hadits-hadits shohih).

Kalau yang disebut wahabi-salafi, cara memahami al-Qur'an dan as-Sunnah adalah yang sesuai dengan pemahaman Para Sahabat (S. at-Taubah: ayat 100).

Sedangkan mereka yang anti wahabi-salafi cara memahami al-Qur'an dan as-Sunnah adalah yang sesuai dengan pemahaman Para Normal (maaf ana ga tau dalilnya dari Qur'an dan Hadits tentang cara pemahaman ini. Mungkin yang cocok sebagai dalil dari cara pemahaman seperti ini adalah S. al-Kahfi ayat 103-105)

Gitu aja kok repot!!!!!!!!!!
ahmed
03 Januari 2012 - 20:08:18 WIB

hehe...NGGAK TAU tau kok berani memVONIS....hihi ...jngan2 ente adl para normalnya...krna suka menebak-nebak,, afwan
Akhsan
03 Januari 2012 - 22:54:56 WIB

Baru-baru ini ana baca tulisan di blognya Abu Umamah (http://abangdani.wordpress.com/2011/08/04/inilah-wahhabi- yang-dianggap-sesat-oleh-ulama-ulama-maroko) yang memuat dialog yang terjadi di salah satu Universitas Islam di Maroko tentang aliran atau paham Wahabi.

Bersambung
Akhsan
03 Januari 2012 - 22:56:54 WIB

Berikut isi tulisan tersebut:

Inilah Wahhabi Yang Dianggap Sesat Oleh Ulama-Ulama Maroko
Agustus 4, 2011 22 Komentar
INILAH WAHHABI SESUNGGUHNYA…!!
Wajib diketahui oleh setiap kaum Musimin dimanapun mereka berada bahwasanya firqoh Wahabi adalah Firqoh yang sesat, yang ajarannya sangat berbahaya bahkan wajib untuk dihancurkan. Tentu hal ini membuat kita bertanya-tanya, mungkin bagi mereka yang PRO akan merasa marah dan sangat tidak setuju, dan yang KONTRA mungkin akan tertawa sepuas-puasnya.. Maka siapakah sebenarnya Wahabi ini??
Bagaimanakah sejarah penamaan mereka??
Marilah kita simak dialog Ilmiah yang sangat menarik antara Syaikh Muhammad bin Sa’ad Asy Syuwai’ir dengan para masyaikh/dosen-dosen disuatu Universitas Islam di Maroko.

Bersambung ...

Akhsan
03 Januari 2012 - 22:59:59 WIB

Salah seorang Dosen itu berkata: “Sungguh hati kami sangat mencintai Kerajaan Saudi Arabia, demikian pula dengan jiwa-jiwa dan hati-hati kaum muslimin sangat condong kepadanya,dimana setiap kaum muslimin sangat ingin pergi kesana, bahkan antara kami dengan kalian sangat dekat jaraknya. Namun sayang, kalian berada diatas suatu Madzhab, yang kalau kalian tinggalkan tentu akan lebih baik, yaitu Madzhab Wahabi.”

Bersambung ...
Akhsan
03 Januari 2012 - 23:01:39 WIB

Kemudian Asy Syaikh dengan tenangnya menjawab: “Sungguh banyak pengetahuan yang keliru yang melekat dalam pikiran manusia, yang mana pengetahuan tersebut bukan diambil dari sumber-sumber yang terpercaya, dan mungkin kalian pun mendapat khabar-khabar yang tidak tepat dalam hal ini.
Baiklah, agar pemahaman kita bersatu, maka saya minta kepada kalian dalam diskusi ini agar mengeluarkan argumen-argumen yang diambil dari sumber-sumber yang terpercaya,dan saya rasa di Universitas ini terdapat Perpustakaan yang menyediakan kitab-kitab sejarah islam terpercaya. Dan juga hendaknya kita semaksimal mungkin untuk menjauhi sifat Fanatisme dan Emosional.”

Dosen itu berkata : “saya setuju denganmu, dan biarkanlah para Masyaikh yang ada dihadapan kita menjadi saksi dan hakim diantara kita.”
Asy Syaikh berkata : “saya terima, Setelah bertawakal kepada Allah, saya persilahkan kepada anda untuk melontarkan masalah sebagai pembuka diskusi kita ini.”

Bersambung ...
Akhsan
03 Januari 2012 - 23:03:12 WIB

Dosen itu pun berkata :
“Baiklah kita ambil satu contoh, ada sebuah fatwa yang menyatakan bahwa firqoh wahabi adalah Firqoh yang sesat. Disebutkan dalam kitab Al-Mi’yar yang ditulis oleh Al Imam Al-Wansyarisi, beliau menyebutkan bahwa Al-Imam Al-Lakhmi pernah ditanya tentang suatu negeri yang disitu orang-orang Wahabiyyun membangun sebuah masjid, “Bolehkan kita Sholat di Masiid yang dibangun olehorang-orang wahabi itu ??” maka Imam Al-Lakhmi pun menjawab: “Firqoh Wahabiyyah adalah firqoh yang sesat, yang masjidnya wajib untuk dihancurkan, karena mereka telah menyelisihi kepada jalannya kaum mu’minin, dan telah membuat bid’ah yang sesat dan wajib bagi kaum muslimin untuk mengusir mereka dari negeri-negeri kaum muslimin “.
(wajib kita ketahui bahwa Imam Al-Wansyarisi dan Imam Al-Lakhmi adalah ulama ahlusunnah)

Dosen itu berkata lagi : “Saya rasa kita sudah sepakat akan hal ini, bahwa tindakan kalian adalah salah selama ini,”

Bersambung ...
Akhsan
03 Januari 2012 - 23:08:27 WIB

Kemudian Asy Syaikh menjawab : ”Tunggu dulu..!! kita belum sepakat, lagipula diskusi kita ini baru dimulai, dan perlu anda ketahui bahwasannya sangat banyak fatwa yang seperti ini yang dikeluarkan oleh para ulama sebelum dan sesudah Al-Lakhmi, untuk itu tolong anda sebutkan terlebih dahulu kitab yang menjadi rujukan kalian itu !”

Dosen itu berkata: ”Anda ingin saya membacakannya dari fatwanya saja, atau saya mulai dari sampulnya ??”

Asy Syaikh menjawab: ”Dari sampul luarnya saja.”
Dosen itu kemudian mengambil kitabnya dan membacakannya: ”Namanya adalah Kitab Al-Mi’yar, yang dikarang oleh Ahmad bin Muhammad Al-Wansyarisi. Wafat pada tahun 914 H di kota Fas, di Maroko.”



Bersambung ...

Akhsan
03 Januari 2012 - 23:13:30 WIB

Kemudian Asy Syaikh berkata kepada salah seorang penulis di sebelahnya: “Wahai syaikh, tolong catat baik- baik, bahwa Imam Al-Wansyarisi wafat pada tahun 914 H. Kemudian bisakah anda menghadirkan biografi Imam Al- Lakhmi??”

Dosen itu berkata: “Ya.”

Kemudian dia berdiri menuju salah satu rak perpustakaan, lalu dia membawakan satu juz dari salah satu kitab-kitab yang mengumpulkan biografi ulama. Didalam kitab tersebut terdapat biografi Ali bin Muhammad Al-Lakhmi, seorang Mufti Andalusia dan Afrika Utara.

Kemudian Asy Syaikh berkata : “Kapan beliau wafat?”

Yang membaca kitab menjawab: “Beliau wafat pada tahun 478 H“

Bersambung ...

Akhsan
03 Januari 2012 - 23:18:02 WIB

Asy Syaikh berkata kepada seorang penulis tadi: “Wahai syaikh tolong dicatat tahun wafatnya Syaikh Al-Lakhmi” kemudian ditulis.

Lalu dengan tegasnya Asy Syaikh berkata : “Wahai para masyaikh….!!! Saya ingin bertanya kepada antum semua …!!! Apakah mungkin ada ulama yang memfatwakan tentang kesesatan suatu kelompok yang belum datang (lahir) ???? kecuali kalau dapat wahyu????”

Mereka semua menjawab : “Tentu tidak mungkin, Tolong perjelas lagi maksud anda !”

Asy syaikh berkata lagi : “Bukankah wahabi yang kalian anggap sesat itu adalah dakwahnya yang dibawa dan dibangun oleh Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab????”

Mereka berkata : “Siapa lagi???”

Bersambung ...
Akhsan
03 Januari 2012 - 23:19:47 WIB

Asy Syaikh berkata: “Coba tolong perhatikan..!!! Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab lahir pada tahun 1115 H dan wafat pada tahun 1206 H, …
Nah, ketika Al-Imam Al-Lakhmi berfatwa seperi itu, jauh RATUSAN TAHUN lamanya sebelum syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab lahir..bahkan sampai 22 generasi ke atas dari beliau sama belum ada yang lahir..apalagi berdakwah..

KAIF ??? GIMANA INI???” (Merekapun terdiam beberapa saat..)

Kemudian mereka berkata: “Lalu sebenarnya siapa yang dimaksud Wahabi oleh Imam Al-Lakhmi tersebut ?? mohon dielaskan dengan dalil yang memuaskan, kami ingin mengetahui yang sebenarnya !”

Bersambung ...

Akhsan
03 Januari 2012 - 23:22:16 WIB

Asy Syaikh pun menjawab dengan tenang : “Apakah anda memiliki kitab Al-Firaq Fii Syimal Afriqiya, yang ditulis oleh Al-Faradbil, seorang kebangsaan Francis ?”

Dosen itu berkata: “Ya ini ada”

Asy Syaikh pun berkata : “Coba tolong buka di huruf “wau” .. maka dibukalah huruf tersebut dan munculah sebuah judul yang tertulis “Wahabiyyah“

Kemudian Asy Syaikh menyuruh kepada Dosen itu untuk membacakan tentang biografi firqoh wahabiyyah itu.

Bersambung ...
Akhsan
03 Januari 2012 - 23:24:28 WIB

Dosen itu pun membacakannya: ”Wahabi atau Wahabiyyah adalah sebuah sekte KHOWARIJ ABADHIYYAH yang dicetuskan oleh Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum Al-Khoriji Al-Abadhi, Orang ini telah banyak menghapus Syari’at Islam, dia menghapus kewajiban menunaikan ibadah haji dan telah terjadi peperangan antara dia dengan beberapa orang yang menentangnya. Dia wafat pada tahun 197 H di kota Thorat di Afrika Utara. Penulis mengatakan bahwa firqoh ini dinamai dengan nama pendirinya,
dikarenakan memunculkan banyak perubahan dan keyakinan dalam madzhabnya. Mereka sangat membenci Ahlussunnah.

Bersambung ...
Akhsan
03 Januari 2012 - 23:25:41 WIB

Setelah Dosen itu membacakan kitabnya Asy Syaikh berkata : “Inilah Wahabi yang dimaksud oleh imam Al-Lakhmi, inilah wahabi yang telah memecah belah kaum muslimin dan merekalah yang difatwakan oleh para ulama Andalusia dan Afrika Utara sebagaimana yang telah kalian dapati sendiri dari kitab-kitab yang kalian miliki. Adapun Dakwah yang dibawa oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang didukung oleh Al-Imam Muhammad bin Su’ud-Rahimuhumallah-, maka dia bertentangan dengan amalan dakwah Khowarij, karena dakwah beliau ini tegak diatas kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih, dan beliau menjauhkan semua yang bertentangan dengan keduanya, mereka mendakwahkah tauhid, melarang berbuat syirik, mengajak umat kepada Sunnah dan menjauhinya kepada bid ’ah, dan ini merupakan Manhaj Dakwahnya para Nabi dan Rasul.

Bersambung ...
Akhsan
03 Januari 2012 - 23:28:06 WIB

Syubhat yang tersebar dinegeri-negeri Islam ini dipropagandakan oleh musuh- musuh islam dan kaum muslimin dari kalangan penjajah dan selain mereka agar terjadi perpecahan dalam barisan kaum muslimin.

Sesungguhnya telah diketahui bahwa dulu para penjajah menguasai kebanyakan negeri-negeri islam pada waktu itu,dan saat itu adalah puncak dari kekuatan mereka. Dan mereka tahu betul kenyataan pada perang salib bahwa musuh utama mereka adalah kaum muslimin yang bebas dari noda yang pada waktu itu menamakan dirinya dengan Salafiyyah. Belakangan mereka mendapatkan sebuah pakaian siap pakai, maka mereka langsung menggunakan pakaian dakwah ini untuk membuat manusia lari darinya dan memecah belah diantara kaum muslimin, karena yang menjadi moto mereka adalah “PECAH BELAHLAH MEREKA, NISCAYA KAMU AKAN MEMIMPIN MEREKA ”

Bersambung ...
Akhsan
03 Januari 2012 - 23:29:31 WIB

Sholahuddin Al-Ayubi tidaklah mengusir mereka keluar dari negeri Syam secara sempurna kecuali setelah berakhirnya daulah Fathimiyyah Al-Ubaidiyyin di Mesir, kemudian
beliau (Sholahuddin mendatangkan para ulama ahlusunnah dari Syam lalu mengutus mereka ke negeri Mesir, sehingga berubahlah negeri mesir dari aqidah Syiah Bathiniyyah menuju kepada Aqidah Ahlusunnah yang terang dalam hal dalil, amalan dan keyakinan.

(silahkan lihat kitab Al Kamil Oleh Ibnu Atsir)

Sumber : Note by Muhammad Iqbal

Sekian dan terima kasih.

Abdurrohman
05 Januari 2012 - 01:10:13 WIB

Marilah sama-sama kita renungkan bunyi ayat 21 S. Asy-Syuro berikut ini:

"Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih"

Dari bunyi ayat tersebut hendaklah kita senantiasa berhati-hati dalam beramal. Bukankah lebih aman kalau kita mengamalkan suatu amalan yang sudah jelas ada perintahnya atau contohnya atau ada anjurannya dari Nabi Sholollohu Alaihi Wa Sallam yang sama-sama kita cintai?
ahmed
05 Januari 2012 - 10:24:24 WIB

Imam Malik ra berkata: “Janganlah engkau membawa ilmu (yang kau pelajari) dari ahli bid’ah; juga dari orang yang tidak engkau ketahui catatan pendidikannya (sanad ilmu); serta dari orang yang mendustakan perkataan manusia, meskipun dia tidak mendustakan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam“

Ahli bid’ah adalah mereka yang membuat perkara baru atau mengada-ada yang bukan kewajiban menjadi kewajiban (ditinggalkan berdosa) atau sebaliknya, tidak diharamkan (halal) menjadi haram (dikerjakan berdosa) atau sebaliknya dan tidak dilarang menjadi dilarang (dikerjakan berdosa) atau sebaliknya.

Rasulullah mencontohkan kita untuk menghindari perkara baru dalam kewajiban (jika ditinggalkan berdosa)

Rasulullah bersabda, “Aku khawatir bila shalat malam itu ditetapkan sebagai kewajiban atas kalian.” (HR Bukhari 687).
ahmed
05 Januari 2012 - 10:27:57 WIB

‘Adi bin Hatim pada suatu ketika pernah datang ke tempat Rasulullah –pada waktu itu dia lebih dekat pada Nasrani sebelum ia masuk Islam– setelah dia mendengar ayat yang artinya, “Mereka menjadikan orang–orang alimnya, dan rahib–rahib mereka sebagai tuhan–tuhan selain Allah, dan mereka (juga mempertuhankan) al Masih putera Maryam. Padahal, mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.“ (QS at Taubah [9] : 31) , kemudian ia berkata: “Ya Rasulullah Sesungguhnya mereka itu tidak menyembah para pastor dan pendeta itu“. Maka jawab Nabi shallallahu alaihi wasallam: “Betul! Tetapi mereka (para pastor dan pendeta) itu telah menetapkan haram terhadap sesuatu yang halal, dan menghalalkan sesuatu yang haram, kemudian mereka mengikutinya. Yang demikian itulah penyembahannya kepada mereka.” (Riwayat Tarmizi)
sudar
05 Januari 2012 - 13:07:51 WIB

yang nulis kelompok syithoni sebagai lawan wahabi
Ngaku Ulama
05 Januari 2012 - 13:40:42 WIB

Tau nih wahabi-salafi bisanya cuma bisa bilang sedikit-sedikit bid'ah, sedikit-sedikit bid'ah. Bid'ah, ko cuma sedikit?

Padahal amalan yang gue kerjain bid'ahnya bejibun sampe-sampe gue ga tau lagi yang namanya sunnah.


Majelis Ruwaibidoh (MR)
05 Januari 2012 - 13:55:17 WIB

Pokoknya apa aja yang ga pernah dikerjain atau dianjurin sama guru gue habibuna Mundzir dan para kyai NU itu baru yang namanya bid'ah.

Jadi yang engga ngerjain tahlilan, maulidan, yasinan, ziarah ke kuburan para wali untuk ngalap berkah, dsb.. dsb...dan seterusnya adalah ahlu bid'ah.

Sebab tahlilan, maulidan, yasinan, ziarah ke kuburan para wali untuk ngalap berkah, dsb .. dsb ... dan seterusnya udah dikerjaian dan dianjurin sama habibuna Mundzir dan Para Kyiai NU, jadinya amalan tersebut bukan bid'ah.

Jadi kalian yang engga mau ngikutin amalan yang dikerjaian oleh beliau-beliau di atas adalah ahlu bid'ah yang sebenarnya. He.. he... he...
ASWAJA SEJATI
05 Januari 2012 - 14:35:13 WIB

Ana ini pengikut fanatik ahlu sunnah wal jama'ah seperti pengakuannya rekan 151, Wong Ciamis, Panjul, Imam dan Abu Rifa'i.

Cuma yang jadi masalah ana adalah sampai sekarang ana belum tau apa dan siapa sih sebenarnya yang disebut ahlu sunnah wal jama'ah itu.

Jadi ana minta tolong buat rekan-rekan tersebut di atas agar menjelaskan apa dan siapa itu ahlu sunnah wal jama'ah yang sebenarnya.

Nanti kalau ada orang nanya ana bisa memberi penjelasan yang benar.

Buat rekan-rekan wahabi-salafi ana mohon maaf kalau pertanyaan ini tidak ana tujukan kepada kalian, sebab wahabi-salafi tidak pernah disebut Rosululloh dan ilmu kalian tidak punya sanad.
ahmed
05 Januari 2012 - 20:48:18 WIB

coba antum berkunjung ke www.himmahcenter
disono blog aswaja
Muhajirin
06 Januari 2012 - 11:32:33 WIB

Walaupun tidak diharapkan, semoga artikel berikut bermanfaat :

MAKNA AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH

AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH ialah:

Mereka yang menempuh seperti apa yang pernah ditempuh oleh Rasulullah 'Alaihi Asholatu wa Sallam dan para Shahabatnya Radhiyallahu Ajma'in. Disebut Ahlus Sunnah, karena kuatnya (mereka) berpegang dan berittiba’ (mengikuti) Sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para Shahabatnya Radhiyallahu Ajma'in.

As-Sunnah menurut bahasa adalah jalan/cara, apakah jalan itu baik atau buruk [Lisanul ‘Arab (VI/399)].

Sedangkan menurut ulama ‘aqidah, as-Sunnah adalah petun-juk yang telah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para Shahabatnya, baik tentang ilmu, i’tiqad (keyakinan), perkataan maupun perbuatan. Dan ini adalah as-Sunnah yang wajib diikuti, orang yang mengiku-tinya akan dipuji dan orang-orang yang menyalahinya akan dicela. [Buhuuts fii ‘Aqidah Ahlis Sunnah (hal. 16)]


Muhajirin
06 Januari 2012 - 11:34:28 WIB

Pengertian as-Sunnah menurut Ibnu Rajab al-Hanbaly Rahimahullah (wafat 795 H): “As-Sunnah ialah jalan yang ditempuh, mencakup di dalamnya berpegang teguh kepada apa yang dilaksanakan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para khalifahnya yang terpimpin dan lurus berupa i’tiqad (keyakinan), perkataan dan perbuatan. Itulah as-Sunnah yang sempurna. Oleh karena itu generasi Salaf terdahulu tidak menamakan as-Sunnah kecuali kepada apa saja yang mencakup ketiga aspek tersebut. Hal ini diriwayatkan dari Imam Hasan al-Bashry (wafat th. 110 H), Imam al-Auza’iy (wafat th. 157 H) dan Imam Fudhail bin ‘Iyadh (wafat th. 187 H).” [Jaami’ul ‘Uluum wal Hikaam (hal. 495) oleh Ibnu Rajab, tahqiq dan ta’liq Thariq bin ‘Awadhullah bin Muhammad, cet. II, Daar Ibnul Jauzy, th. 1420 H.]


Bersambung
Muhajirin
06 Januari 2012 - 11:37:14 WIB

Disebut al-Jama’ah, karena mereka bersatu di atas kebenaran, tidak mau berpecah belah dalam urusan agama, berkumpul di bawah kepemimpinan para Imam (yang berpegang kepada) al-haq/kebenaran, tidak mau keluar dari jama’ah mereka dan mengikuti apa yang telah menjadi kesepakatan Salaful Ummah.[Mujmal Ushul Ahlis Sunnah wal Jama’ah fil ‘Aqiidah.]

Jama’ah menurut ulama ‘aqidah adalah generasi pertama dari umat ini, yaitu kalangan Shahabat, Tabi’in serta orang-orang yang mengikuti dalam kebaikan hingga hari kiamat, karena berkumpul di atas kebenaran.[Syarah Khalil Hirras, hal. 61.]


Bersambung
Muhajirin
06 Januari 2012 - 11:38:27 WIB

Kata Imam Abu Syammah as-Syafi’i Rahimahullah (wafat th. 665 H): “Perintah untuk berpegang kepada jama’ah, maksudnya ialah ber-pegang kepada kebenaran dan mengikutinya. Meskipun yang melaksanakan Sunnah itu sedikit dan yang menyalahinya banyak. Karena kebenaran itu apa yang dilaksanakan oleh jama’ah yang pertama, yaitu yang dilaksanakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallamj dan para Shahabatnya tanpa melihat kepada orang-orang yang menyimpang (melakukan kebathilan) sesudah mereka.”


Bersambung
Muhajirin
06 Januari 2012 - 11:39:25 WIB

Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Mas’ud Radhiyallahu 'anhu [Seorang Shahabat Nabi, nama lengkapnya ‘Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil bin Habib al-Hadzali, Abu ‘Abdirrahman, pimpinan Bani Zahrah. Beliau masuk Islam pada awal-awal Islam di Makkah, yaitu ketika Sa’id bin Zaid dan isterinya, Fathimah bintu Khaththab, masuk Islam. Beliau melakukan dua kali hijrah, mengalami shalat di dua kiblat, ikut serta dalam perang Badar dan perang lainnya. Beliau termasuk orang yang paling ‘alim tentang al-Qur-an dan tafsirnya sebagai-mana telah diakui oleh Nabi diakui oleh Nabi. Beliau dikirim oleh ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu 'anhu ke Kufah untuk mengajar kaum muslimin dan diutus oleh ‘Utsman ke Madinah. Beliau Radhiyallahu 'anhu wafat tahun 32 H. Lihat al-Ishaabah (II/368 no. 4954).]:


Bersambung
Muhajirin
06 Januari 2012 - 11:40:14 WIB

“ Artinya : Al-Jama’ah adalah yang mengikuti kebenaran walaupun engkau sendirian.” [Al-Baa’its ‘alaa Inkaaril Bida’ wal Hawaadits hal. 91-92, tahqiq oleh Syaikh Masyhur bin Hasan Salman, Syarah Ushuulil I’tiqaad karya al-Laalika-iy no. 160.]

Jadi, Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah orang yang mem-punyai sifat dan karakter mengikuti Sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan menjauhi perkara-perkara yang baru dan bid’ah dalam agama.

Karena mereka adalah orang-orang yang ittiba’ (mengikuti) kepada Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan mengikuti Atsar (jejak Salaful Ummah), maka mereka juga disebut Ahlul Hadits, Ahlul Atsar dan Ahlul Ittiba’. Di samping itu, mereka juga dikatakan sebagai ath-Thaifah al-Manshuurah (golongan yang mendapatkan pertolongan Allah), al-Firqatun Naajiyah (golongan yang selamat), Ghuraba’ (orang asing).

Bersambung
Muhajirin
06 Januari 2012 - 11:41:01 WIB

Tentang at-Thaifah al-Manshuurah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Senantiasa ada segolongan dari umatku yang selalu dalam kebenaran menegakkan perintah Allah, tidak akan mencelakai mereka orang yang tidak menolongnya dan orang yang menye-lisihinya sampai datang perintah Allah dan mereka tetap di atas yang demikian itu.” [HR. Al-Bukhari (no. 3641) dan Muslim (no. 1037 (174)), dari Shahabat Mu’awiyah Radhiyallahu 'anhu.]

Tentang al-Ghurabaa’, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Artinya : Islam awalnya asing, dan kelak akan kembali asing sebagai-mana awalnya, maka beruntunglah bagi al-Ghuraba’ (orang-orang asing).” [HR. Muslim no. 145 dari Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu.]

Bersambung
Muhajirin
06 Januari 2012 - 11:42:20 WIB

Sedangkan makna al-Ghuraba’ adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu 'anhu ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam suatu hari menerangkan tentang makna dari al-Ghuraba’, beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Artinya : Orang-orang yang shalih yang berada di tengah banyaknya orang-orang yang jelek, orang yang mendurhakainya lebih banyak daripada yang mentaatinya.” [HR. Ahmad (II/177, 222), Ibnu Wadhdhah no. 168. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir dalam tahqiq Musnad Imam Ahmad (VI/207 no. 6650). Lihat juga Bashaa-iru Dzawi Syaraf bi Syarah Marwiyyati Manhajas Salaf hal. 125.]

Bersambung
Muhajirin
06 Januari 2012 - 11:42:58 WIB

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda mengenai makna al-Ghuraba’:

“Artinya : Yaitu, orang-orang yang senantiasa memperbaiki (ummat) di tengah-tengah rusaknya manusia.” [HR. Abu Ja’far ath-Thahawy dalam Syarah Musykilul Atsaar (II/170 no. 689), al-Laalika-iy dalam Syarh Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah no. 173 dari Shabahat Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu 'anhu. Hadits ini shahih li ghairihi karena ada beberapa syawahidnya. Lihat Syarah Musykiilul Atsaar (II/170-171) dan Silsilah Ahaadits as-Shahiihah no. 1273.]

Dalam riwayat yang lain disebutkan: “Yaitu orang-orang yang memperbaiki Sunnahku (Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam) sesudah dirusak oleh manusia.” [HR. At-Tirmidzi no. 2630, beliau berkata, “Hadits ini hasan shahih.” Dari Shabahat ‘Amr bin ‘Auf Radhiyallahu 'anhu]

Bersambung
Muhajirin
06 Januari 2012 - 11:44:08 WIB

Ahlus Sunnah, at-Thaifah al-Manshurah dan al-Firqatun Najiyah semuanya disebut juga Ahlul Hadits. Penyebutan Ahlus Sunnah, at-Thaifah al-Manshurah dan al-Firqatun Najiyah dengan Ahlul Hadist suatu hal yang masyhur dan dikenal sejak generasi Salaf, karena penyebutan itu merupakan tuntutan nash dan sesuai dengan kondisi dan realitas yang ada. Hal ini diriwayatkan dengan sanad yang shahih dari para Imam seperti, ‘Abdullah Ibnul Mubarak, ‘Ali Ibnul Madiiny, Ahmad bin Hanbal, al-Bukhary, Ahmad bin Sinan dan yang lainnya, Rahimahullah [Sunan at-Tirmidzi, Kitaabul Fitan no. 2229. Lihat Silsilah Ahaadits ash-Shahiihah karya Imam Muhammad Nashiruddin al-Albany Rahimahullah (I/539 no. 270) dan Ahlul Hadits Humuth Thaifah al-Manshurah karya Syaikh Dr. Rabi’ bin Hadi al-Madkhaly.].


Bersambung
Muhajirin
06 Januari 2012 - 11:45:19 WIB

Imam asy-Syafi’i (wafat th. 204 H) Rahimahullah berkata: “Apabila aku melihat seorang ahli hadits, seolah-olah aku melihat seorang dari Shahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, mudah-mudahan Allah memberikan ganjaran yang terbaik kepada mereka. Mereka telah menjaga pokok-pokok agama untuk kita dan wajib atas kita berterima kasih atas usaha mereka.” [Lihat Siyar A’laamin Nubalaa’ (X/60)]


Bersambung
Muhajirin
06 Januari 2012 - 11:46:06 WIB

Imam Ibnu Hazm az-Zhahiri (wafat th. 456 H) menjelaskan mengenai Ahlus Sunnah, “Ahlus Sunnah yang kami sebutkan itu adalah Ahlul Haq, sedangkan selain mereka adalah Ahlul Bid’ah. Karena sesungguhnya Ahlus Sunnah itu adalah para Shahabat Radhiyallahu Ajma'in dan setiap orang yang mengikuti manhaj mereka dari para Tabi’in yang terpilih, kemudian Ash-habul Hadits dan yang mengikuti mereka dari ahli fiqih dari setiap generasi sampai pada masa kita ini serta orang-orang awam yang mengikuti mereka baik di timur maupun di barat.” [Al-Fishaal fil Milaal wal Ahwaa’ wan Nihaal II/271-Daarul Jiil, Beirut]


[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan Pertama Jumadil Akhir 1425H/Agustus 2004M]

Tammat
Muhajirin
06 Januari 2012 - 13:25:11 WIB

CIRI KHUSUS DAN SIFAT UTAMA AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH
Oleh : Dr. Nashir Ibn Abdul Karim Al 'Aql

Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah golongan yang selamat dan kelompok yang dimenangkan oleh Allah. Sekalipun ada perbedaan tingkat di antara mereka namun mereka mempunyai ciri-ciri khusus dan sifat-sifat utama yang membuat mereka berbeda dari golongan lain. Antara lain:

[1]. Memberikan perhatian kepada Kitab Allah dalam bentuk hafalan, bacaan dan tafsiran. Di samping itu juga memberikan perhatian kepada hadits dalam bentuk pengertian, pemahaman dan pemilahan yang shahih dari yang dha'if. Ini disebabkan karena keduanya merupakan sumber utama pengambilan dan dengan disertai pengamalan ilmu yang diperolehnya.


Bersambung
Muhajirin
06 Januari 2012 - 13:25:52 WIB

[2]. Masuk ke dalam Islam secara menyeluruh dan iman kepada semua isi Kitabullah, yaitu mengimani seluruh nash yang berkenaan dengan janji maupun ancaman Allah, nash yang berkenaan dengan penetapan asma dan sifat Allah maupun yang berkenaan dengan penolakan hal-hal yang tidak patut bagiNya. Mengimani takdir Allah serta menetapkan bahwa makhluk mempunyai keinginan dan kehendak dan Dia-lah yang berbuat, sebagaimana mereka memadukan antara ilmu dengan ibadah, kekuatan dengan kasih sayang, di samping itu juga mau berusaha dan bekerja tetapi tetap sederhana.

[3]. Mengikuti sunnah, meninggalkan bid'ah dan menjauhkan diri dari perpecahan serta perselisihan dalam agama.

[4]. Mencontoh dan mengikuti jejak para tokoh kebenaran yang dapat dipercaya. Yang dicontoh adalah suru teladannya dalam ilmu, amal dan dakwah. Para tokoh kebenaran itu adalah para shahabat serta orang-orang yang mengikuti manhajnya. Di samping itu juga menjauhi orang-orang yang menyalahi jalan mereka.

Bersambung
Muhajirin
06 Januari 2012 - 13:27:07 WIB

[5]. Mengambil jalan tengah, baik dalam pemahaman aqidah maupun dalam amal serta tindak tanduk.; Berada di antara golongan yang berlebihan dan golongan yang melalaikan; berada di antara orang-orang yang melampau batas dan orang-orang yang bermalas-malasan.

[6]. Senantiasa menajaga kesatuan sikap umat Islam ata al-haq dan mempersatukan barisannya atas tauhid dan ittiba' (mengikuti sunnah). Di samping itu juga menjauhkan setiap faktor yang dapat menyebabkan pertentangan dan perselisihan di antara umat. Tidak memiliki keistimewaan atas umat dalam prinsip-prinsip agama, kecuali dengan sebutan sunnah wal jama'ah. Tidak memihak serta tidak memusuhi selain atas ikatan Islam dan Sunnah.

[7]. Berda'wah kepada Allah, beramar ma'ruf nahi munkar, berjihad, menghidupkan sunnah, berusaha untuk tajdid [1] agama serta menegakkan syari'at dan hukum Allah dalam segala urusan yang kecil maupun besar.

Bersambung
Muhajirin
06 Januari 2012 - 13:28:29 WIB

[8]. Bersikap adil dan bijaksana dan senantiasa memperhatikan hak Allah Ta'ala, bukan hak pribadi atau golongan. Oleh karena itu mereka tidak bersikap berlebihan terhadap orang yang memihak dan tidak pula berlaku zalim terhadap orang yang memusuhinya. Mereka tidak mengingkari kebaikan yang datang dari siapa saja.

[9]. Kesatuan dalam pemahaman dan kesamaan dalam pandangan, sekalipun berjauhan tempat dan berbeda zman. Inilah salah satu hasi dari kesatuan sumber dan pengambilan.

[10]. Berbuat baik, berkasih sayang, dan sopan santun terhadap seluruh umat manusia.

[11]. Ikhlas dan setia kepada Allah, Kitabullah, Rasulullah, pemimpin umat Islam dan seluruh kaum muslimin.

Bersambung
Muhajirin
06 Januari 2012 - 13:28:56 WIB

[12]. Memperhatikan urusan umat Islam, membela kepentingannya dan melaksanakan hak-haknya. Mereka tidak melakukan tindakan menyakiti umatnya.

[Disalin dari buku Mujmal Ushul Ahlis Sunnah wal Jama'ah fi Al 'Aqidah edisi Indonesia PRINSIP-PRINSIP AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH, oleh Dr. Nashir bin Abdul Karim Al 'Aql, Penerbit GIP Jakarta]
Muhajirin
06 Januari 2012 - 13:33:16 WIB

Pokok-Pokok Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Dalam Aqidah
Oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Kaidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam masalah-masalah aqidah dan masala-masalah dien yang lain adalah berpegang teguh kepada Kitabullah dan sunnah rasulNya Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga petunjuk dan sunnah para Khulafaur Rasyidin. Karena firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Katakanlah : Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi” [Ali-Imran : 31]

“Artinya : Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka” [An-Nisa ; 80]

“Artinya : Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah ; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukumanNya” [Al-Hasyr : 7]

Bersambung
Muhajirin
06 Januari 2012 - 13:34:43 WIB

Ini, meskipun dalam masalah pembagian ghanimah, maka dalam urusan-urusan syar’i lebih utama lagi, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhutbah kepada manusia pada hari Jum’at, beliau berkata :

“Artinya ; Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitbaullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan seburuk-buruk urusan adalah yang diada-adakan dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat dan setiap yang sesat adalah neraka” [Dikeluarkan oleh Muslim, Kitabul Jum’ah, Bab Tahfifus Shalat wal Khutbah 867, 43]


Bersambung
Muhajirin
06 Januari 2012 - 13:35:51 WIB

Dan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Hendaklah kalian berpegang pada sunnahku, dan sunnah khulafaur rasyidin al mahdiyin setelahku, berpeganglah kepadanya, dan gigitlah dengan geraham dan jauhilah perkara yang diada-adakan, sesungguhnya setiap yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat” [Dikeluarkan oleh Abu Dawud, Kitabus Sunnah bab Filuzumis Sunnah 4 : 607].

Nash-nash dalam masalah ini banyak. Jadi jalan ahlus sunnah wal jama’ah dan manhaj mereka adalah berpegang teguh kepada kitabullah dan sunnah RasulNya Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta sunnah khulafaur rasyidin al mahdiyin setelah beliau. Oleh karena itu merek menegakkan dien dan tidak bercerai-berai sebagai wujud pelaksanaan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Bersambung
Muhajirin
06 Januari 2012 - 13:36:33 WIB

“Artinya : Dia telah mensyariatkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya” [Asy-Syura : 13]

Mereka itu, meskipun di antara mereka terjadi perselisihan karena ijtihad yang memang diperbolehkan, namun perselisihan ini tidak menyebabkan perselisihan hati-hati mereka, bahkan kamu dapati mereka ini bersatu dan saling mencintai, meskipun terjadi perselihan yang berangkat dari ijtihad.

[Disalin dari kitab Majmu Fatawa Arkanil Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah dan Ibadah, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Terbitan Pustaka Arafah]
Muhajirin
06 Januari 2012 - 13:42:35 WIB

BEBERAPA KARAKTERISTIK ‘AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH

Sesungguhnya orang yang mau berfikir obyektif, jika ia mau melakukan perbandingan antara berbagai keyakinan yang ada di antara umat manusia saat ini, niscaya ia menemukan beberapa karakteristik dan ciri-ciri dari ‘aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang merupakan ‘aqidah Islamiyah yang haq (benar) berbeda dengan lainnya.

Karakter Dan Ciri-Ciri Itu Diantaranya:

[1]. Keotentikan Sumbernya.

Hal ini karena ‘aqidah Ahlus Sunnah semata-mata hanya bersandarkan kepada al-Qur-an, hadits dan ijma’ para ulama Salaf serta penjelasan dari mereka. Ciri ini tidak terdapat pada aliran-aliran Mutakalimin, ahli bid’ah dan kaum Sufi yang selalu bersandar kepada akal dan pemikiran atau kepada kasyaf, ilham, wujud dan sumber-sumber lain yang berasal dari manusia yang lemah. Mereka jadikan hal tersebut sebagai patokan atau sandaran di dalam masalah-masalah yang ghaib. Padahal ‘aqidah itu semuanya ghaib.

Bersambung
Muhajirin
06 Januari 2012 - 13:43:38 WIB

Sedangkan Ahlus Sunnah selalu berpegang teguh al-Qur-an dan Hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, Ijma’ Salafush Shalih dan penjelasan-penjelasan dari mereka. Jadi, ‘aqidah apa saja yang bersumber dari selain al-Qur-an, hadits, ijma’ Salaf dan penjelasan mereka itu, maka adalah termasuk kesesatan dan kebid’ahan.[Lihat Buhuuts fii ‘Aqiidah Ahlis Sunnah wal Jama’ah hal. 33-34].

[2]. Berpegang Teguh Kepada Prinsip Berserah Diri Kepada Allah Dan Kepada Rasul-Nya Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam

Sebab ‘aqidah adalah masalah yang ghaib, dan hal yang ghaib itu hanya tegak dan bersandar kepada kepasrahan (taslim) dan keyakinan sepenuhnya (mutlak) kepada Allah (dan Rasul-Nya Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam). Maksudnya, hal tersebut adalah apa yang diberitakan Allah dan Rasul-Nya (wajib diterima dan diyakini sepenuhnya. Taslim merupakan ciri dan sifat kaum beriman yang karenanya mereka dipuji oleh Allah, seraya berfirman:

Bersambung
Muhajirin
06 Januari 2012 - 13:44:51 WIB

"Artinya : Alif Laam Mim. Kitab al-Qur'an ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka beriman kepada yang ghaib..."[Al-Baqarah: 1-3]


Bersambung
Muhajirin
06 Januari 2012 - 13:46:39 WIB

Perkara ghaib itu tidak dapat diketahui atau dijangkau oleh akal, maka oleh karena itu Ahlus Sunnah membatasi diri di dalam masalah ‘aqidah kepada berita dan wahyu yang datang dari Allah dan Rasul-Nya. Hal ini sangat berbeda dengan Ahli bid’ah dan Ahli Kalam (mutakalimin). Mereka memahami masalah yang ghaib itu dengan berbagai dugaan. Tidak mungkin mereka mengetahui masalah-masalah ghaib. Mereka tidak melapangkan akalnya [Hal ini tidak boleh difahami bahwa Islam mengekang akal, menonaktifkan fungsinya dan menghapus bakat berfikir yang ada pada manusia, namun seba-liknya, Islam menyediakan bagi akal banyak sarana untuk mengetahui, mengamati, berfikir dan berkarya, sesuatu yang cukup merangsang keinginannya terhadap ciptaan Allah. Wallaahu a’lam.].

Bersambung
Muhajirin
06 Januari 2012 - 13:47:27 WIB

dengan taslim, berserah diri kepada Allah dan Rasul-Nya, dan tidak pula menyelamatkan ‘aqidah mereka dengan ittiba’ dan mereka tidak membiarkan kaum Muslimin awam berada pada fitrah yang telah Allah fitrahkan kepada mereka.[Buhuuts fii ‘Aqiidah Ahlis Sunnah wal Jama’ah hal. 34]

[3]. Sejalan Dengan Fitrah Yang Suci Dan Akal Yang Sehat.

Hal itu karena ‘aqidah Ahlus Sunnah wal Jam