Tentang KH Syarif (2)
Ahlussunnah (3)
Artikel (5)
Beli Buku (5)
Beli DVD Ceramah (6)
Buletin Qum (142)
Cerpen (1)
Daftar Donatur (2)
English Course (2)
Entertainment (2)
Iklan (8)
Ilmu Hikmah (0)
Info Guru (23)
Info Banten (1)
Info Lowongan (0)
Info MA (13)
Info MTs (5)
Info Nasional (23)
Info Pesantren (30)
Info Sisiwa (14)
Info Tangsel (6)
Info TK (1)
Info TPA/Q (1)
Iptek (13)
kabar kampung (3)
Kajian Hadits (3)
Karya KH. Syarif (6)
Kitab Nadzoman (4)
Kolom Alumni (8)
Kolom Guru (0)
Kolom KAMAD (6)
Kolom OSIS (2)
Kolom Pengasuh (22)
Kreatifitas Siswa (0)
Madzahib (1)
Music (0)
Olahraga (1)
Pendidikan (13)
Politik (1)
Puisi (2)
Resensi Buku (1)
Sejarah (1)
Software (1)
Studi Aliran (6)
Studi Tokoh (6)
Study Naskah (9)
Tafsir (1)
Tahfidzul Qur'an (1)
Ulama Nusantara (5)
Ulum al Qur'an (1)





















• 24 Desember 2011
Libur Akhir Semester Ganjil 2011

• 23 Desember 2011
Pembagian Raport MTs & Ma

• 02 Desember 2011
UAS MTs , MA dan Pondok Pesantren

• 22 Agustus 2011
Libur 'Idul Fitri 1432 H


Beranda » Buletin Qum » Memahami Lafadz Al Qur'an

Jumat, 03 Desember 2010 - 16:47:07 WIB
Memahami Lafadz Al Qur'an
Diposting oleh : Admin
Kategori: Buletin Qum - Dibaca: 637 kali

Salah satu keindahan bahasa Arab adalah bahwa setiap kata yang memiliki kesamaan etimologi pada umumnya memiliki unsur kesamaan dalam maknanya. Kata “nahr” misalnya, menurut asalnya berarti “mengalir”. Kata ini dipergunakan untuk:

1. Dalam arti “sungai” seperti dalam ayat: 

وَبَشِّرِ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ (البقرة:25)

 

Artinya: “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir “Anhar” (sungai-sungai) di bawahnya ....” (Al Baqarah:25).·

 

2. Dalam arti “siang hari” seperti dalam ayat:

تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ (ال عمران:27)

Artinya: “Engkau masukkan malam ke dalam “nahar” (siang) dan Engkau masukkan “nahar” (siang) ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)" (Ali Imran:27).·

3. Dalam arti “menghardik” seperti dalam ayat:

وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ (الضحى:10)

Artinya: “Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya” (Adh Dhuha:10).

Sungai dinamakan Nahr (mengalir) karena memang sungai merupakan tempat mengalirnya air. Siang hari dinamakan nahar karena pada saat tersebut mengalir sinar matahari. Untuk menghardik digunakan kata nahr karena orang yang menghardik biasanya darah pelakunya mengalir dan orang yang dihardiknya pun akan pergi bergerak menghindarinya.

Adapun makhluk manusia di dalam Al Qur’an disebut dengan beberapa sebutan.

1. Manusia pertama disebut dengan Adam yang berasal dari kata Adim Al Ardh (اديم الارض) yang bermakna “Kulit tanah”. Sebagaimana dalam ayat:

وَعَلَّمَ آَدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (البقرة:31)

Artinya: “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" (Al Baqarah:31)·

2. Sekali waktu ia disebut dengan Basyar yang berarti kulit sebagaimana dalam ayat:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ (الحجر:28)

Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan “basyar” (seorang manusia) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk” (Al Hijr:28)·

3. Sekali waktu ia disebut dengan Al Insan yang terambil dari kata An Nisyan (berarti lupa) atau Al Unsu (berarti jinak)

هَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا (الانسان:1)

Artinya: “Bukankah telah datang atas “Insan” (manusia) satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?” (Al Insan:1)

Manusia pertama dinamakan dengan Adam yang berarti kulit tanah menunjukkan bahwa ia tercipta dari tanah. Dinamakan dengan basyar yang berarti kulit menunjukkan bahwa makhluk ini adalah makhluk kasar bukan halus seperti Jin dan Malaikat. Sedangkan dinamakan dengan Insan yang berarti lupa karena makhluk ini memiliki sifat lupa. Ada juga yang menisbatkan kata Insan kepada kata Al Uns yang berarti “jinak” karena manusialah makhluk yang memiliki kecenderungan untuk jinak kepada Penciptanya.

Adapun isteri manusia pertama dinamakan dengan “Hawwa” (حواء) yang berasal dari kata “Hayyun” (حيّ) berati hidup. Yang demikian itu karena ia tercipta dari makhluk hidup yang tak lain dari Adam itu sendiri. Seorang anak dalam bahasa arab disebut dengan Walad (ولد) yang berarti lahir atau Maulud (مولود) yang berarti “dilahirkan”, sedangkan seorang ayah dinamakan Walid (والد) yang berarti “laki-laki yang melahirkan” dan ibu dinamakan Walidah (والدة) yang berarti “wanita yang melahirkan”. Ketiga kata kata tersebut memiliki akar kata yang sama yaitu “wiladah” yang berarti kelahiran. Jadi ikatan antara anak, ayah dan ibu adalah adanya ikatan ketiganya dalam masalah kelahiran. Untuk menyebut kata “Timur” Al Qur’an menggunakan lafazh “Masyriq” yang berarti “tempat terbit” dan untuk menyebut “Barat” digunakan kata “Maghrib” yang berarti “tempat terbenam”. Untuk menyebut “Plasenta” Al Qur’an menggunakan kata “Al ‘Alaq” yang secara kebahasaan berarti “menempel, bergantung atau terkait”. Dari sini para dokter akan mengetahui kadar kesehatan satu janin itu sangat ditentukan oleh sejauh mana kekuatan atau kelengketan plasenta ke dalam dinding rahim seorang ibu.

Kesederhanaan bahasa asli Al Qur’an ini justru mengandung nilai-nilai ilmu pengetahuan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Melalui lafazh-lafazhnya tersembunyi banyak makna. Dengan mengetahui akar dari suatu kata seorang memungkinkan untuk mengeksplore sejumlah pesan dan memecahkan persoalan.

Sebagai misal adalah munculnya satu aliran yang berpendapat bahwa Kurban pada hari Raya Idul Adha tidak harus dengan memotong hewan karena yang dituju adalah mengorbankan sebagian harta. Oleh karena itu, menurut aliran ini, uang Kurban dapat saja dialihkan untuk pembangunan Pesantren. Pendapat ini dianggap sebagai sebuah kemajuan oleh sekelompok orang yang tidak mengetahui asal-usulnya. Tetapi sebenarnya fatwa tersebut menyesatkan dan kesesatannya baru diketahui manakala kita kembali kepada kata perintah yang terdapat dalam ayat tersebut. Sebagaimana dapat dilihat bahwa perintah dalam ayat tersebut menggunakan kata “Wanhar” (وانحر). Kata ini berasal dari kata “Nahara” yang dalam bahasa Arab berarti “bagian paling atas dari dada” yang tak lain dari leher. Oleh karena itu perintah “berkurban” dalam ayat ini artinya adalah perintah “memotong binatang di bagian leher”. Manakala seseorang menyerahkan uang digunakan untuk membangun Pesantren, itu belum berkurban dan tidak sah menamakannya dengan Kurban. Wallahu A’lam

H. Syarif Rahmat RA

 

Buletin QUM : edisi 



6 Komentar :

Papildai sportuojantiems
24 September 2014 - 20:53:01 WIB

I am really loving the theme/design of your weblog. Do you ever run into any internet browser compatibility problems? A handful of my blog readers have complained about my blog not working correctly in Explorer but looks great in Safari. Do you have any suggestions to help fix this issue?


Maisto papildai lieknejimui
24 September 2014 - 20:54:51 WIB

Amazing! This blog looks exactly like my old one! It's on a entirely different topic but it has pretty much the same page layout and design. Great choice of colors!


lihasmassan kasvattaminen ruokavalio
04 Oktober 2014 - 04:16:55 WIB

dokładna głowa spośród jedynej okolicy na deskę, warkocz wahadłowo
Elly Derico
07 Oktober 2014 - 12:41:30 WIB

Pro potęgowanie dawki od pacie dekoniunkturze obstaje wytyczyć sobie użytek natomiast przy łokciu
hotele w bydgoszczy
09 Oktober 2014 - 03:36:06 WIB

Amazing blog! Do you have any tips for aspiring writers? I'm hoping to start my own website soon but I'm a little lost on everything. Would you advise starting with a free platform like Wordpress or go for a paid option? There are so many choices out there that I'm completely overwhelmed .. Any ideas? Thank you!
. Read my website:
http://kulturistikadoplnky.info

pengobatan kista rahim
29 Oktober 2014 - 14:10:10 WIB

informasi yang anda sajikan sangat bermanfaat. http://penyakitakut.com/

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 


Langganan RSS





/ /


November, 2014
MSSR KJS
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425 26272829
30      





999327

Pengunjung hari ini : 556
Total pengunjung : 240069

Hits hari ini : 2321
Total Hits : 999327

Pengunjung Online: 6





Apakah Website Ummul Qura memberi manfaat informasi ?

Manfaat Sedikit
Manfaat banyak
Manfaat sedang
Tidak Memberi Manfaat

Lihat Hasil Poling







Nama :
Website :
Pesan