Tentang KH Syarif (2)
Ahlussunnah (3)
Artikel (5)
Beli Buku (5)
Beli DVD Ceramah (6)
Buletin Qum (142)
Cerpen (1)
Daftar Donatur (2)
English Course (2)
Entertainment (2)
Iklan (8)
Ilmu Hikmah (0)
Info Guru (23)
Info Banten (1)
Info Lowongan (0)
Info MA (13)
Info MTs (5)
Info Nasional (23)
Info Pesantren (30)
Info Sisiwa (14)
Info Tangsel (6)
Info TK (1)
Info TPA/Q (1)
Iptek (13)
kabar kampung (3)
Kajian Hadits (3)
Karya KH. Syarif (6)
Kitab Nadzoman (4)
Kolom Alumni (8)
Kolom Guru (0)
Kolom KAMAD (6)
Kolom OSIS (2)
Kolom Pengasuh (22)
Kreatifitas Siswa (0)
Madzahib (1)
Music (0)
Olahraga (1)
Pendidikan (13)
Politik (1)
Puisi (2)
Resensi Buku (1)
Sejarah (1)
Software (1)
Studi Aliran (6)
Studi Tokoh (6)
Study Naskah (9)
Tafsir (1)
Tahfidzul Qur'an (1)
Ulama Nusantara (5)
Ulum al Qur'an (1)





















• 24 Desember 2011
Libur Akhir Semester Ganjil 2011

• 23 Desember 2011
Pembagian Raport MTs & Ma

• 02 Desember 2011
UAS MTs , MA dan Pondok Pesantren

• 22 Agustus 2011
Libur 'Idul Fitri 1432 H


Beranda » Study Naskah » Kehebatan Kitab Safinatun Naja

Rabu, 13 Oktober 2010 - 13:42:30 WIB
Kehebatan Kitab Safinatun Naja
Diposting oleh : alip
Kategori: Study Naskah - Dibaca: 12321 kali

Biografi Penulis
 
Penulis kitab safinah adalah seorang ulama besar yang sangat terkemuka yaitu Syekh Salim bin Abdullah bin Saad bin Sumair Al hadhrami. Beliau adalah seorang ahli fiqh dan tasawwuf yang bermadzhab Syafi'i. Selain itu, beliau adalah seorang pendidik yang dikenal sangat ikhlas dan penyabar, seorang qodhi yang adil dan zuhud kepada dunia, bahkan beliav juga seorang politikus dan pengamat militer negara­negara Islam. Beliau dilahirkan di desa Dziasbuh, yaitu sebuah desa di daerah Hadramaut Yaman, yang dikenal sebagai pusat lahirnya para ulama besar dalam berbagai bidang ilmu ke­agamaan.
 
Sebagaimana para ulama besar lainnya, Syekh Salim me­mulai pendidikannya dengan bidang Al-Qur'an di bawah peng­awasan ayahandanya yang juga merupakan ulama besar, yaitu Syekh Abdullah bin Sa'ad bin Sumair. Dalam waktu yang singkat Syekh Salim mampu menyelesaikan belajarnya dalam bidang Al-Qur'an tersebut, bahkan beliau meraih basil yang baik dan prestasi yang tinggi. Beliau juga mempelajari bidang­-bidang lainnya seperti halnya ilmu bahasa arab, ilmu fiqih, ilmu ushul, ilmu tafsir, ilmu tasawuf, dan ilmu taktik militer Islam. Ilmu-ilmu tersebut beliau pelajari dari para ulama besar yang sangat terkemuka pada abad ke-13 H di daerah Hadhramaut, Yaman. Tercatat di antara nama-nama gurunya adalah:
  1. Syekh Abdullah bin Sa'ad bin Sumair
  2. Syekh Abdullah bin Ahmad Basudan
Setelah mendalami berbagai ilmu agama, di hadapan para ulama dan para gurunya yang terkemuka, beliau memulai langkah dakwahnya dengan berprofesi sebagai Syekh Al Qur'an. Di desanya, pagi dan sore, tak henti-hentinya beliau mengajar para santrinya dan karena keikhlasan serta kesa­barannya, maka beliau berhasil mencetak para ulama ahli Al-Qur'an di zamannya. Beberapa tahun berikutnya para santri semakin bertambah banyak, mereka berdatangan dari luar kota dan daerah-daerah yang jauh sehingga beliau merasa perlu untuk menambah bidang-bidang ilmu yang hendak diajar­kannya seperti: ilmu bahasa arab, ilmu fiqih, ilmu ushul, ilmu tafsir, ilmu tasawuf, dan ilmu taktik militer Islam. Syekh Salim telah berhasil mencetak para ulama yang terkemuka di zamannya, tercatat di antara mereka adalah:
  1. Habib Abdullah bin Toha Al-Haddar Al-Haddad.
  2. Syekh Al Faqih Ali bin Umar Baghuzah. 
Selain sebagai seorang pendidik yang hebat, Syekh Salim juga seorang pengamat politik Islam yang sangat disegani, beliau banyak memiliki gagasan dan sumbangan pemikiran yang menjembatani persatuan umat Islam dan membangkitkan mereka dari ketertinggalan. Di samping itu beliau juga banyak memberikan dorongan kepada umat Islam agar melawan para penjajah yang ingin merebut daerah-daerah Islam.
 
Pada suatu ketika Syekh Salim diminta oleh kerajaan Kasiriyyah yang terletak di daerah Yaman agar membeli per­alatan perang tercanggih pada saat itu, maka beliau berangkat ke Singapura dan India untuk keperluan tersebut. Pekerjaan beliau ini dinilai sangat sukses oleh pihak kerajaan yang kemudian mengangkat beliau sebagai staf ahli dalam bidang militer kerajaan. Dalam masa pengabdiannya kepada umat melalui jalur birokrasi beliau tidak terpengaruh dengan cara­-cara dan unsur kedholiman yang merajalela di kalangan me­reka, bahkan beliau banyak memberikan nasehat, kecaman dan kritikan yang konstruktif kepada mereka.
 
Pada tahun-tahun berikutnya Syekh Salim diangkat men­jadi penasehat khusus Sultan Abdullah bin Muhsin. Sultan tersebut pada awalnya sangat patuh dan tunduk dengan segala saran, arahan dan nasehat beliau. Namun sayang, pada tahun­-tahun berikutnya ia tidak lagi menuruti saran dan nasehat beliau, bahkan cenderung meremehkan dan menghina, kon­disi tersebut semakin memburuk karena tidak ada pihak-pihak yang mampu mendamaikan keduanya, sehingga pada puncaknya hal itu menyebabkan keretakan hubungan antara keduanya. Dengan kejadian tersebut, apalagi melihat sikap sultan yang tidak sportif, maka Syekh Salim memutuskan untuk pergi meninggalkan Yaman. Dalam situasi yang kurang kondusif akhirnya beliau meninggalkan kerajaan Kasiriyyah dan hijrah menuju India. Periode ini tidak jelas berapa lama beliau berada di India, karena dalam waktu berikutnya, beliau hijrah ke negara Indonesia, tepatnya di Batavia atau Jakarta.
 
Sebagai seorang ulama terpandang yang segala tindakan­nya menjadi perhatian para pengikutnya, maka perpindahan Syekh Salim ke pulau Jawa tersebar secara luas dengan cepat, mereka datang berduyun-duyun kepada Syekh Salim untuk menimba ilmu atau meminta do'a darinya. Melihat hal itu maka Syekh Salim mendirikan berbagai majlis ilmu dan majlis dakwah, hampir dalam setiap hari beliau menghadiri majlis­majlis tersebut, sehingga akhirnya semakin menguatkan posisi beliau di Batavia, pada masa itu. Syekh Salim bin Sumair dikenal sangat tegas di dalam mempertahankan kebenaran, apa pun resiko yang harus diha­dapinya. Beliau juga tidak menyukai jika para ulama mende­kat, bergaul, apalagi menjadi budak para pejabat. Seringkali beliau memberi nasihat dan kritikan tajam kepada para ulama dan para kiai yang gemar mondar-mandir kepada para pejabat pemerintah Belanda. Martin van Bruinessen dalam tulisan­nya tentang kitab kuning (tidak semua tulisannya kita sepakati) juga sempat memberikan komentar yang menarik terhadap tokoh kita ini.
 
Dalam beberapa alenia dia menceritakan per­bedaan pandangan dan pendirian yang terjadi antara dua orang ulama besar, yaitu Sayyid Usman bin Yahya dan Syekh Salim bin Sumair yang telah menjadi perdebatan di kalangan umum. Pada saat itu, tampaknya Syekh Salim kurang setuju dengan pendirian Sayyid Usman bin Yahya yang loyal kepada pemerintah kolonial Belanda. Sayyid Usman bin Yah_ya sendiri pada waktu itu, sebagai Mufti Batavia yang diangkat dan disetujui oleh kolonial Belanda, sedang berusaha menjern­batani jurang pemisah antara `Alawiyyin (Habaib) dengan pemerintah Belanda, sehingga beliau merasa perlu untuk mengambil hati para pejabatnya.
 
Oleh karena itu, beliau mem­berikan fatwa-fatwa hukum yang seakan-akan mendukung program dan rencana mereka. Hal itulah yang kemudian menyebabkan Syekh Salim terlibat dalam polemik panjang dengan Sayyid Usman yang beliau anggap tidak konsisten di dalam mempertahankan kebenaran. Entah bagaimana penye­lesaian yang terjadi pada waktu itu, yang jelas cerita tersebut cukup kuat untuk menggambarkan kepada kita tentang sikap dan pendirian Syekh Salim bin Sumair yang sangat anti de­ngan pemerintahan yang dholim, apalagi para penjajah dari kaum kuffar.
 
Walaupun Syekh Salim seorang yang sangat sibuk dalam berbagai kegiatan dan jabatan, namun beliau adalah seorang yang sangat banyak berdzikir kepada Allah SWT dan juga dikenal sebagai orang yang ahli membaca Al Qur'an. Salah satu temannya yaitu Syekh Ahmad Al-Hadhrawi dari Mekkah mengatakan: "Aku pernah melihat dan mendengar Syekh Salim menghatamkan Al Qur'an hanya dalam keadaan Thawaf di Ka'bah". Syekh Salim meninggal dunia di Batavia pada tahun 1271 H (1855 M).
 
Beliau telah meninggalkan beberapa karya ilmiah di antaranya Kitab Safinah yaitu kitab yang sudah kita terjemahkan ini. Al-Fawaid AI-Jaliyyah. Sebuah kitab yang mengecam sistem perbankan konfensional dalam kaca mata syari'at
 
Sekilas Tentang Kitab Safinah
 
Kitab Safinah memiliki nama lengkap "Safinatun Najah Fiima Yajibu `ala Abdi Ii Maulah" (perahu keselamatan di dalam mempelajari kewajiban seorang hamba kepada Tu­hannya). Kitab ini walaupun kecil bentuknya akan tetapi sa­ngatlah besar manfaatnya. Di setiap kampung, kota dan negara hampir semua orang mempelajari dan bahkan menghafalkan­nya, baik secara individu maupun kolektif. Di berbagai negara, kitab ini dapat diperoleh dengan mudah di berbagai lembaga pendidikan. Karena baik para santri maupun para ulama sangatlah gemar mempelajarinya dengan teliti dan seksama.Hal ini terjadi karena beberapa faktor, di antaranya:
  • Kitab ini mencakup pokok-pokok agama secara ter­padu, lengkap dan utuh, dimulai dengan bab dasar­dasar syari'at, kemudian bab bersuci, bab shalat, bab zakat, bab puasa dan bab haji yang ditambahkan oleh para ulama lainnya.
  • Kitab ini disajikan dengan bahasa yang mudah, susunan yang ringan dan redaksi yang gampang untuk dipahami serta dihafal. Seseorang yang serius dan memiliki ke­mauan tinggi akan mampu menghafalkan seluruh isinya hanya dalam masa dua atau tiga bulan atau mungkin lebih cepat.
  • Kitab ini ditulis oleh seorang ulama yang terkemuka dalam berbagai bidang ilmu keagamaan, terutama fiqh dan tasawwuf. Yang sangat menarik, orang lebih menge­nal nama kitabnya dari pada nama penulisnya. Hal yang demikian itu mungkin saja berkat keikhlasan dan ke­tulusan penulis.
  • Kitab ini menjadi acuan para ulama dalam memberikan pengetahuan dasar agama bagi para pemula. Di Hadramaut Yaman, Madinah, Mekkah dan kota lainnya,para ulama me
  • Kitab ini membicarakan hal-hal yang selalu menjadi ke­butuhan seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari, sehingga semua orang merasa perlu untuk mempelajari­nya.
  • Kitab Safinah ini dengan izin Allah SWT. dan atas kehendak-Nya telah tersebar secara luas di kalangan para pecinta ilmu fiqih terutama yang menganut Madzhab Imam Syafi'i ra. Kitab ini dikenal di berbagai negara baik Arab maupun Ajam seperti Yaman, Mekkah, Madinah, Jeddah, Somalia, Ethiopia, Tanzania, Kenya, Zanjibar, dan di berbagai belahan negara-negara Afrika.Namun demikian perhatian yang paling besar terhadap kitab ini telah diberikan oleh para ulama dan pecinta ilmu, yang hidup di semenanjung Melayu termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, dan negara-negara lainnya.
  • Kitab ini juga telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa asing seperti Indonesia, Melayu, Sunda, India, Cina, dan lainnya.
Dengan perhatian khusus dan antusias tinggi para ulama telah berkhidmah (mengabdi) kepada kitab Safinah sesuai dengan kemampuan dan keahlian mereka masing-masing. Banyak di antara mereka yang menulis syarah (buku pen­jelasan) kitab Safinah, di antara nama-nama kitab tersebut adalah:
  1. Kitab Kasyifatus Saja ala Safinatin Naja (menyingkap tabir kegelapan dengan syarah kitab safinah). Kitab syarah ini adalah yang terbesar dan terluas dari yang lainnya, dipenuhi dengan masalah-masalah fiqih yang pokok dan mendasar. Kitab ini ditulis oleh seorang ulama dari Jawa Barat yaitu Syekh Nawawi Banten. Beliau dilahirkan pada tahun 1230 H (1815M) dan berangkat ke Mekkah untuk mencari ilmu ketika masih kecil. Setelah mendalami ilmu agama, di kota suci Mekkah, beliau juga belajar dari para ulama di kota suci Madinah, Syiria, dan Mesir. Beliau mengajar di Masjidil Haram Mekkah selama puluhan tahun sampai meninggal dunia pada tahun 1314 H (1897 M)
  2. Kitab Durrotu Tsaminah Hasyiyah ala Safinah (Permata yang mahal dalam keterangan safinah). Kitab ini sangat penting untuk dimiliki oleh para pecinta ilmu, karena dilengkapi dengan dalil-dalil yang bersumber dari Al­Qur'an dan Hadis Nabsaw. Kitab ini ditulis oleh Syekh Ahmad bin Muhammad Al-Hadrawi, seorang ulama dari Mekkah. Kitab ini ditulis pada awalnya di kota Musowwi' Ethiopia, atas petunjuk gurunya yaitu Syekh Muhammad Asy-Syadzili Maroko dan diselesai­kan di kota Thaif. Penulis syarah ini dilahirkan di Iskandariah Mesir pada tahun 1252 H (1837 M) dan me­ninggal dunia di Mekkah pada tahun 1327 H (1909 M).
  3. Kitab Nailur Raja Syarah Safinah Naja (Meraih harapan dengan syarah safinah), Syarah ini sangat dipenuhi de­ngan ilmu, hampir menjadi kebutuhan setiap pengajar yang akan menerangkan kitab Safinah. Kitab ini ditulis oleh seorang ulama besar dari Hadramaut Yaman, yaitu Sayyid Al-Habib Ahmad bin Umar Asy-Syatiri. Beliali dilahirkan di kota Tarim Hadramaut pada tahun 1312 H (1895 M), dan di sana pula beliau mempelajari ilmu agama sehingga tumbuh berkembang menjadi ulama yang terkemuka. Beliau sangat dicintai gurunya yaitu Syaikhul Islam, Sayyid Abdullah bin Umar Asy-Syatiri, ulama besar di zamannya. Penulis syarah in' meninggal dunia pada usia yang masih muda, yaitu sebelum beliau berumur 50 tahun.
  4. Kitab Nasiimul Hayah Syarah Safinall Najah. Syarah ini hampir sama dengan syarah yang ditulis oleh Syekh Nawawi Banten, tetapi memiliki tambahan dengan ba­nyaknya dalil dan perincian yang teliti. Kitab ini ditulis oleh Syekh Al-Faqih Al-Qodhi Abdullah bin Awad bin Mubarok Bukair, seorang ulama kenamaan yang ahli dalam bidang fiqih di Hadramaut Yaman. Beliau di­lahirkan di desa Ghail Bawazir tahun 1314 H (1897 M). Sejak kecil beliau sangat gemar mendalami ilmu syari'at dari berbagai ulama di antaranya adalah Al-Imam Habib All bin Muhammad Al-Habsyi, Syekh Umar bin Mubarok Badubbah, Syekh Umar bin Salim Bawazir dan lain-lain. Setelah tersebar keilmuannya, beliau menjadi qodhi di Mukalla sejak tahun 1351 H (1933 M) sampai tahun 1386 H (1967 M). Syekh Abdullah meninggal dunia pada tahun 1399 H (1979 M) di kota Mukalla setelah memberikan pengabdiannya yang tulus kepada umat Islam
  5. Kitab Innarotut tDuja Bitanlwiril Hija Syarah Safinah Naja. Salah satu syarah yang sangat otentik dan terpercaya karena dipenLthi dengan argumentasi dari Al-Qur'an dan had's. Yang unik, syarah ini ditulis oleh salah satu ulama dari Madzhab Maliki yaitu Syekh Muhammad bin Ali bin Husein Al-Maliki, seorang ulama yang sangat ahli dalam berbagai ilmu agama, Beliau juga sangat ter­pandang dalam bidang ilmu bahasa dan sastra Arab. Beliau dilahirkan di Mekkah tahun 1287 H 0 870 M) dan meninggal dunia tahun 1368 H (1949 M). Puncak kemasyhurannya adalah ketika beliau diangkat sebagai Mufti Madzhab Maliki di kota suci Mekkah A1-Mu­karromah. Tokoh kita ini juga sangat produktif, koleksi karyanya lebih dari 30 kitab, di antaranya adalah syarah safinah tersebut.
Dari kalangan para ulama ada pula yang tertarik men­jadikan kitab safinah ini dalam bentuk syair-syair yang di­gubah dengan mudah dan indah, tercatat di antara nama-nama mereka adalah:
  1. Sayyid Habib Abdullah bin All bin Hasan AI-Haddad.
  2. Sayyid Habib Muhammad bin Ahmad bin Alawy Ba~agil.
  3. Kyai Syekh Shiddiq bin Abdullah, Lasem.
  4. Syekh Muharnrnad bin All Zakin Bahanan.
  5. Sayyid Habib Ahmad Masyhur bin Thoha Al-Haddad.
Dari tulisan di atas, kiranya kita telah mampu memahami betapa penting kitab safinah ini, untuk menjadi pijakan bag] para pemula dalam mempelajari ilmu agama, sebagaimana namanya, yaitu safinah yang berarti "perahu" dia akan me­nyelamatkan para pecintanya dari gelombang kebodohan dan kesalahan dalam beribadah kepada Allah SWT. Amin.
 

Dikutip Dari :TERJEMAHAN KITAB SYFINATUNNAJAH, Fiqh Ibadah Praktis Dan Mudah Terjemahan Dan Penjelasan

Penulis : KH. Ust, Yahya Wahid Dahlan

(http://bagjabersama.multiply.com)



78 Komentar :

Zaenal Abidin
06 Desember 2010 - 13:04:38 WIB

Subhanallah
nadi
11 Februari 2011 - 01:03:44 WIB

assalamualaikum....
klw boleh tau alamat makam habib salim bin sumair tepatnya dimana..... trims... syukron.....
admin
11 Februari 2011 - 07:03:59 WIB

maaf nih.. saya juga belum tahu persis..
jefry
19 April 2011 - 22:55:23 WIB

bagus
jefry
19 April 2011 - 22:56:38 WIB

bagus
jefry
19 April 2011 - 23:12:29 WIB

saya setuju
hari aulia.
12 Juni 2011 - 09:22:52 WIB

beliau dimakmkan di TPU Jeruk Purut(kramat Wan Salim). sya orang situ baru thu klo ternyata wan salim pngrang buku fiqh yng sy pljari krangn beliau. wajar beliau gk diknal, krena menentang belanda sedngkan tokoh2 agam lainya loyal dngan belanda kafir notabenenya yahudi. maknya beliau dmusuhin para tokoh2 agma lainya.salut wt Guruku Syech, waliullah habib Salim bin abdullah bin smeer alhdromi.(Wan Salim)
Ibnu.Suradi
27 Juli 2011 - 11:21:06 WIB

Mengapa para santri di Jawa khususnya dan di Indonesia pada umumnya hanya berkutat pada Kitab Safinatun Najah sehingga tidak sempat mengkaji Kitab Al Um karangan Imam Syafi'i?

Bukankah sudah seharusnya orang yang mengaku bermadzhab Syafi'i mengkaji Kitab Al Um sehingga amalan-amalannya tidak menyimpang dari amalan-amalan Imam Syafi'i?

Wallaahu a'lam.
wong Ciamis
27 Juli 2011 - 11:31:38 WIB

Kalau Kitab Al Um tinggal di baca aja sendiri..kalau di pengajian ya ngga selesai sampai tua
Ibnu.Suradi
28 Juli 2011 - 09:56:11 WIB

Bismillaah,

Oh, begitu.

Jadi, para lulusan pesantren yang bermadzhab Syafi'i dijamin sudah membaca sendiri Kitab Al Um. Jika belum membacanya, bagaimana? Sayang sekali bila seorang santri sudah bertahun-tahun mondok di pesantren yang bermadzhab Syafi'i tapi belum membaca Kitab Al Um.

Wallaahu a'lam.
wong ciamis
29 Juli 2011 - 08:01:42 WIB

mendingan lulusan pesantren dari pada lulusan saudi cuma jadi radikal & teroris..... ???
Ibnu.Suradi
29 Juli 2011 - 09:12:50 WIB

Bismillaah,

Wong Ciamis yang manis,

Bagaimana anda mengatakan bahwa belajar Islam di pesantren di Indonesia yang sangat jauh dari negeri asal agama tersebut, lebih baik daripada belajar Islam di Arab Saudi yang merupakan negara asal agama tersebut?

Tidak masuk akal.

Wallaahu a'lam.
wong ciamis
29 Juli 2011 - 22:17:12 WIB

banyak ulama besar yang bukan berasal dari saudi, Imam bukhari juga bukan dari saudi..ya..lihat2 saudinya mana ?
abdus shabur
23 Agustus 2011 - 11:18:34 WIB

NASEHATI PARA AHLI BID'AH. Namun jika mereka menolak . . . . . .

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

“Hendaklah engkau pemaaf. Suruhlah orang berbuat makruf (yang baik). Dan jauhilah orang bodoh (yang tidak menerima kebe-naran).” (Surat Al-A’raaf (7): 199).

Wong Ciamis
08 Oktober 2011 - 12:28:12 WIB

Abdus Shobur....wahabi itu bukan hanya ahli bid'ah tapi juga ahli dosa besar......jadi anda baca dulu sejarah wahabi baru nasehati orang..... jangan cuma ikut2tan pengekor wahabi ....
betara kaca
22 Oktober 2011 - 18:43:29 WIB

yank nama mnusia tu adalah satu mahluk yang tidak lpas dari kasih sayank alloh titik
ahmad syarofi
18 November 2011 - 14:47:35 WIB

W ; Wajah masam
A ; Arogan
H : Haus Debat
A : Ahlu Fasad Wal Fitnah Wat tafriq
B : Bahayakan kesatuan Kerukunan
I : Inginnya Semua faham itu salah.
NU kafir, Jamaah tabligh kafir, thariqot kafir, dll.
giliran Ahmadiyah berkembang, diamah diem aja sembunyi. giliran yang sudah jelas (konser2 band yang urakan) diamah kagak ribut2. maunya ngerebut jamaah fihak lain
ahmad syarofi
18 November 2011 - 14:49:08 WIB

W ; Wajah masam
A ; Arogan
H : Haus Debat
A : Ahlu Fasad Wal Fitnah Wat tafriq
B : Bahayakan kesatuan Kerukunan
I : Inginnya Semua faham itu salah.
NU kafir, Jamaah tabligh kafir, thariqot kafir, dll.
giliran Ahmadiyah berkembang, diamah diem aja sembunyi. giliran yang sudah jelas (konser2 band yang urakan) diamah kagak ribut2. maunya ngerebut jamaah fihak lain
admin
09 Desember 2011 - 16:55:28 WIB

coba di toko2 kitab yang agak lengkap...saya jg lama ga nanyain
Abdullah
09 Desember 2011 - 06:29:43 WIB

Kitab2 syarah safinah yang tdi dsebutkan kita bisa dapet dimana ya ??? makasih
Ismail
17 Desember 2011 - 11:10:04 WIB

Sebagian orang memandang sebelah mata dengan kitab ini, padahal ini kitab yang bagus, mungkin karena mereka belum pernah membacanya.
Bagi yang menghendaki silahkan ikuti kajiannya di radio Rodja 756 am atau di http://radiorodja.com/live-streaming/ setiap hari Sabtu jam 16.00-18.00 bersama Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri. Semoga bermanfaat.
Faruq Bilqov
17 Januari 2012 - 13:48:13 WIB

Semakin banyak ilmu, semakin tawadluk, semakin menghormati orang lain.
Mashuda
02 Februari 2012 - 20:19:14 WIB

Suhanallah..... luar biasa ... salam buat Ustadz Syarif...
irwan
13 Februari 2012 - 21:35:32 WIB

Kitab sumber bidahnya warga nahdhiyin..
irwan
13 Februari 2012 - 21:56:37 WIB

@ mas Abdullah,
Kitabnya banyak dijual di toko toko buku di daerah yang penganut NU nya masih agak banyak mas.
Ada 2 versi, safinatun najah versi arab dengan terjemahan bahasa jawa (arab "gondrong") atau Kasyifatus sajah versi arab "gundul".
Kitab itu menjadi standar ngaji madrasah2 diniyah warga NU. Dulu saya juga sempat memegang teguh ajaran-ajaran fikihnya sampai masa kuliah, namun Alhamdulillah sekarang udah saya tinggalkan, walaupun dulu sempat jadi orang yang sangat kolot ketika ada temen yang memperingatkan tentang bid'ah-bid'ah didalamnya (ciri khas santri NU). :)
" Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul." Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya." Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?". (Al-Maidah: 104)
syaiful arifin
17 Mei 2012 - 15:32:40 WIB

ad iiang tw gak nyri kitab nhii d'mna ??
Adnan
21 Mei 2012 - 08:57:44 WIB

Kang syaiful arifin.......
Dulu sekali saya punya kitab itu tapi sudah saya bakar habis gak tersisa bersama kitab2 lainnya sejak saya hijrah menjadi Salafi/Wahabi
gendeng
30 Mei 2012 - 23:32:04 WIB

@wong ciamis, coba ente meguru sama ulil sumbing, musdah lesbi, said belum akil balik, guntur romlah ( jaringan iblis laknatullah ) biar ente cepet dapat duit.
NU Tulen
30 Mei 2012 - 23:35:54 WIB

ini membernya NU ya
http://nahimunkar.com/1982/bukti-dungunya-tokoh-jil/
preman
30 Mei 2012 - 23:39:52 WIB

http://nahimunkar.com/254/kesesatan-kitab-barzanji-qashida h-burdah-dan-maulid-syarafil-anam/
anshori
31 Mei 2012 - 00:14:22 WIB

subhanallah ieu nu debat meni rame pami aya ka wantun di antoz di kota garutt

assalamualaikum , , ,Wr.Wb
pesek
31 Mei 2012 - 09:28:15 WIB

@ anshori
I don't understand what you're talking about.

Wa'alaikum salam
botak
01 Juni 2012 - 21:28:36 WIB

wilujeng tepang sreng pribadoz ti rengrengan garut indah
botak
01 Juni 2012 - 21:35:16 WIB

hey umat manusia anu paduli kana agama Alloh urang nyariosken perkawis parukunan jeng kula meh nyambung kanu ngenaan kitab sapinah
agus gumilar
11 Juni 2012 - 01:30:54 WIB

urang hirup kdusilih elingan jeung kdu ma'ripat, nu ngarana hirup 3 waktu, kamari eungeus, ayeuna eukeur, isuk wallohu , boa maot urang teh, mantak geura tatan tatan, nyang harepan, sakarotul maut.
widodo
24 Agustus 2012 - 11:28:52 WIB

Mhn maaf, setelah saya membaca bab aurat dari kitab safinatun najah, saya jadi tahu bahwa aurot perempuan yang merdeka di sisi laki-laki yang bukan mahrom adalah seluruh badannya. Tapi kenapa saya belum pernah melihat satupun perempuan NU yang menutup seluruh tubuhnya dan memakai cadar?
Ini bunyi terjemahan matan kitab safinatun najah bab aurot : (bersambung)

widodo
24 Agustus 2012 - 11:30:22 WIB

Aurat
Al-’Aurootu Arba’un : ‘Auroturrojuli Muthlaqon Wal Amati
Fishsholaati Maa Bainassurroti Warrukbati , Wa ‘Aurotul Hurroti Fishsholaati
Jamii’u Badanihaa Maa Siwal wajhi Wal Kaffaini Wa ‘Aurotul Hurroti Wal Amati
‘Indal Ajaanibi Jamii’ul Badani Wa ‘Inda Mahaarimihaa Wannisaai Maa
Bainassurroti Warrukbati .

Segala aurat itu terbagi 4 : Aurat laki-laki di dalam dan
di luar sholat dan budak perempuan secara mutlak di dalam sholat yaitu apa-apa
yg diantara pusar dan lutut , dan aurat perempuan yg merdeka di dalam sholat
yaitu seluruh badannya selain wajah dan 2 telapak tangan , dan aurat perempuan
yg merdeka dan budak perempuan
disisi orang yg asing yaitu seluruh badan dan disisi
mahromnya dan sekalian perempuan yaitu apa-apa yg diantara pusar dan lutut .
Kaifa?
widodo
24 Agustus 2012 - 11:41:13 WIB

Kenapa yang mengamalkan isi kitab safinatun najah tentang aurot tersebut justru para perempuan di Saudi Arabia?
Kenapa kita orang NU yang membanggakan kitab ini justru tidak mengamalkannya?
Apakah kita orang NU mengambil apa-apa yang sesuai dengan keinginan kita dan membuang apa-apa yang tidak sesuai dengan keinginan kita?
Mengapa kita orang NU mengaku sebagai aswaja tetapi dalam praktiknya yang kita bela adalah tradisi , adat, budaya dan perkara-perkara yang baru dalam agama?
widodo
24 Agustus 2012 - 11:49:54 WIB

Sebagai orang yang lahir dan besar dalam keluarga dan lingkungan NU, terus terang saya galau. Mengapa dalam realitanya sering terjadi ketidak sesuaian antara kitab yang kita pelajari dan amaliah kita sehari-hari?
mengapa kita tidak boleh bertanya apa dalil ini dan itu kepada kyai?
Kenapa dari kecil kita selalu didoktrin POKOKNYA HARUS IKUT APA KATA KYIAI?
Mengapa kita tidak boleh mempertanyakan dan mengkritisi ucapan kyia padahal beliua semua bukan nabi?
Dari kecil saya selalu memberontak dalam hati, bahwa ada yang salah dalam beragama kita. Semoga Alloh Ta'ala menenangkan hati pemuda yang sedang galau ini.

hamba Allah
14 September 2012 - 18:02:26 WIB

apa antum sudah merasa paling benar??? atau antum sudah merasa benar???

kenapa mesti mengolok-olok orang/kelompok lain yg antum sendiri belum paham/tahu seluk beluknya?

sekali lagi ana tanya untuk antum semua, apa antum sudah merasa paling benar sehingga antum berani atau bisa mengolok-olok orang/kelompok lain???
hamba Allah
14 September 2012 - 18:08:14 WIB

@widodo : itu semua karena mereka tidak tahu, kalaupun mereka tahu, mereka tidak mau mengamalkannya dengan seribu satu alasan, kolot, norak, ga gaul, DLL.

banyak orang yg tidak tahu tapi pura2 tahu, ada juga yg tahu tapi pura2 tidak tahu atau tidak mengamalkannya. sehingga ada pertanyaan seperti itu...
wong
27 September 2012 - 11:12:39 WIB

dasar orang2 bodoh..kalu belajar agama yang mumpuni jadi ga seperti orang linglung....safinah itu kitab fiqih jadi berisi panduan sederhana dalam maslah fiqih untuk tingkat dasar...fiqih itu pasti banyak ikhtilaf dan perbedann, jadi tidak mesti semua harus sesuai dengan satu fiqih...
wong Ciamis
27 September 2012 - 11:17:08 WIB

hijrah menuju wahabi sama saja keluar minannuri iladzulumaat....karena kebodohan & kedangkalan ilmu jadi terpukau oleh gerakan seolah2 pembaharu, namun sebenarnya membawa agama baru...
wong Ciamis
27 September 2012 - 11:26:24 WIB

orang Indonesia mampu menulis karya seperti Kitab safinah yang banyak di kaji diseluruh Indonesia..jadi ga perlu mengekor dan membangga2kan orang Asing dalam keilmuan..kalau wahabi memang antek SAUDI karena mereka ga punya kepercayaan diri, sehingga ketika dijajah pemikirannya tidak mampu bersikap...
wong Ciamis
27 September 2012 - 11:31:09 WIB

ketololan pengikut wahabi yang awam, adalah menggunakan ayat yg artinya " Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul." Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya." Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?". (Al-Maidah: 104)
wong Ciamis
27 September 2012 - 11:35:19 WIB

ditujukan kepada orang2 Nu yang Muslim dan hafal ayat itu....padahal ayat2 itu untuk musyrik jahiliyah...seolah2 yg tahu tentang ittiba' Allah dan Rasul... antek2 wahabi..padahal Qur'an juga ga hafal, hadis jarang baca...yai itulah RUWAIBIDAH...NGOMONGNYA KALIMAT2 ALLAH TAPI IMANNYA CUMA SAMPE KERONGKONGAN...
wong Ciamis
27 September 2012 - 11:41:29 WIB

Praktek amaliyah tidak hanya memakai satu kitab, safinah bukan standar baku bisa saja tidak di amalkan namun mengamalkan pendapat madzhab/ulama yang lain..cadar itu tidak wajib jadi, tidak memaki cadar itu tak bermasalah...lebih cocok untuk orang Indonesia memaki jilbab, tanpa cadar...
wong Ciamis
27 September 2012 - 11:46:23 WIB

beragama itu yg mudah selama itu bukan dosa,.jangan menganggap bahwa yg pake cadar itu paling bertaqwa dan mengikuti sunnah, yg ga pake cadar sesattt.????.umpamanya..itu namnaya beragama yg salah kaprah....
Monique
27 September 2012 - 13:08:31 WIB

Maaf, setahu saya di Ma'had2 Salafi anak2 setingkat TK saja harus hafal Alqur'an juz 30, setingkat SD hafal Juz 28-30 begitu seterusnya.
Jadi sangat tidak mungkin kalau kaum Salafi tidak hafal Alqur'an. Bahkan ada seorg pemuda Salafi 19 th di lingkungan saya sudah hafal Alqur'an dan ratusan hadis bahkan mampu meneliti sebuah hadis dari sisi isnat, matan, perowi, derajat dll.
Sbg info saja nih, bhw belajar Bhs Arab bagi penuntut ilmu dlm manhaj Salafi ini hukumnya fardlu kifayah, apalagi guru2nya tdk perlu diragukan lagi, rata2 lulusan Arab, Yaman dll

Monique
27 September 2012 - 13:18:47 WIB

Kalau anda tdk mau merujuk kpd Kitab para Ulama dr Arab Saudi dan berkeyakinan bhw banyak org Indonesia yg mampu menulis karya spt kitab Safinah, maka usahakan karya2 tsb diterjemahkan ke dalam Bhs Arab dan eksportlah ke Arab Saudi atau negara Timur Tengah lainnya sehingga akan teruji kesahihannya, siapa tahu pengarangnya lebih hebat dari para Ulama Timur Tengah dan dapat mentransfer ilmunya. Saya ikut bangga dong kalau kitab karya anak bangsa ini jadi rujukan di Timur Tengah.
Monique
27 September 2012 - 13:47:25 WIB

Anda benar bahwa ber (Islam) agama itu mudah maka berhukumlah dengan hukum Allah dan Rasul-Nya.
Mudah karena memang Allah berikan kemudahan/keringanan tetapi tidak boleh menganggap bhw beragama itu boleh seenaknya dan jangan pula membebani diri dengan amaliyah2 yg tdk disyari'atkan dan tdk pula dicontohkan oleh uswah kita Rasulullah.
Anda katakan cadar tdk wajib, mungkin benar bagi anda tetapi bukan berarti yg sunnah2 harus ditinggalkan sementara disisi lain anda justru melakukan amaliyah2 yg bukan wajib, bukan sunnah, bukan makruh, bukan mubah dan bukan pula haram, jadi amaliyah apa ini ? Anda senang membebani diri dg amaliyah2 semacam ini ?
wong Ciamis
29 September 2012 - 10:35:38 WIB

moniqu .ditempat saya banyak pengikut salafi yg bodoh2 baca Qur'an juga ga bener udah ngomong hukum...kalu bacanya hanya kitab2 saudi, ya jadi tidak mengenal kitab karyanya ulama Nusantara...yg bilang cadar tdk wajib bukan sy saja..ahli hadisnya Wahabi, Nasiruddin Al bani juga..antum udah baca kitabnya belum?
wong Ciamis
29 September 2012 - 10:40:00 WIB

cara memahami hadis /sunnah bukan hitam putih seperti moniqu...jika ada hadisnya itu baik untuk di amalkan, kalau tidak mengamalkan maka disebut tidak mengikuti sunnah, dan pengikut bid'ah, namanya pemahaman yg bodoh...
wong Ciamis
29 September 2012 - 10:46:19 WIB

Hadis /sunnah itu ibarat bahan mentah yg tidak secara langsung bisa kita makan, namun memerlukan kajian yg luas dan mendalam dan itu tugasnya para ulama yg mumpuni dan berkompeten bukan mujtahid gadungan, sehingga baru bisa kita terima...dan itupun tidak akan luput dari perbedaan para ulama dalam cara memahami sunnah...itu merupakan keniscayaan dan harus kita hormati dan hargai....bukan mengambil seenaknya udele dewe...
wong Ciamis
29 September 2012 - 10:50:16 WIB

sunnah juga menurut sebagian ulama ada yang membagi menjadi Tasyriiyyah dan Ghairu Tasyri'iyyah, menurut anda cadar termasuk Sunnah tasyri'iyyah atau Ghairu Tasyri'iiyah...?
Muhibbin
05 Oktober 2012 - 11:20:13 WIB

Salafi/wahabi/NU/jamaah tabligh/ dst.. apapun alirannya selama merasa yg paling benar sendiri = proses pembentukan pasukan DAJJAL!!

Manusia penuh khilaf, makin tinggi ilmunya bukan merasa paling benar, justru merasa yg paling bodoh dari segala pengetahuan yg Allahu ta'ala miliki.

Syukron.
obat asam lambung
15 September 2014 - 13:29:35 WIB

siang | http://goo.gl/2qr1qn | http://wp.me/4xCjK |
obat maag
18 September 2014 - 09:14:56 WIB

makasih atas infonya | https://mysp.ac/QFpB | http://goo.gl/4M3X1r |
Obat Tradisional Jantung Koroner
27 September 2014 - 16:52:59 WIB

Terimakasih infonya, tetep semangat dah weekend nih !!!

http://goo.gl/kZlnwF
obat tradisional jantung koroner
11 Oktober 2014 - 10:14:01 WIB

Terimakasih infonya, sangat bermanfaat
http://goo.gl/al2jOm
Pulau Pari
15 Oktober 2014 - 22:14:51 WIB

Ahaa, its pleasant discussion about this paragraph at this place at this blog,
I have read all that, so now me also commenting at this place.
http://paripulau075.wordpress.com/
Jasa SEO
16 Oktober 2014 - 01:58:52 WIB

If you wish for to improve your familiarity only keep visiting this web page and be updated with the latest news posted
here. http://is.gd/pMuYl5
timbangan
19 Oktober 2014 - 07:21:47 WIB

Magnificent items from you, man. I've keep in mind your stuff prior to
and you are simply too excellent. I really like what
you've bought right here, really like what you are saying and the way during which you are saying it.
You make it enjoyable and you continue to care for to keep it wise.
I cant wait to learn much more from you.
This is really a terrific website. http://blog-timbangan-digital.hol.es/
Jasa Pembuatan Website
21 Oktober 2014 - 11:01:27 WIB

Hi to every one, the contents existing at this site are in fact amazing for people experience,
well, keep up the good work fellows. http://jasapembuatanwebsite.over-blog.com/
Jasa Optimasi Website
22 Oktober 2014 - 15:32:07 WIB

It is really a great and helpful piece of info.

I am happy that you shared this helpful information with us.

Please keep us informed like this. Thank you for sharing.

http://jasaseojakarta1526.wordpress.com/
Jasa Pembuatan Website
22 Oktober 2014 - 16:57:01 WIB

Ridiculous story there. What occurred after? Take care!
halkomentar
24 Oktober 2014 - 00:08:39 WIB

Hello there! This is my first visit to your blog! We
are a group of volunteers and starting a new initiative in a community in the same niche.

Your blog provided us beneficial information to work on. You have done a
marvellous job! http://vemindza.blog.com/
merencankakan liburan
24 Oktober 2014 - 12:14:31 WIB

An outstanding share! I have just forwarded this onto a co-worker
who was conducting a little homework on this. And he actually bought me lunch due to
the fact that I found it for him... lol. So let me
reword this.... Thanks for the meal!! But yeah, thanks for spending the time to discuss this
matter here on your blog. http://paketwisatapulaupari.hol.es/
wisata pulau pari
25 Oktober 2014 - 19:58:35 WIB

Greate pieces. Қeep posting sսch ƙind of info oon yоur рage.
Ιm гeally impressed by your site.
Hello tɦere, You've performed а fantastic job. Ӏ will certainly digg it and іn my opinion sսggest to
mƴ friends. I'm confident tɦey ѡill be benefited from thuis website.
http://pakettravelpulaupari.hol.es/
pulau pari
25 Oktober 2014 - 22:46:53 WIB

When I initially left a сomment I aρpear
to havе clicked thhe -Notify mе when neԝ comments аrе added- checkbox and fгom noѡ on eɑch time a comment
іs aԀded I get 4 emails ѡith tɦe samе comment. Pеrhaps tҺere iѕ
a way yοu ɑге ɑble to remove mе from that service?

Apprwciate it! http://pakettravelpulaupari.hol.es/
Travel Pulau Haparan
27 Oktober 2014 - 05:48:12 WIB

Today, I went to the beachfront with my kids.
I found a sea shell and gave it to my 4 year old daughter and said "You can hear the ocean if you put this to your ear."
She placed the shell to her ear and screamed. There was a hermit crab inside and
it pinched her ear. She never wants to go back!

LoL I know this is completely off topic but I had to
tell someone! http://artikelpulautidung.hol.es/
blog
27 Oktober 2014 - 13:08:31 WIB

Keep on working, grеаt job! http://hapullzo.blog.com
Jasa SEO
27 Oktober 2014 - 16:53:16 WIB

Hi, its nice piece of writing on the topic of media print, we all know media is
a impressive source of information. http://jasaseojakarta6957.wordpress.com/
Jasa SEO
27 Oktober 2014 - 18:13:28 WIB

For the reason that the admin of this site is working, no question very rapidly it will be renowned, due to its
feature contents. http://jasaseoindonesia5708.wordpress.com/
travel pulau seribu
28 Oktober 2014 - 13:04:24 WIB

Hi every one, here every one is sharing such familiarity,
thus it's good to read this webpage, and I used to pay a quick visit this web site every day.
http://jasaseoindonesia3505.wordpress.com
pariwisata Pulau Pari
29 Oktober 2014 - 02:15:44 WIB

I used to be able to find good advice from your articles.
http://blog-wisata-pulau-pari.hol.es/
pemandangan Pulau Pari
29 Oktober 2014 - 14:12:43 WIB

Hello would you mind letting me know which web host you're utilizing?
I've loaded your blog in 3 completely different browsers and I
must say this blog loads a lot quicker then most. Can you recommend a good
hosting provider at a honest price? Cheers, I appreciate it!

http://blog-wisata-pulau-pari.hol.es/
pulau pramuka
01 November 2014 - 00:25:30 WIB

A motivating discussion is definitely worth comment. I do think that you
should publish more on this issue, it might
not be a taboo subject but typically people do not talk about such
issues. To the next! All the best!! http://is.gd/UU8GpP

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 


Langganan RSS





/ /


November, 2014
MSSR KJS
       1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      





924538

Pengunjung hari ini : 188
Total pengunjung : 221844

Hits hari ini : 1170
Total Hits : 924538

Pengunjung Online: 3





Apakah Website Ummul Qura memberi manfaat informasi ?

Manfaat Sedikit
Manfaat banyak
Manfaat sedang
Tidak Memberi Manfaat

Lihat Hasil Poling







Nama :
Website :
Pesan