Ahlussunnah (3)
Artikel (6)
Beli Buku (5)
Beli DVD Ceramah (6)
Buletin Qum (145)
Cerpen (1)
Daftar Donatur (2)
English Course (2)
Entertainment (2)
Iklan (8)
Ilmu Hikmah (0)
Info Guru (28)
Info Banten (1)
Info Lowongan (2)
Info MA (12)
Info MTs (7)
Info Nasional (21)
Info Pesantren (30)
Info Sisiwa (13)
Info Tangsel (6)
Info TK (1)
Info TPA/Q (1)
Iptek (13)
kabar kampung (3)
Kajian Hadits (3)
Karya KH. Syarif (6)
Kitab Nadzoman (4)
Kolom Alumni (8)
Kolom Guru (0)
Kolom KAMAD (7)
Kolom OSIS (2)
Kolom Pengasuh (22)
Kreatifitas Siswa (0)
Madzahib (1)
Music (0)
Olahraga (1)
Pendidikan (13)
Politik (1)
Puisi (2)
Resensi Buku (1)
Sejarah (1)
Software (1)
Studi Aliran (6)
Studi Tokoh (6)
Study Naskah (9)
Tafsir (1)
Tahfidzul Qur'an (1)
TULISAN MEDIA TENTANG KH SYARIF (2)
Ulama Nusantara (5)
Ulum al Qur'an (1)





















• 24 Desember 2011
Libur Akhir Semester Ganjil 2011

• 23 Desember 2011
Pembagian Raport MTs & Ma

• 02 Desember 2011
UAS MTs , MA dan Pondok Pesantren

• 22 Agustus 2011
Libur 'Idul Fitri 1432 H


Beranda » Ulama Nusantara » KH.M. Arwani Amin (Kudus)

Minggu, 10 Oktober 2010 - 23:18:32 WIB
KH.M. Arwani Amin (Kudus)
Diposting oleh : alip
Kategori: Ulama Nusantara - Dibaca: 2140 kali

KH. M. ARWANI AMIN Sosok Alim, Santun dan Lembut Yanbuul Quran Adalah pondok huffadz terbesar yang ada di Kudus. Santrinya tak hanya dari kota Kudus. Tetapi dari berbagai kota di Nusantara. Bahkan, pernah ada beberapa santri yang datang dari luar negeri seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Pondok tersebut adalah pondok peninggalan KH. M. Arwani Amin. Salah satu Kyai Kudus yang sangat dihormati karena kealimannya, sifatnya yang santun dan lemah lembut.
 
KH. M. Arwani Amin dilahirkan dari pasangan H. Amin Sa’id dan Hj. Wanifah pada Selasa Kliwon, 5 Rajab 1323 H., bertepatan dengan 5 September 1905 M di Desa Madureksan Kerjasan, sebelah selatan masjid Menara Kudus. Nama asli beliau sebenarnya Arwan. Tambahan “I” di belakang namanya menjadi “Arwani” itu baru dipergunakan sejak kepulangannya dari Haji yang pertama pada 1927. Sementara Amin bukanlah nama gelar yang berarti “orang yang bisa dipercaya”. Tetapi nama depan Ayahnya; Amin Sa’id.
 
KH. Arwani Amin adalah putera kedua dari 12 bersaudara. Saudara-saudara beliau secara berurutan adalah Muzainah, Arwani Amin, Farkhan, Sholikhah, H. Abdul Muqsith, Khafidz, Ahmad Da’in, Ahmad Malikh, I’anah, Ni’mah, Muflikhah dan Ulya. Dari sekian saudara Mbah Arwani (demikian panggilan akrab KH. M. Arwani Amin), yang dikenal sama-sama menekuni al-Qur’an adalah Farkhan dan Ahmad Da’in. Ahmad Da’in, adiknya Mbah Arwani ini bahkan terkenal jenius. Karena beliau sudah hafal al-Qur’an terlebih dahulu daripada Mbah Arwani. Yakni pada umur 9 tahun. Ia bahkan hafal Hadits Bukhori Muslim dan menguasai Bahasa Arab dan Inggris. Kecerdasan dan kejeniusan Da’in inilah yang menggugah Mbah Arwani dan adiknya Farkhan, terpacu lebih tekun belajar. Konon, menurut KH. Sya’roni Ahmadi, kelebihan Mbah Arwani dan saudara-saudaranya adalah berkat orangtuanya yang senang membaca al-Qur’an. Di mana orangtuanya selalu menghatamkan membaca al-Qur’an meski tidak hafal. Selain barokah orantuanya yang cinta kepada al-Qur’an, KH. Arwani Amin sendiri adalah sosok yang sangat haus akan ilmu. Ini dibuktikan dengan perjalanan panjang beliau berkelana ke berbagai daerah untuk mondok, berguru pada ulama-ulama.
 
Tak kurang, 39 tahun beliau habiskan untuk berkelana mencari ilmu. Diantara pondok pesantren yang pernah disinggahinya menuntut ilmu adalaj pondok Jamsaren (Solo) yang diasuh oleh Kyai Idris, Pondok Tebu Ireng yang diasuh oleh KH. Hasyim Asy’ari dan Pondok Munawir (Krapak) yang diasuh oleh Kyai Munawir. Selama menjadi santri, Mbah Arwani selalu disenangi para Kyai dan teman-temannya karena kecerdasan dan kesopanannya. Bahkan, karena kesopanan dan kecerdasannya itu, KH. Hasyim Asy’ari sempat menawarinya akan dijadikan menantu. Namun, Mbah Arwani memohon izin kepada KH. Hasyim Asy’ari bermusyawarah dengan orang tuanya. Dan dengan sangat menyesal, orang tuanya tidak bisa menerima tawaran KH. Hasyim Asy’ari, karena kakek Mbah Arwani (KH. Haramain) pernah berpesan agar ayahnya berbesanan dengan orang di sekitar Kudus saja. Akhirnya, Mbah Arwani menikah dengan Ibu Nyai Naqiyul Khud pada 1935. Bu Naqi adalah puteri dari KH. Abdullah Sajad, yang sebenarnya masih ada hubungan keluarga dengan Mbah Arwani sendiri. Dari pernikahannya dengan Bu Naqi ini, Mbah Arwani diberi empat keturunan. Namun yang masih sampai sekarang tinggal dua, yaitu KH. M. Ulinnuha dan KH. M. Ulil Albab, yang meneruskan perjuangan Mbah Arwani mengasuh pondok Yanbu’ sampai sekarang.
 
Yah, demikian besar jasa Mbah Arwani terhadap Ummat Islam di Indonesia terutama masyarakat Kudus, dengan kiprahnya mendirikan pondok yang namanya dikenal luas hingga sekarang.
 
Banyak Kyai telah lahir dari pondok yang dirintisnya tersebut. KH. Sya’roni Ahmadi, KH. Hisyam, KH. Abdullah Salam (Kajen), KH. Muhammad Manshur, KH. Muharror Ali (Blora), KH. Najib Abdul Qodir (Jogja), KH. Nawawi (Bantul), KH. Marwan (Mranggen), KH. Ah. Hafidz (Mojokerto), KH. Abdullah Umar (Semarang), KH. Hasan Mangli (Magelang), adalah sedikit nama dari ribuan Kyai yang pernah belajar di pondok beliau.
 
Kini, Mbah Arwani Amin telah tiada. Beliau meninggal dunia pada 1 Oktober 1994 M. bertepatan dengan 25 Rabi’ul Akhir 1415 H. Beliau meninggal dalam usia 92 tahun. Namun, meski beliau telah meninggal dunia, namanya tetap harum di hati sanubari masyarakat. Pondok Yanbu’ul Qur’an, Madrasah TBS, Kitab Faidlul Barakat dan berbagai kitab lain yang sempat ditashihnya, menjadi saksi perjuangan beliau dalam mengabdikan dirinya terhadap masyarakat, ilmu dan Islam.*** [Rosidi/Arwaniyyah]


8 Komentar :

ibnu
31 Desember 2010 - 23:52:39 WIB

sangat bagus teladannya
ibnu
31 Desember 2010 - 23:53:26 WIB

teladan yg sangat baik
Muhammad khudzaifi A.U
26 Agustus 2012 - 15:05:28 WIB

jazakumulloh .semoga murid 2 mbah kiyahi arwani yang mana banyak menjadi ulama' besar diberbagai kota maupun pelosok ,seperti kiyahi muda 1.kh.muharror Blora ,juga ,2,kh.Abdul Hafidz muslih mojo kerto ,sedikit qissoh kiyahi muda dari mojokerto KH.Abdul hafidz yang mana merupakan salah satu santri yg juga hafal Alquran dan hafal qiroah sab'ah beliau sangat saya kagumi ,semoga murid 2 mbah kiyai arwani dengan cinta saya kepada mbah kiyahi Arwani walaupun kami tidak menangi semoga mendapat tsawabnya amin .saya Muhammad Khudzaifi dari jepa mohon doanya kepada mbah saya Kh.abdul khafidh .karena saya adalah cucu asli dari mbah khafidh yg jauh dari mojokerto mohon doanaya agar mbah khafidh selalu mendoakan cucunya menjadi anak yang solih amin
Muhammad khudzaifi A.U
26 Agustus 2012 - 16:00:19 WIB

jazakumulloh .kalau saya mengagumi mbah saya KH.Abdul khafidz ,secara otomatis mbah kiyahi Arwani mencintahi saya .kalau saya cinta mbah kh.Arwani amin tentu para ulama mencitai saya .kalau saya mencintai ulama, berarti cinta rosul .semoga kami termasuk didalamnya cinta para hufaadz dn rosulnya amin .dafi jepara
wisata pulau tidung
03 Januari 2014 - 10:47:32 WIB

nice info http://goo.gl/mnjF2g
Manfaat Lidah Buaya
04 Januari 2014 - 22:47:05 WIB

Mengenal manfaat dan khasiat kunyit, bawang putih, temulawak dan lidah buaya untuk kesehatan.
Cara Meningkatkan Penjualan Online
20 Januari 2014 - 23:54:57 WIB

Propolis - http://x.dimurah.com/herbalmurah
Grosir Sprei - http://x.dimurah.com/grosironline
Toko Online - http://goo.gl/IvgTd
Resep Martabak
17 April 2014 - 20:17:47 WIB

www.permainan-salon.com www.permainan-babyhazel.com www.kodeposjakarta.com

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 


Langganan RSS





/ /


April, 2014
MSSR KJS
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930   





815141

Pengunjung hari ini : 155
Total pengunjung : 196227

Hits hari ini : 373
Total Hits : 815141

Pengunjung Online: 3





Apakah Website Ummul Qura memberi manfaat informasi ?

Manfaat Sedikit
Manfaat banyak
Manfaat sedang
Tidak Memberi Manfaat

Lihat Hasil Poling







Nama :
Website :
Pesan